Kamis, 23 Maret 2017

Siapa yang Ingin Sukses???




Jika dalam satu ruangan ada 10 orang, lalu kita bertanya:
“Siapa yang ingin SUKSES???”
Saya pastikan 10 orang itu akan mengangkat tangannya, menandakan bahwa mereka ingin hidupnya sukses.

Kemudian kita masuk ke sebuah aula berisi 100 orang, dan tanyakan hal yang sama:
“Siapa yang ingin SUKSES???”
Di aula ini juga saya pastikan 100 orang yang hadir itu semua angkat tangan.

Lalu kita memasuki sebuah gedung pertemuan berisi 1000 orang, juga menanyakan hal yang sama:
“Siapa yang ingin SUKSES???”
Di gedung ini pun bisa saya pastikan 1000 orang yang hadir di situ semuanya akan angkat tangan.

Itulah gambaran bahwa setiap orang ingin hidupnya sukses!
Namun, apakah setelah ditanya seperti itu beberapa tahun kemudian mereka semuanya menjadi ORANG YANG SUKSES???
Pada kenyataannya, lebih banyak orang yang sukses (berhasil) atau orang yang tidak sukses (tidak berhasil) dalam hidupnya???

Apa sih yang menyebabkan ada orang-orang yang SUKSES dan mereka yang TIDAK SUKSES?
(Ini bukan karena Tuhan lhoo…, karena TUHAN tidak menciptakan kelompok orang sukses dan orang tidak sukses)
Jawabannya adalah karena KOMPETENSINYA!!!


Mari kita bahas secara singkat mengenai apa itu KOMPETENSI?
Ada 3 hal yang mempengaruhi seseorang itu MEMILIKI KOMPETENSI atau TIDAK:
    1)  KNOWLEDGE/ PENGETAHUAN
Jika kita ingin sukses-kehidupan yang lebih baik, kita harus terus BELAJAR agar pengetahuan atau wawasan kita bertambah. Kebanyakan orang HANYA belajar ketika mereka sekolah/kuliah saja, karena ada ujiannya, takut tidak lulus. Setelah lulus (mendapatkan ijazah) mereka berhenti belajar. Ini bisa dibuktikan dengan orang-orang yang dari tahun ke tahun tidak meningkat taraf hidupnya akibat mereka tidak suka pergi ke Gramedia untuk membeli dan membaca buku sehingga ilmunya bertambah. Karena di dalam kehidupan TIDAK ADA ujian kelulusan?

    2)  SKILLS/ KETRAMPILAN
Untuk menjadi orang yang sukses kita harus terus MENINGKATKAN KETERAMPILAN. Nyatanya, hanya sedikit orang yang mau meningkatkan keterampilannya dengan melatih diri sehingga keahliannya meningkat. Berapa banyak orang yang setelah mendapatkan ijazah lalu mereka mengikuti kursus-kursus keterampilan agar keahliannya meningkat dan bertambah? Kebanyakan HANYA mengandalkan pengalaman saja, yang nyatanya juga melakukan banyak kesalahan karena menggunakan ‘metode trial and error’. Dan mereka yang TIDAK AKTIF melatih diri, dari tahun ke tahun keahliannya juga segitu-gitu aja.

    3)  ATTITUDE/ SIKAP
Yang terakhir ini merupakan bagian yang sangat penting! Semua orang menginginkan adanya perubahan dalam hidupnya ke arah yang lebih positif, atau ingin meningkatkan taraf hidupnya menjadi lebih baik. Namun, pada kenyataannya banyak orang yang TIDAK MAU merubah sikap mereka menjadi lebih baik dan positif. Banyak orang yang berpikir salah, bahwa hidupnya akan berubah jika lingkungannya mendukung mereka untuk berubah menjadi lebih baik! Mereka hanya berharap, dan terus berharap bahwa lingkungannya akan berubah menjadi lebih baik sehingga mereka pun MENERIMA perubahan yang lebih baik dalam hidupnya. ‘Mental menerima’ - nunggu mendapatkan jatah. Hehehe…
PERTANYAANNYA: apakah orang lain atau lingkungan Anda peduli dengan masa depan Anda??? TIDAK!!! Orang lain hanya peduli dengan diri mereka sendiri.
Nasibmu ada ditanganmu sendiri. JANGAN gantungkan masa depanmu kepada orang lain. JADILAH Pembawa Perubahan!

Jadi KESIMPULANNYA, jika kita ingin MENINGKATKAN taraf hidup kita, maka TINGKATKANLAH kompetensi diri kita.

Mari kita ‘Melatih Berpikir Benar’
Dunia ini adil, dan Tuhan Maha Adil. SETUJU???
Kehidupan seseorang PASTI akan meningkat ketika dia mau terus MENAMBAH WAWASANNYA, MENINGKATKAN KEAHLIANNYA, dan MERUBAH SIKAPNYA MENJADI LEBIH POSITIF.

Sudahkah Anda melakukan hal itu…???

Jika belum, tanyakanlah pada ‘rumput yang bergoyang’ (cuplikan syair lagunya Ebit G Ade), apakah mungkin kehidupan Anda akan meningkat dan menjadi lebih baik??? Hehehe…





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w

Rabu, 22 Maret 2017

Menjadi Seorang Pemenang




Ada banyak hal yang sesungguhnya dibutuhkan untuk menjadi seorang Pemimpin Sejati (Pemenang), namun pada kesempatan ini mari kita bahas dulu Hal yang Utamanya secara singkat yaa…, yaitu:

KOMITMEN UNTUK TERUS MERAIH HASIL YANG LEBIH BAIK, ATAU MENJADI YANG TERBAIK.
Atau dengan kata lain:
TIDAK ADA BATASAN BAGI SEORANG PEMIMPIN SEJATI UNTUK MERAIH SEBUAH PRESTASI, DAN TERUS PUNYA KEINGINAN UNTUK MENCIPTAKAN PRESTASI.

Kalimat itu juga menjelaskan bahwa yang membatasi seseorang untuk meraih apapun yang diinginkannya dalam hidupnya adalah diri sendiri, BUKAN orang lain atau hal lain yang di luar dirinya!
Juga BUKAN Tuhan, karena Tuhan Yang Maha Baik TIDAK pernah membatasi manusia ciptaanNya untuk meraih prestasi.

Apa yang HARUS dilakukan dan bagaimana cara untuk MERAIH HASIL YANG LEBIH BAIK itu???

Dua LANGKAH SEDERHANA untuk meraih hasil yang lebih baik, sebagai berikut:

LANGKAH 1: Tentukan Target
Artinya, Target itulah yang akan mengarahkan kita untuk melangkah menuju ke mana?
Tanpa Target yang jelas dan spesifik kita akan kebingungan dalam melangkah.
Tanpa Target yang menantang kita tidak akan termotivasi.
Tanpa Target yang realistis kita hanya akan menjadi seorang Pemimpi saja.
Mereka yang tidak mempunyai Target/Tujuan/Impian, hidupnya akan seperti layang-layang yang putus dari benangnya, akan ke kiri dan ke kanan tanpa arah yang jelas, tergantung angin membawanya ke mana, dan akhirnya…

LANGKAH 2: Perhatikan Proses
Artinya, Proses yang harus dilakukan dalam usaha untuk mencapai Target tersebut.
Target yang sudah ditentukan sehebat apapun, jika tanpa dibarengi dengan proses atau usaha pencapaiannya dengan baik tentu hanya akan menjadi sebuah angan-angan belaka, tidak akan pernah bisa diraih.
Ingat, bahwa HASIL TIDAK PERNAH MENGHIANATI PROSES!
Proses kerja yang baik pasti akan menghasilkan output kerja yang baik, dan proses kerja yang buruk tentu akan menghasilkan output kerja yang buruk pula. Usaha tidak akan pernah sia-sia, namun rencana yang baik akan menjadi sia-sia tanpa usaha.

Marilah Kita Melatih Berpikir Benar, dan tanamkanlah dibenak Anda: “Jika orang lain bisa, sesungguhnya Anda juga PASTI bisa!!!” dan “TIDAK pernah ada kata terlambat!”
TERLAMBAT itu adalah ketika Tuhan berkata: “Waktunya kamu pulang.” Hehehe…
Apapun yang pernah diraih oleh orang lain, PASTI bisa kita raih!
Karena Tuhan Yang Maha Adil TIDAK menciptakan manusia menjadi beberapa golongan tertentu.
Pertanyaannya adalah: “Apakah Anda mau atau tidak???”


Itulah pilihan hidup Anda, dan terimalah segala resiko dan konsekuensi dari pilihan tersebut…





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w

Jumat, 10 Maret 2017

Pentingnya Tujuan Hidup




Seorang pemuda bekerja sebagai office boy pada sebuah perusahaan periklanan di Amerika Serikat.
Pada suatu hari, ia berkata kepada manajernya, "Saya INGIN berhenti bekerja. Saya AKAN menjadi drumer."
Manajer itu berkata, "Saya tidak tahu kalau kamu bisa memainkan drum."
Pemuda itu menjawab, "Sekarang saya memang tidak bisa, tetapi nanti juga PASTI bisa!"

Beberapa tahun kemudian, pemuda itu bermain dalam sebuah band bersama Eric Clapton dan Jack Bruce, dan nama band itu Cream. Pemuda itu sendiri bernama Ginger Baker.

Ia menjadi apa yang ia inginkan sebelum ia tahu bahwa ia dapat melakukannya. Ia punya visi.
Ia memiliki tujuan dalam hidupnya!

Tidak sedikit orang yang hidupnya begitu saja, karena tidak punya tujuan yang jelas... Dan mereka berpikir salah, bahwa 'takdir' hidupnya adalah menjalani kehidupan yang biasa-biasa saja.
Padahal... Tuhan Sang Maha Pencipta, yang Maha Adil, dan yang maha segalanya 'menyediakan' kesempatan yang sama kepada setiap pribadi-siapa pun Anda, untuk menjalani kehidupan yang luar biasa.


Namun... sayangnya hanya sebagian dari kita yang memahami akan hal itu dan mau memperjuangkannya. Sisanya, adalah mereka yang 'gagal paham'...

Jika Anda termasuk dalam kelompok ini, perbaikilah sejak sekarang!





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w

Dalam Hidup Tidak Ada Kebetulan




Seorang petani Skotlandia mendengar jeritan minta tolong yang datang dari semak belukar dekat rumahnya. Segera dia berlari ke arah suara itu dan menemukan seorang anak laki-laki sedang berjuang keluar dari lumpur hidup yang hampir menenggelamkan seluruh tubuhnya. Dengan sigap petani itu menolong anak itu keluar dari lumpur hidup itu.
Keesokan harinya ayah anak itu berkunjung ke rumah si petani dan menawarkan sejumlah hadiah sebagai balas jasa telah menolong anaknya. Dengan halus petani itu menolak tawaran saudagar kaya itu. Sementara mereka berbicara, saudagar kaya itu melihat anak laki-laki si petani sedang berdiri dekat pintu. Saudagar itu lalu menawarkan untuk menyekolahkan anak tersebut.
Petani itu menerima tawaran itu dan memasukkan anaknya di sekolah kedokteran St. Mary di London. Di kemudian hari anak petani itu yang bernama Alexander Flemming tercatat dalam sejarah sebagai orang yang berhasil menemukan antibiotik Penicillin.
Beberapa tahun kemudian anak saudagar kaya itu berada dalam keadaan kritis karena terserang radang paru Pneumonia. Tetapi beruntung nyawa anak saudagar kaya itu selamat berkat obat Penicillin yang diminumnya.
Di kemudian hari anak saudagar kaya itu menjadi Perdana Menteri Inggris yang sangat terkenal, namanya adalah Winston Churchill.

Cerita di atas menyampaikan pesan:
Di dalam hidup ini tidak ada yang kebetulan. Tuhan-lah yang telah mengatur dan menuntun langkah kita karena Tuhan punya rencana yang besar dalam hidup kita. Kita harus belajar untuk selalu menabur atau berinvestasi dalam hidup ini.
Petani itu Menabur Kebaikan dan saudagar itu Menabur Berkat. Di kemudian hari keduanya Menuai dari apa yang mereka tabur. Bukan hanya mereka, tetapi juga anak-anak mereka.


Teruslah Menabur Kebaikan dan jangan jemu-jemu, karena suatu hari nanti kita akan Menuai apa yang kita tabur...






Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w

Kamis, 09 Maret 2017

Menciptakan Kebahagiaan




Ada sebuah tulisan demikian:
"Hidup adalah ciptaan. Kita dapat menciptakan kebahagiaan. Ciptakanlah hari ini menurut cara yang Anda inginkan. Ciptakanlah syukur ke mana pun Anda pergi. Lakukanlah sesuatu yang akan membuat Anda melakukannya dengan penuh SEMANGAT. Anda dapat menciptakan surga di atas bumi. Semuanya itu terserah pada Anda sendiri."


Tahukah Anda bahwa setiap hari itu selalu bergantung pada pikiran kita? Kitalah yang memutuskan sesuatu harus terjadi atau tidak, karena itu buatlah setiap hari menakjubkan.

Setiap kita bangun pagi hari, ucapkanlah kata-kata seperti ini:
Hari ini akan penuh kebahagiaan.
Saya bergembira dan diberkati.
Saya hidup, tumbuh, dan berkembang setiap hari.
Saya menyukai setiap kegiatan yang saya kerjakan, terutama pekerjaan saya.
Saya membagi kegembiraan saya dengan siapa saja yang saya temui.
Saya mengharapkan hanya yang terbaik yang terjadi dalam hidup ini.
Kesuksesan adalah hak saya.
Saya melompat dari satu kebahagiaan kepada kebahagiaan lain, dari satu kemenangan kepada kemenangan lain.


Van Crouch dalam bukunya Dare to Succeed berkata, "Hari kemarin telah berlalu dan hari esok mungkin tidak akan pernah menghampiri hidup kita. Satu-satunya yang kita miliki adalah hari ini. Buatlah hari ini penuh makna! Kita akan menjadi seperti apa yang kita pikirkan sepanjang hari."


Karena itu, pikirkanlah hal-hal yang baik setiap hari...




Jika Anda tidak berbahagia, apakah mungkin Anda bisa menciptakan prestasi???




Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w

Senin, 06 Maret 2017

Perjalanan Hidup Ini Singkat





Seorang wanita muda tengah duduk santai di dalam bis yang sedang melaju ke tengah kota...

Di satu pemberhentian bis, seorang wanita tua yang cerewet dan berisik naik ke dalam bis
, lalu duduk di samping wanita muda tadi.
Tas-tas bawaannya yang berat dia tumpuk begitu saja di atas kursi, membuat wanita muda itu harus menggeser duduknya sambil setengah terjepit di antara tas-tas berat dan jendela bis.


Pemuda yang duduk persis di bangku belakang melihat kejadian itu dengan kesal, dan bertanya kepada wanita muda itu, "Kenapa kamu tidak bicara saja, katakan pada wanita tua itu bahwa kamu jadi terganggu..."
Wanita muda itu menjawab sambil tersenyum: "Aku rasa tidak perlu bersikap kasar dan beradu argumentasi untuk sesuatu yang sepele seperti ini, perjalanan bersama kita ini singkat. Saya juga akan turun di perhentian bis berikutnya di depan nanti."

Jawaban wanita muda tadi sangat pantas untuk ditulis dengan huruf emas:
"Kita TIDAK PERLU berdebat untuk sesuatu yang sepele. Perjalanan kita bersama amat singkat."

Alangkah indahnya kalau masing-masing dari kita bisa menyadari bahwa perjalanan hidup kita di dunia ini sangat singkat, sehingga kita tidak akan membuang waktu untuk membuat perjalanan hidup kita jadi suram dengan macam-macam perdebatan, atau dengan adu argumentasi yang sengit dan tajam untuk hal yang sepele.
Jika kita tahu bahwa perjalanan hidup di dunia ini begitu singkat, tentu kita tidak akan mau membuang tenaga dengan terus mengeluh, merasa tidak puas, dan bersikap mencari-cari kesalahan.
Karena semua itu hanya membuang waktu kita di perjalanan hidup yang singkat ini.

Apakah seseorang sudah melukai bahkan menghancurkan hatimu? 
Tetaplah tenang, perjalanan hidupmu terlalu singkat.

Apakah seseorang sudah mengkhianati kamu, menipu, atau menghina kamu? 
Tetaplah tenang, maafkan mereka, karena perjalanan hidup kita sangat singkat.


Sahabatku,
Apapun masalah yang dibuat oleh orang lain kepada kita, mari kita selalu ingat bahwa perjalanan hidup kita
ini sangat singkat.
Tidak seorang pun yang tahu kapan perjalanan hidupnya akan berakhir. 
Tidak ada orang yang tahu kapan dia akan tiba di perhentian bis yang berikutnya.
Perjalanan hidup kita bersama di dunia ini memang sangat singkat...
"Life is short, and it is up to you to make it sweet. Think, if tomorrow you're going to die.


Apapun PERAN YANG ANDA PILIH dalam menjalani kehidupan ini… Lakukanlah yang terbaik dari apa yang Anda miliki, lalu berdoa-berserahlah kepada Tuhan, dan terimalah apapun hasilnya dengan suka cita, karena Tuhan pasti tahu mana yang terbaik bagi setiap pribadi.





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo

HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Menjadi seorang Pemimpin




Semuanya tergantung pada KEPEMIMPINAN...
Setiap orang HARUS menjadi Pemimpin, minimal bagi dirinya sendiri.
Ketika seseorang tidak bisa memimpin dirinya sendiri, kita TIDAK DAPAT BERHARAP dia mampu memimpin orang lain.
Di keluarga membutuhkan seorang Pemimpin.
Dalam organisasi sangat dibutuhkan seorang Pemimpin.
Semuanya membutuhkan Pemimpin.


Menjadi Pemimpin BUKAN harus pintar dengan cara MEMBODOHI ORANG LAIN.
Menjadi Pemimpin BUKAN harus benar dengan cara MENYALAHKAN ORANG LAIN.
Seorang Pemimpin BUKAN harus orang besar yang suka MENGERDILKAN ORANG LAIN.
Seorang Pemimpin BUKAN harus pandai bicara
, tapi TIDAK MEMBERI TELADAN BAGI ORANG LAIN.
Menjadi Pemimpin BUKAN minta dihargai dan dihormati,
tetapi TIDAK MAU MENGHARGAI DAN MENGHORMATI ORANG LAIN.

Menjadi Pemimpin juga DITUNTUT sebelum bicara, PIKIR...


Apakah untuk KEBAIKAN?
Apakah untuk KEBENARAN?
Apakah untuk KEADILAN?
Apakah untuk KEMAJUAN?
Apakah untuk KEGEMBIRAAN?
Apakah untuk KEBERHASILAN?
Apakah untuk KEBAHAGIAAN?


Jika BUKAN UNTUK HAL YANG POSITIF, LEBIH BAIK DIAM!
Seorang Pemimpin tentu tidak mau para Pengikutnya menjadi DEMOTIVASI dan TIDAK PRODUKTIF.


Memang TIDAK MUDAH menjadi seorang Pemimpin, tapi SETIAP ORANG BISA BELAJAR UNTUK MENJADI PEMIMPIN YANG BAIK DAN BIJAK, juga tidak harus menjadi manusia yang sempurna...


Jadi, marilah kita menjadi seorang Pemimpin yang baik dan bijak.




Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w

Senin, 27 Februari 2017

Waktu yang Kita Miliki




WAKTU adalah NAFAS yang tidak akan pernah kembali. Digulung hari demi hari, minggu dan bulan, serta tahun berlalu tanpa terasa.
NAFAS kita terus berjalan tanpa bisa dicegah, satu hari berlalu, berarti satu hari pula berkurang UMUR kita.
UMUR kita yang tersisa di hari ini sungguh tidak ternilai harganya, sebab esok hari belum tentu jadi bagian dari diri kita.

Karena itu, jika hari ini berlalu tapi tiada kebaikan dan keimanan yang bertambah, apakah hidup kita PUNYA MAKNA?
Apalah arti hidup kita ini DI MATA TUHAN?


JANGAN tertipu dengan usia muda, karena syarat mati tidak harus tua.
JANGAN terperdaya dengan badan sehat, karena syarat mati tidak harus sakit.


JANGAN 'terperangkap' dengan materi, jabatan, kekuasaan, mau pun popularitas, karena yang kita pertanggung jawabkan di hadapan Tuhan BUKAN apa yang bisa kita raih, melainkan apa yang sudah kita perbuat selama hidup di dunia ini???

Teruslah BERBUAT BAIK, walau tak banyak orang tahu & tidak mengenalimu.
BERBAGI KASIH - hal positif, kebaikan, dan kebahagiaan dengan orang lain.
Dan kita tidak perlu membanggakan dan menyombongkannya.
Karena Tuhan PASTI tahu & mengenalmu lebih dari yang lain.



Jadilah seperti jantung yang tidak terlihat, tapi terus berdenyut dan membuat kita terus hidup, sampai DIA ambil keputusan untuk memberhentikannya,
Yaitu ketika Tuhan berkata:
"WAKTUNYA KAMU PULANG"




Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w

Jumat, 03 Februari 2017

Sukses itu Apa?




Dalam acara 'seminar/training motivasi', saya selalu bertanya kepada peserta:
"Siapa yang ingin hidupnya sukses?"
Semua peserta angkat tangan!


Lalu saya tanyakan kepada beberapa peserta:
"Apa arti sukses bagi Anda?"
Masing-masing peserta memberikan penjelasan yang berbeda mengenai arti sebuah kesuksesan.


Hal itu dimungkinkan terjadi karena tidak banyak orang tua yang secara khusus mengajari anaknya tentang sukses.
Di sekolah/ kampus tidak ada mata pelajaran/ kuliah
khusus mengenai sukses.
Lalu di mana kita bisa mendapatkan ilmu untuk meraih sukses?


Mari kita pahami pertanyaan ini:
"Apakah Tuhan menciptakan kita hidup di dunia ini untuk menjadi manusia yang sukses atau gagal???"


Untuk menjawab pertanyaan itu, tentu kita harus tahu teori mengenai sukses atau gagal itu apa?
Jika kita tidak punya ilmunya, yang terjadi adalah trial & error.


Setiap membeli barang elektronik yang baru, kenapa selalu dilampirkan 'buku manual'nya? Untuk apa? Agar kita tidak salah dalam menggunakan barang tersebut, dan menjadi rusak!

Naaah..., itulah kenapa hampir semua orang ingin hidupnya sukses, namun tidak semua orang memiliki 'buku panduan' untuk meraih sukses itu. Hanya sedikit dari mereka yang tahu teorinya tentang sukses.

Kebanyakan orang yang gagal dalam hidupnya, karena mereka tidak punya ilmunya untuk menjadi sukses.
Banyak pemimpin yang gagal, karena mereka tidak tahu caranya menjadi pemimpin yang baik!




Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w

Kamis, 02 Februari 2017

Keputusan yang Masuk Akal




Kebanyakan orang yang hidupnya biasa-biasa saja bukan karena mereka membuat keputusan yang salah, namun karena selalu membuat keputusan yang masuk akal.

Mereka hanya membuat keputusan-keputusan yang masuk akal berdasarkan fakta-fakta yang ada di hadapan mereka.
Itulah sebabnya kenapa hidup mereka biasa-biasa saja...


Untuk dapat menjalani kehidupan yang luar biasa, dibutuhkan pengambilan keputusan yang masuk akan PLUS keputusan yang tidak masuk akal, yaitu keputusan yang didasarkan pada iman yang kuat, sungguh-sungguh percaya dan mau berserah kepada Tuhan.

Jika semua dan segala hal di kehidupan ini harus masuk akal, terus di mana kita menempatkan Tuhan Sang Maha Pencipta, Sang Sutradara Yang Maha Dahsyat, dan yang maha segalanya di kehidupan kita???

Ada 3 hal yang harus kita pahami di kehidupan ini, yaitu:
1) Takdir,
yang sepenuhnya kuasa Tuhan.
2) Nasib,
yang bisa dikendalikan oleh setiap diri kita.
3) Misteri Ilahi,
yang merupakan milik Tuhan.

Bila Anda selalu membuat keputusan yang masuk akal, yang aman dan umum, keputusan yang juga dibuat oleh kebanyakan orang, Anda tentu akan sama seperti banyak orang lainnya...
Keputusan yang biasa-biasa saja, tidak ada terobosan!



Oleh sebab itu, Anda tidak boleh berharap atau ingin menjalani kehidupan yang luar biasa. Kehidupan yang luar biasa adalah milik mereka yang imannya kuat, mau berserah, dan sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w