Tampilkan postingan dengan label Bagaimana menjadi kaya?. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bagaimana menjadi kaya?. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Juli 2016

KENAPA SAYA TAK KUNJUNG KAYA?




“SAYA BERPIKIR… KAYA, NAMUN SAYA TAK KUNJUNG KAYA!”

Jika Anda sudah membaca buku Think and Grow Rich dan beroleh pemahaman intelektual bahwa kita “menjadi apa yang kita pikirkan”. Kita mempunyai serangkaian afirmasi tentang kekayaan dan kita terus mengucapkannya setiap hari.

Tetapi kita masih tetap miskin. Kekayaan seolah-olah tak ada di dunia ini. Apa yang harus dilakukan? Menurut Napoleon Hill, kita harus bergulat dengan kekayaan. Baiklah, inilah yang harus dilakukan: kalau kita tidak “Sadar Kaya”, maka seluruh pemikiran ini, dan seluruh afirmasi itu, tidak memberi kita kekayaan. Berpikir dan mengafirmasi hanyalah tindakan yang kita lakukan. Namun, itu sekedar BAGIAN dari rangkaian penciptaan kekayaan. Apabila kita melompati langkah PERTAMA, kita tidak akan beranjak kemana-mana.

Lalu, apa langkah pertama yang harus ditempuh?
Menjadi.
Untuk meraup kekayaan, pertama-tama Anda harus MENJADI kaya. KEMUDIAN, Anda harus memikirkan kekayaan, berbicara tentang afirmasi kekayaan, dan bersikap kaya.
“Tapi bagaimana saya bisa MENJADI kaya kalau saya TIDAK kaya?” tanya salah seorang di antara kita. Pertanyaan logis. Namun, pertanyaan ini berdasarkan anggapan yang keliru bahwa kita tidak mempunyai kekayaan. Sebenarnya kita MEMILIKI kekayaan. Hanya saja kita tidak menyadarinya. Kita mengembangkan realitas fisik yang mencegah kita menjadi kaya. Ini semua bisa dijelaskan dengan memakai teori Fisika Kuantum. Itu sebabnya, mari kita periksa konsep-konsep dasar Fisika Kuantum yang selanjutnya dapat menerangkan apa yang saya katakan.

Mula-mula Anda barangkali sebenarnya menyadari, setidaknya dalam asas intelektual, bahwa di satu ranah sub atomik, kita, dan segala hal di alam semesta ini, adalah energi. Kita, saat mengurai segala sesuatu, dihadapkan pada kenyataan bahwa kita semua terbuat dari bahan yang sama, dan kita semua saling berhubungan. Alam semesta sebenarnya adalah samudera luas Energi, yang bergetar dengan beragam frekuensi yang selanjutnya memberikan ilusi proses individualisasi. Itu berarti kita mengalami ilusi keterpisahan, sebagai obyek fisik, dan kekayaan akibat “indra” kita memecahkan kode Energi yang berada di sekitar kita dengan cara tertentu seakan tengah menciptakan realitas fisik kita.

Ini semua terjadi di dalam pikiran.
Karena itu, segala sesuatu berada di sini dalam jalinan waktu (ilusi yang lain), “Segala sesuatu” hanya bisa eksis karena kita mengawasinya. Dalam pengawasan kita inilah segala sesuatu mewujudkan diri. Tanpa pengawasan kita, segala sesuatu hanyalah berupa “gelombang”: kemungkinan. Para ahli fisika menyepakati hal ini.

Keyakinan kita merupakan sistem Energi yang sangat besar dalam hidup kita. Keyakinan kita menjadikan kita mengalami atau tidak mengalami sesuatu dalam kehidupan, termasuk kesejahteraan. Keyakinan itu yang membentuk diri kita. Kita “MENJADI” di dunia ini sesuai dengan keyakinan kita. Seandainya wujud kita adalah “seseorang yang mencoba meraih kekayaan dengan mengulang-ngulang afirmasi”, maka ITULAH realitas kita. Kita hanya harus MENCOBA mendapatkan kekayaan.

Kita harus membuat keputusan bahwa kita ADALAH kekayaan itu sendiri, kontras dengan beragam bukti fisik eksternal. Bukti itu hanyalah ilusi yang berasaskan sistem keyakinan yang menuntun kita pada titik tersebut.

Orang disebut kaya bukan karena memiliki uang. Yang sebenarnya, mereka memiliki uang karena mereka kaya! Inilah satu hal yang sering dilupakan banyak orang! Ada sebuah contoh yang dapat menjelaskan hal itu.

Tony Robbin menjadi jutawan pada usia yang masih sangat muda. Lantas, sehabis melewati serangkaian perjalanan, dia kehilangan seluruh kekayaannya. Namun, hanya dalam waktu satu tahun dia kembali kaya. Bagaimana dia dapat melakukan hal ini? Itu karena dia TIDAK KEHILANGAN KEKAYAAN. Dia sekedar kehilangan uang, yang hanyalah simbol kekayaan! Karena dia “Sadar Kaya”, dia “menarik” kekayaan ke dalam hidupnya. Dia benar-benar tidak dapat menolaknya! Itulah dirinya! Dan di dunia ini ada seribu orang seperti dirinya yang mampu menarik kekayaan semata karena begitulah diri mereka. Anda dapat membuat keputusan yang sama dan beroleh hasil yang sama.

Sebaliknya, orang-orang yang di dalam diri mereka tumbuh “kesadaran yang kurang” dapat memenangi hadiah lotre dengan nilai jutaan dan menghabiskannya dalam waktu satu tahun. Kesadaran mereka – ENERGI mereka – tidak dapat terus menarik Kekayaan karena mereka pada dasarnya bukanlah figur “kaya”. Namun, sekali lagi, kekayaan adalah yang pertama-tama perlu dilakukan ialah menyadari keberlimpahan kekayaan itu di tiap tempat. Faktanya, kekayaan ada di semua tempat. Kemiskinan dan ketidakmapanan adalah ilusi. Kita dapat mengubah kesadaran kita menuju Kaya – MENJADI KAYA – cukup dengan cara membuat keputusan. LALU, pikiran, omongan, dan tindakan kita akan membuat kita dapat merasakan kekayaan yang merupakan milik kita!

Namun ini adalah hal rumit yang bertentangan dengan sistem kepercayaan kita. Tetapi, sistem kepercayaan itulah sebenarnya yang membuat seseorang terus dibelit kemiskinan.

Cermati kondisi keuangan kita sekarang ini. Periksa keyakinana kita berkaitan dengan Kekayaan dan diri kita, dan lihatlah jangan-jangan kehidupan bukanlah putusan SEMPURNA dari keyakinan kita. Kemudian periksalah dari mana keyakinan itu berasal. Takala kita menyadari bahwa keyakinan kitalah yang menciptakan kondisi kita saat ini, bukan hal lain, maka kita mempunyai pilihan untuk benar-benar mengalami realitas kaya yang diidam-idamkan selama ini!

(Sumber: “I’m Thinking… and Not Growing Rich”, Bob Doyle)





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Minggu, 26 Juni 2016

KEKUATAN VISUALISASI




“Orang tidak akan pernah meraih apa yang tidak mereka bayangkan sebelumnya.”
(Karen Ford)


Sepasang suami-istri berbagi cerita tentang betapa selama bertahun-tahun mereka sangat ingin untuk membeli rumah, tetapi tabungan mereka tidak pernah cukup. Pada suatu hari, setelah membaca tentang cara pembuatan “pemetaan harta karun” (meletakkan gambar-gambar yang Anda inginkan dalam hidup di suatu tempat di rumah atau di kantor Anda), mereka memutuskan untuk meletakkan sebuah gambar rumah baru pada kulkas mereka.

“Dalam waktu kurang dari sembilan bulan, kami telah memberikan uang muka dan pindah,” kata sang suami dengan takjub. Istrinya menambahkan, “Di sisi foto itu kami akhirnya meletakkan thermometer kecil yang kami isi seiring dengan bertambahnya simpanan kami sebagai uang muka.”

Kita pun dapat menerapkan cara di atas, yaitu meletakkan gambar-gambar yang ingin kita dapatkan seperti rumah, mobil, atau apa saja yang kita inginkan. Dengan menaruh gambar tersebut di tempat yang mudah terlihat, bukan hanya termotivasi untuk mengejarnya, namun membuat kita benar-benar tahu apa yang menjadi keinginan utama saat ini.


Paul J. Meyer berkata, “Apa pun yang dapat Anda visualisasikan dengan jelas, benar-benar menginginkannya, dan secara antusias mengambil tindakan, akhirnya apa yang Anda inginkan akan menjadi kenyataan.” Jadi, bayangkanlah dengan jelas apa yang paling Anda inginkan, lalu lakukan apa yang bisa Anda lakukan, meminta pada Tuhan, bekerja, menabung, maka lihatlah pada akhirnya itu bukanlah sesuatu yang mustahil untuk kita dapatkan.





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Sabtu, 19 Maret 2016

KENAPA ANDA TIDAK KAYA?



Semua orang di dunia boleh kaya. Tuhan tidak pernah ‘melarang manusia ciptaanNya untuk menjadi kaya. Pengakuan para miliarder, yang memiliki kekayaan puluhan hingga ratusan miliar bukanlah karena faktor hoki atau keberuntungan, namun tergantung pada diri Anda sendiri. 
Anda harus mengubah pemikiran Anda dan melakukan perubahan untuk meraih kehidupan finansial yang lebih baik. Ubah pola pikir Anda dari Mengapa saya tidak bisa kaya?” menjadi “Mengapa saya belum kaya?”
Tanamkan di benak Anda: “Saya berhak untuk menjadi kaya!”

Baca: ORANG KAYA TIDAK MELAKUKAN KESALAHAN INI


Melansir dari Lifehack, Minggu (13/3/2016) berikut adalah
beberapa alasan mengapa Anda belum juga kaya:

1. Anda berpikir
bahwa menjadi kaya bukan hak Anda, melainkan hak orang lain
Kita hidup dalam masyarakat yang kapitalis. Hal tersebut memberikan kesempatan pada setiap individu untuk menjadi kaya. Hanya saja dibutuhkan kemauan keras untuk berusaha memberikan yang terbaik untuk diri Anda.

2. Anda tak merasa pintar
Kurangnya pendidikan formal tidak menahan kesuksesan
pada orang lain. Ada banyak bukti, para penemu Microsoft, Facebook IKEA, ALDI, Luxottica, dan Dell tidak pernah merasakan bangku kuliah, bahkan merupakan mahasiswa dropout.

3. Anda berpikir tidak mampu menjadi kaya karena Anda tak berambisi
Orang yang kaya tidak memiliki ambisi untuk menjadi kaya seperti Anda. Hanya saja mereka memiliki keyakinan di dalam diri mereka untuk membuat mimpi mereka jadi kenyataan. Untuk menjadi kaya, Anda harus memiliki kepercayaan lebih di dalam diri Anda.

4. Anda terlalu fokus menyimpan uang
Bukan berarti orang kaya tidak menyimpan uang mereka, tetapi mereka lebih tertarik untuk menabung dengan jumlah bunga yang tinggi. Ketika menyimpan uang mereka,
mereka menyimpan uang mereka secara bijak dengan tujuan investasi dan mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi.

5. Anda berprinsip mendapatkan uang harus dengan kerja keras
Bila Anda dibayar per jam
dari pekerjaan Anda, dan Anda lembur, jelas saja Anda akan mendapatkan bayaran lebih. Lagipula hal tersebut bukanlah cara untuk memperoleh kekayaan. Orang kaya justru menyelesaikan pekerjaan yang akan menambah upah mereka, dan hal tersebut tidak menyangkut waktu.

6. Anda takut
gagal
Para individu yang mencapai kekayaannya secara mandiri pernah jatuh
dan gagal sebelum mereka mencapai keberhasilan. Jangan pernah takut untuk melakukan kesalahan. Anggap saja kesalahan tersebut sebagai pembelajaran untuk mencapai keberhasilan. Kegagalan adalah guru dan bukanlah akhir dari segalanya.

Baca: APA RAHASIA SUKSES DAN KAYA?





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w

Minggu, 21 Februari 2016

ORANG KAYA TIDAK MELAKUKAN KESALAHAN INI...




Mencapai suatu keberhasilan tentu merupakan perjuangan yang dimulai dari bawah. Berbagai usaha keras harus dilakukan untuk meraih hasil yang kita inginkan. Saat keberhasilan itu sudah diraih, tentu kita harus menjaga hasil dari usaha tersebut yang telah susah-payah kita perjuangkan.
Oleh karena itulah, orang-orang kaya selalu bertindak waspada dengan uang mereka. Di antara berbagai kesalahan yang mungkin dilakukan, mereka akan memberi perhatian ekstra agar tak melakukan 6 kesalahan di bawah ini:

1. Malas memeriksa kondisi finansialnya sendiri secara berkala
Meskipun tak semua orang akrab dengan istilah-istilah keuangan, orang kaya tidak pernah ketinggalan dalam memeriksa situasi keuangannya saat ini serta di masa depan. Agar bisa mengontrol aset-asetnya, dia harus selalu paham di mana kakinya berpijak sekarang, apakah di atas bebatuan kokoh atau malah di ujung tanduk kebangkrutan.
Sebagai pemula, langkah pertama untuk mengetahui keadaan kantong ialah mencari informasi soal rekening bank. Dari sana, Anda akan melihat berapa banyak yang telah Anda keluarkan dalam sebulan. Apakah pengeluaran itu justru lebih besar dari pemasukan?
Setelah memeriksa rekening Anda sendiri, Anda akan bisa mengetahui keadaan financial secara rinci. Apakah dalam posisi membaik, stagnan, atau malah memburuk? Dari penilaian itu pun dapat menentukan langkah-langkah apa yang sebaiknya Anda ambil untuk menambah pundi uang.

2. Menghambur-hamburkan uang untuk urusan yang tak perlu
Saat Anda membayangkan gaya hidup kaum jetset, mungkin yang terbayang di kepala adalah Jordan Belfort dari film Wolf of Wall Street. Foya-foya, beli ini-itu, selalu mengadakan pesta mahal. Coba lihat sendiri di akhir film bagaimana nasib Jordan.
Walaupun mereka sudah kaya, orang kaya justru tak akan membuang-buang uangnya. Orang kaya jaman sekarang gak hidup semewah yang Anda bayangkan. Justru sebaliknya, mereka hidup dengan gaya yang sederhana. Lihat saja Mark Zuckerberg yang masih mengendarai mobil kota biasa, bukan Lamborghini. Atau Sir Richard Branson yang mendidikasikan dirinya di dunia filantropi. Mereka tak akan menghabiskan uangnya untuk barang atau gaya hidup yang sebenarnya gak mereka butuhkan. Begitulah cara mereka memelihara kekayaan.

3. Tak segera mengatur ulang keuangan setelah menyelenggarakan hajatan besar
Menikah, mempunyai anak, keluarga atau saudara yang meninggal adalah contoh peristiwa besar dan penting yang akan menghampiri hidup Anda. Urusan uang mungkin adalah hal yang paling akhir Anda pikirkan ketika sedang dilanda emosi mendalam. Namun bila Anda tak segera memeriksa, mengatur dan menyesuaikan kembali kondisi keuangan, Anda sendiri yang akan menyesal nantinya.
Tiap kali melewati sebuah peristiwa besar dalam hidup, luangkan waktu untuk duduk dan berpikir sejenak. Pelajari kondisi keuangan, lalu buatlah penyesuaian. Jangan ditunda-tunda, lakukan sekarang juga.

4. Membuang-buang uang untuk bayar denda dan biaya ekstra
Bukankah konyol jika menghabiskan uang untuk membayar denda akibat terlambat memperpanjang STNK, atau melunasi biaya ekstra yang muncul karena telah merusak sesuatu? Jumlah uang itu bisa saja Anda habiskan untuk makan di restoran mewah, membeli pakaian mahal, dan mengumpulkan gawai canggih.
Orang kaya yang cerdik selalu memperhatikan kemana saja uangnya mengalir. Bukan karena pelit, tapi karena mereka teliti. Mereka melindungi kekayaannya dengan menjuahkan diri dari ‘biaya ekstra’ yang sebenarnya bisa dihindari dengan sedikit usaha ekstra.
Orang kaya jarang sekali telat membayar tagihan, dan selalu menghindari penggunaan kartu kredit berbunga tinggi. Mereka selalu membaca surat tagihan dengan cermat, dan memeriksa apakah ada kesalahan dalam tagihan mereka.

5. Terlalu fokus untuk berhemat, dan lupa mencari uang tambahan
Mengencangkan ikat pinggang dan menahan nafsu untuk belanja memang bisa menghemat uang. Namun, Anda tidak akan bisa bertambah kaya hanya dengan berhemat saja. Jika ingin strategis, jangan pernah lupakan bagaimana caranya menambah penghasilan Anda setiap bulannya. Berhasil menghemat pengeluaran sebesar Rp. 200–300 ribu per bulan itu luar biasa, tapi bukankah akan lebih baik lagi kalau memperoleh 1 juta dari pemasukan ekstra? Dan ketika Anda mulai benar-benar terbiasa dengan strategi ini, Anda gak hanya akan mempertahankan kekayaan, namun juga menambah kekayaan.

6. Mengorbankan nilai dan kualitas demi barang murahan
Kadang, label harga murah bisa begitu menggoda. Misalnya, saat memilih membeli sepatu seharga Rp. 200.000 daripada yang berharga Rp. 400.000. Padahal, sepatu berharga Rp. 200.000 pasti tak terjamin kualitas dan ketahanannya. Contoh lain, Anda terus bertahan menggunakan kendaraan tua yang boros bahan bakar, sementara Anda sebenarnya bisa membeli mobil baru yang irit, ramah lingkungan, dan ringan biaya perawatan.
Orang kaya akan cukup cerdas untuk tak tertipu dengan label harga murah, walaupun mereka selalu ingin menekan pengeluaran. Sebabnya, label “paling murah” bukan berarti yang paling berkualitas. Orang kaya mampu mempertimbangkan, apakah barang murah tersebut justru membuatnya mengeluarkan lebih banyak uang dibandingkan jika ia membeli yang mahal sekalian? Nah, jika Anda berniat membeli barang atau jasa, carilah “best value” bukan “best price”. Dengan ini, harta yang telah Anda kumpulkan bisa lebih terpelihara.

Baca: CARA BERPIKIR ORANG KAYA vs ORANG MISKIN





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w

Minggu, 13 September 2015

MENGGUNAKAN PIKIRAN UNTUK MENCIPTAKAN KEKAYAAN




Di luar segenap keraguan, kita tahu bahwa alam semesta yang kita kenal, mulai dari dunia “fisik” hingga pikiran, adalah energi yang bergerak.

Sebenarnya realitas “mental” kita dan realitas dunia “luar” merupakan peristiwa kuantum yang saling berkaitan erat. Kita adalah partisipan dalam sebuah semesta yang terbuka dan dinamis. Dan kita hidup di dua dunia yang saling bersisian dan tumpang tindih.

Apakah terdengar aneh? Barangkali.
Namun jika kita melihat pikiran dan ingatan sebagai “sumber energi” yang mengadakan pertukaran energi dengan dunia fisik “eksternal”, maka kita berada tepat di garis fisika kuantum dan neurosains.
Apakah efek energi mental pada dunia fisik masih meragukan?

Cara Kita Menciptakan “Realitas”
Hari ini alat pemindai PET dapat membuat kita “melihat” bagaimana otak secara aktif mengubah dan menumbuhkan pemikiran. Kekuatan sebuah pemikiran tidak bisa lagi dianggap sebagai “teori metafisik”. Masing-masing gambar dari “dunia luar” membentuk dan mengubah otak secara fisik. Dari gambaran-gambaran inilah pikiran membentuk apa yang kita sebut sebagai “realitas”. Sebagai contoh, mata kita sebenarnya tidak benar-benar “melihat” apapun – kedua mata kita hanyalah mengumpulkan cahaya itu selanjutnya ditransmisikan ke dalam otak sebagai sinyal-sinyal elektronik.
Berdasarkan pengalaman, otak menafsirkan sinyal-sinyal itu dan mengatakan kepada kita apa yang kita “lihat”.
Saat ini para ilmuwan mengatakan apa yang selama berabad-abad diungkap oleh para mistikus: bahwa kehidupan adalah ilusi. “Ilusi” itu adalah dunia di luar diri kita sendiri. Yang kita pahami sebagai sesuatu yang betul-betul ada.
Dengan demikian, menurut para ilmuwan, “dunia yang sebenarnya” terbuat dari vibrasi energi. Sekarang kita mengetahui bahwa tiap orang menciptakan dunia versi mereka sendiri berdasarkan kepercayaan, harapan, dan masa lalu masing-masing.
“Lantas, bagaimana segala hal ini saling berhubungan dalam menciptakan kekayaan?” tanya kita. Sungguh sederhana: penafsiran kita atas kata “kesejahteraan” sangat berkaitan dengan apa yang kita imajinasikan, bayangkan, inginkan, atau takuti dan tolak.

Masuk ke Dalam Pikiran
Mari kita periksa apa sebenarnya “kesejahteraan” itu. Dilihat dari sudut pandang neurosains, kesejahteraan merupakan “konsep mental” yang bertempat dalam otak fisik kita. “Konsep” kesejahteraan hidup dalam bagian sadar rasional dalam otak. Yakinlah, kita dapat memberikan definisi tepat terhadap kata “kesejahteraan” tanpa perlu melibatkan emosi. Namun ketika kita bertanya, “Apa arti kesejahteraan bagi KITA secara pribadi?” maka segala sesuatunya tiba-tiba berubah.

Dalam waktu satu milidetik alam tak dasar kita dengan cepat memunculkan gambaran kondisi teman baik kita, membandingkan mobil keluarganya yang bermerek Cadilac dengan mobil keluarga kita yang hanya Ford; atau mungkin, saat menginginkan sepeda baru, kita selalu diminta untuk “realistis” atas kondisi keuangan keluarga. Atau diberi tahu bahwa kita tidak akan pernah “benar-benar sejahtera” tanpa menjadi dokter atau pengacara. Dimana hal ini terjadi? Jauh di dalam ketidaksadaran. Dan sayangnya alam bawah sadar TIDAK merespons “alasan logis” bahwa “pelajaran” lama itu tidak lagi dapat dipakai.

Apakah gaya hidup KITA sangat jauh dari apa yang kita impikan? Kita bisa merasa yakin bahwa alam bawah sadar yang menyebabkan kita terlempar ke belakang!

Dan persoalannya: setiap kali kita “mengunjungi” salah satu bagian dari alam tak sadar yang membatasi pikiran, getaran-getaran saraf yang menuntun kita ke sana justru makin kuat secar fisik! Ini BUKANLAH teori belaka. Ini adalah sains yang dapat diobservasi!

Hanya ada satu cara untuk mengatasi alam tak sadar yang membuat kita tidak dapat memunculkan gaya hidup yang ideal: kita harus memprogram ulang neuron (sel-sel otak) secara fisik.

Adakah cara “yang cepat dan mudah” untuk melakukannya? Tidak! Mari kita menghadapi – seandainya memang benar demikian, setiap orang akan hidup dalam mimpi mereka.
Tetapi hal itu bisa diwujudkan!

Otak Menyusut atau Tumbuh
Kita tahu, otak bukanlah organ yang tidak mengalami perubahan seperti yang kita pikirkan sebelumnya. Otak sebenarnya “lentur”, dan mengalami perubahan fisik menyesuaikan diri dengan pikiran atau ingatan kita.

Takala kita berpikir, memahami, mengingat atau mempelajari sesuatu, maka pesan-pesan kimiawi dikirimkan dari salah satu neuron (sel otak) menuju sel otak lainnya. Dan apabila kita sering memikirkan “sesuatu”, atau memikirkannya dengan emosi tinggi, maka neural-neural yang berhubungan akan menguat secara fisik.
 Apabila kita hendak memikirkan atau mengingat sesuatu (seperti kenangan buruk), maka neural yang berhubungan akan rusak secara fisik – dan akhirnya tidak berfungsi. Tentu saja jika kenangan buruk itu disertai dengan emosi yang tinggi, ketegangan akan berlangsung lebih lama.

Namun ada sesuatu yang sangat penting yang harus dipelajari dari pola itu! Para ahli neurosains telah menemukan bukti yang kuat bahwa emosi memperkuat neuron dalam mempertahankan suatu ingatan atau pikiran.

Emosi bisa dijadikan sebagai peranti yang kuat untuk memprogram ulang otak!

Memanfaatkan Kekuatan pikiran
Memanfaatkan kekuatan pikiran untuk menciptakan gaya hidup yang diidam-idamkan dapat menjadi pengalaman yang benar-benar menggembirakan. Bayangkanlah sekiranya kita sungguh-sungguh ingin menciptakan gaya hidup yang didamba-dambakan itu.
Mari kita mempraktekkannya:
·       Itu semua bermula dari keputusan, yang memakan waktu satu milidetik.
·       Selanjutnya bersiaplah mengambil langkah dramatik (ini untuk mengubah hidup). Kita benar-benar bersama dengan diri kita dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan semisal: Apa arti kesejahteraan bagiku? Apakah itu berarti kondisi finansial ataukah memiliki waktu luang lebih banyak? Apakah aku benar-benar ingin menciptakan gaya hidup yang “sejahtera”? Bagaimana hal ini akan tampak hari demi hari? Apa yang harus kuubah untuk mewujudkan hal ini?”
·       Selanjutnya, kita harus mempersiapkan diri menanggung segala akibatnya. Makin besar komitmen emosional untuk mewujudkan apa yang kita inginkan, makin cepat kita mendapatkannya! Inilah mengapa sangat penting untuk mengejar segala sesuatu yang memicu gairah!
·       Yang terakhir, manfaatkan kekuatan pikiran yang terfokus untuk memprogram ulang neoron-neuron.

Berikut adalah cara mudah untuk memprogram ulang neuron-neuron tersebut:
Setiap pagi ambillah sehelai kertas berukuran 3 x 5 sentimeter dan tuliskan pernyataan singkat mengenai impian terpenting kita. Lalu di sisi yang lain tulislah salah satu hal “khusus” yang akan kita lakukan HARI INI agar bisa lebih mendekati impian itu. Langkah ini harus nyata, spesifik, dan dapat dilakukan hari ini! Simpan kertas itu di dalam dompet dan LAKUKAN langkah khusus tersebut di akhir hari kita. Hanya dalam waktu satu bulan kita akan terkejut melihat apa yang sudah kita hasilkan!
(Sumber: “Harness Your Mind to Create Prosperity”, Dr. Jill Ammon-Wexler)





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w

Sabtu, 29 Agustus 2015

UANG: ILUSI, BAYANG-BAYANG DAN SESUATU...




Langkah pertama untuk menjadi kaya ialah mengetahui secara tepat apakah kekayaan itu. Dan sedikit orang yang mengetahui apakah sebenarnya kekayaan itu ada di dalam dan di luar dirinya. Apakah kekayaan itu? Apa yang menyebabkannya? Apa yang memicu penyebabnya? Mari kita mulai dengan, uang, sesuatu yang dikenal luas sebagai simbol kekayaan, dan lalu kita akan bergerak lebih jauh.
Uang tidaklah nyata.

Uang hanyalah alat pertukaran legal, peranti tukar-menukar. Kita menggunakannya untuk bertukar nilai. Uang mewakili sebuah nilai.
Uang adalah “tubuh” dari nilai. Uang merupakan sensasi fisik dari nilai yang timbul dan tenggelam dalam diri kita. Bukan dalam “segala sesuatu” di luar kita, melainkan di dalam diri kita. Karena tanpa kita, apa arti nilai sebuah mobil? Tak ada, setidaknya bagi kita. Dengan kata lain, kitalah, sang pengamat, yang menempatkan nilai pada sesuatu, namun nilai itu benar-benar nilai yang ada dalam diri kita: kita memberi nilai kepada benda-benda material. Benda-benda material tidak memiliki nilai “uang” dalam diri mereka – kitalah yang memberi nilai semacam itu. Itu sebabnya, uang adalah representasi fisik eksternal dari sebuah bagian tertentu dari nilai internal kita, di dalam diri kita. Itulah kenapa sebuah rumah atau bagian saham yang saat ini bernilai satu juta dolar dapat menjadi turun menjadi hanya setengah juta dolar pada keesokan harinya ketika kecemasan meliputi hati orang-orang yang terlibat dalam transaksi tersebut. Rasa takut membunuh sebagian dari nilai-nilai internal para partisipan dan hal itu dicerminkan dalam bentuk kertas uang, “tubuh” dari nilai.

Ada contoh lain: bahkan kertas mata uang tidak sepenuhnya mewakili uang secara penuh. Benda itu tidak dapat benar-benar mewakilinya. Menurut taksiran (dan ini berbeda-beda di setiap negara), hanya 4 persen uang yang tersimpan di bank yang berwujud uang kontan. Bayangkanlah seberapa banyak kapas, linen, bubur kertas, dan logam yang dibutuhkan dunia untuk membuat uang yang dimiliki seseorang di rekeningnya jika berbentuk uang kertas. Jika seandainya Anda menumpuk uang kertas bernilai 1 dolar sebanyak satu juta dolar, maka berat keseluruhannya akan mencapai satu ton dan tingginya mencapai 36 kaki. Uang juga tidak berwujud dalam cadangan emas. Ini juga disebabkan oleh alasan yang sama – sejak tahun 1970-an kita tidak lagi memakai emas sebagai patokan.

Lalu apa sebenarnya yang berwujud, apakah uang seperti yang kita risaukan setiap hari? Baiklah, uang adalah onggokan ilusi besar. Itu hanyalah angka-angka yang dituliskan pada selembar kertas dan peranti penyimpanan komputer dan ditugaskan kepada manusia dan pelbagai entitas, semisal perusahaan atau lembaga investasi, atau lebih akurat, untuk mencatatnya! Dengan kata lain, untuk setiap 100 dolar atau nilai yang setara dalam mata uang lain, hanya sekitar empat dolar yang berwujud sebagai mata uang kertas dan logam, sementara sisanya sekitar 96 dolar hanya berbentuk angka-angka yang dituliskan pada kertas atau komputer di bank-bank, perusahaan, atau lembaga-lembaga lain. Satu-satunya alasan mengapa sistem ini tidak mengalami keruntuhan ialah karena kita semua mempercayainya. Terakhir kali sejumlah besar orang tidak mempercayai sistem ini ialah sebelum terjadinya Depresi di mana sejumlah besar orang menarik dana dari bank-bank dan mendapati bahwa tidak semuanya bisa mendapatkan uang mereka. Peristiwa ini bukanlah penyebab dari Depresi Besar, namun peristiwa inilah yang mempercepatnya.

Uang tidaklah nyata – sesuatu yang lainlah yang nyata. Uang hanyalah bayang-bayang dari sesuatu itu. Langkah pertama untuk menjadi kaya ialah mengetahui apakah sebenarnya uang itu, atau lebih tepat, apakah yang diwakili olehnya. Belajarlah untuk tidak melihat uang seperti yang kita kenal sekarang ini – kontan, rekening bank, ongkos, dan lain-lain. Ini hanyalah bayangan dan bukan benda yang asli. Mengamati bayangan itu, bentuk fisik uang, sebagaimana akan kita ketahui, adalah sesuatu yang sangat tidak bijak dan tidak sehat bagi diri dan kondisi finansial kita.

Sebaliknya, inilah nilai yang ada dalam diri kita dan dalam diri orang lain, dan alirkan dan tukarkan nilai ini dengan orang lain. Nilai internal kita adalah bayangan dari nilai internal kita. Kembangkan nilai internal ini sehingga uang dan kekayaan eksternal kita serta merta akan meningkat.

Ketahuilah, uang mewakili sebuah aspek dari nilai dalam diri manusia, namun ini tidak berarti bahwa uang mewakili seluruh nilai manusia ini. Ini sangat penting. Ini bukan mengenai harga diri. Uang hanya mewakili aspek dari nilai internal yang berkenaan dengan kekayaan. Itu sebabnya, kita tak bisa mengatakan bahwa orang kaya mempunyai harga diri dan nilai yang lebih tinggi dari orang miskin.

Sebaliknya, kita harus mengatakan bahwa segala hal yang berhubungan dan berkaitan dengan uang disebut sebagai Kesadaran Kaya. Ini dimiliki setiap orang dan dapat dikembangkan oleh dan dalam diri setiap orang. Sebagaimana hal-hal lain yang penting bagi kehidupan kita semisal udara, kesadaran kaya juga gratis. Kita bebas memilih mengembangkannya atau tidak, menumbuhkannya atau tidak. Kita juga bebas mengubah pilihan dan tak ada yang mempu menghentikan kita.

Kita tidak memerlukan hal-hal lain di luar diri kita untuk mengingkatkan kesadaran kaya, apalagi uang kita. Semua yang dibutuhkan sudah ada di dalam diri kita. Barangkali itu sudah terlupakan, namun hal itu berada dalam diri kita. Kita akan mengingatnya. Dan langkah pertama ialah selalu mengingat bahwa uang tidak nyata; uang adalah bayangan dari sesuatu yang lain.

Dan ini rahasia yang lain: kesadaran kaya hanyalah ekspansi kesadaran ke dalam sisi kekayaan dari diri kita. Itulah kenapa segala hal yang kita butuhkan untuk meningkatkan kesadaran kaya sudah tersedia dalam diri kita. Kita sebenarnya sudah kaya, tetapi kita terbiasa diajari untuk memilih mengabaikan kekayaan kita. Wawasan seperti ini mengubah segala sesuatu. Sebagaimana orang kaya, kita bisa mengetahui bagaimana cara menjadi kaya dan memilih untuk mulai merasakan kekayaan.

Kita memiliki lebih banyak kemampuan menjadi kaya di dalam diri ketimbang kekayaan yang kita rasakan. Kita harus berlatih untuk tidak khawatir bahwa kita telah mencapai batas-batas kekayaan. Kita tidak perlu mencari tahu cara mengubah kesadaran kaya menjadi uang kontan – seperti yang akan kita lihat, itu akan terjadi secara otomatis. Satu-satunya hal yang harus dilakukan ialah memperluas kesadaran kaya dan melatihnya, bertindak sesuai dengannya, menjelmakannya, sehingga kita beroleh situasi dan kesempatan untuk mengubahnya menjadi uang kontan.

Tak ada seorang pun di antara orang-orang kaya di dunia yang mempunyai, di saat mereka belum sekaya seperti saat ini, kemampuan untuk meramalkan dan merencanakan secara tepat rangkaian peristiwa yang dapat menyebabkan mereka sekaya sekarang ini. Umumnya mereka hanya mempunyai segudang cita-cita dan rencana, namun banyak dari mereka akan mengatakan kepada kita bahwa mereka sering mengalami “kebetulan” dan beroleh peluang yang sebelumnya tidak pernah mereka ramalkan. Tujuan mereka adalah satu-satunya hal yang mereka kerjakan, namun jalan yang mereka tempuh untuk mewujudkannya merupakan kecerdasan yang mengangumkan, walau tanpa diduga-duga. Sekarang kita dapat melihat bagaimana hal semacam itu bisa terjadi dalam kehidupan kita – mungkin kita tidak sanggup meramalkan rangkaiannya namun mampu membuat “keberuntungan yang kebetulan” ini kita alami setiap hari.

Tetapi bukan hanya kertas uang saja yang tak nyata. Banyak hal di sekeliling kita dikira sangat nyata ternyata tidaklah nyata. Kita harus turut serta dalam perjalanan yang indah, menguatkan, dan membebaskan apa yang akan memperlihatkan kepada kita bagaimana rupa sesungguhnya dari dunia ini dengan cara yang belum pernah kita lihat sebelumnya. Inilah perjalanan yang akan membuka mata dan mengepakkan sayap-sayap kita. Kita harus melihat sesuatu “di bawah tabir” kehidupan; kita harus mempelajari cara menciptakan kehidupan yang sesuai dengan diri sendiri.

Kita harus mencapai Kesadaran Kaya kita. Ketika kita melakukannya, maka menolak kesuksesan dan kekayaan akan menjadi hal yang sulit dilakukan. Ya, kita membacanya dengan tepat. Sewaktu memiliki kesadaran untuk menjadi kaya, akan sangat sulit bagi kita untuk tidak sukses dan kaya. Keberhasilan dan kekayaan secara otomatis akan mengikuti kemana pun kita pergi. Kita tidak perlu lagi terombang-ambing mencari keduanya, sebaliknya merekalah yang akan mencari kita. Kita akan bebas mengalami aspek-aspek lain dari kehidupan yang mungkin bahkan tidak pernah kita impikan, dimensi diri dan kehidupan yang benar-benar menakjubkan. Hal yang sama juga terjadi pada kebahagiaan.
(Sumber: “Money, An Illusion, a Shadow of Something Else”, David Cameron Gikandi)

Baca: UANG BUKAN SEGALANYA, TAPI...





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w

Minggu, 26 Juli 2015

BAGAIMANA MENJADI KAYA YANG POSITIF?




Pernahkah Anda merasa takjub mengapa ada orang yang mempunyai banyak uang dan tetap bekerja untuk terus mengumpulkan lebih banyak uang, sementara ada orang lain yang berjuang keras bahkan terus melakukan sesuatu yang mereka bisa demi menghasilkan uang? Atau mengapa ada orang-orang tertentu yang selalu memiliki uang untuk membeli apapun yang mereka mau, sedangkan yang lain terus menumpuk utang walau pada dasarnya mereka juga memiliki pekerjaan yang layak? Saya ingin menjelaskan mengapa hal ini bisa terjadi. Dan bagaimana Anda bisa menjadi salah satu dari golongan orang yang senantiasa memiliki pendapatan yang positif.

Kesadaran Kaya yang Positif
Selama bertahun-tahun – melalui penelitian, wawancara, dan pelatihan Creating Power System – saya mempelajari bahwa orang-orang yang memiliki kekayaan besar, dan orang-orang yang memiliki pendapatan bagus adalah mereka yang berhasil mengembangkan kesadaran kaya yang positif. Ringkasnya, mereka selalu memiliki uang karena mereka selalu percaya bahwa mereka akan terus memiliki uang. Walhasil, mereka terus mendapatkan uang dan peluang-peluang yang menghasilkan uang, sementara di saat yang sama mereka menemukan cara untuk menyimpan uang dan membuat uang mereka bekerja. Tidak semua di antara mereka yang mempunyai cukup modal – faktanya, banyak orang yang mendapatkan uang dan terus mencari cara untuk mendatangkan uang yang lebih banyak.

Saya pernah berbicara dengan seorang sahabat benama Ivan, pemilik hotel di banyak tempat di Amerika Serikat dan kini tengah melakukan ekspansi ke Kanada dan seluruh penjuru dunia. Dia menjelaskan bahwa dia berasal dari keluarga imigran; ayahnya seorang akuntan dan kemudian membuka toko pengecer, sedangkan ibunya terus bersekolah dan akhirnya menjadi perawat. Saya tidak akan membuat Anda bosan dengan menuliskan seluruh kisah hidup sahabat saya itu. Namun, intinya adalah dia tidak berasal dari keluarga kaya yang dapat memberinya modal jutaan dolar untuk memulai bisnis. Sebaliknya, dia mulai dengan bekerja pada ayahnya, dan akhirnya mengambil alih bisnis sang ayah, membangun yang lain – menciptakan kesuksesan – menjualnya dan membeli bisnis lain hingga ia berhasil membangun hotel pertamanya di luar Dallas.

Saya bertanya kepadanya: “Apakah kau pernah merasa tertekan? Apakah pernah Anda berpikir tentang kegagalan? Pernahkah kau ragu?”
Dia menjawab: “Hal semacam itu pernah merasuki pikiranku, tapi aku cepat-cepat menyingkirkannya. Aku hanya memikirkan cara mewujudkan cita-cita dan meyakinkan diri sendiri bahwa impianku bakal terwujud. Sesudah itu aku tidak pernah lagi ragu bahwa aku bakal sukses – aku cuma tidak tahu seberapa besar keberhasilan yang kuraih.”

Ivan, singkatnya, mengembangkan kesadaran kaya yang psositif, tanpa menyadari secara teknis yang dia lakukan. Tetapi dia melatih pikiran dan bawah sadarnya untuk fokus semata-mata pada penciptaan kekayaan.


Lalu Apa Kesadaran Kaya yang Positif Itu?
Ini adalah proses meyakini bahwa Anda mampu dan akan menghasilkan uang. Ini melibatkan proses meyakini bahwa Anda berhak menghasilkan uang dan menciptaakan kekayaan. Ini membutuhkan sikap fokus terhadap semua hal yang bagus sehingga dengan kekayaan Anda dapat berbuat sesuatu untuk Anda dan orang-orang di sekitar Anda. Ini berarti bahwa seandainya Anda mempunyai kekayaan yang lebih banyak, Anda akan menolong lebih banyak orang. Ini berarti Anda mengeyahkan ego: tidak menginginkan kekayaaan agar Anda bisa pamer dan berkata, “Lihatlah, aku kaya.” Sebaliknya hal itu berarti, Anda menyatakan, “Benar aku punya banyak uang, dan ini membuatku bisa menolong banyak orang – keluarga dan orang-orang yang kutolong sewaktu aku mengeluarkan uangku.” Ya, Anda akan membelanjakan uang Anda – mari kita hadapi – semakin Anda banyak memiliki uang, semakin Anda banyak membelanjakannya. Ini merupakan dasar dari menciptakan kesadaran kaya yang positif. Karena Anda percaya bahwa memiliki uang bukanlah hal yang bagus – maka Anda tidak akan pernah mendapatkan uang – tidak peduli sekeras apa usaha Anda. Sekali Anda mendapatkan kepercayaan ini – bahwa memiliki uang adalah hal yang bagus – dalam sistem diri Anda, maka Anda mulai dapat menarik kekayaan.

Agar bisa menarik kekayaan, pertama-tama Anda harus melihat tempat Anda berpijak saat ini dan kemudian membuat rancangan yang realistis untuk tiga bulan, enam bulan, satu tahun, atau bahkan lima tahun mendatang. Apabila Anda terjerat utang dan tidak memiliki pekerjaan, maka berencana memiliki uang sebesar satu juta dollar misalnya dalam waktu hanya enam bulan merupakan hal yang tak realistis.
Sebaliknya, prioritas utama adalah mendapatkan pekerjaan dan lepas dari jeratan utang. Jika Anda sudah bekerja dan hendak mendatangkan uang lebih banyak, maka berilah target yang realistis bagi diri sendiri untuk tiga bulan, enam bulan, satu sampai lima tahun mendatang. Saya tahu, salah satu bagian dari diri Anda akan mengatakan bahwa mendapatkan uang adalah hal yang sulit – saya tidak tahu apa yang harus dikerjakan untuk mendatangkan banyak uang, saya terlilit utang dan tidak tahu cara mengatasinya. Setiap masalah memiliki jalan keluarnya, meski kita enggan dihadang masalah. Fokuslah untuk menemukan jalan keluar. Latih pikiran untuk fokus pada jalan keluar tersebut. Mulailah mengirim pesan kepada alam bawah sadar bahwa Anda mengharapkan jalan keluar. Lakukan ini secarea teratur dan Anda akan beroleh jawaban. Uang memang tidak akan jatuh dari langit, namun Anda akan dituntun untuk meraihnya.


Bagimana Melatih Pikiran?
Pertama-tama Anda harus fokus pada apa yang diinginkan. Katakanlah Anda ingin mendapatkan pekerjaan – Anda mulai mengatakannya kepada diri Anda. “Aku tahu apa yang harus kulakukan untuk mendapatkan pekerjaan. Aku melakukan hal yang tepat untuk mendapatkan pekerjaan. Aku sudah mendapatkan pekerjaan yang tepat.” Kemudian mulailah berpikir tentang segala peluang yang mungkin saja bisa digarap guna mendapatkan pekerjaan. Barangkali Anda akan berkata, “Aku sudah melakukan semuanya, dan tidak mendapatkan apapun.” Satu-satunya hal mengapa Anda tidak mendapatkan apapun ialah karena Anda tidak mencarinya di tempat yang tepat. Anda tidak mencermati tanda-tanda yang bermunculan. Anda boleh jadi tidak akan beroleh pekerjaan yang cocok dan mengabaikan pelbagai peluang lainnya.

Hal sama terjadi ketika Anda berupaya mendapatkan lebih banyak uang. Anda barangkali sangat mahir dalam mengumpulkan uang dengan cara tertentu – dalam proses ini Anda tidak menghiraukan peluang-peluang lain yang ada – bahkan kerap mengabaikannya. Saya mempunyai seorang murid yang hendak mendapatkan lebih banyak uang. Dia pikir satu-satunya cara untuk mendapatkan uang adalah dengan memperluas bisnis. Dia melakukannya, namun hal itu tidak menghasilkan uang seperti yang diharapkannya. Ketika dia mulai mempraktekkan Creating Power System, dia mulai mencermati peluang-peluang lain. Dia mengunjungi seorang sahabat lamanya saaat dia masih menjadi makelar mobil, dan singkatnya, mereka memutuskan untuk menjadi rekan dalam bisnis properti. Bisnis lamanya masih dia pertahankan. Namun tabahan uang yang dia inginkan – uang dia pikir hanya bisa ia dapatkan dari bisnis lamanya – datang dari sumber yang benar-benar berbeda.
Ini terjadi karena dia mencermati dari tanda-tanda yang bermunculan. Dia mendapatkan sejumlah besar peluang sebelum bermitra dengan sahabatnya, tetapi dia merasa bahwa hal itu bukan untuknya. Dia akhirnya membuat suatu keputusan tepat karena dia tenang dan percaya bahwa dia akan mendapatkan peluang yang tepat di saat yang tepat. Inilah resep lain yang diperlukan. Anda harus sabar dan percaya bahwa Anda akan mendapatkan apa yang Anda butuhkan dan inginkan pada saat yang tepat. Namun ingat, Anda harus mengenyahkan ego dan bekerja sebaik mungkin.

Sahabat saya Ivan, yang memiliki banyak hotel, telah meneliti sejumlah besar peluang bisnis sebelum akhirnya memutuskan untuk membeli hotel pertamanya – termasuk membeli 50% saham sebuah dealer penjualan mobil bekas. Dealer penjualan mobil bekas masih terus beroperasi, tetapi hasilnya sangat kecil dibandingkan dengan penghasilannya saat ini. Mengenai dealer mobil bekasnya, Ivan berujar, “Terkadang bisnis itu seakan tidak tepat. Aku membaca buku, tahu bahwa bisnis itu akan berhasil, tapi kelihatannya aku tidak menggarapnya dengan serius.” Anda harus bekerja dengan yang cocok dengan diri Anda – sebuah peluang yang bagus belum tentu cocok dengan diri Anda. Ivan menyadari hal itu dan dua bulan kemudian dia membeli hotel pertamanya. Ini terjadi di tahun 1993. Namun sampai dengan saat ini dia masih bersedia menunggu sesuatu yang menurutnya tepat.


Menarik Kekayaan
Ada banyak hal yang dapat dilakukan untuk menyedot kekayaan, tak peduli seperti apa kondisi Anda.
Anda hanya perlu mengupayakan agar pikiran Anda bekerja untuk Anda dan tidak menentang Anda. Saya akan memberikan latihan sederhana. Ambil buku dan pena. Lantas pikirkan usaha yang mendatangkan uang dan meningkatkan kekayaan. Lakukan secar ajujur – hanya Anda yang akan melihat daftar itu. Terus lakukan sampai Anda merasa cukup. Tambah terus daftar itu setiap hari. Lalu, ketika Anda merasa sudah cukup, periksalah apa yang telah Anda tulis. Garis bawahi pikiran-pikiran yang positif, dan lingkari pikiran-pikiran yang negatif. Seberapa banyak pikiran yang negatif? Setiap pikiran yang negatif tentang uang atau cara meningkatkan pencapaian finansial berhubungan erat dengan keyakinan, sedangkan sikap ragu hanya akan menghambat Anda. Jika Anda pikir sulit untuk mendatangkan uang, maka Anda hanya akan mendapatkan kesulitan sewaktu berusaha mendapatkan uang. Mengapa? Karena bawah sadar Anda bekerja menciptakan realitas berdasarkan keyakinan Anda. Bawah sadar tidak akan peduli apakah keyakinan itu baik atau buruk. Ia hanya bertindak berdasarkan perintah Anda – dan perintah itu adalah cetusan pikiran dan keyakinan Anda. Itulah sebabnya, ubahlah pikiran maka Anda akan mengubah keyakinan. Ubah keyakinan dan Anda akan bisa mengubah hidup Anda.
(Sumber: “Creating Wealth”, Karim Hajee)

Baca: APA KENDALA ORANG TIDAK SUKSES?





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w