Sabtu, 18 Juni 2016

KAPAN PEMIMPIN SEHARUSNYA DIAM?




Pemimpin adalah teladan, seorang yang patut dicontoh dan ditiru. Bayangkan jika Anda melakukan berbagai perilaku yang tidak layak ditiru bahkan hanya sekedar dilihat. Tentu “nilai” Anda sebagai seorang pemimpin akan dipertanyakan. Jika Anda pernah berkeluh kesah pada bawahan, maka mulailah dari sekarang untuk menguranginya, dan mulailah menggantikannya dengan perkataan motivasi. Perkataan dan pernyataan seorang pemimpin adalah cerminan kualitas diri dan kemampuannya dalam mengelola orang serta membangun kepemimpinan yang solid.

Dikutip dari portalhr.com, berikut beberapa pernyataan yang perlu dihindari oleh seorang pemimpin, agar dapat “mempertahankan nilai” dirinya sebagai seorang panutan dan teladan bagi orang-orang disekitarnya.

1.  “Saya tidak punya rencana”
Dalam sebuah organisasi atau perusahaan, Pemimpin adalah ujung tombak, bukan sebaliknya menjadi pemain belakang. Pemimpin harus mau dan mampu maju ke depan dan menggerakkan orang dibelakangnya. Jika Anda merasa memiliki keragu-raguan dengan rencana kerja, maka alangkah bijaksananya jika rencana Anda didiskusikan dengan tim. Mungkin saja masukan mereka justru dapat meyakinkan Anda dan secara tidak langsung Anda telah membangun kepercayaan diri tim dengan adanya sesi diskusi tersebut. Setiap masalah akan ada solusinya, maka jangan sampai Anda memberikan pernyataan, “saya tidak punya rencana”. Jika hal ini terdengar oleh tim Anda, mereka akan meragukan kapasitas Anda dalam membawa mereka sukses. Lebih baik jangan Anda ungkapkan keraguan Anda, namun ajaklah mereka bertukar pikiran menyelesaikan masalah.

2.  “Saya tidak yakin”
Seorang Pemimpin yang hebat adalah pemimpin yang mempunyai percaya diri tinggi, namun bukan over confidence, dan dia mampu pula membangun rasa percaya diri bawahannya. Seorang Pemimpin adalah sosok positif dan antusias dengan apa yang dihadapinya. Sekalipun Anda tidak yakin, namun Anda tetap harus yakin bahwa apa yang Anda pilih ataupun lakukan adalah hal yang tepat. Keyakinan Anda selalu berdasarkan analisa yang tepat, dan Anda dapat berbagi keyakinan dengan orang-orang Anda, sehingga mereka pun akan percaya dan yakin dengan rencana Anda. Bagaimana Anda membangun keyakinan adalah bagaimana Anda percaya dengan kekuatan Team Work dan Synergy yang terjalin di dalam tim Anda.

3.  “Saya banyak pikiran”
Tidak ada masalah yang dapat meringankan pikiran Anda, meski hanya masalah administrasi. Setiap masalah selalu berpotensi mengganggu pikiran dan ketenangan Anda. Sebagai Pemimpin Anda dituntut menunjukkan sikap yang dewasa dengan selalu tenang dan tidak menampakkan kekalutan dan kegalauan dengan sebuah kondisi yang dihadapi. Membiarkan mentor dan penasihat Anda tahu mengenai kegalauan pikiran Anda, jauh lebih baik dibandingkan menunjukkannya di muka forum yang terlihat banyak orang dan anak buah. Mereka yang Anda pimpin menganggap bahwa Anda adalah orang yang tenang, yakin dengan keputusan yang diambil dan selalu positif dan percaya diri.

4.  “Keuangan saya sedang bermasalah”
Permasalahan tentang keuangan memang isu yang cukup sensitif bagi para pekerja, dan sudah sepantasnya menjadi konsumsi manajemen terbatas. Jangan sampai level officer dan staff mengetahui kesulitan keuangan perusahaan. Memberitahukan masalah yang dihadapi perusahaan mungkin memang kewajiban Anda. Namun isu keuangan bisa membuat para pekerja stres dan bertanya-tanya apakah perusahaan akan tetap berjalan dengan baik ataukah tidak. Biarkan pekerja Anda tetap fokus dengan target mereka dan tujuan yang sudah dicanangkan, dan Anda bersama para pemimpin lainnya menyelesaikan masalah keuangan perusahaan.

5.  “Saya tidak mood”

Risiko menjadi Pemimpin adalah selalu siap menjadi orang terbaik di setiap saat bagi orang-orang yang Anda pimpin. Bagaimana rasanya jika Anda tengah letih lesu, kemudian datang anak buah dengan masalah mereka, dan Anda tidak mampu menghadapinya dengan ceria dan semangat. Hal ini akan sangat berdampak negatif bagi penerimaan mereka terhadap Anda. Cukup dibagi dengan teman dekat ataupun orang lain di luar kantor Anda jika merasa kurang bersemangat atau kurang mood. Namun tidak dengan bawahan Anda. Kepercayaan mereka akan berkurang dan semangat mereka pun akan tergerus dengan situasi Anda yang moody. Anda perlu yakin bahwa setiap hari adalah hari terbaik dan memiliki alasan yang tepat untuk bekerja.

Baca: SAAT ANDA HARUS BICARA ATAU DIAM





Untuk informasi lebih lanjut hubungi:


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan