Rabu, 25 Mei 2016

Berbagi KASIH - mengumpulkan harta di Surga...




Ada seorang kaya raya pernah bermimpi bahwa dia mati dan masuk ke surga.


Sang malaikat mendampingi dia masuk ke gerbang surga dan melewati sebuah jalan yang mulus, di situ dilihatnya bahwa tiap rumah di daerah itu sangat bagus dan megah.

Orang kaya itu melihat sebuah rumah dan menanyakan siapa yαηg tinggal di rumah itu. Sang malaikat menjawab, "Itu rumah tinggal dari pembantu Anda."

Sambil tersenyum, orang kaya itu berkata, "Jika pembantu saya saja dapat mempunyai kediaman di surga seperti itu, saya dapat membayangkan bagaimana rupa dan bentuk rumah saya kelak."

Segera setelah melewati daerah itu mereka tiba pada suatu wilayah yang jalannya rusak dan sangat sempit dengan deretan rumah-rumah gubuk dan kumuh.

Sambil mengacungkan jari ke arah salah satu rumah kecil itu, sang malaikat berkata, "Anda akan tinggal di gubuk itu."

Orang kaya itu terkejut dan berteriak, “Saya, tinggal di gubuk itu!”
Sang malaikat menjelaskan, "Inilah yang terbaik untuk Anda. Anda harus mengerti bahwa kami di surga hanya membangun rumah dengan bahan-bahan yang Anda kirim lebih dahulu ke sini ketika Anda masih hidup di bumi."





Semoga Tuhan selalu memberi kesehatan, membuka jalan terang, memberi petunjuk dan bimbingan, serta melindungi dan memberkati kita semua.
Amin

Baca: Di Mana Ada Cinta, Di Sana Tuhan Ada





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w

Minggu, 15 Mei 2016

Terancam Miskin di Hari Tua...



Survei yang pernah dilakukan beberapa tahun lalu oleh sebuah lembaga keuangan merilis fakta yang sangat suram: 90% pekerja Indonesia secara keuangan tidak siap menghadapi masa tua saat pensiun kelak.

Hasil survei tersebut meningkat 10% dari hasil serupa yang telah dilakukan oleh majalah SWA pada tahun 2004, 80% eksekutif muda Indonesia terancam miskin di hari tua: karena budaya yang konsumtif, besar pasak daripada tiang, investasi kacau dan tidak mempersiapkan hari tua.



Penghasilan pas-pasan, tidak melakukan investasi, dan pola menabung yang salah bisa membuat masa depan Anda benar-benar buram. Kondisi keuangan Anda akan terpuruk saat memasuki masa pensiun - usia Anda sudah tidak produktif lagi.
Baca: Bagaimana RUMUS PENGHASILAN Anda?


Slogannya menjadi sangat memprihatinkan:

“Saat muda kerja keras banting tulang,
lembur dengan gaji pas-pasan,
tua merana tak punya tabungan.



Mari coba kita hitung berapa biaya hidup yang Anda butuhkan saat kelak usia Anda 55 tahun dan masuk masa pensiun...
Baca: 

Asumsikan saat ini usia Anda masih 35 tahun. Dan biaya hidup sekarang sebesar Rp 5 juta per bulan.
Laju inflasi sebesar 6% per tahun – ini adalah rata-rata inflasi tahunan Indonesia selama 5 tahun terakhir.
Dengan biaya hidup saat ini per bulan sebesar Rp 5 juta, di usia Anda sekarang 35 tahun, dan laju inflasi tahunan sebesar 6%, maka biaya hidup saat usia Anda 55 tahun (20 tahun kemudian) sudah meningkat menjadi sebesar Rp 16 juta per bulan.

Kenapa bisa naik menjadi Rp 16 jutaan? Karena inflasi setahun 6%. Biaya hidup kan memang naik setiap tahunnya karena adanya inflasi.

Jika dihitung dengan tingkat inflasi sebesar 6% per tahun, maka dalam 20 tahun ke depan biaya hidup Rp 5 juta itu akan naik menjadi Rp 16 juta per bulan. (Rp 5 juta setiap tahun ditambahkan dengan kenaikan inflasi sebesar 6%, maka 20 tahun kemudian menjadi Rp 16 juta)

Artinya saat usia Anda 55 tahun, dan masuk ke masa pensiun, biaya hidup yang Anda butuhkan adalah sebesar Rp 16 juta per bulan.

Ini dengan asumsi biaya hidup Anda sekarang Rp 5 juta per bulan.

Rata-rata harapan hidup orang Indonesia sekarang adalah sekitar usia 75 tahun. Artinya Anda masih perlu 20 tahun lagi untuk menyiapkan biaya hidup.
Jadi total biaya hidup yang Anda perlukan untuk pensiun dengan nyaman adalah=
Rp 16 juta per bulan x 12 (bulan) x 20 (tahun) = Rp 3,84 milyar.


Wajarlah jika hasil survei tersebut di atas menyimpulkan bahwa mayoritas pekerja Indonesia tidak siap menghadapi masa depan.

Pertanyaannya, apakah Anda sudah siap menghadapi masa depan dengan gemilang?
Bagaimana melakukan invetasi keuangan yang tepat dan paling menghasilkan?


Simak jawabannya dalam KENAPA ORANG BERBISNIS - agar hidup Anda tidak bangkrut saat menghadapi masa tua...






Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w

Sabtu, 14 Mei 2016

Jadilah Orang yang Percaya dengan Berbagai Kemungkinan



Umumnya, pada saat menghadapi tantangan, reaksi pertama kita adalah menganggapnya sebagai sesuatu yang tidak mungkin dicarikan solusinya. Tak pernah terpikir oleh kita untuk mengatakan, “mengapa tidak”, untuk menciptakan solusi yang datangnya dari kemungkinan-kemungkinan.


Jadilah Orang yang Selalu Penuh Harapan
Para pemimpin akan memberi warna kepada pengikutnya. Hal ini berlaku bagi mereka yang berkecimpung dalam dunia bisnis, kerja, atau profesi lainnya. Sebagai pemimpin yang baik, Anda harus memiliki sikap penuh kemungkinan yang ditandai dengan pernyataan “Mengapa tidak”. Jika Anda demikian, maka Anda akan menjadi orang yang senang mengulang-ulang aturan dan tidak  akan bertumbuh. Anda juga akan selalu terjebak dalam dunia yang dipenuhi ketidakmungkinan. Jika Anda benar-benar ingin memimpin orang dan menjadikan mereka berkembang lebih jauh, Anda harus membantu mereka. Anda harus membuka pikiran mereka agar menjadi orang yang kreatif dan lebih berorientasi pada solusi dan besikap melayani orang lain.

Proses menjadi orang yang “penuh kemungkinan” juga akan menjadikan diri Anda orang yang “penuh harap”.

Orang yang memandang masalah sebagai kemungkinan akan menganggap masa depan mereka penuh dengan “kemungkinan”. Cita-cita mereka semakin tinggi dan mereka akan berharap hasil yang lebih dari yang sudah direncanakan. Mereka mulai mengharapkan bahwa sesuatu yang besar, indah dan terhormat akan menghampiri mereka.

Umumnya, Anda tidak mendapatkan apa yang sepatutnya Anda dapatkan dalam hidup Anda. Biasanya Anda mendapat apa yang Anda harapkan, Anda harus selalu berharap untuk bisa berhasil.


Mulailah Melihat dan Mengharapkan Sesuatu yang Indah
Dalam benak Anda, apa yang sedang Anda kerjakan? Dalam mata batin Anda, di manakah Anda tinggal? Dalam pandangan Anda, bagaimana pertumbuhan perusahaan atau karir Anda?

Jika Anda tidak “melihat” apa-apa, maka Anda tidak mengejar apa-apa dan tidak akan mendapatkan apa-apa.

Kalau Anda “melihat” sesuatu yang hebat maka Anda mengejar sesuatu yang hebat dan Anda akan mendapatkan sesuatu yang hebat.

Cara berpikir yang penuh dengan kemungkinan dan harapan merupakan cara berpikir yang sangat positif. Dengan cara berpikir seperti ini, segala kemungkinan dan harapan menjadi tidak terbatas.

Apakah Anda bisa melihat adanya kemungkinan walaupun fakta-fakta yang ada tidak mendukung?

Pertajam dan fokus pada visi Anda. Mulailah untuk melihatnya sebagai suatu kenyataan. Pikirkan dengan “sangat rinci”, “penuh warna”, dan “gerakan yang menarik”.

Orang yang punya waktu tapi tidak punya uang tidak bisa melakukan banyak hal. Sedangkan orang yang punya uang tapi tidak punya waktu akan frustasi karena merasa tidak bisa banyak bergerak. Demikian juga, orang yang punya uang dan punya waktu tetapi menghabiskan uang dan waktunya dengan melakukan sesuatu yang tidak berarti akan merasa mereka hanya melakukan pemborosan uang dan waktu saja.

Pikiran segar Anda serta gagasan-gagasan yang kreatif akan memberikan kebahagiaan pada diri sendiri dan juga bisa memberikan inspirasi untuk orang-orang lainnya.

Jika Anda berpikir bahwa sesuatu itu mungkin, maka Anda benar. Jika Anda berpikir bahwa sesuatu itu tidak mungkin, Anda juga benar.

Tanyakan pada diri Anda hari ini juga, “Kenapa saya mau saja menerima sesuatu yang nilainya jauh lebih rendah dibandingkan dengan berbagai kemungkinan yang bisa saya visualisasikan.”

Baca: Anda adalah Apa yang Anda Pikirkan...





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w

Minggu, 08 Mei 2016

Jangan Mau Jadi Penonton Saja!



Saat ini, banyak orang yang suka memperhatikan peluang serta keberhasilan orang lain. Mereka kemudian berkata, “Saya juga sebenarnya bisa seperti itu” atau “Memang sangat masuk akal”. Keyakinan saja jelas tidak cukup untuk mewujudkan keinginan kita.

Ada juga orang yang yakin akan SUATU keberhasilan, tetapi tidak pernah berani mengambil resiko. Mereka tidak mau beresiko untuk mewujudkan apa yang mereka yakini dan inginkan. Memang benar bahwa lebih mudah bagi kita untuk berdiri saja di pinggir jadi penonton daripada langsung terjun ke lapangan untuk menguji keyakinan kita. Memiliki keyakinan saja memang lebih mudah daripada harus menindaklanjuti apa yang diyakini.

Selain itu, tidaklah cukup menindaklanjuti apa yang kita yakini hanya sekali saja. Keyakinan yang bertanggungjawab menuntut agar kita berulang kali menindaklanjuti apa yang kita yakini. Bahkan, sebaiknya dilakukan setiap hari. Tindakan-tindakan sederhana atas apa yang kita yakini, dalam jangka waktu tertentu akan menciptakan suatu kekuatan.

Semakin besar tantangannya, semakin besar pula kemungkinan gagal dan resikonya. Dan semakin besar resiko yang dihadapi, semakin besar pula keyakinan yang harus dimiliki.

Meyakini sesuatu tidak sama dengan MELAKSANAKAN apa yang diyakini.
Keberhasilan selalu menuntut resiko. Keberhasilan menuntut tindakan, keberhasilan menuntut keyakinan yang diikui pelaksanaan.
Jika Anda sudah memiliki target…
Keinginan tertentu yang patut diwujudkan…
Visi dan impian dalam menjalani kehidupan,
Tanggung jawab terhadap keluarga dan masa depan Anda…

Kalau memang demikian, maka Anda harus bersikap dan bertindak seakan-akan kata “kegagalan” tidak ada dalam kamus hidup Anda. Anda harus mulai berjuang menuju sasaran di depan Anda dengan mengerahkan seluruh tenaga dan mempertajam fokus Anda.


Resiko dan Tanggung Jawab
Anda harus bertanggung jawab terhadap resiko yang Anda ambil. Kalau Anda bergerak tanpa rencana, tanpa memperhitungkan biaya dan hasil yang akan diperoleh, tanpa visi yang jelas maka tindakan Anda itu sifatnya konyol. Maksud saya, Anda harus mengambil peluang yang bisa dipertanggungjawabkan dari segala sisi. Anda juga harus yakin bahwa resikonya sesuai dengan imbalan yang akan Anda dapatkan. Kalau Anda sudah mempertimbangkan semua itu, Anda HARUS benar-benar memacu semangat Anda untuk segera MENGAMBIL TINDAKAN.

Saat Anda Sudah Memutuskan untuk Mulai Bertindak
Sesuatu yang menarik akan Anda alami pada saat Anda sudah merasa yakin dan bersemangat untuk menindaklanjuti apa yang Anda yakini. Tiba-tiba, teman, kolega atau keluarga akan mendekati Anda. Mereka sibuk memberi peringatan kepada Anda akan ada bahaya yang mengancam Anda. Mereka mendadak menjadi peramal kegagalan Anda. Mereka beralasan bahwa tujuan mereka adalah “melindungi” diri Anda. Mereka berkilah bahwa maksud mereka adalah untuk melindungi Anda dari diri Anda dan kemampuan Anda untuk bercita-cita. Mereka memberikan nasihat dengan alasan karena mereka mencintai Anda. Dengan tulus mereka berkata bahwa mereka mencintai Anda tapi tidak “percaya” pada Anda. Mereka mengatakan apa yang Anda lakukan akan membuat Anda “berubah” dan bahkan Anda akan dianggap orang aneh. Anda akan dijauhkan dari pergaulan dan dianggap orang gagal.

Keberanian yang Anda tunjukkan memang tidak akan membuat semua orang senang. Bisa jadi, tanpa disadari, justru mereka sendiri yang sebenarnya ketakutan karena ketidakmampuan mereka menyulut keberanian mereka sendiri. Mungkin saja mereka juga iri karena Anda berpeluang meraih sukses dan mewujudkan cita-cita Anda. Kemungkinan lain adalah mereka menyembunyikan kekhawatiran bahwa kalau Anda sukses, Anda tidak akan mencintai mereka lagi atau tidak bisa sering-sering bersama mereka lagi.
Cara menghadapi orang-orang yang senang mematahkan semangat atau tukang meramal kegagalan tidaklah sulit. Apakah Anda ingin menjadi pemimpin atau tidak? Apakah Anda ingin menjadi orang yang berhasil atau tidak?
Kalau Anda ingin menjalani kehidupan yang berbeda dari orang lain, Anda justru harus melakukan apa yang tidak mau mereka lakukan.

Anda tidak boleh berpikir bahwa dengan hanya modal keyakinan saja akan dapat meraih cita-cita yang tinggi. Anda harus juga bertindak. Jangan dengarkan orang-orang yang mencoba meyakinkan Anda agar sebaliknya menerjuni usaha yang umum dilakukan oleh banyak orang.


Setelah Anda Bertindak
Kabar baiknya, begitu Anda bertindak untuk mengejar target atau impian hidup Anda, biasanya segalanya menjadi lebih mudah. Anda tidak lagi terlalu khawatir dan terus menerka-nerka. Sekarang Anda sudah dipenuhi energi dan siap tempur! Karena sudah ada pekerjaan yang jelas yang harus dikerjakan, Anda tidak bingung lagi dalam menggunakan waktu Anda.

Ada sebuah cerita. Ceritanya tentang ayam dan kambing yang sama-sama melihat pengumuman ajakan beramal menyumbang makan pagi. Ayam berkata kepada kambing, “Saya lihat pengumuman ajakan beramal. Katanya, mereka membutuhkan daging kambing dan telur. Mari kita beramal.”
Kambing berpikir sejenak dan kemudian berkata, “Kamu memang bisa berkata begitu. Bagi kamu, menyumbangkan telur merupakan amal. Bagi saya, menyumbangkan daging kambing artinya menyerahkan diri atau komitmen secara total!”

Untuk meraih keberhasilan, komitmen yang total sangat diperlukan. Begitu Anda sudah membuat komitmen untuk mengejar impian Anda, sejumlah momentum akan hadir di hadapan Anda.

Ada dua hal lagi yang terjadi saat Anda berjuang dengan komitmen tinggi.
Pertama, Anda tidak lagi akan memikirkan resiko. Anda lebih banyak memikirkan tugas-tugas yang harus dipenuhi dan proses yang memerlukan penyelesaiannya. Anda akan lebih fokus pada pekerjaan Anda daripada memikirkan bahaya yang tampak jauh di awang-awang.

Hal yang kedua adalah semakiin tinggi komitmen Anda semakin jarang Anda dilanda rasa putus asa. Karenanya, semakin tahan pula Anda menghadapi berbagai kritik yang bisa mematahkan semangat Anda. Anda juga akan menyadari banyak hal yang sesungguhnya tidak diketahui oleh mereka yang senang mematahkan semangat. Anda pun akan tahu kemana arah tujuan hidup Anda, apa yang akan dan harus Anda lakukan, kapan Anda bisa mencapainya dan bagaimana perasaan Anda jika mendapatkan hasil dari jerih payah Anda. Anda tidak lagi punya waktu untuk mendengarkan ocehan orang-orang yang berusaha mematahkan semangat Anda. Anda akan punya banyak janji yang harus dipenuhi, banyak pekerjaan yang harus dilakukan, dan banyak hasil yang menyenangkan yang akan bisa Anda nikmati.

Sekarang ini adalah hari yang baik bagi Anda untuk melangkah dari garis petonton untuk memasuki lapangan.
Jangan mau jadi penonton saja!
Ayo segera bertindak!

Baca: HIDUP adalah ANUGERAH...





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w

Sabtu, 07 Mei 2016

HIDUP adalah ANUGERAH...



































Untuk kebutuhan Training-Motivasi meningkatkan produktivitas kerja karyawan hubungi:

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Minggu, 01 Mei 2016

TIPS Menghindari Masalah Keuangan Keluarga



Dalam hidup ini uang bukanlah segalanya, namun hampir segala kebutuhan hidup membutuhkan uang…

Uang sering menjadi salah satu penyebab pertengkaran dalam rumah tangga. Tidak jarang sebuah pernikahan menjadi bermasalah karena uang. Masalah keuangan dalam rumah tangga memang bukan hal yang mudah untuk dijelaskan. Namun jangan khawatir, ada beberapa tips untuk mengatasi masalah keuangan dalam rumah tangga, seperti berikut ini:

1. Jujur dan Terbuka
Hal pertama yang harus dilakukan untuk menghindari
masalah keuangan dalam rumah tangga adalah satu sama lain bersikap jujur dan terbuka. Baik pasangan yang sama-sama mencari uang atau hanya salah satu saja yang menghasilkan uang, seharusnya tidak ada yang disembunyikan mengenai penggunaan uang. Selalu diskusikan semua keputusan yang menyangkut keuangan, seperti pengeluaran, pemasukan, tabungan, dan lainnya.

2. Membuat Kesepakatan
Sebelum membelanjakan uang Anda, ada baiknya untuk membuat aturan yang disepakati bersama. Misalkan menentukan berapa persen yang harus ditabung, berapa
anggaran yang akan digunakan untuk belanja, melunasi tagihan, membayar cicilan, dan untuk hal lainnya.

3. Tentukan Tujuan Jangka Panjang
Dalam hal keuangan, Anda juga harus
bijak dan cermat dalam melihat kebutuhan keuangan masa depan. Tentukan beberapa hal di masa depan yang membutuhkan banyak pengeluaran uang. Misalnya untuk biaya pendidikan anak, anggaran untuk berlibur, dana pensiun, dan lainnya. Ini akan mendorong Anda untuk menyimpan uang dan tidak kewalahan ketika saatnya dibutuhkan.

4. Menabung
Berapapun penghasilan Anda, menabung adalah sebuah keharusan. Menabung tidak harus banyak, idealnya 10-20% dari penghasilan Anda. Namun harus menjadi kewajiban Anda setiap bulan. Percayalah, uang yang terkumpul akan sangat berguna saat dibutuhkan, dan untuk menghindari masalah keuangan di masa depan.

5. Mengalokasikan Dana Cadangan
Penting untuk selalu memiliki tabungan sebagai dana cadangan dan keperluan mendesak lainnya. Anda dapat mengalokasikan dana cadangan tersebut ke dalam bentuk investasi, seperti: reksa dana, investasi emas, deposito, bahkan properti.

6. Analisis Anggaran Belanja Anda
Catat semua uang yang masuk dan keluar secara berkala, mingguan atau bulanan. Selain pengeluaran yang rutin, catat juga pengeluaran yang tidak sering, misalnya pajak, asuransi, atau pakaian, dan hitung rata-rata per bulannya.

7. Mengendalikan Pengeluaran
Sebelum
mengalokasikan uang, ada baiknya Anda mulai memperhatikan setiap pengeluaran Anda sehari-hari. Ini sangat berguna jika dilakukan sejak awal pernikahan, karena Anda bisa mengira-ngira berapa pengeluaran rumah tangga setiap bulan. Hal ini juga membantu Anda untuk mengetahui apakah Anda terlalu boros atau pelit.

8. Membuat Anggaran yang Realistis
Pastikan anggaran Anda realistis dan bisa dilakukan dengan baik. Jangan buat anggaran yang terlalu sedikit hingga Anda terkesan pelit dan harus sangat berhemat sampai tak bisa menikmati hidup. Jangan juga menetapkan anggaran yang terlalu longgar hingga membuat hidup Anda boros.

9. Disiplin dengan Anggaran
Pastikan bahwa setiap pengeluaran uang telah sesuai dengan anggaran
. Jangan melakukan pengeluaran uang yang tidak sesuai dengan anggaran atau kebutuhan. Hindari pembelian hanya sekedar memenuhi keinginan, bukan karena kebutuhan yang mendesak

10. Sisihkan Uang untuk Hiburan
Sisihkan uang untuk hiburan atau bersenang-senang. Jangan terlalu boros. Anda bisa menggunakan uang yang disisihkan tersebut untuk nonton film, makan malam bersama, berkaraoke, atau membeli sesuatu untuk keluarga. Anggap saja uang ini adalah sebuah reward atas kerja keras Anda dan pasangan selama sebulan.

11. Bahas Keuangan
Lakukan
pembahasan dengan pasangan untuk membicarakan masalah keuangan. Ini bisa dilakukan secara periodik setiap minggu atau sebulan sekali.
Dalam kaitannya dengan keuangan keluarga, Anda dan pasangan Anda membuat perencanaan keuangan. Hal ini penting untuk mengidentifikasi kebutuhan mana yang wajib dipenuhi dan yang tidak. 

12. Bekerjasama untuk Mengatur Keuangan
Pastikan Anda dan pasangan Anda saling bekerjasama untuk mengatur keuangan
rumah tangga. Jangan terlalu mendominasi atau malah pasif jika berkaitan dengan pengeluaran atau pengaturan keuangan. Mungkin awalnya akan canggung, namun jika dibiasakan Anda akan mendapatkan manfaat dalam mengatur keuangan sebagai tim bersama pasangan.





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w