Tampilkan postingan dengan label Bagaimana untuk berbahagia?. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bagaimana untuk berbahagia?. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Juni 2017

BAHAGIA KARENA MEMBERI




Baru saja saya nonton Mata Najwa di Metro TV bertema: "MENEBAR VIRUS BACA"

1) Namanya Sugeng Hariyono, asli Ponorogo yang merantau ke Lampung, sebagai Tukang Tambal Ban, dalam 'kaca mata' umum secara materi kekurangan, menjadi Penggerak Motor Pustaka yang berkeliling ke desa-desa untuk meminjamkan buku GRATIS ke anak-anak desa di sekitarnya. Hal itu dia lakukan sejak tahun 2014, berawal dari motor rongsokan.
Beberapa waktu lalu Mas Sugeng diundang oleh presiden Jokowi ke istana untuk menerima penghargaan.

2) Misbah Surbakti asli Karo-Sumatera Utara, merantau ke Papua untuk menjadi guru, dan menggerakan Noken (tas khas Papua) Pustaka. Salah seorang relawannya bernama Agus Mandowen, naik-turun gunung memanggul buku untuk dipinjamkan secara GRATIS ke anak-anak gunung di sekitarnya.

Ketika banyak orang yang secara materi tidak kekurangan bahkan berkelebihan suka atau sering mengeluhkan kehidupannya, orang-orang ini BAHAGIA KARENA MEMBERI.

Mas Sugeng, Pak Misbah, dan Kak Agus ini telah memahami, apa maksud dan tujuan Tuhan menciptakan dirinya hidup di dunia ini...berkarya untuk berbagi hal positif, kebaikan, dan kebahagiaan kepada orang-orang yang ada di sekitarnya.

Bunda Teresa pernah berkata:
"Salah satu cara paling pasti untuk menemukan kebahagiaan bagi dirimu sendiri adalah dengan mengabdikan energimu untuk membuat orang lain bahagia."

Boleh jadi itulah kenapa, mereka yang hanya FOKUS pada dirinya sendiri tak pernah merasakan kebahagiaan...







Salam Sejahtera & Sukses Selalu!


Drs. Johanes Budi Walujo
PT. Berkat Akur Nanjaya

HP: 08112332777
WA/Line: 081919132777
Twitter: @johanesbudi_w
Website: https://www.berkatakurnanjaya.com/

Sabtu, 29 April 2017

TUHAN MENCIPTAKAN DUNIA BERWARNA-WARNI




Kisah nyata ini terjadi di Amerika Serikat...
Ada seorang wanita kulit putih yang hendak melakukan perjalanan dengan seorang putranya yang baru berusia 6 tahun. Mereka menaiki taksi yang dikemudikan oleh seorang pria kulit hitam.

Karena si anak tak pernah melihat orang kulit hitam sebelumnya, maka ia keheranan. Lantas ia bertanya pada ibunya: “Ibu, apakah orang ini penjahat? Mengapa kulitnya begitu hitam?”

Sopir taksi menjadi sangat sedih mendengar ucapan anak tersebut. Saat itu juga, sang ibu berkata kepada anaknya: “Paman sopir ini bukan orang jahat, dia adalah orang yang sangat baik.”

Anak itu terdiam sejenak, lalu ia bertanya lagi: “Jika dia bukan orang jahat, lalu apakah dia pernah melakukan sesuatu hal yang buruk, sehingga kulitnya menjadi begitu hitam?”

Mendengar perkataan anak ini, mata pria kulit hitam itu pun berkaca-kaca, tapi dia diam karena penasaran ingin tahu bagaimana ibu wanita kulit putih itu menjawab pertanyaan anaknya.

Ibu ini menjawab: “Dia adalah pria yang sangat baik, Nak. Bukankah bunga-bunga di kebun rumah kita ada yang berwarna putih, merah, kuning, hijau, dan warna-warna lainnya?”
“Benar, Bu!” Jawab anaknya.
“Bukankah biji benih dari semua bunga itu berwarna hitam.”
Lanjut sang ibu.

Anak ini berpikir sejenak, “Benar, Bu. Semuanya berwarna hitam!”
Sang ibu melanjutkan, “Benih hitam itu yang memekarkan bunga-bunga menjadi berwarna-warni yang indah, sehingga dunia menjadi penuh warna-warni, bukankah begitu anakku?”
“Benar, Bu!”
Kata anak itu tanda setuju.

Anak ini tiba-tiba seakan tersadarkan dan berkata: “Kalau begitu pasti paman sopir ini bukan orang jahat! Terima kasih paman sopir. Anda telah membuat dunia menjadi penuh warna-warni, saya akan berdoa untukmu.”

Anak polos ini lalu mulai komat-kamit berdoa, sopir kulit hitam ini tak kuasa menahan diri lagi untuk tidak mengalirkan air matanya.
Baca: EMPATI

Penjelasan yang bijak dari seorang ibu, memberikan pengertian yang mendalam bagi anaknya. Sudah bijaksanakah kita dalam memberikan penjelasan kepada orang-orang yang ada di sekitar kita, sehingga menenangkan dan mendamaikan, tak ada lagi saling curiga apalagi saling membenci?

Karena Tuhan memang menciptakan dunia ini dengan penuh warna, agar satu sama lain saling mengisi dan melengkapi sehinga menjadi indah.
Baca: JEJAK YANG INGIN ANDA TINGGALKAN


Mari kita berdoa bagi negeri yang tercinta ini, semoga masyarakat Indonesia ditumbuhkan kesadaran dirinya untuk saling berkomunikasi dengan baik, dan menanamkan kepada putra-putri bangsa ini untuk berpandangan positif pada perbedaan. Sehingga negeri ini dan seluruh warganya dapat melanjutkan hidupnya dalam kebahagiaan, kedamaian, dan kesejahteraaan. Amin

Baca: SELALU LAKUKAN YANG TERBAIK!





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!


Drs. Johanes Budi Walujo
PT. Berkat Akur Nanjaya

HP: 08112332777
WA/Line: 081919132777
Twitter: @johanesbudi_w
Website: https://www.berkatakurnanjaya.com/

Kamis, 09 Maret 2017

MENCIPTAKAN KEBAHAGIAAN




Ada sebuah tulisan demikian:
"Hidup adalah ciptaan. Kita dapat menciptakan kebahagiaan. Ciptakanlah hari ini menurut cara yang Anda inginkan. Ciptakanlah syukur ke mana pun Anda pergi. Lakukanlah sesuatu yang akan membuat Anda melakukannya dengan penuh SEMANGAT. Anda dapat menciptakan surga di atas bumi. Semuanya itu terserah pada Anda sendiri."


Tahukah Anda bahwa setiap hari itu selalu bergantung pada pikiran kita? Kitalah yang memutuskan sesuatu harus terjadi atau tidak, karena itu buatlah setiap hari menakjubkan.

Setiap kita bangun pagi hari, ucapkanlah kata-kata seperti ini:

Hari ini akan penuh kebahagiaan.
Saya bergembira dan diberkati.
Saya hidup, tumbuh, dan berkembang setiap hari.
Saya menyukai setiap kegiatan yang saya kerjakan, terutama pekerjaan saya.
Saya membagi kegembiraan saya dengan siapa saja yang saya temui.
Saya mengharapkan hanya yang terbaik yang terjadi dalam hidup ini.
Kesuksesan adalah hak saya.
Saya melompat dari satu kebahagiaan kepada kebahagiaan lain, dari satu kemenangan kepada kemenangan lain.


Van Crouch dalam bukunya Dare to Succeed berkata, "Hari kemarin telah berlalu dan hari esok mungkin tidak akan pernah menghampiri hidup kita. Satu-satunya yang kita miliki adalah hari ini. Buatlah hari ini penuh makna! Kita akan menjadi seperti apa yang kita pikirkan sepanjang hari."

Karena itu, pikirkanlah hal-hal yang baik setiap hari...


Jika Anda tidak berbahagia, apakah mungkin Anda bisa menciptakan prestasi???

Baca: SELALU LAKUKAN YANG TERBAIK!




Salam Sejahtera & Sukses Selalu!


Drs. Johanes Budi Walujo
PT. Berkat Akur Nanjaya

HP: 08112332777
WA/Line: 081919132777
Twitter: @johanesbudi_w
Website: https://www.berkatakurnanjaya.com/

Senin, 27 Februari 2017

WAKTU YANG KITA MILIKI




WAKTU adalah NAFAS yang tidak akan pernah kembali. Digulung hari demi hari, minggu dan bulan, serta tahun berlalu tanpa terasa.
NAFAS kita terus berjalan tanpa bisa dicegah, satu hari berlalu, berarti satu hari pula berkurang UMUR kita.
UMUR kita yang tersisa di hari ini sungguh tidak ternilai harganya, sebab esok hari belum tentu jadi bagian dari diri kita.

Karena itu, jika hari ini berlalu tapi tiada kebaikan dan keimanan yang bertambah, apakah hidup kita PUNYA MAKNA?
Apalah arti hidup kita ini DI MATA TUHAN?


JANGAN tertipu dengan usia muda, karena syarat mati tidak harus tua.
JANGAN terperdaya dengan badan sehat, karena syarat mati tidak harus sakit.


JANGAN 'terperangkap' dengan materi, jabatan, kekuasaan, mau pun popularitas, karena yang kita pertanggung jawabkan di hadapan Tuhan BUKAN apa yang bisa kita raih, melainkan apa yang sudah kita perbuat selama hidup di dunia ini???

Teruslah BERBUAT BAIK, walau tak banyak orang tahu & tidak mengenalimu.
BERBAGI KASIH - hal positif, kebaikan, dan kebahagiaan dengan orang lain.
Dan kita tidak perlu membanggakan dan menyombongkannya.
Karena Tuhan PASTI tahu & mengenalmu lebih dari yang lain.


Jadilah seperti jantung yang tidak terlihat, tapi terus berdenyut dan membuat kita terus hidup, sampai DIA ambil keputusan untuk memberhentikannya,
Yaitu ketika Tuhan berkata:
"WAKTUNYA KAMU PULANG"

Baca: CYCLE OF LIFE





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
PT. Berkat Akur Nanjaya

HP: 08112332777
WA/Line: 081919132777
Twitter: @johanesbudi_w
Website: https://www.berkatakurnanjaya.com/

Selasa, 06 September 2016

KEHIDUPAN SEPERTI SUNGAI YANG TERUS...




Seorang pria mendatangi seorang Guru. Katanya, "Guru, saya sudah bosan hidup. Benar-benar jenuh. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya kacau. Apapun yang saya lakukan selalu gagal. Saya ingin mati!"
Sang Guru tersenyum, "Ohh…, kamu sedang sakit."
"Tidak Guru, saya tidak sakit. Saya sehat. Saya hanya jenuh dengan kehidupan. Itulah sebabnya saya ingin mati."
Seolah-olah tidak mendengar pembelaan pria itu, Sang Guru meneruskan perkataannya, "Kamu sakit. Dan penyakitmu itu bernama, 'Alergi Hidup'. Ya, kamu alergi terhadap kehidupan."
Banyak sekali di antara kita yang alergi terhadap kehidupan. Kemudian, tanpa disadari kita melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma kehidupan. Hidup ini berjalan terus. Sungai kehidupan ini terus mengalir, namun kita hampir selalu menginginkan keadaan status-quo. Kita berhenti di tempat, kita tidak ikut mengalir. Itu sebabnya kita jadi sakit. Kita mengundang penyakit. Penolakan kita untuk ikut mengalir bersama kehidupan membuat kita sakit.
Usaha, pasti ada pasang-surutnya. Dalam berumah-tangga, pertengkaran itu memang wajar. Persahabatan pun tidak selalu langgeng. Apa sih yang abadi dalam hidup ini? Di dunia ini tidak ada yang abadi! Kita tidak memahami dan menyadari sifat dari kehidupan. Kita kerap ingin mempertahankan suatu keadaan. Kemudian kita gagal, lalu kecewa dan menderita.
"Penyakitmu itu bisa disembuhkan, asal kamu benar-benar bertekad ingin sembuh dan bersedia mengikuti petunjukku." kata Sang Guru.
"Tidak Guru, tidak. Saya sudah betul-betul jenuh menjalani hidup ini. Tidak, saya tidak ingin hidup lagi. Saya ingin mati saja!" Pria itu menolak tawaran Sang Guru. "Jadi, kamu tidak ingin sembuh. Kamu betul-betul ingin mati?" "Ya, memang saya sudah bosan hidup," jawab pria itu.
"Baiklah. Kalau begitu besok sore kamu akan mati. Ambillah botol obat ini. Malam nanti, minumlah separuh isi botol ini. Sedangkan separuh sisanya kamu minum besok sore jam enam. Maka esok jam delapan malam kamu akan mati dengan tenang."
Kini, giliran pria itu menjadi bingung. Sebelumnya, semua Guru yang ia datangi selalu berupaya untuk memberikan semangat hidup. Namun, Guru yang satu ini aneh. Alih-alih memberi semangat hidup, malah menawarkan racun. Tetapi, karena ia memang sudah betul-betul jenuh untuk hidup, ia menerimanya dengan senang hati.
Setibanya di rumah, ia langsung menghabiskan setengah botol racun yang disebut "obat" oleh Sang Guru tadi. Lalu, ia merasakan ketenangan yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Begitu rileks, begitu tenang, begitu santai! Tinggal 1 malam, 1 hari, dan ia akan mati. Ia akan terbebaskan dari berbagai macam masalah dan terlepas dari segala persoalan hidup.
Malam itu, ia memutuskan untuk makan malam bersama keluarga di restoran Jepang. Sesuatu yang tidak pernah ia lakukan selama beberapa tahun terakhir. Ini adalah malam terakhirnya. Ia ingin meninggalkan kenangan manis! Sambil makan, ia bersenda gurau. Suasananya amat harmonis. Sebelum tidur, ia mencium bibir istrinya dan berbisik, "Sayang, aku mencintaimu."
Sekali lagi, karena malam itu adalah malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis! Esoknya, sehabis bangun tidur, ia membuka jendela kamar dan melihat ke luar. Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya. Dan ia tergoda untuk melakukan jalan pagi. Setengah jam kemudian ia kembali ke rumah, ia menemukan istrinya masih tertidur. Tanpa membangunkannya, ia masuk ke dapur dan membuat 2 cangkir kopi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk istrinya. Karena pagi itu adalah pagi terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis! Sang istri pun merasa aneh sekali lalu bertanya, "Sayang, apa yang terjadi hari ini?
Selama ini, mungkin aku salah. Maafkan aku, sayang." Pria itu menjawab.
Di kantor, ia menyapa setiap orang, bersalaman dengan setiap orang. Para stafnya pun kebingungan, "Hari ini, Bos kita kok aneh ya?" Dan sikap mereka pun langsung berubah. Mereka menjadi lembut dan suasana kantor menjadi hangat. Karena siang itu adalah siang terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis!
Tiba-tiba, segala sesuatu di sekitarnya berubah. Ia menjadi ramah dan lebih toleran, bahkan menghargai terhadap pendapat-pendapat yang berbeda. Tiba-tiba hidupnya menjadi baik, indah, dan menarik. Ia mulai menikmatinya.
Pulang ke rumah jam 5 sore, ia menemukan sang istri tercinta sedang menunggunya di beranda depan. Kali ini justru sang istri yang memberikan ciuman kepadanya dan berkata, "Sayang, aku pun minta maaf, kalau selama ini aku selalu merepotkan kamu." Anak-anaknya pun tidak ingin ketinggalan, "Ayah, maafkan kami semua. Selama ini, ayah sering tertekan karena perilaku kami."
Tiba-tiba, sungai kehidupannya mengalir kembali. Tiba-tiba, hidupnya menjadi sangat baik, indah, dan menarik. Ia mengurungkan niatnya untuk bunuh diri. Tetapi bagaimana dengan setengah botol ‘racun’ yang sudah ia minum, kemarin sore?
Ia menemui Sang Guru lagi. Melihat wajah pria itu, rupanya Sang Guru langsung mengetahui apa yang telah terjadi, "Buang saja botol itu. Isinya hanya vitamin. Kamu sudah sembuh. Apabila kamu hidup dalam kekinian, apabila kamu hidup dengan kesadaran bahwa maut dapat menjemputmu kapan saja, maka kamu akan menikmati setiap detik kehidupan. Leburkan egomu, keangkuhanmu, kesombonganmu. Jadilah lembut, selembut air. Dan mengalirlah bersama sungai kehidupan. Kamu tidak akan jenuh, tidak akan bosan. Kamu akan merasa hidup. Itulah rahasia kehidupan. Itulah jalan menuju ketenangan. Itulah kunci kebahagiaan."
Pria itu mengucapkan terima kasih dan menyalami Sang Guru, lalu pulang ke rumah, untuk mengulangi pengalaman sepanjang hari kemarin. Konon, ia masih terus menjalani kehidupannya. Sungai kehidupannya terus mengalir. Ia tidak pernah lupa hidup dalam kekinian. Itulah sebabnya, ia selalu tenang, selalu bahagia, SELALU HIDUP!

Baca: BUATLAH ORANG LAIN TERSENYUM





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w

Rabu, 25 Mei 2016

BERBAGI KASIH - MENGUMPULKAN HARTA DI SURGA!




Ada seorang kaya raya pernah bermimpi bahwa dia mati dan masuk ke surga.
Sang malaikat mendampingi dia masuk ke gerbang surga dan melewati sebuah jalan yang mulus, di situ dilihatnya bahwa tiap rumah di daerah itu sangat bagus dan megah.

Orang kaya itu melihat sebuah rumah dan menanyakan siapa yαηg tinggal di rumah itu. Sang malaikat menjawab, "Itu rumah tinggal dari pembantu Anda."

Sambil tersenyum, orang kaya itu berkata, "Jika pembantu saya saja dapat mempunyai kediaman di surga seperti itu, saya dapat membayangkan bagaimana rupa dan bentuk rumah saya kelak."

Segera setelah melewati daerah itu mereka tiba pada suatu wilayah yang jalannya rusak dan sangat sempit dengan deretan rumah-rumah gubuk dan kumuh.

Sambil mengacungkan jari ke arah salah satu rumah kecil itu, sang malaikat berkata, "Anda akan tinggal di gubuk itu."

Orang kaya itu terkejut dan berteriak, “Saya, tinggal di gubuk itu!”
Sang malaikat menjelaskan, "Inilah yang terbaik untuk Anda. Anda harus mengerti bahwa kami di surga hanya membangun rumah dengan bahan-bahan yang Anda kirim lebih dahulu ke sini ketika Anda masih hidup di bumi."











Semoga Tuhan selalu memberi kesehatan, membuka jalan terang, memberi petunjuk dan bimbingan, serta melindungi dan memberkati kita semua.
Amin

Baca: DI MANA ADA CINTA, DI SANA ADA TUHAN





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Minggu, 24 Januari 2016

HIDUP DENGAN TIGA LANGKAH SEDERHANA




Sekitar 2500 tahun yang lalu Konfusius pernah berkata:
  

Yup, betul! Banyak orang hidupnya menjadi rumit karena cara berpikirnya yang rumit, tidak sederhana.


Ada kalimat yang sering dikatakan oleh mendiang Gus Dur:


Banyak orang yang hidupnya menjadi tidak sederhana karena pikirannya terfokus pada masa lalunya yang buruk atau kegagalan yang telah dialaminya di masa lampau. Padahal kejadian atau peristiwa yang sudah berlalu itu tidak bisa diubah! Kenapa terus memikirkan hal yang sudah terjadi?

Tidak sedikit juga orang yang sering dihantui oleh rasa cemas, kuatir, dan takut akibat dari memikirkan dan membayangkan masa depannya yang buruk. Padahal masa yang akan datang itu belum terjadi, dan boleh jadi apa yang dicemaskan, dikuatirkan, dan ditakutkan itu tidak akan terjadi. Mengapa tidak memilih untuk memikirkan dan membayangkan hal baik yang akan terjadi di masa depan?

Cara berpikir seperti itulah yang menyebabkan banyak orang ‘terpaksa’ harus menjalani kehidupan yang ribet, rumit, dan tidak sederhana.



Di SEMANGAT – Kampus Kehidupan, dari perjalanan hidup yang sudah saya lalui, saya belajar dan ‘menemukan konsep’ hidup dengan TIGA LANGKAH SEDERHANA berikut ini:

Langkah pertama, lakukanlah yang terbaik yang harus dan mampu dilakukan (do the best).
Apapun peran yang Anda pilih di panggung kehidupan ini, lakukanlah apa yang seharusnya Anda lakukan. Dan lakukanlah hal itu yang terbaik semampu-maksimal yang ada di dalam diri Anda. Dengan cara seperti ini, Anda terus mengasah dan meningkatkan kapasitas dan kualitas diri Anda. Dan Anda akan tahu betapa besarnya potensi yang ada di dalam diri Anda.
Inilah ‘modal utama’ untuk mewujudkan impian hidup Anda!

Langkah kedua, berdoa dan berserah kepada Tuhan.
Langkah berikutnya adalah berdoa dan berserah kepada Tuhan. Setelah kita melakukan yang terbaik bagian yang harus dan mampu kita lakukan, selanjutnya biarkan Tuhan mengerjakan sisanya. Tuhan yang akan melengkapi dan sekaligus menuntaskan pekerjaan yang tidak mampu dilakukan oleh kita sebagai manusia. Tuhan Yang Maha Kuasa dan Yang Maha Sempurna lah yang akan menyempurnakan hasil karya kita.
Berserah kepada Tuhan bukan berarti pasrah!

Langkah ketiga, terima dan bersyukurlah apapun hasilnya.
Langkah yang terakhir adalah menerima dan bersyukur apapun hasilnya, karena itulah yang terbaik di mata Tuhan. Kita sering berharap dan menginginkan ini dan itu yang menurut kita paling baik, namun yang pasti, Tuhan Yang Maha Baik, Yang Maha Bijak, dan Yang Maha Tahu akan memberikan yang tepat dan terbaik bagi kita.
Inilah sikap rendah hati di hadapan Tuhan yang maha segalanya!


Ketika kita hidup dengan tiga langkah sederhana tersebut di atas, maka kehidupan yang kita jalani pun akan menjadi sederhana. Tidak ada hal yang membuat kita merasa cemas, kuatir, dan takut.
Kebanyakan orang menjadi cemas, kuatir, dan takut akan hari esok dan masa depannya karena mereka tidak melakukan yang terbaik yang harus, dan sesungguhnya mampu mereka lakukan!
Atau mereka merasa dan menganggap dirinya sudah melakukan yang terbaik, namun ternyata hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan.
Yakin dan percayalah bahwa Tuhan Maha Adil dan Maha Baik. Bila hak Anda ‘dirampas’ oleh orang lain, pasti Tuhan akan memberikan yang lebih! Demikian berlaku sebaliknya, setelah Anda ‘merebut’ hak orang lain, pada waktunya Anda harus menerima resiko dan konsekuensinya.

Seperti itulah HUKUM MUTLAK dalam kehidupan ini…
Baca: KENAPA HARUS MENABUR KEBAIKAN?


Masa depan Anda dimulai dengan hari ini. Bila hari ini, dan dalam keseharian selanjutnya Anda melakukan hal yang biasa-biasa saja, bisa dipastikan di masa yang akan datang hidup Anda pun akan biasa-biasa saja. Jika hari ini, dan hari-hari berikutnya Anda mengerjakan hal yang luar biasa, sangat besar kemungkinannya kehidupan Anda di masa mendatang juga akan luar biasa.
Itulah pilihan hidup Anda!

Hiduplah dengan TIGA LANGKAH SEDERHANA, niscaya hari esok dan masa depan Anda akan menjadi lebih baik, indah, dan menarik…






Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w

Minggu, 10 Januari 2016

TEBANGLAH, DAN LUPAKANLAH!




Charles Bracelen Flood mengisahkan tentang perang sipil Amerika dalam bukunya: "Lee: The Last Year"...

Suatu hari Robert Lee, prajurit perang, mengunjungi seorang wanita yang membawanya ke dekat serpihan pohon tua yang sangat besar yang tumbuh di depan rumahnya. Di sana, wanita itu menangis dengan sedihnya, sebab dahan dan batangnya telah hancur oleh tembakan arteri pasukan Union. Dia menunggu-nunggu Lee mengutuki pasukan utara itu atau setidaknya bersimpati terhadap kerugian yang dideritanya. Meski demikian Lee tidak mengucapkan kata-kata itu. Lee diam sejenak, lalu berkata dengan tegas, "Tebanglah, Nyonya yang terhormat, lalu lupakanlah."

Jawaban tak terduga itu merupakan nasihat terbaik bagi mereka yang sedang mengalami kekelahan, penderitaan, dan menjadi korban perang. Mengingat-ingat kembali perlakuan musuh terhadap kita hanya akan membuat luka lama kita kembali terkorek dan membuat kita terluka lagi. Maka nasihat terbaik saat kita mengalami perlakuan mengecewakan dari orang lain adalah: tebang dan melupakannya.

Lebih dari itu, kita juga tidak pernah bisa kembali ke masa lalu. Waktu yang telah kita lewati tidak akan pernah bisa diputar lagi, lalu kenapa kita harus susah payah membawa diri kita ke masa lalu. Demikian juga kita tidak bisa tetap diam di tempat. Tidak penting apakah hari ini kita sedang mengecap masa-masa indah atau sedang mengalami perlakuan yang membuat kita kecewa, kita harus terus bergerak maju dan meninggalkan masa lalu.

Untuk menjadi yang terbaik, jangan diam di tempat, sekarang saatnya menebang masa lalu Anda, baik tentang kegagalan, kelemahan, atau kekurangan Anda. Jangan pernah meratapi kegagalan dalam rumah tangga, keluarga, pekerjaan, karir atau apapun.
Lupakanlah!
Ingat, hidup harus terus berjalan. Life must go on!
Daripada merenungi masa lalu yang mengecewakan, bukankah lebih baik jika kita menancapkan harapan yang baru?
Saatnya menanam pohon baru dan membuatnya bertumbuh!

Nasihat terbaik daripada merenungi hal yang buruk di masa lalu, tebanglah dan lupakanlah!

Baca: PENGAMPUNAN...





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan