Minggu, 02 April 2017

AGAR TRAINING SDM BERDAMPAK POSITIF




Ada banyak perusahaan yang setiap tahun mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk melaksanakan Program Pelatihan & Pengembangan Karyawan (Training SDM), namun efektivitas Training SDM-nya dirasa kurang bagus. Apa yang harus dilakukan agar Training SDM dapat berdampak positif terhadap peningkatan kinerja perusahaan?

Memang ada cukup banyak perusahaan yang melakukan training dengan pendekatan “hit and run”, artinya sekedar mengundang karyawan untuk ikut training tanpa memikirkan tindak lanjut - pasca kegiatan training yang mestinya juga perlu dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan. Karena tanpa tindak lanjut yang baik, efektifitas kegiatan training akan sangat rendah, dan biasanya setelah tiga bulan para peserta akan lupa dengan apa yang mereka pelajari dalam kegiatan training tersebut.

Untuk mengatasi hal tersebut, ada langkah praktis yang harus dilakukan. Dalam setiap training sebaiknya diupayakan ada sesi khusus –yang dilakukan menjelang akhir kegiatan– untuk menyusun rencana tindak lanjut pasca kegiatan training. Dalam rencana tindakan ini, para peserta diminta untuk merumuskan secara spesifik tindakan konkret yang akan mereka lakukan untuk mengaplikasikan materi yang telah diberikan. Akan lebih baik jika rencana tindakan ini juga disertai dengan tolok ukur untuk menilai sejauh mana rencana itu berhasil mencapai sasaran.

Selanjutnya, rencana tindakan ini disalin dan dibagikan kepada peserta yang bersangkutan, atasan peserta, serta pihak penyelenggara (Trainer/bagian HRD)Proses pelaksanaan rencana tindakan pasca training itu kemudian dipantau dalam 1-2 bulan sekali melalui serangkaian sesi monitoring (sesi ini dapat dilakukan selama 6 hingga 12 kali). Dalam hal ini peran dari atasan sangat besar. Atasan harus dilibatkan sejak awal, dan mereka juga mesti diberitahu garis besar dari isi materi training yang akan diajarkan kepada anak buahnya. Sehingga atasan bisa ikut melakukan monitoring apakah materi training sudah diaplikasikan oleh timnya atau belum.

Demikian juga pihak penyelenggara harus proaktif, dan secara intensif bekerjasama dengan atasan peserta untuk melakukan monitoring. Akan lebih baik jika dalam proses tersebut juga disertai dengan penyegaran, misalnya mendiskusikan kembali pokok-pokok penting materi yang dipelajari dalam training, sehingga proses pembelajaran terus berjalan secara berkelanjutan.

Serangkaian tindakan di atas diharapkan dapat meningkatkan efektivitas Training SDM. Artinya, training benar-benar memberikan dampak terhadap perubahan perilaku secara positif, dan pada gilirannya juga bermanfaat secara positif bagi kinerja perusahaan secara keseluruhan.





Untuk informasi lebih lanjut hubungi:


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan