Rabu, 24 Oktober 2018

Apa dan Siapa DEPOT BAN?

















BACA: Kenapa Harus Berbisnis Ban Motor?



Bagi Anda yang berminat untuk berbisnis dan maju bersama "DEPOT BAN" , hubungi:

Johanes Budi Walujo
HP: 08112332777
WA/Line: 081919132777
Facebook: Johanes Budi Walujo
Website: https://www.depotban.com/

PT. Berkat Akur Nanjaya
Jl. Raya Mekarsari No. 9 - Terusan Bojongsoang, Baleendah, Bandung 40375 (lokasi di belakang kantor PT. ASTA Bandung, samping toko DEPOT BAN Baleendah)
Telp: 022-5948927
Maps: Berkat Akur Nanjaya PT.

DEPOT BAN - Sahabat motor Anda



Ketika mendengar bengkel motor, sebagian dari kita tentu membayangkan sebuah tempat yang kotor, berantakan, dan tidak nyaman. Gambaran Anda tersebut ternyata keliru jika Anda berkunjung ke outlet Depot Ban.

Depot Ban adalah bengkel yang menyediakan berbagai jenis dan merek ban motor serta kebutuhan motor lainnya dengan banyak kelebihan yang akan Anda dapatkan, seperti:
  •         Harga bersaing
  •          Mekanik berpengalaman
  •          Peralatan bengkel mutahir
  •          Tempatnya bersih dan rapih
  •          Ruang tunggu nyaman
  •          Disediakan kopi, teh, dan gula gratis
  •          Air minum panas atau dingin
  •          Termasuk free wifi
  •          Pelayanan yang prima
  •          Dan tentunya hasil service yang memuaskan

Itulah kenapa, moto Depot Ban adalah “Sahabat motor Anda…”

Bagi Anda pemilik motor yang mencari produk berkualitas dengan harga kompetitif dan kepuasan serta kenyamanan, ingatlah Depot Ban – Sahabat motor Anda…



BACA: Apa dan Siapa DEPOT BAN?




Bagi Anda yang berminat untuk berbisnis dan maju bersama "DEPOT BAN" , hubungi:

Johanes Budi Walujo
HP: 08112332777
WA/Line: 081919132777
Facebook: Johanes Budi Walujo
Website: https://www.depotban.com/

PT. Berkat Akur Nanjaya
Jl. Raya Mekarsari No. 9 - Terusan Bojongsoang, Baleendah, Bandung 40375 (lokasi di belakang kantor PT. ASTA Bandung, samping toko DEPOT BAN Baleendah)
Telp: 022-5948927
Maps: Berkat Akur Nanjaya PT.

Selasa, 23 Oktober 2018

KENAPA HARUS BERBISNIS BAN MOTOR DAN KEPERLUAN MOTOR LAINNYA?



Tidak ada orang yang bercita-cita untuk bekerja keras seumur hidupnya, tetapi kenyataan seperti itu mungkin saja terjadi pada diri kita. Buktinya, banyak masyarakat kita di usia pensiun masih harus terus bekerja. Hal itu dimungkinkan terjadi karena sekalipun sudah pensiun dari pekerjaan, tetapi tidak mungkin kita pensiun dari kebutuhan hidup. Kalaupun tidak bekerja lagi, lantas apa cara yang biasanya orang pilih dalam mempersiapkan kehidupan hari tuanya?


Mana Yang Anda Pilih?

1)   Di masa mudanya mereka bekerja untuk mendapatkan penghasilan lebih dan berusaha keras menabung tahun demi tahun dengan suku bunga yang tidak seberapa!? Namun pada saat memasuki kehidupan di masa pensiun, faktanya harga kebutuhan hidup dari waktu ke waktu terus meningkat, sehingga sering kali membuat tabungan kita tersedot dan mengalami kemerosotan yang cukup tajam bahkan amblas.
    
     2)   Bergantung kepada orang lain, misalnya anak. Seandainya Anda adalah seorang anak yang sudah bekeluarga dan memiliki cukup banyak tanggungan, maka otomatis tanggungan Anda akan bertambah, yaitu orang tua Anda. Bagi sebagian orang, ini merupakan suatu beban tambahan yang menjadi masalah yang harus ditelan bulat-bulat. Bukannya mendapatkan warisan kesejahteraan, melainkan "warisan beban hidup". Anda harus bekerja lebih keras lagi. Jika Anda sebagai orang tua, walaupun perasaan tidak nyaman, tapi apa boleh buat.
    
     3)   Bergantung kepada pemerintah. Ini bukan hal yang enak untuk dirasakan, karena kita telah dikategorikan kaum miskin. Sayangnya negara kita bukan Amerika atau Eropa, dimana pemerintah memberikan Tunjangan Kesejahteraan yang memadai bagi pensiunan.
    
     4)   Belajar dan membangun bisnis untuk masa tua Anda...


Nah..., alasan kenapa orang berbisnis adalah agar memiliki hidup sejahtera sampai tua. Selain itu, kita tidak mungkin bekerja seumur hidup! Sekalipun suatu saat Anda sudah tidak bekerja, namun bisnis Anda tetap bekerja untuk kesejahteraan Anda. Uang dan  waktu tidak menjadi masalah lagi. Itulah dambaan setiap orang! Menarik bukan?

Pertanyaannya, apakah Anda sudah memiliki bisnis?




Tahukah Anda, pabrikan sepeda motor di Indonesia seperti Honda, Yamaha, Suzuki, Kawasaki, dan merek lainnya memproduksi lebih dari 12 juta unit motor setiap tahunnya? Artinya dalam sebulan ada sekitar 1 juta unit motor baru yang turun ke jalan.
Coba Anda lakukan survey, di 10 rumah tetangga Anda, ada berapa rumah yang memiliki motor? Boleh jadi ada 5-6-7 atau lebih rumah yang memiliki motor.
Kemudian Anda perhatikan lagi dengan baik, dimasing-masing rumah tetangga Anda tersebut motornya ada berapa? Apakah ada tetangga Anda yang memiliki lebih dari 1 motor?
Berikutnya, pernahkan Anda iseng menghitung, ketika sedang dalam perjalanan dan berhenti dipersimpangan karena lampu merah, berapa motor yang ada di sekeliling Anda? Satuan, puluhan, atau ratusan?
Apakah angka-angka tersebut di atas ada arti bagi Anda?
Yaa… Bisnis yang berhubungan dengan motor ternyata pasarnya sangat besar dan luas sekali! Inilah kesempatan Anda untuk berbisnis…


Apa Alasan Orang Tidak Berbisnis?

Berikut ini adalah beberapa alasan yang menyebabkan seseorang tidak mulai untuk berbisnis (Apakah Anda masuk ke dalam kelompok ini?), misalnya:
     
      1.    Ingin Terus di Zona Nyaman
Tidak dapat dipungkiri bahwa menjadi seorang pengusaha artinya kita harus berani ke luar dari zona nyaman. Kita dituntut untuk memulai hal baru dan berjuang dengan serius serta sungguh-sungguh. Apalagi bagi mereka yang bukan berasal dari kalangan ekonomi kelas atas, harus benar-benar memulainya dari bawah. Kebanyakan orang memang lebih merasa nyaman dengan menerima gaji bulanan.
     
      2.    Tidak Punya Modal
Para pekerja yang tidak berani mencoba berbisnis dengan alasan tidak punya modal atau modalnya kurang. Hitung-hitungan memang penting dalam memulai bisnis, namun terlalu banyak berhitung justru dapat menciutkan nyali. Banyak bukti bahwa modal sebenarnya hanyalah salah satu faktor yang membuat para pengusaha yang dapat meraih sukses dalam bisnisnya terkadang hanya mengandalkan passion saja saat memulai bisnis mereka.
      
      3.    Takut Dengan Ketidakpastian
Berbeda dengan mereka yang bermental pengusaha, kebanyakan orang memang takut pada ketidakpastian. Dunia bisnis memang dikenal dengan banyak hal yang tidak pasti, tapi disinilah tantangannya. Bagi mereka yang enggan memulai bisnis, daripada membayangkan sukses berbisnis, mereka malah membayangkan tentang keuntungan yang kecil, kerugian bahkan bangkrut.
      
      4.    Bingung Cara Mulainya
Tidak jarang kita mendengar orang yang bertanya bagaimana cara memulai sebuah bisnis. “Mulainya harus darimana? Caranya bagaimana?” Persis seperti mendiang Bob Sadino, “Bisnis terbaik itu bukan bisnis yang terus ditanyakan, tapi langsung dijalankan.” Ilmunya memang tetap dibutuhkan, tapi tidak dengan hanya terus bertanya tanpa keberanian untuk memulai bisnisnya.
      
      5.    Tidak Menguasai Bidang
Nah, jika tahu kendalanya, berarti kita harus mencari solusinya. Apa solusinya? Pelajari bidang itu! Itu kenapa sebagian orang sekolah, kuliah, dan mengikuti pelatihan-pelatihan. Pelajari, baca banyak buku tentang bidang itu, praktekan, pelajari lagi, praktekan lagi dan begitu seterusnya. Pada waktunya akan lahir seorang “ahli” dibidang tersebut.
      
      6.    Tidak Punya Ide
Alasan ini juga hal yang sering dijadikan oleh banyak orang untuk tidak berbisnis. Ide tidak harus selalu “baru”. Mark Zuckerberg bukanlah orang pertama yang mengembangkan bisnis social media. Tapi dia punya ide “lebih baik”, maka dia menjadi sukses.
      
      7.    Tidak Memiliki Pengalaman
Pemikiran bahwa Anda belum memiliki pengalaman dalam menjalankan sebuah bisnis juga menjadi kendala seseorang enggan memulainya. Jika Anda tidak pernah memulai bisnis, maka Anda tidak akan pernah memiliki pengalaman menjadi seorang entrepreneur.
      
      8.    Ragu dengan Kemampuan Diri Sendiri
Percayalah, setiap orang pasti pernah meragukan dirinya sendiri. Yang menjadi pertanyaan, kalau kemampuan diri hanya disimpan dan tidak diasah, mana bisa menjadi lebih baik. Tidak ada salahnya mencoba sesuatu yang baru dan melatih diri kita untuk menjadi lebih kreatif dan inovatif.
      
      9.    Tidak Memiliki Koneksi
Semua mungkin sepakat bahwa di dalam menjalankan bisnis, koneksi itu merupakan hal yang penting. Mungkin Anda tidak mengenal orang-orang besar, pengusaha, pejabat, dan lain-lain yang dapat menunjang Anda untuk berbisnis, sehingga Anda merasa semuanya tidak mungkin.
      
      10.  Tidak Ada Dukungan dari Keluarga
Ketika sudah berkeluarga, maka tanggung jawab seseorang menjadi semakin besar. Tidak jarang, ini menjadi sebuah alasan untuk enggan memulai bisnis. Mereka takut kalau bisnisnya tidak jalan atau hasilnya tidak sebesar saat menjadi pekerja. Termasuk keluarga yang setengah hati karena tidak yakin dengan prospek bisnis yang akan digeluti.





BACA: DEPOT BAN Untuk Anda



Bagi Anda yang berminat untuk berbisnis dan maju bersama "DEPOT BAN" , hubungi:

Johanes Budi Walujo
HP: 08112332777
WA/Line: 081919132777
Facebook: Johanes Budi Walujo
Website: https://www.depotban.com/

PT. Berkat Akur Nanjaya
Jl. Raya Mekarsari No. 9 - Terusan Bojongsoang, Baleendah, Bandung 40375 (lokasi di belakang kantor PT. ASTA Bandung, samping toko DEPOT BAN Baleendah)
Telp: 022-5948927
Maps: Berkat Akur Nanjaya PT.

Kamis, 08 Juni 2017

KECERDASAN EMOSIONAL




Banyak orang mengira IQ adalah ukuran dari kecerdasan seseorang. Namun itu sesungguhnya bukanlah jaminan bahwa kita bisa meraih keberhasilan atau kesuksesan dalam hidup. Kekuatan otak dan kecerdasan adalah dua hal sangat yang berbeda.

Alkisah...
Seorang anak pulang dari sekolah bertanya kepada ayahnya, "Yah, apa sih IQ itu?"

Ayahnya menjawab, "IQ adalah tes untuk mengukur seberapa cerdasnya kamu. Jika kamu IQnya 120an, kamu mungkin bisa masuk universitas. Jika kamu IQnya di atas 140, kamu seorang jenius. Rata-rata orang IQnya 100. Jika kamu IQnya di bawah 80, mungkin kamu bodoh. Dan jika orang IQnya di bawah 60 berarti sangat bodoh, alias idiot, sampai tidak bisa mengikat tali sepatunya sendiri!"

Mendengar hal itu si anak mendapatkan pemahaman, "IQ 60, tidak bisa memakai tali sepatu sendiri." Karena itulah si anak berpikir, kenapa ada orang-orang yang tidak memakai sepatu?

Kisah di atas menunjukkan bahwa kita membutuhkan cara pengukuran intelektual yang lain. Anda mungkin sudah membaca buku Kecerdasan Emosional (Emotional Intelligence) karangan Daniel Goleman.
Goleman mengatakan bahwa yang lebih bisa diandalkan untuk mengukur kesuksesan seseorang adalah yang ia sebut dengan kecerdasan emosional, yang menjelaskan bahwa seseorang tidak hanya dituntut kemampuan untuk berpikirnya, namun juga kemampuan untuk merasakan. Apa yang ia amati adalah kemampuan untuk menjalin hubungan dengan orang lain, yaitu kesadaran bahwa seseorang tidak mungkin meraih sukses sendirian...inilah bagian penting dari SOFT SKILLS!






Salam Sejahtera & Sukses Selalu!


Drs. Johanes Budi Walujo
PT. Berkat Akur Nanjaya

HP: 08112332777
WA/Line: 081919132777
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: https://www.berkatakurnanjaya.com/

Rabu, 07 Juni 2017

BAHAGIA KARENA MEMBERI




Baru saja saya nonton Mata Najwa di Metro TV bertema: "MENEBAR VIRUS BACA"

1) Namanya Sugeng Hariyono, asli Ponorogo yang merantau ke Lampung, sebagai Tukang Tambal Ban, dalam 'kaca mata' umum secara materi kekurangan, menjadi Penggerak Motor Pustaka yang berkeliling ke desa-desa untuk meminjamkan buku GRATIS ke anak-anak desa di sekitarnya. Hal itu dia lakukan sejak tahun 2014, berawal dari motor rongsokan.
Beberapa waktu lalu Mas Sugeng diundang oleh presiden Jokowi ke istana untuk menerima penghargaan.

2) Misbah Surbakti asli Karo-Sumatera Utara, merantau ke Papua untuk menjadi guru, dan menggerakan Noken (tas khas Papua) Pustaka. Salah seorang relawannya bernama Agus Mandowen, naik-turun gunung memanggul buku untuk dipinjamkan secara GRATIS ke anak-anak gunung di sekitarnya.

Ketika banyak orang yang secara materi tidak kekurangan bahkan berkelebihan suka atau sering mengeluhkan kehidupannya, orang-orang ini BAHAGIA KARENA MEMBERI.

Mas Sugeng, Pak Misbah, dan Kak Agus ini telah memahami, apa maksud dan tujuan Tuhan menciptakan dirinya hidup di dunia ini...berkarya untuk berbagi hal positif, kebaikan, dan kebahagiaan kepada orang-orang yang ada di sekitarnya.

Bunda Teresa pernah berkata:
"Salah satu cara paling pasti untuk menemukan kebahagiaan bagi dirimu sendiri adalah dengan mengabdikan energimu untuk membuat orang lain bahagia."

Boleh jadi itulah kenapa, mereka yang hanya FOKUS pada dirinya sendiri tak pernah merasakan kebahagiaan...







Salam Sejahtera & Sukses Selalu!


Drs. Johanes Budi Walujo
PT. Berkat Akur Nanjaya

HP: 08112332777
WA/Line: 081919132777
Twitter: @johanesbudi_w
Website: https://www.berkatakurnanjaya.com/

Selasa, 06 Juni 2017

ADILKAH TUHAN?




Dalam 'sesi konsultasi' seseorang menyampaikan demikian:
"Pak Johanes, saya kira Tuhan itu TIDAK ADIL! Kenapa ada anak yang lahir dari orang tua kaya, dan ada yang miskin? Kenapa ada yang lahir fisiknya sempurna, dan ada yang cacat? Ada yang ganteng atau cantik, dan ada yang tidak?"*
Pernyataannya cukup berat nih, pikir saya. Hhmmm...

Lalu saya beri tanggapan demikian:
"Apakah semua anak yang orang tuanya kaya, fisiknya sempurna, dan ganteng atau cantik hidupnya berhasil/sukses?"
"Apakah semua anak yang orang tuanya miskin, tidak ganteng atau cantik, bahkan fisiknya cacat hidupnya tidak berhasil/gagal?"

Kita tahu atau mungkin kenal ada anak dari orang tua yang kaya, penampilannya ganteng atau cantik, namun gagal, dan hidupnya menjadi malapetaka.
Dan kita juga tahu bahkan kenal ada anak dari orang tua yang miskin, tidak ganteng atau cantik, bahkan fisiknya cacat, tapi sukses, dan hidupnya menginspirasi banyak orang.

Itulah bukti bahwa orang tua kaya, fisik sempurna dan ganteng atau cantik BUKAN MODAL untuk meraih sukses dalam hidup seseorang.

Tuhan Yang Maha Adil TIDAK menciptakan manusia menjadi 2 kelompok: orang sukses dan orang gagal. Tuhan memberikan kesempatan yang sama kepada setiap manusia… Menjadi orang yang sukses atau gagal itu adalah PILIHAN HIDUP!

Kita tidak bisa mempertanyakan kenapa lahir dari orang tua miskin, tidak ganteng atau cantik, bahkan lahir cacat. Itu adalah hak Tuhan Yang Maha Kuasa.
Yang harus kita yakini yaitu, bahwa Tuhan Sang Maha Pencipta dan Yang Maha Baik TIDAK mungkin salah dalam menciptakan kita, pasti maksudNya baik, dan tentu tujuanNya agung, besar, dan mulia.

Pahamilah tujuan dari penciptaan diri kita hidup di dunia ini...







Salam Sejahtera & Sukses Selalu!


Drs. Johanes Budi Walujo
PT. Berkat Akur Nanjaya

HP: 08112332777
WA/Line: 081919132777
Twitter: @johanesbudi_w
Website: https://www.berkatakurnanjaya.com/

Minggu, 04 Juni 2017

KITA SEMUA SAMA!




Tuhan Sang Maha Pencipta dan Yang Maha Kuasa pasti mampu menciptakan kita semua serupa!
Namun, kenapa kita diciptakan berbeda-beda???
Tuhan Yang Maha Baik menciptakan kita berbeda-beda tentu untuk maksud dan tujuan yang baik-demi kebaikan, agar kita satu sama lain saling mengisi dan melengkapi.

Siapapun diri kita, latar belakang apapun adalah sama di mata Tuhan, karena Tuhan Maha Adil.

Di dunia ini tidak ada faktor kebetulan, Tuhan Sang Sutradara Yang Maha Dahsyat telah mengatur segala hal di dunia ini dengan sangat baik. Dan karena Tuhan Maha Kasih, maka manusia diberi 'kebebasan' untuk memilih dan menentukan jalan hidupnya sendiri-sendiri, tidak seperti 'robot'. Namun, karena manusia sering egois, rakus, sombong bahkan suka berniat jahat, maka 'skenario' dari Tuhan menjadi berantakan.
Sebagian orang 'tidak mengerti dan memahami tujuan dari penciptaan dirinya hidup di dunia ini'.

Jika ada pertanyaan: "Untuk apa sih Tuhan menciptakan kita hidup di dunia ini?"
Lalu kita jawab apa???

Nahh..., jawaban dari pertanyaan itulah yang akan 'tercermin' dalam hati, pikiran, sikap, perkataan dan perbuatan keseharian diri kita. Bagaimana kita mengisi hidup ini? Bagaimana kita menjalani hidup ini?
Orang yang meyakini bahwa hidup ini untuk mengejar materi/ jabatan/ kekuasaan, maka akan terus mengejar itu.
Yang percaya bahwa hidup ini untuk mencari popularitas, maka akan terus mencari itu sepanjang hidupnya.

Yang tidak mau mencari tahu dan berusaha untuk mengerti maksud dan tujuan penciptaan dirinya di dunia ini, maka akan menjalani kehidupan ini apa adanya, tanpa makna, mengalir seperti air.
Yang memahami bahwa Tuhan menciptakan kita hidup di dunia ini untuk kebaikan, maka akan terus berusaha mengisi kehidupan ini dengan menabur kebaikan...
INILAH YANG AKAN MEMBEDAKAN KITA DIMATA TUHAN!

Jadi, untuk apa kita hidup di dunia ini???





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!


Drs. Johanes Budi Walujo
PT. Berkat Akur Nanjaya

HP: 08112332777
WA/Line: 081919132777
Twitter: @johanesbudi_w
Website: https://www.berkatakurnanjaya.com/