Rabu, 05 Agustus 2015

KEBIASAAN ORANG SUKSES




“Tuhan memberikan kesempatan yang sama kepada setiap manusia ciptaan-Nya untuk menjadi orang sukses. Namun, hanya sebagian kecil yang bisa memanfaatkan kesempatan itu dan akhirnya menjadi sukses, lebih banyak dari mereka yang menyia-nyiakannya sehingga menjalani kehidupan yang monoton dan biasa-biasa saja. Itulah pilihan hidup!”
(Johanes Budi Walujo)

Jika Anda ingin, dan benar-benar menginginkan kehidupan yang lebih baik, indah, dan menarik, simaklah yang berikut ini…

Marc, penulis blog populer Marc and Angel telah mempelajari kebiasaan dari banyak orang sukses dan membuat kesimpulan, ternyata mereka memiliki kebiasaan dalam menjalani hidupnya untuk meraih sukses.

Berikut ini adalah 12 hal yang dilakukan oleh orang-orang sukses:

1. Mereka membuat dan berusaha memenuhi sebuah target S.M.A.R.T.
Orang-orang yang sukses adalah orang-orang yang objektif. Mereka selalu memiliki sebuah target yang realistis dalam pikirannya. Mereka tahu apa yang mereka inginkan dan berusaha untuk mengejar hal tersebut. Untuk itu mereka biasanya membuat sebuat target S.M.A.R.T. dan berusaha mewujudkannya.
Menurut Marc, target S.M.A.R.T. adalah Specific, Measurable, Attainable, Relevant, dan Timely.
Mari kita bahas satu per satu.

Spesific – Target yang ingin Anda capai harus spesifik, tentukan batasannya dan jangan sampai target yang akan dipenuhi meluas. Target yang lebih spesifik mempunyai kesempatan untuk  Anda penuhi dan Anda selesaikan lebih besar dibanding target yang umum.

Measurable – Tidak hanya spesifik, Anda juga harus membuat target tersebut dapat diukur secara logis untuk mengetahui proses dari target Anda. Tanyakan kepada diri Anda, seperti berapa banyak? Berapa lama? Sehingga Anda bisa mengetahui kapan target tersebut terpenuhi.

Attainable – Anda harus membuat target yang objektif atau dengan kata lain dapat Anda capai dan selesaikan, atau target tersebut harus realistik dan Anda tahu cara menyelesaikan target tersebut.

Relevant – Target yang relevan maksudnya adalah apakah target tersebut penting dan mampu Anda capai serta sesuai dengan diri Anda.

Timely – Ini merupakan hal penting. Waktu, Anda harus mempunyai sebuah deadline atau tenggat waktu dari setiap target yang Anda buat. Ini akan membantu Anda untuk lebih fokus kepada usaha Anda sehingga dapat menyelesaikannya sebelum tenggat waktu yang ditentukan.

Jika Anda ingin berhasil dan sukses, Anda harus bisa membuat target Anda menjadi target yang S.M.A.R.T., karena nantinya target ini akan membantu dan memberikan motivasi kepada Anda untuk berusaha menyelesaikan target tersebut.
Setiap orang yang sukses atau berusaha ingin sukses harus mempunyai target dalam hidupnya. Jika target Anda adalah sebuah kesuksesan, maka ukur kesuksesan tersebut, buat lebih spesifik, jadikan objektif dan relevan dan buat deadlinenya.
Mulailah dengan sebuah target kesuksesan yang kecil, jika Anda seorang Salesman. Tentukan berapa omset yang harus Anda capai dalam satu hari, misalnya target Anda adalah Rp 10 juta setiap hari. Capailah target tersebut, setelah Anda berhasil tingkatkan menjadi Rp 15 juta. Jika berhasil lagi tingkatkan menjadi Rp 20 juta. Demikian seterusnya, sehingga mengejar target menjadi karakter dalam diri Anda.

2. Mereka selalu berani mengambil tindakan tegas dan segera.
Perlu Anda ketahui, menjadi pintar tidak menentukan Anda akan menjadi orang yang sukses. Hanya orang yang berani melakukan tindakan untuk merubah dirinya yang dapat menjadi orang sukses dan mereka memanfaatkan orang-orang pintar untuk bekerja kepada mereka.
Siapa itu Bill Gates? Dia hanyalah seorang mahasiswa yang drop out dari sekolahnya dan melakukan sebuah tindakan dengan membuat sebuah software yang akhirnya mengubah dunia ini. Hasilnya? Dia berhasil sukses dengan perusahaan Microsoft yang didirikannya.
Siapa itu Richard Branson? Dia hanyalah seorang penderita diseleksia yang dikeluarkan dari sekolahnya dan dengan berawal dari menjual majalah, akhirnya dia berhasil membangun sebuah kerajaan bisnis bernilai miliaran dollar, bernama Virgin Group.
Jadi, Anda hanya perlu berani membuat tindakan tegas untuk merubah hidup Anda atau bahkan hidup orang lain menjadi lebih baik dan menjadi orang yang sukses dibidangnya masing-masing. Semua pengetahuan dan kecerdasan sebenarnya tidak berguna sama sekali tanpa ada sebuah tindakan. Simpel kan?

3. Mereka fokus menjadi produktif, bukan menjadi sibuk.
Menjadi orang yang sibuk belum tentu akan membuat Anda menjadi orang yang berhasil, tapi dengan menjadi orang yang produktif pastinya akan membuat Anda sukses.
Work “smarter”, not harder. Mungkin ini adalah ungkapan yang tepat untuk sekarang ini. Bagaimana Anda mengubah kesibukan Anda menjadi sebuah produktifitas? Mudah. Tenangkan diri Anda, review semua komitmen dan target yang Anda ingin capai.
Buatlah prioritas dari tugas-tugas Anda, dan lakukan tugas tersebut satu per satu mulai dari yang terpenting. Berikan diri Anda untuk beristirahat disela-sela tugas satu dengan tugas lainnya.
Ingat, hasil adalah yang paling penting dibanding waktu yang Anda capai untuk meraih hasil tersebut.

4. Mereka membuat keputusan yang logis dan objektif.
Kadang orang yang sukses dapat meruntuhkan semua yang telah dia bangun bertahun-tahun hanya dengan sebuah keputusan yang emosional, dimana dia sangat dipengaruhi oleh perasaannya dalam mengambil keputusan tersebut.
Emosi atau perasaan memang memberikan sebuah warna yang berbeda dalam kehidupan kita. Emosi juga dapat membuat kita melakukan hal yang salah, terutama dalam membuat sebuah keputusan.
Satu hal yang perlu diingat adalah jangan sampai emosi Anda menguasai akal dan logika Anda dalam mengambil sebuah keputusan. Jika hal ini terjadi, tenangkan dulu diri Anda, sampai Anda dapat berpikir dengan jernih, setelah itu baru Anda membuat keputusan.

5. Mereka menghindari untuk membuat segala hal menjadi sempurna.
Kesempurnaan memang menjadi tujuan setiap orang dalam menyelesaikan tugas atau target yang ingin dicapainya. Tapi kesempurnaan itu juga membuat seseorang terlalu banyak menghabiskan waktu dan perhatian untuk membuatnya dan juga menjaganya, sampai akhirnya mereka melupakan hal lain yang seharusnya mereka lakukan.
Seorang perfeksionis sangat menyukai sebuah kesempurnaan dalam hidupnya dan mereka juga selalu sulit untuk memulai suatu hal atau bahkan menyelesaikannya. Karena pada dasarnya  mereka selalu mempertimbangkan matang-matang suatu hal sebelum mereka memulai atau menyelesaikan hal tersebut.
Ingat, untuk menjadi seorang yang sukses tidak selalu harus menjadi orang perfeksionis, Anda hanya perlu berani memulai dan menyelesaikan target Anda, dan berusaha memperbaiki hasil dan proses yang Anda lalui agar membaik dan semakin baik. Lagi pula tidak ada yang sempurna di dunia ini, iya kan?

6. Mereka bekerja diluar zona nyaman mereka.
Mereka yang sudah sukses sekarang ini, karena mereka mampu bekerja atau melakukan sesuatu diluar zona nyaman mereka. Orang-orang ini berani mengambil kesempatannya untuk mengubah hidup mereka, dan juga berani untuk menerima kegagalan yang jarang bisa diterima oleh orang-orang yang berada di zona nyaman.
Jika Anda merasa hidup Anda sekarang ini cukup membahagiakan dan terjamin, maka saat ini Anda berada di zona nyaman. Untuk menjadi orang yang sukses, Anda harus berani keluar dari zona tersebut dan melakukan sebuah tindakan perubahan serta menerima resiko sebuah kegagalan.
Perlu diingat, orang yang sukses adalah orang yang mampu menerima sebuah kegagalan yang mereka hadapi dan bangkit kembali untuk mewujudkan impiannya.

7. Mereka menjadikan sesuatu lebih sederhana.
Leonardo da Vinci pernah mengatakan “Simplicity is the ultimate sophistication”, artinya kesederhanaan adalah sebuah kesempurnaan. Sesuatu yang sederhana dan simple tidak berarti berkualitas buruk, kadang hal tersebut memberikan manfaat yang berguna bagi setiap orang.
Di jaman modern ini, informasi sangat cepat bergerak dan muncul banyak inovasi yang tiada batasnya. Sayangnya, hal ini membuat sebuah komplikasi, kesulitan dan juga konflik kebingungan.
Orang yang saat ini telah meraih kesuksesan berusaha selalu membuat sesuatu menjadi sesederhana mungkin sehingga mudah dimengerti dan juga dipahami.
Kita bisa mengambil contoh dari Google, dan melihat bagaimana mereka membuat mesin pencarinya begitu sederhana dan simpel dengan hanya menampilkan logo dan kotak pencari didalamnya, tanpa adanya hal-hal lain yang tidak perlu. Namun kesederhanaan tersebut, membuat Google menjadi lebih mudah digunakan, sehingga pada akhirnya perusahaan ini mampu menjadi perusahaan internet terbesar di dunia.

8. Mereka berfokus membuat sesuatu yang kecil dengan pengembangan tanpa henti.
Mulailah dengan suatu perubahan yang kecil, dengan mimpi yang besar. Tidak ada seorang pun yang mampu membuat hal besar langsung dalam sekejap mata. Semua itu dimulai dari sesuatu yang kecil dengan pengembangan tanpa henti, karena jika terus dikembangkan hal yang kecil juga lama-lama bisa menjadi besar.
Jika Anda mulai dengan hal yang kecil, Anda tidak harus membutuhkan banyak motivasi dan sumber-sumber untuk menciptakan hal tersebut. Setelah hal yang kecil tersebut tercipta, mulai kembangkan dan terus kembangkan sampai lama-kelamaan hal tersebut menjadi sebuah hal yang besar dan dapat mengubah orang-orang di dunia.
Lihat bagaimana Facebook memulai, dari hanya jejaring sosial kecil untuk mahasiswa, sampai akhirnya menjadi jejaring sosial yang telah memiliki 1 miliar pengguna di seluruh dunia. Atau pengusaha Bob Sadino, yang memulai usahanya dari berjualan telur keliling, sampai akhirnya dia berhasil mengelola jaringan ritel makanan Kem Chicks yang tersebar dimana-mana.

9. Mereka selalu mengukur dan melihat proses dari target mereka.
Orang-orang yang sukses selalu mengevaluasi apa yang mereka telah lakukan. Mereka juga mengukur posisi mereka dengan target yang akan mereka capai dan berusaha mengetahui bagaimana cara meng-improve-nya.
Anda tidak dapat mengontrol apa yang Anda tidak ukur dan ketahui. Jika Anda mampu melihat dimana posisi Anda saat ini, Anda bisa memutuskan apakah cara Anda sudah benar atau Anda berada di jalan yang salah. Dengan begitu Anda dapat memperbaiki cara Anda dalam mencapai target tersebut.
Coba ukur setiap tindakan yang Anda lakukan, catat proses tersebut agar Anda dapat mengingatnya. Lalu tetapkan target yang ingin Anda capai dan ukur apakah Anda sudah mencapai target tersebut atau belum. Jika belum, pastinya ada sesuatu yang salah yang Anda lakukan dan Anda harus memperbaikinya agar Anda mampu mencapai target tersebut.

10. Mereka berkonsentrasi kepada hal yang positif dan juga belajar dari kesalahan mereka.
Orang-orang sukses adalah orang-orang yang mampu berpikir positif dan berkonsentrasi pada hal positif tersebut. Mereka tahu kepositifan mereka mampu membawa mereka kepada sebuah kesuksesan.
Kehidupan ini selalu mencoba menguji Anda apakah Anda akan terus berpikir positif atau malah berpikir negatif. Ujian itu adalah kegagalan. Jika Anda berpikir positif, Anda akan melihat kegagalan tersebut adalah sebuah kesempatan, dan sebaliknya jika Anda berpikir negatif, Anda akan melihat kegagalan adalah akhir dari semuanya.
Belajarlah dari kegagalan dan jadikan itu batu loncatan Anda untuk maju lebih jauh lagi. Jangan sampai pikiran negatif menguasai Anda dan melumpuhkan diri Anda untuk menjadi orang sukses.

11. Mereka menghabiskan waktu dengan orang-orang yang benar.
Pernahkah Anda melihat seorang direktur dari sebuah perusahaan multinasional bergaul dengan preman? Tentunya tidak! Dia pastinya akan bergaul dengan orang-orang profesional dan ahli.
Orang-orang sukses selalu menghabiskan waktu mereka untuk bergaul dan berkomunikasi dengan orang-orang yang sama dengan mereka, mampu mendukung mereka dan juga satu bidang dengan mereka. Mereka membuat sebuah ikatan sosial yang dapat memunculkan energi baru bagi mereka dan membuat mereka mampu meraih target mereka.
Sebenarnya sangat sederhana, pergaulan Anda akan menentukan menjadi apakah Anda. Jika bergaul dengan orang-orang yang salah, Anda akan mendapat energi negatif yang akan membuat Anda menjadi negatif, begitu juga sebaliknya. Pastikan Anda berhubungan dengan orang yang mampu mendukung Anda untuk mencapai apa yang ingin Anda raih.

12. Mereka berusaha menyeimbangkan kehidupan mereka.
Kadang ada orang yang berhasil membuat sukses di bidang bisnis atau pekerjaannya dan memiliki banyak uang, namun di sisi lain dia tidak bahagia karena tidak memiliki cinta dalam dirinya dan membuatnya kesepian. Atau seorang yang sangat bahagia karena dikelilingi orang yang mampu mengasihinya, tapi sayangnya orang tersebut harus bekerja keras untuk mencari uang.
Jangan sampai Anda terjebak dalam hal ini. Pastikan hidup Anda seimbang baik untuk bisnis/pekerjaan, sosial, keluarga dan cinta. Jika Anda terlalu berfokus kepada bisnis/pekerjaan Anda, pada akhirnya Anda akan menyesal karena hal tersebut. Berikan waktu kepada diri Anda untuk menikmati hal-hal lain yang harus Anda rasakan, jangan sampai uang membutakan pikiran Anda.
Keseimbangan ini juga membantu diri Anda untuk lebih bahagia dalam hidup, karena satu hal yang pasti orang sukses adalah orang yang mampu membuat dirinya bahagia dalam segala aspek hidupnya.
(Diedit oleh Drs. Johanes Budi Walujo)




Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w

Senin, 03 Agustus 2015

KELOLA WAKTU ANDA!




“Menurut pengamatan saya, kebanyakan orang maju karena mereka menggunakan waktu yang justru disia-siakan oleh orang lain”.
(Henry Ford)


Apakah Anda sadar atau tidak, setiap hari Anda mempunyai waktu 86.400 detik yang dapat Anda habiskan sesuka hati Anda. Dan jika Anda gagal memanfaatkan detik-detik itu, maka waktu yang telah berlalu itu tidak akan kembali lagi. Orang-orang yang sukses menyadari pentingnya waktu.

Benyamin Franklin mengatakan, “Apakah Anda mencintai kehidupan? Kalau jawabannya adalah ‘YA’, maka Anda jangan membuang waktu, karena waktu adalah kehidupan”.

Kehidupan kita di muka bumi ini dibatasi oleh waktu. Kita semua tahu bahwa waktu sangat berharga bagi kehidupan kita. Tetapi tanpa disadari banyak dari kita sering terlena sehingga sering membuang-buang waktu dengan sia-sia.

Terinspirasi dari buku “Kisah Rp 10.000 Yang Mengubah Hidupku” – Josef Bataona, kita semua sama-sama punya waktu 24 jam dalam sehari, tapi kenapa banyak orang yang mengeluh “tidak punya waktu” atau tidak punya cukup waktu untuk menyelesaikan tugas hari ini.

Mari kita kelompokkan 24 jam sehari, seperti ini:
·      Waktu yang di atur oleh orang lain: jam kantor.
·      Waktu yang tergantung orang lain, misalnya jadwal meeting yang harus disesuaikan dengan atasan atau perusahaan.
·      Waktu yang wajib kita jadwalkan: jam makan dan jam tidur.
·      Waktu yang dapat kita sesuaikan sendiri: di luar jam kantor.
Tentunya kita akan kesulitan jika secara matematis harus menentukan berapa jam masing-masingnya. Namun, tentunya kita harus mengatur jadwalnya secara disiplin.

Berdasarkan pengelompokkan tersebut di atas, saya mencoba menjadwalkannya sebagai berikut:
ð Jam 07.15: saya usahakan sudah tiba di kantor. Sesaat duduk di belakang meja kerja, saya melakukan ‘ritual’ membaca IKLAN DIRI 60 DETIK, dilanjutkan dengan mempersiapkan agenda kerja dan berkas kerja yang akan saya lakukan pada hari itu serta “materi training by email”.
ð Jam 08.00 – 12.00: waktu kerja yang saya sesuaikan dengan meeting yang sudah dijadwalkan sebelumnya, termasuk meeting mendadak dengan manajemen.
ð Jam 12.00 – 13.00: adalah waktunya makan siang dan ‘mengistirahatkan pikiran saya’.
ð Jam 13.00: kembali duduk di belakang meja kerja, termasuk meeting lanjutan sampai dengan jam 17.30 atau 18.00, dan diusahakan tidak lebih dari jam itu.
ð Jam 18.00 – 19.00: sekitar 1 jam perjalanan pulang ke rumah. Kemacetan menjadi kurang terasa dengan mengemudikan mobil sambil mendengarkan music dan bernyanyi.
ð Jam 19.00 – 23.00: adalah waktu 4 jam yang saya sesuaikan untuk:
o   Mandi malam.
o   Makan malam di rumah atau undangan makan malam di rumah kawan, dilanjutkan dengan ‘kongkow’ sampai dengan jam 22.00.
o   Nonton TV/film DVD/’sharing’ dengan keluarga.
o   Membaca buku atau browsing, dan menyiapkan bahan untuk ‘broadcast kalimat positif – motivasi dan inspirasi’.
ð Jam 23.00: waktunya saya tidur.
ð Jam 05.45 – 06.45: saya bangun, berdoa, olah raga ringan, mandi pagi, sarapan, dan meninggalkan rumah menuju kantor.
ð Jam 06.45 – 07.15: sekitar 30 menit sepanjang perjalanan dari rumah menuju kantor adalah waktunya saya menikmati keindahan di pagi hari, dan mendengarkan music dan bernyanyi di dalam mobil.
Demikian secara garis besar saya membagi waktu rutinitas kerja yang saya lakukan secara disiplin, di luar weekend atau hari libur…

Salah satu milik Anda yang paling berharga dalam hidup ini adalah waktu 24 jam yang ada di hadapan Anda. Sudahkah Anda mengembangkan sebuah strategi yang akan memungkinkan Anda untuk menggunakan waktu Anda itu sebaik-baiknya?


“Salah satu cara terbaik untuk menghemat waktu adalah berpikir dan membuat perencanaan ke depan, dengan berpikir lima menit saja, seringkali kita menghemat waktu kerja selama satu jam”.
(Charles C. Gibbons)

Baca: TIME MANAGEMENT






Untuk informasi lebih lanjut hubungi:


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Jumat, 31 Juli 2015

APA KUNCI SUKSES 3 in 1 ?




Banyak orang yang mencari kesuksesan namun tidak pernah menemukannya.
Kenapa? Karena mereka membayangkan bahwa kesuksesan adalah sesuatu yang akan diperoleh pada akhir petualangan yang panjang. Ada yang percaya bahwa sukses adalah sesuatu yang harus dimenangkan. Sementara yang lainnya menganggap sebagai jabatan atau kekuasaan untuk diraih, atau materi yang harus dimiliki.
Sukses bukanlah hal seperti itu. Sukses bukan merupakan tujuan untuk dicapai. Sukses adalah sebuah proses, perjalanan untuk dilalui. Dan Anda melaluinya setiap hari.

Bagi kebanyakan orang, butuh waktu yang lama untuk mengetahui apa maksud Tuhan menciptakan mereka. Jika Anda mau, Anda bisa mengetahui banyak hal di dunia ini dan belajar lebih banyak mengenai tujuan hidup Anda setiap hari. Anda bisa terlibat di kegiatan-kegiatan yang membantu pikiran, tubuh, dan batin Anda agar lebih bertumbuh. Dan Anda bisa menunjukkan dalam tindakan, besar atau kecil, untuk membantu orang lain.

Sukses adalah mengetahui tujuan hidup Anda, menabur benih dengan menolong orang lain, dan bertumbuh menuju potensi terbaik Anda.


KUNCI SUKSES 3 IN 1:


Konsep SUKSES:
  1. Harus ingat akan TUHAN: kesuksesan hanya akan diraih oleh mereka yang ingat akan Tuhan Sang Maha Pencipta, Yang Maha Kuasa, dan maha segalanya... (Baca: Mau Sukses, Harus Ingat Tuhan!)
  2. Harus ingat akan TARGET: kesuksesan hanya akan dicapai oleh mereka yang mempunyai target atau tujuan hidup yang jelas... (Baca: Mau Sukses, Harus Ingat Target!)
  3. Harus ingat akan TEAM: kesuksesan tidak pernah bisa diraih sendirian, harus ada dukungan dari team... (Baca: Mau Sukses, Harus Ingat Team!)



Konsep HIDUP:
  1. Harus ingat akan TAKDIR: kita tidak bisa memilih ingin lahir menjadi anak siapa dan mau mati kapan?
  2. Harus ingat akan MISTERI ILAHI: banyak peristiwa dalam kehidupan ini yang tidak ada jawabannya, karena hal itu adalah 'milik' TUHAN.
  3. Harus ingat akan NASIB: nasib hidup setiap manusia dapat diubah! Kesuksesan atau kegagalan bukanlah takdir TUHAN, namun pilihan hidup. Bukan TUHAN yang menciptakan orang-orang yang sukses, dan mereka yang gagal!
Tak seorang pun mampu memilih dimana, kapan, dan bagaimana kita memulai suatu kehidupan. Lahirnya kita ke dunia ini semuanya bukan dikendalikan oleh kita sendiri. Namun ketika kita beranjak dewasa, kita dihadapkan pada lebih banyak pilihan. Kita dapat menentukan sendiri dimana kita tinggal, dengan siapa kita menikah, pekerjaan apa yang kita lakukan. Kitalah yang memilih arah kehidupan kita. Semakin kita dewasa, makin banyak pilihan yang harus kita tentukan dalam hidup ini, dan makin banyak pula tanggung jawab yang kita pikul sebagai hasil pilihan tadi. Itulah nasib yang kita tentukan sendiri.
Baca: HIDUP ADALAH PILIHAN!



Konsep SEHAT:
  1. Ingat TUBUH HARUS SEHAT: bagaimana cara Anda menjaga dan memelihara agar tubuh selalu sehat?
  2. Ingat ROHANI HARUS SEHAT: bagaimana cara Anda menjaga dan memelihara agar rohani selalu sehat?
  3. Ingat MENTAL HARUS SEHAT: bagaimana cara Anda menjaga dan memelihara agar mental Anda selalu sehat?




Konsep BISNIS:
  1. INSURANCE: bagaimana caranya menabung cerdas, menabung dapat bonus asuransi?
  2. INVESMENT: bagaimana caranya berinvestasi, dan menguntungkan?
  3. INCOME: bagaimana caranya mendapat penghasilan yang Anda tentukan sendiri?

Baca: SOFT SKILL vs HARD SKILL





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Minggu, 26 Juli 2015

BAGAIMANA MENJADI KAYA YANG POSITIF?




Pernahkah Anda merasa takjub mengapa ada orang yang mempunyai banyak uang dan tetap bekerja untuk terus mengumpulkan lebih banyak uang, sementara ada orang lain yang berjuang keras bahkan terus melakukan sesuatu yang mereka bisa demi menghasilkan uang? Atau mengapa ada orang-orang tertentu yang selalu memiliki uang untuk membeli apapun yang mereka mau, sedangkan yang lain terus menumpuk utang walau pada dasarnya mereka juga memiliki pekerjaan yang layak? Saya ingin menjelaskan mengapa hal ini bisa terjadi. Dan bagaimana Anda bisa menjadi salah satu dari golongan orang yang senantiasa memiliki pendapatan yang positif.

Kesadaran Kaya yang Positif
Selama bertahun-tahun – melalui penelitian, wawancara, dan pelatihan Creating Power System – saya mempelajari bahwa orang-orang yang memiliki kekayaan besar, dan orang-orang yang memiliki pendapatan bagus adalah mereka yang berhasil mengembangkan kesadaran kaya yang positif. Ringkasnya, mereka selalu memiliki uang karena mereka selalu percaya bahwa mereka akan terus memiliki uang. Walhasil, mereka terus mendapatkan uang dan peluang-peluang yang menghasilkan uang, sementara di saat yang sama mereka menemukan cara untuk menyimpan uang dan membuat uang mereka bekerja. Tidak semua di antara mereka yang mempunyai cukup modal – faktanya, banyak orang yang mendapatkan uang dan terus mencari cara untuk mendatangkan uang yang lebih banyak.

Saya pernah berbicara dengan seorang sahabat benama Ivan, pemilik hotel di banyak tempat di Amerika Serikat dan kini tengah melakukan ekspansi ke Kanada dan seluruh penjuru dunia. Dia menjelaskan bahwa dia berasal dari keluarga imigran; ayahnya seorang akuntan dan kemudian membuka toko pengecer, sedangkan ibunya terus bersekolah dan akhirnya menjadi perawat. Saya tidak akan membuat Anda bosan dengan menuliskan seluruh kisah hidup sahabat saya itu. Namun, intinya adalah dia tidak berasal dari keluarga kaya yang dapat memberinya modal jutaan dolar untuk memulai bisnis. Sebaliknya, dia mulai dengan bekerja pada ayahnya, dan akhirnya mengambil alih bisnis sang ayah, membangun yang lain – menciptakan kesuksesan – menjualnya dan membeli bisnis lain hingga ia berhasil membangun hotel pertamanya di luar Dallas.

Saya bertanya kepadanya: “Apakah kau pernah merasa tertekan? Apakah pernah Anda berpikir tentang kegagalan? Pernahkah kau ragu?”
Dia menjawab: “Hal semacam itu pernah merasuki pikiranku, tapi aku cepat-cepat menyingkirkannya. Aku hanya memikirkan cara mewujudkan cita-cita dan meyakinkan diri sendiri bahwa impianku bakal terwujud. Sesudah itu aku tidak pernah lagi ragu bahwa aku bakal sukses – aku cuma tidak tahu seberapa besar keberhasilan yang kuraih.”

Ivan, singkatnya, mengembangkan kesadaran kaya yang psositif, tanpa menyadari secara teknis yang dia lakukan. Tetapi dia melatih pikiran dan bawah sadarnya untuk fokus semata-mata pada penciptaan kekayaan.


Lalu Apa Kesadaran Kaya yang Positif Itu?
Ini adalah proses meyakini bahwa Anda mampu dan akan menghasilkan uang. Ini melibatkan proses meyakini bahwa Anda berhak menghasilkan uang dan menciptaakan kekayaan. Ini membutuhkan sikap fokus terhadap semua hal yang bagus sehingga dengan kekayaan Anda dapat berbuat sesuatu untuk Anda dan orang-orang di sekitar Anda. Ini berarti bahwa seandainya Anda mempunyai kekayaan yang lebih banyak, Anda akan menolong lebih banyak orang. Ini berarti Anda mengeyahkan ego: tidak menginginkan kekayaaan agar Anda bisa pamer dan berkata, “Lihatlah, aku kaya.” Sebaliknya hal itu berarti, Anda menyatakan, “Benar aku punya banyak uang, dan ini membuatku bisa menolong banyak orang – keluarga dan orang-orang yang kutolong sewaktu aku mengeluarkan uangku.” Ya, Anda akan membelanjakan uang Anda – mari kita hadapi – semakin Anda banyak memiliki uang, semakin Anda banyak membelanjakannya. Ini merupakan dasar dari menciptakan kesadaran kaya yang positif. Karena Anda percaya bahwa memiliki uang bukanlah hal yang bagus – maka Anda tidak akan pernah mendapatkan uang – tidak peduli sekeras apa usaha Anda. Sekali Anda mendapatkan kepercayaan ini – bahwa memiliki uang adalah hal yang bagus – dalam sistem diri Anda, maka Anda mulai dapat menarik kekayaan.

Agar bisa menarik kekayaan, pertama-tama Anda harus melihat tempat Anda berpijak saat ini dan kemudian membuat rancangan yang realistis untuk tiga bulan, enam bulan, satu tahun, atau bahkan lima tahun mendatang. Apabila Anda terjerat utang dan tidak memiliki pekerjaan, maka berencana memiliki uang sebesar satu juta dollar misalnya dalam waktu hanya enam bulan merupakan hal yang tak realistis.
Sebaliknya, prioritas utama adalah mendapatkan pekerjaan dan lepas dari jeratan utang. Jika Anda sudah bekerja dan hendak mendatangkan uang lebih banyak, maka berilah target yang realistis bagi diri sendiri untuk tiga bulan, enam bulan, satu sampai lima tahun mendatang. Saya tahu, salah satu bagian dari diri Anda akan mengatakan bahwa mendapatkan uang adalah hal yang sulit – saya tidak tahu apa yang harus dikerjakan untuk mendatangkan banyak uang, saya terlilit utang dan tidak tahu cara mengatasinya. Setiap masalah memiliki jalan keluarnya, meski kita enggan dihadang masalah. Fokuslah untuk menemukan jalan keluar. Latih pikiran untuk fokus pada jalan keluar tersebut. Mulailah mengirim pesan kepada alam bawah sadar bahwa Anda mengharapkan jalan keluar. Lakukan ini secarea teratur dan Anda akan beroleh jawaban. Uang memang tidak akan jatuh dari langit, namun Anda akan dituntun untuk meraihnya.


Bagimana Melatih Pikiran?
Pertama-tama Anda harus fokus pada apa yang diinginkan. Katakanlah Anda ingin mendapatkan pekerjaan – Anda mulai mengatakannya kepada diri Anda. “Aku tahu apa yang harus kulakukan untuk mendapatkan pekerjaan. Aku melakukan hal yang tepat untuk mendapatkan pekerjaan. Aku sudah mendapatkan pekerjaan yang tepat.” Kemudian mulailah berpikir tentang segala peluang yang mungkin saja bisa digarap guna mendapatkan pekerjaan. Barangkali Anda akan berkata, “Aku sudah melakukan semuanya, dan tidak mendapatkan apapun.” Satu-satunya hal mengapa Anda tidak mendapatkan apapun ialah karena Anda tidak mencarinya di tempat yang tepat. Anda tidak mencermati tanda-tanda yang bermunculan. Anda boleh jadi tidak akan beroleh pekerjaan yang cocok dan mengabaikan pelbagai peluang lainnya.

Hal sama terjadi ketika Anda berupaya mendapatkan lebih banyak uang. Anda barangkali sangat mahir dalam mengumpulkan uang dengan cara tertentu – dalam proses ini Anda tidak menghiraukan peluang-peluang lain yang ada – bahkan kerap mengabaikannya. Saya mempunyai seorang murid yang hendak mendapatkan lebih banyak uang. Dia pikir satu-satunya cara untuk mendapatkan uang adalah dengan memperluas bisnis. Dia melakukannya, namun hal itu tidak menghasilkan uang seperti yang diharapkannya. Ketika dia mulai mempraktekkan Creating Power System, dia mulai mencermati peluang-peluang lain. Dia mengunjungi seorang sahabat lamanya saaat dia masih menjadi makelar mobil, dan singkatnya, mereka memutuskan untuk menjadi rekan dalam bisnis properti. Bisnis lamanya masih dia pertahankan. Namun tabahan uang yang dia inginkan – uang dia pikir hanya bisa ia dapatkan dari bisnis lamanya – datang dari sumber yang benar-benar berbeda.
Ini terjadi karena dia mencermati dari tanda-tanda yang bermunculan. Dia mendapatkan sejumlah besar peluang sebelum bermitra dengan sahabatnya, tetapi dia merasa bahwa hal itu bukan untuknya. Dia akhirnya membuat suatu keputusan tepat karena dia tenang dan percaya bahwa dia akan mendapatkan peluang yang tepat di saat yang tepat. Inilah resep lain yang diperlukan. Anda harus sabar dan percaya bahwa Anda akan mendapatkan apa yang Anda butuhkan dan inginkan pada saat yang tepat. Namun ingat, Anda harus mengenyahkan ego dan bekerja sebaik mungkin.

Sahabat saya Ivan, yang memiliki banyak hotel, telah meneliti sejumlah besar peluang bisnis sebelum akhirnya memutuskan untuk membeli hotel pertamanya – termasuk membeli 50% saham sebuah dealer penjualan mobil bekas. Dealer penjualan mobil bekas masih terus beroperasi, tetapi hasilnya sangat kecil dibandingkan dengan penghasilannya saat ini. Mengenai dealer mobil bekasnya, Ivan berujar, “Terkadang bisnis itu seakan tidak tepat. Aku membaca buku, tahu bahwa bisnis itu akan berhasil, tapi kelihatannya aku tidak menggarapnya dengan serius.” Anda harus bekerja dengan yang cocok dengan diri Anda – sebuah peluang yang bagus belum tentu cocok dengan diri Anda. Ivan menyadari hal itu dan dua bulan kemudian dia membeli hotel pertamanya. Ini terjadi di tahun 1993. Namun sampai dengan saat ini dia masih bersedia menunggu sesuatu yang menurutnya tepat.


Menarik Kekayaan
Ada banyak hal yang dapat dilakukan untuk menyedot kekayaan, tak peduli seperti apa kondisi Anda.
Anda hanya perlu mengupayakan agar pikiran Anda bekerja untuk Anda dan tidak menentang Anda. Saya akan memberikan latihan sederhana. Ambil buku dan pena. Lantas pikirkan usaha yang mendatangkan uang dan meningkatkan kekayaan. Lakukan secar ajujur – hanya Anda yang akan melihat daftar itu. Terus lakukan sampai Anda merasa cukup. Tambah terus daftar itu setiap hari. Lalu, ketika Anda merasa sudah cukup, periksalah apa yang telah Anda tulis. Garis bawahi pikiran-pikiran yang positif, dan lingkari pikiran-pikiran yang negatif. Seberapa banyak pikiran yang negatif? Setiap pikiran yang negatif tentang uang atau cara meningkatkan pencapaian finansial berhubungan erat dengan keyakinan, sedangkan sikap ragu hanya akan menghambat Anda. Jika Anda pikir sulit untuk mendatangkan uang, maka Anda hanya akan mendapatkan kesulitan sewaktu berusaha mendapatkan uang. Mengapa? Karena bawah sadar Anda bekerja menciptakan realitas berdasarkan keyakinan Anda. Bawah sadar tidak akan peduli apakah keyakinan itu baik atau buruk. Ia hanya bertindak berdasarkan perintah Anda – dan perintah itu adalah cetusan pikiran dan keyakinan Anda. Itulah sebabnya, ubahlah pikiran maka Anda akan mengubah keyakinan. Ubah keyakinan dan Anda akan bisa mengubah hidup Anda.
(Sumber: “Creating Wealth”, Karim Hajee)

Baca: APA KENDALA ORANG TIDAK SUKSES?





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w

APA PERBEDAAN ORANG SUKSES vs ORANG GAGAL?




Apa perbedaan antara orang-orang sukses dan mereka yang gagal?
Jawabannya sederhana: orang sukses berpikir dan berbicara tentang apa yang mereka inginkan, sementara orang gagal berbicara tentang apa yang tidak mereka inginkan.

Kesuksesan dan uang adalah dua hal yang senantiasa didambakan oleh banyak orang. Uang menjadi salah satu ukuran kesuksesan seseorang. Uang, atau kekayaan, sering dikait-kaitkan dengan kesuksesan.

Namun uang memiliki satu rahasia yang tidak diketahui oleh banyak orang. Rahasia uang adalah keseimbangan, dan nilai terbesar dari keseimbangan itulah yang menopang sisi spiritual manusia dan memungkinkan inner beauty dan kreativitas. Itulah mengapa uang, selain cinta, menjadi sesuatu yang harus dipelajari di dunia ini.

Lalu apa sesungguhnya uang itu? Benarkah uang adalah satu-satunya patokan dalam menilai kesuksesan seseorang? Dan apakah kesuksesan itu? Apa yang harus kita lakukan untuk meraih kesuksesan? Dan apa pula peran pikiran dan alam bawah sadar kita dalam hubungannya dengan usaha kita untuk mendapatkan kekayaan dan sukses secara finansial?

Baca: APA ITU PIKIRAN BAWAH SADAR?




Salam Sejahtera & Sukses Selalu!


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w

KETAKUTAN: JALAN MEMUTAR MENUJU KESUKSESAN





Jika Anda seperti kebanyakan orang, maka Anda sering berhadapan dengan ketakutan yang menarik Anda mundur, sadar ataupun tidak. Meski Anda tidak dilahirkan bersama dengan ketakutan, Anda berada di bawah pengaruh kuat dari lingkungan Anda. Anda bahkan mungkin terdorong untuk berpikir bahwa rasa cemas dan takut merupakan landasan utama dari seluruh tindakan Anda.
Para sales menyadari benar pengaruh kuat ini. Orang-orang membeli bertruk-truk asuransi untuk mempersiapkan diri menghadapi bencana yang “mungkin” menimpa. “Lebih baik merasa aman daripada menyesal”. Apakah Anda memiliki kunci rumah atau kunci mobil cadangan? Apakah Anda membeli makanan, minuman, atau bahkan obat yang dapat membantu diet Anda?

Entah berupa rasa takut kehilangan sesuatu yang bagus, atau mendapatkan sesuatu yang buruk, ketakutan merupakan kekuatan penggerak yang selalu ada…

Anda barangkali akan menenangkan diri dengan mengatakan bahwa hal itu tidak terlalu buruk. Apakah Anda pernah membuat janji dengan dokter, atau dengan salon hanya untuk tiba di ruang tunggu tanpa merasakan rasa sakit atau mendapatkan tata rambut terbaik dalam waktu yang lama? Anda hanya ingin pulang ke rumah. Rasa takut adalah motivator terkuat dan terbaik.
Dalam bentuk yang paling umum, rasa takut dapat berupa:
    1.   Takut pada sesuatu yang tidak diketahui.
    2.   Takut pada kegagalan dan penolakan
    3.   Takut kehilangan (sesuatu yang sudah dimiliki).
    4.   Takut menghadapi kenyataan.
    5.   Takut tidak disetujui.

Anda harus selalu menghadapi SELURUH rasa takut ini agar Anda bisa sukses. Anda tidak dapat menghindarinya atau mengelak atau menyingkirkannya ke dalam bawah sadar, ini hanya akan seperti mengguyurkan bensin ke dalam percikan api yang akan membuat api kian membesar dan sulit dikendalikan. Serupa api, ketakutan juga sangat mudah dikendalikan ketika belum membesar. Hadapi rasa takut dan singkirkan selamanya!

Takut pada Sesuatu yang Belum Diketahui
Tidak ada seorang pun yang tidak cemas, kuatir, atau bahkan takut ketika memasuki daerah baru, bertualang dalam sesuatu yang tak diketahui.
Apa yang akan ia bawa? Bagaimana ia mengubah Anda? Akankah Anda mampu mengatasi situasi atau keadaan tersebut? Akankah Anda mengetahui apa yang harus dilakukan dan sanggup melakukannya? Bisakah Anda menertawakannya?
Salah satu cara untuk menghadapi sesuatu yang tidak diketahui ialah dengan berpikir bahwa tanpa bertindak Anda tidak akan pernah keluar dari dari mediokritas. Perbedaan utama antara orang yang dapat mewujudkan impian dan yang tidak adalah tindakan – yang pertama mengubah kata-kata menjadi tindakan, yang terakhir tidak pernah beranjak dari kata-kata.

Bertanyalah kepada diri sendiri: kehilangan apa yang saya derita seandainya saya mulai bertindak? Jawablah dengar jujur. Kemungkinan jawabannya adalah waktu, kehormatan, dan lain-lain. Namun harus dicamkan, jawaban-jawaban ini hanyalah jawaban seolah-olah. Apa yang bisa Anda dapatkan? Pengalaman, tentu saja, akan membuat Anda kian kaya (bisa secara finansial) dan membuat Anda lebih dekat pada kesuksesan. Anda tidak boleh lupa bahwa kepercayaan diri, mengatasi rasa takut, dan mengubah kebiasaan atau sifat-sifat yang tak diinginkan, semisal mengubah diri dari orang yang serba takut menjadi sosok yang tenang, merupakan langkah awal untuk meraih apa yang Anda inginkan.
Saya ingat suatu kasus ketika seorang pengusaha muda memerlukan banyak waktu untuk memutuskan apakah dia harus atau tidak memulai bisnis baru yang menurutnya menarik, karena pikirannya mengombang-ambingkannya dengan gagasan bahwa dia tidak bakal sukses. Sehabis bercakap-cakap dengan saya, dia memutuskan untuk memulai bisnis tersebut karena dia merasa bahwa ini adalah jalannya. Dia tidak sukses; faktanya, pada awalnya hasilnya sangat mengecewakan.

Satu tahun lalu saya sangat terkejut ketika menerima surat darinya yang berisi ucapan terima kasih atas waktu yang saya luangkan untuknya. Kata dia, sejak saat itu dia menjadi laki-laki yang berbeda dan untuk pertama kali dalam hidupnya dia dapat menikmati apa yang dia lakukan. Awalnya dia tidak melakukannya dengan bagus secara finansial, namun lambat laun dia membangun fondasi yang kokoh dan kini dia beroleh penghasilan lumayan.
“Kalau saya tidak menentukan pilihan dan mengambil langkah”, imbuhnya, “saya tidak tahu bahwa ada pekerjaan yang bisa menghasilkan uang dan kebahagiaan. Kegagalan finansial saya adalah harga murah yang harus dibayar untuk penemuan semacam itu. Yang lebih penting, pekerjaan ini memampukan saya menyadari bahwa ketakutan hadir dalam sebuah bisnis dan keputusan yang saya ambil dalam kaitannya dengan masalah saya di masa lalu. Saat ini saya mengucapkan selamat tinggal dengan riang hati kepada bermacam batasan yang pernah membelenggu saya. Sekarang saya bahagia menghadapi setiap tantangan baru dan saya selalu berhasil dalam setiap tindakan saya.”
Apabila membuat keputusan adalah sesuatu yang sangat sulit dilakukan, ambilah sehelai kertas, bagi kertas itu menjadi dua sisi dan tulis hal-hal yang pro dan kontra. Dapat dipastikan bahwa sisi yang “kontra” akan terisi dengan “keberatan-keberatan kondisional”, semisal “kurang percaya diri”, atau “tidak punya cukup waktu atau uang”. Substansi dari keberatan-keberatan semacam ini tidak dapat dibanding-bandingkan dengan alasan “untuk” melakukan sesuatu.

Sebagaian besar alasan Anda untuk tidak melakukan sesuatu barangkali karena Anda sering memaafkan diri sendiri. Apabila Anda takut melakukan sesuatu, pikiran Anda akan menenemukan jalan untuk meyakinkan Anda agar tidak melakukannya. Ia akan terus menghalangi Anda untuk melakukan sesuatu yang ia anggap tidak Anda inginkan. Pastikan untuk mencatat hal-hal yang benar-benar Anda takutkan dan kemudian lakukan hal di atas sekali lagi.
Buang ketakutan jauh-jauh dan ambil keputusdan untuk menyambar peluang yang ditawarkan kehidupan. Percayalah, ini biasanya akan dapat mengatasi persoalan!
Tentu saja, keputusan (seperti banyak hal dalam kehidupan) sepenuhnya berada ditangan Anda.
(Sumber: "Fears: A Detour on the Road to Success", Boris Vene)





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

SIAPA YANG TAK INGIN KAYA?




Bekerja kepada orang lain selamanya tak akan membuat Anda kaya. Pasalnya, Anda mengorbankan waktu dan tenaga hanya untuk membantu pemilik perusahaan menambah kekayaannya.
Meski sulit untuk memulai, tapi Anda harus berani melakukan perubahan dan mengambil risiko. Mencoba mendirikan bisnis sendiri merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kekayaan pribadi.
Menjadi bos untuk diri sendiri tentu lebih menguntungkan karena semua pendapatan menjadi milik Anda. Berikut empat alasan mengapa karyawan tak akan pernah menjadi kaya raya:
1. Anda takut mengambil risiko
Persoalan utama para pegawai adalah zona nyaman karena terbiasa menerima uang. Dengan gaji yang diterima setiap bulan, Anda merasa dapat membayar semua tagihan dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Anda harus berani mendorong diri Anda keluar dari perubahan. Pekerjaan tersebut membuat Anda takut mengambil risiko keluar dan memulai bisnis sendiri. Tanpa bisnis sendiri, jarang seseorang bisa menjadi kaya raya.
2. Anda membangun kekayaan orang lain
Menjadi pegawai artinya Anda membantu atasan Anda untuk menjadi kaya raya. Anda juga menghabiskan banyak waktu pribadi untuk fokus membangun kekayaan orang lain.
Lantas bagaimana dengan Anda? Berhenti bekerja dan memulai bisnis pribadi akan membantu diri sendiri untuk kaya.
3. Anda lebih menghargai uang dari pada waktu
Ingat, waktu lebih berharga dibandingkan uang. Sejauh ini, uang adalah sesuatu yang bisa Anda simpan tapi tidak dengan waktu. Anda tak pernah bisa mengambil kembali waktu yang telah berlalu.
Sebagai pegawai, Anda menghabiskan banyak waktu untuk membantu orang lain dan bukan untuk diri sendiri. Perusahaan akan selalu mendikte jadwal pegawai dan membuat Anda sulit berusaha menambah kekayaan pribadi.
4. Anda terlalu sibuk menabung
Menyimpan uang baik untuk Anda. Tapi menabung tak membantu Anda menghasilkan uang lebih banyak. Anda memiliki pendapatan tetap dan menyisihkannya untuk digunakan di masa depan.
Dalam kondisi itu, lebih baik Anda menginvestasikan uang ke dalam bisnis Anda. Jika tidak siap Anda bisa belajar bermain saham dan melihat uang Anda terus bertambah.

Baca: APA PERBEDAAN ORANG SUKSES vs ORANG GAGAL?





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!
Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w