Jumat, 15 Maret 2013

HEBATNYA BERPIKIR POSITIF!




Alfred A. Montapert pernah mengatakan, "Suasana lingkungan yang kita ciptakan sendiri berdasarkan pemikiran, keyakinan, gagasan-gagasan, serta falsafah kita niscaya akan menjadi bentuk kehidupan kita nantinya."
Jika pikiran kita positif, maka lingkungan kita juga akan menjadi baik. Hebat, bukan?

Banyak orang yang menganggap bahwa sebagian orang ditakdirkan terlahir sudah dengan kemampuan berpikir secara positif, dan sebagian lagi dengan cara berpikir yang negatif. Mereka beranggapan bahwa hal ini sudah merupakan suratan nasib yang tak mungkin dapat diubah lagi. Yang benar adalah memang kita masing-masing terlahir dengan memiliki suatu kecenderungan, tetapi, kita sebenarnya mampu membelokkan kecenderungan tersebut ke arah yang kita inginkan. Perlu diingat bahwa berpikir positif adalah sesuatu yang bisa dipelajari oleh siapapun, bagaimanapun keadaan, tabiat, maupun tingkat kecerdasan seseorang.


Berikut ini adalah sepuluh pedoman yang dapat Anda gunakan untuk memperbaiki dan meningkatkan kemampuan Anda agar dapat berpikir secara positif:
  1. Bertindak, berjalan, berbicara, dan berpikirlah seperti orang yang sangat Anda kagumi. Kebanyakan orang menunggu dulu hingga mereka merasa yakin, sebelum mereka melakukan sesuatu yang positif. Orang-orang seperti ini akan selalu tertinggal. Sikap akan mengiringi tindakan. Tindakan yang positif akan membentuk pemikiran yang positif, dan pemikiran yang positif akan membentuk sikap yang positif.  Baca: KESEMPATAN YANG HILANG
  2. Tanamkan dalam-dalam pikiran-pikiran positif dan sukses dalam benak Anda. Ketika kita mulai berpikir dengan pola yang positif, dan benar-benar yakin akan sukses, berarti kita sedang memulai persiapan untuk menjadi orang yang sukses. Seorang konglomerat Amerika bernama Andrew Carnegie pernah mengatakan, "Seseorang yang mempunyai kemampuan untuk menguasai benaknya sendiri, dapat memperoleh sesuatu yang lain yang memang pantas ia terima."  Baca: APA YANG DISIMPAN DI BENAK ANDA?
  3. Pancarkanlah sikap baik, perasaan yakin diri, dan tujuan kita. Saat tindakan dan pikiran kita makin menjadi positif, maka dalam diri kita akan terbina suatu perasaan nyaman. Keyakinan kita bertambah, dan dalam diri kita akan mulai timbul perasaan lebih mantap terhadap tujuan-tujuan baik dalam hidup kita. Bilamana hal-hal tersebut terjadi, orang lain akan mulai tertarik pada kita, sebab setiap orang senang pada orang-orang yang positif. Jika sudah demikian, maka kita tinggal menggunakan respon positif orang-orang tersebut untuk meningkatkan hubungan yang positif dan membantu mereka agar semakin menjadi positif lagi.  Baca: MENJADI SEORANG PROFESIONAL
  4. Perlakukanlah setiap orang yang Anda jumpai sebagai orang yang paling penting di dunia. Kita hidup di dunia yang serba cepat. Banyak orang yang bagaikan berpacu dengan waktu, sibuk memusatkan pada diri sendiri dan sering lalai meluangkan waktu untuk orang lain yang mereka jumpai. Jika kita meluangkan sedikit saja waktu kita untuk orang lain yang kita jumpai, serta memberi mereka perhatian penuh dengan cara yang positif, niscaya mereka akan merasa sangat senang. Dengan sikap seperti itu berarti kita telah memberi nilai tambah kepada mereka. Dan sebaliknya, mereka juga pasti akan memberi nilai tambah kepada kita.  Baca: KASIH DAN PEDULI
  5. Usahakan agar semua orang yang Anda temui merasa dibutuhkan, diperlukan, dan dihargai. Semua orang ingin merasa dirinya dibutuhkan, penting, dan dihargai. Itu tentunya merupakan hal yang sangat manusiawi. Jika kita bisa memenuhi kebutuhan orang lain akan hal ini, pasti mereka akan memiliki perasaan positif terhadap diri mereka sendiri serta diri Anda juga. Ralph Waldo Emerson, seorang filsuf serta pujangga Amerika pada abad 19, pernah berkata, "Salah satu contoh saling kompensasi yang paling indah dalam hidup ini ialah kenyataan bahwa tak seorang pun yang akan mencoba membantu orang lain dengan tulus tanpa menolong dirinya sendiri." Keuntungan lain jika kita membuat orang lain merasa penting ialah mereka juga akan membalasnya dengan membuat kita merasa penting juga. Perlakuan yang diterima seseorang merupakan cermin perlakuannya terhadap orang lain.  Baca: JANGAN SOMBONG DAN JANGAN MINDER!
  6. Lihatlah hal-hal yang terbaik dalam diri setiap orang. Sama halnya dengan membuat orang lain merasa dihargai, kita harus selalu berusaha melihat hal-hal terbaik dalam diri setiap orang. Seburuk-buruknya kita pasti ada kebaikannya, dan sebaliknya sebaik-baiknya kita, tentu ada keburukannya. Apa yang Anda cari adalah apa yang Anda lihat. Dengan selalu melihat hal-hal terbaik dalam diri orang lain, maka mereka akan merasa dirinya memang baik. Selanjutnya, pasti mereka akan berusaha untuk menjadi lebih baik lagi. Dari sini, sudah tentu akan tercipta suasana yang positif dan produktif.  Baca: MENCARI YANG SEMPURNA
  7. Jangan ungkapkan kondisi kesehatan Anda kecuali jika Anda sedang dalam kondisi yang baik. Dalam hidup ini hal yang paling cepat membuat orang jadi berpikiran negatif mengenai seseorang adalah kalau orang itu terus menerus mengeluh mengenai kesehatannya. Pada saat pertama atau kedua kalinya, mungkin orang akan menaruh simpati. Tapi setelah itu mereka akan merasa jengkel dan terganggu.  Baca: JADILAH ORANG BIJAK
  8. Carilah yang terbaik dalam setiap gagasan baru yang muncul. Orang-orang yang berpikiran positif selalu mencari ide-ide yang baru. Gagasan-gagasan tersebut akan meningkatkan kemampuan mereka menuju kesuksesan. Banyak orang yang percaya bahwa gagasan-gagasan cemerlang hanya datang dari orang-orang jenius. Padahal sebenarnya untuk menemukan ide-ide itu yang lebih diperlukan adalah sikap dan bukan kecakapan. Orang-orang yang kreatif dan berpikiran luas selalu mencari ide-ide dimana-mana. Dan kalau sudah ditemukan idenya, ia tidak akan langsung menolak sebelum ia meneliti dengan seksama dan mencari kebaikan dari idenya tadi.  Baca: AMBILLAH KEPUTUSAN UNTUK MENCOBA LAGI
  9. Hindari hal-hal yang sepele. Mereka yang berpikiran positif tidak akan membuang waktu dan tenaga hanya untuk hal-hal yang sepele, sebab ini malahan akan membuat mereka menyimpang dari tujuan dan prioritas utama mereka.  Baca: MENJALANI KEHIDUPAN INI, SEDERHANAKANLAH!
  10. Kembangkanlah dalam diri kita mental untuk memberi. Albert Schweitzer, seorang dokter sekaligus misionaris yang bertugas di Afrika pernah berkata, "Tujuan hidup manusia ialah untuk melayani dan menyayangi serta menolong orang lain." Ia berpendapat bahwa sumbangan terbaik yang dapat diberikan seseorang yang berpikiran positif adalah dalam hal memberi kepada orang lain.  Baca: BERILAH MAKA ANDA AKAN MENERIMA!
Baca: STOP BERPIKIR NEGATIF!





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w

Selasa, 12 Maret 2013

BAGAIMANA PIKIRAN BEKERJA?




“Hidup Anda merupakan cerminan dari apa yang Anda yakini di dalam batin. Dan apa yang Anda yakini di dalam batin, akan berada di bawah kontrol Anda,” ucap Rhonda Byrne, penulis buku The Secret.

Menurutnya, kita akan menarik segala sesuatu berdasarkan apa yang kita yakini. Setiap keadaan yang kita tarik dan kita alami, semua berasal dari apa yang ada di dalam batin kita sendiri.
Pikiran adalah bentuk energi paling kuat di alam semesta. Kekuatan dari pikiran dapat membuat hidup Anda menjadi beragam. Tidak ada yang dapat terjadi dalam hidup Anda jika Anda tidak memikirkannya terlebih dahulu. 

Pertimbangkan fakta ini: Anda dapat mengendalikan hidup Anda, lebih dari 
yang Anda bayangkan. Kemudian, Anda secara mudah dapat mengendalikan pikiran Anda dan mengarahkannya untuk mencapai tujuan-tujuan Anda.
Pikiran adalah kekuatan dibalik segala peristiwa baik di bumi maupun alam semesta. Kekuatan pikiran, seringkali melampaui keterbatasan fisik tubuh manusia. Ini adalah sumber yang tidak terlihat yang selalu memancarkan energi dinamis, dan mempengaruhi segala aspek dalam hidup Anda. Kreativitas, rasa humor, kepercayaan diri atau citra diri Anda, semua berasal dari kekuatan pikiran. Luar biasanya, apa yang Anda sebut sebagai kenyataan dalam hidup, semuanya hanyalah “kenyataan” menurut gambaran pikiran Anda sendiri.
Singkatnya, Anda adalah apa yang Anda pikirkan. Jika Anda berpikir Anda tidak cukup baik, maka Anda tidak akan merasa baik. Jika Anda berpikir Anda tidak akan mampu, tidak berbakat, tidak punya modal untuk memulai usaha, maka itulah yang pasti terjadi. Dan berlaku pula kebalikannya. Ini bisa kita buktikan dari kisah orang-orang sukses dunia. Mereka yang berhasil mengukir prestasi, pasti memiliki keyakinan sukses. Warren Buffet, legenda raja saham, bahkan pernah menyebut, “Saya selalu berpikir saya akan kaya. Dan tidak semenit pun meragukannya.” Dan, kenyataan itulah yang terjadi padanya.


PIKIRAN DAN HUKUM TARIK MENARIK
Jika pikiran Anda positif, maka pikiran akan mentransmisikan kekuatan untuk membawa hal-hal positif ke dalam hidup Anda. Apa pun yang dapat Anda pikirkan — termasuk kesuksesan, kehormatan, uang, atau cinta — semuanya bisa menjadi milik Anda. Yang harus Anda lakukan adalah bertanya dan memusatkan pikiran Anda pada tujuan.
Di sisi lain, jika pikiran Anda secara konsisten negatif, maka Anda pun akan menarik hasil negatif ke dalam hidup Anda. Kalau Anda pernah bertanya-tanya, mengapa hanya hal-hal buruk yang terjadi? Mengapa Anda sering menemui ketidakberuntungan? Itu semua akibat dari kekuatan pikiran Anda sendiri. Bisa jadi tanpa sadar, Anda selalu lebih berfokus pada hal yang negatif daripada yang positif.
Kabar baiknya, itu semua bisa diubah. Anda dapat memiliki hal-hal yang Anda inginkan. Anda dapat memiliki kehidupan impian Anda. Yang perlu Anda lakukan hanyalah, memanfaatkan kekuatan pikiran Anda dan menggunakannya untuk menciptakan keuntungan.

Karena itu, camkan baik-baik dalam pikiran: Anda telah memiliki energi paling kuat yang  berlimpah yang ada di alam semesta, yaitu pikiran. Terlepas Anda menyadarinya atau tidak, Anda sendirilah yang menarik semua hal yang datang ke dalam hidup Anda saat ini. Hal ini menAndakan bahwa nasib Anda sepenuhnya berada di tangan Anda sendiri. Jadi, kenapa Anda tidak segera mengubah nasib Anda? Caranya? Mulailah dengan memikirkan hal-halmenarik dalam hidup Anda, yaitu semua hal yang baik, positif dan memperkaya.
Dunia fisik mengikuti dunia metafisik. Apa pun yang dimasukkan ke dalam pikiran akan membuat yang metafisik menjelma ke dalam bentuk fisik. Sebagaimana Anda, air, dan akar tanaman. Meskipun Anda tidak dapat melihat proses kerjanya, tetapi mereka bekerja. Dan dari situlah tanaman memperoleh nutrisi yang diperlukannya untuk tumbuh. Sehingga setiap usaha Anda menyiram dan merawat tanaman, meski tak terlihat, telah membuat tanaman tumbuh dan berkembang. Sehingga Anda dapat melihat tanaman tersebut tumbuh dengan indah. Yang dapat Anda lihat adalah efek dari perawatan dan pemeliharaan tanaman.
Cara yang persis sama dengan kerja pikiran. Anda tidak dapat melihatnya, tetapi Anda dapat melihat efek dari kekuatan pikiran melalui hal-hal yang berhasil ditarik ke dalam hidup Anda. Jika Anda ingin memiliki hal-hal yang baik dalam hidup Anda, Anda harus memberi makanan ke dalam pikiran, hal-hal yang baik pula. Pikiran tentang kesehatan, kebahagiaan, cinta, kemakmuran, dan kesuksesan adalah hal baik yang akan menjelma menjadi nyata.

MELATIH PIKIRAN
Sadarilah bahwa Anda menciptakan hidup Anda dari dalam ke luar. Karena itu, usahakan setiap hari Anda selalu meluangkan waktu untuk diri sendiri. Gunakan waktu tersebut untuk merenungkan kehidupan Anda dan untuk menghargai hal-hal besar yang sudah ada. Rencanakan dengan bijak target masa depan Anda. Bermeditasilah dan bersihkan pikiran Anda dari semua pikiran yang tidak perlu, sehingga Anda dapat berfokus pada apa yang Anda inginkan bukan yang Anda khawatirkan. Dengan begitu, Anda akan menjadi lebih produktif dan memiliki lebih banyak ide. Dan dengan cara itu pula, Anda telah menghormati diri sendiri sekaligus memperkuat citra diri Anda.  Baca: BERPIKIR BENAR DAN BERTINDAK BENAR

PERHATIKAN PIKIRAN ANDA
Jika ada pikiran negatif yang melintas, segera hentikan. Anda secara sadar dapat memilih sebuah pikiran yang lebih baik, lalu kembali fokus pada pikiran yang baru. Bisa jadi berpikir negatif sudah telanjur menjadi kebiasaan lama, akibat pengaruh masyarakat di sekitar Anda. Itu tak menjadi soal, karena Anda dapat mengubah kebiasaan tersebut dengan relatif cepat jika Anda memiliki keinginan kuat. Cukup dengan sadar memilih pikiran yang baru, pada saat pikiran negatif datang - Anda akan terkejut - karena dengan cepat kebiasaan berpikir positif sudah menggantikan kebiasaan lama Anda.  Baca: AJAIBNYA KEKUATAN PIKIRAN

VISUALISASIKAN
Lihat diri Anda sendiri seakan-akan telah memiliki semua yang ingin Anda capai. Ini membantu Anda untuk tetap fokus dan berada di jalur tepat menuju tujuan. Hampir semua olahragawan ternama mengisahkan, bahwa mereka selalu melakukan visualisasi atau imajinasi di sela-sela latihan. Karena, tubuh tidak bisa membedakan antara sebuah peristiwa yang benar-benar nyata, atau hanya simulasi dalam pikiran Anda.  Baca: VISI MASA DEPAN

BERSYUKUR DAN JANGAN KUATIR
Lihatlah di sekeliling Anda. Ada begitu banyak hal indah, salah satu di antaranya adalah Anda! Anda adalah seorang individu yang luar biasa terlepas dari situasi Anda saat ini. Jika Anda mungkin saat ini sedang menghadapi keadaan tersulit, jangan khawatir, karena itu dimaksudkan untuk mempersiapkan diri Anda agar berhasil mencapai tujuan-tujuan Anda kelak. Oleh karena itu selalu ingat target Anda, dan jangan biarkan semua itu hilang sebelum Anda berhasil meraihnya.  Baca: KENAPA HARUS BERSYUKUR?

Untuk mengakhiri artikel ini, saya ingin menyampaikan sebuah kutipan: “Merenungkan dengan baik, adalah bijaksana; Membuat rencana, lebih bijaksana; melaksanakannya dengan baik, adalah yang paling bijaksana dan sekaligus yang paling baik.”
Oleh karena itu, pada kesempatan ini saya ajak Anda untuk merenungkan, merencanakan sekaligus melaksanakan perubahan. Terutama dalam melatih dan mengembangkan kebiasaan berpikir positif, karena nyatanya lebih mendekatkan kita pada segala kebaikan.

Baca: HEBATNYA BERPIKIR POSITIF!





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Jumat, 08 Maret 2013

BAGAIMANA MENGHILANGKAN RASA KUATIR?





Anda perlu mengetahui bagaimana untuk berhenti merasa khawatir jika Anda ingin hidup penuh kebahagiaan. Mengapa? Karena perasaan khawatir tidak membuat Anda bertindak dengan benar. Perasaan khawatir tidak akan membantu Anda untuk mendapatkan hidup yang lebih baik. Perasaan khawatir tidak akan membuat Anda merasa lebih baik dan berenergi. Sebaliknya akan membuat keceriaan dan produktivitas Anda berkurang.

Berikut ini adalah beberapa cara yang akan membantu Anda berhenti untuk merasa khawatir:


1. Fokuslah pada apa yang bisa Anda kendalikan.

Memikirkan hal-hal yang tidak dapat Anda kendalikan akan menambah beban yang tidak diperlukan untuk otak Anda. Sebagai contoh, mengapa Anda harus khawatir terhadap situasi perekonomian yang sedang menurun? Tidak ada yang dapat Anda lakukan kecuali Anda adalah orang kunci di pemerintahan. Tidak peduli seberapa kuat Anda memikirkan situasi perekonomian, tidak ada yang akan berubah. Jadi, daripada Anda memikirkan tentang hal tersebut, fokuslah pada hal-hal yang dapat Anda kendalikan, misalnya : membangun jaringan pertemanan atau meningkatkan kemampuan pribadi Anda (self development) – Dengan membaca dan menerapkan artikel-artikel dari AkuInginSukses.com akan meningkatkan kemampuan pribadi Anda.


2. Gunakan imajinasi Anda secara positif.

“Kekhawatiran adalah penyalahgunaan imajinasi”
– Dan Zadra –

Manusia dikarunia oleh Tuhan kemampuan untuk berimajinasi. Namun imajinasi ini seperti mata pisau, ia dapat sangat berguna, namun dapat juga mencelakai kita. Imajinasi dapat Anda gunakan untuk bermimpi hal-hal yang besar dan menjaga motivasi Anda tetap tinggi, namun imajinasi juga dapat membuat kita demotivasi. Orang-orang sering khawatir terhadap sesuatu sebab mereka mengisi imajinasinya dengan hal-hal buruk yang mungkin terjadi menimpa mereka. Pada kenyataannya, hal-hal tersebut tidak seburuk seperti yang mereka bayangkan, hanya karena mereka membayangkan terlalu berlebihan dan negatif terhadap hal-hal itu.


3. Berharaplah hal-hal baik dan indah yang terjadi.

“Jangan mengantisipasi masalah atau khawatir terhadap hal-hal yang mungkin tidak akan pernah terjadi. Tetaplah di jalan yang terang.”
– Benjamin Franklin –

Bukan saja Anda menggunakan imajinasi Anda secara positif, namun Anda juga harus mengharapkan hal-hal baik dan indah yang terjadi dalam hidup Anda. Daripada Anda membayangkan suatu kegagalan, lebih baik Anda membayangkan kesuksesan. Daripada Anda membayangkan orang-orang membenci Anda, lebih baik membayangkan orang-orang menyukai Anda. Namun perlu diingat, Anda tetap perlu realistis tentu saja, misalkan jangan mengharapkan Anda tiba-tiba mendapatkan hadiah undian milyaran rupiah.


4. Menerima tanggung jawab.

Anda mungkin pernah berbuat kesalahan di masa lampau dan hingga kini Anda khawatir terhadap konsekuensi-konsekuensinya. Dalam kasus ini, solusinya adalah tetap menerima tanggung jawab yang dipercayakan kepada Anda. Jangan biarkan kekhawatiran menarik Anda untuk jatuh. Terimalah tanggung jawab dan bergeraklah maju. Anda masih memiliki banyak hal-hal besar menanti Anda di depan.


5. Berterima kasihlah.

Lebih mudah untuk fokus pada sedikit hal yang mungkin keliru dibanding melupakan banyak hal yang sudah berjalan dengan baik. Itulah mengapa memiliki sikap berterima kasih sangatlah penting, karena akan membuat Anda menyadari bahwa untuk satu hal yang keliru, Anda masih memiliki banyak hal lain yang telah berjalan dengan baik. Pernahkah Anda berterima kasih karena Anda masih dapat makan 2-3 kali sehari bahkan lebih? Pernahkah Anda berterima kasih karena Anda masih memiliki tempat untuk berteduh? Pernahkah Anda berterima kasih karena Anda masih dapat mengecap bangku pendidikan? Pernahkah Anda berterima kasih karena Anda masih dapat berinternet dan membaca artikel ini? Dan masih banyak lagi hal-hal yang Anda dapat berterima kasih.


6. Berlarilah di lintasan Anda sendiri.

Berhentilah membandingkan diri Anda dengan orang lain, karena hanya akan menguras energi dan mental Anda. Anda memiliki perlombaan Anda sendiri yang harus Anda menangkan. Daripada selalu membandingkan diri Anda dengan orang lain, lebih baik fokus melakukan hal-hal terbaik yang dapat Anda lakukan.


7. Sederhanakan hidup Anda.

Semakin sederhana hidup Anda, semakin sedikit hal-hal yang perlu Anda khawatirkan. Jadi daripada Anda melakukan banyak hal dalam hidup Anda, lebih baik memfokuskan pada hal-hal yang memberi Anda lebih banyak keuntungan, entah itu waktu, uang ataupun tenaga. Temukan tujuan-tujuan dalam hidup Anda dan gunakan skala prioritas/hal-hal penting yang perlu Anda fokus.


8. Miliki keyakinan.

Mengulang lagi apa yang telah saya katakan diatas, Anda harus fokus pada hal-hal yang dapat Anda kendalikan. Jadi bagaimana dengan hal-hal yang tidak dapat Anda kendalikan? Apa yang dapat kita lakukan untuk menghilangkan segala kekhawatiran terhadap hal tersebut? Jawabannya disini adalah Keyakinan! Anda harus percaya bahwa sesuatu akan kembali baik pada akhirnya, tidak peduli seberapa buruk keadaannya saat ini. Memiliki keyakinan akan menghilangkan banyak kekhawatiran di dalam hidup Anda dan hal itu tentu saja akan memberikan ketenangan dan kedamaian.

Baca: MERAIH SUKSES SECARA SADAR





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Kamis, 07 Maret 2013

TAKE ACTION!






“Cara, peraturan, dan kemampuan sering dapat mengalahkan musuh. Sebenarnya yang selalu membuat mereka menang karena mereka lebih dulu mengetahui informasi mengenai situasi.” ~ Sun Tzu’s The Art of War

“Lebih cepat lebih baik”. Bertindak cepat di bidang apapun akan memberikan kita kemenangan. Anehnya, kita sering menutup jalur-jalur sukses kita sendiri dengan bertindak sangat lambat. Lambat berpikir, lambat belajar, lambat mencari, lambat merebut peluang dan sebagainya. Sehingga kita sendiri hanya melongo karena didahului oleh orang lain. Kata-kata “andai saja” pun kerap terucapkan di samping mencari-cari alasan pembenaran untuk tindakannya yang lambat itu sebagai pelipur lara.

Ada kisah dari negeri tirai bambu yang bisa kita adopsi untuk kita terapkan dalam menjalani usaha-usaha kita di bidang apapun. Konon pada jaman Northern Wei, tersebutlah laki-laki bernama Liu Bao. Dia adalah seorang pedagang daging di pasar tradisional. Usahanya sangat menguntungkan sehingga ia bisa menyimpan uangnya untuk memperluas lagi usahanya. Sadar bahwa kemajuan didapat dengan kecepatan informasi maka suatu hari ia membangun kantor pusat informasi di tengah kota. Sehingga ia akan sangat mudah dan cepat memperoleh informasi pasar yang dibutuhkan. Ia akan segera mengetahui dengan cepat daerah mana yang membutuhkan padi karena kekeringan, maka ia mengirim padi. Demikian juga dengan daerah yang membutuhkan peralatan pertanian pasca banjir, ia pun membeli peralatan pertanian dengan harga murah di daerah lain kemudian menjualnya dengan harga tinggi di daerah yang sangat membutuhkan. Demikian seterusnya. Kecepatan informasi bisnis dan efisiensi manajemen sangat membantunya mendapatkan kekayaan dengan sangat cepat. Ia membeli beberapa properti dan menjualnya kembali dengan harga tinggi. Liu Bao pun menjadi sangat kaya raya.

Jadi, kecepatan informasi apalagi kita kini hidup di era informasi akan sangat menentukan berkembang tidaknya usaha kita. Tidak ada kata terlambat. Mungkin selama ini kita terlalu lambat untuk bergerak karena ketakutan kita akan kegagalan atau keragu-raguan. Kita boleh saja takut dan ragu-ragu tetapi jangan sampai ketakutan dan keraguan itu membuat kita tidak bertindak sama sekali. Sebenarnya selama kita bertindak, kita tidak bisa disebut gagal meskipun hasilnya tidak sesuai dengan harapan. Tetapi jika kita tidak bertindak sama sekali, sudah pasti kita gagal.

Selama kita bertindak, jika hasilnya masih nihil, kita tentu akan memperoleh pengalaman yang akan kita jadikan pembelajaran ke depan. Kita tentu akan menganalisa ulang apakah cara yang kita tempuh itu kurang tepat, sehingga kita akan mencari lagi cara lain untuk mencapai tujuan kita. Dengan demikian “kegagalan” akan menjadi kata yang tidak penting dalam kehidupan kita jika kita menganggap kegagalan itu “tidak ada” selama kita bertindak. Dan “kegagalan” akan menjadi kata terpenting dalam kehidupan kita jika kegagalan itu kita jadikan ajang pembelajaran. Tentu, bertindak saja belum cukup jika kita tidak cepat dalam melakukannya. Apalagi informasi akan peluang yang sudah kita dapatkan akan sia-sia jika kita tidak bertindak cepat. Lebih cepat memang lebih baik. Masalah bisa belakangan untuk kita analisa ulang…

Baca: JANGAN MENYERAH!






Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Selasa, 26 Februari 2013

TETAPLAH BERBUAT BAIK



Suatu hari, dua orang sahabat menghampiri sebuah lapak untuk membeli buku dan majalah. Penjualnya ternyata melayani dengan buruk. Mukanya pun cemberut. Orang pertama jelas jengkel menerima layanan seperti itu. Yang mengherankan, orang kedua tetap enjoy, bahkan bersikap sopan kepada penjual itu. Lantas orang pertama itu bertanya kepada sahabatnya, “Hei, kenapa kamu bersikap sopan kepada penjual yang menyebalkan itu?”
Sahabatnya menjawab, “Lho, kenapa aku harus mengizinkan dia menentukan caraku dalam bertindak? Kitalah sang penentu atas kehidupan kita, bukan orang lain.”
“Tapi dia melayani kita dengan buruk sekali,” bantah orang pertama. Ia masih merasa jengkel.
“Ya, itu masalah dia. Dia mau bad mood, tidak sopan, melayani dengan buruk, dan lainnya, toh itu enggak ada kaitannya dengan kita. Kalau kita sampai terpengaruh, berarti kita membiarkan dia mengatur dan mempengaruhi hidup kita. Padahal kitalah yang bertanggung jawab atas diri kita sendiri.”
Tindakan kita kerap dipengaruhi oleh tindakan orang lain terhadap kita. Kalau mereka tidak sopan, kita juga menjadi tidak sopan. Saat mereka melakukan hal yang buruk, kita membalasnya dengan hal yang buruk lagi.

Coba renungkan. Mengapa tindakan kita harus dipengaruhi oleh orang lain? Mengapa untuk berbuat baik saja, kita harus nunggu nggu diperlakukan dengan baik oleh orang lain dulu? Jaga suasana hati. Jangan biarkan sikap buruk orang lain kepada kita menentukan cara kita bertindak! Pilihlag untuk tetap berbuat baik, sekalipun menerima hal yang tidak baik.
“Pemenang kehidupan” adalah orang yang tetap sejuk di tempat yang panas, yang tetap manis di tempat yang sangat pahit, yang tetap merasa kecil meskipun telah menjadi besar, serta tetap tenang di tengah badai yang paling hebat.






Salam Sejahtera & Sukses Selalu!


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w

Sabtu, 09 Februari 2013

JANGAN MENYERAH!




1. Saat "penjajah" muncul dalam pikiran, tatap dia yang ada di depan cermin dengan tajam, dan katakan: "Tidak ada yang tidak mungkin, anything is POSSIBLE!"

2. "Tapi, apa kamu bisa?" Jawablah: "Bukan persoalan bisa atau tidak bisa, tapi mau atau tidak mau!"

3. "Aku sayang dan cinta padamu..." Jawabku: "Jika memang kau sayang dan cinta padaku, berikan aku kesempatan untuk membuktikan siapa
diriku ini."

4. "Bagaimana kalau kamu GAGAL?" Jawabku: "Gagal memang bisa muncul, hanya bila aku berhenti dan menyerah".

5. "Ahh..., memang kamu keras kepala!" Jawabku: "Bukan keras kepala, manusia harus hidup dengan keras prinsip. Keras dalam tekad agar kepala tetap tegak sampai akhir hayat."

6. "Walau kadang berat?" Jawabku: "Justru tantangan yang berat itu membuat kita kuat. Dengan semakin kuat, maka kitapun akan mampu mengangkat yang lebih berat lagi."

7. "Wuihh..., kamu sombong sekali." Jawabku: "Sepertinya sombong,
namun ini adalah tekadku dalam mengarungi kehidupan ini.
Tekad menimbulkan semangat. Semangat bukanlah kesombongan.
Semangat adalah energi yang dahsyat."

8. "Apa tujuan hidupmu, jika demikian?" Jawabku: "Paling
tidak menjadi seseorang yang berarti dalam hidup ini. Seseorang yang dapat memberi makna, berbagi hikmah, seseorang yang berguna untuk orang lain."

9. "Apakah cita-citamu tidak ketinggian?" Jawabku: "Mungkin tinggi,
namun jika merangkak ke atas, setapak demi setapak, maka ketinggianpun pasti dapat dicapai."

10. "Apakah perjalanan mencapai impian itu tidak berat?" Jawabku: "Memang berat, namun mungkin untuk diwujudkan."

11. "Jadi kamu yakin 100%?" Jawabku: "Keyakinanlah yang membuat manusia bisa terbang tinggi, setinggi yang diinginkan, sejauh yang bisa dicapai."

12. "Jadi tekadmu sudah bulat?" Jawabku: "Tekadlah yang menjadi sumber tenaga dasyat manusia untuk bisa sampai ke bulan."

13. "Kamu sudah siap mental ke depan?" Jawabku: "Manusia diberi akal budi oleh Tuhan, apapun halangan di depan, selama kita percaya dan berserah pada Dia, maka pasti akan dibukakan jalan. Dimana ada kemauan, disitu pasti ada jalan."


MENTAL BAJA
Orang gagal, banyak.
Orang sukses, juga banyak.
Bangkit dari gagal, hebat.
Bangkit dari gagal dan sukses lagi, itu super hebat.
Kok sedikit yang super hebat???
Karena harus punya mental BAJA, bukan?
Kadang kehidupan belum berjalan sesuai dengan keinginan kita.
Namun yakinlah yang terjadi adalah yang terbaik.


“Jika seseorang tidak bahagia, itu karena kesalahannya sendiri, Tuhan menjadikan manusia agar bahagia.”
(Epictales)


Dalam buku How to Live 365 Days a Year, Dr. Schindler menyatakan bahwa tiga dari empat orang yang terbaring di rumah sakit diisi oleh orang yang mengindap EII-Emotional Induced Ullness (penyakit yang disebabkan oleh emosi). Jadi sebenarnya, 3 dari 4 orang di rumah sakit akan sehat ketika mereka bisa mengendalikan emosinya.

Ya, seringkali yang membuat kita sakit bukan karena tidak bisa menjaga kesehatan tubuh dan pola makan, namum karena tidak mampu mengontrol pikiran dan perasaan dengan baik. Sebuah penelitian kesehatan menyimpulkan hal ini: “Jika sering membiarkan rasa takut yang berlebihan menyerang, maka kita akan mudah terkena penyakit ginjal. Jika kita sering apatis atau acuh terhadap lingkungan, hal itu bisa mengakibatkan vitalitas melemah. Jika sering tidak sabar, bisa mengakibatkan diabetes.”

Seharusnya kita menyadari bahwa pikiran, emosi, perasaan, atau keadaan jiwa dapat mempengaruhi kesehatan tubuh bahkan kualitas kerja. Maka dari itu, kendalikan pikiran dengan baik. Isilah pikiran dengan hal-hal yang positif atau dengan bacaaan yang bermutu, serta pembicaraan tentang kegembiraan. Jangan terlalu peduli dengan omongan orang lain, karena apapun yang kita lakukan, bahkan bila sudah benar dan baik sekalipun, pasti akan ada saja yang mengkritik. Bila kita menemukan orang-orang yang seperti itu, tetaplah jaga ucapan dan perilaku. Tak perlu terpancing dengan tindakan mereka yang hanya bisa membuat hari-hari kita menjadi buruk.

Setiap kita memiliki kuas dan cat warna, lukislah surga dan masuklah ke dalamnya. Ketahuilah, orang lain tidak akan bisa membuat kita sakit, kecewa, atau bersedih, bila kita tidak mengizinkan mereka melakukannya.

Di kehidupan dan dunia kerja, ada banyak hal yang bisa membuat kita emosi. Pilihan kita, yang positif atau negatif? Kitalah yang menentukannya!

Mana yang akan membuat hidup kita menjadi lebih baik, indah, dan menarik…

Baca: HORMON KEBAHAGIAAN





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w

Kamis, 31 Januari 2013

LAKUKANLAH YANG TERBAIK!




Di suatu malam yang sudah larut dan berangin kencang di kota Philadelphia, sepasang suami-istri yang sudah tua masuk menerobos hujan badai ke dalam lobi hotel kecil berharap mendapatkan kamar untuk semalam.

Mereka bertanya kepada seorang resepsionis:
“Masih ada kamar untuk kami berdua?”
Jawab si resepsionis dengan ramah:
“Maaf Pak, sudah penuh, di kota ini sedang ada tiga konferensi besar. Saya kuatir semua hotel di kota ini penuh."


Pasangan itu berbalik badan dan hendak pergi, saat resepsionis itu melanjutkan, "Tetapi saya tidak bisa membiarkan Bapak dan Ibu berada di tengah-tengah hujan badai pada jam satu pagi. Bersediakah Bapak dan Ibu bermalam di kamar saya? Memang bukan kawar yang mewah," tambahnya, "tapi cukup layak untuk membuat Anda berdua nyaman untuk malam ini.”

Pasangan suami-istri itu keberatan membuat resepsionis itu terusir dari kamarnya sendiri, tetapi ia mendesak mereka. "Jangan mengkuatirkan saya. Saya pasti akan baik-baik saja," katanya, dan akhirnya mereka menerima tawarannya.


Sebelum mereka meninggalkan hotel keesokan paginya, pria tua itu memuji si resepsionis, "Anda adalah karyawan yang baik yang sepatutnya menjadi direktur hotel terbaik di Amerika Serikat. Mungkin suatu hari aku akan membangunnya untukmu." Resepsionis itu hanya tersenyum dan berterima kasih kepada mereka.
Dua tahun kemudian, resepsionis itu menerima sepucuk surat dari pria tua itu. Di dalamnya terlampir tiket ke kota New York dan secarik catatan. Kertas itu mengingatkannya ke malam saat hujan badai pada waktu itu dimana ia menolong pasangan itu dan mengundangnya datang mengunjungi mereka. Meskipun sebenarnya ia telah hampir melupakan kejadian itu, ia memutuskan tidak ada salahnya menemui undangan mereka.
Mereka akhirnya bertemu di stasiun kota New York dan ia diajak ke sudut kota dari Thirty-fourth Street dan Fifth Avenue.

“Itu," kata pria tua itu, menunjuk pada bangunan baru yang besar dan kokoh serta dihiasi dengan batu merah di setiap sudutnya, "adalah hotel baru yang kubangun untuk Anda pimpin.”

“Ah..., Anda pasti bercanda,”  sahut resepsionis itu seraya tertawa.
“Saya dapat memastikanmu bahwa saya tidak bercanda,” jawab pria tua itu sambil tersenyum lebar.
Pria tua itu bernana William Waldorf Astor.
Bangunan mewah dan megah itu hotel pertama dari Waldorf-Astoria Hotel.
Dan si resepsionis muda itu adalah George_Boldt, manajer hotel yang pertama yang akhirnya menjadi CEO dari jaringan Waldorf-Astoria Hotel yang kini berdiri di hampir seluruh kota-kota besar di seluruh dunia.

PESAN MORAL:
Lakukan hal apapun yang terbaik di dalam pekerjaan Anda, maka Anda tidak akan pernah tahu kapan sebuah kesempatan akan menghampiri Anda.

Baca: JADIKANLAH HIDUP INI PENUH MAKNA!






Salam Sejahtera & Sukses Selalu!


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan