Tampilkan postingan dengan label Communication skills. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Communication skills. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 April 2017

ACTIVE LISTENING SKILLS




Keterampilan mendengarkan secara aktif atau active listening, berbeda dengan sekedar mendengarkan secara pasif.


Mendengarkan secara aktif memerlukan sejumlah tahapan, yaitu:
• Mendorong mitra bicara untuk berbicara dan mengungkapkan pemikiran, opini dan isi hatinya.
• Menjelaskan mengenai informasi yang rekevan dengan topik pembicaraan.

Selain itu, teknik mendengarkan secara aktif juga harus memperhatikan aspek berikut ini:
• Mengakui atau memberikan apresiasi terhadap isi pembicaraan dari mitra bicara.
• Bersimpati atau berempati dengan masalah yang tengah dihadapi oleh mitra bicara.
• Merefleksikan kembali, atau merumuskan kembali isi pembicaraan.
• Menyetujui, atau memberikan persetujuan jika memang pemikiran yang dilontarkan oleh mitra bicara mengandung hal positif.
• Melengkapi atau memberikan kelengkapan informasi yang dibutuhkan oleh mitra bicara
• Meringkaskan kembali isi pembicaraan yang telah disepakati.

Memahami perasaan orang lain. Dalam hal ini kita harus mampu menunjukkan pemahaman terhadap perasaan yang ditunjukkan pegawai dan juga mendengarkan bukan hanya kata-kata yang diucapkan, tetapi juga perasaan yang terkandung di dalamnya.

Cara memberikan umpan balik. Dalam hal ini kita mesti mampu:
• Menghargai sikap, perilaku atau rencana agar dipertahankan pegawai.
• Mengoreksi sikap, perilaku, atau rencana yang negatif dengan cara memberikan umpan balik secara konstruktif.
• Menunjukkan ketidaksetujuan terhadap apa yang dikatakan pegawai dengan cara yang konstruktif.

Cara memberikan informasi yang tepat serta tegas. Dalam konteks ini, maka yang patut dilakukan adalah:
Memberikan informasi yang relevan.
Menahan diri untuk tidak memberikan saran, opini, atau pendapat pribadi yang bersifat subjektif.
Menunjukkan sikap yang tegas dalam berbicara.

Proses memberikan dorongan dan motivasi, dimana kita harus melakukan hal-hal:
• Mendorong pegawai untuk mencari cara-cara baru dalam melakukan sesuatu.
• Menyarankan cara-cara kreatif dalam menyelesaikan masalah.
• Melakukan brainstorming bersama pegawai untuk memikirkan tindakan-tindakan yang dapat diambil.

Dalam memberikan dorongan dan motivasi, kita mesti menghindari untuk melakukan:
• Kritikan pedas
• Selalu memberi solusi
• Menyelamatkan pegawai dari kesulitan yang diciptakan pegawai sendiri


Baca: KOMUNIKASI YANG EFEKTIF





Untuk informasi lebih lanjut hubungi:


Drs. Johanes Budi Walujo
PT. Berkat Akur Nanjaya

HP: 08112332777
WA/Line: 081919132777
Twitter: @johanesbudi_w
Website: https://www.berkatakurnanjaya.com/

Sabtu, 12 November 2016

MENGHINDARI KESALAHAN SAAT BERKOMUNIKASI




Cara kita berkomunikasi dengan orang lain adalah sebuah kebiasaan. Karenanya, seringkali kita tidak mengetahui apakah pola percakapan yang kita lakukan sudah baik atau belum. Dalam kehidupan sehari-hari pasti Anda sering berkata dalam hati: ”Ahh… tidak enak mengobrol dengan si A, lebih enak ngobrol dengan si B.” Anda sendiri masuk ke dalam kategori yang mana: si A ataukah si B, mudah-mudahan bukan si A karena si A biasanya selalu dijauhi oleh teman-temannya.
Andai saja Anda masuk dalam kategori si A, Anda tidak perlu khawatir karena pola percakapan yang kurang baik tentu saja dapat diperbaiki. Di bawah ini adalah beberapa kesalahan yang umum dilakukan oleh orang-orang dalam percakapan beserta beberapa solusi untuk memperbaikinya.
TIDAK MENDENGARKAN
Sebagian besar orang bukanlah tipe pendengar yang baik. Ini tentu saja berhubungan dengan ego mereka yang tinggi, yang justru ingin lebih didengarkan daripada mendengarkan. Dalam setiap percakapan mereka sepertinya tidak tahan menunggu giliran untuk berbicara. Belajarlah menekan ego Anda untuk mendengarkan secara sungguh-sungguh apa yang orang lain katakan. Ketika Anda mengambil sikap untuk mulai mendengarkan, Anda sedang membuka jalan untuk terciptanya suatu hubungan yang potensial. Namun tetap hindari jawaban singkat “ya” atau “tidak”, karena jika Anda seperti itu lawan bicara Anda akan memberikan informasi setengah-setengah kepada Anda. Antusiaslah terhadap topik yang sedang mereka bicarakan. Contoh, jika lawan bicara Anda sedang bercerita tentang pengalamannya mendaki gunung pada akhir minggu lalu, Anda dapat bertanya kepadanya:

  • ·      Gunung apa yang Anda daki?
  • ·       Apa yang Anda sukai dari mendaki gunung?
  • ·       Apa saja yang Anda lakukan di puncak gunung?
Pertanyaan-pertanyaan semacam itu akan membuat topik percakapan menjadi lebih mendalam, lebih menarik, serta memancing lebih banyak lagi topik untuk didiskusikan. Dan yang tak kalah pentingnya lawan bicara Anda mengetahui bahwa Anda sungguh-sungguh sedang mendengarkannya. Hal ini tentu saja akan membuat tingkat respek lawan bicara Anda bertambah pada Anda.
TERLALU BANYAK BERTANYA
Beberapa pertanyaan dapat berarti Anda antusias dengan lawan bicara Anda, namun terlalu banyak bertanya pun akhirnya menjadi tidak baik karena sepertinya Anda sedang menginterogerasi lawan bicara Anda, dan dapat membuat mereka menjadi tidak nyaman. Cobalah gabungkan antara pernyataan dan pertanyaan, misalkan: Saya pun minggu lalu berakhir pecan dengan nonton bareng rekan-rekan kerja saya. Apakah Anda suka menonton?
KEHABISAN TOPIK PEMBICARAAN
Dalam percakapan mungkin Anda sering merasa kehabisan topik untuk dibicarakan dengan lawan bicara Anda, terutama jika Anda berbicara dengan seseorang yang baru saja Anda kenal. Untuk mencegah hal ini terjadi, ada beberapa saran mengenai topik yang bisa Anda bicarakan:
  • Memulai berbicara tentang berita yang sedang hangat saat ini.
  • Berbicara tentang sesuatu yang menarik di sekitar Anda.

MEMBOSANKAN
Jangan bercerita panjang-panjang tentang mobil Anda yang baru saja Anda beli atau rumah Anda yang baru saja selesai dibangun. Rata-rata orang tidak terlalu tertarik dengan cerita semacam itu, yang terlalu mengekspose kemampuan diri. Carilah topik yang mengarah pada hal-hal yang bergairah atau hal-hal yang lucu misalnya. Bisa juga Anda menceritakan tentang pengalaman Anda berakhir pekan di puncak kemarin atau rencana Anda pada liburan Lebaran mendatang. Intinya adalah sesuatu yang positif. Bukan juga mengeluh tentang atasan atau pekerjaan Anda.

PENYAMPAIAN YANG BURUK
Salah satu hal yang paling penting dalam percakapan bukanlah apa yang Anda katakan, melainkan bagaimana Anda menyampaikannya. Perubahan dalam kebiasaan ini akan membuat perbedaan besar, karena suara dan bahasa tubuh adalah bagian yang sangat vital dalam percakapan. Beberapa hal di bawah ini untuk Anda perhatikan:
  • Sampaikan dengan perlahan. Ketika Anda berbicara mengenai suatu hal yang sangat menyenangkan, mudah sekali bagi Anda untuk memulai percakapan tersebut, bahkan dengan tempo yang cepat. Usahakan Anda memperlambat kecepatan bicara Anda, karena akan lebih mudah bagi lawan bicara Anda untuk menangkap maksud yang ingin Anda sampaikan.
  • Bicaralah dengan suara yang jelas dan cukup keras, sehingga topik pembicaraan dapat ditanggap oleh lawan bicara Anda.
  • Bicaralah dengan suara yang tidak monoton, libatkan emosi Anda.
  • Gunakan jeda agar lawan bicara Anda lebih perhatian dan mendengarkan, sehingga suasana menjadi rileks.

MEMOTONG PEMBICARAAN
Apakah yang Anda rasakan jika pembicaraan Anda dipotong oleh lawan bicara Anda? Yaa…, lawan bicara Anda pun akan merasakan hal yang sama jika Anda memotong pembicaraannya. Biarkan lawan bicara Anda menghabiskan terlebih dahulu apa yang ingin disampaikan. Itu adalah salah satu bentuk penghargaan Anda pada lawan bicara Anda. Carilah keseimbangan antara mendengarkan dan berbicara.
KEINGINAN MERASA BENAR
Orang tidak akan terkesan kepada Anda jika Anda selalu ingin merasa benar dalam setiap percakapan. Seringkali pembicaraan bukan betul-betul sebuah diskusi. Kadang-kadang kita ingin menjaga mood tetap baik dengan berbicara kepada seseorang. Contoh: salah satu teman Anda ingin bercerita kepada Anda mengenai serunya pengalaman berarung jeram sampai-sampai perahu karetnya terbalik. Namun Anda malah berbicara bagaimana berarung jeram yang baik. Saya yakin mood teman Anda akan langsung berubah. Duduklah santai, berbicara dan tidak berdebat.
BERBICARA HAL NEGATIF
Pernahkan Anda berkenalan dengan seseorang dan setelah itu ia berbicara tentang hal-hal aneh atau negatif, seperti kesehatannya yang memburuk, cerita pembunuhan, atasannya yang menyebalkan, atau menggunakan bahasa aneh yang hanya ia dan temannya yang mengetahui artinya. Saya rasa tidak ada manfaatnya berbicara hal-hal aneh atau negatif seperti itu. Orang-orang akan senang berbicara kepada Anda jika Anda selalu memberikan energi positif dalam setiap kata-kata yang Anda keluarkan.
BAHASA TUBUH YANG BURUK
Jika seseorang bercerita tentang pengalamannya, jangan sekedar mengangguk atau menjawab dengan kalimat singkat. Terbukalah dan katakan apa yang Anda pikirkan. Ekspresikan perasaan Anda.






Untuk informasi lebih lanjut hubungi:

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Minggu, 31 Juli 2016

SUKSES DENGAN KOMUNIKASI EFEKTIF



Hasil survei membuktikan bahwa sekitar 85% persen dari kesuksesan dalam hidup seseorang berkaitan langsung dengan kemampuan berkomunikasi dan keterampilannya dalam membina hubungan.
Hal itu menandakan bahwa tidak peduli seberapa ambisiusnya seseorang atau seberapa tinggi tingkat pendidikan, mereka masih memiliki kemungkinan yang rendah untuk sukses dalam hidup mereka jika tidak memiliki kemampuan berkomunikasi yang efektif, yang diperlukan dalam berhubungan dengan orang lain.
Untuk meraih sukses dibutuhkan keterampilan untuk memperluas hubungan dengan berbagai macam orang yang akan Anda temui. Keterampilan semacam inilah yang menjamin keberhasilan Anda dalam kehidupan.

Mengembangkan kemampuan komunikasi Anda
Bila Anda mencoba untuk terhubung dengan orang lain, Anda perlu menanyakan 5 pertanyaan ini pada diri Anda sendiri:
– Apakah Anda menemukan
kemiripan dengan mereka?
– Apakah Anda membuat mereka merasa nyaman?
– Apakah Anda membuat mereka merasa dimengerti?
– Apakah hubungan Anda dengan jelas didefinisikan?
– Apakah mereka merasakan emosi yang positif akibat berinteraksi dengan Anda?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Anda harus memiliki keterampilan berkomunikasi berikut ini...

Komunikasi Yang Efektif
1. Berikan kesan bahwa Anda antusias berbicara dengan mereka
Beri mereka kesan bahwa Anda lebih suka berbicara dengan mereka daripada orang lain di muka bumi ini. Ketika Anda memberi mereka kesan bahwa Anda sangat antusias berbicara dengan mereka, dan bahwa Anda peduli kepada mereka, Anda membuat perasaan mereka lebih positif dan percaya diri. Mereka akan lebih terbuka kepada Anda dan sangat mungkin memiliki percakapan yang mendalam dengan Anda.

2. Ajukan pertanyaan tentang minat mereka
Ajukan pertanyaan terbuka yang akan membuat mereka berbicara tentang minat dan kehidupan mereka. Galilah sedetail mungkin sehingga akan membantu mereka memperoleh perspektif baru tentang diri mereka sendiri dan tujuan hidup mereka.

3. Beradaptasi dengan bahasa tubuh dan perasaan mereka
Rasakan bagaimana perasaan mereka pada saat itu dengan mengamati bahasa tubuh dan nada suara. Dari sudut pandang ini, Anda dapat menyesuaikan kata-kata, bahasa tubuh, dan nada suara Anda sehingga mereka akan merespon lebih positif.

4. Tunjukkan rasa persetujuan
Salah satu cara terbaik untuk segera berhubungan dengan orang lain adalah dengan menjadi jujur, dan memberitahu mereka mengapa Anda menyukai atau mengagumi mereka. Jika menyatakan secara langsung dirasakan kurang tepat, cobalah dengan pernyataan tidak langsung. Kedua pendekatan tersebut bisa sama-sama efektif.

5. Dengarkan dengan penuh perhatian semua yang mereka katakan
Jangan terlalu berfokus pada apa yang akan Anda katakan selanjutnya selagi mereka berbicara. Sebaliknya, dengarkan setiap kata yang mereka katakan dan responlah serelevan mungkin. Hal ini menunjukkan bahwa Anda benar-benar mendengarkan apa yang mereka katakan dan Anda sepenuhnya terlibat di dalam suasana bersama dengan mereka. Juga pastikan untuk bertanya setiap kali ada sesuatu yang tidak Anda mengerti pada hal-hal yang mereka katakan. Anda tentu saja ingin menghindari penyimpangan yang mungkin terjadi dalam komunikasi jika Anda ingin mengembangkan hubungan yang sepenuhnya dengan orang tersebut.

6. Beri mereka kontak mata yang kuat
Kontak mata yang kuat mengkomunikasikan kepada orang lain bahwa Anda tidak hanya terpikat oleh mereka dan apa yang mereka katakan tetapi juga menunjukkan bahwa Anda dapat dipercaya. Ketika dilakukan dengan tidak berlebihan, mereka juga akan menganggap Anda yakin pada diri Anda sendiri karena kesediaan Anda untuk bertemu mereka secara langsung. Akibatnya, orang secara alami akan lebih memperhatikan Anda dan apa yang Anda katakan.

7. Ungkapkan diri Anda sebanyak mungkin
Salah satu cara terbaik untuk mendapatkan kepercayaan seseorang adalah dengan mengungkapkan diri Anda seterbuka mungkin. Bercerita tentang kejadian yang menarik dari hidup Anda atau hanya menggambarkan contoh lucu dari kehidupan normal sehari-hari. Ketika Anda bercerita tentang diri Anda, pastikan untuk tidak menyebutkan hal-hal yang menyimpang terlalu jauh dari minat mereka atau bahkan berlebihan. Anda dapat membiarkan mereka mengetahui lebih jauh tentang diri Anda seiring berjalannya waktu.

8. Berikan kesan bahwa Anda berdua berada di tim yang sama
Gunakan kata-kata seperti “kami atau kita” untuk segera membangun sebuah ikatan. Bila Anda menggunakan kata-kata tersebut, Anda membuatnya tampak seperti Anda dan mereka berada di tim yang sama, sementara orang lain berada di tim yang berbeda.

9. Berikan mereka senyuman terbaik Anda
Ketika Anda tersenyum pada orang, Anda menyampaikan pesan bahwa Anda menyukai mereka dan kehadiran mereka membawa Anda kebahagiaan. Tersenyum pada mereka akan menyebabkan mereka sadar ingin tersenyum kembali pada Anda yang secara langsung akan membangun hubungan antara Anda berdua.

10. Menawarkan saran yang bermanfaat
Kenalkan tempat makan yang pernah Anda kunjungi, film yang Anda tonton, orang-orang baik yang mereka ingin temui, buku yang Anda baca, peluang karir atau apa pun yang terpikirkan oleh Anda. Jelaskan apa yang menarik dari orang-orang, tempat atau hal-hal tersebut. Jika Anda memberi ide yang cukup menarik perhatian mereka, mereka akan mencari Anda ketika mereka memerlukan seseorang untuk membantu membuat keputusan tentang apa yang harus dilakukan selanjutnya.

11. Beri mereka motivasi
Jika orang yang Anda hadapi lebih muda atau dalam posisi yang lebih sulit dari Anda, mereka mungkin ingin mendengar beberapa kata motivasi dari Anda karena Anda lebih berpengalaman atau Anda tampaknya menjalani kehidupan dengan baik. Jika Anda ingin memiliki hubungan yang sehat dengan orang tersebut, Anda tentu saja tidak ingin tampak seperti Anda memiliki semuanya sementara mereka tidak. Yakinkan mereka bahwa mereka dapat melampaui masalah dan keterbatasan mereka, sehingga mereka akan berharap menjadikan Anda sebagai teman yang enak untuk diajak bicara.

12. Tampil dengan tingkat energi yang sedikit lebih tinggi
Umumnya, orang ingin berada di sekitar orang-orang yang akan mengangkat mereka, bukannya membawa mereka ke bawah. Jika Anda secara konsisten memiliki tingkat energi yang lebih rendah daripada orang lain, mereka secara alami akan menjauh dari Anda menuju seseorang yang lebih energik. Untuk mencegah hal ini terjadi, secara konsisten tunjukkan dengan suara dan bahasa tubuh Anda bahwa Anda memiliki tingkat energi yang sedikit lebih tinggi sehingga mereka akan merasa lebih bersemangat dan positif berada di sekitar Anda. Namun jangan juga Anda terlalu berlebihan berenergik sehingga menyebabkan orang-orang tampak seperti tidak berdaya. Energi dan gairah yang tepat akan membangun antusiasme mereka.

13. Sebut nama mereka dengan cara yang menyenangkan telinga mereka
Nama seseorang adalah salah satu kata yang memiliki emosional yang sangat kuat bagi mereka. Tapi hal itu belum tentu seberapa sering Anda katakan nama seseorang, namun lebih pada bagaimana Anda mengatakannya. Hal ini dapat terbantu dengan cara Anda berlatih mengatakan nama seseorang untuk satu atau dua menit sampai Anda merasakan adanya emosional yang kuat. Ketika Anda menyebutkan nama mereka lebih menyentuh dibanding orang lain yang mereka kenal, mereka akan menemukan bahwa Andalah yang paling berkesan.

14. Tawarkan untuk menjalani hubungan selangkah lebih maju
Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk memajukan persahabatan Anda dengan seseorang: tawaran untuk makan dengan mereka, berbicara sambil minum kopi, melihat pertandingan olahraga, dll. Meskipun jika orang tersebut tidak menerima tawaran Anda, mereka akan tetap tersanjung bahwa Anda ingin mereka menjalani persahabatan ke tingkat yang lebih dalam. Di satu sisi, mereka akan memandang Anda karena Anda memiliki keberanian untuk membangun persahabatan bukan mengharapkan persahabatan yang instan.

Menjadi Komunikator yang Andal
Jika Anda dapat mengembangkan beberapa teknik tersebut di atas, Anda secara dramatis akan meningkatkan kemampuan Anda untuk berhubungan dengan orang dari semua lapisan dalam hidup Anda. Luangkan waktu untuk mengamati orang yang paling sosial dalam kehidupan Anda, dan Anda akan melihat banyak dari teknik-teknik di atas yang diaplikasikan. Mereka tidak melakukan dengan cara yang kaku, mereka melakukannya secara alami dan dengan cara yang cocok dengan situasi saat itu.
Untuk hasil terbaik, santai saja dan biarkan teknik ini mengalir dari dalam diri Anda secara alami. Pilih teknik-teknik yang paling cocok dengan kepribadian Anda, dan apa tujuan Anda ketika berinteraksi dengan orang. Belajarlah untuk bisa merasakan teknik mana yang cocok ataupun tidak cocok dengan berbagai macam karakter orang dan situasi sesuai dengan kepridadian Anda.
Ketika Anda berhasil mengembangkan keterampilan Anda berkomunikasi dengan orang-orang, maka akan membawa Anda pada banyak sekali peluang baru yang tidak tersedia untuk Anda sebelumnya. Itulah kekuatan dari keterampilan komunikasi yang efektif.





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w

Minggu, 03 Juli 2016

BERIKAN... PUJIAN!




Johnny Figaro benar-benar biang kerok. Anak laki-laki Italia berumur tiga belas tahun yang tinggal dan bersekolah di New York ini selalu terlihat berantakan dan sering mengganggu murid lain hingga berkelahi. Di hadapan para gurunya, ia memang dikenal bandel dan sudah terlalu sering menerima hukuman.

Saat kelas enam, wali kelas Johnny adalah seorang guru muda yang belum lama mengajar di sekolah itu. Guru ini dikenal tenang dan pandai mengatasi permasalahan anak-anak. Pada hari pertamanya di kelas itu, Johny masuk dengah pongahnya dan duduk di kursi dengan sikap duduk yang kurang enak dipandang.
Sang guru muda berkata dengan tenangnya, “Johnny, pagi ini kamu kelihatan gagah dan kemejamu tampak bersih dan rapi.” Mendengar itu, Johny terkesiap dan spontan meluruskan kakinya serta duduk dengan tegap.
Keesokan harinya, Johnny terlihat memakai dasi dengan rapi, tidak seperti hari-hari sebelumnya. Guru muda itu kembali memberi pujian kepada Johnny kecil. Sepatu yang lebih bersih dan ikatan tali sepatu yang rapi juga tak luput dari pujian.

Kolega sang guru baru terheran-heran dengan perkembangan Johnny. “Berikan pujian padanya dan anak itu akan memberikan reaksi. Puji saja,” katanya memaparkan resep ajaibnya.

Johnny Figaro dewasa adalah seorang rektor sebuah universitas negeri ternama di Amerika bagian tengah sebelah barat. Anak laki-laki yang hidupnya diperkirakan bakal berujung di bagian kota yang kumuh dalam kemiskinannya ini telah menjadi akademisi sukses terkenal berkat seseorang yang menyempatkan diri untuk memberikan pujian tulus kepadanya.

“Kemana ia dipuji, ke sanalah ia menjadi.”





Untuk informasi lebih lanjut hubungi:


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Minggu, 26 Juni 2016

PENTINGNYA BAHASA TUBUH DALAM BERKOMUNIKASI




Bahasa tubuh dapat membuat perbedaan yang besar ketika seseorang menilai kepribadian Anda. Bahasa tubuh yang baik dapat menunjukkan bahwa Anda memiliki kecakapan, daya pikat, dan suasana hati yang positif. Secara garis besar, bahasa tubuh terdiri dari bagaimana cara Anda duduk, cara Anda berdiri, cara Anda menggunakan kedua tangan dan kaki Anda, serta apa yang Anda lakukan ketika berbicara dengan seseorang.
Berikut ini adalah beberapa bahasa tubuh yang perlu Anda perhatikan ketika berkomunikasi dengan orang lain:
Lakukan kontak mata
Dengan melakukan kontak mata pada lawan bicara Anda dapat membuat hubungan pembicaraan menjadi lebih baik, dan Anda dapat melihat apakah mereka sedang mendengarkan Anda atau tidak. Namun juga bukan dengan menatapnya (terus menerus), karena akan membuat lawan bicara Anda menjadi gelisah. Jika Anda tidak terbiasa melakukan kontak mata pada lawan bicara Anda, memang Anda akan merasakan ketidaknyamanan pada saat pertama kali. Namun lakukan saja terus dan nantinya Anda akan terbiasa.

Tersenyum dan tertawa
Jangan terlalu serius. Santai, tersenyum bahkan tertawa jika seseorang menceritakan sesuatu hal yang lucu. Orang akan cenderung mendengarkan Anda jika Anda terlihat sebagai orang yang positif. Namun juga jangan menjadi orang yang pertama kali tertawa jika Anda sendiri yang menceritakan cerita lucunya, karena Anda akan terkesan gugup dan seperti minta dikasihani. Tersenyumlah ketika Anda berkenalan dengan seseorang, namun jangan pula tersenyum terus menerus karena Anda akan dianggap menyimpan sesuatu dibalik senyuman Anda.

Mengangguk ketika lawan bicara Anda sedang berbicara
Mengangguk menandakan bahwa Anda memang sedang mendengarkan. Namun bukan berarti Anda mengangguk berlebihan, karena Anda akan terlihat seperti dibuat-buat.
Jangan silangkan kaki dan tangan Anda
Anda mungkin sudah sering mendengar bahwa menyilangkan tangan atau kaki dapat menunjukkan bahwa Anda tertutup terhadap lawan bicara Anda, dan ini tidak menciptakan hubungan pembicaraan yang baik.
Buatlah jarak antara kedua kaki Anda
Memberi jarak antara kedua kaki (tidak dirapatkan) baik dalam posisi berdiri maupun duduk menunjukkan bahwa Anda cukup percaya diri dan nyaman dengan posisi Anda.
Santaikan bahu Anda
Ketika Anda merasa tegang, Anda akan merasakan juga ketegangan di kedua bahu Anda. Biasanya terlihat dari posisi bahu yang sedikit terangkat dan maju ke depan. Cobalah untuk mengendurkan ketegangan dengan menggerakkan bahu Anda, dan mundurkan kembali posisinya ke belakang atau bersandar.
Jangan membungkuk, duduklah dengan tegak
Membungkuk menandakan bahwa Anda tidak bergairah, dan tegak di sini maksudnya adalah tetap dalam koridor santai, tidak tegang.
Condongkan badan, namun jangan terlalu banyak
Jika Anda ingin menunjukkan bahwa Anda tertarik dengan apa yang disampaikan oleh lawan bicara Anda, condongkan sedikit tubuh Anda ke arahnya. Namun jangan juga terlalu condong karena Anda terlihat seperti akan meminta sesuatu. Jika Anda ingin menunjukkan bahwa Anda cukup percaya diri dan santai, condongkan sedikit badan Anda ke belakang. Namun juga jangan terlalu condong, karena Anda akan terlihat arogan.

Jagalah posisi kepala Anda tetap lurus
Jangan melihat ke bawah ketika Anda berbicara dengan seseorang. Anda akan terlihat seperti tidak nyaman berbicara dengan lawan bicara Anda dan juga terlihat seperti orang yang tidak percaya diri.
Jangan terburu-buru
Ini bisa berlaku untuk apa saja. Bagi Anda yang mempunyai kebiasaan berjalan dengan cepat, cobalah sesekali untuk memperlambat jalan Anda. Selain Anda akan terlihat lebih tenang dan penuh percaya diri, Anda juga akan merasakan tingkat stress Anda berkurang.
Hindari gerakan-gerakan yang menunjukkan bahwa Anda gelisah
Seperti menyentuh muka Anda, menggoyang-goyangkan kaki Anda atau mengetuk-ngetuk jari Anda di atas meja dengan cepat. Gerakan-gerakan semacam itu menunjukkan bahwa Anda gugup dan dapat mengganggu perhatian lawan bicara atau orang-orang yang sedang berbicara dengan Anda.
Efektifkan penggunaan tangan Anda
Daripada Anda menggunakan tangan Anda untuk hal-hal yang dapat mengganggu perhatian lawan bicara Anda, lebih baik Anda menggunakan tangan Anda untuk membantu menjelaskan apa yang Anda sampaikan.
Rendahkan gelas minuman Anda
Seringkali kita berbicara dengan seseorang sambil memegang gelas minum di depan dada kita. Sikap ini agak kurang baik karena akan membuat ‘jarak’ yang cukup jauh antara Anda dan lawan bicara Anda. Rendahkan posisi gelas minuman Anda, bahkan jika perlu Anda memegangnya sampai di dekat kaki.
Jangan berdiri terlalu dekat
Berdiri terlau dekat tentu saja akan membuat lawan bicaranya menjadi tidak nyaman. Jagalah selalu jarak ’privacy’ antara Anda dan lawan bicara Anda.

Bercermin
Bercermin artinya ketika 2 orang terkoneksi dan melakukan hubungan pembicaraan yang positif, mereka secara tidak sadar akan saling bercermin satu sama lain. Dalam arti Anda akan sedikit meniru bahasa tubuh lawan bicara Anda, begitu juga sebaliknya. Anda dapat juga melakukan teknik bercermin yang proaktif (dengan sadar) untuk lebih meningkatkan kualitas hubungan Anda dan lawan bicara Anda. Contoh, jika lawan bicara Anda sedikit mencondongkan badannya ke depan, Anda dapat juga mencondongkan badan Anda ke depan. Jika lawan bicara Anda menaruh satu tangannya di atas meja, Anda juga dapat melakukan hal yang sama. Namun tetap perlu diingat, jangan melakukan gerakan tiruan dengan jeda waktu yang sangat singkat dan hampir semua gerakan ditiru.

Jaga sikap Anda
Apa yang Anda rasakan akan tersalur lewat bahasa tubuh dan dapat menjadi perbedaan yang besar terhadap kualitas hubungan Anda dan lawan bicara Anda. Tetaplah jaga sikap yang positif, terbuka dan santai.
Perlu diingat bahwa Anda dapat merubah bahasa tubuh yang kurang baik, tentu saja selama Anda memahami bahwa untuk menciptakan kebiasaan yang baru memerlukan sebuah proses. Jangan juga mencoba melakukan semua dengan sekaligus karena akan membuat Anda bingung.

Baca: JADILAH PENDENGAR YANG BAIK






Untuk informasi lebih lanjut hubungi:


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan