Tampilkan postingan dengan label Motivation. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivation. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 April 2017

SELF MOTIVATION




Membuat diri sendiri menjadi lebih bermakna, menjadikan diri sendiri lebih nyaman untuk menjalani dan menikmati hidup sekalipun banyak masalah yang harus dihadapi, itulah pribadi yang memiliki motivasi tinggi. Pernahkan Anda sadar bahwa sebenarnya motivasi itu bisa tumbuh dengan subur seperti padi di sawah dalam diri Anda sendiri.

Motivasi merupakan suatu dorongan psikologis yang ada pada tiap manusia. Kita butuh motivasi, namun kita tak sadar bahwa motivasi sebenarnya sudah kita miliki dalam diri sendiri.

Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk memotivasi diri sendiri, meningkatkan motivasi dalam diri. Motivasi masing-masing orang tidak sama, ada yang menginginkan motivasi untuk meningkatkan prestasi belajarnya, ada juga yang memotivasi diri agar bisa memecahkan masalah, dan ada juga yang memotivasi diri sendiri agar bisa mendapatkan kekuasaan.

Motivasi bisa berasal dari berbagai sumber, ada sumber internal dan juga sumber motivasi eksternal. Sumber motivasi internal tersebut merupakan motivasi yang ada dalam diri yang berasal dari pikiran karena adanya rangsangan atau keinginan dari luar.

Motivasi pun kadang muncul karena faktor eksternal. Motivasi bisa muncul dari luar misalnya karena mendengar orang lain berbicara sehingga menimbulkan keinginan untuk mengubah keadaan atau lainnya.

Motivasi ini juga sering disebabkan oleh beberapa bacaan yang memberikan motivasi, karena lingkungan dan juga karena melihat gaya hidup orang lain.
Jika Anda memiliki motivasi internal, lalu apa yang membuat Anda tetap bertahan hingga detik ini untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan? Jika Anda bangun tidur, apa yang pertama kali Anda pikirkan, diri Anda sendiri ataukah orang lain? Jika Anda ingin mendapatkan kesuksesan, apa yang Anda lakukan, mengubah cara lama menjadi cara baru, ataukah mendorong diri Anda untuk lebih aktif dalam pencapaian tujuan atau goal?

Motivasi diri dulu sebelum Anda bertindak, karena kita tidak tahu bagaimana Anda nantinya, jika mental tidak kuat Anda akan jatuh. Motivasi perlu ditingkatkan, motivasi diri perlu dijaga agar tidak hilang. Pada intinya kunci kesuksesan seseorang adalah motivasi yang tinggi pada dirinya terutama motivasi dalam diri.


Berikut beberapa cara meningkatkan motivasi diri:

• Berpikirlah untuk maju
Motivasi bukan untuk membuat pikiran Anda mati, tapi membuat pikiran Anda jauh lebih hidup. Untuk meningkatkan motivasi diri, jangan pernah Anda berpikir bahwa motivasi hanyalah imajinasi belaka yang hilang begitu saja. Motivasi diri amatlah penting untuk membangun kesuksesan Anda, namun motivasi ini memang perlu ditingkatkan. Cara mudahnya adalah dengan berpikir bahwa motivasi bisa membuat Anda maju. Dan pada kenyataannya memang motivasi membuat Anda semakin maju.

Baca: BERHATI-HATILAH DENGAN PIKIRAN ANDA!

• Keberhasilan
Goal atau keberhasilan mencapai tujuan yang Anda inginkan, hal ini adalah salah satu cara untuk membuat motivasi diri Anda semakin menggebu, dari hal ini Anda akan terpicu untuk lebih maju. Goal akan membuat motivasi semakin meningkat, dengan motivasi tujuan Anda akan lebih mudah tercapai. Keberhasilan Anda sebelumnya, hal ini akan memotivasi Anda untuk menjadi berhasil di kemudian hari, bahkan jauh lebih berhasil dan sukses dibandingkan kesuksesan sebelumnya.

Baca: APA KENDALA ORANG TIDAK SUKSES?

• Membaca buku motivasi
Tahukah Anda, satu hari membaca satu buku motivasi yang berbeda, hal ini bisa meningkatkan motivasi diri Anda sendiri. Kita tidak bisa menyalahkan diri sendiri saat masalah datang, namun kita harus berusaha untuk menyelesaikan masalah yang kita hadapi dengan motivasi tinggi. Membaca buku motivasi secara teratur, hal ini akan meningkatkan motivasi diri Anda sendiri bahkan motivasi tersebut akan bertahan lebih lama. Anda bisa membaca buku motivasi apapun yang Anda inginkan, bacalah saat Anda santai dan pikiran tenang, hal ini jauh lebih baik dibandingkan membacanya saat ada masalah saja.

Baca: SIFAT YANG MENJAMIN KESUKSESAN

• Bergaul dengan motivator
Tak ada salahnya jika Anda bergabung dengan motivator agar Anda tidak kehabisan motivasi. Ada cukup banyak manfaat saat Anda bergaul dengan motivator, secara langsung Anda akan mendapatkan motivasi dari mereka, motivasi tersebut akan meningkatkan motivasi pada diri Anda. Bahkan semakin lama Anda bersama mereka, Anda akan menjadi lebih kuat, yakin dengan semua yang Anda lakukan dan pasti Anda akan mudah mencapai kesuksesan.

Baca: CARA MEMOTIVASI DIRI?





Untuk informasi lebih lanjut hubungi:


Drs. Johanes Budi Walujo
PT. Berkat Akur Nanjaya

HP: 08112332777
WA/Line: 081919132777
Twitter: @johanesbudi_w
Website: https://www.berkatakurnanjaya.com/

Kamis, 15 Oktober 2015

MEMOTIVASI BAWAHAN




“Selalu berusaha membuat orang lain merasa dibutuhkan, penting dan dihargai, dan mereka akan melakukan hal yang serupa terhadap Anda.”
(John Maxwell)


Seorang penulis abad ke -19, Walt Withman berjuang selama bertahun-tahun untuk membuat siapa saja tertarik pada puisi-puisi yang ditulisnya, sampai akhirnya ia menjadi sangat putus asa.

Suatu hari ia menerima sebuah surat yang berbunyi:
“Dear Sir, saya tidak buta dalam menilai hadiah yang indah ‘Leaves of Grass’ (buku karya Walt Withman). Saya menemukan kecerdasan dan kebijaksanaan luar biasa yang belum dikontribusikan kepada Amerika melalui buku ini. Saya ingin memberi salam kepada Anda di awal karir Anda yang luar biasa.”
Tertanda, Ralp Waldo Emerson.

Sebuah pujian dalam bentuk tulisan singkat dan sederhana- investasi yang ditanamkan oleh Emerson dalam hidup Withman besar tidak terkira. Catatan itu seperti memberi oksigen baru bagi Withman, yang kemudian bernafas dengan penuh semangat dan terus terinspirasi untuk menulis.

Ternyata, untuk memotivasi dan menyemangatkan seseorang tidak membutuhkan biaya besar. Kita hanya perlu meluangkan waktu untuk menulis sebuah catatan singkat atau menyatakannya secara lisan tentang betapa karya dan usaha yang sudah mereka lakukan sangat berarti bagi dunia ini. Lewat cara sederhana ini kita telah melakukan investasi kekal dalam hidup orang lain.

Semua orang butuh penghargaan, pujian, dorongan, dan semangat, termasuk kita sendiri. Kita tahu dampak hal-hal tersebut dibandingkan sebuah kritikan, teguran, atau keluhan.

Oleh karena itu, sebagai pemimpin, berilah angin segar kepada bawahan Anda berupa pujian dan penyemangat.
Sebagai karyawan, marilah kita saling mendukung satu sama lain.

Tanpa motivasi, hidup ini terasa “kering”…

Baca: BELENGGU TRADISI






Untuk informasi lebih lanjut hubungi:


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Sabtu, 22 Agustus 2015

CARA BEKERJA DENGAN BAIK?





Jika pertanyaan di atas saya tanyakan kepada Anda, jawaban apa yang akan Anda berikan...

Mungkin jawaban Anda adalah salah satu dari berikut ini:
1. Anda setiap hari hadir di tempat kerja (ada absennya).
2. Anda setiap bulan menerima gaji.
3. Anda punya penghasilan untuk keluarga.
4. Perusahaan mendapatkan keuntungan.



Mari kita tinjau lebih dalam kemungkinan jawaban tersebut di atas:
    1. Absensi adalah bukti kehadiran Anda di kantor, bukan merupakan bukti bahwa Anda bekerja.
    2. Gaji adalah bukti bahwa perusahaan percaya kepada Anda, dan sebagai kewajiban perusahaan kepada karyawan.
    3. Penghasilan yang diterima juga sama, yaitu bukti bahwa perusahaan percaya kepada Anda.
    4. Keuntungan perusahaan adalah hasil kerja team atau modal perusahaan, jadi tidak membuktikan bahwa Anda telah bekerja.

Boleh jadi saat ini Anda sedang berpikir keras, apa sebenarnya yang dapat dijadikan sebagai “bukti” bahwa Anda benar-benar telah bekerja?

Nah…, jika Anda tidak dapat menunjukkan bukti bahwa Anda telah bekerja, “jangan-jangan gaji yang Anda terima saat ini ‘kegedean’, terus apa dasarnya minta kenaikan gaji?”
Hehehe…

‘Kembali ke laptop’, balik ke pertanyaan di atas:
“APA BUKTI BAHWA ANDA TELAH BEKERJA?”

Jawaban yang benar adalah:
SAYA BUKTIKAN DENGAN PRESTASI KERJA!

Ironisnya, banyak orang yang tidak menyadari hal itu, sehingga tidak dapat memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut. Lebih banyak orang yang mengukur “telah bekerja” dari gaji yang mereka terima. Padahal gaji yang diterima adalah hasil dari prestasi kerja di masa lalu, minimal 1 bulan yang lalu bukan?


Agar lebih mudah, saya berikan ilustrasi berikut…

Sebutlah seorang bos bernama Acoy, pengusaha berhasil yang sering pulang ke rumah terlambat, rata-rata jam 9 malam. Ketika sampai rumah, Bos Acoy melihat pembantu rumah tangga (PRT) nya sedang santai membaca majalah sambil nonton TV LED berukuran besar-60 inch, milik Bos Acoy.
Saat ditanya, bagaimana perasaan Bos Acoy sebagai pemilik rumah tapi yang menikmati adalah PRT-nya? Tentu saja Bos Acoy merasa sebal melihat hal itu! Ketika Bos Acoy ditanya lagi, bagaimana kemungkinan menaikkan gaji PRT itu, spontan Bos Acoy menjawab, “kemungkinan besar saya tidak akan menaikkan gajinya, malah akan saya tambah dengan pekerjaan lain.”
Padahal, sang PRT telah menyelesaikan pekerjaan rutin hariannya dengan baik, namun Bos Acoylah yang sering pulang kemaleman.
Hihihi…

Banyak orang yang mengukur kerja berdasarkan lamanya jam kerja yang telah mereka gunakan, bukan atas hasil atau prestasi kerjanya.
Padahal, efektivitas kerja seharusnya dilihat dari seberapa besar hasil atau manfaat dari pekerjaan yang telah dilakukannya, yang meningkatkan kinerja bagi dirinya, Tim Kerjanya, dan untuk Perusahaan.

Andai saja PRT tersebut saat Bos Acoy tiba dan berinisiatif menyampaikan hal demikian: “Selamat malam, Bos Acoy, seharian ini saya telah selesai mengerjakan a, b, dan c. Apakah ada hal lain yang harus saya kerjakan? Jika tidak, bolehkah saya membaca majalah dan nonton TV?”
Kemungkinan besar Bos Acoy akan menjawab, “YA, BOLEH…”
Hhmmm…

Kurang lebih, seperti itulah yang dinamakan UNJUK PRESTASI, bukan “unjuk rasa”, minta naik gaji dengan ngaku-ngaku sudah melakukan banyak pekerjaan, tapi tidak ada hasil nyata yang positif untuk perbaikan.

Orang-orang yang benar-benar bekerja, dengan ‘pola kerja’ yang bisa saja masing-masing berbeda, cepat atau lambat waktu akan menunjukkan dan membuktikan, bahwa pekerjaannya telah memberikan NILAI TAMBAH bagi dirinya dan untuk orang-orang yang ada disekitarnya-Tim Kerja, yang pada ujungnya tentu untuk kemajuan dan perkembangan perusahaan.
Itulah PRESTASI KERJA, BUKTI BAHWA ANDA TELAH BEKERJA!

Siapa pun Anda, posisi apa pun Anda saat ini, carilah hal yang positif dan berikanlah yang terbaik yang ada di dalam diri Anda.
Hal itu tidak pernah sia-sia! Niscaya, kehidupan Anda pun akan semakin baik, indah, dan menarik…
Karena jika tidak, tanpa sadar Anda telah menyia-nyiakan masa depan Anda.

“Pada setiap orang terdapat sedikit perbedaan, namun perbedaan yang sedikit itu akan menjadi besar. Perbedaan yang sedikit itu adalah sikap, sedangkan perbedaan yang besar adalah sikap itu positif atau negatif.”
(Clement Stone)

Baca: APA BAHAN BAKAR UTAMA DALAM BEKERJA?






Untuk informasi lebih lanjut hubungi:


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Selasa, 30 Juni 2015

APA BAHAN BAKAR UTAMA DALAM BEKERJA?




Bagi saya, kunci sukses seseorang bukanlah karena kepintarannya, bukan karena penampilannya, bukan pula karena bokap-nyokapnya kaya raya minta ampun. Siapa bilang pintar, penampilan keren, tajir tidak penting untuk kesuksesan. Itu semua penting, tapi tak menjamin sukses seseorang.

Menurut saya: kunci utama kesuksesan seseorang adalah PASSION, titik.

Sekitar 15 tahun lalu saya kuliah di jurusan teknik mesin UGM Yogyakarta. Saya memilih jurusan itu karena waktu di SMA jurusan itulah yang paling keren, paling bergengsi, dan paling cepat diterima kerja. Tapi celaka, di bangku kuliah saya nggak betah belajar teknik mesin. Pelariannya, seringkali saya berbulan-bulan nggak kuliah sibuk menjadi aktivis: lontang-lantung menjadi wartawan kampus dan demonstran.

Bukannya sibuk dengan diktat kuliah perteknikmesinan, saya justru menekuni dunia manajemen dan marketing secara autodidak. Saya ingat betul, saat itu waktu lebih banyak saya pakai mengunjungi perpustakaan fakultas ekonomi ketimbang teknik. Waktu lulus pun (hehehe... dengan IP pas-pasan) saya pun merasa lebih kompetitif bersaing dengan lulusan manajemen/marketing ketimbang teknik.

Karena alasan itu pula kemudian saya memutuskan bekerja di dunia manajemen/ marketing, menjadi penulis dan konsultan manajemen/marketing. Amazing..., karena saya mencintai dunia ini, karier, capaian, karya yang saya hasilkan maju pesat tak terbendung. Karena menemukan dunianya, saya bekerja amat keras, namun di balik kerja keras itu saya justru merasakan layaknya sedang bermain: asyik bukan main!

Sebelum saya menikah, sampai seminggu bahkan dua minggu saya nggak pulang ke rumah, sibuk menulis dan mengerjakan laporan. Musuh saya satu waktu itu: satpam. Ya, karena untuk bisa tidur terus-terusan di kantor selama 1-2 minggu harus adu mulut dengan satpam tiap malam. Orang dari kantor sebelah mengira saya menjadi pekerja rodi. 100% keliru! Tak ada seorang pun yang meminta saya lembur! Saya menikmati pekerjaan itu, saya melakukannya dengan exciting, dan karena itu hasil-hasil yang saya capai juga extraordinary-luar biasa.

Saya mengalami kondisi “kesurupan” yang oleh Mihaly Csikszentmihalyi, pakar psikologi, disebut sebagai “FLOW”, yaitu kondisi dimana saya hanyut dan terhisap (immersed & absorbed), menikmati kesenangan (joy) dan mencapai totalitas (total concentration) dalam melakukan pekerjaan itu. Buahnya: produktifitas kerja yang berlipat-lipat.

Yaa…, itu terjadi karena SAYA MELAKUKAN PEKERJAAN DENGAN PASSION!

Passion memberi kita optimisme luar biasa yang memungkinkan kita menuai capaian-capaian yang extraordinary. Passion memunculkan produktivitas luar biasa, produktivitas di luar batas kemampuan kita. Passion membalik beban dan stress menjadi energi kerja luar biasa. Passion memberikan kita keyakinan dalam mencapai apa-apa yang kita inginkan. Passion memicu kita untuk memiliki daya kreasi yang tak mengenal batas.

Berkat Twitter, saya mendapatkan sebuah blog post berjudul, “Pursuing Passion” ditulis oleh John Hagel yang secara khusus melakukan studi mengenai seluk-beluk passion. Dari studi tersebut, ia menemukan beberapa tesis menarik.
Berikut saya ambil beberapa di antaranya:

Passion is about performance.
Orang yang memiliki passion akan memiliki senses of achievement dan selalu tergoda untuk menciptakan karya dan capaian luar biasa. Ia selalu mencari tantangan dan peluang untuk mewujudkan capaian-capaian di luar zona kenyamanan yang melingkupinya. Dalam mewujudkan capaian yang luar biasa mereka tidak memerlukan penghargaan atau dorongan dari luar, karena energy untuk mencapai yang terbaik selalu datang dalam dirinya sendiri: “Pasiion is ultimately driven by intrinsic motivation rather than extrinsic rewards”.

Passion is about risk-taking.
Bagi orang yang memiliki passion, gelas yang terisi air setengahnya, akan dikatakan gelas itu “setengah penuh”, bukannya “setengah kosong”. Segala bentuk tantangan dan risiko akan mereka lihat sebagai “jembatan” untuk mencapai sesuatu yang lebih baik, sesuatu yang sebelumnya tak pernah ada. Karena itu orang yang memiliki passion selalu bisa lepas dari segala bentuk krisis dan ketidakmenentuan. “For passionate, risk becomes reward. They see that risk is the only way to discover new things and explore new territories.”

Passion is about connecting.
Orang yang memiliki passion selalu mencari orang lain yang memiliki passion yang sama untuk berbagi dan bersama-sama mewujudkan apa yang ingin mereka capai. Ia selalu menyadari bahwa cara terbaik untuk mewujudkan tujuan dan misi adalah dengan berhimpun, berbagi, dan belajar dengan orang lain. “Passion lead us to seek out and connect with others sharing our passion. A passionate person is not a lone hero”.

Passion is about authenticity.
Passion datang dari lubuk hati yang paling dalam, tanpa dibuat-buat, tanpa direkayasa. Ia merupakan “suara hati” yang memberi energi dan tenaga hidup luar biasa. Ketika seseorang memiliki passion terhadap sesuatu hal, maka sesuatu hal itu memberinya makna hidup dan indentitas hakiki, dan dengan itu mengabdikan dan mengkontribusikan seluruh hidupnya untuk orang banyak. Dalam The 8th Habit, Stephen Covey menyebutnya sebagai ‘voice”. Kata Covey: “Find your voice, and inspire others to find theirs’.

Abraham Lincoln is a passionate person!
Bill Gates is a passionate person!
Einstein is a passionate person!
Mahatma Gandhi is a passionate person!
Mohammadad Yunus is a passionate person!
Mother Theresa is a passionate person!
Soekarno is a passionate person!

Saya berani bertaruh: “Orang hebat pasti memiliki PASSION yang luar biasa!!!
(Sumber: Yuswohady – penulis lebih dari 40 buku)

Baca: TEMUKAN GAIRAH HIDUP ANDA!





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Senin, 15 Juni 2015

TENTUKAN GOAL YANG BESAR




Terinspirasi dengan ide tentang GOAL (target hidup)...

Sebenarnya, adakah GOAL yang kebesaran atau ketinggian?
Artinya mustahil untuk diraih?

Beberapa hari ini saya merenungkan GOAL 2015.
Sepanjang hidup saya banyak GOAL yang tercapai, tapi tidak sedikit yang belum tercapai.
Lalu muncullah pertanyaan ini,

"APAKAH KARENA GOAL SAYA TERLALU MULUK?"
Pernah kepikiran gak kalau GOAL Anda terlalu tinggi, sulit diraih dan mengakibatkan Anda kecewa karena tidak dapat mencapainya?

Saya pun sesekali berpikir seperti itu, namun saya selalu mencari fakta lain.
Beberapa hal dalam hidup saya butuh waktu yang relatif singkat untuk meraihnya, yang lainnya perlu bertahun-tahun sampai cita-cita itu tercapai.

Tentunya, ada banyak pula orang yang puluhan tahun berjuang untuk mengejar impiannya, akhirnya benar-benar terwujud.
Lho..., koq bisa?

Kesimpulannya...
GOAL harus dibuat sangat besar dan sulit untuk dicapai, agar kita mau memperbesar hati, pikiran, dan keahlian serta usaha keras sehingga setara HEBATNYA dengan GOAL kita.
Ketika pribadi kita LEBIH BESAR dari GOAL, segala sesuatu yang kita pikir mustahil, akan menjadi kenyataan.
Begitu pula sebaliknya,
GOAL yang belum terwujud adalah sebuah indikasi positif yang menunjukkan kepada kita, bahwa kita masih belum layak menyombongkan diri, masih perlu belajar, masih butuh bimbingan, masih harus bertanya, dan masih butuh digembleng untuk menjadi sebesar GOAL yang kita inginkan.

Untuk itu, buatlah GOAL yang besar atau tinggi, upayakan sekuat tenaga untuk meraihnya, sampai tidak merasa bahwa GOAL dan DIRI kita ternyata sama-sama berharganya...


Baca: NASIBMU BERAWAL DARI PIKIRANMU!





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Senin, 16 Februari 2015

CARA MENGATASI KEJENUHAN




“Nikmatilah setiap rutinitas dengan cara-cara berbeda, niscaya hasilnya akan berbeda pula.”

Seorang bapak membaca sebuah buku. Dalam buku tersebut dikatakan bahwa di sebuah pantai tertentu terdapat sebuah batu ajaib yang bisa mengubah benda menjadi emas. Karena tertarik, bapak itu menuju ke sana. Dikatakan dalam buku bahwa batu ajaib tersebut hangat saat dipegang. Setiap hari ia memungut batu, merasakan suhu batu, lalu membuangnya ke laut.

Satu batu, dua batu, tiga batu demikian terus dipungut dan dilemparkannya kembali ke laut karena terasa dingin. Tak terasa sudah berbulan-bulan sang bapak berada di pantai itu. Kini, menggenggam dan membuang batu telah menjadi kebiasaannya. Suatu hari secara tak sadar, batu yang dicari itu tergenggam dalam tangannya. Namun, karena ia telah terbiasa membuang batu ke laut, maka batu ajaib itu pun tak luput dilempar dan terbuang ke laut.

Pernahkah Anda merasakan bahwa hidup ini hanyalah suatu rentetan pengulangan yang membosankan?
Pernahkah Anda merasa jenuh dengan aktivitas yang itu-itu saja?

Ya, saat merasa hidup ini membosankan, maka Anda telah kehilangan kesempatan untuk menemukan nilai baru di balik setiap peristiwa. Oleh karena itulah, jangan melihat aktivitas yang Anda lakukan sebagai suatu kebiasaan atau rutinitas.
Maknailah setiap peristiwa yang terjadi dalam hidup kita.

Dalam bekerja, ketika kita hanya melakukan rutinitas pekerjaan keseharian – terus melakukan pengulangan pekerjaan yang membosankan, boleh jadi Anda tidak bertumbuh, Anda tidak dapat mengaktualisasi diri…

Baca: CARA BEKERJA DENGAN BAIK?






Untuk informasi lebih lanjut hubungi:


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Selasa, 06 Januari 2015

CARA MENJAGA MENTAL TETAP SEHAT?




Penting untuk menjaga dan memelihara agar mental tetap sehat seperti Anda menjaga tubuh Anda tetap sehat. Sehat secara mental berarti Anda merasa bahagia dan hidup setiap hari. Ketika Anda mempunyai kesempatan dalam suatu hal yang bagus, Anda harus merasa percaya diri pada tantangan tersebut.

Untuk memulai melatih mental tidak ada yang namanya terlalu dini atau terlalu terlambat. Jadi, Anda tidak perlu merasa takut atau ragu untuk mulai melakukan latihan mental. Ada banyak jenis latihan mental yang akan membantu Anda tetap sehat secara mental dan juga meningkatkan kesejahteraan Anda.

Baca: PRIBADI YANG POSITIF


Menurut WHO, Kesehatan Mental didefinisikan sebagai keadaan dimana individu merasa sejahtera. 

Kesehatan mental yang baik ditandai dengan:
• Kemampuan individu mengetahui potensinya dan memaksimalkan potensi tersebut
• Kemampuan individu mengatasi situasi menekan yang dihadapinya
• Kemampuan individu untuk bekerja secara produktif dan bermanfaat di tempat kerja, keluarga, komunitas, dan di antara teman

Kesehatan mental merupakan hal yang sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Keduanya harus sama-sama dijaga. 

Dalam hidup, kita memiliki masa-masa dimana kita merasa tertekan, sedih, atau takut.
Seringkali perasaan itu hilang sejalan dengan selesainya permasalahan yang kita hadapi.
Namun terkadang perasaan itu berkembang menjadi masalah yang lebih serius. Hal itu bisa terjadi pada salah satu dari kita. 

Setiap individu memiliki cara yang berbeda dalam mengatasi setiap masalah yang dihadapinya. Ada yang bisa bangkit kembali dari kemunduran sementara ada orang lain yang mungkin merasa terbebani oleh itu untuk waktu yang lama.

Kesehatan mental yang kita miliki tidak selalu sama. Dapat berubah karena adanya perubahan lingkungan serta kita yang terus bergerak melewati tahapan kehidupan yang berbeda. Dengan adanya perubahan tersebut, maka kita diharapkan mampu untuk tetap menjaga agar memiliki kesehatan mental yang baik. 

Cara praktis yang bisa dilakukan untuk tetap menjaga kesehatan mental kita:

1. Menerima dan menghargai diri sendiri
Setiap individu itu berbeda dan unik, namun satu hal yang sama adalah tidak ada individu yang sempurna. Hargai diri kita sendiri. Kenali dan terima kelemahan yang kita miliki, namun fokuslah pada hal-hal yang menjadi kelebihan kita. Bersikaplah lebih realistis terhadap hal-hal yang masih ingin kita ubah dalam diri kita. Jika hal tersebut dapat diubah, cobalah untuk mengubahnya secara perlahan.   

2. Menjaga hubungan baik
Tidak perlu berjuang sendirian saat kita menghadapi suatu masalah. Hubungan keluarga dan teman yang baik dapat membantu mengatasi tekanan dalam hidup karena dapat memberikan masukan serta membuat kita merasa diperhatikan. Tetaplah menjaga hubungan baik dengan selalu bertukar kabar lewat telepon, bertemu, dan saling bercerita.

3. Aktif berkegiatan
Aktiflah bertemu dengan banyak orang dan tergabung dalam kegiatan baru 
di lingkungan. Masuklah dalam komunitas, atur pertemuan dengan teman-teman, atau ikuti kursus yang dapat membantu kita untuk merasa lebih baik. Ikut kegiatan yang bertujuan membantu orang lain juga dapat membuat kita merasa dibutuhkan dan menjadi semakin berharga. Hal ini membuat kepercayaan diri semakin meningkat. Aktivitas seperti ini juga membantu kita melihat dunia dari pandangan yang berbeda sehingga membantu melihat masalah dari sudut pandang yang lain. 

4. Bercerita kepada orang lain
Bercerita mengenai perasaan yang dirasakan bukan menandakan bahwa kita lemah, tetapi merupakan bagian dari usaha kita untuk menjaga kesehatan mental. Didengarkan oleh orang lain membuat kita merasa didukung dan tidak sendirian. Mungkin awalnya sulit, namun jika terus dilakukan maka akan terbiasa. Oleh karena itu, carilah orang yang anda bisa ajak berbicara dengan santai dan kemukakan apa yang ada di kepala anda.

5. Aktif bergerak
Temukan olahraga yang kita sukai dan mulai lakukan. Latihan pada badan dipercaya dapat mengeluarkan senyawa kimiawi di dalam otak yang membuat kita merasa lebih baik. Oleh karena itu, olah raga teratur dapat membuat kita merasa lebih positif, membantu konsentrasi, tidur, serta membuat kita merasa dan terlihat lebih baik. Bergerak tidak harus dengan olahraga, namun dapat dilakukan melalui kegiatan lain seperti berjalan di taman, berkebun, atau melakukan pekerjaan rumah tangga. Lakukan selama minimal 30 menit, 3–5 kali seminggu.

6. Lakukan kegiatan yang dikuasai
Melakukan aktivitas yang kita sukai dan minati dapat membantu mengatasi tekanan. Aktivitas yang disukai adalah aktivitas yang kita kuasai dan dapat membantu kita semakin percaya diri serta mengatasi emosi yang kita rasakan. Berkebun, memasak, melukis, bermain musik, berolah raga merupakan contoh aktivitas yang dapat membantu kita mengekspresikan diri. Cari aktivitas yang dapat membantu anda. 

7. Istirahat
Jika terlalu banyak kegiatan ternyata membuat kita tertekan, maka carilah waktu untuk istirahat dan santai. Dengarkan tubuh kita sendiri. Jika tubuh sangat lelah, berikan waktu untuk tidur. Selain itu lakukan kegiatan seperti mendengarkan musik, membaca, menonton film, atau mencoba kegiatan baru yang menyenangkan. Anda juga juga dapat melakukan pengaturan pernapasan, yoga, atau meditasi. Menggunakan waktu 10 menit untuk istirahat dalam satu hari yang sibuk akan membantu kita mengatasi tekanan dengan lebih baik. 

8. Konsumsi makanan dan minuman sehat
Otak kita membutuhkan nutrisi agar tetap sehat dan berfungsi dengan baik, seperti organ yang ada di dalam tubuh kita. Melakukan diet yang seimbang dapat membantu kesehatan mental kita karena dapat membantu cara berpikir dan cara kita merasakan sesuatu. Cobalah untuk mengkonsumsi 5 porsi buah-buahan dan sayuran setiap hari serta minum air putih. Minimalisir konsumsi minuman berkafein, berkadar gula tinggi, dan alkohol. Hindari makan,
minum alkohol, merokok, dan menggunakan obat-obat terlarang untuk menyelesaikan masalah atau mengatasi perasaan tidak menyenangkan yang kita alami. Hal seperti itu tidak akan menyelesaikan masalah, justru sebaliknya akan menciptakan masalah baru.  

9. Minta bantuan 
Terkadang kita merasa lelah atau kewalahan saat sesuatu yang buruk terjadi. Saat masalah sudah mulai berlebihan dan anda merasa tidak dapat mengatasi, mintalah bantuan. Keluarga dan teman merupakan lingkungan terdekat yang dapat mendengarkan masalah anda. Selain itu anda juga dapat berdoa atau sembahyang. Jika anda mengalami masalah fisik, pergilah ke dokter. Begitu juga jika anda merasa memiliki masalah psikologis, anda dapat berkonsultasi pada psikolog, psikiater, pemuka agama. Jangan malu untuk meminta pertolongan para ahli demi kesehatan mental yang baik. Setiap orang memerlukan bantuan dari waktu ke waktu dan tidak ada yang salah dari meminta bantuan. Kenyataannya, meminta bantuan merupakan tanda adanya kekuatan personal.

Baca: SEMANGAT...






Untuk informasi lebih lanjut hubungi:


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan