Jumat, 07 April 2017

POSITIVE MENTAL ATTITUE BUILDING




Yang dimaksud dengan Sikap Mental adalah pendirian, pola pikir, pandangan atau tanggapan terhadap sesuatu. Sesuatu dalam hubungannya dengan karyawan adalah pekerjaan, yaitu sikap mental karyawan terhadap pekerjaannya. Pendirian atau pendapat yang ada di dalam pemikirannya.
Baca: BEKERJA DENGAN HATI


Bagaimana cara mengetahuinya seseorang memiliki sikap mental yang positif?
Kita bisa melihat dari cara bicara, tingkah laku, dan perbuatannya. Di bawah ini disajikan beberapa penelusuran dari tingkah laku sebagai ungkapan dari sikap mental:

SIKAP MENTAL TINGKAH LAKU
a. Bertanggung jawab
            ·       mengerjakan tugas dengan baik
            ·       mau menerima kritik dan memperbaiki diri
            ·       tidak membiarkan pekerjaan terlantar
            ·       tidak boros dengan waktu dsb
b. Tekun
            ·       bersungguh-sungguh mengerjakan tugas
            ·       tidak mengeluh menghadapi kesulitan
            ·       selalu mengusahakan perbaikan dsb
c. Loyal
            ·       menjaga nama baik perusahaan
            ·       menjaga rahasia perusahaan
            ·       patuh terhadap perintah dsb
d. Ingin maju
            ·       mau menerima kritik untuk perbaikan
            ·       mengembangkan sikap berinisiatif
            ·       bersedia dipindahkan atau mau mengerjakan pekerjaan lain
            ·       menerima dengan senang hati tambahan pekerjaan
            ·       mau menerima tanggung jawab dsb
e. Kerja sama
            ·       mengerti kesulitan orang dan menunjukkan solidaritas
            ·       membantu kesulitan kawan dengan tulus
            ·       ikut serta di dalam kegiatan sosial dsb


Bagaimana dengan sikap mental yang negatif?
Sikap mental yang negatif adalah kebalikan dari sikap mental positif. Sikap mental yang buruk ini juga dapat dilihat atau diketahui dari tingkah laku seseorang.
Misalnya:
      ·       tidak bertanggung jawab kerja asal jadi, sengaja membuat salah, menutupi atau menyembunyikan kesalahan dsb.
      ·       tidak tekun sering mengeluh, minta pindah ke tempat lain (yang diperkirakan lebih enak), masa bodoh dsb.
      ·       tidak loyal tidak disiplin, sering terlambat masuk kerja, suka mangkir, membocorkan rahasia perusahaan dsb.


Kenapa ada karyawan yang mempunyai sikap mental yang negatif?
Pada dasarnya, karyawan yang memiliki sikap mental negatif adalah karena dua sebab, yaitu:
    1.   Kurang tahu atau tidak tahu mengenai pekerjaannya. Kurang tahu mengenai pentingnya tanggung jawab, ketekunan, loyalitas, kerja sama, dan sebagainya. Karena tidak tahu atau kurang tahu, maka karyawan merasa khawatir atau takut salah melakukan pekerjaan. Mereka mencari yang aman. Akibatnya bersikap menolak atau keberatan.
    2.   Perlakuan yang tidak tepat. Hal ini bisa berupa teguran, perintah, panggilan dan sebagainya.

Orang yang tahu atau tidak tahu, dapat diberitahu, dengan diberi penjelasan, atau dididik, dilatih atau ditraining.
Sedangkan sebab yang kedua bersangkutan dengan kebijaksanaan perusahaan, perlakuan pimpinan dan perilaku, contoh buruk yang diberikan oleh pimpinan secara langsung atau tidak langsung.

Dalam hal kebijakan perusahaan yang dirasa tidak adil dan sebagainya, tentu sebaiknya kebijakan itu ditinjau kembali. Dalam hal perilaku pimpinan, tentu pimpinan hendaklah melakukan introspeksi, dan koreksi diri. Pimpinan harus sadar bahwa dia dianggap sebagai contoh. Dipakai sebagai ukuran. Di dalam hal perlakuan pimpinan ini cukup rumit.

Perlakuan pimpinan itu biasanya diexpresikan dalam bentuk pendekatan, atau komunikasi. Karyawan biasanya merasa diperlakukan secara kasar, atau diperlakukan secara tidak adil, atau diperlakukan seperti anak kecil. Bagaimana bentuk perlakuan itu? Dalam bentuk dan cara berkomunikasi, pimpinan hendaknya mempelajari cara-cara berkomunikasi sehingga melakukan komunikasi secara efektif. Tidak terjadi salah tafsir, miskomunikasi. Dia pun memahami tingkah laku dan sifat-sifat bawahannya.


Tugas Pimpinan
Apa yang harus dilakukan? Yang pertama dan utama adalah jangan sampai pimpinan menyebabkan timbulnya sikap mental yang kurang baik pada karyawan. Jangan berperilaku yang kurang terpuji. Berkomunikasilah dengan baik, perlakukanlah karyawan dengan jujur dan adil.
Selanjutnya pimpinan hendaklah selalu memberikan dorongan kepada karyawan untuk maju. Memotivasi karyawan agar bersemangat melakukan pekerjaan. Bersemangat untuk maju. Bersemangat untuk menghasilkan sesuatu yang lebih banyak, lebih baik, dan lebih efisien. Nasehat dan bimbingan perlu diberikan. Semboyan, pepatah atau motto, perlu digalakkan agar memasyarakat dan menjadi “way of life” karyawan, misalnya:
– Tuhan tidak mentakdirkan kita miskin.
– Dimana ada kemauan di situ ada jalan.
– Anda bisa, kalau
Anda mau.
– Sesungguhnya di balik kesulitan selalu ada jalan.
– Hari ini lebih baik dari kemarin, besok lebih baik dari hari ini.
– Sikap
Anda sekarang menentukan masa depan Anda.

Pimpinan harus bisa mendidik dan mengajar. Dan yang paling penting adalah kita, pimpinan yang melaksanakan apa saja yang kita ajarkan dan kita katakan kepada orang lain.

Baca: PEMIMPIN YANG MEMBAWA PERUBANAN





Untuk informasi lebih lanjut hubungi:


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan