Sabtu, 12 Juli 2014

TIPS MENGHADAPI STRES




Salah satu masalah yang sering dihadapi oleh orang-orang jaman sekarang adalah stres. Bahkan orang-orang sukses yang di luar nampak tidak kurang satu apapun dalam kehidupannya, bisa juga terlanda stres. Hasil penelitian menyebutkan bahwa sepuluh penyebab kematian utama semuanya berhubungan dengan masalah stres.

SEMUA ORANG PERNAH MENGALAMI STRES
Jika kita terserang stres, maka pertanyaan yang bisa diajukan bukanlah, "APakah Anda pernah mengalami stres?". Secara alami kita semua pernah dan akan mengalami stres dengan segala macam bentuknya. Pertanyaannya adalah, "Apa yang menyebabkan Anda terserang stres dan bagaimana Anda bisa terserang?"

Beberapa jenis stres dapat dengan mudah dihindari dengan sikap mental tertentu. Adapula jenis-jenis yang tak mungkin dapat dihindari, sehingga untuk itu kita harus belajar untuk mengatasinya.

Sebagian besar orang cemas pada hal-hal yang sebenarnya tidak perlu dicemaskan. Dalam keadaan seperti ini, kita jadi mendapat kesan seakan-akan mereka sendirilah yang mencari-cari stres itu. Kelihatannya pendapat ini sulit diterima. Tetapi kalau Anda percaya, lihatlah data-data mengenai cara cemas di bawah ini:
  • 40% dari semua hal yang dikuatirkan bakal terjadi, ternyata tidak pernah terjadi.
  • 30% rasa cemas yang disebabkan oleh pengambilan keputusan di masa lalu, yang tidak bisa diubah lagi.
  • 12% rasa cemas disebabkan oleh kritikan dari orang lain, karena mereka merasa rendah diri.
  • 10% rasa cemas yang berkaitan dengan kesehatan, dan yang lebih buruk, kesehatan ini justru semakin menurun kalau orang itu cemas.
  • 8% termasuk rasa cemas yang "wajar".
Pasti Anda heran! Kurang dari satu dari sepuluh penyebab stres adalah kekecewaan yang memang wajar. Yang lainnya merupakan faktor-faktor penyebab stres yang bisa dihilangkan kalau kita mau berusaha.

BAHAYA JIKA STRES BERUBAH MENJADI TEKANAN
Kadang-kadang stres bisa menjadi pendorong dan motivator yang positif. Tapi stres juga bisa merusak. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Dr. G. Canby Robinson dari rumah sakit John Hopkins di Amerika Serikat, terbukti bahwa 140 dari 174 pasien di rumah sakit adalah mereka yang pencemas. Ia menyimpulkan bahwa lebih dari setengahnya dari mereka yang menderita penyakit berhubungan dengan stres.
Stres menjadi tekanan jika hal tersebut berkelanjutan. Dr. Canby menerangkan bahwa tubuh manusia bereaksi terhadap stres dalam tiga tingkatan: siaga, pertahanan, dan kelelahan. Ia menguraikan tahapan-tahapan tersebut senagai berikut:
  • Pada tahap siaga, tubuh Anda merasakan hadirnya "sang" stres, lalu mempersiapkan diri untuk melawan atau menghindar. Persiapan ini dilakukan dengan mengeluarkan hormon dari kelenjar-kelenjar endokrin. Hormon-hormon ini akan menyebabkan meningkatnya detak jantung dan pernapasan, meningginya kadar gula dalam darah, berkeringat, mata terbelalak, dan lambatnya pencernaan. Selanjutnya Anda tinggal memilih untuk menggunakan tenaga yang telah terpecah ini untuk melawan atau menghindar.
  • Pada tahap perlawanan, tubuh Anda memperbaiki kerusakan yang disebabakan oleh stres. Jika penyebab stres tidak hilang, maka tubuh tidak bisa memperbaiki kerusakan dan harus terus siaga.
  • Hal ini menyebabkan Anda memasuki tahap ketiga, yaitu kelelahan. Jika keadaan ini berkelanjutan cukup lama, mungkin Anda terserang salah satu dari "penyakit stres", seperti sakit kepala, denyut jantung yang tidak teratur, atau bahkan penyakit mental. Kalau stres ini berlanjut selama tahap kelelahan, maka tubuh akan kehabisan tenaga, dan bahkan mungkin fungsinya jadi berhenti.
Jadi, seperti yang Anda lihat, berdasarkan penelitian Dr. Canby ini, cara palong baik untuk menghadapi stres adalah dengan jalan menghindar atau menyembuhkannya secepat mungkin.

JANGAN SAMPAI STRES MEMBUAT ANDA PUTUS ASA
Ada kenyataan pahit bahwa di dunia ini banyak terdapat hal yang menyebabkan kita stres. Tetapi dilain pihak, ternyata ada cara-cara yang bisa kita tempuh untuk mengatasinya. Berikut ini adalah sepuluh tips untuk mengatasi stres:
  1. Belajarlah untuk melihat masalah secara proporsional. Salah satu ciri orang-orang yang mampu menghindari stres yang banyak dialami oleh orang lainnya adalah bahwa mereka mampu memandang segala masalah secara proporsional dalam keadaan yang terburuk sekalipun.
  2. Jangan menghindari resiko. Di dunia ini tidak ada jaminan mutlak. Tidak ada perencanaan yang anti gagal. Tidak ada perencanaan yang terjamin keberhasilannya. TIdak ada hal-hal yang bebas sama sekali dari resiko. Kehidupan memang demikian, tidak selalu lurus dan bersih. Segala sesuatu yang berjalan, beresiko untuk tersandung. Singkatnya, segala sesuatu yang hidup pasti menghadapi resiko. Kuncinya, kalau pikirankita dipenuhi oleh kemungkinan-kemungkinan yang baik, maka yang terjadi pada kita juga adalah hal-hal yang baik.
  3. Bekerja sesuai dengan bidang kemampuan Anda. Orang-orang yang bekerja sesuai dengan bidang kemampuannya, agak jarang dijangkiti stres walaupun kadang-kadang ia juga membuat kesalahan. Jika Anda tidak yakin dimana bidang kemampuan Anda, inilah resep yang dapat membantu Anda untuk  segera mengetahuinya. Jika Anda membuat suatu kesalahan, dan hal itu malah menjadi tantangan bagi Anda bukannya membuat Anda stres, bisa jadi Anda telah bekerja sesuai bidang kemampuan Anda. Namun sebaliknya, jika kesalahan yang Anda lakukan membuat Anda tertekan dan merasa terancam, mungkin Anda bekerja pada bidang yang tidak sesuai dengan kemampuan Anda. 
  4. Lepaskanlah beban yang berlebihan. Dalam situasi dan kondisi tertentu, ada baiknya kita tidak usah menambah lagi bebanpekerjaan kita. Dalam hal ini, kita malahan harus melepaskan beban-benan yang berlebihan. Jika Anda termasuk golongan orang-orang yang senang mencoba sesuatu yang baru, dan cenderung terus menambahnya dengan hal yang lebih  baru lagi, maka Anda harus berusaha menghentikannya secara bertahap.
  5. Menanamkan keyakinan. Di jaman ini banyak orang yang tidak tahu lagi apa yang harus mereka yakini. Nilai-nilai kehidupan telah digantikan dengan keraguan, sedangkan keyakinan digantikan dengan sikap masa bodoh. Jika Anda tergolong pada jenis orang "kebanyakan" itu, sudah tentu Anda akan menghadapi kesulitan untuk membangkitkan keyakinan Anda. Dalam hal ini, janganlah ragu untuk menghubungi orang-orang yang berkeyakinan kuat yang bisa membantu Anda menemukan keyakinan Anda.
  6. Janganlah terlalu bersikeras menuntut hak Anda. Tentunya Anda pernah mendengar ungkapan, "Lebih baik memberi daripada menerima." Dengan memberi, hati kita juga akan merasa bahagia, dan dalam keadaan seperti itu, tentunya stres tidak akan mudah menyerang.
  7. Programkan kembali pikiran Anda. Kebanyakan dari apa yang kita alami secara emosional merupakan dampak yang ada dalam pikiran kita. Berat ringannya stres yang kita derita sangat dipengaruhi oleh cara kita berpikir. Sedangkan cara kita berpikir merupakan akibat langsung dari apa yang kita simpan di dalam otak kita. Anda harus sadar bahwa otak Anda selalu dalam proses memprogram. Anda sendirilah yang memilih apa-apa yang akan dimasukkan ke dalam otak Anda. Karena itu, jauhkanlah hal-hal negatif yang sekiranya akan mengakibatkan stres.
  8. Jangan terlalu memikirkan diri sendiri. Orang-orang yang terlalu banyak memikirkan dirinya sendiri sering mengalami rasa putus asa. Akibatnya mereka jadi stres. Kalau Anda cemas tentang masalah-masalah yang menimpa diri Anda, cobalah Anda berikan bantuan pada orang lain. Dengan membantu orang lain, sering kita jadi bisa menolong diri sendiri.
  9. Carilah teman untuk tempat mengadu. Seringkali kita mengalami stres karena kita simpan sendiri maslah-masalah yang ada tanpa mau mencerikataknnya pada orang lain. Para dokter bersepakat bahwa orang-orang yang terus menerus menahan emosinya dan tidak mau mengeluarkannya sangat beresiko terserang penyakit jantung. Untuk menghindari stres yang seperti ini, carilah seseorang untuk berbagi suka dan duka.
  10. Carilah cara-cara yang menyenangkan untuk menghilangkan stres. Kita semua dengan berbagai cara berusaha melakukan sesuatu untuk mengurangi stres dalam kehidupan kita. Sebagian  ada yang menggunakan cara yang menyehatkan dan positif dan sebagian lainnya tidak.

Stres biasanya bukan diakibatkan karena pekerjaan yang terlalu banyak. Justru pikiran Anda yang berkepanjangan tentang beratnya pekerjaan itulah yang menyebabkan stres Anda. Mampu atau tidaknya Anda menghadapi stres bergantung bagaimana cara Anda menanganinya.

Bersiap-siaplah menghadapi stres, karena cepat atau lambat pasti akan datang juga. Mulailah ubah pemikiran Anda dan kebiasaan Anda. Sebisa mungkin hindarilah stres. Gunakan cara yang sehat untuk menanganinya jika Anda terpaksa mengalaminya. Jangan biarkan stres menjadi pukulan yang tidak terduga yang menjatuhkan Anda dan menghalangi Anda meraih sukses.

Baca: TEMUKAN GAIRAH HIDUP ANDA!





Salam Sejahtera & Sukses Sekalu!


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Minggu, 06 Juli 2014

MEMULAI DENGAN BENAR




Sangat penting bagi kita untuk memulai segala sesuatu dengan benar. Jika kita tidak memulai dengan benar, maka kita akan bertahan lama bahkan gagal di tengah jalan...

Sebagai contoh, ketika kita mengancingkan kancing baju dari atas ke bawah, dan antara kancing dan lobangnya tidak sesuai, maka kancing baju di bawahnya juga akan salah. Seseorang yang suka membuat miniatur bangunan atau menara dari kartu, jika ia meletakkan kartu yang awal atau paling bawah dengan tidak benar. Maka, kartu-kartu di atasnya akan mudah sekali roboh.

Seseorang yang mulai membangun bisnis dengan benar, ketika ia berhasil di kemudian hari, maka bisnisnya akan langgeng. Dibandingkan dnegan seseorang yang memulai bisnisnya dengan cara yang salah, ketika usahanya mulai besar akan menghadapi banyak kendala, bahkan mudah sekali mengalami kegagalan.

Apa yang perlu diperhatikan untuk memulai bisnis dengan benar?
Menjadi orang berkarakter sangat penting dalam bisnis atau pekerjaan yang kita lakukan. Seseorang yang berkarakter adalah seorang yang jujur, bertanggungjawab, disiplin, mau bekerja keras, dan sebagainya. Jika ia memulai karir pekerjaan dengan mengutamakan karakter berarti ia sedang memulai dengan benar.

Sebesar apapun bisnis kita, jika kita tidak memiliki karakter, maka cepat atau lambat akan mengalami kehancuran. Sebaliknya sekecil apapun bisns kita, jika kita mengutamakan karakter yang positif sejak awal, maka tidak mustahil bisnis kita akan berkembang dengan cepat dan tetap langgeng.

Memulai segala sesuatu dengan benar akan menentukan keberhasilan kita...

Baca: KEBIASAAN MANUSIA YANG EFEKTIF






Untuk informasi lebih lanjut hubungi:


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Minggu, 29 Juni 2014

JADILAH ORANG BIJAK




Seorang pria bijak masuk ke dalam sebuah cafe yαηg dipenuhi oleh pengunjung, kemudian menceritakan sebuah lelucon...


Semua orang yαηg ikut mendengarkan leluconnya itu tertawa.
Lalu pria itu mengulangi leluconnya, kali ini hanya beberapa orang saja yαηg tertawa.


Selang beberapa saat, pria itu menceritakan lagi lelucon yαηg sama, dan sekarang tidak ada seorang pun yαηg tertawa!

Sambil tersenyum pria bijak itu berkata:
"Bila Anda tidak bisa tertawa berulang-ulang pada lelucon yαηg sama, mengapa Anda mengeluh, bahkan menangis berulang-ulang pada masalah yαηg sama?"


Jadilah orang bijak, jangan sia-siakan waktu dan usia Anda untuk mengeluh...
Berusahalah untuk memiliki mental dan sikap positif, agar kita dapat menjalani kehidupan ini dengan selalu bersemangat, memperbaiki keadaan, mengembangkan kemampuan dan potensi diri, serta selalu memperbaiki diri.
Dan mau
 terus berbagi hal positif, kebaikan, dan kebahagiaan dengan orang lain.
Niscaya, Anda akan menjalani kehidupan yαηg baik, indah, dan menarik...


Baca: BERPIKIR DAN BERJIWA BESAR





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Senin, 23 Juni 2014

BIJAKSANA TERHADAP KRITIK




Suatu kali seorang pemain musik muda mengadakan konser perdana. Setelah konser itu selesai ia dicela habis-habisan oleh para kritikus. Pemain musik itu merasa sedih dan depresi. Melihat hal itu Jean Sibelius, komposer Finisia yang terkenal, menghibur dia. Sambil menepuk-nepuk pundak pemain musik muda itu, ia berkata, “Ingat, nak, tidak ada satu pun kota di seluruh dunia yang mendirikan patung penghargaan untuk kritikus.”


Orang yang baru pertama kali tampil biasanya melakukan banyak kesalahan dan sering kali mendapat banyak kritikan, bahkan ditolak. Tahun 1954 Jimmy Denny, manajer Grand Ole Opry memecat Elvis Presley setelah pertunjukan pertama dan berkata, “Kamu tidak akan terkenal, nak. Sebaiknya kamu kembali menjadi sopir truk saja.”

Tahun 1959 pejabat tinggi Universal Pictures memecat Clint Eastwood karena giginya cuwil, jakunnya menonjol dan bicaranya terlalu pelan.

Tahun 1962 perusahaan rekaman Deka menolak 4 pemuda yang gugup bermain untuk rekaman mereka yang pertama. Mereka berkata, “Kami tidak suka mereka. Kelompok gitaris tidak begitu popular.” Keempat pemuda itu adalah “The Beatles.”

Orang-orang tersebut, mereka yang ditolak itu, tidak pernah patah semangat. Mereka maju terus dan mencari kesempatan lain. Akhirnya, sejarah membuktikan bahwa mereka semua menjadi orang yang sukses.
Jika Anda mendapat banyak kritikan dan ditolak pada penampilan perdana, Anda jangan pernah putus asa! Maju terus dan temukan peluang yang lain! Tunjukan bahwa Anda pasti bisa! Suatu kali sejarah akan membuktikan kesuksesan Anda!
(Kisah inspirasi dari Johny The, Penerbit Andi Yogya)

Baca: MERUBAH NASIB





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w

Rabu, 18 Juni 2014

MENGHILANGKAN RASA TAKUT





Manusia tidak perlu takut akan hal-hal yang belum dan tidak diketahui, kalau mereka sanggup meraih apa yang mereka butuhkan dan inginkan.

Kita sering takut kehilangan apa yang sudah kita miliki, entah itu hidup kita, harta benda kita, jabatan/kekuasaan kita, polularitas kita atau apapun yang kita miliki itu.

Tapi rasa takut itu akan menguap begitu kita memahami bahwa semuanya itu adalah milik Tuhan.

Dan banyak orang menjadi pelit bahkan tidak mau berbagi hal positif, kebaikan dan kebahagiaannya kepada orang lain. Padahal, segala hal yang bisa dimilikinya itu pemberian dari Tuhan... 

Baca: BERHUTANG PADA KEHIDUPAN







Salam Sejahtera & Sukses Selalu!


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Selasa, 17 Juni 2014

SEANDAINYA...





Apakah Anda termasuk kelompok yang suka mengatakan:
"SEANDAINYA..."???

Sadar atau tidaj disadari, banyak orang sering berkata demikian:
"Seandainya dulu saya lebih rajin, seandainya dulu saya ambil kesempatan itu, seandainya dulu saya tidak menyia-nyiakan waktu, seandainya dulu saya melakukan hal ini dan tidak melakukan hal itu, seandainya dulu saya tidak begitu tapi begini, seandainya saja dulu saya..."
Hal itu, sungguh sangat tidak penting!

Seharusnya kita berkata seperti ini:
"Mulai sekarang saya akan melakukan ini dan itu, sejak saat ini saya akan seperti ini dan tidak seperti itu, selanjutnya saya akan berbuat ini dan itu, sekarang saya harus..."

Budha berkata demikian:
"Apa yang menjadikan Anda saat ini berdasarkan apa yang Anda lakukan selama ini.
Apa yang menjadikan Anda di masa depan berdasarkan apa yang Anda lakukan saat ini."

Jadi, bagaimanapun masa lalu Anda, biarkanlah itu berlalu. Yang baik menjadi kenangan dan yang buruk sebagai pembelajaran.
Selanjutnya, apapun yang Anda inginkan untuk masa yang akan datang, Anda harus memulainya dari sekarang...





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Rabu, 11 Juni 2014

KOMUNIKASIKANLAH...





Seorang remaja yang terlahir tuli sedang mengunjungi dokter THT untuk pemeriksaan rutin dengan ditemani oleh kedua orang tuanya. Sang dokter dengan bersemangat memberi tahu orang tua si remaja mengenai suatu prosedur pengobatan baru yang baru-baru ini dibacanya dari sebuah jurnal kedokteran. Sepuluh persen dari orang-orang yang terlahir tuli dapat dipulihkan kembali pendengarannya melalui sebuah operasi sederhana dan tidak mahal. Sang dokter bertanya kepada orang tua si remaja apakah mereka ingin mencobanya. Orang tua si remaja dengan segera mengiyakan.

Remaja itu adalah salah satu dari sepuluh persen orang-orang terlahir tuli yang dapat dipulihkan pendengarannya, namun dia menjadi jengkel dan sangat marah kepada kedua orang tua dan dokternya, karena dia tidak mengetahui apa yang mereka rembukkan saat pemeriksaan rutinnya. Tak seorangpun yang menanyakan (mengkomunikasikan) kepadanya apakah dia ingin bisa mendengar. Sekarang dia mengeluh karena harus menahan siksaan suara-suara ribut yang terus menerus, yang mana hanya sedikit saja yang dia pahami. Sebenarnya dia memang tidak pernah ingin dipulihkan pendengarannya.

Kedua orang tuanya dan dokter itu beranggapan bahwa setiap orang pasti ingin mendengar. Kita seringkali berpikir bahwa kita selalu tahu apa yang terbaik untuk orang lain. Kebaikan yang mengandung asumsi (beranggapan) seperti itu sungguh salah dan sangat berbahaya. Hal seperti itu menyebabkan di dunia ini terjadi banyak penderitaan.
Untuk itu, niat baik pun seharusnya dilakukan dengan cara yang benar.
Maka, komunikasikanlah...


Baca: JADILAH PENDENGAR YANG BAIK




Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Selasa, 03 Juni 2014

JADILAH ORANG BAIK DAN TERUSLAH BERBUAT BAIK!




Tentu kita sering melihat...
Para sopir angkot ngebut dan saling menyalip untuk berebut penumpang.
Namun ada pemandangan yang tidak biasa, di depan angkot yang
 saya tumpangi yang sedang menurunkan penumpang. Ada seorang ibu dengan 3 orang anaknya yang masih kecil-kecil berdiri di tepi jalan.

Setiap ada angkot yang berhenti dihadapannya, dari jauh saya melihat si Ibu bicara kepada sopir angkotnya, lalu angkot itu melaju kembali.
Dan kejadian ini terulang beberapa kali.


Ketika angkot yang saya tumpangi berhenti di depan si Ibu, si Ibu itu bertanya kepada Sopir angkot:
“Dik, angkot ini lewat terminal bis gak?”, si Sopir menjawab, “Ya”.
Yang aneh si Ibu tidak segera naik. Ia bilang, “Tapi saya dan ke 3 anak saya ini tidak punya ongkos”.

Sambil tersenyum, si Sopir angkot berkata: “Gak pa-pa Bu, naik saja”, ketika si Ibu tampak ragu-ragu, Sopir itu mengulangi perkataannya:
“Ayo Bu, naik saja, gak pa-pa kok”.
Saya terpesona dengan kebaikan Sopir angkot yang masih muda itu, pada jam sibuk dan angkot lain saling berlomba untuk mencari penumpang, si Sopir muda ini malah merelakan 4 kursi penumpangnya untuk si Ibu dan ketiga anak-anaknya.


Sepanjang perjalanan, saya perhatikan wajah si Ibu dan 3 anaknya itu tampak suka cita.
Ketika sampai di terminal bis, 4 orang penumpang 'gratisan' itu turun.
Si Ibu berulang kali mengucapkan terima kasih kepada Sopir angkot atas kebaikan hatinya.

Di belakang Ibu itu, seorang penumpang pria turun lalu membayar dengan uang Rp. 20 ribu.
Ketika si Sopir hendak memberi uang kembalian (ongkos angkot hanya Rp. 4 ribu), pria itu bilang bahwa uang kembaliannya untuk ongkos dirinya serta Ibu dan 3 orang anaknya tadi.

“Terus jadi orang baik ya, Dik”, kata pria tersebut kepada Sopir angkot muda itu.

Siang itu saya benar-benar dibuat kagum ϑengαή kebaikan-kebaik­an kecil yang saya lihat.
Seorang Ibu miskin yang jujur, seorang Supir angkot yang baik hati, dan seorang penumpang pria yang budiman.
Mereka saling mendukung untuk kebaikan.
Andai saja banyak orang atau masyarakat di negara kita yang
 tercinta ini seperti mereka, maka negara Indonesia pasti jaya, bangsa Indonesia pasti sejahtera, dan dunia akan 'takluk' kepada kita.

Jadilah orang baik dan teruslah berbuat baik!

Apapun bentuknya dan bagaimanapun caranya, sekecil atau sesederhana apapun yang kita berikan dan lakukan dengan tulus, tentu menjadi sangat berarti untuk orang lain yang membutuhkannya...
(diedit dari kisah seorang kawan)

Sudahkah hari ini Anda berbagi hal positif, kebaikan, dan kebahagiaan dengαn orang lain???

Baca: TULARKANLAH KEBAHAGIAAN





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Kamis, 29 Mei 2014

TANTANGAN DALAM MENJALANKAN BISNIS ONLINE




Bisnis online telah menjadi tren bisnis baru di masyarakat saat ini. Tak hanya pebisnis yang sudah mahir saja yang dapat menjalankan bisnis online, namun hampir semua kalangan masyarakat lainnya seperti pelajar, mahasiswa atau ibu rumah tangga juga bisa menjalankan bisnis online. Menggunakan desktop atau gadget canggih dengan koneksi internet, maka bisnis online bisa segera dimulai dengan mudah dan praktis, tentu saja bila Anda tahu caranya.
Sayangnya, menjalankan bisnis online secara konsisten tak semudah yang kita bayangkan. Banyak tantangan dan pertimbangan yang harus dihadapi dan diputuskan secara bijak demi kemajuan bisnis online.

Beberapa tantangan yang mungkin kita hadapi ketika memiliki bisnis online yaitu:
1. Tantangan Untuk Selalu Mengikuti Tren Terbaru
Hampir sama seperti bisnis real pada umumnya, mungkin kita berpikir untuk menyimpan persediaan banyak barang untuk memenuhi permintaa pelanggan. Padahal tak selamanya menyimpan stok berbagai jenis barang dapat menjamin kesuksesan bisnis online yang kita rintis, bahkan akan lebih baik bila kita memfokuskan diri pada produk yang lebih spefisik. Mulailah untuk menjual produk yang sedang tren atau sedang banyak dibutuhkan oleh masyarakat. Selain itu, jangan lupa untuk menentukan target pelanggan yang akan menjadi sasaran pemasaran kita.
2. Harus Memiliki Website Untuk Bisnis Online
Banyak pebisnis online yang tak mau direpotkan dengan urusan mengenai pembuatan dan pengelolaanwebsite untuk bisnis online. Padahal suatu bisnis online yang memiliki website akan memberikan kesan yang lebih profesional dan lebih terpercaya dibandingkan dengan bisnis yang hanya mengandalkan media sosial, aplikasi chat atau nomor hp. Bila kita memiliki website bisnis online, kita bisa mencantumkan form pemesanan produk melalui website tersebut. Sehingga kita tinggal menerima order dan melakukan proses transaksi jual beli. Tentu lebih praktis dan hemat waktu dibandingkan bila harus merespon setiap order melalui SMS atau aplikasi chat.
3. Memenuhi Ekspektasi Pelanggan
Pelanggan adalah pihak yang membantu bisnis online kita menjadi lebih maju dan sukses. Oleh sebab itu, jangan pernah meremehkan ekspektasi atau kritik yang diajukan oleh pelanggan. Jalinlah kedekatan yang komunikatif agar kita bisa mengetahui hal apa yang sebenarnya diharapkan pelanggan dari bisnis online kita.

4. Bersiap Untuk Persaingan Sehat
Meski tampak mudah untuk dimulai, menjalankan bisnis online harus dilakukan dengan strategi yang jitu agar kita bisa memenangkan persaingan dengan cara yang halal dan sehat. Jadi, mulailah untuk menunjukkan beragam keunggulan bisnis online milik kita dibandingkan dengan kompetitor sejenis. Keunggulan tersebut secara tak langsung akan membuat para pelanggan akan memberikan kepercayaan dan loyalitasnya pada kita.

5. Belajar Mempertahankan Pelanggan
Mempertahankan lebih sulit daripada meraihnya. Ungkapan tersebut tentu harus dipahami betul oleh para pelaku bisnis online. Pelanggan mungkin tertarik untuk membeli pertama kalinya karena ada keunggulan, diskon atau produk yang menarik perhatian mereka. Namun tentu harus ada alasan lainnya bagi mereka untuk kembali membeli dari bisnis online kita secara terus menerus. Lakukanlah beragam inovasi agar para pelanggan tak pernah bosan dengan kejutan yang kita tawarkan.
6. Memilih SDM Juga Jadi Tantangan
Saat bisnis online yang kita rintis sudah mulai berkembang dan menjadi besar, merekrut SDM yang handal tentu menjadi keharusan. Jadi, kita juga harus merekrut SDM yang berkualitas, dapat diandalkan dan memiliki visi misi yang sama dengan kita. Tak pernah ada ruginya menjalin hubungan yang baik dan akrab dengan para pekerja kita karena secara tak langsung mereka juga menjadi ujung tombak yang turut menyukseskan bisnis online yang kita bangun.

7. Membangun Hubungan yang Positif
Walaupun hanya menjalankan bisnis online dan tak pernah bertatap muka langsung dengan para pelanggan, tak ada salahnya menyapa para pelanggan atau membuat grup yang berisi para pelanggan setia kita. Jangan hanya memberikan informasi seputar produk-produk bisnis online, karena kita juga harus menyajikan informasi menarik yang bisa mengakrabkan kita dengan para pelanggan bisnis online. Meski banyak tantangan yang akan dihadapi seorang entrepreneur saat mengelola bisnis online, ingatlah selalu bahwa tak ada kesuksesan yang diraih tanpa tantangan dan kerja keras. Belajarlah untuk selalu tekun dan cermat dalam menghadapi setiap tantangan dalam perjalanan bisnis online yang kita rintis.

Baca: BISNIS TANPA MODAL? EMANG BISA?





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Facebook: Johanes Budi Walujo
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Email: johanesbudiwalujo@gmail.com
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Kamis, 15 Mei 2014

TIDAK ADA KESEMPURNAAN





Sesungguhnya kehidupan seperti apa yang kita harapkan?
Kehidupan bagaimana yang kita inginkan?
Jangan pernah berharap kehidupan yang sempurna atau kesempurnaan dari seseorang.

Di dunia ini tidak pernah ada yang sempurna, karena kesempurnaan itu mutlak miliknya Tuhan Yang Maha Esa dan Yang Maha Kuasa!

Setiap orang pasti mempunyai sisi baik dan buruk, sisi terang dan gelapnya.
Yang bisa kita lihat dari seseorang yaitu apakah sikap, perkataan, dan perbuatannya lebih banyak hal baik? Atau mana yang lebih dominan antara terang dan gelapnya?
Hal itu, akan secara otomatis berbalik kepada dirinya.

Berdosa atau tidaknya, itu juga mutlak kewenangan Tuhan!
Tidak penting seperti apa dan bagaimana seseorang di masa lalunya, karena Tuhan Maha Pengampun.
Yang penting, jalanilah hidup ini, mulai dari saat ini dan selanjutnya untuk melakukan hal yang positif dan berbuat baik sebanyak-banyaknya, menjadikan hidup kita lebih bermakna...






Salam Sejahtera & Sukses Selalu!


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan