Tampilkan postingan dengan label Business & Management. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Business & Management. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Desember 2016

MENJADI PENGUSAHA SUKSES



Menjadi seorang pengusaha tentu harus memiliki banyak keterampilan di berbagai bidang. Bukan hanya menciptakan ide, merumuskan rencana dan menjalankan proses bisnis, tapi yang tidak kalah pentingnya adalah keterampilan dalam berkomunikasi. Bukan hanya secara lisan, namun juga komunikasi lainnya seperti tertulis.
Sebab sebagai pengusaha, kita akan bertemu dengan banyak orang, banyak pelanggan, banyak relasi bisnis yang akan berkomunikasi dengan kita. Kita harus memiliki keterampilan berkomunikasi agar mudah memahami apa yang dimaksudkan mereka. Dan tentu kita juga harus bisa menyampaikan apa yang kita inginkan.
Baca: SOFT SKILL vs HARD SKILL


Berikut ini adalah 10 keterampilan komunikasi yang wajib dikuasai oleh pengusaha.

1. Komunikasi lisan
Tidak ada percakapan yang sempurna tanpa adanya komunikasi secara lisan. Percakapan lisan memang menjadi komunikasi yang sangat sederhana. Paling mudah untuk menyampaikan dan mengerti maksud dari lawan bicara kita. Kita harus tahu tata cara berkomunikasi yang baik sesuai dengan situasi, kondisi, dan bahkan lawan bicara kita.
Baca: JAGALAH UCAPANMU!

2. Body Language
Komunikasi bukan hanya terjadi secara verbal, tapi juga ada jenis komunikasi nonverbal, seperti body language. Menguasai presentasi body language adalah sebuah keharusan. Dalam situasi apapun, postur tubuh saat duduk ataupun berdiri tegak. Anda juga bisa melihat bagaimana seseorang itu dari mata mereka. Bagaimana mereka gelisah, tenang dan nyaman dengan kita.
Baca: PENTINGNYA BAHASA TUBUH SAAT BERKOMUNIKASI

3. Komunikasi tertulis
Menulis, siapa bilang pebisnis sukses tidak harus pandai dalam hal tulis menulis? Sebagai seorang pelaku bisnis, konten marketing berupa tulisan yang menghipnotis pembaca pun harus kita kuasai. Kita harus tahu dan menguasai keterampilan menulis berbagai konten marketing, mulai dari email pemasaran, landing page, blog sampai dengan website.
Baca: KOMUNIKASI YANG EFEKTIF

4. Presentasi
Sebagai pebisnis Anda tentu akan melakukan banyak persentasi baik kepada pelanggan maupun investor bisnis. Melalui slide Anda akan menyampaikan apa maksud dan tujuan Anda berbicara. Melalui slide juga akan ada tulisan dan konten visual yang akan Anda tampilkan dan tunjukkan kepada mereka. Melalui Slide Anda harus bisa menyampaikan maksud secara tepat dan membuat mereka tertarik untuk terus mendengarkan Anda persentasi.
Baca: KESALAHAN SAAT PRESENTASI

5. Negosiasi
Tidak ada bisnis yang tidak melalui proses negosiasi. Sebab hampir semua bisnis akan melakukan kegiatan ini. Dengan negosiasi Anda tentu bisa mendapatkan apa yang Anda inginkan tanpa membuat Anda rugi, bahkan justru akan membuat Anda untung. Dengan cara yang efektif, mulai dari menggunakan kata yang tepat, memanfaatkan waktu yang Anda miliki dan menggunakan pengetahuan Anda tentang fakta-fakta yang ada saat ini, akan menambah tingkat kepercayaan diri Anda selama proses negosiasi berlangsung.

6. Mediasi
Tidak jarang ketika kita menjadi pebisnis, peran kta sebagai mediator akan berkurang. Sebab kita lebih diperlukan sebagai seorang converse. Misalnya ketika Anda berada diantara teman yang berdebat pendapat, ataupun sedang berada di antara 2 vendor yang tengah bersaing. Kita harus memiliki kemampuan sebagai mediator dan membantu kedua belah pihak keluar dari masalah mereka.

7. Debat
Kita tahu, dalam bisnis saat ini tidak ada komunikasi yang tidak melibatkan kemampuan berdebat. Ini bisa menjadi diskusi yang sehat jika kedua belah pihak tidak menjalankan peraturan debat dengan baik. Tugas kita dalam debat bukan untuk memihak satu diantara keduanya, tapi untuk memahami kasus dan mendengarkan setiap opini ang jelas. Entah dengan investor, mitra atau bahkan karyawan. Kita dapat membantu mereka menjelaskan ide dengan keterampilan yang kita miliki.

8. Kepemimpinan
Tanggungjawab Anda sebagai seorang pemimpin harus Anda lengkapi dengan keterampilan berkomunikasi layaknya seorang pemimpin. Anda harus bisa menanamkan keyakinan dan kepercayaan serta semangat di dalam tim Anda. Bukan hanya sekedar mengemban tanggungjawab atas tim dan pekerjaan, tapi juga harus bisa menginspirasi orang melalui pesan baik yang Anda sampaikan setiap harinya.
Baca: SEGALA SESUATU TERGANTUNG PADA KEPEMIMPINAN

9. Media Komunikasi
Komunikasi yang ada saat ini jauh lebih luas dari yang sudah ada. Seperti panggilan telpon, SMS, email, video chatting, pesan instan dan lain sebagainya. Bagaimanapun kita harus bisa menyesuaikan dengan perkembangan teknologi dan komunikasi yang ada. Berkomunikasi di banyak media tentu membuat kita harus pintar-pintar dan mengatur arah komunikasi kita. Sebab tidak jarang komunikasi melalui telepon, SMS atau pesan instan lainnya akan menciptakan persepsi yang berbeda-beda dari yang menyampaikan dan yang menerimanya.

10. Mendengarkan
Yang terakhir adalah keterampilan komunikasi dari arah yang sebaliknya, yaitu mendengarkan. Sebab komunikasi bukan hanya sekedar kita yang berbicara, tapi juga kita yang menjadi seorang pendengar. Mendengar menjadi keterampilan komunikasi yang paling penting dari semuanya. Mendengarkan secara aktif dapat membantu kita efektif dalam komunikasi, debat, persentasi dan lain sebagainya. Kita akan tampak lebih bijaksana, berempati dan membuat orang mau mendengarkan kita ketika kita berbicara nantinya.
Baca: BELAJAR MENDENGAR

Nahh…, setidaknya 10 keterampilan komunikasi inilah yang harus dikuasai oleh para pebisnis. Sebab sebagai pebisnis kita akan berhadap bukan hanya dengan karyawan, tapi juga dengan relasi, klien bahkan investor. Berlatih berkomunikasi dengan banyak pebisnis sukses adalah cara yang bisa kita lakukan. Berkumpul dengan para pelaku dunia bisnis, berbagi pengalaman, sharing ide dan lain sebagainya. Mengasah komunikasi agar lebih baik ketika berhadapan dengan klien atau investor nantinya.

Baca: TRAINING MANAGEMENT






Untuk informasi lebih lanjut hubungi:


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Minggu, 27 November 2016

HINDARI KESALAHAN MANAJEMEN




Di dalam sebuah organisasi atau perusahaan, sebuah kesalahan adalah hal yang sering terjadi. Kesalahan ini bisa terjadi di semua tingkatan dan juga dalam semua sisi, salah satunya adalah kesalahan di dalam sistem manajemen.
Kesalahan bisa menjadi sebuah sumber pembelajaran bagi setiap perusahaan, namun dalam beberapa hal, kesalahan tersebut bisa dihindari sejak dini dan menghindarkan perusahaan untuk mengalami masalah yang lebih besar dari yang harus mereka hadapi.

Berikut ini adalah beberapa jenis kesalahan dalam sistem manajemen yang sering terjadi. Dengan mengenali kesalahan-kesalahan yang umum terjadi, diharapkan para manajer atau para pemegang kebijakan bisa mengantisipasinya sejak dini: 
  1. Tidak bisa mendefinisikan tujuan yang ingin dicapai dengan jelas. Dalam sebuah perusahaan, tujuan yang jelas akan menjadi panduan bagi setiap orang sehingga bisa melakukan pekerjaan atau tanggung jawab mereka dengan sebaik-baiknya. Namun, sering ditemukan bahwa para pimpinan tidak bisa memberikan informasi yang jelas mengenai tujuan yang ingin dicapai. Hal ini membuat para bawahan tidak bisa menentukan prioritas yang jelas dan akhirnya mereka tidak bisa bekerja dengan maksimal.
  1. Melakukan rekruitmen yang tidak efektif. Wajah baru dalam setiap perusahaan tentunya diharapkan bisa membawa tenaga, ide dan kemampuan baru ke dalam perusahaan tersebut terutama saat beban kerja sedang banyak-banyaknya. Namun, hal ini tidak akan tercapai bila proses rekruitmen dilakukan dengan tidak efektif atau terburu-buru. Hal seperti ini justru akan menambah beban kerja karena semakin banyak orang yang perlu mendapat perhatian lebih. Rekruitmen yang efektif adalah kuncinya sehingga hasil yang diharapkan bisa tercapai. 
  1. Penggunaan feedback yang kurang maksimal. Untuk meningkatkan efisiensi dan performa kerja dari sebuah tim atau dari setiap karyawan, pemberian feedback sangatlah diperlukan. Feedback yang dimaksudkan di sini bisa bersifat positif dan juga negatif. Pemberian feedback ini harus dilakukan sesegera mungkin untuk menghindari masalah yang lebih besar untuk kesalahan yang terjadi atau bisa juga untuk meningkatkan moral dari seluruh anggota tim untuk keberhasilan yang berhasil dicapai. 
  1. Tidak mempercayai anggota tim yang lain. Dalam sistem manajemen perusahaan, kepercayaan adalah salah satu hal krusial. Banyak pemimpin atau manajer yang tidak mempercayai anggota tim atau bawahan mereka untuk melakukan sebuah pekerjaan tertentu. Mereka berpikir bahwa tidak ada orang lain yang bisa mengerjakan pekerjaan itu sebaik mereka dan pada akhirnya menolak untuk mendelegasikan orang lain untuk pekerjaan tersebut. Hal ini akan berujung pada bertumpuknya masalah yang ada dan tidak bisa diselesaikan sendirian. Bisa dibayangkan apa yang akan terjadi bila hal ini terjadi. Mendelegasikan orang lain untuk melakukan sebuah pekerjaan merupakan salah satu bentuk kepercayaan dan juga salah satu teknik untuk menghindari bertumpuknya masalah. 
  1. Tidak mendengarkan. Hal ini adalah sebuah kesalahan yang umum dilakukan bukan hanya dalam sistem manajemen sebuah perusahaan namun pada hampir semua aspek pekerjaan. Seorang manajer hendaknya mau meluangkan waktu untuk mendengarkan nasihat, saran, kritik ataupun pujian dari pihak yang lain termasuk dari bawahan mereka. Kemampuan untuk mendengarkan dengan sungguh bisa menjadi suatu hal yang membedakan antara kerjasama tim yang sukses dan tidak. Gagal untuk mendengarkan bisa menjadi sebuah tanda bahwa seorang pimpinan tidak bisa menunjukkan penghargaan mereka terhadap orang lain. Selain itu, para pemimpin melewatkan peluang besar yang mungkin berasal dari ide-ide sederhana bawahan mereka. 
  1. Tidak memahami motivasi atau hal yang mendorong setiap orang untuk memberikan performa mereka yang terbaik. Tidak semua orang bekerja untuk mendapatkan penghasilan yang layak. Beberapa dari mereka memiliki hal lain yang memotivasi mereka untuk bekerja lebih baik dan hal inilah yang perlu dikenali dan dipahami. Menyediakan sebuah lingkungan kerja yang mendukung akan membuat perbedaan dalam lingkungan kerja itu sendiri.Gagal untuk mengenali motivasi apa yang mendorong para pekerja bisa berakibat buruk dan bisa membuat karyawan yang potensial untuk mundur atau keluar dari perusahaan itu.

Sistem manajemen yang ada dalam sebuah perusahaan sangat mempengaruhi produktivitas para karyawan. Sistem manajemen itu tidak hanya disekitar penggajian para karyawan melainkan meliputi semua hal yang berkaitan dengan cara menjalankan sebuah perusahaan.

Para karyawan adalah denyut nadi dari sebuah perusahaan sehingga tidak heran bila sistem ini lebih banyak berhubungan dengan para karyawan itu.
Berbagai kesalahan yang sudah dituliskan di atas adalah yang umum terjadi di sebuah perusahaan. Dengan mengenali kesalahan yang sering terjadi, para manager dan pemimpin perusahaan bisa melakukan tindakan pencegahan.

Bila tindakan pencegahan atau pengenalan sejak dini mengenai masalah-masalah di atas sudah diketahui, maka perusahaan tersebut bisa mencegah munculnya masalah yang lebih besar. Tidak hanya itu, mengenali dan menghindari kesalahan tersebut bisa meningkatkan produktivitas dari para pekerja dan bisa meraih kesuksesan yang diimpikan.

Baca: TRAINING MANAGEMENT





Untuk informasi lebih lanjut hubungi:


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Minggu, 10 Januari 2016

TEKNIK MANAJEMEN




Menjalankan bisnis atau kantor membutuhkan berbagai keterampilan, namun yang paling penting adalah kemampuan untuk mengelola orang yang bekerja di bawah Anda. Sebuah gaya manajemen yang efektif dapat membuat semua perbedaan mampu menyelesaikan pekerjaan dengan tepat waktu dan sesuai anggaran. Manajer yang baik harus memiliki beberapa teknik yang berbeda untuk mencapai tujuan tersebut. Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan: 

Delegasi
Tidak ada yang bisa melakukan segalanya. Inilah sebabnya mengapa Anda memiliki karyawan. Manajer harus menahan keinginan untuk mencoba melakukan pekerjaan karyawan. Manajer yang baik mampu melakukan delegasi terhadap pekerjaan yang dapat dilakukan oleh bawahannya.

Manajemen konflik
Hal ini penting dikuasai karena orang-orang yang terlibat kadang-kadang terjadi konflik. Manajer yang baik harus mampu menemukan cara untuk menenangkan keadaan tersebut.

Konsultasi
Tidak ada orang yang bisa tahu segalanya. Sementara manajer menjalankan kantor mungkin menjadi orang yang paling berpengalaman, namun pengetahuan kolektif dan kemanfaatan dari seluruh staf jauh lebih besar manfaatnya. Untuk alasan ini, merupakan ide yang baik bagi manajer untuk berkonsultasi dengan karyawan, terutama ketika membuat keputusan yang mungkin mempengaruhi bagaimana mereka melakukan pekerjaan mereka.

Otokratis

Dalam beberapa situasi, gaya konsultasi dan kerjasama yang santai harus dibuang. Manajer yang baik tahu kapan waktunya untuk mulai mengeluarkan perintah tegas kepada karyawannya. Ini semacam gaya otokratis yang paling sering dibutuhkan saat keadaan darurat atau beberapa situasi yang tak terduga yang membutuhkan penyesuaian yang cepat.


Baca: PEMIMPIN YANG MENGINSPIRASI






Untuk informasi lebih lanjut hubungi:


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Sabtu, 24 Oktober 2015

MODAL BISNIS BUKANLAH HANYA SEBATAS UANG




Banyak para calon pengusaha yang akan memulai bisnis mengeluh tentang modal, padahal nyatanya, modal bisnis bukanlah hanya sebatas uang. Modal dalam bentuk lain yang dibutuhkan untuk membangun bisnis misalnya: niat dan kemauan yang kuat, kepercayaan atau kredibilitas-nama baik, dan jaringan yang kita miliki adalah modal yang mendasar dan paling dibutuhkan selain uang.
Jika Anda berpikir terbuka dan mau berusaha lebih keras, berikut ini, adalah beberapa solusi yang dapat Anda lakukan untuk memulai bisnis:
1. Bayar Mundur
Jika Anda tidak punya uang saat ini. Anda bisa melakukan negosiasi untuk bayar mundur dengan batas waktu tertentu. Biasanya seorang supplier atau mitra bisnis lainnya akan setuju untuk bayar mundur dengan syarat tertentu misalkan jaminan, atau bayar lebih mahal dari harga aslinya. Tapi dengan bayar mundur ini, setidaknya Anda sudah bisa memulai bisnis Anda. Tapi ingat selalu tepati pembayaran sesuai kesepakatan.
2. Barter
Anda tidak punya uang cash untuk usaha Anda, misal membeli barang, sewa tempat dan lain sebagainya. Meskipun terkesan kuno, tapi siapa sangka cara ini masih digunakan oleh banyak pebisnis. Anda bisa tukarkan barang atau sumber daya miliki Anda lainnya dengan barang atau sumber daya miliki partner Anda. Yang terpenting adalah bagaimana cara Anda melakukan negosiasi agar transaksi ini sama sama menguntungkan kedua belah pihak.
3. Kerja sama
Cara ini adalah cara paling umum yang dilakukan para pengusaha pemula yang akhirnya berhasil memulai usahanya. Menjadi seorang pengusaha memang tidak bisa seperti Superman yang semua bisa ditangani sendiri. Dengan bekerja sama Anda bisa saling melengkapi. Jika Anda tidak punya uang, maka bekerjasamalah dengan pihak yang memiliki uang. Bisa investor, patungan dengan teman atau keluarga dan lain sebagainya. Atau Anda bisa juga kerjasama bagi hasil dengan yang punya tempat sehingga Anda tidak perlu bayar sewa. Dan masih lagi bentuk kerja sama lainnya.
4. Mulai dari hal kecil
Negosiasi tidak berhasil, barter tidak ada yang mau, kerjasama juga belum memungkinkan. Maka mulai saja dari hal kecil yang bisa Anda lakukan di usaha itu. Misalkan Anda mulai mencicil peralatan, berjualan dulu dengan jumlah kecil dan lainnya. Menawarkan kerjasama apalagi sifatnya investasi memang masih sedikit rentan apalagi kepada pebisnis pemula yang belum memiliki pengalaman.
Maka dengan Anda memulai bisnis tanpa Anda sadari, investor, mitra bisnis orang orang di sekeliling Anda akan melihat kesungguhan Anda. Maka ketika Anda suatu saat meminta bantuan kerjasama kembali untuk bisnis Anda itu. Pertimbangan mereka bertambah kuat karena melihat kesungguhan Anda dalam memulai bisnis.
5. Gaet Pasarnya dulu
Banyak pengusaha pemula yang terburu buru untuk langsung memiliki bisnis yang besar, produksi ataupun menyewa tempat usaha. Padahal ada suatu usaha yang bisa di lakukan tanpa modal. Ya usaha itu sedang tren saat ini. Menjadi pemasar, menggaet pasar dulu adalah cara terbaik dan termudah dalam memulai usaha. Kita hanya perlu berpromosi jika ada yang membeli Anda bisa meminta uangnya terlebih dahulu atau minimal DP. Lalu baru Anda membeli barangnya, dan Anda bisa mengambil untung dari harga selisih tersebut.
Banyak pengusaha yang memulai bisnisnya dari memasarkan produk atau jasa orang lain terlebih dulu. Bahkan tak sedikit yang menjadi kaya meski tak memiliki produk sendiri dan hanya memasarkan prosuk orang lain. Baru setelah memiliki pasar yang loyal, potensial dan modal yang memadai mereka memproduksi sendiri.

Baca: APAKAH ANDA COCOK MENJADI SEORANG PENGUSAHA?






Untuk informasi lebih lanjut hubungi:


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Jumat, 09 Oktober 2015

BELENGGU TRADISI




John C. Maxwell, seorang penulis best seller, motivator terkenal, dan pembicara hebat bertaraf internasional, pernah menceritakan sebuah cerita menarik tentang konyolnya orang-orang yang terkungkung oleh sebuah tradisi…

Seorang kapten memerintahkan kepada anak buahnya untuk menyiram rumput setiap sore. Tradisi itu sudah berjalan bertahun-tahun lamanya dan tidak ada hari tanpa menyiram rumput di sore hari. Hingga suatu saat turunlah hujan yang sangat lebat di sore itu. Ketika kapten tersebut melakukan inspeksi ternyata ia melihat anak buahnya tidak menyiram rumput. Ia pun segera menghardiknya, “Mengapa tidak menyiram?!!!” Petugas tersebut menjawab, “Tapi Kapten, bukankah sekarang ini sedang hujan dan semua rumput sudah basah?” Sang kapten menjawab sambil berteriak marah, “Memangnya kenapa? Kamu ‘kan bisa menyirami rumput sambil pakai jas hujan?”

Tradisi yang terlanjur membelenggu dan mengungkung pikiran kita memang bisa mematikan akal sehat kita. Kita tidak bisa menganalisa sebuah masalah dengan jernih, tapi hanya bertindak karena rutinitas saja. Itulah yang berbahaya, karena orang-orang seperti ini akan sulit menerima perubahan dan bertindak tanpa memahami hakikat dari apa yang seharusnya dilakukan, sebab semua yang dilakukannya hanya karena tradisi dan rutinitas belaka.

Sering kita mendengar seorang karyawan berkata, “Dari saya pertama kali masuk kerja, caranya ya sudah begitu.” Padahal jika dia mau menerima cara yang baru, pekerjaannya bisa diselesaikan dengan lebih efektif dan efisien. Hanya gara-gara ia terkungkung oleh tradisi, ia menolak hal-hal yang baru.
Kalau kita susah menerima hal baru, maka kita pun sulit untuk maju…

Pada kenyataannya, melakukan perubahan bukanlah hal yang mudah, bahkan untuk sebuah perubahan yang baik sekalipun. Sebagai manusia, kita cenderung mempertahankan status quo dan mempertahankan zona kenyamanan kita. Padahal, di dunia ini tidak ada yang abadi. Yang abadi adalah perubahan itu sendiri, bahwa semua dan segala hal di dunia ini pasti akan berubah!

Baca: APA PERBEDAAN ORANG SUKSES vs ORANG GAGAL?






Untuk informasi lebih lanjut hubungi:


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Rabu, 24 Juni 2015

BERPIKIR BESAR DAN KREATIF




Orang sukses tidak ditentukan oleh agama, warna kulit, gelar akademis, latar belakang keluarga atau hal lainnya; namun diukur berdasarkan besar kecilnya cara berpikirnya. Berapa besar dan kreatif kita berpikir menentukan prestasi kita.

Pemikir besar adalah mereka yang pandai menciptakan gambar yang positif, memandang jauh ke depan, optimis baik di dalam pikiran mereka sendiri maupun orang lain. Untuk berpikir besar kita harus menghasilkan citra atau gambar mental yang positif dan besar. Pemikir besar melatih diri mereka untuk melihat bukan hanya apa yang ada di hadapan mereka, tetapi melihat berbagai kemungkinannya yang baik dan positif.

Banyak orang yang memiliki potensi dan kesempatan untuk maju membiarkan hal-hal kecil yang tidak penting menghambat jalan mereka menuju sukses.

TIPS:
    1. Berkonsentrasilah pada kelebihan yang ada di dalam diri Anda. Anda sesungguhnya lebih baik dari yang Anda duga.
    2. Gunakan kata-kata besar, cerah, dan ceria. Gunakan kata-kata yang mencerminkan kemenangan, harapan, kebahagiaan, dan kegembiraan; hindari kata-kata yang menimbulkan gambaran yang tidak menyenangkan berupa kegagalan, keluhan, atau kesedihan.
    3. Bentangkan visi Anda. Lihat apa kemungkinannya, bukan hanya apa yang ada. Tambahkanlah hal baik dan positif pada diri Anda dan orang-orang yang ada di sekitar Anda.
    4. Dapatkan pandangan yang besar mengenai pekerjaan Anda. Berpikirlah, sungguh-sungguh berpikir bahwa pekerjaan Anda yang sekarang adalah benar-benar penting.
    5. Jangan berpikir tentang hal-hal yang sepele. Fokuskan perhatian Anda pada sasaran yang besar. Sebelum terlibat dalam persoalan kecil, bertanyalah kepada diri sendiri, “Apakah ini benar-benar penting?”


Berpikir kreatif berarti menemukan cara-cara baru yang lebih baik untuk mengerjakan apa saja. Yang penting bukan apa yang Anda ketahui pada waktu Anda memulai, melainkan apa yang Anda pelajari dan Anda gunakan sesudah Anda memulai sebuah pekerjaan.

Keberhasilan besar mensyaratkan orang terus menerus menetapkan standar yang lebih tinggi untuk diri sendiri dan orang lain. Kesuksesan hanya diperuntukkan bagi mereka yang berpendirian: “saya dapat mengerjakannya dengan lebih baik dan lebih banyak’.

Keberhasilan adalah mengerjakan apa yang Anda kerjakan dengan lebih baik (meningkatkan kualitas diri), dan mengerjakan lebih banyak daripada apa yang dapat Anda kerjakan (meningkatkan kapasitas diri).

Mereka yang punya banyak waktu untuk mengomentari orang lain, biasanya adalah orang yang malas mengembangkan dirinya dan hanya jadi komentator.

TIPS:
    1. Percaya bahwa sesuatu dapat dilakukan. Jika Anda percaya sesuatu dapat dilakukan, pikiran Anda akan mencari cara-cara untuk melakukannya. Hapuskan kata “tidak mungkin”, “tidak dapat dikerjakan”, “tidak akan berhasil”, “tidak ada gunanya mencoba” dari pikiran dan pembicaraan Anda.
    2. Bersikaplah menerima gagasan baru. Lakukan eksperimen. Coba pendekatan baru. Bersikaplah progresif dalam semua yang Anda kerjakan.
    3. Bertanyalah kepada diri sendiri setiap hari: “Bagaimana saya dapat bekerja dengan lebih baik?” Tidak ada batas untuk perbaikan diri.
    4. Bertanyalah kepada diri sendiri, “Bagaimana saya dapat bekerja lebih banyak?” Kapasitas adalah keadaan pikiran. Mengajukan pertanyaan ini kepada diri sendiri membuat pikiran Anda bekerja mencari jalan pintas yang cerdik.
    5. Bentangkan pikiran Anda. Dapatkan stimulasi. Bergaul dengan orang yang dapat membantu Anda memikirkan gagasan baru dan cara baru untuk mengerjakan segala sesuatunya.


“BERPIKIR BESAR DAN KREATIF. BERBAGI HAL POSITIF, KEBAIKAN, DAN KEBAHAGIAAN DENGAN ORANG LAIN AKAN MEMBANTU ANDA UNTUK MENDAPATKAN KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK, INDAH, DAN MENARIK…”
(Johanes Budi Walujo)

Baca: THINK BIG





Untuk informasi lebih lanjut hubungi:


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Minggu, 07 Juni 2015

BAGAIMANA CARA MENINGKATKAN KEUNTUNGAN?




Washington DC sangat tidak menyenangkan. Sewaktu duduk di sebuah bangku untuk menunggu bus, saya tidak sabar untuk segera kembali ke Lousiana yang dipenuhi hutan-hutan. Saya seperti duduk di kolam darah yang berada di ujung bangku tersebut dan saya bersiap-siap pergi. Saya benar-benar berharap bahwa orang-orang yang berkujung ke negeri ini tidak menjadikan Washington DC sebagai salah satu tujuannya.

Namun sebelum bus yang saya tunggu datang, saya didekati seorang lelaki tua berpakaian rapi yang menanyakan alamat. Saya katakan bahwa saya tidak mengetahui tempat yang ia cari karena saya sendiri adalah pendatang. Sampai hari ini saya tidak yakin mengapa, namun mulai berbicara seolah-olah kami sudah saling mengenal selama bertahun-tahun.

Kami berbincang-bincang tentang kehidupan, manusia, dan akhirnya percakapan itu berubah menjadi percakapan bisnis. Disinilah lelaki itu melihat sesuatu dalam diri saya, saya kira, yang membuatnya merasa ingin mengungkapkan rahasia besar yang sebelumnya belum pernah dia ceritakan. Ia bilang, banyak orang telah mendengarkannya, namun hampir tak ada yang benar-benar menyimak cerita tersebut, meski hal itu dapat menemukan keuntungan berlimpah kepada oaring-orang yang memanfaatkannya.

Telinga saya mulai bekerja. Sesuatu dalam suaranya seakan-akan menegaskan bahwa ia mengetahui apa yang tengah ia ucapkan. Dan saya sangat ingin mengetahui rahasia apa yang hendak ia ungkapkan. Dia tentu saja merasakan keingintahuan saya karena pada saat itu dia memberi peringatan yang nyaris terdengar seperti sebuah cacian.

Saya berusaha menuliskan kembali percapakan itu sebaik mungkin yang saya ingat…

Lelaki tua: “Jangan membuat kesalahan dengan menghiraukan apa yang saya ucapkan karena mungkin Anda sudah pernah mendengarnya. Saya yakin, setidaknya Anda sudah mendengarkannya satu kali sepanjang hidup. Malah mungkin Anda sudah sangat sering mendengarkannya. Apakah Anda punya keberatan tertentu terhadap agama?”

Saya: “Tidak. Saya tidak mempercayai kata-kata para pengkhotbah atau apa yang mereka sampaikan, tapi saya tahu bahwa Injil mengandung banyak sekali pengetahuan berharga.”

Lelaki tua: “Bagus. Saya tidak mau Anda memotong kata-kata saya karena hal itu tidak berasal dari Injil namun terapannya menjangkau ke balik apa yang dapat dipahami banyak orang. Ini membutuhkan pemikiran yang cermat, pertimbangan yang seksama, agar kekuatannya bisa dirasakan.”

“Rahasia sederhana ini, ketika diterapkan pada dunia bisnis, akan mendatangkan uang. Dengan sangat mudah. Seperti air yang mengalir ke bawah gunung. Bahkan orang yang tolol pun dapat mempraktekkannya dan menjadi kaya. Ketika ini diamalkan pada suatu hubungan, rahasia ini akan menciptakan banyak sekali teman ketimbang yang dapat Anda dapatkan.” (Tersenyum dengan tulus)

Saya: “Apakah itu? Saya sangat penasaran.”

Lelaki tua: “Sabar Bung, sabarlah. Saya tidak akan tergesa-gesa mengungkapkannya karena rahasia ini selalu diulang oleh orang-orang tolol yang tidak mau menghormati atau mengetahui maknanya. Tidak. Saya akan mengungkapkannya dengan cara yang lain. Apa bisnis Anda?”

Saya: “Baiklah. Saya ini tengah mencoba bisnis Penjualan Lewat Surat. Saya memasang iklan dan menjual buku.”

Lelaki tua: “Bagus. Bagus. Saya akan mengatakan kepada anda cara untuk meraup keuntungan dalam bisnis ini. Satu-satunya hal yang Anda butuhkan ialah menciptakan produk yang ingin Anda beli.”

Saya: “Saya kurang paham.”

Lelaki tua: “Anda akan memahaminya.”
“Ketahuilah, Anda adalah sasaran pemasaran bagi diri Anda sendiri. Apa pun yang Anda inginkan, ada ribuan orang yang juga menginginkan hal yang sama. Produk yang Anda cari itu adalah juga produk yang dicari ribuan orang lain.”

“Yang harus dilakukan ialah menciptakan produk yang ingin Anda beli, produk yang dicari oleh diri Anda sendiri. Ketika Anda memiliki produk ini, kata-kata apakah yang ingin Anda dengar dari para sales sehingga Anda tahu bahwa inilah produk yang selama ini Anda cari?”

“Kalau ada orang lain yang menjual produk ini, iklan macam apa yang hendak Anda lihat, apa yang mendorong Anda membeli produk ini? Ketika Anda menemukan jawabannnya, seperti itulah iklan yang ingin Anda buat.”

Saya: “Saya mengerti.” (agak ragu)

Lelaki tua: “Anda lihat penjual yang ada di seberang jalan itu? Pizza. Saya melipatkan keuntungan bisnis tersebut tiga kali lipat hanya dalam waktu sepuluh menit. Itulah cara saya menjalankan bisnis.” (tersenyum)

“Yang akan saya lakukan ialah mendekati penjual itu seperti layaknya pembeli. Saya akan duduk di sana dan membayangkan segala sesuatu yang dapat saya lakukan agar dapat menjaring pelanggan setia. Apa yang saya lakukan agar dapat seperti itu?”

“Ketika saya punya jawaban atas pertanyaan itu, saya akan menerapkannya. Tiap pelanggan akan saya perlakukan dengan cara yang sudah saya bayangkan. Saya jamin, penjualan itu akan meraup keuntungan tiga kali lipat dari pada sekarang.”

Saya: “Saya kira saya tahu…”

Lelaki tua: “Sabar. Anda bahkan belum tahu apa-apa. Itulah yang sering saya temui pada banyak orang. Mereka memotong sesuatu karena melihat dari mana hal itu datang atau karena mereka sudah sering mendengarkannya. Jangan lakukan apa yang dilakukan orang-orang tolol itu. Anda tidak ingin ‘mengetahuinya’ sampai Anda benar-benar mempertimbangkan dan memanfaatkannya.”

Saya: “Baiklah.”

Lelaki tua: “Apa yang saya katakan mengandung kekuatan tersembunyi. Kata-kata sederhana yang digunakan untuk menggambarkannya tidak dapat sepenuhnya menampungnya. Jangan menghakimi, jangan samakan hal itu dengan kata-kata dari para pengkhotbah yang cerewet yang setiap saat mengeluarkan kata-kata bijak tanpa satu pun orang yang peduli.”

“Apa yang tidak diketahui banyak orang ialah cara mengamalkan Hukum itu pada segala sesuatu. Rahasia ini dapat diterapkan pada tiap langkah yang Anda ambil, segala sesuatu yang Anda kerjakan, tiap kata yang Anda ucapkan, dan siapa pun yang mengamalkannya akan beroleh keuntungan.”

“Kalau Anda seorang penulis, tulislah apa pun yang hendak Anda tulis.”
“Kalau Anda seorang sales, juallah apa pun yang hendak Anda jual.”
“Kalau Anda seorang pembicara, utarakanlah apa pun yang hendak Anda utarakan.”
“Kalau Anda menginginkan lebih banyak cinta, maka diri Anda menjadi teman yang Anda inginkan.”

“Sewaktu menerapkan rahasia ini pada segala seuatu yang Anda lakukan, maka akan muncul sebuah keajaiban yang Anda lakukan. Bisnis Anda menguasai pasar, buku yang Anda tulis menjadi buku laris. Kalau Anda pemimpin, Anda akan menarik banyak sekali pengikut yang setia.”

“Apakah Anda menyukainya?”
“Apakah Anda akan meresponnya?”
“Apakah Anda merasakannya?”

“Itulah serangkaian pertanyaan yang harus  Anda ajukan setiap kali Anda mengerjakan atau membuat sesuatu. Anda akan dapat menelusupkan pengaruh Anda ke dalam hati dan benak setiap orang jika Anda terlebih dahulu mempertimbangkan apa pun yang hendak Anda lakukan.”

“Saya rasa Anda sudah mengetahui ungkapan Alkitab yang saya maskud. Tapi kita tak perlu mengulangnya. Cukup pertimbangkan dan amalkan.”

Saya: “Ya saya tahu. Tapi saya tidak pernah membayangkan kalau hal itu bisa diterapkan pada segala hal. Saya juga termasuk golongan orang tolol yang mengabaikannya tanpa pernah memikirkannya sekali pun. Saya betul-betul ingin berterima kasih kepada Anda karena sudah bersedia membagi rahasia ini.”

Lelaki tua: “Sangat menyenangkan berbicara dengan Anda, Bung. Semoga selamat tiba di rumah.”

Dan dia pun pergi. Hal yang mengecewakan ialah ketika saya berada di dalam bus untuk pulang, saya menyadari bahwa saya tidak mengetahui namanya, atau bahkan memperkenalkan nama saya kepadanya. Barangkali dia melihat nama yang tertempel pada tas saya. Saya tidak yakin. Tetapi tidak masalah. Berkat nasihat yang dia berikan, sepanjang 15 tahun ini saya selalu memetik keuntungan bisnis.

Kendati saya tidak begitu menguasai apa yang dinasihatkan oleh si lelaki tua itu, saya tetap dapat menarik banyak keuntungan. Terutama dari internet. Internet menjadi salah satu sarana tempat pengetahuan ini dapat dipraktekkan dengan baik. Banyak orang bertanya apa rahasia saya: “Bagaimana mungkin saya bisa tetap bertahan di sini, dengan produk yang sama, dengan menghadapi seluruh persaingan yang kian ketat, selama bertahun-tahun?”

Rahasia sederhana itu terkait pada jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang senantiasa saya ajukan kepada diri saya sendiri: bagaimana saya akan memperlakukan perusahaan ini? Bagaimana saya akan memandangnya? Apa yang hendak saya dapatkan? Bagaimana saya mengurusnya?

Pertanyaan-pertanyaan sederhana itulah satu-satunya hal yang harus dijawab. Ketika Anda sudah beroleh jawaban, praktekkan jawaban itu dan tunggu apa yang terjadi.

Buatlah sendiri situs yang Anda cari.
Tulislah sendiri buku yang ingin anda baca.
Juallah sesuatu yang ingin Anda beli.
Berbicaralah tentang apa yang hendak Anda dengarkan.
Uruslah sesuatu yang hendak Anda urus.
Buatlah sesuatu untuk orang lain apa yang ingin Anda ciptakan untuk diri sendiri.
Timbulkan gairah pada diri orang lain dengan sesuatu yang menggairahkan Anda.
(Sumber: “A Millionaire’s Secret”, Allen Says)





Untuk informasi lebih lanjut hubungi:


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan