Tampilkan postingan dengan label others. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label others. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 Mei 2017

BERSATULAH INDONESIAKU!



Mari kita sadari bahwa… akhir-akhir ini para koruptor, politikus kotor, orang-orang yang haus kekuasaan dan harta serta yang berpaham radikalisme dengan sengaja telah mengangkat isu SARA, dan tega mengorbankan kesatuan dan persatuan Indonesia demi tercapainya tujuan mereka. Ini jelas mengancam bangsa dan negara Indonesia!

Bila usaha untuk mencapai tujuannya mereka lakukan dengan menghalalkan segala cara, dan dengan cara yang negatif, apakah hasilnya akan positif?




Apakah kita rela Indonesia tercinta yang terdiri dari berbagai agama, ras, suku bangsa dan kebudayaan, serta ribuan pulau nan indah yang sesungguhnya merupakan kekayaan amat dahsyat dari bangsa ini harus terpisah-pisah???

Apakah kita rela Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang tercinta ini harus tercerai-berai???


Hari Rabu tanggal 10 Mei 2017, di depan gedung Balai Kota Jakarta, Addie MS dan pak Djarot Saiful Hidayat memimpin lebih dari sepuluh ribu orang untuk menyanyikan lagu-lagu Kebangsaan dan Nasionalisme demi NKRI Jaya:

W.R. Supratman - Indonesia Raya
Indonesia tanah airku
Tanah tumpah darahku
Disanalah aku berdiri
Jadi pandu ibuku
Indonesia kebangsaanku
Bangsa dan Tanah Airku
Marilah kita berseru
Indonesia bersatu
Hiduplah tanahku
Hiduplah negriku
Bangsaku Rakyatku semuanya
Bangunlah jiwanya
Bangunlah badannya
Untuk Indonesia Raya
Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Tanahku negriku yang kucinta
Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Hiduplah Indonesia Raya

Ismail Marzuki - Rayuan Pulau Kelapa
Tanah airku Indonesia
Negeri elok amat kucinta
Tanah tumpah darahku yang mulia
Yang kupuja sepanjang masa
Tanah airku aman dan makmur
Pulau kelapa yang amat subur
Pulau melati pujaan bangsa
Sejak dulu kala
Reff:
Melambai lambai
Nyiur di pantai
Berbisik bisik
Raja Kelana
Memuja pulau
Nan indah permai
Tanah Airku
Indonesia




Sudharnoto - Garuda Pancasila
Garuda pancasila
Akulah pendukungmu
Patriot proklamasi

Sedia berkorban untukmu
Pancasila dasar negara
Rakyat adil makmur sentosa
Pribadi bangsaku
Ayo maju maju
Ayo maju maju
Ayo maju maju

Jadilah diri kita seorang dari jutaan, puluhan juta, dan ratusan juta warga bangsa Indonesia yang mau menjaga dan memelihara agar NKRI semakin jaya!!!





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!


Drs. Johanes Budi Walujo
PT. Berkat Akur Nanjaya

HP: 08112332777
WA/Line: 081919132777
Twitter: @johanesbudi_w
Website: https://www.berkatakurnanjaya.com/

Rabu, 10 Mei 2017

PEMBELAJARAN DARI KASUS AHOK




AHOK DIVONIS 2 TAHUN…??? HAAHHH...!!!


Hari Selasa tanggal 9 Mei 2017, AHOK divonis 2 tahun oleh Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara, bagi saya (plus jutaan warga Jakarta, masyarakat Indonesia, dan dunia) tentu sangat mengejutkan.

Jika kita sungguh-sungguh menggunakan hati nurani yang paling dalam dan akal sehat (serta mohon petunjuk serta bimbingan dari Tuhan Yang Maha Adil dan Yang Maha Bijaksana), apakah Ahok telah diperlakukan dengan adil???

Sebagai warga negara Indonesia yang baik tentu kita harus tetap menghormati keputusan dari lembaga peradilan (yang kesannya tidak adil itu).


Dari ‘Kasus AHOK’ ini saya mendapatkan tiga poin sangat berharga sebagai pembelajaran, yaitu:

1.   Menjadi orang besar yang benar-benar besar itu memang harus melalui berbagai rintangan dan tantangan yang berat dan terjal. Sejarah mencatat bahwa Pembela Kebenaran dari belahan dunia lain juga mengalami hal yang mirip dengan Ahok. Seperti: Mahatma Gandhi dari India, atau Nelson Mandela dari Afrika Selatan.

2.   Menjadi orang baik yang sungguh-sungguh baik di antara banyak orang atau lingkungan orang-orang yang tidak baik itu memang tidak mudah dan sangat sulit. Harus menghadapi bermacam hambatan dan kendala yang tidak sedikit. Sanggupkah kita mempertahankan diri untuk terus berusaha menjadi Orang Baik?

3.   Dunia, lingkungan, atau kehidupan kadang memperlakukan kita secara tidak adil (dari kacamata pribadi atau sebagai manusia). Namun, kita harus tetap yakin dan percaya bahwa Tuhan Yang Maha Adil dan Yang Maha Kuasa PASTI memiliki rencanaNya sendiri yang agung, besar, dan mulia atas kehidupan setiap manusia ciptaanNya dan setiap peristiwa di muka bumi ini.


Pembelajaran dari ‘Kasus AHOK’ di atas, yang bisa dan seharusnya kita lakukan adalah terus berusaha untuk tetap menjadi orang yang baik… dengan berbagi hal positif, kebaikan, dan kebahagiaan kepada orang lain atau lingkungan di sekitar kita...
Bukankah untuk itu maksud dan tujuan dari penciptaan diri kita hidup di dunia ini?






Salam Sejahtera & Sukses Selalu!


Drs. Johanes Budi Walujo
PT. Berkat Akur Nanjaya

HP: 08112332777
WA/Line: 081919132777
Twitter: @johanesbudi_w
Website: https://www.berkatakurnanjaya.com/

Minggu, 03 Januari 2016

SELAMAT TAHUN BARU 2016



Jika ada sesuatu yang sangat berharga, maka itu adalah WAKTU!

Siapapun orangnya, tidak bisa mengulang setiap waktu yang sudah terlewatkan. Tidak peduli seberapa kaya orang itu, seberapa penting jabatannya, seberapa besar kekuasaannya, waktu tidak bisa diajak kompromi. Ia akan terus berjalan. Tidak peduli apakah orang-orang mampu melewatinya
dengan menyenangkan; atau sebaliknya, waktunya berlalu dengan sia-sia. Setiap orang, dimana pun ia berada, hanya memiliki waktu 24 jam dalam sehari. Tidak ada yαηg mendapatkan lebih, tidak bisa membeli atau menukarkan waktu, meski hanya satu menit bahkan satu detik pun. Semua sama. Tidak kurang, dan tidak lebih!

Jika kemudian waktu bisa terulang, tentu kita semua akan melakukan hal-hal yang baik saja.
Memperbaiki kesalahan yang pernah kita lakukan.
Sayangnya, waktu memang tidak pernah bisa terulang.

Karenanya waktu adalah harta tak ternilai, waktu adalah kesempatan, waktu adalah hidup.

Orang yang menghargai waktu, menghargai hidup. Orang yang menyia-nyiakan waktu, menyia-nyiakan hidupnya...


"Kita akan membuka buku.
Yang halamannya kosong.
Kita akan menulis kata-katanya sendiri.
Buku itu disebut kesempatan dan bab pertama adalah Tahun Baru."
(Edith Lovejoy Pierce)






Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Minggu, 31 Mei 2015

SAYA ORANG YANG DIKASIHI TUHAN!




Tepat sepuluh tahun yang lalu, bulan Mei 2005, saya mengundurkan diri dari karir saya sebagai General Manager di salah satu grup perusahaan farmasi terbesar di Indonesia yang berkantor pusat di Bandung. Saya meninggalkan gaji besar dan fasilitas bagus yang telah saya dapatkan pada waktu itu.

Pada saat itu usia saya 38 tahun, saya tampil percaya diri dan terkesan agak sombong, dengan ilmu yang saya miliki dan pengalaman yang telah saya dapatkan selama tujuh belas tahun bekerja dan berkarir di empat perusahaan. Di tiga perusahaan sebelumnya, saya hanya bekerja selama 1-2 tahun saja, baru di grup perusahaan farmasi itulah saya bekerja dan meniti karir selama dua belas tahun. Pada awal saya masuk kerja di grup perusahaan farmasi itu sebagai Manager Trainee, dan kemudian mengundurkan diri dengan jabatan General Manager.

Selama dua belas tahun berkarir di perusahaan farmasi tersebut, hampir setiap dua tahun saya mendapatkan promosi jabatan. Hal itu dimungkinkan terjadi karena prestasi kerja saya yang bagus dan perusahaannya memang maju-terus bertumbuh dan berkembang dengan pesat.
Baca: Profile Penulis


Saya lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat, anak pertama dari tiga bersaudara, ketiganya laki-laki. Dari keluarga sederhana, namun orang tua saya sangat berkeinginan agar ketiga anaknya mendapatkan pendidikan tinggi, kemudian bekerja dan berkarir dengan baik, sehingga tidak harus bangun subuh-pagi-pagi sekali pergi ke pasar berjualan di sana untuk menghidupi keluarga dan membiayai pendidikan anak-anaknya. Kami tiga bersaudara, dibesarkan dan mendapatkan pendidikan di rumah dengan cara yang hebat dari kedua orang tua kami yang sangat luar biasa!

Menyelesaikan sekolah TK, SD, dan SMP di Tasikmalaya, kemudian melanjutkan SMA dan kuliah di Jogja. Pada tahun 1989 saya mendapatkan gelar Sarjana-S1 dari Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi, Universitas Atma Jaya, Yogyakarta.

Semasa sekolah di SMA dan kuliah di Jogja saya aktif dalam organisasi sekolah dan kemahasiswaan, dan pernah menjabat sebagai Ketua Senat Mahasiswa selama satu periode-dua tahun. Dari situlah saya belajar dan mengasah kemampuan dalam berorganisasi, bekerja sama, melakukan koordinasi dan mengambil keputusan.
Baca: SOFT SKILL vs HARD SKILL

Sebagai mahasiswa saya pun aktif di Mapala (mahasiswa pencinta alam). Hampir semua gunung di Jawa Tengah dan Jawa Timur puncaknya sudah saya daki. Di sinilah saya belajar dan mengasah karakter untuk tidak egois, peduli terhadap kawan, mencintai alam, dan mental pantang menyerah untuk mendaki sampai ke puncak.
Baca: Belajar dari Alam

Sekitar dua tahun terakhir sebelum mendapatkan gelar sarjana-menjelang KKN (Kuliah Kerja Nyata) dan menyusun skripsi, selain kuliah saya pun bekerja sebagai Salesman dari sebuah perusahaan yang saat itu sedang mengembangkan bisnisnya di wilayah Jogja dan sekitarnya. Dengan menjadi Salesman itulah saya belajar dan mengasah kemampuan salesmanship-skill komunikasi, manajemen waktu, perencanaan dan pencapaian target, serta menjalin hubungan bisnis.
Baca: Mau Sukses, Harus Ingat Target!

Sekolah, kuliah maupun bekerja dan berkarir saya lalui dengan baik dan lancar. Mempunyai banyak sahabat, kawan serta kolega dan relasi.

Itulah gambaran singkat sebuah episode dari perjalanan hidup yang telah saya lalui selama 38 tahun. Menjalani kehidupan yang baik, indah, dan menarik…
Sungguh, Tuhan sangat baik dan mengasihi saya!

Mei 2005 saya mengajukan proposal bisnis kepada seorang sabahat-selaku investor untuk mendirikan sebuah perusahaan. Tanpa harus mengeluarkan modal dari kocek sendiri, namun dengan pembagian keuntungan bisnis 40% untuk saya dan 60% untuk investor. Inilah awalnya saya menjalankan ‘bisnis tanpa modal’ sendiri.
Baca: Cara Memulai Bisnis Tanpa Modal?

Dalam proses mendirikan perusahaan itu, saya mengajukan beberapa nama untuk perusahaan kami, tetapi sahabat saya menolak nama-nama tersebut. Demikian sebaliknya, dia pun mengusulkan beberapa nama, namun saya tolak juga. Dengan kata lain, nama-nama yang diusulkan untuk perusahaan belum ada yang cocok bagi kami berdua.

Suatu hari, sekitar jam 2-3 pagi, saya terbangun lalu masuk ke ruang kerja di rumah, menyalakan komputer dan muncullah 'ide' sebuah kata di layar monitor untuk nama perusahaan kami: SEMANGAT (SElalu MAju iNGat Akan Tuhan). Keesokan harinya nama itu saya usulkan kepada partner bisnis saya untuk dijadikan nama perusahaan kami, dan dia langsung menyetujuinya. Hari-hari berikutnya Notaris memproses nama perusahaan itu ke berbagai departemen terkait, dan akhirnya berdirilah PT. SEMANGAT.


Tahun-tahun berlalu, bisnis di perusahaan kami, PT. SEMANGAT berjalan dengan baik dan lancar...
Namun, terutama karena KESOMBONGAN dan KEBODOHAN yang saya lakukan, serta KESALAHAN dalam pengelolaan keuangan, pada tahun kelima sejak berdirinya perusahaan itu, akhirnya saya jatuh... Bangkrut! Habis! Hancur!
Baca: Atur Keuangan Anda!

Di tahun 2010 itu saya harus menjual semua asset yang telah saya kumpulkan selama 17 tahun berkarir plus 5 tahun berbisnis. Rumah, mobil, dan segala macam perhiasan harus dijual, dan semua tabungan harus dikuras untuk melunasi pinjaman tambahan modal ke bank. Selain itu, saya harus membereskan semua kewajiban saya ke relasi bisnis, dan melunasi semua pinjaman pribadi kepada perseorangan. Saya jatuh sampai ke titik yang paling bawah, dan saya menjadi miskin! Namun demikian saya masih bisa berjalan tegak karena tidak berhutang kepada siapapun...
Baca: Terancam Miskin di Hari Tua

Saat itu, yang tersisa hanyalah uang untuk menyewa rumah sederhana dan membeli sebuah motor bekas. Setelah sekian lama tahun saya kemana-mana mengendarai mobil yang nyaman tidak pernah kehujanan dan kepanasan, kembali saya harus mengalami kehujanan dan kepanasan karena hnya naik motor. Beberapa orang yang mengenal saya bersikap sinis melihat saya seperti itu.

Dalam situasi dan kondisi begitu, saya 'mencatat' ada tiga kelompok orang-orang yang memberikan tanggapan:
    1.   Mereka yang menyalahkan bahkan menghina atas kegagalan dan keterpurukan yang saya alami.
    2.   Mereka yang memberikan dorongan kepada saya untuk tegar, terus berjuang, dan bangkit lagi.
    3.   Mereka yang tidak mempedulikan saya.

Dari situ saya belajar untuk mengerti dan memahami, bahwa dalam situasi dan kondisi apapun yang sedang kita hadapi dalam hidup ini, akan selalu ada tiga kelompok orang yang: SETUJUTIDAK SETUJU, dan NETRAL atas sikap, perkataan, dan perbuatan serta keputusan yang akan kita ambil.
Baca: Catatan dari Mother Theresa


Ketika itu, di rumah kontrakan sudah tidak ada pembantu rumah tangga dan sopir pribadi. Karena tidak ada pembantu rumah tangga dan tidak memiliki mobil lagi, anak-anak saya justru menjadi mandiri. Bangun tidur mereka membereskan tempat tidur sendiri. Selesai makan, mereka mencuci piring dan sendok-garpu sendiri. Jika waktunya berbenturan, kadang mereka harus pergi-pulang sekolah naik angkutan umum sendiri. Itulah dampak positif yang didapat dari keterpurukan ekonomi saat itu. Selain mandiri, bila diperhatikan dengan cermat, anak-anak saya tampak lebih dewasa daripada teman-teman sebayanya. Puji Tuhan!

Pada saat itu, dalam keadaan ekonomi yang sangat terpuruk, saya memutuskan untuk menjadi seorang broker professional (TIPS menjadi Broker Profesional), menjadi agen property dan produk serta jasa lainnya. Saya mulai lagi membangun bisnis baru dari awal, namun dengan konsep yang sama, yaitu ‘bisnis tanpa modal’.
Baca: Cara Memulai Bisnis Tanpa Modal


Pada suatu hari, dalam perjalanan dari Bandung ke Cimahi, untuk meninjau lokasi property yang akan dijual, ban belakang motor saya tiba-tiba kempes dan ternyata bocor. Saat itu uang yang ada di dompet hanya Rp 5.000,-, cukup untuk menambal satu lubang ban motor itu. Selesai ditambal saya melanjutkan perjalanan. Jarak sekitar satu kilometer dari tukang tambal tadi, ban belakang motor saya kempes lagi, bocor dan harus ditambal lagi. Kepada tukang tambal yang kedua ini, saya harus menyerahkan KTP sebagai jaminan karena sudah tidak punya uang lagi. Akhirnya saya harus pinjam uang ke teman yang rumahnya di sekitar lokasi tukang tambal ban untuk membayar jasa menambal ban itu. Sebelumnya, lewat telpon saya telah berusaha minta tolong (menagih) kepada teman saya yang berhutang untuk mentransfer sejumlah uang, namun dijawab bahwa dia sedang tidak punya uang juga. (Sebagai catatan: teman saya ini, salah seorang yang sebenarnya masih berhutang lumayan besar kepada saya, akhirnya saya anggap lunas!).
Baca: Lepaskan dan relakanlah...

Pada momen itulah, sambil berdiri di sekitaran tempat tukang tambal ban yang sedang bekerja, saya meneteskan air mata dan berteriak dalam hati, "Johanes Budi Walujo, kamu dilahirkan oleh ibumu dan diciptakan oleh Tuhan ke dunia ini untuk menjadi seorang Pemenang, BUKAN sebagai Pecundang seperti sekarang ini!”
Baca: Anda Dilahirkan untuk Menjadi Pemenang!

Dengan kerja keras, cara yang cerdas, dan doa, satu tahun sejak peristiwa 'tragis' di tempat tukang tambal ban itu, saya mampu membeli dua mobil sekaligus, satu mobil saya pakai pribadi, dan satu mobil lagi untuk keluarga!


Sejak itulah di setiap kesempatan saya menceritakan kepada banyak orang, bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan saya! Di sepanjang kehidupan yang telah saya jalani sampai dengan hari ini, sungguh saya merasakan bahwa Tuhan begitu mengasihi saya, dan membuat banyak mujizat dalam hidup saya…
Saya terus berusaha memotivasi orang-orang untuk tetap SEMANGAT!




Setiap bangun di pagi hari, saya berdoa minta petunjuk dan bimbingan Tuhan, apa maksud dan tujuan dari penciptaan diri saya hidup di dunia ini… Kenapa Tuhan masih memberi saya nafas hidup sampai hari ini? Setiap hari saya terus berusaha untuk mengerti dan memahami apa tujuan dari penciptaan diri saya hidup di dunia ini? 
Baca: Dua Hari Terpenting dalam Hidup Manusia

Dulu saya pikir sukses itu artinya kaya raya…
Jika sukses dinilai dari kekayaan dan materi, berapa banyak kekayaan dan materi yang harus dikumpulkan untuk dibilang sukses?

Dulu saya pikir sukses itu berarti punya jabatan dan memiliki kekuasaan…
Jika sukses dinilai dari jabatan dan kekuasaan, apa jabatan dan kekuasaan yang harus dicapai untuk disebut sukses?

Dulu saya pikir sukses itu adalah popularitas…
Jika sukses dilihat dari popularitas, popularitas seperti bagaimana yang harus diraih untuk disebut sukses?


Di SEMANGAT - Kampus Kehidupan, akhirnya saya memaknai bahwa SUKSES adalah…





Jika Anda kaya, maka berbagi KASIHlah dengan kekayaanmu itu.
Jika Anda pintar, maka bebagi KASIHlah dengan kepintaranmu itu.
Jika Anda punya ilmu pengetahuan, maka bebagi KASIHlah dengan ilmu pengetahuanmu itu.
Jika Anda punya pengalaman, maka berbagi KASIHlah dengan pengalamanmu itu.
Jika Anda punya tenaga, maka berbagi KASIHlah dengan tenagamu itu.
Jika Anda punya waktu, maka berbagi KASIHlah dengan waktumu itu.
Jika Anda punya hati, maka berbagi KASIHlah dengan hatimu itu.
Jadi, sesungguhnya siapapun dapat berbagi KASIH!




Demikian sebuah periode dari kehidupan pribadi saya, semoga bermanfaat, dapat menjadi motivasi dan inspirasi bagi Anda yang membacanya…

Hiduplah dengan SEMANGAT agar bisa memberi SEMANGAT kepada orang lain!

Semoga Tuhan selalu memberi kesehatan, membuka jalan terang, memberi petunjuk dan bimbingan, serta melindungi dan memberkati kita semua.
Amin





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w

Minggu, 04 Januari 2015

SELAMAT TAHUN BARU 2015



Berhenti untuk mengetahui apa yang sedang kita lakukan, bukanlah kegiatan satu kali.
Tapi harus menjadi kegiatan setiap hari.
Meluangkan waktu setiap hari untuk berpikir tentang hari esok.
Sisihkan satu hari dua belas kali setahun untuk rencana bulanan.
Dan luangkan satu minggu setiap tahun untuk bercermin dan mengevaluasi, untuk mengukur tahun yang telah lewat, untuk merencanakan tahun yang akan datang, dan untuk tetap berada di jalur dengan tujuan hidup kita...

SELAMAT TAHUN BARU 2015



Salam Sejahtera & Sukses Selalu!


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Jumat, 03 Januari 2014

SELAMAT TAHUN BARU 2014




Hari ini kita awali aktivitas di tahun 2014...

Menyesali terus kesalahan atau kegagalan masa lalu tapi tidak mau mengubahnya, sikap demikian adalah konyol, hanya membuang waktu yang sia-sia dan membuat mental kita jadi sakit.

Merasa kuatir dan takut akan masa depan yang belum terjadi adalah sebuah kebodohan.

Yang paling penting dan berharga adalah masa kini, sekarang, hari ini!
Tidak ada salahnya sejenak kita melihat ke belakang. Mengevaluasi kesalahan atau kegagalan yang pernah kita alami dan kelemahan atau kekurangan yang pernah kita lakukan agar tidak terulang lagi di masa depan. Melihat kelebihan dan kekuatan yang pernah dilakukan agar dapat kita aktualisasikan di masa depan dengan lebih baik lagi. Sekaligus melihat peluang dan mencari prospek di masa depan.

Saat ini, tahun baru ada di hadapan kita. Mari kita bersyukur atas tahun 2013 yang sudah kita lalui dan mulai melangkah ke tahun 2014 dengan doa, optimisme dan kita teguhkan tekad untuk meraih harapan dan keinginan baru, cita-cita dan semangat baru, dan tegaskan dalam diri:
TAHUN INI HARUS LEBIH BAIK DARIPADA TAHUN LALU!

Yakin dan percayalah, dengan hati dan pikiran yang bersih, fokus, dan berjuang dengan sepenuh hati memungkinkan setiap hari di sepanjang tahun 2014 ini kita bisa menikmati hasil kerja dengan kebaikan dan penuh kegembiraan sekaligus mampu mengukir sukses dan prestasi yang luar biasa!





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Selasa, 31 Desember 2013

RENUNGAN AKHIR TAHUN 2013



Tuhan Sang Maha Pencipta, Yang Maha kasih, Yang Maha bijaksana, Sang Sutradara Yang Maha Sahsyat itu maha adil!

Dalam kehidupan ini, apa yang kita berikan, itulah yang akan kita terima.
Bagaimana yang kita lakukan, itu juga yang akan kita dapatkan.
Pencapaian yang kita raih akan sesuai dengan waktu, tenaga dan pikiran yang kita curahkan.
Kehidupan tidak pernah memihak, dunia ini adil!

Takdir Tuhan memang menentukan awal dan akhir hidup setiap pribadi, namun kitalah yang ambil keputusan dan menentukan pilihan ingin menjalani kehidupan seperti apa dan cara bagaimana?
Nasibmu ada ditanganmu!

Lupakan dan tinggalkanlah kekurangan dan kesalahan yang lalu!
Mari kita songsong tahun 2014 dengan semangat yang baru dan mulia...
Impian dan keyakinan yang baru, mental dan sikap yang lebih positif, semakin mau berbagi kebaikan dan kebahagiaan dengan orang lain.
Hiduplah dengan penuh kasih!
Amin





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan