Tampilkan postingan dengan label Leadership skills. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Leadership skills. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 April 2017

MEMIMPIN DENGAN HATI




"KEPEMIMPINAN ADALAH SUATU KEMAMPUAN UNTUK MEMUTUSKAN APA YANG PERLU UNTUK DILAKUKAN, DAN KEMUDIAN MEMBUAT ORANG LAIN MELAKUKANNYA."
(Dwight D. Eisenhower)


Kononsetelah memenangkan sebuah peperangan, Raja Alexander Agung beserta para panglima dan ribuan prajuritnya untuk kembali ke kerajaannya harus melewati gurun pasir yang luas.

Udara panas dan kering telah mematikan beberapa orang prajuritnya yang tidak dapat bertahan dalam cuaca yang sangat ekstrim di gurun tersebut. Persediaan air minum pun makin menipis, dan akhirnya sampai kehabisan.

Dalam kondisi itu, para panglima berhasil mengumpulkan air dari tetesan wadah air hingga menjadi 1 botol, lalu diserahkan kepada Sang Raja agar tidak mati kehausan.

Sang Raja membuang air itu ke tanah sambil berkata, "Air ini tidak cukup untuk kita minum bersama, mari kita lanjutkan perjalanan kembali ke kerajaan dan rayakan kemenangan ini.”

Inilah yang dimaksud Memimpin Dengan Hati...dan karena itulah para panglima dan prajuritnya mau berjuang dan berperang, bahkan rela mati demi Sang Raja!
Baca: PEMIMPIN YANG MENGINSPIRASI

Di kehidupan sekarang ini, ada banyak pemimpin yang hanya minta dilayani. Pemimpin yang membodohi, membohongi, dan memanfaatkan anak buahnya. Jangankan memimpin orang lain, memimpin diri sendiri saja mereka tidak mampu. Dan tentu mereka gagal menjadi seorang pemimpin.

Pemimpin artinya bukan hanya sekedar menyandang sebuah jabatan. Lebih dari itu adalah menjalankan fungsi, tugas, dan tanggung jawab serta kewajiban yang melekat pada jabatannya itu dengan baik dan benar.

Menjadi seorang pemimpin adalah panggilan jiwa untuk mau melayani dan sekaligus mampu mendorong orang lain untuk maju, tumbuh, dan berkembang...





Untuk informasi lebih lanjut hubungi:


Drs. Johanes Budi Walujo
PT. Berkat Akur Nanjaya

HP: 08112332777
WA/Line: 081919132777
Twitter: @johanesbudi_w
Website: https://www.berkatakurnanjaya.com/

Sabtu, 08 April 2017

MANFAAT TRAINING LEADERSHIP




Perusahaan adalah sebuah organisasi yang terstruktur rapi untuk mencapai tujuan tertentu. Karena bentuknya struktur resmi, maka perusahaan membutuhkan pemimpin yang berkompeten dan memiliki pengetahuan dalam mengatur semua karyawan yang berada di bawahnya.

Leadership atau Kepemimpinan adalah sebuah seni atau gaya yang bisa dipelajari oleh siapa saja. Kepemimpinan adalah sebuah seni dalam menggerakkan roda organisasi sehingga terus bergerak menuju ke arah yang sudah ditetapkan sebelumnya.
Baca: SEGALA SESUATU TERGANTUNG KEPEMIMPINAN

Sudah menjadi tugas para pemimpin di perusahaan untuk membina dan mengarahkan anak buahnya agar selalu bekerja dengan baik dan benar.
Pemimpin yang baik juga harus bisa mengayomi dan melindungi anak buahnya agar merasa selalu aman ketika bekerja. Untuk mencetak pemimpin-pemimpin perusahaan yang kompeten seperti ini dibutuhkan Training Leadership yang akan membantu meningkatkan jiwa kepemimpinan dari dalam diri karyawan.
Tidak bisa dipungkiri bahwa dalam setiap perusahaan akan selalu ada pergantian posisi dikarenakan pengunduran diri, pemecatan, atau pensiun. Untuk mengisi posisi yang ditinggalkan oleh karyawan lama biasanya perusahaan akan memberikan promosi berupa kenaikan jabatan bagi karyawan yang sudah dianggap mampu dan sudah memiliki pengalaman yang cukup.

Salah satu posisi yang biasanya ditawarkan adalah posisi-posisi pemimpin seperti kepala cabang, kepala divisi, atau bahkan direktur. Kadang kemampuan manajerial dan pengalaman seorang karyawan sudah memenuhi syarat untuk diangkat menjadi seorang pemimpin di perusahaan, namun ada baiknya jika perusahaan tetap memberikan Training Leadership kepada keryawan tersebut karena pelatihan kepemimpinan ini dapat memberikan beragam manfaat positif seperti:
  1. Pemimpin merupakan produk ciptaan dan bukan merupakan sebuah bakat atau anugerah yang datang begitu saja. Pemimpin bisa terbentuk melalui pengalaman seperti contohnya adalah para pelatih olahraga. Namun, hanya mengandalkan pengalaman saja tidak cukup, hal inilah yang menjadi alasan kenapa pelatih-pelatih olahraga tersebut biasanya akan menjalani Training Leadership dan kepelatihan sebelum mendapatkan lisensi melatih. Hal yang sama juga berlaku untuk perusahaan. Sebelum mulai menjalankan tugasnya sebagai pemimpin, alangkah baiknya jika perusahaan memberikan bekal berupa pelatihan kepemimpinan kepada karyawan tersebut.
  2. Pemimpin tidak hanya dituntut bisa mengatur anak buahnya namun juga bisa melakukan pendekatan psikologis agar semua bawahan bisa senang berada di bawah kepemimpinannya. Masalah psikologis bawahan ini nantinya bisa didapatkan oleh karyawan selama menjalani training kepemimpinan.
  3. Biasanya pelatihan kepemimpinan akan disesuaikan dengan jenis industri atau jenis bisnis dimana karyawan tersebut bekerja. Training leadership untuk industri bidang produksi tentunya berbeda dengan pelatihan kepemimpinan untuk industri di bidang jasa. Dengan training yang bisa disesuaikan dengan industri atau bisnis dimana dia bekerja, maka karyawan tersebut akan bisa lebih memahami perusahaan tempatnya bekerja dengan lebih baik.
  4. Tujuan utama dari Training Leadership adalah untuk mempersiapkan seorang karyawan yang nantinya akan membawahi banyak orang untuk mewujudkan tujuan perusahaan. Berdasarkan hal ini tugas utama seorang pemimpin di perusahaan adalah untuk meningkatkan produktivitas bawahannya agar bisa memberikan keuntungan bagi perusahaan secara maksimal. Pelatihan kepemimpinan akan mengajarkan teknik-teknik memotivasi dan mendorong produktivitas bawahan tanpa harus membuat mereka menjadi tertekan atau stres.
  5. Akan selalu ada tren atau teknologi terbaru dalam dunia bisnis dan industri. Selain dipelajari sendiri melalui berbagai media, tren dan teknik terbaru di dunia industri dan bisnis, hal ini bisa dipelajari melalui pelatihan kepemimpinan. Melalui pelatihan kepemimpinan ini juga seorang calon pemimpin di perusahaan akan diajarkan bagaimana untuk selalu mengikuti tren-tren yang sedang berkembang di dunia industri dan bisnis agar perusahaan tidak ketinggalan dengan para pesaingnya.
  6. Statistik menyebutkan bahwa karyawan yang telah mengikuti pelatihan kepemimpinan dapat membaca dampak yang positif bagi produktivitas perusahaan. Data statistik menyebutkan bahwa ada peningkatan rata-rata sebesar 600% atau enam kali lipat produktivitas perusahaan jika para pemimpinnya mengikuti training kepemimpinan. Hal ini tentunya merupakan hasil statistik yang sangat menggembirakan.


Dalam sebuah Training Leadership biasanya akan ada beberapa materi utama yang akan disampaikan kepada peserta training diantaranya adalah:
  1. Materi pembentukan dan pengembangan karakter untuk mencetak seorang pemimpin yang berwibawa, tegas, disegani, namun tetap bisa memotivasi dan mengayomi semua anak buahnya.
  2. Peserta bisa belajar segala aspek mengenai kepemimpinan diantaranya adalah konsisten terhadap visi dan misi perusahaan, cara memanfaatkan potensi yang ada untuk mencapai tujuan, hingga ilmu management waktu dan sumber daya manusia.
  3. Pemimpin harus kreatif. Training Leadership akan membantu peserta dalam mengeluarkan sisi kreatif mereka ketika menghadapi sebuah masalah.
  4. Menjadi pemimpin yang baik berarti harus memahami dan mengerti kode etik kepemimpinan. Kode etik kepemimpinan ini merupakan prinsip moral dan hukum yang harus dipatuhi oleh semua pemimpin agar selama menjalankan tugasnya pemimpin tersebut tidak menyimpang dari peraturan perusahaan, SOP, norma di masyarakat, hukum yang berlaku, hingga budaya organisasi.






Untuk informasi lebih lanjut hubungi:


Drs. Johanes Budi Walujo
PT. Berkat Akur Nanjaya

HP: 08112332777
WA/Line: 081919132777
Twitter: @johanesbudi_w
Website: https://www.berkatakurnanjaya.com/

Kamis, 06 April 2017

COACHING & COUNSELING SKILLS




Definisi Coaching dan Counseling

Coaching berarti proses mengarahkan dari seorang manager untuk melatih dan mengorientasikan seorang karyawan untuk menghadapi realitas lingkungan pekerjaan, dan membantu karyawan menghilangkan kendala-kendala untuk mencapai kinerja yang optimal.

Sementara counseling berarti suatu proses yang mendukung dari seorang manager untuk membantu seorang karyawan mendefinisikan dan mengatasi masalah pribadi atau perubahan organisasi yang dapat mempengaruhi kinerja.

Kalau coaching lebih ditujukan pada karyawan yang memiliki tantangan dalam aspek pengetahuan dan ketrampilan yang berkaitan dengan tugas serta tanggungjawabnya sebagai pegawai. Sementara counseling lebih berkaitan dengan masalah pribadi karyawan.

Terdapat empat tahapan dalam melakukan coaching and counseling diawali dengan tahap pendahuluan. Jika Anda yang meminta pertemuan ini, sampaikan maksud pertemuan dengan jelas. Sampaikan juga tujuan pertemuan yang ingin dicapai.

Tahap berikutnya adalah menjelaskan masalah. Pada tahap ini, jelaskan mengenai masalah kinerja yang akhir-akhir ini terjadi. Jelaskan dengan spesifik disertai dengan contoh-contoh atau bukti perilaku yang konkrit, dan lalu uraikan dampak masalah terhadap kinerja rekan-rekannya dan juga kinerja unit secara keseluruhan.

Dalam tahap berikutnya adalah untuk menggali masalah, berikan kesempatan kepada karyawan untuk memberikan komentarnya atas penjelasan yang telah Anda berikan. Kemudian, diskusikan penyebab masalah kinerja dengannya. Ajukan sejumlah pertanyaan untuk menggali akar penyebab masalah kinerja.

Selanjutnya kita perlu melakukan tahap keempat, yaitu mengenai tindakan koreksi. Dalam tahap ini, sampaikan:
  • Standar kinerja yang Anda harapkan, dan selama ini ternyata belum dapat tercapai dengan memuaskan.
  •  Menggali gagasan atau melakukan tukar pikiran guna mencari solusi. Tentukan solusi yang SMART (Spesific, Measurable, Attainable, Realistic, and Timely).
  • Dapatkan ide solusi dari karyawan Anda.

Setelah tahapan di atas, maka dilanjutkan dengan menyusun rencana tindakan perbaikan untuk mengatasi masalah yang ada. Dalam konteks ini, penting sekali untuk memberikan komitmen dan dukungan kita dalam implementasi rencana tindakan perbaikan. Kemudian sesi ditutup dengan meringkaskan inti dari pembicaraan, khususnya rencana tindakan yang disetujui. Lalu tutuplah pertemuan dengan nada positif.

Tunjukkan kepercayaan Anda bahwa karyawan Anda akan bisa melakukan peningkatan kinerja. Yang paling penting adalah kita kemudian harus menindaklanjuti pertemuan dengan memantau pelaksanaan rencana tindakan perbaikan.





Untuk informasi lebih lanjut hubungi:


Drs. Johanes Budi Walujo
PT. Berkat Akur Nanjaya

HP: 08112332777
WA/Line: 081919132777
Twitter: @johanesbudi_w
Website: https://www.berkatakurnanjaya.com/

Senin, 06 Maret 2017

MENJADI PEMIMPIN YANG BAIK





Semuanya tergantung pada KEPEMIMPINAN...
Setiap orang HARUS menjadi Pemimpin, minimal bagi dirinya sendiri.
Ketika seseorang tidak bisa memimpin dirinya sendiri, kita TIDAK DAPAT BERHARAP dia mampu memimpin orang lain.
Di keluarga membutuhkan seorang Pemimpin.
Dalam organisasi sangat dibutuhkan seorang Pemimpin.
Semuanya membutuhkan Pemimpin.


Menjadi Pemimpin BUKAN harus pintar dengan cara MEMBODOHI ORANG LAIN.
Menjadi Pemimpin BUKAN harus benar dengan cara MENYALAHKAN ORANG LAIN.
Seorang Pemimpin BUKAN harus orang besar yang suka MENGERDILKAN ORANG LAIN.
Seorang Pemimpin BUKAN harus pandai bicara
, tapi TIDAK MEMBERI TELADAN BAGI ORANG LAIN.
Menjadi Pemimpin BUKAN minta dihargai dan dihormati,
tetapi TIDAK MAU MENGHARGAI DAN MENGHORMATI ORANG LAIN.
Baca: PEMIMPIN YANG MEMBAWA PERUBAHAN


Menjadi Pemimpin juga DITUNTUT sebelum bicara, PIKIR...
Apakah untuk KEBAIKAN?
Apakah untuk KEBENARAN?
Apakah untuk KEADILAN?
Apakah untuk KEMAJUAN?
Apakah untuk KEGEMBIRAAN?
Apakah untuk KEBERHASILAN?
Apakah untuk KEBAHAGIAAN?


Jika BUKAN UNTUK HAL YANG POSITIF, LEBIH BAIK DIAM!
Seorang Pemimpin tentu tidak mau para Pengikutnya menjadi DEMOTIVASI dan TIDAK PRODUKTIF.


Memang TIDAK MUDAH menjadi seorang Pemimpin, tapi SETIAP ORANG BISA BELAJAR UNTUK MENJADI PEMIMPIN YANG BAIK DAN BIJAK, juga tidak harus menjadi manusia yang sempurna.

Jadi, marilah kita menjadi seorang Pemimpin yang baik dan bijak...



Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
PT. Berkat Akur Nanjaya

HP: 08112332777
WA/Line: 081919132777
Twitter: @johanesbudi_w
Website: https://www.berkatakurnanjaya.com/

Minggu, 27 November 2016

PEMIMPIN vs MANAJER




Untuk Apa menjadi Pemimpin?

Menjadi seorang Pemimpin tentu akan mendatangkan keuntungan. Jika tidak, niscaya tidak akan ada banyak orang yang ingin menjadi Pemimpin. Baik pemimpin perusahaan, pemimpin organisasi sosial, atau menjadi Pemimpin apapun tentu akan memperoleh keuntungan. Keuntungan dalam bentuk materi maupun keuntungan non materi, seperti kekuasaan atau wewenang dan prestise. Pemimpin akan dihormati oleh banyak orang, memiliki posisi menguntungkan untuk membantu orang lain, dan pada akhirnya Pemimpin akan senang dengan posisi serta pekerjaannya.

Kepemimpinan sangat berperan besar dalam sukses pribadi dan organisasi atau perusahaan Anda. Jadi tidak percuma bila Anda menjawab pertanyaan, “Untuk Apa menjadi Pemimpin?”

Perbedaan antara Pemimpin dan Manajer
Pemimpin tidak sama dengan Manajer. Secara mendalam Anda perlu memahami perberbedaan antara Kepemimpinan dan Manajemen. Manajemen secara garis besar yaitu merencanakan, mengorganisasikan, memimpin, dan mengontrol. Seorang Manajer akan lebih banyak melakukan aktivitas dalam hal perencanaan, pengorganisasian, dan pengendalian yang berfokus pada keseimbangan dan stabilitas sebuah organisasi atau perusahaan. Sedangkan Kepemimpinan adalah berusaha menciptakan perubahan dan perbedaaan positif bagi perusahaan. Pemimpin yang efektif akan menginspirasi orang lain untuk bekerja keras, sedangkan Manajer akan memastikan orang lain dibayar sesuai dengan pekerjaannya.


Mari kita telusuri lebih mendalam perbedaannya:
o   Manajemen lebih formal dan ilmiah daripada Kepemimpinan, dan Manajer akan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan secara efektif.
o   Manajemen menggunakan alat dan teknik yang jelas berdasarkan analisa dan uji coba, sedangkan Kepemimpinan menggunakan teknik yang kurang eksplisit (non teknik).
o   Kepemimpinan membutuhkan orang agar terlibat dan dapat bekerja sama, serta memberikan motivasi dalam tim kerja tersebut.
o   Pemimpin sering kali harus menunjukkan semangat, hasrat dan inspirasi kepada orang lain agar mencapai kinerja maksimal. Manajemen tidak banyak melibatkan emosi, dan lebih konservatif dalam pencapaian tujuan.
o   Pemimpin sering menggunakan imajinasi dan kreatifitas dalam sebuah perubahan, sedangkan Manajer akan memanfaatkan cara standar dan mapan dalam penyelesaian masalah.
o   Kontribusi seorang Pemimpin adalah menciptakan visi organisasi atau perusahaan dengan menspesifikasikan tujuan yang luas dan strategi yang hebat untuk mencapai visi tersebut. Sedangkan kontribusi seorang Manajer adalah implementasi dari visi tersebut.
o   Pemimpin juga menghabiskan waktunya untuk melakukan aktivitas yang produktif, seperti mendengarkan langsung keluhan konsumen, melayani kebutuhan karyawan lapangan, mendengarkan pendapat dan bertukar saran dengan rekanan.

Berdasarkan uraian di atas, jangan meremehkan aktivitas Manajemen hanya karena Anda menganggap Kepemimpinan sangat penting. Dalam sebuah organisasi, walaupun orang perlu diberi inspirasi, motivasi, dibujuk dan dipengaruhi, namun mereka juga harus dikelola dengan baik.
Kepemimpinan dalam sebuah perusahaan adalah bagian integral dan tak terpisahkan dari Manajemen, tetapi Kepemimpinan tidak dapat menggantikan peran Manajemen. Anda butuh Pemimpin dan Manajer sekaligus untuk mencapai visi organisasi atau perusahaan Anda.




Untuk informasi lebih lanjut hubungi:

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan