Tampilkan postingan dengan label SOFT SKILLS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SOFT SKILLS. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Juni 2017

KECERDASAN EMOSIONAL




Banyak orang mengira IQ adalah ukuran dari kecerdasan seseorang. Namun itu sesungguhnya bukanlah jaminan bahwa kita bisa meraih keberhasilan atau kesuksesan dalam hidup. Kekuatan otak dan kecerdasan adalah dua hal sangat yang berbeda.

Alkisah...
Seorang anak pulang dari sekolah bertanya kepada ayahnya, "Yah, apa sih IQ itu?"

Ayahnya menjawab, "IQ adalah tes untuk mengukur seberapa cerdasnya kamu. Jika kamu IQnya 120an, kamu mungkin bisa masuk universitas. Jika kamu IQnya di atas 140, kamu seorang jenius. Rata-rata orang IQnya 100. Jika kamu IQnya di bawah 80, mungkin kamu bodoh. Dan jika orang IQnya di bawah 60 berarti sangat bodoh, alias idiot, sampai tidak bisa mengikat tali sepatunya sendiri!"

Mendengar hal itu si anak mendapatkan pemahaman, "IQ 60, tidak bisa memakai tali sepatu sendiri." Karena itulah si anak berpikir, kenapa ada orang-orang yang tidak memakai sepatu?

Kisah di atas menunjukkan bahwa kita membutuhkan cara pengukuran intelektual yang lain. Anda mungkin sudah membaca buku Kecerdasan Emosional (Emotional Intelligence) karangan Daniel Goleman.
Goleman mengatakan bahwa yang lebih bisa diandalkan untuk mengukur kesuksesan seseorang adalah yang ia sebut dengan kecerdasan emosional, yang menjelaskan bahwa seseorang tidak hanya dituntut kemampuan untuk berpikirnya, namun juga kemampuan untuk merasakan. Apa yang ia amati adalah kemampuan untuk menjalin hubungan dengan orang lain, yaitu kesadaran bahwa seseorang tidak mungkin meraih sukses sendirian...inilah bagian penting dari SOFT SKILLS!






Salam Sejahtera & Sukses Selalu!


Drs. Johanes Budi Walujo
PT. Berkat Akur Nanjaya

HP: 08112332777
WA/Line: 081919132777
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: https://www.berkatakurnanjaya.com/

Kamis, 30 Maret 2017

TRAINING SKILLS




PERLUNYA TRAINING SDM
Pelaksanaan training adalah suatu kegiatan INVESTASI jangka menengah dan panjang dari sebuah organisasi atau perusahaan dalam usaha mewujudkan SDM (Sumber Daya Manusia) yang KOMPETEN, baik dari sudut pemikiran, sikap mental, maupun keterampilan kerjanya. Namun, usaha peningkatan kompetensi SDM melalui training ini haruslah TEPAT SASARAN. Artinya, pelaksanaan training HARUS sesuai dengan kebutuhan SDM yang ada di dalam perusahaan tersebut, sehingga pelaksanaan training BUKAN hanya sekedar kegiatan yang dijalankan untuk menghindar dari kewajiban atau instruksi kerja yang telah ditetapkan oleh manajemen perusahaan.



TRAINING HARD SKILLS dan SOFT SKILLS
Kemampuan HARD SKILLS dan SOFT SKILLS harus dimiliki oleh apapun pekerjaan dan jabatan dalam sebuah perusahaan, karena kemampuan tersebut satu sama lain akan saling mendukung dan menyempurnakan, sehingga performa kerja menjadi optimal.
Apabila seseorang cukup pandai, adalah mudah untuk mempelajari kemampuan teknis (technical skills-HARD SKILLS) untuk berhasil dalam pekerjaannya. Tetapi bila seseorang berkeinginan untuk meningkatkan kinerja dan kariernya, maka dia membutuhkan kemampuan lain, yaitu SOFT SKILLS.
Di banyak perusahaan, sayangnya sering didapati bahwa seorang yang dipromosikan pada jabatan atau posisi sebagai Leader TIDAK dibekali oleh kemampuan soft skills yang memadai, sehingga tidak efektif dalam menjalankan fungsi, tugas, dan tanggung jawab serta kewajibannta sebagai Leader, bahkan akhirnya gagal. Hal ini tentu menjadi KERUGIAN BESAR bagi perusahaan dalam jangka panjang secara keseluruhan.
Bayangkan waktu, tenaga, pikiran, dan biaya yang telah dan harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk MEMPERBAIKI hal itu.

Pengertian hard skill, bila disederhanakan adalah penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi dan ketrampilan teknis yang berhubungan dengan ilmunya, dan ini dapat dikembangkan dan dipelajari dengan cara membaca, kursus, dan latihan. Sedangkan pengertian soft skill adalah keterampilan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain (INTERPERSONAL SKILLS) dan keterampilan dalam mengatur dirinya sendiri (INTRA-PERSONAL SKILLS), sehingga mampu mengembangkan sumber daya yang ada di dalam dirinya secara maksimal, yang mana hal ini dapat dipelajari dari pengalaman hidup, sosialisasi, kemampuan beradaptasi, dan agama atau norma yang diyakininyaTingkat keberhasilan seseorang baik dalam karir maupun kehidupan kesehariannya lebih dominan dipengaruhi oleh SOFT SKILL-nya.
Baca: SOFT SKILL vs HARD SKILL


TRAINING NEED ANALYSIS (TNA)
Untuk memfasilitasi pelaksanaan training yang tepat sasaran, maka HARUS dilakukan melalui Training Need Analysis (TNA). Dengan demikian, hasil TNA bisa menjadi dasar pelaksanaan training yang sesuai dengan kebutuhan SDM dalam meningkatkan performa kerjanya. Upaya peningkatan kualitas SDM, bisa setara dengan peningkatan kualitas training yang diselenggarakan. Sedangkan kualitas training akan ditentukan oleh kualitas analisa kebutuhan training. Melaksanakan kegiatan TNA yang berkualitas, artinya harus melihat ruang lingkup pelaksanaan TNA agar berjalan secara sistematis, dan mendapatkan data yang akurat.


PENGERTIAN TNA
Secara umum pengertian Training Need Analysis adalah PROSES ANALISA yang dilakukan untuk mengetahui faktor apa saja yang harus diperbaiki atau ditingkatkan di dalam sebuah perusahaan agar kinerja SDM-nya meningkat. Hasil dari kegiatan analisa ini dapat menampilkan kesenjangan atau "gap" antara kinerja yang telah terjadi dengan kinerja yang diharapkan oleh perusahaan. Training sebagai salah satu fasilitas untuk peningkatan dan pengembangan kompetensi SDM, dimaksudkan agar gap yang terjadi bisa dihilangkan atau setidaknya dapat diminimalisir. Berdasarkan gap dari hasil analisa tersebut, maka dapat digunakan untuk penyelenggaraan training (Pendidikan dan Pelatihan) untuk memberikan program training yang tepat sasaran sehingga meminimalisir gap kompetensi untuk mewujudkan produktivitas atau kinerja yang diharapkan. Pelaksanaan kegiatan TNA tentunya HARUS dilakukan dengan tujuan yang ingin dicapai tersebut.

Tujuan dari pelaksanaan kegiatan TNA adalah:
1)    Sebagai informasi bahwa training adalah salah satu upaya peningkatan kompetensi dalam meningkatkan produktivitas kerja SDM.
2)    Sebagai data untuk menenetukan peserta training yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
3)    Sebagai dasar dalam menyusun materi atau silabus training, sehingga materi yang disampaikan berdampak pada peningkatan kompetensi yang memang dibutuhkan oleh perusahaan.
4)    Mengidentifikasi bahwa jenis pelatihan dan metode yang dipilih sesuai dengan tema atau materi pelatihan.
5)    Memastikan bahwa penurunan kinerja ataupun masalah yang ada adalah disebabkan karena kurangnya pengetahuan, ketrampilan, dan sikap mental dalam bekerja; BUKAN karena alasan-alasan lain yang tidak bisa diselesaikan melalui pelatihan.
6)    Sebagai dasar penyusunan anggaran training.


PESERTA TRAINING
Menentukan peserta training merupakan salah satu hal yang krusial dalam menyusun program pelatihan. Penentuan peserta dalam hal ini termasuk dengan fasilitator/trainer dalam pelatihan tersebut. Dikatakan krusial karena peserta akan sangat menentukan format pelatihan yang akan dilakukan, memilih trainer yang tepat agar proses pembelajaran dapat sesuai sasaran yang diharapkan. Dengan mengetahui peserta training maka perancang program dapat menentukan format yang tepat dalam pelatihan. Adapun format yang digunakan apakah dengan menggunakan ruang kelas (classroom setting), belajar sendiri (self learning), atau belajar dari pengalaman (experiential learning atau learning by doing). Selain itu, dengan mengetahui siapa peserta yang akan ikut dalam pelatihan, maka perancang program pelatihan dapat menggali lebih jauh berbagai informasi seperti:
a.  Apa saja persyaratan minimal (pendidikan, pengalaman, dan ketrampilan) yang harus dipenuhi oleh peserta pelatihan agar dapat mengikuti pelatihan tersebut?
b.  Apa dasar-dasar pengetahuan dan ketrampilan yang telah dimiliki peserta pelatihan, termasuk pelatihan apa saja yang pernah diikuti sebelumnya?
c.  Apa saja persyaratan yang harus dipenuhi oleh trainer/fasilitator untuk dapat menyelenggarkan pelatihan? Apakah akan menggunakan trainer dari dalam perusahaan atau menggunakan trainer dari luar perusahaan?
d. Apa level jabatan peserta training, dan jenis kompetensi apa yang harus ditingkatkan?


DUKUNGAN MANAJEMEN
Mengingat bahwa hal-hal yang mempengaruhi kinerja SDM maupun perusahaan secara keseluruhan tidak hanya ditentukan oleh pelatihan, maka si perancang pelatihan HARUS benar-benar dapat memastikan bahwa ia mendapatkan dukungan dari berbagai pihak di dalam perusahaan. Dukungan tersebut adalah berupa komitmen dari pihak manajemen untuk menciptakan suasana yang kondusif bagi para peserta pelatihan agar dapat menerapkan apa yang telah mereka pelajari dalam pelatihan yang telah mereka ikuti. Suasana kondusif tersebut misalnya: menempatkan SDM pada jabatan yang sesuai dengan kompetensinya, memberikan feedback tentang kinerja SDM secara periodik, mendengarkan keluhan dan masalah yang dihadapi oleh SDM dalam menerapkan apa yang telah dipelajari, memberikan reward bagi SDM yang berhasil memenuhi standard kinerja yang diharapkan, menegur atau memberikan sanksi kepada SDM yang tidak menunjukkan kinerja yang optimal, dsb. Komitmen tersebut menjadi sangat penting mengingat bahwa pelatihan bukanlah sarana yang tepat untuk mengendalikan hal-hal yang tidak memiliki hubungan dengan pengetahuan dan keterampilan. Dengan kata lain, pelatihan hanyalah merupakan sarana yang berguna untuk menghilangkan atau mengurangi adanya kesenjangan antara pengetahuan dan ketrampilan yang ada dibandingkan dengan yang diharapkan. Pelatihan tidak bisa dengan mudah dianggap sebagai sarana untuk mengurangi tingkat ketidakhadiran pegawai, mengatasi PHK atau perampingan perusahaan, meningkatkan gaji dan menciptakan motivasi kerja SDM di lapangan. Pelatihan juga tidak serta merta melahirkan standard kinerja yang diharapkan jika di tempat kerja sehari-hari tidak ada kriteria penilaian tentang standard kinerja tersebut. Selain itu pelatihan tidak bisa menggantikan peran manajemen-Manager atau Kepala Bagian dalam memberikan feedback kepada bawahannya. Oleh karena itu, dalam analisis kebutuhan pelatihan si perancang program harus dapat memastikan bahwa pelatihan tidak akan disalahgunakan oleh pihak manajemen untuk melepaskan tanggungjawab atas ketidakberhasilan mereka dalam mengatasi permasalahan yang ada. Sebaliknya, pelatihan harus dipandang sebagai sarana pendukung bagi keberhasilan pihak manajemen dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab mereka. Tanpa adanya komitmen yang sungguh-sungguh dari pihak manajemen, maka dapat dipastikan bahwa pelatihan hanya akan berjalan sukses di ruang kelas atau tempat pelaksanaan pelatihan saja.


BUDGET TRAINING
Sekecil apapun kegiatan pelatihan pasti membutuhkan dana. Oleh karena itu amat penting untuk menghitung untung rugi dari pelaksanaan suatu pelatihan. Dalam hal ini si perancang program pelatihan HARUS mengumpulkan berbagai informasi yang menyangkut hal-hal seperti: biaya apa saja yang harus dikeluarkan untuk peserta pelatihan maupun trainer, apa keuntungan yang akan diperoleh dari pelatihan tersebut dan berapa lama hal itu bisa dicapai, apakah biaya pelatihan masih sesuai dengan budget yang ada, dsb. Salah satu cara yang cukup populer untuk menghitung untung rugi suatu pelatihan adalah dengan menentukan Return On Investment (ROI).
Baca: MENGUKUR EFEKTIVITAS TRAINING SDM


METODE TNA
Pelaksanaan kegiatan TNA dapat direalisasikan dengan menggunakan metode–metode yang tepat sesuai dengan kondisi maupun budaya perusahaan. Untuk memilih metode yang tepat, maka harus dilihat terlebih dahulu sumber data yang ingin diperoleh:
·      Riset atau Survey
·      Penilaian Kinerja (performance appraisal)
·      Perencanaan Karir SDM
·      Perencanaan Penambahan SDM
·      Perubahan prosedur kerja dan perkembangan teknologi
Setelah mempertimbangakan sumber data yang sudah ditentukan, maka pelaksana TNA dapat memilih metode pengumpulan data:
·      Kuesioner
·      Obervasi
·      Wawancara
·      Focus group
·      Regular meeting
·      Mempelajari uraian jabatan
·      Mempelajari data perusahaan
·      Membentuk kelompok penasehat

Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut di atas, maka pelaksanaan training diharapkan berjalan sukses, artinya tidak menjadi program yang pragmatis. Pelaksanaan training yang ideal memang perlu adanya persiapan berupa analisa kebutuhan pelatihan agar berjalan sistematis, terukur, dan menjadi program yang memberikan kontribusi positif pada perusahaan. Dengan pelatihan yang sistematis tersebut maka proses pencapaian VISI perusahaan niscaya akan terus meningkat karena gap kompetensi akan terus bergerak ke arah kinerja yang diharapkan oleh perusahaan.

Baca: PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN KARYAWAN






Untuk informasi lebih lanjut hubungi:


Drs. Johanes Budi Walujo
PT. Berkat Akur Nanjaya

HP: 08112332777
WA/Line: 081919132777
Twitter: @johanesbudi_w
Website: https://www.berkatakurnanjaya.com/

Rabu, 29 Maret 2017

SOFT SKILLS TRAINING




Apakah Anda Pimpinan yang mengalami KESULITAN karena bawahan Anda seperti berikut ini...???

Apakah Anda Pengusaha yang menghadapi MASALAH karena karyawan seperti di bawah ini...???



1) Banyak bawahan/karyawan Anda yang KURANG/TIDAK memiliki etos bekerja keras.
2) Mereka TIDAK BISA diandalkan dalam pekerjaannya.
3) Mereka TIDAK memiliki sikap mental positif.
4) Mereka TIDAK mampu memotivasi diri sendiri.
5) Mereka TIDAK berorientasi kerja pada team atau SULIT bekerja sama.
6) Mereka TIDAK mampu mengorganisasi pekerjaannya dengan baik, sehingga kerjanya tidak efektif & efisien.
7) Mereka TIDAK dapat mengatasi stres akibat tuntutan pekerjaannya.
8) Mereka TIDAK mempunyai kemampuan berkomunikasi yang mumpuni.
9) Mereka TIDAK bisa bekerja secara fleksibel, KURANG inisiatif & kreatif dalam bekerja.
10) Mereka TIDAK memiliki rasa percaya diri yang tinggi.

Baca: TOP 10 SOFT SKILLS


Kondisi dan sikap mental para bawahan/karyawan seperti tersebut di atas tentu mengakibatkan PRODUKTIVITAS MENURUN DAN HASIL KERJA TIDAK MAKSIMAL.
MEMPERBAIKI hal itu jelas tidak dapat dilakukan secara instan, HARUS komprehensif dan berkesinambungan dengan memberikan Training, Coaching, dan Motivating.


Untuk MENINGKATKAN kemampuan karyawan atau MENYELESAIKAN kendala Kapasitas & Kualitas Kerja, Produktivitas Kerja (berbasis ISO)...

Baca: PROGRAM PELATIHAN & PENGEMBANGAN SDM





Untuk informasi lebih lanjut hubungi:


Drs. Johanes Budi Walujo
PT. Berkat Akur Nanjaya

HP: 08112332777
WA/Line: 081919132777
Twitter: @johanesbudi_w
Website: https://www.berkatakurnanjaya.com/

Senin, 06 Maret 2017

MENJADI PEMIMPIN YANG BAIK





Semuanya tergantung pada KEPEMIMPINAN...
Setiap orang HARUS menjadi Pemimpin, minimal bagi dirinya sendiri.
Ketika seseorang tidak bisa memimpin dirinya sendiri, kita TIDAK DAPAT BERHARAP dia mampu memimpin orang lain.
Di keluarga membutuhkan seorang Pemimpin.
Dalam organisasi sangat dibutuhkan seorang Pemimpin.
Semuanya membutuhkan Pemimpin.


Menjadi Pemimpin BUKAN harus pintar dengan cara MEMBODOHI ORANG LAIN.
Menjadi Pemimpin BUKAN harus benar dengan cara MENYALAHKAN ORANG LAIN.
Seorang Pemimpin BUKAN harus orang besar yang suka MENGERDILKAN ORANG LAIN.
Seorang Pemimpin BUKAN harus pandai bicara
, tapi TIDAK MEMBERI TELADAN BAGI ORANG LAIN.
Menjadi Pemimpin BUKAN minta dihargai dan dihormati,
tetapi TIDAK MAU MENGHARGAI DAN MENGHORMATI ORANG LAIN.
Baca: PEMIMPIN YANG MEMBAWA PERUBAHAN


Menjadi Pemimpin juga DITUNTUT sebelum bicara, PIKIR...
Apakah untuk KEBAIKAN?
Apakah untuk KEBENARAN?
Apakah untuk KEADILAN?
Apakah untuk KEMAJUAN?
Apakah untuk KEGEMBIRAAN?
Apakah untuk KEBERHASILAN?
Apakah untuk KEBAHAGIAAN?


Jika BUKAN UNTUK HAL YANG POSITIF, LEBIH BAIK DIAM!
Seorang Pemimpin tentu tidak mau para Pengikutnya menjadi DEMOTIVASI dan TIDAK PRODUKTIF.


Memang TIDAK MUDAH menjadi seorang Pemimpin, tapi SETIAP ORANG BISA BELAJAR UNTUK MENJADI PEMIMPIN YANG BAIK DAN BIJAK, juga tidak harus menjadi manusia yang sempurna.

Jadi, marilah kita menjadi seorang Pemimpin yang baik dan bijak...



Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
PT. Berkat Akur Nanjaya

HP: 08112332777
WA/Line: 081919132777
Twitter: @johanesbudi_w
Website: https://www.berkatakurnanjaya.com/

Minggu, 05 Februari 2017

KENAPA HARUS MENGASAH SOFT SKILLS?




APA MANFAAT SOFT SKILLS BAGI ANDA?

Apapun jenis pekerjaan atau jabatan Anda selalu memerlukan sebuah keterampilan sehingga dapat membantu dan mempermudah Anda untuk mengerjakannya, mencapai target yang sudah ditetapkan, dan meraih tujuan yang telah dicanangkan sebelumnyaContoh, seorang fotografer tentu perlu paham berbagai jenis lensa kamera, jenis lampu, tata cahaya dan lainnya. Keterampilan ini dikenal dengan Keterampilan Teknis (Hard Skills) yang dapat Anda peroleh dengan belajar dan berlatih dalam program pendidikan khusus.

Dalam perkembangan berbagai jenis pekerjaan yang melibatkan banyak orang dengan kemampuan dan keterampilan yang berbeda-beda, maka Anda harus ditunjang dengan keterampilan lain yang dikenal dengan sebutan Soft Skills (Keterampilan Non Teknis), keterampilan yang sangat terkait dengan sikap dan perilaku Anda menghadapi orang lain untuk membantu pekerjaan Anda, dan membuat Anda mampu meraih sukses.


APA ITU SOFT SKILLS?

Soft Skills adalah sikap, perilaku atau karakter individu yang ada dalam diri masing-masing. Lebih condongnya pengertian soft skills adalah sikap dan kebiasaan Anda dalam berinteraksi dengan orang lain. Soft skills tidak terlihat kasat mata dibandingkan kemampuan teknis, dan untuk memperolehnya Anda tidak serta merta harus mengikuti sebuah kelas pelatihan. Anda dapat memperoleh soft skills melalui pengalaman di sekolah atau kampus, pengalaman hidup dan masa lalu, atau pengalaman dalam dunia kerja yang sedang dilakoni. Pengalaman tersebut merupakan sebuah pembelajaran sangat berharga sehingga Anda dapat menjalani peran sebagai seorang professional yang tidak hanya andal dalam urusan teknis, namun juga lihai dalam berhubungan dengan orang lain.


BERIKUT INI BEBERAPA CONTOH SOFT SKILLS:

1.  Communication Skills
Keterampilan ini adalah kemampuan Anda dalam mengolah informasi baik secara lisan ataupun tulisan dengan akurat. Selain itu, mereka dengan keterampilan komunikasi mampu memberikan informasi sebaliknya secara tepat dan akurat, dan dapat diterima serta dicerna dengan mudah oleh orang lain.

2.  Interpersonal Skills
Keterampilan ini adalah kemampuan Anda dalam berhubungan baik dengan lawan bicara atau orang lain. Anda adalah seorang pendengar yang baik, dan tidak mudah menghakimi orang lain, suka berbagi ide dan masukan. Sebagai seorang yang mempunyai interpersonal skills Anda akan menjadi partner yang selalu siap sedia manakala rekan kerja membutuhkan Anda.

3.  Problem Solving & Critical Thinking
Keterampilan ini adalah kemampuan Anda dalam menganalisa dan mengidentifikasikan sebuah masalah serta memberikan berbagai kemungkinan penyelesaiannya (solusi). Menggunakan nalar yang logis adalah kemampuan dalam Problem Solving, sehingga pendekatan masalah akan mudah terselesaikan secara efektif dan efisien.

4.  Active Listening
Keterampilan ini adalah kemampuan Anda dalam mengelola diri sendiri untuk mau mendengarkan orang lain, dan mengambil manfaat dari pendapat atau masukan lawan bicara. Melakukan interupsi hanya jika memang harus dilakukan, bukan sekedar ingin tampak bersuara atau tampak aktif. Mendengarkan adalah kemampuan non teknis yang cukup krusial untuk memperoleh informasi lengkap agar tidak salah persepsi.

5.  Active Learning
Keterampilan ini adalah kemampuan Anda yang terus mau menambah ilmu dan wawasan terlebih jika terkait dengan pekerjaanya. Aktif membaca dan belajar hal baru yang bermanfaat bagi pengembangan diri dan karir Anda merupakan salah satu soft skills yang patut dilatih.

6.  Organizational Skills
Keterampilan ini adalah kemampuan Anda melakukan pendekatan yang sistematis dalam pembagian tugas dan wewenang kepada setiap individu yang terlibat. Organizational Skills merupakan kemampuan Anda melihat the right man at the right place.

7.  Time Management Skills
Keterampilan ini adalah kemampuan Anda dalam mengelola waktu sendiri sehingga setiap tugas dapat terselesaikan sesuai jadwal yang telah dibuat diawal. Mampu menentukan prioritas kerja sehingga tidak ada tugas yang tertunda atau bahkan tertinggal.

8.  Team Player
Keterampilan ini adalah kemampuan Anda dalam bekerja sama orang lain, saling mendukung dan saling memperkuat, sehingga akan terjadi sinergi dan hasil maksimal. Mau bekerja sama dengan siapapun, mampu menjadi pemimpin dan sekaligus menjadi pengikut sebagaimana situasi yang ada. Berbagi tanggungjawab dengan anggota tim, dan menerima apresiasi saat sukses atau tanggungjawab saat gagal.

9.  Professionalism
Keterampilan ini adalah karakter yang sulit didefinisikan, namun sangat mudah terlihat manakala Anda tidak menjalankannya. Seorang yang rajin datang pagi ke kantor dan pulang sore sesuai aturan jam kerja sudah memenuhi kriteria professional, namun jika dalam pekerjaannya dia tidak pernah memenuhi deadline, timeline atau target, maka bisa jadi dia tidak professional. Professional dapat bersifat subyektif tergantung sejauh mana ekspektasi masing-masing, antara bawahan dan atasan. Tetapi secara umum dapat didefinisikan bahwa professional adalah orang yang selalu tepat waktu, sopan dan santun, menyenangkan, berpakaian formal dan pantas serta bertanggung jawab dengan tugas dan kewajibannya.

10.  Flexibility & Adaptability
Keterampilan ini adalah kemampuan Anda beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan. Lingkungan kerja saat ini atau pun lingkungan kerja baru. Reaksi dan respon Anda terhadap sekitar menjadi poin penting dalam pengembangan karir dan diri Anda. Semakin andal Anda dalam mengelola softskills akan semakin tinggi potensi keberhasilan Anda dalam karir.


Tidak hanya hard skill yang utama, namun soft skill sudah menjadi sebuah keharusan untuk berkarir. Pekerjaan Anda akan melibatkan banyak orang dengan banyak kompetensi, sehingga semakin andal Anda dalam berhubungan baik kepada orang lain, dengan berlatih soft skills, akan semakin cepat pula progress karir Anda.

Baca: SOFT SKILL vs HARD SKILL





Untuk informasi lebih lanjut hubungi:


Drs. Johanes Budi Walujo
PT. Berkat Akur Nanjaya

HP: 08112332777
WA/Line: 081919132777
Twitter: @johanesbudi_w
Website: https://www.berkatakurnanjaya.com/