Kamis, 06 April 2017

ACTIVE LISTENING SKILLS




Keterampilan mendengarkan secara aktif atau active listening, berbeda dengan sekedar mendengarkan secara pasif.


Mendengarkan secara aktif memerlukan sejumlah tahapan, yaitu:
• Mendorong mitra bicara untuk berbicara dan mengungkapkan pemikiran, opini dan isi hatinya.
• Menjelaskan mengenai informasi yang rekevan dengan topik pembicaraan.

Selain itu, teknik mendengarkan secara aktif juga harus memperhatikan aspek berikut ini:
• Mengakui atau memberikan apresiasi terhadap isi pembicaraan dari mitra bicara.
• Bersimpati atau berempati dengan masalah yang tengah dihadapi oleh mitra bicara.
• Merefleksikan kembali, atau merumuskan kembali isi pembicaraan.
• Menyetujui, atau memberikan persetujuan jika memang pemikiran yang dilontarkan oleh mitra bicara mengandung hal positif.
• Melengkapi atau memberikan kelengkapan informasi yang dibutuhkan oleh mitra bicara
• Meringkaskan kembali isi pembicaraan yang telah disepakati.

Memahami perasaan orang lain. Dalam hal ini kita harus mampu menunjukkan pemahaman terhadap perasaan yang ditunjukkan pegawai dan juga mendengarkan bukan hanya kata-kata yang diucapkan, tetapi juga perasaan yang terkandung di dalamnya.

Cara memberikan umpan balik. Dalam hal ini kita mesti mampu:
• Menghargai sikap, perilaku atau rencana agar dipertahankan pegawai.
• Mengoreksi sikap, perilaku, atau rencana yang negatif dengan cara memberikan umpan balik secara konstruktif.
• Menunjukkan ketidaksetujuan terhadap apa yang dikatakan pegawai dengan cara yang konstruktif.

Cara memberikan informasi yang tepat serta tegas. Dalam konteks ini, maka yang patut dilakukan adalah:
Memberikan informasi yang relevan.
Menahan diri untuk tidak memberikan saran, opini, atau pendapat pribadi yang bersifat subjektif.
Menunjukkan sikap yang tegas dalam berbicara.

Proses memberikan dorongan dan motivasi, dimana kita harus melakukan hal-hal:
• Mendorong pegawai untuk mencari cara-cara baru dalam melakukan sesuatu.
• Menyarankan cara-cara kreatif dalam menyelesaikan masalah.
• Melakukan brainstorming bersama pegawai untuk memikirkan tindakan-tindakan yang dapat diambil.

Dalam memberikan dorongan dan motivasi, kita mesti menghindari untuk melakukan:
• Kritikan pedas
• Selalu memberi solusi
• Menyelamatkan pegawai dari kesulitan yang diciptakan pegawai sendiri


Baca: KOMUNIKASI YANG EFEKTIF





Untuk informasi lebih lanjut hubungi:


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan