Tampilkan postingan dengan label Pengembangan Diri / Karir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengembangan Diri / Karir. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 April 2017

PEMILIHAN KETUA RT




Dalam pemilihan ketua RT di satu wilayah, tersisa dua kandidat, sebutlah Agus dan Budi.

Agus adalh ketua lama yang mencalonkan diri lagi, selama ini telah membuktikan hasil kerjanya yang baik. Dia seorang yang jujur, pintar, tegas, berani, bicaranya ceplas ceplos bahkan cenderung emosional.

Budi adalah calon ketua baru, dan belum berpengalaman. Orangnya santun dan bicaranya teratur, tampak jujur, pintar dan sabar.

Sebulan sebelum pemilihan dilaksanakan, mereka berdua diberi kesempatan berkampanye, untuk menyampaikan visi dan misinya masing-masing jika terpilih sebagai ketua RT. Keduanya memiliki program kerja yang baik, menjanjikan perbaikan untuk kemajuan dan kesejahteraan bagi seluruh warga.

Pada hari H, hasilnya Budi yang dipilih oleh mayoritas warga menjadi ketua RT yang baru.

Setelah ditelusuri, walaupun Agus selama ini sudah membuktikan hasil kerjanya yang baik, namun karena gaya kepemimpinan dan bicaranya yang ceplas ceplos dan cenderung emosional, ternyata telah menyinggung beberapa orang warganya, dan membuat mereka sakit hati. Barisan sakit hati inilah yang bicara kepada warga lainnya agar tidak memilih Agus. Karena jika Agus terpilih lagi, boleh jadi warga lain tersebut akan mengalami sakit hati seperti yang telah mereka alami.


Kisah di atas membuktikan bahwa IQ (hard skills) saja belum cukup membawa orang meraih kesuksesan. Untuk berhasil dalam kehidupan dan karir maupun bisnis, dibutuhkan juga EQ atau kecerdasan emosional (soft skills). Keterampilan-keterampilan nonteknis sehingga seseorang bisa berkomunikasi dengan efektif, mampu memotivasi diri dan orang lain, membangun tim yang solid, memiliki empati...

Baca: SOFT SKILL vs HARD SKILL






Salam Sejahtera & Sukses Selalu!


Drs. Johanes Budi Walujo
PT. Berkat Akur Nanjaya

HP: 08112332777
WA/Line: 081919132777
Twitter: @johanesbudi_w
Website: https://www.berkatakurnanjaya.com/

Minggu, 09 April 2017

SELF MOTIVATION




Membuat diri sendiri menjadi lebih bermakna, menjadikan diri sendiri lebih nyaman untuk menjalani dan menikmati hidup sekalipun banyak masalah yang harus dihadapi, itulah pribadi yang memiliki motivasi tinggi. Pernahkan Anda sadar bahwa sebenarnya motivasi itu bisa tumbuh dengan subur seperti padi di sawah dalam diri Anda sendiri.

Motivasi merupakan suatu dorongan psikologis yang ada pada tiap manusia. Kita butuh motivasi, namun kita tak sadar bahwa motivasi sebenarnya sudah kita miliki dalam diri sendiri.

Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk memotivasi diri sendiri, meningkatkan motivasi dalam diri. Motivasi masing-masing orang tidak sama, ada yang menginginkan motivasi untuk meningkatkan prestasi belajarnya, ada juga yang memotivasi diri agar bisa memecahkan masalah, dan ada juga yang memotivasi diri sendiri agar bisa mendapatkan kekuasaan.

Motivasi bisa berasal dari berbagai sumber, ada sumber internal dan juga sumber motivasi eksternal. Sumber motivasi internal tersebut merupakan motivasi yang ada dalam diri yang berasal dari pikiran karena adanya rangsangan atau keinginan dari luar.

Motivasi pun kadang muncul karena faktor eksternal. Motivasi bisa muncul dari luar misalnya karena mendengar orang lain berbicara sehingga menimbulkan keinginan untuk mengubah keadaan atau lainnya.

Motivasi ini juga sering disebabkan oleh beberapa bacaan yang memberikan motivasi, karena lingkungan dan juga karena melihat gaya hidup orang lain.
Jika Anda memiliki motivasi internal, lalu apa yang membuat Anda tetap bertahan hingga detik ini untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan? Jika Anda bangun tidur, apa yang pertama kali Anda pikirkan, diri Anda sendiri ataukah orang lain? Jika Anda ingin mendapatkan kesuksesan, apa yang Anda lakukan, mengubah cara lama menjadi cara baru, ataukah mendorong diri Anda untuk lebih aktif dalam pencapaian tujuan atau goal?

Motivasi diri dulu sebelum Anda bertindak, karena kita tidak tahu bagaimana Anda nantinya, jika mental tidak kuat Anda akan jatuh. Motivasi perlu ditingkatkan, motivasi diri perlu dijaga agar tidak hilang. Pada intinya kunci kesuksesan seseorang adalah motivasi yang tinggi pada dirinya terutama motivasi dalam diri.


Berikut beberapa cara meningkatkan motivasi diri:

• Berpikirlah untuk maju
Motivasi bukan untuk membuat pikiran Anda mati, tapi membuat pikiran Anda jauh lebih hidup. Untuk meningkatkan motivasi diri, jangan pernah Anda berpikir bahwa motivasi hanyalah imajinasi belaka yang hilang begitu saja. Motivasi diri amatlah penting untuk membangun kesuksesan Anda, namun motivasi ini memang perlu ditingkatkan. Cara mudahnya adalah dengan berpikir bahwa motivasi bisa membuat Anda maju. Dan pada kenyataannya memang motivasi membuat Anda semakin maju.

Baca: BERHATI-HATILAH DENGAN PIKIRAN ANDA!

• Keberhasilan
Goal atau keberhasilan mencapai tujuan yang Anda inginkan, hal ini adalah salah satu cara untuk membuat motivasi diri Anda semakin menggebu, dari hal ini Anda akan terpicu untuk lebih maju. Goal akan membuat motivasi semakin meningkat, dengan motivasi tujuan Anda akan lebih mudah tercapai. Keberhasilan Anda sebelumnya, hal ini akan memotivasi Anda untuk menjadi berhasil di kemudian hari, bahkan jauh lebih berhasil dan sukses dibandingkan kesuksesan sebelumnya.

Baca: APA KENDALA ORANG TIDAK SUKSES?

• Membaca buku motivasi
Tahukah Anda, satu hari membaca satu buku motivasi yang berbeda, hal ini bisa meningkatkan motivasi diri Anda sendiri. Kita tidak bisa menyalahkan diri sendiri saat masalah datang, namun kita harus berusaha untuk menyelesaikan masalah yang kita hadapi dengan motivasi tinggi. Membaca buku motivasi secara teratur, hal ini akan meningkatkan motivasi diri Anda sendiri bahkan motivasi tersebut akan bertahan lebih lama. Anda bisa membaca buku motivasi apapun yang Anda inginkan, bacalah saat Anda santai dan pikiran tenang, hal ini jauh lebih baik dibandingkan membacanya saat ada masalah saja.

Baca: SIFAT YANG MENJAMIN KESUKSESAN

• Bergaul dengan motivator
Tak ada salahnya jika Anda bergabung dengan motivator agar Anda tidak kehabisan motivasi. Ada cukup banyak manfaat saat Anda bergaul dengan motivator, secara langsung Anda akan mendapatkan motivasi dari mereka, motivasi tersebut akan meningkatkan motivasi pada diri Anda. Bahkan semakin lama Anda bersama mereka, Anda akan menjadi lebih kuat, yakin dengan semua yang Anda lakukan dan pasti Anda akan mudah mencapai kesuksesan.

Baca: CARA MEMOTIVASI DIRI?





Untuk informasi lebih lanjut hubungi:


Drs. Johanes Budi Walujo
PT. Berkat Akur Nanjaya

HP: 08112332777
WA/Line: 081919132777
Twitter: @johanesbudi_w
Website: https://www.berkatakurnanjaya.com/

Jumat, 07 April 2017

POSITIVE MENTAL ATTITUE BUILDING




Yang dimaksud dengan Sikap Mental adalah pendirian, pola pikir, pandangan atau tanggapan terhadap sesuatu. Sesuatu dalam hubungannya dengan karyawan adalah pekerjaan, yaitu sikap mental karyawan terhadap pekerjaannya. Pendirian atau pendapat yang ada di dalam pemikirannya.
Baca: BEKERJA DENGAN HATI


Bagaimana cara mengetahuinya seseorang memiliki sikap mental yang positif?
Kita bisa melihat dari cara bicara, tingkah laku, dan perbuatannya. Di bawah ini disajikan beberapa penelusuran dari tingkah laku sebagai ungkapan dari sikap mental:

SIKAP MENTAL TINGKAH LAKU
a. Bertanggung jawab
            ·       mengerjakan tugas dengan baik
            ·       mau menerima kritik dan memperbaiki diri
            ·       tidak membiarkan pekerjaan terlantar
            ·       tidak boros dengan waktu dsb
b. Tekun
            ·       bersungguh-sungguh mengerjakan tugas
            ·       tidak mengeluh menghadapi kesulitan
            ·       selalu mengusahakan perbaikan dsb
c. Loyal
            ·       menjaga nama baik perusahaan
            ·       menjaga rahasia perusahaan
            ·       patuh terhadap perintah dsb
d. Ingin maju
            ·       mau menerima kritik untuk perbaikan
            ·       mengembangkan sikap berinisiatif
            ·       bersedia dipindahkan atau mau mengerjakan pekerjaan lain
            ·       menerima dengan senang hati tambahan pekerjaan
            ·       mau menerima tanggung jawab dsb
e. Kerja sama
            ·       mengerti kesulitan orang dan menunjukkan solidaritas
            ·       membantu kesulitan kawan dengan tulus
            ·       ikut serta di dalam kegiatan sosial dsb


Bagaimana dengan sikap mental yang negatif?
Sikap mental yang negatif adalah kebalikan dari sikap mental positif. Sikap mental yang buruk ini juga dapat dilihat atau diketahui dari tingkah laku seseorang.
Misalnya:
      ·       tidak bertanggung jawab kerja asal jadi, sengaja membuat salah, menutupi atau menyembunyikan kesalahan dsb.
      ·       tidak tekun sering mengeluh, minta pindah ke tempat lain (yang diperkirakan lebih enak), masa bodoh dsb.
      ·       tidak loyal tidak disiplin, sering terlambat masuk kerja, suka mangkir, membocorkan rahasia perusahaan dsb.


Kenapa ada karyawan yang mempunyai sikap mental yang negatif?
Pada dasarnya, karyawan yang memiliki sikap mental negatif adalah karena dua sebab, yaitu:
    1.   Kurang tahu atau tidak tahu mengenai pekerjaannya. Kurang tahu mengenai pentingnya tanggung jawab, ketekunan, loyalitas, kerja sama, dan sebagainya. Karena tidak tahu atau kurang tahu, maka karyawan merasa khawatir atau takut salah melakukan pekerjaan. Mereka mencari yang aman. Akibatnya bersikap menolak atau keberatan.
    2.   Perlakuan yang tidak tepat. Hal ini bisa berupa teguran, perintah, panggilan dan sebagainya.

Orang yang tahu atau tidak tahu, dapat diberitahu, dengan diberi penjelasan, atau dididik, dilatih atau ditraining.
Sedangkan sebab yang kedua bersangkutan dengan kebijaksanaan perusahaan, perlakuan pimpinan dan perilaku, contoh buruk yang diberikan oleh pimpinan secara langsung atau tidak langsung.

Dalam hal kebijakan perusahaan yang dirasa tidak adil dan sebagainya, tentu sebaiknya kebijakan itu ditinjau kembali. Dalam hal perilaku pimpinan, tentu pimpinan hendaklah melakukan introspeksi, dan koreksi diri. Pimpinan harus sadar bahwa dia dianggap sebagai contoh. Dipakai sebagai ukuran. Di dalam hal perlakuan pimpinan ini cukup rumit.

Perlakuan pimpinan itu biasanya diexpresikan dalam bentuk pendekatan, atau komunikasi. Karyawan biasanya merasa diperlakukan secara kasar, atau diperlakukan secara tidak adil, atau diperlakukan seperti anak kecil. Bagaimana bentuk perlakuan itu? Dalam bentuk dan cara berkomunikasi, pimpinan hendaknya mempelajari cara-cara berkomunikasi sehingga melakukan komunikasi secara efektif. Tidak terjadi salah tafsir, miskomunikasi. Dia pun memahami tingkah laku dan sifat-sifat bawahannya.


Tugas Pimpinan
Apa yang harus dilakukan? Yang pertama dan utama adalah jangan sampai pimpinan menyebabkan timbulnya sikap mental yang kurang baik pada karyawan. Jangan berperilaku yang kurang terpuji. Berkomunikasilah dengan baik, perlakukanlah karyawan dengan jujur dan adil.
Selanjutnya pimpinan hendaklah selalu memberikan dorongan kepada karyawan untuk maju. Memotivasi karyawan agar bersemangat melakukan pekerjaan. Bersemangat untuk maju. Bersemangat untuk menghasilkan sesuatu yang lebih banyak, lebih baik, dan lebih efisien. Nasehat dan bimbingan perlu diberikan. Semboyan, pepatah atau motto, perlu digalakkan agar memasyarakat dan menjadi “way of life” karyawan, misalnya:
– Tuhan tidak mentakdirkan kita miskin.
– Dimana ada kemauan di situ ada jalan.
– Anda bisa, kalau
Anda mau.
– Sesungguhnya di balik kesulitan selalu ada jalan.
– Hari ini lebih baik dari kemarin, besok lebih baik dari hari ini.
– Sikap
Anda sekarang menentukan masa depan Anda.

Pimpinan harus bisa mendidik dan mengajar. Dan yang paling penting adalah kita, pimpinan yang melaksanakan apa saja yang kita ajarkan dan kita katakan kepada orang lain.

Baca: PEMIMPIN YANG MEMBAWA PERUBANAN





Untuk informasi lebih lanjut hubungi:


Drs. Johanes Budi Walujo
PT. Berkat Akur Nanjaya

HP: 08112332777
WA/Line: 081919132777
Twitter: @johanesbudi_w
Website: https://www.berkatakurnanjaya.com/

Rabu, 30 November 2016

RAKUS, ITULAH AKIBATNYA!



Alkisah...

Suatu ketika seorang petani naik sepeda untuk menjual hasilnya ke kota. Jarak dari desa ke kota kurang lebih 30 km. Saat pulang, siang itu sangat panas terik. Sesampainya di rumah, di atas meja makan ada segelas es sirup yang dingin. Langsung es sirup tersebut dia minum, terasa segar rasanya hingga menghilangkan sebagian penatnya.
Keesokan hari, saat dia pulang menjual hasil ladangnya, dia teringat kalau kemarin dia minum segelas es sirup badannya akan segar kembali. Sesampainya di rumah dia langsung ambil sebotol sirup dan seember air dingin.
Karena dia pikir kalau segelas es sirup bisa menghilangkan dahaga dan sedikit rasa lelah, kalau seember pasti akan membuat seluruh badannya menjadi segar bugar.
Ternyata... bukannya segar bugar, tapi malah sakit perut!

Belajarlah bersyukur atas apa yang telah kita capai...
RAKUS, ITULAH AKIBATNYA!!!

Baca: HIDUP DENGAN TIGA LANGKAH SEDERHANA...





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Sabtu, 22 Oktober 2016

HINDARI INI SAAT ANDA BERKARIR




Manusia memang tidak akan pernah lepas dari melakukan kesalahan. Namun, sedapat mungkin kita harus berusaha untuk menghindar dari kesalahan yang mungkin terjadi. Dengan menghindari beberapa kesalahan di bawah ini, dan fokus terhadap pekerjaaan, maka Anda bisa tenang dalam meniti karir.

Berikut adalah kesalahan umum yang sering terjadi:

Terjebak dalam Zona Nyaman
Ketika Anda telah berada di posisi atau jabatan yang sama dalam beberapa tahun, dan mulai merasakan kenyamanan dalam bekerja sehingga tidak bersemangat lagi untuk bergerak maju, itu artinya Anda sudah masuk ke dalam zona nyaman. Zona nyaman atau comfort zone memang menyenangkan, namun berhati-hatilah karena berada di comfort zone ini bisa membuat Anda terlena sehingga enggan untuk bergerak maju.

Tidak Memandang Luas
Memahami betul apa yang ingin perusahaan capai merupakan salah satu cara penting agar dapat mengetahui peranmu dalam bekerja, dan pencapaian apa yang harus Anda raih agar target perusahaan bisa tercapai. Dengan memiliki pengertian dan pemahaman apa yang menjadi target perusahaan, Anda bisa menggali lebih dalam lagi apa tujuan Anda direkrut dan passion dalam bekerja, yang berarti hal ini juga turut membawamu menuju pintu kesuksesan.

Membuang Kesempatan
Dunia bisnis kadang merupakan dunia yang kecil dan reputasi serta image merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan AndaNetworking dan rekomendasi rekan yang mengenal Anda merupakan salah satu hal penunjang pencapaian kesuksesan karir Anda. Dengan membuang kesempatan untuk networking, bisa saja Anda kehilangan kesempatan berkarir di perusahaan yang baik.

Bekerja dan Karir Tidak Seimbang
Hal yang pertama untuk mencapai kesuksesan dalam berkarir adalah Anda harus enjoy dalam bekerja dan getting work-life balance. Dengan menyeimbangkan kehidupan bekerja dan berkarir akan sangat membantu Anda untuk mencapai kesuksesan yang menjadi tujuan Anda. Bekerja memang penting namun apabila Anda tidak happy sama sekali dalam bekerja maka pekerjaanmu akan menjadi sia-sia.

Tidak Membatasi Kehidupan Pribadi dan Profesional
Sering kali, keakraban yang terjalin di antara para rekan kerja memang bagus. Namun, tetap pastikan untuk selalu bersikap profesional saat di kantor. Dengan membatasi antara kehidupan pribadi dan profesional Anda bisa bekerja maksimal di kantor, dan akan mendapat image sebagai seorang profesional pula.

Melihat Rumput Tetangga Lebih Hijau
Sebelum memutuskan untuk berhenti bekerja, tanyakan kepada diri sendiri kenapa Anda memutuskan hal tersebut. Biasanya, menganggap pekerjaan orang lebih lebih menyenangkan dibanding diri sendiri akan membawa kepada kekecewaan. Percayalah, pekerjaan dan situasi orang lain tidak lebih baik dari kita, dan bersikap rendah diri akan membawa masalah baru. Sebelum Anda mulai mencari pekerjaan baru, Anda harus memastikan bahwa hal tersebut bukanlah sebagai pelarian dari rasa kekecewaan yang Anda rasakan.

Tidak Memperbarui Kemampuan
Selalu up date dengan teknologi terkini adalah hal penting untuk memastikan bahwa kemampua Anda semakin berkembang. Gagal dalam mengikuti perkembangan zaman dan teknologi berarti gagal pula untuk mencapai kesuksesan karir, karena setiap harinya para pesaing Anda memperbarui kemampuan mereka.

Tidak Berani Mengambil Risiko
Setelah bekerja di dunia industri yang sama, Anda telah mempunyai pengalaman dan pelajaran yang cukup banyak dalam industri tersebut. Sehingga, ketika dihadapkan dalam suatu situasi, Anda bisa memanfaatkan pengalaman dan pemahaman yang Anda miliki untuk mengambil keputusan. Dengan begitu, Anda bisa menghindar dari rasa penyesalan yang mungkin bisa datang di masa depan.

Tidak Dapat Membuat Prioritas
Hal terpenting lainnya ketika bekerja adalah Anda harus bisa untuk membuat priority list dari project yang sedang Anda kerjakan. Fokuskan pekerjaanmu kepada project yang memiliki value tinggi. Value tersebut bisa berupa project yang membawa revenue paling tinggi dan membuat bisnis perusahaan berkembang. Pekerjaan yang bisa membawa impact besar terhadap bisnis perusahaan tentulah akan membuat lebih bersemangat untuk menyelesaikannya.

Tidak Percaya Diri
Kehilangan kepercayaan diri adalah hal yang sangat berbahaya, karena saat Anda tidak percaya diri sendiri maka rekan kerja Anda pun juga tidak percaya kepada Anda. Kehilangan kepercayaan diri? Timbulkan lagi kepercayaan diri Anda dengan mengingat pencapaian yang telah Anda raih sebelumnya. Ingatlah bahwa Anda lebih hebat dari pada pemikiran yang Anda tanamkan kepada dirimu sendiri.






Untuk informasi lebih lanjut hubungi:


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan