Jumat, 27 September 2013

TIPS MEMULAI BISNIS




Tidak ada orang yang bercita-cita untuk bekerja keras seumur hidupnya, tetapi kenyataan seperti itu mungkin saja terjadi pada diri kita. Buktinya, banyak masyarakat kita di usia pensiun masih harus terus bekerja, mereka tidak dapat menikmati masa pensiunnya dengan nyaman. Hal itu dimungkinkan terjadi karena sekalipun sudah pensiun dari pekerjaan, tetapi tidak mungkin kita pensiun dari kebutuhan hidup. Kalau pun tidak bekerja lagi, lantas apa dan bagaimana bentuk dan cara yang biasa orang pilih dalam mempersiapkan dana untuk hari tuanya? Inilah alasan utama kenapa orang ingin berbisnis!

Untuk memulai bisnis sebenarnya tidak terlalu sulit. Siapa pun bisa, bahkan tanpa modal! Yang paling penting adalah keyakinan dan bagaimana usaha dari orang tersebut. Mengembangkan dan mempertahankan bisnislah yang tidak mudah. Banyak pebisnis yang gagal di tengah jalan karena persiapannya yang kurang matang, pengambilan keputusannya yang kurang tepat dan manajemennya yang kurang baik.


Berikut ini adalah beberapa tips untuk memulai bisnis...


1.  YAKIN dan PERCAYA DIRI
Bangun sikap dan mental positif, YAKIN dan PERCAYA DIRILAH bahwa Anda pasti bisa sukses! Jangan takut gagal dan jangan pernah menyerah. Pastikan mental kita bukan mental seorang karyawan, mental entrepreneur (pebisnis) adalah mental tidak gampang menyerah ketika awalnya memang tidak mudah, harus tahan bantingan.

2.   NIAT dan TOTALITAS
Kuatkan NIAT dengan sungguh-sungguh untuk memulai bisnis. Serius untuk benar-benar TOTAL terjun ke dunia bisnis, menjadi seorang pebisnis. Jika niatnya sudah besar dan memang mau total untuk berbisnis, lakukanlah survei pasar sederhana, tentukan prospek bisnis mana yang akan berpotensi sukses dalam beberapa tahun ke depan.

3.   ENTREPREUNEURSHIP
Anda harus merubah pola pikir, menjadi orang yang menciptakan peluang usaha, bukan seorang pencari kerja. Anda dituntut memiliki inisiatif dan kreatifitas yang tinggi. Untuk itu, Anda wajib belajar dan bertanya, agar Anda mempunyai manajemen skill.

4.   LIST BISNIS dan PILIH LIST
Kumpulkan berbagai sumber informasi (internet, buku, seminar, dll) agar kita bisa melihat peluang bisnis yang prospeknya bagus, cari informasi sebanyak-banyaknya, bergaul dengan banyak orang, bangun networking. Bisa juga kita tanyakan kepada keluarga, teman, atau pebisnis senior yang berpengalaman. Dari informasi yang sudah kita kumpulkan, buatlah LIST BISNIS, cek mana yang paling memungkinkan untuk kita jalankan bisnisnya dan yang  mempunyai prospek bagus, yang nantinya bisnis itu akan menjadi bisnis besar. Selanjutnya, PILIH LIST, pelajari dengan baik, lakukan analisa pasar, belajar kepada orang yang pernah terjun ke bisnis tersebut dan sudah terbukti sukses. Tentukan bisnis yang paling berpotensi, tentukan salah satu. Ingat, kita harus fokus ke satu bisnis dulu sebelum membangun bisnis lain, agar hasilnya maksimal. Atau bisa juga dimulai dari yang sederhana, mulai bisnis dari yang kita bisa. 

5.   MODAL JANGAN JADI KENDALA
Kita bisa memulai BISNIS TANPA MODAL atau CARI  MODAL dengan cara partnership (orang yang lain punya modal), modal dari investor, atau pinjam ke bank. Jadi jangan terbentur dengan masalah modal, bisa dimulai dengan modal kecil, atau cari partner bisnis atau investor, atau bahkan dengan modal dengkul sekalipun. Modal jangan jadi kendala!

6.   PRODUK BERKUALITAS dan LAYANAN PRIMA
Buatlah PRODUK YANG BERKUALITAS, yang punya kelebihan dari pesaing, dan juga bisa diterima oleh pasar (konsumen). Pada saat memulai bisnis, fokuslah pada perbaikan kualitas produk dan fokus untuk memperbesar omset. Lakukan perbaikan terus menerus dalam hal kualitas produk, cara promosi, cara memperbesar omset. Untuk awal bisnis fokus untuk meningkatkan omset. Untuk itu, kita pun harus selalu melakukan LAYANAN YANG PRIMA kepada konsumen, dengan maksud dan tujuan agar omset terus meningkat dan makin stabil.

7.   STRATEGI PENJUALAN dan PROMOSI
Tentukan STRATEGI PENJUALAN yang akan kita lakukan dalam bisnis. Tentukan pula aktifitas PROMOSI yang akan kita jalankan, ini penting agar konsumen tahu produk dan merek kita. Lakukan promosi dengan konsisten, jangan hanya berpromosi diawalnya saja. Gunakan strategi marketing yang tepat, gunakan social media, online shop dan strategi penjualan lainnya. Jangan berpuas diri, terus mencoba dengan strategi-strategi baru yang sesuai dengan target pasar produk kita.

8.   PERENCANAAN dan TARGET
Dalam menjalankan bisnis, kita harus membuat sebuah PERENCANAAN yang baik dan menentukan TARGET yang ingin dicapai. Kita harus tahu bisnis kita akan dibawa kemana, perlu strategi apa saja dan perlu dibuat perencanaan yang matang agar bisnis dapat berjalan dengan baik. Jalankan setiap strategi sesuai dengan target omset yang sudah kita tentukan. Target ini akan menjadi acuan berapa yang ingin kita capai. Buat target yang jelas, target harian, mingguan dan target omset bulanan serta triwulan/semesteran/tahunan.

9.   BANGUN TIM dan BANGUN MEREK
Jangan menjalankan bisnis sendirian. MEMBANGUN TIM YANG SOLID sangat penting untuk mendukung bisnis kita makin maju dan berkembang, jika dikerjakan sendiri tidak akan mencapai hasil yang maksimal. Jangan hanya fokus jualan, fokus juga untuk membuat merek dan MEMBANGUN MEREK. Merek ini penting untuk mendukung penjualan kita.

10.              WEBSITE dan SOCIAL MEDIA
Usahakan punya WEBSITE. Website penting sebagai sarana informasi produk yang kita jual, sehingga orang mudah mencari tahu tentang produk kita. Website juga bisa untuk online shop, jualan produk via online. Selain itu, gunakan social media (Facebook dan Twitter) sebagai sarana untuk menginformasikan dan mempromosikan produk yang kita jual. Hal ini akan meningkatkan pengetahuan calon konsumen terhadap produk yang kita jual.

11.              ACTION dan MONITOR
Rencana yang sudah kita buat dan strategi yang sudah kita tentukan, jangan lupa untuk ACTION. Hanya dengan action bisnis dapat berjalan, dan selanjutnya lakukan MONITOR. Pastikan apa yang sudah kita rencanakan dan strategi yang kita pilih, dalam prakteknya bisa dijalankan dengan baik?

12.              DOA
TUHAN maha pencipta, maha pengasih, maha segalanya dan Sutradara Yang Maha Agung. Semua rencana yang sudah kita buat dan segala strategi yang sudah kita susun menjadi serta usaha keras yang kita lakukan menjadi tidak lengkap jika tanpa doa mohon petunjuk, bimbingan dan perlindungan serta berkat dari-Nya!

Baca: CARA BISNIS ANTI RUGI!





Untuk informasi lebih lanjut hubungi:


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Kamis, 26 September 2013

BISNIS MODAL KECIL, UNTUNG BESAR!




BISNIS DENGAN MODAL KECIL UNTUNG BESAR!!!

Mungkinkah???

Tidak ada orang yang bercita-cita untuk bekerja keras seumur hidupnya, tetapi kenyataan seperti itu mungkin saja terjadi pada diri kita. Buktinya, banyak masyarakat kita di usia pensiun masih harus terus bekerja, mereka tidak dapat menikmati masa pensiunnya dengan nyaman. Hal itu dimungkinkan terjadi karena sekalipun sudah pensiun dari pekerjaan, tetapi tidak mungkin kita pensiun dari kebutuhan hidup. Kalau pun tidak bekerja lagi, lantas apa dan bagaimana bentuk dan cara yang biasa orang pilih dalam mempersiapkan dana untuk hari tuanya???

Itulah alasan utama kenapa orang ingin berbisnis! Setiap orang yang akan menjalankan sebuah bisnis tentu ingin mendapatkan keuntungan yang besar. Tak terkecuali orang-orang yang ingin berbisnis tetapi modal yang dimilikinya kecil. Dalam hal ini, yang dimaksud dengan modal kecil dalam bisnis itu berapa, karena modal bisnis itu besar atau kecilnya sangat relatif, setiap orang menilainya bisa berbeda-beda. Jadi, yang saya maksud bisnis dengan modal kecil disini yaitu sekitar 3 juta rupiah untuk biaya operasional lapangan selama 3 bulan pertama (belum termasuk kendaraan-sepeda motor).

Nahh..., jika kita sudah tahu ukuran modal kecil itu seberapa, maka sekarang kira-kira bisnis dengan modal kecil apa yang dapat memberikan keuntungan yang besar?
Sebenarnya kalau kita cermati dengan baik, banyak sekali bisnis yang berpeluang memberikan keuntungan besar dengan modal yang dikeluarkan relatif kecil...


Berikut ini adalah tiga prospek bisnis yang dapat dijalankan oleh seseorang, dengan modal relatif kecil, yaitu:

Baca: ALASAN ORANG TIDAK BERBISNIS? 

Dari uraian singkat tersebut di atas, penulis mencoba mengungkapkan fakta bahwa peluang bisnis dengan modal kecil untung besar bukanlah omong kosong, di sekitar kita banyak orang-orang yang berhasil menjalankan bisnis dengan modal seadanya dan meraih sukses!

"Kegagalan adalah keberhasilan pertama menuju kesuksesan. Banyak orang takut memulai sesuatu karena takut gagal. Begitu gagal, itu artinya saya sudah berhasil melakukan 50% dari pekerjaan saya karena sudah berani memulai."
(Kutipan dari: Daniel Mananta - KOMPAS, Selasa, 24 September 2013)





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Facebook: Johanes Budi Walujo
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Email: johanesbudiwalujo@gmail.com
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Senin, 23 September 2013

AGEN ASURANSI ADALAH PROFESI MULIA!




"Saya akan melewati jalan ini hanya sekali, karenanya setiap perbuatan baik yang dapat saya lakukan atau kebaikan apa pun yang bisa saya perlihatkan kepada siapa pun, biarlah saya melakukannya sekarang.
Jangan biarkan saya menundanya, juga jangan biarkan saya mengabaikannya, karena saya tidak akan melewati jalan ini lagi."
(Anonim)


Tidak bisa dipungkiri bahwa AGEN ASURANSI ADALAH PROFESI MULIA!
Maksudnya...???
Di Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai ini, banyak masyarakat yang belum mengerti dan memahami betapa pentingnya berasuransi (menabung secara disiplin di perusahaan asuransi), merencanakan keuangan yang baik agar dapat menjalani kehidupan di masa kini dan yang akan datang dengan baik sesuai dengan harapan/impian hidup kita...
Nahh..., salah satu tugas utama seorang Agen Asuransi adalah memberikan gambaran, informasi dan penjelasan kepada banyak orang mengenai bagaimana caranya membuat sebuah perencanaan keuangan yang baik untuk masa sekarang dan masa depan yang baik...

Seperti halnya profesi seorang Guru yang memberikan ilmu kepada para muridnya, seorang Dokter yang menyembuhkan penyakit para pasiennya, demikian halnya dengan Agen Asuransi, mereka terdidik untuk membangun hubungan dengan nasabahnya yang dapat berlangsung lama dan dapat diandalkan serta menjadi penasehat yang dapat membantu perencanaan keuangan, sehingga dapat memperoleh perlindungan keuangan yang baik, nasabahnya terbebas dari masalah keuangan...

Profesi sebagai Agen Asuransi, yaitu "membuka jalan menuju sukses" kepada para nasabahnya agar mempunyai perencanaan keuangan yang baik, sehingga dapat menjalani kehidupan masa kini dan masa depan dengan baik..."

Salah satu tugas utama seorang Agen Asuransi adalah meyakinkan calon nasabahnya bahwa Asuransi Jiwa memang seharusnya dimiliki pada saat orang tersebut belum membutuhkan Asuransi Jiwa. Ibarat sedia payung sebelum hujan, bila seseorang telah divonis menderita suatu penyakit tertentu atau bahkan telah meninggal, berarti ia sudah terlambat memberikan manfaat Asuransi Jiwa kepada keluarganya!

Asuransi Jiwa bukanlah uang yang kita keluarkan untuk membayar premi, melainkan "uang yang akan kita berikan kepada orang-orang yang kita kasihi suatu hari nanti", yaitu kepada putra-putri dan pasangan kita.



Sudahkah tabungan Anda MEMPUNYAI 6 MANFAAT berikut ini???
  1. Perlindungan asuransi jiwa dan kecelakaan
  2. Jaminan dana pendidikan
  3. Jaminan hari tua
  4. Perlindungan terhadap penyakit kritis dan kesehatan
  5. Investasi jangka panjang
  6. Warisan
Hal tersebut di atas tidak akan kita dapatkan dengan menabung di bank! Hanya perusahaan asuransi yang dapat memberikan jaminan-jaminan tersebut sesuai dengan pilihan kita...

Baca: BEDANYA Menabung Di BANK vs ASURANSI?



Di sekitar kita banyak keluarga yang mengalami masalah keuangan karena tidak adanya perencanaan keuangan yang baik. Perencanaan bukanlah segalanya, namun segalanya butuh perencanaan... Berbagai persoalan keluarga yang mungkin timbul akibat dari masalah keuangan, seperti:
  • Tidak dapat memiliki rumah impian
  • Tidak dapat membeli kendaraan idaman
  • Tidak dapat memberikan pendidikan anak dengan baik
  • Tidak dapat menjalani kehidupan masa pensiun dengan nyaman
  • Tidak dapat menikmati kebahagiaan berlibur dengan keluarga tercinta
  • Tidak dapat memberikan jaminan kehidupan yang baik bagi keluarga yang ditinggalkannya


Di bawah ini adalah gambaran beberapa hal keuangan yang harus direncanakan dengan baik:

















Di antara kita, masih banyak yang keliru, bahwa asuransi hanya untuk kalangan ekonomi menengah atas saja, yang berpenghasilan lebih. Justru sebaliknya, kelompok ekonomi menengah bawahlah yang sangat memerlukan asuransi!Bagi mereka yang ekonominya sudah mapan, jika dikemudian hari terjadi suatu hal tak terduga yang harus mengeluarkan biaya besar, keadaan ekonomi keluarga tidak akan terlalu masalah besar. Namun sebaliknya, untuk yang ekonominya kurang mapan, pada saat terjadi sebuah peristiwa yang harus mengeluarkan biaya sangat besar, kondisi keuangan keluarga menjadi bermasalah, kehidupan keluarga terganggu!Untuk golongan ekonomi yang sudah mapan pun, jika kekayaan yang telah dikumpulkannya dengan susah payah, jika di masa yang akan datang sebagian dari kekayaannya itu harus dikeluarkan lagi untuk resiko kehidupan yang tidak terduga, tentu lebih baik diberikan kepada keluarga yang terkasih...


Mulailah menabung sejak dini untuk kehidupan hari esok yang lebih baik!
Dalam hidup ini uang bukanlah segalanya, namun jika kita tidak punya cukup uang, akan ada banyak masalah/persoalan yang muncul... Untuk itulah kita harus mengatur dan merencanakan keuangan dengan baik, agar dapat menjalani kehidupan masa depan yang nyaman!

Kehidupan di dunia ini tidak ada kesempurnaan, yang pasti bisa kita lakukan adalah menjadi orang yang baik dan menjalani kehidupan yang terbaik...



Dahsyatnya Bisnis Asuransi:
  1. Nyaris Tanpa Modal
  2. Menjadi Bos Bagi Diri Sendiri
  3. Waktu Kerja yang Fleksibel
  4. Tidak Perlu Sewa Kantor
  5. Support System Sudah Ada
  6. Manajemen Profesional
  7. Penghasilan Tidak Dibatasi
  8. Keuntungannya Besar
  9. Bonusnya Banyak
  10. Mendapatkan Kesempatan Jalan-jalan ke Luar Negeri
  11. Potensi Pasar yang Sangat Besar
  12. Tidak Ada Resiko Kerugian
  13. Produknya Tidak Ada Kadaluarsa
  14. Produknya Dibutuhkan Oleh Semua Orang
  15. Bisa Menjalankan Pekerjaan/Bisnis Lainnya
  16. Tidak Dibutuhkan Pengalaman Kerja
  17. Tidak Diperlukan Latar Belakang Pendidikan Tertentu
  18. Bisa Dijalankan Oleh Siapa Saja
  19. Bisa Dimulai Kapan Saja
  20. Aktualisasi Diri, Membentuk Sikap Positif
  21. Adanya Peluang Kerja dan Karir
  22. Bisa Diinformasikan Kepada Siapa Saja
  23. Pekerjaan/Profesi Mulia, Bisa Bermanfaat & Bantu Banyak Orang
  24. Berkesempatan Bertemu Banyak Orang
  25. Salah Satu Cara Pintar agar:
MUDA KAYA RAYA!

TUA BAHAGIA!!

MATI MASUK SURGA!!!





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Sabtu, 21 September 2013

MUDA KAYA RAYA! TUA BAHAGIA! MATI MASUK SURGA!




"Apabila Anda tidak membuat kemajuan yang seharusnya dapat dan mampu Anda lakukan, besar kemungkinan adalah karen tujuan Anda tidak benar-benar direncanakan dan dipikirkan secara matang terlebih dahulu."
(Paul J. Meyer)

Slogan di bawah ini adalah harapan/keinginan/impian setiap orang:

MUDA KAYA RAYA!
TUA BAHAGIA!
MATI MASUK SURGA!


Tidak ada orang yang bercita-cita untuk bekerja keras seumur hidupnya, tetapi kenyataan seperti itu mungkin saja terjadi pada diri Anda. Buktinya banyak masyarakat kita DI USIA PENSIUN MASIH HARUS TERUS BEKERJA! Hal itu terjadi karena sekalipun sudah pensiun dari pekerjaan, tetapi kita tidak mungkin pensiun dari kebutuhan hidup. UNTUK ITULAH SEJAK DINI KITA HARUS/WAJIB MEMPUNYAI PERENCANAAN KEUANGAN YANG BAIK...


Survei membuktikan, 80% eksekutif muda di Indonesia terancam miskin di hari tuanya. Mereka konsumtif. Besar pasak daripada tiang. Investasi kacau dan tidak siap menghadapi hari tua. Ahh..., jangan-jangan Anda adalah salah satunya!?
Hanya 20% profesional-manajer-eksekutif-businessman yang sudah memiliki perencanaan keuangan yang baik, mereka bisa tetap kaya di masa pensiun. Apakah Anda  kelompok yang ini? Ini tentu bukan karena faktor kebetulan...
Perencanaan bukan segalanya, tapi segalanya butuh perencanaan.
Hal yang sudah direncakan saja kadang meleset, apalagi tidak direncanakan terlebih dahulu.

Bagaimana sih caranya agar kita bisa tetap kaya di masa tua???


Mari kita simak siklus kehidupan dan kebutuhan keuangan setiap orang di bawah ini:




Nahh..., apakah Anda sudah mempunyai perencanaan keuangan yang baik?
Berasuransi adalah salah satu cara pintar (WAJIB!) agar Anda sekeluarga dapat menjalani kehidupan yang nyaman...







Di antara kita, masih banyak yang keliru, bahwa asuransi hanya untuk kalangan ekonomi menengah atas saja, yang berpenghasilan lebih. Justru sebaliknya, kelompok ekonomi menengah bawahlah yang sangat memerlukan asuransi!

Bagi mereka yang ekonominya sudah mapan, jika dikemudian hari terjadi suatu hal tak terduga yang harus mengeluarkan biaya besar, keadaan ekonomi keluarga tidak akan terlalu masalah besar. Namun sebaliknya, untuk yang ekonominya kurang mapan, pada saat terjadi sebuah peristiwa yang harus mengeluarkan biaya sangat besar, kondisi keuangan keluarga menjadi bermasalah, kehidupan keluarga terganggu!Untuk golongan ekonomi yang sudah mapan pun, jika kekayaan yang telah dikumpulkannya dengan susah payah, jika di masa yang akan datang sebagian dari kekayaannya itu harus dikeluarkan lagi untuk resiko kehidupan yang tidak terduga, tentu lebih baik diberikan kepada keluarga yang terkasih...


MULAILAH MENABUNG DI PERUSAHAAN ASURANSI TERPERCAYA SEJAK DINI, UNTUK KEHIDUPAN DI HARI ESOK YANG LEBIH BAIK!







Dalam hidup ini uang bukanlah segalanya, namun jika kita tidak punya cukup uang, akan ada banyak masalah/persoalan yang muncul... Untuk itulah kita harus mengatur dan merencanakan keuangan dengan baik, agar dapat menjalani kehidupan masa depan yang nyaman!








Salam Sejahtera & Sukses Selalu!


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Rabu, 18 September 2013

MAHALNYA BIAYA PENGOBATAN




Beberapa hari yang lalu, sekitar pukul 11 siang, seorang ibu berusia 50 tahunan (sebut saja dengan nama Ibu Ayu), bertamu ke kantor dengan maksud mencari pekerjaan atau peluang usaha. Ibu Ayu datang karena tertarik dengan 2 spanduk yang dipasang di depan kantor bertuliskan:


Ibu Ayu dengan matanya berkaca-kaca menahan tangis mulai bercerita, bahwa suaminya sudah beberapa tahun terakhir ini diam di rumah karena stroke, sehingga tidak mampu lagi memberikan nafkah untuk keluarganya. Anak mereka 4 orang, anak yang tertua sudah menikah, yang kedua kuliah, yang ketiga sekolah SMA dan anak yang bungsu masih sekolah SMP. Ibu Ayu akhirnya tidak kuasa menahan tangis, menceritakan lebih lanjut bahwa keadaan ekonomi keluarganya saat ini sedang dalam masalah sangat besar, harta kekayaan mereka terkuras hampir habis akibat dari besarnya biaya pengobatan yang telah dikeluarkan untuk kesembuhan sang suami!
Anak pertama mereka yang sudah menikah belum mampu memberikan bantuan keuangan secara optimal kepada orang tua dan ketiga adiknya yang masih kuliah dan sekolah. Dalam situasi dan kondisi keuangan keluarga seperti itu, dengan sangat terpaksa, anaknya yang kedua harus berhenti kuliah ditengah jalan. Dan kemungkinan besar, kedua anaknya yang masih sekolah di SMA dan SMP pun harus berhenti sekolah...
Dalam tangisannya yang semakin keras, Ibu Ayu melanjutkan ceritanya, pihak keluarga dari Ibu Ayu dan suaminya pun, terakhir ini sudah menghentikan bantuan keuangan kepada keluarga mereka. Baca:  Rumah dan Mobil Harus Dijual...
Untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga, Ibu Ayu berhutang ke sana-sini, Dia dan anaknya yang kedua (berhenti kuliah) mencari-cari pekerjaan.

UNTUK MEMULAI BISNIS, MEREKA SUDAH TIDAK PUNYA MODAL!


Pertanyaannya, jika Ibu Ayu dan anak yang keduanya itu bekerja, apakah gaji yang mereka dapatkan mampu memenuhi kebutuhan hidup seluruh keluarga serta melanjutkan kuliah dan sekolah anak-anaknya???
MUNGKIN TIDAK!?!?!?

Disekitar kita, ada banyak keluarga yang kisahnya kurang lebih seperti di atas...

Keuangan keluarga menjadi sangat terganggu akibat biaya tak terduga (untuk biaya pengobatan atau kemungkinan lain) yang harus dikeluarkan dalam jumlah yang besar.
Kita tentu tidak berharap situasi dan kondisi itu terjadi pada keluarga kita!

Tak seorang pun bisa mengetahui apa yang akan terjadi di masa yang akan datang, namun yang pasti, kita dapat membuat sebuah perencanaan yang baik, khususnya dalam hal keuangan untuk masa depan!

Nahh..., karena itulah, betapa pentingnya kita menabung secara disiplin di perusahaan asuransi!
Baca:  BEDANYA Menabung di Bank vs Asuransi


Dari kisah Ibu Ayu di atas, beberapa hal penting:

  • Dengan asuransi kesehatan, pengeluaran biaya yang sangat mahal untuk pengobatan sang suami dapat diminimalisir...
  • Dengan asuransi pendidikan, biaya kuliah dan sekolah anak-anaknya bisa terjamin...
  • Dengan asuransi dana pensiun, kita bisa menikmati masa pensiun dengan baik...
  • Dengan asuransi jiwa, keluarga terkasih yang ditinggalkan akan menerima santunan, sehingga bisa melanjutkan kehidupan yang nyaman...

Kita pasti setuju, bahwa setiap orang seharusnya (WAJIB!) menyisihkan sebagian dari penghasilan setiap bulannya untuk ditabung, agar dapat memenuhi kebutuhan di masa depan yang pasti harus keluar untuk:

  • Membeli rumah impian
  • Membeli kendaraan idaman
  • Pendidikan anak
  • Kesehatan
  • Berlibur
  • Pensiun
  • Dan lainnya

Di antara kita, masih banyak yang keliru, bahwa asuransi hanya untuk kalangan ekonomi menengah atas saja, yang berpenghasilan lebih. Justru sebaliknya, kelompok ekonomi menengah bawahlah yang sangat memerlukan asuransi!

Bagi mereka yang ekonominya sudah mapan, jika dikemudian hari terjadi suatu hal tak terduga yang harus mengeluarkan biaya besar, keadaan ekonomi keluarga tidak akan terlalu masalah besar. Namun sebaliknya, untuk yang ekonominya kurang mapan, pada saat terjadi sebuah peristiwa yang harus mengeluarkan biaya sangat besar, kondisi keuangan keluarga menjadi bermasalah, kehidupan keluarga terganggu!
Untuk golongan ekonomi yang sudah mapan pun, jika kekayaan yang telah dikumpulkannya dengan susah payah, jika di masa yang akan datang sebagian dari kekayaannya itu harus dikeluarkan lagi untuk resiko kehidupan yang tidak terduga, tentu lebih baik diberikan kepada keluarga yang terkasih...
Baca:  ASURANSI vs TAKDIR...


MULAILAH MENABUNG DI PERUSAHAAN ASURANSI SEJAK DINI, UNTUK HARI ESOK YANG LEBIH BAIK!!!


Di kehidupan ini uang bukanlah segalanya, namun segalanya hampir pasti membutuhkan uang. Jika kita tidak punya cukup uang, boleh jadi akan ada banyak masalah/persoalan yang muncul... Untuk itulah kita harus mengatur dan merencanakan keuangan dengan baik, agar dapat menjalani kehidupan masa kini dan masa depan dengan baik!








Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan