Senin, 18 Agustus 2014

CARA MEMOTIVASI DIRI?




Pasti ada satu alasan mengapa banyak orang sering berhenti menyelesaikan suatu proyek atau tugas mereka, entah itu tugas kecil atau besar, pada titik-titik tertentu. Mungkin mereka merasa tugasnya sangat menumpuk atau sangat sulit untuk dikerjakan sehingga mereka frustasi dan stres. Akhirnya mereka berhenti mengerjakannya atau setidaknya mereka berpikir untuk berhenti.
Saat mereka frustasi, otomatis akan tercipta suatu penghalang dalam diri mereka yang menyebabkan motivasi mereka untuk tetap melanjutkan pekerjaan terganggu. Antusiasme mereka yang tinggi saat mereka melakukan tugas tersebut pertama kali akan turun dengan sangat drastis dan kemungkinan mereka berhenti menyelesaikan tugas di tengah jalan sangatlah besar.
Apakah yang biasanya mereka sering lakukan di saat seperti itu?
Mereka akan berjalan dengan menyeret kakinya, membuat kopi dan ketika bertemu dengan seseorang yang ‘tepat’, mereka akan menghabiskan beberapa menit untuk melakukan pembicaraan satu arah, mengeluh tentang proyek atau tugas yang sedang mereka kerjakan. Mungkin secara tidak sadar Anda pernah mengalaminya.
Ketika mereka telah selesai mengeluh, mereka segera kembali pada tugasnya dan berpikir dengan penuh keraguan dan kebencian, bagaimana mereka dapat menyelesaikan pekerjaan mereka tersebut.
Daripada Anda jatuh pada keadaan yang lebih sulit lagi dan menambah frustasi Anda, saya akan mencoba berbagi 5 cara bagaimana Anda tetap produktif dan termotivasi untuk menyelesaikan apa yang telah Anda mulai serta antusias terhadap apa yang Anda kerjakan:

1. Pecahlah tugas Anda menjadi beberapa bagian kecil
Anda hanya perlu membagi tugas Anda (break down) menjadi bagian-bagian yang lebih kecil agar lebih terkendali. Sebagai contoh: Anda memiliki target pribadi untuk membuka sebuah usaha. Jika yang terpikirkan oleh Anda hanya membuka tempat usaha dengan segera, maka Anda bisa-bisa frustasi di tengah jalan. Yang perlu Anda lakukan adalah membagi tugas Anda tersebut menjadi tugas-tugas yang lebih kecil, seperti : survei lokasi, mencari supplier, mengurus perijinan, mencari pegawai, membeli perlengkapan usaha dan melakukan aktivitas promosi. Bukankah terlihat menjadi lebih mudah?
Dengan membagi tugas Anda menjadi tugas-tugas yang lebih kecil, akan membuat pekerjaan Anda juga menjadi tidak membosankan. Ketika Anda berhasil menyelesaikan satu tugas kecil, Anda akan merasa terpuaskan dan gembira. Secara psikologi ini merupakan modal berharga untuk melangkah ke tugas kecil berikutnya.
Tetapi sebelum Anda melanjutkan ke tugas berikutnya, ada baiknya Anda memberikan penghargaan untuk diri Anda sendiri, misalkan membeli secangkir kopi starbucks atau apapun yang bisa memanjakan Anda untuk merayakan pencapaian yang telah Anda lakukan.
Ketika perayaan tersebut berakhir, kembalilah pada pekerjaan Anda dan mulai melakukan tugas kecil Anda berikutnya. Saya yakin mood Anda saat itu akan sangat berbeda. Anda akan lebih produktif dan lebih termotivasi dalam bekerja. Di satu sisi Anda akan berusaha mencari lagi penghargaan-penghargaan berikutnya.

2. Manfaatkan efek bola salju
Coba Anda temukan bagian dari tugas Anda yang yang paling menyenangkan dan mulailah dari sana. Anda akan dengan mudah dan cepat menyelesaikan pekerjaan tersebut. Mungkin Anda pernah mendengar tips mengerjakan soal ujian : mulailah dari yang mudah terlebih dahulu, tinggalkan dulu yang soal-soal yang sulit. Jika Anda hanya berkutat pada soal yang sulit, Anda akan stress dan kehabisan waktu, sementara masih banyak soal yang belum dikerjakan. Prinsip ini pun sama digunakan dalam menyelesaikan tugas atau proyek Anda.
Ketika Anda selesai mengerjakan bagian dari tugas yang menyenangkan, secara tidak sadar Anda telah selangkah lebih maju menuju penyelesaian tugas atau proyek Anda. Hal ini tentu saja akan meningkatkan rasa percaya diri dan motivasi Anda untuk menyelesaikan tugas-tugas berikutnya yang lebih sulit. Ketika Anda berhasil kembali menyelesaikan, rasa percaya diri Anda semakin tinggi lagi. Inilah yang disebut efek bola salju.

3. Hindari mengerjakan banyak tugas sekaligus.
Beberapa orang memiliki sifat ingin cepat menyelesaikan pekerjaannya. Sifat ini sebetulnya baik, namun yang kurang baik adalah jika hal itu dipraktekkan dengan melakukan banyak tugas secara serentak. Saya pun dulu suka melakukan kebiasaan yang kurang baik seperti ini. Akhirnya tidak ada pekerjaan yang terselesaikan, justru memakan waktu yang lebih lama. Rasa-rasanya superman pun tidak bisa menyelesaikan tugas-tugasnya dengan sekaligus.
Fokuslah pada apa yang sudah ada di depan mata Anda. Selesaikan tugas Anda satu per satu. Saya jamin Anda akan lebih produktif, tingkat motivasi Anda akan terus meningkat (seperti telah saya sampaikan pada point 1 dan 2), serta Anda akan menyelesaikan pekerjaan dengan lebih cepat.

4. Beristirahat dan bersenang-senanglah
Ada satu saat dimana motivasi Anda menurun dan Anda merasa tidak bersemangat. Mungkin Anda telah melalui hari-hari yang panjang dan melelahkan, atau tugas yang tersisa begitu beratnya untuk diselesaikan dan memakan waktu yang sangat banyak. Anda bukanlah robot, oleh karenanya saya sangat menyarankan Anda untuk meninggalkan pekerjaan sementara waktu.
Lakukanlah hal-hal yang menyenangkan, seperti menonton bioskop, pergi ke restoran favorit, chatting, atau berkumpul bersama dengan sahabat-sahabat Anda.
Tujuannya disini adalah mengalihkan perhatian Anda dari tugas-tugas Anda serta mengurangi stress/frustasi yang Anda rasakan. Jadi ketika Anda melakukan hal-hal yang menyenangkan tersebut, jangan terpikirkan mengenai tugas-tugas yang belum terselesaikan. Betul-betul lupakan total! Ketika Anda kembali pada tugas Anda, saya yakin Anda akan lebih santai, segar dan termotivasi untuk melanjutkan.

5. Beristirahatlah sejenak
Beristirahat lagi? Ya, namun kali ini adalah istirahat sejenak. Setelah Anda bekerja selama 40-45 menit, ambillah break ringan selama 3-5 menit. Disarankan Anda sedikit menjauh dari area kerja Anda.
Penelitian mengatakan bahwa setelah Anda bekerja selama 40-45 menit, otak Anda cenderung lelah atau melambat. Mungkin kondisinya tidak memungkinkan Anda untuk menunda atau meninggalkan pekerjaan. Namun intinya adalah ketika Anda merasa sangat lelah atau Anda sudah tidak dapat fokus lagi, beristirahatlah sejenak. Lakukan peregangan, minum segelas air putih, atau berjalan-jalan mencari udara segar. Anda akan mendapatkan energi tambahan secara instan, sehingga Anda akan termotivasi dan bersemangat untuk melanjutkan kembali pekerjaan Anda.
Jadikanlah 5 hal ini menjadi bagian dalam hidup Anda. Jika Anda dapat melakukannya secara konsisten, saya rasa Anda akan lebih produktif, lebih antusias, lebih termotivasi dan memiliki rasa kepuasan diri yang tinggi.

Baca: SOFT SKILL vs HARD SKILL





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!



Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Minggu, 17 Agustus 2014

LEBIH JAUH TENTANG SOFT SKILLS




Kenapa SOFT SKILLS Sangat Penting?

Dalam dunia kerja, tidak dapat dipungkiri bahwa sumber daya manusia (SDM) yang unggul adalah mereka yang bukan hanya memiliki keahlian dalam hard skills, namun juga harus piawai dalam aspek soft skills-nya.
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Harvard University, Amerika Serikat, mengungkapkan bahwa kesuksesan seseorang tidak hanya ditentukan oleh pengetahuan dan kemampuan teknis saja (hard skillss), tetapi lebih dipengaruhi oleh kemampuan mengelola dirinya dan orang lain (soft skills). Penelitian ini menyimpulkan, bahwa kesuksesan seseorang hanya ditentukan sekitar 20% oleh hard skills, dan sisanya 80% oleh soft skills.



Dalam dunia pendidikan di Indonesia, baik di sekolah maupun di kampus, memberikan porsi yang lebih besar untuk muatan hard skills, bahkan bisa dikatakan lebih berorientasi pada pembelajaran hard skills-nya saja. Dengan melihat pada kenyataan seperti di atas, pendidikan soft skills seharusnya menjadi kebutuhan penting dalam dunia pendidikan.

Konsep tentang soft skills sebenarnya merupakan pengembangan dari konsep yang selama ini dikenal dengan istilah kecerdasan emosional. Soft skills sendiri diartikan sebagai kemampuan di
luar kemampuan teknis dan akademis, yang lebih mengutamakan kemampuan intrapersonal dan interpersonal.

Kecerdasan emosional (emotional quotient, disingkat EQ) adalah kemampuan seseorang untuk menerima, menilai, mengelola, serta mengontrol emosi dirinya dan orang lain di sekitarnya. Dalam hal ini, emosi mengacu pada perasaanterhadap informasi akan suatu hubungan. Sedangkan, kecerdasan (intelijen) mengacu pada kapasitas untuk memberikan alasan yang valid akan suatu hubungan. Kecerdasan emosional (EQ) belakangan ini dinilai tidak kalah penting dengan kecerdasan intelektual (IQ). Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa kecerdasan emosional dua kali lebih penting daripada kecerdasan intelektual dalam memberikan kontribusi terhadap kesuksesan seseorang.
Menurut Howard Gardner (1983) terdapat lima pokok utama dari kecerdasan emosional seseorang, yakni mampu menyadari dan mengelola emosi diri sendiri, memiliki kepekaan terhadap emosi orang lain, mampu merespon dan bernegosiasi dengan orang lain secara emosional, serta dapat menggunakan emosi sebagai alat untuk memotivasi diri.


Secara garis besar soft skills bisa digolongkan ke dalam dua kategori: intrapersonal skills dan interpersonal skills.
Intrapersonal skills meliputi: self awareness (self confident, self assessment, trait & preference, emotional awareness) dan self skills (improvement, self control, trust, worthiness, time management, proactivity, conscience).
Sedangkan interpersonal skills mencakup: social awareness (political awareness, developing others, leveraging diversity, service orientation, empathy dan social skills (leadership, influence, communication, conflict management, cooperation, team work, synergy)

Pada proses
recruitment karyawan, kompetensi akademis dan teknis (hard skills) lebih mudah diseleksi. Kompetensi ini dapat langsung dilihat pada daftar riwayat hidup, pengalaman kerja, indeks prestasi dan ketrampilan yang dikuasai oleh calon karyawan. Sedangkan untuk soft skills biasanya dievaluasi oleh psikolog melalui psikotes dan wawancara mendalam. Interpretasi hasil psikotes tersebut, walaupun tidak menjamin 100% benar, namun sangat membantu perusahaan dalam menempatkan ‘the right man in the right place’.



SOFT SKILLS Membentuk SDM yang Unggul!

Dewasa ini, hampir semua perusahaan mensyaratkan adanya kombinasi yang selaras antara hard skills dan soft skills yang harus dimiliki, apapun jabatan atau posisi karyawan tersebut. Di banyak perusahaan yang besar dan maju pesat, pelatihan-training SDM yang hanya hard skills kini sudah ditinggalkan. Percuma saja jika SDM hard skills-nya baik, namun soft skills-nya buruk. Kita perhatikan pada iklan-iklan lowongan kerja berbagai perusahaan yang mensyaratkan kemampuan soft skills, seperi kemampuan komunikasi, kerja sama dan interpersonal relationship, dalam job requirementnya. Saat recruitment karyawan, banyak perusahaan yang cenderung memilih calon karyawan yang memiliki kepribadian lebih baik walaupun hard skills-nya lebih rendah. Alasannya sederhana: memberikan pelatihan ketrampilan jauh lebih mudah daripada pembentukan karakter. Hard skills memang penting dalam bekerja, namun keberhasilan seseorang dalam bekerja lebih ditentukan oleh soft skills-nya.

Berdasarkan hasil penelitian dari Harvard University tersebut, dapat dikatakan bahwa faktor utama keberhasilan para eksekutif muda adalah kepercayaan diri, daya adaptasi, kepemimpinan dan kemampuan mempengaruhi orang lain. Itulah soft skills.


Baca: TOP 10 SOFT SKILLS

Para ahli manajemen percaya bahwa bila dua orang dengan bekal hard skills yang sama, maka yang akan menang
dalam persaingan dan sukses di masa depan adalah dia yang memiliki soft skills lebih baik. Orang inilah sumber daya manusia yang unggul, yang tidak hanya memiliki hard skills baik tetapi juga didukung oleh soft skills yang tangguh.

Pada
level bawah, seorang karyawan tidak banyak menghadapai kendala yang berkaitan dengan soft skills. Masalah soft skills umumnya menjadi lebih kompleks ketika seseorang berada pada posisi manajerial atau ketika dia harus berinteraksi dengan banyak orang. Semakin tinggi posisi manajerial seseorang dalam struktur organisasi, maka soft skills menjadi semakin penting baginya. Pada posisi ini, dia akan dituntut untuk berinteraksi dan mengelola berbagai orang dengan berbagai karakter kepribadian. Di situlah kecerdasan emosionalnya diuji.

Umumnya
, kelemahan di bidang soft skills ini berupa karakter yang melekat pada diri seseorang. Dan diperlukan usaha keras untuk dapat mengubahnya. Namun demikian, soft skills bukanlah sesuatu yang stagnan. Kemampuan soft skills seseorang dapat diasah dan ditingkatkan seiring dengan pengalaman kerjanya. Ada beberapa cara untuk meningkatkan soft skills. Salah satunya melalui learning by doing. Selain itu, soft skills juga bisa diasah dan ditingkatkan dengan cara mengikuti pelatihan-training dan seminar manajemen. Sayangnya, masih banyak perusahaan di Indonesia, bahkan perusahaan besar, yang mengabaikan soft skills sumbar saya manusianya…

Baca: SEBERAPA BERPENGARUHNYA ANDA?





Untuk informasi lebih lanjut hubungi:


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Minggu, 10 Agustus 2014

APA IMPIAN HIDUP ANDA?





Pertanyaan yang sering membingungkan bagi kebanyakan orang adalah ketika ditanya:
"Apa impian (tujuan) hidup Anda?"
"Apa yang ingin Anda capai (raih) dalam 5/10/15 tahun ke depan?"

Kadang, pertanyaan yang lebih sederhana sekalipun seperti:
"Masa depan yang seperti apa yang Anda inginkan?"
"Kehidupan yang bagaimana yang ingin Anda jalani di masa yang akan datang?"

Mereka yang tidak menjawab pertanyaan di atas berargumen, kami hidup mengalir seperti air, atau mengikuti kemana pun angin bertiup.
Andai airnya gak ngalir alias mampet? Beruntung bila airnya mengalir ke laut atau ke danau yang indah, namun jika mengalirnya ke comberan atau kubangan kotor bagaimana?

Nyatanya, memang tidak semua di antara kita memiliki impian atau rencana masa depan yang ingin dicapainya.
Walaupun banyak yang punya impian, namun yang sering dialami oleh banyak orang adalah kehilangan fokus dalam usaha untuk mencapainya.
Banyak sekali hal-hal yang menjadi penyebab kita kehilangan arah dari tujuan semula. Halangan dari lingkungan sekitar, orang-orang yang dekat dengan kita mengatakan kita tidak akan bisa, dan yang paling umum hambatan terbesar adalah dari diri kita sendiri.


KENAPA HARUS MEMEILIKI IMPIAN?

Satu hal yang saya tahu pasti tentang pentingnya memiliki impian adalah sebagai pedoman ketika arah hidup kita sudah tidak menentu dan keteguhan hati kian goyah. Bahwa yang namanya impian merupakan motor penggerak agar tetap semangat dan terus melaju meraih kesuksesan.

If you can imagine it, you can create it.
If you can dream it, then you can become it.
(Ward, William Arthur)

Anda tidak bisa pergi ke stasiun kereta api dan saat petugas loket menanyakan Anda mau pergi kemana Anda menjawab, "Terus terang saya belum memikirkan akan pergi kemana, saya hanya akan naik kereta api dan memikirkannya di perjalanan".

Hidup tidak seperti itu, hidup ibarat sebuah kereta api. Hidup memerlukan tujuan sebelum Anda memutuskan untuk naik kereta api yang mana dan jenis kereta api apa?

Dan sekarang apa impian hidup Anda? Apa harapan bagi masa depan Anda? Dan hal yang paling penting, apakah Anda sekarang ini ada di kereta api yang benar dan dengan tujuan yang benar?

Jika tidak, cepat tarik rem darurat dan hentikan kereta apinya, Anda harus turun dan naik kereta api yang menuju ke arah impian hidup Anda, jangan tunggu sampai berhenti di stasiun berikutnya".

Terkadang dalam perjalanan hidup ini kita lupa pada tujuan semula,
perjalanan ini panjang dan memakan ingatan.
Anda perlu menuliskan tujuan dan menggambarkannya, Anda ingin mempunyai kehidupan yang layak tetapi kehidupan layak yang bagaimana?

Jadikan impian itu sangat spesifik, misalnya Anda ingin menjadi seorang manager. Manager di perusahaan apa? Kapan target Anda menjadi manager tersebut? Berapa banyak orang yang akan Anda pimpin? Berapa penghasilan yang Anda harapkan? Apa fasilitas yang Anda inginkan?

Impian, harapan dan tujuan yang dimaksud di sini tidak sama dengan keinginan. Keinginan hanya ada di kepala, semua orang ingin jadi sukses tetapi sedikit orang yang benar-benar mau menetapkan tujuan bahwa dia pasti sukses, dan kemudian meraihnya.  

Keinginan tidak bisa menggugah Anda, tetapi tujuan dan impian yang jelas akan membuat Anda bangkit dan berjuang untuk mencapai tujuan Anda, tidak peduli apapun yang menghalangi Anda.


SEBERAPA PENTINGNYA IMPIAN?

Pada tahun 1979 lulusan program MBA di Universitas Harvard, Amerika ditanya, “Apakah Anda membuat tujuan yang jelas dan tertulis untuk masa depan dan membuat rencana tindakan untuk mencapainya?”

Hasilnya hanya 3% dari semua lulusan yang punya tujuan dan rencana tertulis, 13% memiliki tujuan tapi tidak tertulis, sedangkan mayoritas 84% sama sekali tidak memiliki tujuan tertentu.
10 tahun kemudian, tahun 1989 diadakan wawancara dengan anggota kelas itu lagi. Hasilnya 13% yang punya tujuan tapi tidak ditulis mendapatkan penghasilan rata-rata 2 kali lebih banyak daripada 84% yang tidak punya tujuan sama sekali. Yang mengejutkan 3% dari lulusan yang punya tujuan tertulis bisa mendapatkan penghasilan rata-rata 10 kali lebih banyak daripada 97% lainnya.

Kesimpulan dari penelitian itu adalah memiliki tujuan hidup dan rencana tertulis untuk mencapai tujuan itu sangat penting. Tujuan hidup yang jelas membuat kita fokus dalam melangkah. Kita sudah tahu arah yang dituju. Tidak akan nyasar dan tersesat.

Rencana tertulis membantu kita menapaki anak tangga kehidupan. Selangkah demi selangkah. Waktu yang kita gunakan adalah untuk mencapai tujuan. Bukan untuk dihabiskan dengan bersantai tanpa tujuan atau melangkah tanpa arah.

Orang yang tidak punya tujuan hidup tidak akan pernah berhasil mencapai apa yang diinginkannya. Bagaimana mau mencapai tujuan jika tidak tahu apa yang diinginkan? Kutahu yang kumau. Seperti itu seharusnya. Apa yang kita mau harus jelas dan tertulis.

Pertanyaannya, sudahkah Anda memiliki impian atau tujuan hidup yang jelas?

Baca: JANGAN MAU JADI PENONTON SAJA!





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w

Sabtu, 09 Agustus 2014

BAGAIMANA MEMBUKA PRESENTASI YANG BERKESAN?













Baca: EFFECTIVE PRESENTATION SKILL





Untuk kebutuhan Training-Motivasi meningkatkan produktivitas kerja karyawan (Pengembangan Diri) hubungi:


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Kamis, 07 Agustus 2014

BAGAIMANA MEMAKSIMALKAN WAKTU YANG ANDA MILIKI?




Sadarkah Anda bahwa waktu tidak bisa dibeli? Anda bisa membeli apa saja yang Anda inginkan, tetapi Anda tidak dapat mengembalikan waktu Anda yang telah hilang. Waktu adalah satu hal yang tak tergantikan di dunia ini, dan terkadang banyak yang melupakannya.

Berikut adalah beberapa cara untuk menghemat waktu setiap hari dan lebih memaksimalkan waktu yang Anda miliki:
1. Bangun tepat waktu
Segera bangun setelah alarm Anda berdering di pagi hari. Hindari tidur larut jika itu tak perlu. Ketika Anda bangun tepat waktu, Anda juga akan memiliki cukup waktu untuk melakukan hal lain yang Anda inginkan tanpa terburu-buru.
2. Selesaikan satu pekerjaan, baru kemudian kerjakan yang lain
Jangan mencoba untuk melakukan banyak hal di waktu yang bersamaan. Anda hanya akan kehilangan banyak waktu dalam proses tersebut. Jika Anda ingin menghemat waktu, pusatkan perhatian Anda hanya pada satu hal saja. Setelah itu selesai, barulah kerjakan yang lain.
3. Hindari membuang banyak waktu untuk browsing hal tidak jelas di internet
Sering browsing hal-hal tidak jelas di internet? Anda bisa melakukan hal-hal yang lebih bermanfaat ketimbang browsing tidak jelas di internet.
4. Selesaikan pekerjaan rumah sebelum melakukan kegiatan lain
Alih-alih menyelesaikan pekerjaan baru dan kemudian menyadari bahwa Anda tidak siap, usahakan untuk menyelesaikan PR Anda terlebih dulu.
5. Menaruh segala sesuatu pada tempatnya
Anda sering lupa menaruh kunci atau barang-barang lainnya? Jika ya, mulailah untuk menghemat waktu Anda dengan menaruh segala hal pada tempatnya. Misalnya, siapkan rak khusus untuk menaruh berkas penting, dokumen berharga, dll.


Baca: YANG PALING BERHARGA






Untuk informasi lebih lanjut hubungi:


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan