Minggu, 07 Juni 2015

BAGAIMANA CARA MENINGKATKAN KEUNTUNGAN?




Washington DC sangat tidak menyenangkan. Sewaktu duduk di sebuah bangku untuk menunggu bus, saya tidak sabar untuk segera kembali ke Lousiana yang dipenuhi hutan-hutan. Saya seperti duduk di kolam darah yang berada di ujung bangku tersebut dan saya bersiap-siap pergi. Saya benar-benar berharap bahwa orang-orang yang berkujung ke negeri ini tidak menjadikan Washington DC sebagai salah satu tujuannya.

Namun sebelum bus yang saya tunggu datang, saya didekati seorang lelaki tua berpakaian rapi yang menanyakan alamat. Saya katakan bahwa saya tidak mengetahui tempat yang ia cari karena saya sendiri adalah pendatang. Sampai hari ini saya tidak yakin mengapa, namun mulai berbicara seolah-olah kami sudah saling mengenal selama bertahun-tahun.

Kami berbincang-bincang tentang kehidupan, manusia, dan akhirnya percakapan itu berubah menjadi percakapan bisnis. Disinilah lelaki itu melihat sesuatu dalam diri saya, saya kira, yang membuatnya merasa ingin mengungkapkan rahasia besar yang sebelumnya belum pernah dia ceritakan. Ia bilang, banyak orang telah mendengarkannya, namun hampir tak ada yang benar-benar menyimak cerita tersebut, meski hal itu dapat menemukan keuntungan berlimpah kepada oaring-orang yang memanfaatkannya.

Telinga saya mulai bekerja. Sesuatu dalam suaranya seakan-akan menegaskan bahwa ia mengetahui apa yang tengah ia ucapkan. Dan saya sangat ingin mengetahui rahasia apa yang hendak ia ungkapkan. Dia tentu saja merasakan keingintahuan saya karena pada saat itu dia memberi peringatan yang nyaris terdengar seperti sebuah cacian.

Saya berusaha menuliskan kembali percapakan itu sebaik mungkin yang saya ingat…

Lelaki tua: “Jangan membuat kesalahan dengan menghiraukan apa yang saya ucapkan karena mungkin Anda sudah pernah mendengarnya. Saya yakin, setidaknya Anda sudah mendengarkannya satu kali sepanjang hidup. Malah mungkin Anda sudah sangat sering mendengarkannya. Apakah Anda punya keberatan tertentu terhadap agama?”

Saya: “Tidak. Saya tidak mempercayai kata-kata para pengkhotbah atau apa yang mereka sampaikan, tapi saya tahu bahwa Injil mengandung banyak sekali pengetahuan berharga.”

Lelaki tua: “Bagus. Saya tidak mau Anda memotong kata-kata saya karena hal itu tidak berasal dari Injil namun terapannya menjangkau ke balik apa yang dapat dipahami banyak orang. Ini membutuhkan pemikiran yang cermat, pertimbangan yang seksama, agar kekuatannya bisa dirasakan.”

“Rahasia sederhana ini, ketika diterapkan pada dunia bisnis, akan mendatangkan uang. Dengan sangat mudah. Seperti air yang mengalir ke bawah gunung. Bahkan orang yang tolol pun dapat mempraktekkannya dan menjadi kaya. Ketika ini diamalkan pada suatu hubungan, rahasia ini akan menciptakan banyak sekali teman ketimbang yang dapat Anda dapatkan.” (Tersenyum dengan tulus)

Saya: “Apakah itu? Saya sangat penasaran.”

Lelaki tua: “Sabar Bung, sabarlah. Saya tidak akan tergesa-gesa mengungkapkannya karena rahasia ini selalu diulang oleh orang-orang tolol yang tidak mau menghormati atau mengetahui maknanya. Tidak. Saya akan mengungkapkannya dengan cara yang lain. Apa bisnis Anda?”

Saya: “Baiklah. Saya ini tengah mencoba bisnis Penjualan Lewat Surat. Saya memasang iklan dan menjual buku.”

Lelaki tua: “Bagus. Bagus. Saya akan mengatakan kepada anda cara untuk meraup keuntungan dalam bisnis ini. Satu-satunya hal yang Anda butuhkan ialah menciptakan produk yang ingin Anda beli.”

Saya: “Saya kurang paham.”

Lelaki tua: “Anda akan memahaminya.”
“Ketahuilah, Anda adalah sasaran pemasaran bagi diri Anda sendiri. Apa pun yang Anda inginkan, ada ribuan orang yang juga menginginkan hal yang sama. Produk yang Anda cari itu adalah juga produk yang dicari ribuan orang lain.”

“Yang harus dilakukan ialah menciptakan produk yang ingin Anda beli, produk yang dicari oleh diri Anda sendiri. Ketika Anda memiliki produk ini, kata-kata apakah yang ingin Anda dengar dari para sales sehingga Anda tahu bahwa inilah produk yang selama ini Anda cari?”

“Kalau ada orang lain yang menjual produk ini, iklan macam apa yang hendak Anda lihat, apa yang mendorong Anda membeli produk ini? Ketika Anda menemukan jawabannnya, seperti itulah iklan yang ingin Anda buat.”

Saya: “Saya mengerti.” (agak ragu)

Lelaki tua: “Anda lihat penjual yang ada di seberang jalan itu? Pizza. Saya melipatkan keuntungan bisnis tersebut tiga kali lipat hanya dalam waktu sepuluh menit. Itulah cara saya menjalankan bisnis.” (tersenyum)

“Yang akan saya lakukan ialah mendekati penjual itu seperti layaknya pembeli. Saya akan duduk di sana dan membayangkan segala sesuatu yang dapat saya lakukan agar dapat menjaring pelanggan setia. Apa yang saya lakukan agar dapat seperti itu?”

“Ketika saya punya jawaban atas pertanyaan itu, saya akan menerapkannya. Tiap pelanggan akan saya perlakukan dengan cara yang sudah saya bayangkan. Saya jamin, penjualan itu akan meraup keuntungan tiga kali lipat dari pada sekarang.”

Saya: “Saya kira saya tahu…”

Lelaki tua: “Sabar. Anda bahkan belum tahu apa-apa. Itulah yang sering saya temui pada banyak orang. Mereka memotong sesuatu karena melihat dari mana hal itu datang atau karena mereka sudah sering mendengarkannya. Jangan lakukan apa yang dilakukan orang-orang tolol itu. Anda tidak ingin ‘mengetahuinya’ sampai Anda benar-benar mempertimbangkan dan memanfaatkannya.”

Saya: “Baiklah.”

Lelaki tua: “Apa yang saya katakan mengandung kekuatan tersembunyi. Kata-kata sederhana yang digunakan untuk menggambarkannya tidak dapat sepenuhnya menampungnya. Jangan menghakimi, jangan samakan hal itu dengan kata-kata dari para pengkhotbah yang cerewet yang setiap saat mengeluarkan kata-kata bijak tanpa satu pun orang yang peduli.”

“Apa yang tidak diketahui banyak orang ialah cara mengamalkan Hukum itu pada segala sesuatu. Rahasia ini dapat diterapkan pada tiap langkah yang Anda ambil, segala sesuatu yang Anda kerjakan, tiap kata yang Anda ucapkan, dan siapa pun yang mengamalkannya akan beroleh keuntungan.”

“Kalau Anda seorang penulis, tulislah apa pun yang hendak Anda tulis.”
“Kalau Anda seorang sales, juallah apa pun yang hendak Anda jual.”
“Kalau Anda seorang pembicara, utarakanlah apa pun yang hendak Anda utarakan.”
“Kalau Anda menginginkan lebih banyak cinta, maka diri Anda menjadi teman yang Anda inginkan.”

“Sewaktu menerapkan rahasia ini pada segala seuatu yang Anda lakukan, maka akan muncul sebuah keajaiban yang Anda lakukan. Bisnis Anda menguasai pasar, buku yang Anda tulis menjadi buku laris. Kalau Anda pemimpin, Anda akan menarik banyak sekali pengikut yang setia.”

“Apakah Anda menyukainya?”
“Apakah Anda akan meresponnya?”
“Apakah Anda merasakannya?”

“Itulah serangkaian pertanyaan yang harus  Anda ajukan setiap kali Anda mengerjakan atau membuat sesuatu. Anda akan dapat menelusupkan pengaruh Anda ke dalam hati dan benak setiap orang jika Anda terlebih dahulu mempertimbangkan apa pun yang hendak Anda lakukan.”

“Saya rasa Anda sudah mengetahui ungkapan Alkitab yang saya maskud. Tapi kita tak perlu mengulangnya. Cukup pertimbangkan dan amalkan.”

Saya: “Ya saya tahu. Tapi saya tidak pernah membayangkan kalau hal itu bisa diterapkan pada segala hal. Saya juga termasuk golongan orang tolol yang mengabaikannya tanpa pernah memikirkannya sekali pun. Saya betul-betul ingin berterima kasih kepada Anda karena sudah bersedia membagi rahasia ini.”

Lelaki tua: “Sangat menyenangkan berbicara dengan Anda, Bung. Semoga selamat tiba di rumah.”

Dan dia pun pergi. Hal yang mengecewakan ialah ketika saya berada di dalam bus untuk pulang, saya menyadari bahwa saya tidak mengetahui namanya, atau bahkan memperkenalkan nama saya kepadanya. Barangkali dia melihat nama yang tertempel pada tas saya. Saya tidak yakin. Tetapi tidak masalah. Berkat nasihat yang dia berikan, sepanjang 15 tahun ini saya selalu memetik keuntungan bisnis.

Kendati saya tidak begitu menguasai apa yang dinasihatkan oleh si lelaki tua itu, saya tetap dapat menarik banyak keuntungan. Terutama dari internet. Internet menjadi salah satu sarana tempat pengetahuan ini dapat dipraktekkan dengan baik. Banyak orang bertanya apa rahasia saya: “Bagaimana mungkin saya bisa tetap bertahan di sini, dengan produk yang sama, dengan menghadapi seluruh persaingan yang kian ketat, selama bertahun-tahun?”

Rahasia sederhana itu terkait pada jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang senantiasa saya ajukan kepada diri saya sendiri: bagaimana saya akan memperlakukan perusahaan ini? Bagaimana saya akan memandangnya? Apa yang hendak saya dapatkan? Bagaimana saya mengurusnya?

Pertanyaan-pertanyaan sederhana itulah satu-satunya hal yang harus dijawab. Ketika Anda sudah beroleh jawaban, praktekkan jawaban itu dan tunggu apa yang terjadi.

Buatlah sendiri situs yang Anda cari.
Tulislah sendiri buku yang ingin anda baca.
Juallah sesuatu yang ingin Anda beli.
Berbicaralah tentang apa yang hendak Anda dengarkan.
Uruslah sesuatu yang hendak Anda urus.
Buatlah sesuatu untuk orang lain apa yang ingin Anda ciptakan untuk diri sendiri.
Timbulkan gairah pada diri orang lain dengan sesuatu yang menggairahkan Anda.
(Sumber: “A Millionaire’s Secret”, Allen Says)





Untuk informasi lebih lanjut hubungi:


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Sabtu, 06 Juni 2015

SUMBER PIKIRAN POSITIF






Berpikir positif adalah sumber kekuatan dan sumber kebebasan. Disebut sumber kekuatan karena ia membantu kita untuk memikirkan solusi dampai mendapatkannya. Dengan begitu kita bertambah mahir, percaya, dan kuat. Disebut sumber kebebasan karena dengannya kita akan terbebas dari penderitaan kungkungan pikiran negative serta pengaruhnya pada fisik.

Adapun beberapa pikiran positif adalah sebagai berikut:

Berpikir Positif untuk Menguatkan Cara Pandang
Berpikir positif semacam ini digunakan seseorang untuk mengukuhkan cara pandangnya tentang sesuatu. Dengan demikian, ia akan merasa pandangannya benar walau hasilnya negatif. Contoh cara berpikir positif untuk menguatkan pendapat adalah cara berpikir Roger Panster, juara dunia lari serratus meter, yang mendengar pendapat seorang komentator bahwa mahkluk apapun di muka bumi ini tidak mungkin menempuh jarak satu mil dalam tempo tiga menit. Panster tidak mengomentari pendapat ini, tapi ia yakin dapat melakukannya. Ia tidak buang-buang waktu dengan berdebat. Ia segera berlatih berlari satu mil dalam tempo tiga menit. Seperti biasa orang-orang yang merasa dirinya tidak berhasil mengkritik dan mematahkan semangat orang lain.
Kritik memang cukup pedas, tetapi ia tidak menghiraukannya. Ia terus berusaha berlari satu mil dalam tempo tiga menit. Dalam waktu kurang dari enam bulan, ia jadi orang pertama yang berhasil melakukan hal itu. Ia berhasil menghancurkan jarring-jaring negative. Ia berhasil mengukuhkan pendapatnya bukan dengan ucapan, melainkan dengan tindakan.

Berpikir Positif karena Orang Lain
Seseorang dapat berpikir positif karena pengaruh orang lain. Misal, ketika menonton acara binaraga dan olahragawan, Anda menjadi ingin berolahraga. Bisa jadi Anda memulainya dan berlatih sampai mendapat bentuk tubuh yang diinginkan. Bisa juga kegiatan olahraga itu Anda tinggalkan setelah melakukan beberapa kali saja.
Pengaruh berpikir positif seperti ini bisa jadi negative bagi sebagian orang yang terpengaruh dengan orang lain. Bisa juga pengaruh positif dan mendorong seseorang untuk ikut memulai dan tidak membuang waktu untuk sesuatu yang negative dan berkeluh kesah. Justru ia terus berbuat, menganalisis, dan memperbaiki perbuatannya samapi ia berhasil meraih yang diinginkan.

Berpikir Positif karena Momen Tertentu
Mengapa perilaku manusia menjadi lebih baik di bulan suci misalnya? Momen tersebut memiliki ikatan spiritual dengan manusia. Tak seorng pun mau membuat Tuhan murka dan semua orang tentu ingin mendapatkan banyak kebaikan. dengan demikian, orang akan memperhatikan perilakunya dan berhati-hati dalam bersikap terhadap orang lain dan pada dirinya sendiri.
Selain bisa dimanfaatkan untuk memperbaiki perilaku, berpikir positif yang berkaitan dengan waktu ini bisa juga diamnfaatkan untuk membangun kebiasaan-kebiasaanpositif baru.

Berpikir Positif Saat Menghadapi Kesulitan
Ketika seseorang mengindap penyakit berbahaya, kehilangan salah satu organ tubuhnya karena sebuah kecelakaan, atau kehilangan orang yang dicintai, ia bisa mengatasi masalahnya melalui beberapa tahapan kejiwaan yang berlangsung seekian lama. Ia juga dapat berhenti pada sikap menerima, berusaha untuk tetap maju, berpikir positif, dan fokus pada upaya menyelesaikan masalah.
Sebagian orang menghadapi masalah dalam hidupnya dengan sikap negative dan menjadi dendam pada segala sesuatu pikiran negative, konsentrasinya pada kemungkinan buruk, dan perasaan negative. Tentju saja ini mempengaruhi perilaku dan semua sisi hidupnya. Sebagian orang yang terkena musibah, biasanya mengahadapinya dengan cara menghayati keberadaan Tuhan. Selanjutnya, ia memikirkan bagaimana menyikapi masalah yang sedang dihadapi, dan berusaha mengambil manfaat dan mengubahnya menjadi sebuah keahlian.

Selalu Berpikir Positif
Inilah jenis berpikir positif yang paaling baik dan paling kuat., karena tidak terpengaruh oleh ruang, waktu, dan kondisi lainnya. Itu telah menjadi kebiasaan. Ada masalah atau tidak, ia selalu bersyukur pada Tuhan. Sleanjutnya, ia berpikir mencari solusi dan segala kemungkinan, hingga pikiran positif menjadi kebiasaan hidupnya. Orang yang memiliki kepribadia semacam ini akan menjalani hidup dengan damai, tenang, dan bahagia.

Begitulah pikiran positif yang selalu aktif sepanjang waktu tanpa pengaruh apapun dan siapapun. Sebaliknya, dalam kondisi kritis seseorang bisa menggunakan senjata paling ampuh untuk menguasainya. Saat kehidupan berjalan mulus, selalu melihat sisi positif kehidupan. Hal ini bukan berarti lari dari masalah tapi sebaliknya.

Baca: POLA PIKIR POSITIF





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

POLA PIKIR POSITIF




Banyak kejadian yang biasa kita alami dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Ada peristiwa dimana kita dibuat tertawa, bahagia, sedih, bahkan menangis. Kita tak pernah bisa menghindar dari semua masalah yang menimpa kita, karena kita di sini hanya sebagai pelaku dan Tuhan yang mengatur segalanya. Untuk itu, bukan masalah yang perlu kita hindari, namun bagaimana kita bisa membuat prinsip atau pola pikir dalam menghadapi masalah tersebut.

Adapun beberapa prinsip berpikir positif, di antaranya adalah sebagai berikut:

1) Mengubah pikiran berarti mengubah kenyataan, pikiran baru menciptakan kenyataan baru. Jika orang ingin melakukan perubahan positif dalam hidupnya, maka pertama kali yang harus ia lakukan adalah mengubah pikirannya. Gantilah pikiran negatif dengan pikiran positif, sebab pikiran baru menghadirkan kenyataan baru. Oleh karena itu, jika Anda benar-benar ingin menciptakan perubahan positif dalam hidup, maka mulailah mengubah bagian dalam diri Anda.

2) Belajarlah dari masa lalu, hiduplah pada masa kini, dan rencanakan masa depan. Masa lalu adalah mimpi, masa depan adalah proyeksi, hidupmu saat ini yang diwarnai cinta mendalam pada Tuhan membuat masa lalu menjadi mimpi indah dan masa depan yang penuh harapan. Banyak orang mengeluhkan masa lalu dan segala peristiwa yang ada di dalamnya telah berlalu sebagai pengalaman.

3) Anda dapat membersihkan masa lalu dengan selalu bertanya pada diri sendiri, “Pelajaran apa yang bisa saya petik dari masa lalu? Andai waktu membawa saya ke masa lalu, apa yang akan saya lakukan?” Tulislah keterampilan yang Anda pelajari dari peristiwa pada masa lalu, lantas tulis juga sikap Anda jika menghadapi kejadian serupa. Dengan demikian, Anda membuat akal mampu mengindentifikasikan masa lalu sebagai pelajaran dan kekuatan, bukan kelemahan dan kegagalan.

4) Tentang masa kini, hadapilah dengan segenap makna positif. Hadapilah dengan cinta pada Tuhan. Jangan sampai hidup Anda dihantui oleh perasaan negatif masa lalu. Jangan terlena menunggu masa depan yang belum datang. Dengan demikian hidup Anda akan berjalan normal dan stabil. Selama Anda menjalani hidup ini dengan tulus pada Tuhan, Anda dapat menjadikan masa lalu sebagai kebahagiaan dan masa depan sebagai proyeksi yang indah.

5) Ketika Tuhan menutup satu pintu, pasti Dia membuka pintu yang lain yang lebih baik. Kadangkala Tuhan menutup pintu yang ada di depan kita, tapi dia membuka pintu lain yang lebih baik. Namun, kebanyakan orang menyia-nyiakan waktu, konsentrasi, dan tenaga untuk memandang pintu yang tertutup dari pada menyambut pintu impian yang terbuka di hadapannya.

6) Masalah dan kesengsaraan hanya ada dalam persepsi. Kenyataan adalah persepsi Anda. Jika Anda ingin mengubah kenyataan hidup Anda, mulailah dengan mengubah persepsi Anda. Akal manusia hanya bisa fokus pada satu informasi dalam satu waktu. Jika Anda mengubah persepsi Anda tentang masalah, memikirkannya sebagai hadia terindah dari Tuhan, lalu berkonsentrasi pada upaya mencari solusi, maka Anda akan menemukan pintu harapan terbuka lebar di hadapan Anda.

Oleh karena itu, jangan biarkan persepsi Anda tentang suatu masalah mempengaruhi Anda. Sebab persepsi adalah program akal terdahulu yang bisa jadi keliru. Ubahlah persepsi Anda, niscaya kehidupan Anda juga berubah. Permasalahan dan kesengsaraan hanya ada dalam persepsi belaka.

Jangan jadi masalah. Pisahkan diri Anda dari masalah. Tidak ada masalah yang solusinya tidak dipikirkan oleh akal manusia. Apapun yang Anda pikirkan tentang diri sendiri, Anda tetap lebih kuat dari yang Anda bayangkan. Masalah hanya romantika hidup yang dapat kita pelajari agar lebih dewasa dan bijaksana. Lebih ahli, dan lebih berpengalaman. Akal manusia lebih cepat daripada cahaya. Ia punya kemampuan menyimpan lebih dari 2.000.000 informasi dalam satu detik.
Mata kita memiliki kemampuan untuk membedakan lebih dari 10.000.000 warna dengan cepat. Penciuman kita memiliki kemampuan mengenal lebih dari 50.000 jenis bau-bauan dalam tempo yang singkat. Indra pengecap kita memiliki kemampuan mengenali banyak benda yang dingin, hangat, manis, pahit, dan berbagai rasa lainnya. Kerja jantung kita sangat mengagumkan. Meski tidak pernah kita hitung, ia berdegup lebih dari 100.000 kali setiap harinya. Jika energy kita dialirkan ke satu negara, maka dapat menghasilkan listrik selama satu minggu.

Setiap masalah ada solusi spiritualnya. Segala cobaan hidup di dunia ini adalah Anugerah Tuhan untuk menjadikan kita semakin dekat dengan-Nya. Dengan demikian, kita tahu dan menyadari bahwa selalu ada penyelesaian secara spiritual bagi setiap masalah. Barang siapa percaya pada Tuhan, niscaya Dia akan menyediakan jalan ke luar untuknya. Dan memberikan berkat dari jalan yang tidak terduga.

Baca: PIKIRAN MEMPENGARUHI HARGA DIRI





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w

Minggu, 31 Mei 2015

SAYA ORANG YANG DIKASIHI TUHAN!




Tepat sepuluh tahun yang lalu, bulan Mei 2005, saya mengundurkan diri dari karir saya sebagai General Manager di salah satu grup perusahaan farmasi terbesar di Indonesia yang berkantor pusat di Bandung. Saya meninggalkan gaji besar dan fasilitas bagus yang telah saya dapatkan pada waktu itu.

Pada saat itu usia saya 38 tahun, saya tampil percaya diri dan terkesan agak sombong, dengan ilmu yang saya miliki dan pengalaman yang telah saya dapatkan selama tujuh belas tahun bekerja dan berkarir di empat perusahaan. Di tiga perusahaan sebelumnya, saya hanya bekerja selama 1-2 tahun saja, baru di grup perusahaan farmasi itulah saya bekerja dan meniti karir selama dua belas tahun. Pada awal saya masuk kerja di grup perusahaan farmasi itu sebagai Manager Trainee, dan kemudian mengundurkan diri dengan jabatan General Manager.

Selama dua belas tahun berkarir di perusahaan farmasi tersebut, hampir setiap dua tahun saya mendapatkan promosi jabatan. Hal itu dimungkinkan terjadi karena prestasi kerja saya yang bagus dan perusahaannya memang maju-terus bertumbuh dan berkembang dengan pesat.
Baca: Profile Penulis


Saya lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat, anak pertama dari tiga bersaudara, ketiganya laki-laki. Dari keluarga sederhana, namun orang tua saya sangat berkeinginan agar ketiga anaknya mendapatkan pendidikan tinggi, kemudian bekerja dan berkarir dengan baik, sehingga tidak harus bangun subuh-pagi-pagi sekali pergi ke pasar berjualan di sana untuk menghidupi keluarga dan membiayai pendidikan anak-anaknya. Kami tiga bersaudara, dibesarkan dan mendapatkan pendidikan di rumah dengan cara yang hebat dari kedua orang tua kami yang sangat luar biasa!

Menyelesaikan sekolah TK, SD, dan SMP di Tasikmalaya, kemudian melanjutkan SMA dan kuliah di Jogja. Pada tahun 1989 saya mendapatkan gelar Sarjana-S1 dari Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi, Universitas Atma Jaya, Yogyakarta.

Semasa sekolah di SMA dan kuliah di Jogja saya aktif dalam organisasi sekolah dan kemahasiswaan, dan pernah menjabat sebagai Ketua Senat Mahasiswa selama satu periode-dua tahun. Dari situlah saya belajar dan mengasah kemampuan dalam berorganisasi, bekerja sama, melakukan koordinasi dan mengambil keputusan.
Baca: SOFT SKILL vs HARD SKILL

Sebagai mahasiswa saya pun aktif di Mapala (mahasiswa pencinta alam). Hampir semua gunung di Jawa Tengah dan Jawa Timur puncaknya sudah saya daki. Di sinilah saya belajar dan mengasah karakter untuk tidak egois, peduli terhadap kawan, mencintai alam, dan mental pantang menyerah untuk mendaki sampai ke puncak.
Baca: Belajar dari Alam

Sekitar dua tahun terakhir sebelum mendapatkan gelar sarjana-menjelang KKN (Kuliah Kerja Nyata) dan menyusun skripsi, selain kuliah saya pun bekerja sebagai Salesman dari sebuah perusahaan yang saat itu sedang mengembangkan bisnisnya di wilayah Jogja dan sekitarnya. Dengan menjadi Salesman itulah saya belajar dan mengasah kemampuan salesmanship-skill komunikasi, manajemen waktu, perencanaan dan pencapaian target, serta menjalin hubungan bisnis.
Baca: Mau Sukses, Harus Ingat Target!

Sekolah, kuliah maupun bekerja dan berkarir saya lalui dengan baik dan lancar. Mempunyai banyak sahabat, kawan serta kolega dan relasi.

Itulah gambaran singkat sebuah episode dari perjalanan hidup yang telah saya lalui selama 38 tahun. Menjalani kehidupan yang baik, indah, dan menarik…
Sungguh, Tuhan sangat baik dan mengasihi saya!

Mei 2005 saya mengajukan proposal bisnis kepada seorang sabahat-selaku investor untuk mendirikan sebuah perusahaan. Tanpa harus mengeluarkan modal dari kocek sendiri, namun dengan pembagian keuntungan bisnis 40% untuk saya dan 60% untuk investor. Inilah awalnya saya menjalankan ‘bisnis tanpa modal’ sendiri.
Baca: Cara Memulai Bisnis Tanpa Modal?

Dalam proses mendirikan perusahaan itu, saya mengajukan beberapa nama untuk perusahaan kami, tetapi sahabat saya menolak nama-nama tersebut. Demikian sebaliknya, dia pun mengusulkan beberapa nama, namun saya tolak juga. Dengan kata lain, nama-nama yang diusulkan untuk perusahaan belum ada yang cocok bagi kami berdua.

Suatu hari, sekitar jam 2-3 pagi, saya terbangun lalu masuk ke ruang kerja di rumah, menyalakan komputer dan muncullah 'ide' sebuah kata di layar monitor untuk nama perusahaan kami: SEMANGAT (SElalu MAju iNGat Akan Tuhan). Keesokan harinya nama itu saya usulkan kepada partner bisnis saya untuk dijadikan nama perusahaan kami, dan dia langsung menyetujuinya. Hari-hari berikutnya Notaris memproses nama perusahaan itu ke berbagai departemen terkait, dan akhirnya berdirilah PT. SEMANGAT.


Tahun-tahun berlalu, bisnis di perusahaan kami, PT. SEMANGAT berjalan dengan baik dan lancar...
Namun, terutama karena KESOMBONGAN dan KEBODOHAN yang saya lakukan, serta KESALAHAN dalam pengelolaan keuangan, pada tahun kelima sejak berdirinya perusahaan itu, akhirnya saya jatuh... Bangkrut! Habis! Hancur!
Baca: Atur Keuangan Anda!

Di tahun 2010 itu saya harus menjual semua asset yang telah saya kumpulkan selama 17 tahun berkarir plus 5 tahun berbisnis. Rumah, mobil, dan segala macam perhiasan harus dijual, dan semua tabungan harus dikuras untuk melunasi pinjaman tambahan modal ke bank. Selain itu, saya harus membereskan semua kewajiban saya ke relasi bisnis, dan melunasi semua pinjaman pribadi kepada perseorangan. Saya jatuh sampai ke titik yang paling bawah, dan saya menjadi miskin! Namun demikian saya masih bisa berjalan tegak karena tidak berhutang kepada siapapun...
Baca: Terancam Miskin di Hari Tua

Saat itu, yang tersisa hanyalah uang untuk menyewa rumah sederhana dan membeli sebuah motor bekas. Setelah sekian lama tahun saya kemana-mana mengendarai mobil yang nyaman tidak pernah kehujanan dan kepanasan, kembali saya harus mengalami kehujanan dan kepanasan karena hnya naik motor. Beberapa orang yang mengenal saya bersikap sinis melihat saya seperti itu.

Dalam situasi dan kondisi begitu, saya 'mencatat' ada tiga kelompok orang-orang yang memberikan tanggapan:
    1.   Mereka yang menyalahkan bahkan menghina atas kegagalan dan keterpurukan yang saya alami.
    2.   Mereka yang memberikan dorongan kepada saya untuk tegar, terus berjuang, dan bangkit lagi.
    3.   Mereka yang tidak mempedulikan saya.

Dari situ saya belajar untuk mengerti dan memahami, bahwa dalam situasi dan kondisi apapun yang sedang kita hadapi dalam hidup ini, akan selalu ada tiga kelompok orang yang: SETUJUTIDAK SETUJU, dan NETRAL atas sikap, perkataan, dan perbuatan serta keputusan yang akan kita ambil.
Baca: Catatan dari Mother Theresa


Ketika itu, di rumah kontrakan sudah tidak ada pembantu rumah tangga dan sopir pribadi. Karena tidak ada pembantu rumah tangga dan tidak memiliki mobil lagi, anak-anak saya justru menjadi mandiri. Bangun tidur mereka membereskan tempat tidur sendiri. Selesai makan, mereka mencuci piring dan sendok-garpu sendiri. Jika waktunya berbenturan, kadang mereka harus pergi-pulang sekolah naik angkutan umum sendiri. Itulah dampak positif yang didapat dari keterpurukan ekonomi saat itu. Selain mandiri, bila diperhatikan dengan cermat, anak-anak saya tampak lebih dewasa daripada teman-teman sebayanya. Puji Tuhan!

Pada saat itu, dalam keadaan ekonomi yang sangat terpuruk, saya memutuskan untuk menjadi seorang broker professional (TIPS menjadi Broker Profesional), menjadi agen property dan produk serta jasa lainnya. Saya mulai lagi membangun bisnis baru dari awal, namun dengan konsep yang sama, yaitu ‘bisnis tanpa modal’.
Baca: Cara Memulai Bisnis Tanpa Modal


Pada suatu hari, dalam perjalanan dari Bandung ke Cimahi, untuk meninjau lokasi property yang akan dijual, ban belakang motor saya tiba-tiba kempes dan ternyata bocor. Saat itu uang yang ada di dompet hanya Rp 5.000,-, cukup untuk menambal satu lubang ban motor itu. Selesai ditambal saya melanjutkan perjalanan. Jarak sekitar satu kilometer dari tukang tambal tadi, ban belakang motor saya kempes lagi, bocor dan harus ditambal lagi. Kepada tukang tambal yang kedua ini, saya harus menyerahkan KTP sebagai jaminan karena sudah tidak punya uang lagi. Akhirnya saya harus pinjam uang ke teman yang rumahnya di sekitar lokasi tukang tambal ban untuk membayar jasa menambal ban itu. Sebelumnya, lewat telpon saya telah berusaha minta tolong (menagih) kepada teman saya yang berhutang untuk mentransfer sejumlah uang, namun dijawab bahwa dia sedang tidak punya uang juga. (Sebagai catatan: teman saya ini, salah seorang yang sebenarnya masih berhutang lumayan besar kepada saya, akhirnya saya anggap lunas!).
Baca: Lepaskan dan relakanlah...

Pada momen itulah, sambil berdiri di sekitaran tempat tukang tambal ban yang sedang bekerja, saya meneteskan air mata dan berteriak dalam hati, "Johanes Budi Walujo, kamu dilahirkan oleh ibumu dan diciptakan oleh Tuhan ke dunia ini untuk menjadi seorang Pemenang, BUKAN sebagai Pecundang seperti sekarang ini!”
Baca: Anda Dilahirkan untuk Menjadi Pemenang!

Dengan kerja keras, cara yang cerdas, dan doa, satu tahun sejak peristiwa 'tragis' di tempat tukang tambal ban itu, saya mampu membeli dua mobil sekaligus, satu mobil saya pakai pribadi, dan satu mobil lagi untuk keluarga!


Sejak itulah di setiap kesempatan saya menceritakan kepada banyak orang, bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan saya! Di sepanjang kehidupan yang telah saya jalani sampai dengan hari ini, sungguh saya merasakan bahwa Tuhan begitu mengasihi saya, dan membuat banyak mujizat dalam hidup saya…
Saya terus berusaha memotivasi orang-orang untuk tetap SEMANGAT!




Setiap bangun di pagi hari, saya berdoa minta petunjuk dan bimbingan Tuhan, apa maksud dan tujuan dari penciptaan diri saya hidup di dunia ini… Kenapa Tuhan masih memberi saya nafas hidup sampai hari ini? Setiap hari saya terus berusaha untuk mengerti dan memahami apa tujuan dari penciptaan diri saya hidup di dunia ini? 
Baca: Dua Hari Terpenting dalam Hidup Manusia

Dulu saya pikir sukses itu artinya kaya raya…
Jika sukses dinilai dari kekayaan dan materi, berapa banyak kekayaan dan materi yang harus dikumpulkan untuk dibilang sukses?

Dulu saya pikir sukses itu berarti punya jabatan dan memiliki kekuasaan…
Jika sukses dinilai dari jabatan dan kekuasaan, apa jabatan dan kekuasaan yang harus dicapai untuk disebut sukses?

Dulu saya pikir sukses itu adalah popularitas…
Jika sukses dilihat dari popularitas, popularitas seperti bagaimana yang harus diraih untuk disebut sukses?


Di SEMANGAT - Kampus Kehidupan, akhirnya saya memaknai bahwa SUKSES adalah…





Jika Anda kaya, maka berbagi KASIHlah dengan kekayaanmu itu.
Jika Anda pintar, maka bebagi KASIHlah dengan kepintaranmu itu.
Jika Anda punya ilmu pengetahuan, maka bebagi KASIHlah dengan ilmu pengetahuanmu itu.
Jika Anda punya pengalaman, maka berbagi KASIHlah dengan pengalamanmu itu.
Jika Anda punya tenaga, maka berbagi KASIHlah dengan tenagamu itu.
Jika Anda punya waktu, maka berbagi KASIHlah dengan waktumu itu.
Jika Anda punya hati, maka berbagi KASIHlah dengan hatimu itu.
Jadi, sesungguhnya siapapun dapat berbagi KASIH!




Demikian sebuah periode dari kehidupan pribadi saya, semoga bermanfaat, dapat menjadi motivasi dan inspirasi bagi Anda yang membacanya…

Hiduplah dengan SEMANGAT agar bisa memberi SEMANGAT kepada orang lain!

Semoga Tuhan selalu memberi kesehatan, membuka jalan terang, memberi petunjuk dan bimbingan, serta melindungi dan memberkati kita semua.
Amin





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w

PENGAMPUNAN...




Ada sebuah kisah…

Seorang suster menyampaikan kepada uskup bahwa Yesus menampakkan diri kepadanya. Uskup bertanya kepada suster itu, “Suster, apakah engkau bicara dengan Yesus?”

Suster itu menjawab, “Ya, Bapak Uskup.”

Uskup itu melanjutkan, “Jika engkau mengalami penampakkan lagi, tolong ajukan pertanyaan ini kepada Yesus, ‘Manakah dosa yang paling besar dari saya, sebelum dia jadi uskup?”

Uskup itu tahu bahwa hanya Tuhan dan bapak pengakuannya saja yang tahu tentang dosanya.

Kira-kira tiga bulan kemudian, suster itu bertemu dengan uskup. Uskup itu langsung bertanya, “Apakah engkau mengalami penampakan lagi?”

Suster itu menjawab, “Ya.”

Uskup bertanya lagi, “Apakah engkau bertanya pada Yesus tentang dosa-dosa saya?”

“Ya, saya tanya”, jawab suster.

Uskup bertanya lagi, “Dan apa jawab Yesus?”


Sambil tersenyum suster itu menjawab, “Yesus mengatakan, ‘Saya tidak ingat lagi.”






Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan