Minggu, 27 November 2016

HINDARI KESALAHAN MANAJEMEN




Di dalam sebuah organisasi atau perusahaan, sebuah kesalahan adalah hal yang sering terjadi. Kesalahan ini bisa terjadi di semua tingkatan dan juga dalam semua sisi, salah satunya adalah kesalahan di dalam sistem manajemen.
Kesalahan bisa menjadi sebuah sumber pembelajaran bagi setiap perusahaan, namun dalam beberapa hal, kesalahan tersebut bisa dihindari sejak dini dan menghindarkan perusahaan untuk mengalami masalah yang lebih besar dari yang harus mereka hadapi.

Berikut ini adalah beberapa jenis kesalahan dalam sistem manajemen yang sering terjadi. Dengan mengenali kesalahan-kesalahan yang umum terjadi, diharapkan para manajer atau para pemegang kebijakan bisa mengantisipasinya sejak dini: 
  1. Tidak bisa mendefinisikan tujuan yang ingin dicapai dengan jelas. Dalam sebuah perusahaan, tujuan yang jelas akan menjadi panduan bagi setiap orang sehingga bisa melakukan pekerjaan atau tanggung jawab mereka dengan sebaik-baiknya. Namun, sering ditemukan bahwa para pimpinan tidak bisa memberikan informasi yang jelas mengenai tujuan yang ingin dicapai. Hal ini membuat para bawahan tidak bisa menentukan prioritas yang jelas dan akhirnya mereka tidak bisa bekerja dengan maksimal.
  1. Melakukan rekruitmen yang tidak efektif. Wajah baru dalam setiap perusahaan tentunya diharapkan bisa membawa tenaga, ide dan kemampuan baru ke dalam perusahaan tersebut terutama saat beban kerja sedang banyak-banyaknya. Namun, hal ini tidak akan tercapai bila proses rekruitmen dilakukan dengan tidak efektif atau terburu-buru. Hal seperti ini justru akan menambah beban kerja karena semakin banyak orang yang perlu mendapat perhatian lebih. Rekruitmen yang efektif adalah kuncinya sehingga hasil yang diharapkan bisa tercapai. 
  1. Penggunaan feedback yang kurang maksimal. Untuk meningkatkan efisiensi dan performa kerja dari sebuah tim atau dari setiap karyawan, pemberian feedback sangatlah diperlukan. Feedback yang dimaksudkan di sini bisa bersifat positif dan juga negatif. Pemberian feedback ini harus dilakukan sesegera mungkin untuk menghindari masalah yang lebih besar untuk kesalahan yang terjadi atau bisa juga untuk meningkatkan moral dari seluruh anggota tim untuk keberhasilan yang berhasil dicapai. 
  1. Tidak mempercayai anggota tim yang lain. Dalam sistem manajemen perusahaan, kepercayaan adalah salah satu hal krusial. Banyak pemimpin atau manajer yang tidak mempercayai anggota tim atau bawahan mereka untuk melakukan sebuah pekerjaan tertentu. Mereka berpikir bahwa tidak ada orang lain yang bisa mengerjakan pekerjaan itu sebaik mereka dan pada akhirnya menolak untuk mendelegasikan orang lain untuk pekerjaan tersebut. Hal ini akan berujung pada bertumpuknya masalah yang ada dan tidak bisa diselesaikan sendirian. Bisa dibayangkan apa yang akan terjadi bila hal ini terjadi. Mendelegasikan orang lain untuk melakukan sebuah pekerjaan merupakan salah satu bentuk kepercayaan dan juga salah satu teknik untuk menghindari bertumpuknya masalah. 
  1. Tidak mendengarkan. Hal ini adalah sebuah kesalahan yang umum dilakukan bukan hanya dalam sistem manajemen sebuah perusahaan namun pada hampir semua aspek pekerjaan. Seorang manajer hendaknya mau meluangkan waktu untuk mendengarkan nasihat, saran, kritik ataupun pujian dari pihak yang lain termasuk dari bawahan mereka. Kemampuan untuk mendengarkan dengan sungguh bisa menjadi suatu hal yang membedakan antara kerjasama tim yang sukses dan tidak. Gagal untuk mendengarkan bisa menjadi sebuah tanda bahwa seorang pimpinan tidak bisa menunjukkan penghargaan mereka terhadap orang lain. Selain itu, para pemimpin melewatkan peluang besar yang mungkin berasal dari ide-ide sederhana bawahan mereka. 
  1. Tidak memahami motivasi atau hal yang mendorong setiap orang untuk memberikan performa mereka yang terbaik. Tidak semua orang bekerja untuk mendapatkan penghasilan yang layak. Beberapa dari mereka memiliki hal lain yang memotivasi mereka untuk bekerja lebih baik dan hal inilah yang perlu dikenali dan dipahami. Menyediakan sebuah lingkungan kerja yang mendukung akan membuat perbedaan dalam lingkungan kerja itu sendiri.Gagal untuk mengenali motivasi apa yang mendorong para pekerja bisa berakibat buruk dan bisa membuat karyawan yang potensial untuk mundur atau keluar dari perusahaan itu.

Sistem manajemen yang ada dalam sebuah perusahaan sangat mempengaruhi produktivitas para karyawan. Sistem manajemen itu tidak hanya disekitar penggajian para karyawan melainkan meliputi semua hal yang berkaitan dengan cara menjalankan sebuah perusahaan.

Para karyawan adalah denyut nadi dari sebuah perusahaan sehingga tidak heran bila sistem ini lebih banyak berhubungan dengan para karyawan itu.
Berbagai kesalahan yang sudah dituliskan di atas adalah yang umum terjadi di sebuah perusahaan. Dengan mengenali kesalahan yang sering terjadi, para manager dan pemimpin perusahaan bisa melakukan tindakan pencegahan.

Bila tindakan pencegahan atau pengenalan sejak dini mengenai masalah-masalah di atas sudah diketahui, maka perusahaan tersebut bisa mencegah munculnya masalah yang lebih besar. Tidak hanya itu, mengenali dan menghindari kesalahan tersebut bisa meningkatkan produktivitas dari para pekerja dan bisa meraih kesuksesan yang diimpikan.

Baca: TRAINING MANAGEMENT





Untuk informasi lebih lanjut hubungi:


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Minggu, 20 November 2016

INGIN BERALIH MENJADI PENGUSAHA?




Hanya mengandalkan gaji sebagai karyawan boleh jadi tidak cukup untuk menutupi segala kebutuhan Anda. Hal ini dimungkinkan terjadi akibat harga kebutuhan pokok yang terus meningkat, belum lagi impian Anda untuk memiliki sebuah rumah tangga yang baru. Anda akan berpindah pekerjaan ke perusahaan lain untuk mencari gaji yang lebih bagus. Namun demikian, hal ini bukanlah alternatif terbaik yang bisa Anda peroleh, karena Anda harus beradaptasi lagi dengan lingkungan yang baru, dan kemungkinan penempatan kerja di luar kota.

Merintis sebuah bisnis adalah jawaban yang lebih tepat untuk mencukupi kebutuhan Anda. Anda dapat memperoleh penghasilan yang tidak terbatas, dan tetap beraktivitas di kota tempat tinggal. Namun pada umumnya seorang karyawan harus menghadapi beberapa kendala ketika akan memulai sebuah bisnis.


Berikut adalah beberapa tips yang ditawarkan dari laman Entrepreneur.com:

1.  Anda siap untuk memulai semuanya dari awal
Untuk merintis sebuah bisnis, tidak ada cara lain selain memulainya dari awal. Jangan pernah berpikir bahwa Anda bukan orang yang tepat untuk menjalankan bisnis. Hal ini tentu akan menghambat Anda. Yakinkan diri Anda bahwa sesuatu akan selalu dimulai dengan langkah pertama, sebelum Anda mampu berjalan dan berlari.

2.  Ketahui apa yang ingin Anda lakukan
Sebuah bisnis yang kuat tentu harus memiliki pondasi yang kuat juga. Hal tersebut dapat Anda temui dengan cara bertanya terhadap diri sendiri apa tujuan yang sebenarnya ingin Anda capai. Tujuan membantu Anda dalam menghadapi berbagai hambatan yang akan terjadi ketika memulai usaha. Ingat bahwa persaingan usaha sejatinya lebih keras daripada persaingan karyawan di lingkup perusahaan.

3.  Mencari mentor yang tepat
Saat Anda benar-benar ingin memulai sebuah usaha, pastikan Anda juga telah belajar dan mengambil banyak pengetahuan dan pengalaman dari mentor yang tepat. Seorang mentor akan membantu Anda dalam merintis usaha dan mengembangkannya menjadi penghasilan utama Anda. Pastikan bahwa mentor tersebut adalah orang yang memang berpengalaman.

4.  Bekerja efektif dan efisien
Waktu yang dimiliki oleh setiap orang adalah sama 24 jam seharinya, tetapi hanya ada beberapa orang yang sukses dalam menjalankan bisnis. Hal ini dikarenakan mereka pandai dalam mengatur waktu sehingga pekerjaan yang dilakukan menjadi efektif dan efisien. Tidak perlu bekerja seharian penuh, tetapi manfaatkan waktu yang ada dengan baik untuk menghasilkan uang.

5.  Mengetahui waktu yang tepat
Jika Anda masih memilih untuk tetap melakukan pekerjaan lama Anda sambil berbisnis, tentu tidak masalah. Namun ingat bahwa beberapa bisnis besar hanya bisa dikerjakan secara fokus dan menuntut Anda untuk keluar dari pekerjaan tersebut. Jika memang bisnis yang telah dikembangkan memiliki hasil yang menjanjikan tidak masalah bagi Anda untuk selanjutnya meninggalkan pekerjaan lama dan fokus terhadap dunia bisnis.







Untuk informasi lebih lanjut hubungi:


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Sabtu, 12 November 2016

MENGHINDARI KESALAHAN SAAT BERKOMUNIKASI




Cara kita berkomunikasi dengan orang lain adalah sebuah kebiasaan. Karenanya, seringkali kita tidak mengetahui apakah pola percakapan yang kita lakukan sudah baik atau belum. Dalam kehidupan sehari-hari pasti Anda sering berkata dalam hati: ”Ahh… tidak enak mengobrol dengan si A, lebih enak ngobrol dengan si B.” Anda sendiri masuk ke dalam kategori yang mana: si A ataukah si B, mudah-mudahan bukan si A karena si A biasanya selalu dijauhi oleh teman-temannya.
Andai saja Anda masuk dalam kategori si A, Anda tidak perlu khawatir karena pola percakapan yang kurang baik tentu saja dapat diperbaiki. Di bawah ini adalah beberapa kesalahan yang umum dilakukan oleh orang-orang dalam percakapan beserta beberapa solusi untuk memperbaikinya.
TIDAK MENDENGARKAN
Sebagian besar orang bukanlah tipe pendengar yang baik. Ini tentu saja berhubungan dengan ego mereka yang tinggi, yang justru ingin lebih didengarkan daripada mendengarkan. Dalam setiap percakapan mereka sepertinya tidak tahan menunggu giliran untuk berbicara. Belajarlah menekan ego Anda untuk mendengarkan secara sungguh-sungguh apa yang orang lain katakan. Ketika Anda mengambil sikap untuk mulai mendengarkan, Anda sedang membuka jalan untuk terciptanya suatu hubungan yang potensial. Namun tetap hindari jawaban singkat “ya” atau “tidak”, karena jika Anda seperti itu lawan bicara Anda akan memberikan informasi setengah-setengah kepada Anda. Antusiaslah terhadap topik yang sedang mereka bicarakan. Contoh, jika lawan bicara Anda sedang bercerita tentang pengalamannya mendaki gunung pada akhir minggu lalu, Anda dapat bertanya kepadanya:

  • ·      Gunung apa yang Anda daki?
  • ·       Apa yang Anda sukai dari mendaki gunung?
  • ·       Apa saja yang Anda lakukan di puncak gunung?
Pertanyaan-pertanyaan semacam itu akan membuat topik percakapan menjadi lebih mendalam, lebih menarik, serta memancing lebih banyak lagi topik untuk didiskusikan. Dan yang tak kalah pentingnya lawan bicara Anda mengetahui bahwa Anda sungguh-sungguh sedang mendengarkannya. Hal ini tentu saja akan membuat tingkat respek lawan bicara Anda bertambah pada Anda.
TERLALU BANYAK BERTANYA
Beberapa pertanyaan dapat berarti Anda antusias dengan lawan bicara Anda, namun terlalu banyak bertanya pun akhirnya menjadi tidak baik karena sepertinya Anda sedang menginterogerasi lawan bicara Anda, dan dapat membuat mereka menjadi tidak nyaman. Cobalah gabungkan antara pernyataan dan pertanyaan, misalkan: Saya pun minggu lalu berakhir pecan dengan nonton bareng rekan-rekan kerja saya. Apakah Anda suka menonton?
KEHABISAN TOPIK PEMBICARAAN
Dalam percakapan mungkin Anda sering merasa kehabisan topik untuk dibicarakan dengan lawan bicara Anda, terutama jika Anda berbicara dengan seseorang yang baru saja Anda kenal. Untuk mencegah hal ini terjadi, ada beberapa saran mengenai topik yang bisa Anda bicarakan:
  • Memulai berbicara tentang berita yang sedang hangat saat ini.
  • Berbicara tentang sesuatu yang menarik di sekitar Anda.

MEMBOSANKAN
Jangan bercerita panjang-panjang tentang mobil Anda yang baru saja Anda beli atau rumah Anda yang baru saja selesai dibangun. Rata-rata orang tidak terlalu tertarik dengan cerita semacam itu, yang terlalu mengekspose kemampuan diri. Carilah topik yang mengarah pada hal-hal yang bergairah atau hal-hal yang lucu misalnya. Bisa juga Anda menceritakan tentang pengalaman Anda berakhir pekan di puncak kemarin atau rencana Anda pada liburan Lebaran mendatang. Intinya adalah sesuatu yang positif. Bukan juga mengeluh tentang atasan atau pekerjaan Anda.

PENYAMPAIAN YANG BURUK
Salah satu hal yang paling penting dalam percakapan bukanlah apa yang Anda katakan, melainkan bagaimana Anda menyampaikannya. Perubahan dalam kebiasaan ini akan membuat perbedaan besar, karena suara dan bahasa tubuh adalah bagian yang sangat vital dalam percakapan. Beberapa hal di bawah ini untuk Anda perhatikan:
  • Sampaikan dengan perlahan. Ketika Anda berbicara mengenai suatu hal yang sangat menyenangkan, mudah sekali bagi Anda untuk memulai percakapan tersebut, bahkan dengan tempo yang cepat. Usahakan Anda memperlambat kecepatan bicara Anda, karena akan lebih mudah bagi lawan bicara Anda untuk menangkap maksud yang ingin Anda sampaikan.
  • Bicaralah dengan suara yang jelas dan cukup keras, sehingga topik pembicaraan dapat ditanggap oleh lawan bicara Anda.
  • Bicaralah dengan suara yang tidak monoton, libatkan emosi Anda.
  • Gunakan jeda agar lawan bicara Anda lebih perhatian dan mendengarkan, sehingga suasana menjadi rileks.

MEMOTONG PEMBICARAAN
Apakah yang Anda rasakan jika pembicaraan Anda dipotong oleh lawan bicara Anda? Yaa…, lawan bicara Anda pun akan merasakan hal yang sama jika Anda memotong pembicaraannya. Biarkan lawan bicara Anda menghabiskan terlebih dahulu apa yang ingin disampaikan. Itu adalah salah satu bentuk penghargaan Anda pada lawan bicara Anda. Carilah keseimbangan antara mendengarkan dan berbicara.
KEINGINAN MERASA BENAR
Orang tidak akan terkesan kepada Anda jika Anda selalu ingin merasa benar dalam setiap percakapan. Seringkali pembicaraan bukan betul-betul sebuah diskusi. Kadang-kadang kita ingin menjaga mood tetap baik dengan berbicara kepada seseorang. Contoh: salah satu teman Anda ingin bercerita kepada Anda mengenai serunya pengalaman berarung jeram sampai-sampai perahu karetnya terbalik. Namun Anda malah berbicara bagaimana berarung jeram yang baik. Saya yakin mood teman Anda akan langsung berubah. Duduklah santai, berbicara dan tidak berdebat.
BERBICARA HAL NEGATIF
Pernahkan Anda berkenalan dengan seseorang dan setelah itu ia berbicara tentang hal-hal aneh atau negatif, seperti kesehatannya yang memburuk, cerita pembunuhan, atasannya yang menyebalkan, atau menggunakan bahasa aneh yang hanya ia dan temannya yang mengetahui artinya. Saya rasa tidak ada manfaatnya berbicara hal-hal aneh atau negatif seperti itu. Orang-orang akan senang berbicara kepada Anda jika Anda selalu memberikan energi positif dalam setiap kata-kata yang Anda keluarkan.
BAHASA TUBUH YANG BURUK
Jika seseorang bercerita tentang pengalamannya, jangan sekedar mengangguk atau menjawab dengan kalimat singkat. Terbukalah dan katakan apa yang Anda pikirkan. Ekspresikan perasaan Anda.






Untuk informasi lebih lanjut hubungi:

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Sabtu, 22 Oktober 2016

HINDARI INI SAAT ANDA BERKARIR




Manusia memang tidak akan pernah lepas dari melakukan kesalahan. Namun, sedapat mungkin kita harus berusaha untuk menghindar dari kesalahan yang mungkin terjadi. Dengan menghindari beberapa kesalahan di bawah ini, dan fokus terhadap pekerjaaan, maka Anda bisa tenang dalam meniti karir.

Berikut adalah kesalahan umum yang sering terjadi:

Terjebak dalam Zona Nyaman
Ketika Anda telah berada di posisi atau jabatan yang sama dalam beberapa tahun, dan mulai merasakan kenyamanan dalam bekerja sehingga tidak bersemangat lagi untuk bergerak maju, itu artinya Anda sudah masuk ke dalam zona nyaman. Zona nyaman atau comfort zone memang menyenangkan, namun berhati-hatilah karena berada di comfort zone ini bisa membuat Anda terlena sehingga enggan untuk bergerak maju.

Tidak Memandang Luas
Memahami betul apa yang ingin perusahaan capai merupakan salah satu cara penting agar dapat mengetahui peranmu dalam bekerja, dan pencapaian apa yang harus Anda raih agar target perusahaan bisa tercapai. Dengan memiliki pengertian dan pemahaman apa yang menjadi target perusahaan, Anda bisa menggali lebih dalam lagi apa tujuan Anda direkrut dan passion dalam bekerja, yang berarti hal ini juga turut membawamu menuju pintu kesuksesan.

Membuang Kesempatan
Dunia bisnis kadang merupakan dunia yang kecil dan reputasi serta image merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan AndaNetworking dan rekomendasi rekan yang mengenal Anda merupakan salah satu hal penunjang pencapaian kesuksesan karir Anda. Dengan membuang kesempatan untuk networking, bisa saja Anda kehilangan kesempatan berkarir di perusahaan yang baik.

Bekerja dan Karir Tidak Seimbang
Hal yang pertama untuk mencapai kesuksesan dalam berkarir adalah Anda harus enjoy dalam bekerja dan getting work-life balance. Dengan menyeimbangkan kehidupan bekerja dan berkarir akan sangat membantu Anda untuk mencapai kesuksesan yang menjadi tujuan Anda. Bekerja memang penting namun apabila Anda tidak happy sama sekali dalam bekerja maka pekerjaanmu akan menjadi sia-sia.

Tidak Membatasi Kehidupan Pribadi dan Profesional
Sering kali, keakraban yang terjalin di antara para rekan kerja memang bagus. Namun, tetap pastikan untuk selalu bersikap profesional saat di kantor. Dengan membatasi antara kehidupan pribadi dan profesional Anda bisa bekerja maksimal di kantor, dan akan mendapat image sebagai seorang profesional pula.

Melihat Rumput Tetangga Lebih Hijau
Sebelum memutuskan untuk berhenti bekerja, tanyakan kepada diri sendiri kenapa Anda memutuskan hal tersebut. Biasanya, menganggap pekerjaan orang lebih lebih menyenangkan dibanding diri sendiri akan membawa kepada kekecewaan. Percayalah, pekerjaan dan situasi orang lain tidak lebih baik dari kita, dan bersikap rendah diri akan membawa masalah baru. Sebelum Anda mulai mencari pekerjaan baru, Anda harus memastikan bahwa hal tersebut bukanlah sebagai pelarian dari rasa kekecewaan yang Anda rasakan.

Tidak Memperbarui Kemampuan
Selalu up date dengan teknologi terkini adalah hal penting untuk memastikan bahwa kemampua Anda semakin berkembang. Gagal dalam mengikuti perkembangan zaman dan teknologi berarti gagal pula untuk mencapai kesuksesan karir, karena setiap harinya para pesaing Anda memperbarui kemampuan mereka.

Tidak Berani Mengambil Risiko
Setelah bekerja di dunia industri yang sama, Anda telah mempunyai pengalaman dan pelajaran yang cukup banyak dalam industri tersebut. Sehingga, ketika dihadapkan dalam suatu situasi, Anda bisa memanfaatkan pengalaman dan pemahaman yang Anda miliki untuk mengambil keputusan. Dengan begitu, Anda bisa menghindar dari rasa penyesalan yang mungkin bisa datang di masa depan.

Tidak Dapat Membuat Prioritas
Hal terpenting lainnya ketika bekerja adalah Anda harus bisa untuk membuat priority list dari project yang sedang Anda kerjakan. Fokuskan pekerjaanmu kepada project yang memiliki value tinggi. Value tersebut bisa berupa project yang membawa revenue paling tinggi dan membuat bisnis perusahaan berkembang. Pekerjaan yang bisa membawa impact besar terhadap bisnis perusahaan tentulah akan membuat lebih bersemangat untuk menyelesaikannya.

Tidak Percaya Diri
Kehilangan kepercayaan diri adalah hal yang sangat berbahaya, karena saat Anda tidak percaya diri sendiri maka rekan kerja Anda pun juga tidak percaya kepada Anda. Kehilangan kepercayaan diri? Timbulkan lagi kepercayaan diri Anda dengan mengingat pencapaian yang telah Anda raih sebelumnya. Ingatlah bahwa Anda lebih hebat dari pada pemikiran yang Anda tanamkan kepada dirimu sendiri.






Untuk informasi lebih lanjut hubungi:


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan