Tampilkan postingan dengan label TIPS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TIPS. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Oktober 2016

MERINTIS BISNIS SAAT MASIH BEKERJA?




Kebutuhan hidup kian meningkat yang tidak diimbangi dengan peningkatan penghasilan atau kenaikkan gaji, itulah gambaran umum yang harus dihadapi oleh seorang karyawan atau pegawai.

Oleh karena itulah banyak karyawan yang berambisi untuk merintis bisnis saat masih bekerja. Namun masalahnya Anda tidak tahu bagaimana harus memulai untuk mewujudkan impian tersebut.
Baca: HOBI YANG DAPAT DIJADIKAN BISNIS
Artikel ini akan membahas tips bagaimana agar selain bisa mendapatkan gaji tetap (sebagai karyawan), Anda pun dapat menjalankan bisnis (menjadi pengusaha) sebagai penghasilan tambahan yang menjanjikan.




Berikut ini beberapa langkah mudah untuk merintis sebuah bisnis:

1.  Pikirkan pilihan dan ide
Langkah Pertama, Anda harus menuangkan ide atau gagasan bisnisnya ke dalam tulisan, hal ini mencegah banyaknya pikiran-pikiran cemerlang yang terlewatkan dan dilupakan. Selain itu, Anda dapat menambahkannya dengan cara mencari banyak referensi usaha sampingan yang disediakan di internet maupun buku.
Baca: MEMULAI BISNIS DENGAN MODAL MINIM?

2.  Tentukan tujuan
Langkah Kedua, menentukan tujuan bahwa Anda benar-benar serius untuk menjalankan bisnisnya. Tujuan yang tidak jelas dan tidak sungguh-sungguh akan mudah digoyahkan ketika Anda mengalami masa sibuk dalam bekerja. Tentukan tujuan misalnya, dalam 3 tahun Anda harus bisa membeli rumah, maka Anda akan termotivasi dan lebih semangat dalam menjalani bisnis yang akan dirintis tersebut.

3.  Tentukan waktu
Langkah Ketiga, Anda harus menentukan waktu yang luang dan waktu yang tepat untuk menjalankan bisnis tersebut. Pilih mana waktu yang efektif untuk digunakan sehingga tidak mudah berubah haluan dan menyebabkan Anda tidak konsisten dalam menjalankan bisnis.

4.  Manfaatkan teknologi
Langkah Keempat, Anda dapat memanfaatkan teknologi. Banyak teknologi yang dapat Anda gunakan untuk merintis sebuah bisnis. Contohnya adalah media sosial. Jika akun Anda belum banyak dikenal, maka bisa memasarkan bisnis ke dalam forum-forum yang ada di sebuah situs.

5.  Jangan membuang waktu
Langkah Kelima, jangan membuang waktu! Waktu adalah uang, jadi gunakan waktu seefektif mungkin agar bisnis Anda dapat berjalan dengan baik. Bila perlu kurangi waktu tidur Anda hingga menemukan bisnis apa yang paling menguntungkan. Selain itu, Anda juga wajib untuk mengalokasikan waktu ke dalam usaha sampingan tersebut.

6.  Lakukan yang Anda sukai
Langkah Keenam, jika Anda termasuk karyawan yang sangat sibuk, usahakan memilih bisnis yang disukai terlebih dahulu. Sebab, Anda akan menjalankannya tanpa beban dan lebih rileks untuk mengerjakannya. Misalnya Anda adalah seorang pelukis, maka tekuni hal tersebut dan pasarkan melalui media sosial.

7.  Minta pendapat keluarga atau teman
Langkah Ketujuh, keluarga dan teman adalah faktor yang mendukung sukses hidup Anda. Sebab, mereka yang mengetahui kemampuan Anda sejauh mana dalam memulai bisnis. Mereka juga bisa mencarikan solusi terbaik bagi bisnis yang ingin Anda tekuni.

8.  Tetapkan target yang realistis
Langkah Kedelapan, untuk merintis sebuah bisnis, jangan berhayal ingin cepat kaya. Satu hal yang perlu Anda ketahui adalah harus memiliki target yang realistis. Hal ini juga berfungsi agar Anda tidak mudah kecewa ketika harus menghadapi berbagai kendala dan rintangan dari bisnis yang dijalankan. Cobalah untuk membuat target selama 1 bulan terlebih dahulu kemudian berjenjang triwulan dan semester.

9.  Lakukan penelitian
Langkah Kesembilan, sebuah bisnis yang berkembang adalah bisnis yang bisa melihat kebutuhan masyarakat dewasa ini dan memiliki pasar yang luas. Anda lakukan penelitian mana bisnis yang prospeknya bagus, sehingga mengurangi resiko saat menjalankan bisnis tersebut.

10.      Catat setiap transaksi

Langkah Kesepuluh, ketika merintis sebuah bisnis, Anda tetap harus menjalankannya secara profesional. Caranya adalah dengan mencatat setiap penjualan, pengeluaran, dan keuntungan dalam satu buku. Hal ini juga berfungsi untuk melihat seberapa besar perkembangan bisnis Anda.

Baca: ANDA SIAP MENGHADAPI MASA PENSIUN?





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w

Minggu, 19 Juni 2016

TIPS MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI




Anda tidak perlu menjalani terapi bertahun-tahun untuk belajar meningkatkan rasa percaya diri atau meningkatkan harga diri. Cukup ikuti langkah-langkah berikut ini untuk mengubah pola pikir Anda, sebagaimana dilansir dari inc.com.

Bagi kebanyakan orang, Percaya Diri (Confidence) adalah sebuah hal yang krusial untuk memperoleh kesuksesan. Tanpa rasa percaya diri yang baik, sulit rasanya Anda menggunakan dan memberdayakan talenta dan kekuatan yang dimiliki. Rasa percaya diri yang kurang akan membuat Anda menahan diri tidak berbicara, akan mencegah Anda tampil di muka umum, dan membuat bisnis hanya dalam mimpi atau angan-angan.


Anda dapat memperbaiki untuk tampil dengan rasa percaya diri lebih tinggi dengan beberapa langkah di bawah ini:.

1.  Berbicara kepada Diri Sendiri Secara Positif
Cobalah bicara pada diri sendiri secara positif, seperti dimuka cermin atau tengah merenung sendiri. Anda dapat memperbaiki percaya diri dengan belajar berbicara pada diri sendiri. Seolah tengah berkomunikasi dengan orang lain, berbicara pada diri sendiri akan mengajari Anda menjadi pribadi yang lebih siap menghadapi berbagai kemungkinan, dan itulah bagian dari percaya diri.

2.  Hindari Membandingkan Diri Anda dengan Orang Lain
Percaya diri adalah cerminan diri Anda, bukan orang lain. Sehingga jangan pernah sekalipun Anda membandingkan diri dengan orang lain dalam memperbaiki kualitas hidup Anda. Setiap pribadi adalah unik dan mempunyai kapasitas masing-masing yang berbeda pula. Ketika Anda mulai membandingkan diri dengan orang lain, disitulah Anda akan berhenti menambah rasa percaya diri.

3.  Pahami Apa yang Anda Inginkan
Meningkatkan percaya diri dimulai dengan tahu apa yang benar-benar Anda inginkan. Ketika Anda ingin menjadi seorang penulis andal, maka Anda akan belajar menulis yang baik dan benar, bukan belajar melukis atau menyanyi. Seperti ungkapan dari Stephen Covey, Jika tangga yang Anda naiki tidak mengarah pada tembok yang benar, maka langkah-langkah Anda hanya mempercepat pada tempat yang salah”.

4.  Ketahui Kekuatan Diri Anda
Setiap orang mempunyai kelebihan dan kekuatan, dan dengan modal tersebut mereka akan mampu mengejar sukses dan tujuan. Carilah kekuatan dan kelebihan yang Anda miliki, Apakah kemampuan terbaik Anda? Apakah potensi terbaik Anda?  Kelola fokus Anda pada hal-hal terbaik yang Anda miliki bukan pada hal-hal yang Anda inginkan kuasai.

5.  Eliminasi Pikiran “Jika”
Kata-kata jika, dapat membuat Anda goyah akan keyakinan. Kata-kata jika berkorelasi dengan kegagalan, kemungkinan terburuk, dan ketakutan menerima dampaknya.  ika Anda terbiasa berkata dalam pikiran, “Bagaimana Jika…” segeralah mengubah cara pandang Anda dengan ungkapan “Saya akan melakukannya…”

6.  Lupakan Menjadi Sempurna
Kebanyakan orang ingin selalu mengerjakan sesuatu hal dengan cara yang benar dan tepat, sehingga hal ini pula yang menyebabkan banyak orang tidak mau memulai melakukan sesuatu karena “takut salah”. Mereka bingung harus memulai dari mana, dengan cara pendekatan seperti apa, dan akhirnya mereka tidak melakukan tindakan apapun untuk memulai. Jangan pernah berpikir akan kesempurnaan dalam bertindak, namun lakukanlah perbaikan manakala terjadi kekurangan dan ketidaksempurnaan.

7.  Berbicaralah
Rasa percaya diri dimulai dengan keberanian Anda mengungkapkan isi hati dan buah pemikiran. Maka bicaralah, ucapkan apa yang terlintas dalam pikiran Anda, meski bukan sebuah ide yang cemerlang, namun hal tersebut sangat berarti dalam mengembangkan rasa percaya diri. Anda jangan berpikiran bahwa tidak ada orang yang akan mendengarkan, namun yakinlah bahwa akan ada orang yang mau mendengarkannya. Ketertarikan orang lebih kepada rasa percaya diri Anda dalam mengungkapkan ide dan masukan. Maka, bicaralah, meski hanya sebuah ide sederhana.

8.  Jadilah Pribadi Tangguh
Jadilah pribadi yang tahan banting, dalam artian Anda tidak cengeng menghadapi situasi dan kondisi apapun. Jangan takut dengan efek yang Anda dapatkan manakala mengambil sebuah keputusan. Jika pada akhirnya keputusan Anda adalah salah, maka ada manfaat yang dapat diambil yaitu “pengalaman” dan “pelajaran” untuk bertindak dengan cara yang berbeda hingga berhasil.

Baca: APAKAH ANDA DAPAT DIANDALKAN?





Untuk informasi lebih lanjut hubungi:


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w

Minggu, 01 Mei 2016

TIPS MENGHINDARI MASALAH KEUANGAN KELUARGA




Dalam hidup ini uang bukanlah segalanya, namun hampir segala kebutuhan hidup membutuhkan uang…

Uang sering menjadi salah satu penyebab pertengkaran dalam rumah tangga. Tidak jarang sebuah pernikahan menjadi bermasalah karena uang. Masalah keuangan dalam rumah tangga memang bukan hal yang mudah untuk dijelaskan. Namun jangan khawatir, ada beberapa tips untuk mengatasi masalah keuangan dalam rumah tangga, seperti berikut ini:

1. Jujur dan Terbuka
Hal pertama yang harus dilakukan untuk menghindari
masalah keuangan dalam rumah tangga adalah satu sama lain bersikap jujur dan terbuka. Baik pasangan yang sama-sama mencari uang atau hanya salah satu saja yang menghasilkan uang, seharusnya tidak ada yang disembunyikan mengenai penggunaan uang. Selalu diskusikan semua keputusan yang menyangkut keuangan, seperti pengeluaran, pemasukan, tabungan, dan lainnya.

2. Membuat Kesepakatan
Sebelum membelanjakan uang Anda, ada baiknya untuk membuat aturan yang disepakati bersama. Misalkan menentukan berapa persen yang harus ditabung, berapa
anggaran yang akan digunakan untuk belanja, melunasi tagihan, membayar cicilan, dan untuk hal lainnya.

3. Tentukan Tujuan Jangka Panjang
Dalam hal keuangan, Anda juga harus
bijak dan cermat dalam melihat kebutuhan keuangan masa depan. Tentukan beberapa hal di masa depan yang membutuhkan banyak pengeluaran uang. Misalnya untuk biaya pendidikan anak, anggaran untuk berlibur, dana pensiun, dan lainnya. Ini akan mendorong Anda untuk menyimpan uang dan tidak kewalahan ketika saatnya dibutuhkan.

4. Menabung
Berapapun penghasilan Anda, menabung adalah sebuah keharusan. Menabung tidak harus banyak, idealnya 10-20% dari penghasilan Anda. Namun harus menjadi kewajiban Anda setiap bulan. Percayalah, uang yang terkumpul akan sangat berguna saat dibutuhkan, dan untuk menghindari masalah keuangan di masa depan.

5. Mengalokasikan Dana Cadangan
Penting untuk selalu memiliki tabungan sebagai dana cadangan dan keperluan mendesak lainnya. Anda dapat mengalokasikan dana cadangan tersebut ke dalam bentuk investasi, seperti: reksa dana, investasi emas, deposito, bahkan properti.

6. Analisis Anggaran Belanja Anda
Catat semua uang yang masuk dan keluar secara berkala, mingguan atau bulanan. Selain pengeluaran yang rutin, catat juga pengeluaran yang tidak sering, misalnya pajak, asuransi, atau pakaian, dan hitung rata-rata per bulannya.

7. Mengendalikan Pengeluaran
Sebelum
mengalokasikan uang, ada baiknya Anda mulai memperhatikan setiap pengeluaran Anda sehari-hari. Ini sangat berguna jika dilakukan sejak awal pernikahan, karena Anda bisa mengira-ngira berapa pengeluaran rumah tangga setiap bulan. Hal ini juga membantu Anda untuk mengetahui apakah Anda terlalu boros atau pelit.

8. Membuat Anggaran yang Realistis
Pastikan anggaran Anda realistis dan bisa dilakukan dengan baik. Jangan buat anggaran yang terlalu sedikit hingga Anda terkesan pelit dan harus sangat berhemat sampai tak bisa menikmati hidup. Jangan juga menetapkan anggaran yang terlalu longgar hingga membuat hidup Anda boros.

9. Disiplin dengan Anggaran
Pastikan bahwa setiap pengeluaran uang telah sesuai dengan anggaran
. Jangan melakukan pengeluaran uang yang tidak sesuai dengan anggaran atau kebutuhan. Hindari pembelian hanya sekedar memenuhi keinginan, bukan karena kebutuhan yang mendesak

10. Sisihkan Uang untuk Hiburan
Sisihkan uang untuk hiburan atau bersenang-senang. Jangan terlalu boros. Anda bisa menggunakan uang yang disisihkan tersebut untuk nonton film, makan malam bersama, berkaraoke, atau membeli sesuatu untuk keluarga. Anggap saja uang ini adalah sebuah reward atas kerja keras Anda dan pasangan selama sebulan.

11. Bahas Keuangan
Lakukan
pembahasan dengan pasangan untuk membicarakan masalah keuangan. Ini bisa dilakukan secara periodik setiap minggu atau sebulan sekali.
Dalam kaitannya dengan keuangan keluarga, Anda dan pasangan Anda membuat perencanaan keuangan. Hal ini penting untuk mengidentifikasi kebutuhan mana yang wajib dipenuhi dan yang tidak. 

12. Bekerjasama untuk Mengatur Keuangan
Pastikan Anda dan pasangan Anda saling bekerjasama untuk mengatur keuangan
rumah tangga. Jangan terlalu mendominasi atau malah pasif jika berkaitan dengan pengeluaran atau pengaturan keuangan. Mungkin awalnya akan canggung, namun jika dibiasakan Anda akan mendapatkan manfaat dalam mengatur keuangan sebagai tim bersama pasangan.

Baca: MEMULAI BISNIS DENGAN MODAL MINIM?





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w

Minggu, 14 Februari 2016

TIPS MENABUNG YANG EFEKTIF




Memiliki banyak uang tentu menjadi keinginan kebanyakan orang bukan? Agar dapat memenuhi segala kebutuhan dan tak perlu bingung karena tak memiliki uang. Namun terkadang seseorang merasa sulit untuk mengelola keuangannya.

Untuk menabung dan mengelola uang itu memang merupakan hal yang tidak mudah dilakukan. Orang yang sudah kaya ternyata lebih rajin menabung demi menimbun lebih banyak uang dari jumlah yang telah mereka miliki. Sementara banyak orang biasa yang uangnya pas-pasan justru sulit sekali menabung, yang pada gilirannya mereka harus berhadapan dengan masalah keuangan.
Padahal, setidaknya Anda menyisihkan 10 persen dari gaji Anda setiap bulan sebagai tabungan. Lebih mudah, berikut lima cara orang kaya menabung dan bisa Anda tiru:
1. Hati-hati dengan pengeluaran kecil
Kebanyakan orang selalu berhati-hati dalam membuat investasi besar dan pembelian dengan angka besar. Tapi pada saat yang sama, Anda justru boros dalam membeli barang-barang berharga rendah.
Kebalikan dari orang pada umumnya, orang kaya lebih berhati-hati saat membeli barang dengan harga murah. Mereka menyadari jumlahnya dapat terus membengkak dan membuatnya menjadi tak bisa menabung.
2. Fokus pada masa depan
Sangat mudah menghabiskan uang untuk mendapatkan sesuatu yang disuka. Tapi pada akhirnya, Anda harus mengeluarkan banyak uang untuk kebutuhan krusial tak peduli berapapun pendapatan Anda.
Itulah mengapa Anda harus fokus pada masa depan dan mulai mengurangi pengeluaran untuk berbagai barang yang tidak perlu. Ingat, Anda bisa muda tanpa uang, tapi tak bisa tua tanpanya.
3. Bekerja keras
Persepsi yang bertebaran menyebutkan bahwa orang kaya hanya bersenang-senang dalam hidupnya. Faktanya, orang kaya bekerja keras lebih dari siapapun untuk mendapatkan uang lebih banyak agar bisa ditabung.
Dengan meningkatkan pendapatan, dirinya juga menambah porsi uang tabungan.
4. Simpan sebagian besar pendapatan
Banyak yang mengatakan, orang kaya selalu boros dalam mengeluarkan uang. Tidak juga, karena sebenarnya orang kaya selalu menabungkan sebagian besar pendapatannya.
Itulah kenapa orang-orang tersebut tetap kaya. Dengan menabung lebih banyak, mereka merasa memiliki lebih banyak uang dan memastikan dirinya tak kesulitan secara finansial saat ada kebutuhan mendadak.
5. Jangan beli selain kebutuhan
Orang kaya tak pernah membayar untuk hal-hal yang tak perlu. Dirinya selalu menghindar membeli hal-hal yang memang tak diperlukan. Bejamin Franklin pernah mengatakan, hati-hati dengan pengeluaran yang sedikit, bahkan danau yang kecil dapat menenggelamkan kapal besar.

Baca: Bagaimana Cara MENABUNG CERDAS?





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Facebook: Johanes Budi Walujo
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Email: johanesbudiwalujo@gmail.com
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Jumat, 12 Februari 2016

TIPS MENABUNG



Banyak orang yang mengalami kesulitan dalam hal menabung. Ada berbagai alasan yang menyebabkan hal seperti itu, salah satunya adalah karena ‘lupa’.
University of Chicago Booth School of Business melakukan penelitian untuk mengetahui tentang bagaimana orang memutuskan untuk membelanjakan atau menyimpan uang yang dimiliki. “Apabila sekarang Anda memiliki sejumlah kecil uang atau jumlah yang lebih besar di masa depan, apa yang akan Anda lakukan dengan uang tersebut?”
Jawaban dari pertanyaan tersebut memberikan penjelasan bahwa banyak hal tentang perilaku manusia, termasuk berapa banyak kita menabung untuk pensiun, apakah kita memiliki dana darurat, dan bahkan pilihan kesehatan seperti apakah kita lebih memilih dessert di cafe atau daftar ke gym.
Penelitian ini berhasil menyelidiki bagaimana hubungan manusia dengan diri mereka di masa depan mempengaruhi seberapa besar kemungkinan untuk menabung. Semakin peduli seseorang dengan masa depannya, maka semakin termotivasi ia untuk menabung.
Namun sayangnya, banyak orang tanpa sadar menghabiskan uang mereka karena lupa kalau menabung itu penting. Atau bisa juga mereka ingat tapi tidak peduli. Apakah Anda siap menabung lebih banyak?
Berikut ini tiga strategi agar Anda selalu ingat menabung dan bisa menabung lebih banyak berdasarkan penelitian dari University of Chicago Booth School of Business:
1) Bertanya pada diri sendiri sebelum membeli
Setiap Anda akan membeli sesuatu, ada baiknya untuk bertanya dahulu pada diri sendiri, “Apakah barang ini pantas untuk saya? Apakah harganya wajar? Apakah saya membeli ini karena keinginan atau kebutuhan?
Sekecil apapun pembelian Anda, hal ini tetap memiliki dampak pada pengurangan saldo di rekening. Peneliti dari University of Chicago Booth School of Business menyarankan agar Anda membayangkan hal-hal apa saja yang bisa dibeli bila Anda menahan pembelian kecil berulang kali.
Sepiring dessert di kafe seharga Rp 45.000 jika dikalikan 10 setara dengan harga kamar hotel untuk satu malam. Sedikit demi sedikit, uang untuk membeli hal-hal kurang penting bisa membiayai liburan Anda selama seminggu. Dengan membayangkan keuntungan di masa depan, Anda akan semakin termotivasi untuk menabung.
2) Buat daftar prioritas
Buatlah daftar hal-hal apa saja yang harus didahulukan dan daftar pengeluaran Anda setiap hari. Dengan merencanakan keuangan, atau membuat daftar prioritas dan pengeluaran akan menumbuhkan kebiasaan Anda untuk berhemat.

3) Buatlah kondisi sulit
Strategi ini cukup menjebak karena kehidupan modern telah memudahkan setiap transaksi. Sebuat saja kartu kredit, m-banking, internet banking, dan berbagai kemudahan lainnya. Tinggal klik dan pemesanan online pun berhasil.
Di jaman sekarang menghabiskan uang lewat kartu kredit menjadi terlalu mudah, di masa lalu orang menaruh uang mereka di amplop terpisah agar tidak terpakai.
Terutama buat Anda yang hobi belanja online, cara paling ampuh adalah memutus kemudahan transaksi seperti nomor kartu kredit di akun dan dengan non-aktifkan internet banking. Semakin rumit transaksinya, semakin ANda berpikir dua kali sebelum membeli. Bagaimana? berani mencoba?
Kalau tabungan Anda sudah banyak, jangan lupa untuk membuat deposito agar keuntungan semakin berlipat.



Baca: Menabung Dapat Untung!





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan