Rabu, 18 Juni 2014

MENGHILANGKAN RASA TAKUT





Manusia tidak perlu takut akan hal-hal yang belum dan tidak diketahui, kalau mereka sanggup meraih apa yang mereka butuhkan dan inginkan.

Kita sering takut kehilangan apa yang sudah kita miliki, entah itu hidup kita, harta benda kita, jabatan/kekuasaan kita, polularitas kita atau apapun yang kita miliki itu.

Tapi rasa takut itu akan menguap begitu kita memahami bahwa semuanya itu adalah milik Tuhan.

Dan banyak orang menjadi pelit bahkan tidak mau berbagi hal positif, kebaikan dan kebahagiaannya kepada orang lain. Padahal, segala hal yang bisa dimilikinya itu pemberian dari Tuhan... 

Baca: BERHUTANG PADA KEHIDUPAN







Salam Sejahtera & Sukses Selalu!


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Selasa, 17 Juni 2014

SEANDAINYA...





Apakah Anda termasuk kelompok yang suka mengatakan:
"SEANDAINYA..."???

Sadar atau tidaj disadari, banyak orang sering berkata demikian:
"Seandainya dulu saya lebih rajin, seandainya dulu saya ambil kesempatan itu, seandainya dulu saya tidak menyia-nyiakan waktu, seandainya dulu saya melakukan hal ini dan tidak melakukan hal itu, seandainya dulu saya tidak begitu tapi begini, seandainya saja dulu saya..."
Hal itu, sungguh sangat tidak penting!

Seharusnya kita berkata seperti ini:
"Mulai sekarang saya akan melakukan ini dan itu, sejak saat ini saya akan seperti ini dan tidak seperti itu, selanjutnya saya akan berbuat ini dan itu, sekarang saya harus..."

Budha berkata demikian:
"Apa yang menjadikan Anda saat ini berdasarkan apa yang Anda lakukan selama ini.
Apa yang menjadikan Anda di masa depan berdasarkan apa yang Anda lakukan saat ini."

Jadi, bagaimanapun masa lalu Anda, biarkanlah itu berlalu. Yang baik menjadi kenangan dan yang buruk sebagai pembelajaran.
Selanjutnya, apapun yang Anda inginkan untuk masa yang akan datang, Anda harus memulainya dari sekarang...





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Rabu, 11 Juni 2014

KOMUNIKASIKANLAH...





Seorang remaja yang terlahir tuli sedang mengunjungi dokter THT untuk pemeriksaan rutin dengan ditemani oleh kedua orang tuanya. Sang dokter dengan bersemangat memberi tahu orang tua si remaja mengenai suatu prosedur pengobatan baru yang baru-baru ini dibacanya dari sebuah jurnal kedokteran. Sepuluh persen dari orang-orang yang terlahir tuli dapat dipulihkan kembali pendengarannya melalui sebuah operasi sederhana dan tidak mahal. Sang dokter bertanya kepada orang tua si remaja apakah mereka ingin mencobanya. Orang tua si remaja dengan segera mengiyakan.

Remaja itu adalah salah satu dari sepuluh persen orang-orang terlahir tuli yang dapat dipulihkan pendengarannya, namun dia menjadi jengkel dan sangat marah kepada kedua orang tua dan dokternya, karena dia tidak mengetahui apa yang mereka rembukkan saat pemeriksaan rutinnya. Tak seorangpun yang menanyakan (mengkomunikasikan) kepadanya apakah dia ingin bisa mendengar. Sekarang dia mengeluh karena harus menahan siksaan suara-suara ribut yang terus menerus, yang mana hanya sedikit saja yang dia pahami. Sebenarnya dia memang tidak pernah ingin dipulihkan pendengarannya.

Kedua orang tuanya dan dokter itu beranggapan bahwa setiap orang pasti ingin mendengar. Kita seringkali berpikir bahwa kita selalu tahu apa yang terbaik untuk orang lain. Kebaikan yang mengandung asumsi (beranggapan) seperti itu sungguh salah dan sangat berbahaya. Hal seperti itu menyebabkan di dunia ini terjadi banyak penderitaan.
Untuk itu, niat baik pun seharusnya dilakukan dengan cara yang benar.
Maka, komunikasikanlah...


Baca: JADILAH PENDENGAR YANG BAIK




Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Selasa, 03 Juni 2014

JADILAH ORANG BAIK DAN TERUSLAH BERBUAT BAIK!




Tentu kita sering melihat...
Para sopir angkot ngebut dan saling menyalip untuk berebut penumpang.
Namun ada pemandangan yang tidak biasa, di depan angkot yang
 saya tumpangi yang sedang menurunkan penumpang. Ada seorang ibu dengan 3 orang anaknya yang masih kecil-kecil berdiri di tepi jalan.

Setiap ada angkot yang berhenti dihadapannya, dari jauh saya melihat si Ibu bicara kepada sopir angkotnya, lalu angkot itu melaju kembali.
Dan kejadian ini terulang beberapa kali.


Ketika angkot yang saya tumpangi berhenti di depan si Ibu, si Ibu itu bertanya kepada Sopir angkot:
“Dik, angkot ini lewat terminal bis gak?”, si Sopir menjawab, “Ya”.
Yang aneh si Ibu tidak segera naik. Ia bilang, “Tapi saya dan ke 3 anak saya ini tidak punya ongkos”.

Sambil tersenyum, si Sopir angkot berkata: “Gak pa-pa Bu, naik saja”, ketika si Ibu tampak ragu-ragu, Sopir itu mengulangi perkataannya:
“Ayo Bu, naik saja, gak pa-pa kok”.
Saya terpesona dengan kebaikan Sopir angkot yang masih muda itu, pada jam sibuk dan angkot lain saling berlomba untuk mencari penumpang, si Sopir muda ini malah merelakan 4 kursi penumpangnya untuk si Ibu dan ketiga anak-anaknya.


Sepanjang perjalanan, saya perhatikan wajah si Ibu dan 3 anaknya itu tampak suka cita.
Ketika sampai di terminal bis, 4 orang penumpang 'gratisan' itu turun.
Si Ibu berulang kali mengucapkan terima kasih kepada Sopir angkot atas kebaikan hatinya.

Di belakang Ibu itu, seorang penumpang pria turun lalu membayar dengan uang Rp. 20 ribu.
Ketika si Sopir hendak memberi uang kembalian (ongkos angkot hanya Rp. 4 ribu), pria itu bilang bahwa uang kembaliannya untuk ongkos dirinya serta Ibu dan 3 orang anaknya tadi.

“Terus jadi orang baik ya, Dik”, kata pria tersebut kepada Sopir angkot muda itu.

Siang itu saya benar-benar dibuat kagum ϑengαή kebaikan-kebaik­an kecil yang saya lihat.
Seorang Ibu miskin yang jujur, seorang Supir angkot yang baik hati, dan seorang penumpang pria yang budiman.
Mereka saling mendukung untuk kebaikan.
Andai saja banyak orang atau masyarakat di negara kita yang
 tercinta ini seperti mereka, maka negara Indonesia pasti jaya, bangsa Indonesia pasti sejahtera, dan dunia akan 'takluk' kepada kita.

Jadilah orang baik dan teruslah berbuat baik!

Apapun bentuknya dan bagaimanapun caranya, sekecil atau sesederhana apapun yang kita berikan dan lakukan dengan tulus, tentu menjadi sangat berarti untuk orang lain yang membutuhkannya...
(diedit dari kisah seorang kawan)

Sudahkah hari ini Anda berbagi hal positif, kebaikan, dan kebahagiaan dengαn orang lain???

Baca: TULARKANLAH KEBAHAGIAAN





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Kamis, 29 Mei 2014

TANTANGAN DALAM MENJALANKAN BISNIS ONLINE




Bisnis online telah menjadi tren bisnis baru di masyarakat saat ini. Tak hanya pebisnis yang sudah mahir saja yang dapat menjalankan bisnis online, namun hampir semua kalangan masyarakat lainnya seperti pelajar, mahasiswa atau ibu rumah tangga juga bisa menjalankan bisnis online. Menggunakan desktop atau gadget canggih dengan koneksi internet, maka bisnis online bisa segera dimulai dengan mudah dan praktis, tentu saja bila Anda tahu caranya.
Sayangnya, menjalankan bisnis online secara konsisten tak semudah yang kita bayangkan. Banyak tantangan dan pertimbangan yang harus dihadapi dan diputuskan secara bijak demi kemajuan bisnis online.

Beberapa tantangan yang mungkin kita hadapi ketika memiliki bisnis online yaitu:
1. Tantangan Untuk Selalu Mengikuti Tren Terbaru
Hampir sama seperti bisnis real pada umumnya, mungkin kita berpikir untuk menyimpan persediaan banyak barang untuk memenuhi permintaa pelanggan. Padahal tak selamanya menyimpan stok berbagai jenis barang dapat menjamin kesuksesan bisnis online yang kita rintis, bahkan akan lebih baik bila kita memfokuskan diri pada produk yang lebih spefisik. Mulailah untuk menjual produk yang sedang tren atau sedang banyak dibutuhkan oleh masyarakat. Selain itu, jangan lupa untuk menentukan target pelanggan yang akan menjadi sasaran pemasaran kita.
2. Harus Memiliki Website Untuk Bisnis Online
Banyak pebisnis online yang tak mau direpotkan dengan urusan mengenai pembuatan dan pengelolaanwebsite untuk bisnis online. Padahal suatu bisnis online yang memiliki website akan memberikan kesan yang lebih profesional dan lebih terpercaya dibandingkan dengan bisnis yang hanya mengandalkan media sosial, aplikasi chat atau nomor hp. Bila kita memiliki website bisnis online, kita bisa mencantumkan form pemesanan produk melalui website tersebut. Sehingga kita tinggal menerima order dan melakukan proses transaksi jual beli. Tentu lebih praktis dan hemat waktu dibandingkan bila harus merespon setiap order melalui SMS atau aplikasi chat.
3. Memenuhi Ekspektasi Pelanggan
Pelanggan adalah pihak yang membantu bisnis online kita menjadi lebih maju dan sukses. Oleh sebab itu, jangan pernah meremehkan ekspektasi atau kritik yang diajukan oleh pelanggan. Jalinlah kedekatan yang komunikatif agar kita bisa mengetahui hal apa yang sebenarnya diharapkan pelanggan dari bisnis online kita.

4. Bersiap Untuk Persaingan Sehat
Meski tampak mudah untuk dimulai, menjalankan bisnis online harus dilakukan dengan strategi yang jitu agar kita bisa memenangkan persaingan dengan cara yang halal dan sehat. Jadi, mulailah untuk menunjukkan beragam keunggulan bisnis online milik kita dibandingkan dengan kompetitor sejenis. Keunggulan tersebut secara tak langsung akan membuat para pelanggan akan memberikan kepercayaan dan loyalitasnya pada kita.

5. Belajar Mempertahankan Pelanggan
Mempertahankan lebih sulit daripada meraihnya. Ungkapan tersebut tentu harus dipahami betul oleh para pelaku bisnis online. Pelanggan mungkin tertarik untuk membeli pertama kalinya karena ada keunggulan, diskon atau produk yang menarik perhatian mereka. Namun tentu harus ada alasan lainnya bagi mereka untuk kembali membeli dari bisnis online kita secara terus menerus. Lakukanlah beragam inovasi agar para pelanggan tak pernah bosan dengan kejutan yang kita tawarkan.
6. Memilih SDM Juga Jadi Tantangan
Saat bisnis online yang kita rintis sudah mulai berkembang dan menjadi besar, merekrut SDM yang handal tentu menjadi keharusan. Jadi, kita juga harus merekrut SDM yang berkualitas, dapat diandalkan dan memiliki visi misi yang sama dengan kita. Tak pernah ada ruginya menjalin hubungan yang baik dan akrab dengan para pekerja kita karena secara tak langsung mereka juga menjadi ujung tombak yang turut menyukseskan bisnis online yang kita bangun.

7. Membangun Hubungan yang Positif
Walaupun hanya menjalankan bisnis online dan tak pernah bertatap muka langsung dengan para pelanggan, tak ada salahnya menyapa para pelanggan atau membuat grup yang berisi para pelanggan setia kita. Jangan hanya memberikan informasi seputar produk-produk bisnis online, karena kita juga harus menyajikan informasi menarik yang bisa mengakrabkan kita dengan para pelanggan bisnis online. Meski banyak tantangan yang akan dihadapi seorang entrepreneur saat mengelola bisnis online, ingatlah selalu bahwa tak ada kesuksesan yang diraih tanpa tantangan dan kerja keras. Belajarlah untuk selalu tekun dan cermat dalam menghadapi setiap tantangan dalam perjalanan bisnis online yang kita rintis.

Baca: BISNIS TANPA MODAL? EMANG BISA?





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Facebook: Johanes Budi Walujo
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Email: johanesbudiwalujo@gmail.com
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Kamis, 15 Mei 2014

TIDAK ADA KESEMPURNAAN





Sesungguhnya kehidupan seperti apa yang kita harapkan?
Kehidupan bagaimana yang kita inginkan?
Jangan pernah berharap kehidupan yang sempurna atau kesempurnaan dari seseorang.

Di dunia ini tidak pernah ada yang sempurna, karena kesempurnaan itu mutlak miliknya Tuhan Yang Maha Esa dan Yang Maha Kuasa!

Setiap orang pasti mempunyai sisi baik dan buruk, sisi terang dan gelapnya.
Yang bisa kita lihat dari seseorang yaitu apakah sikap, perkataan, dan perbuatannya lebih banyak hal baik? Atau mana yang lebih dominan antara terang dan gelapnya?
Hal itu, akan secara otomatis berbalik kepada dirinya.

Berdosa atau tidaknya, itu juga mutlak kewenangan Tuhan!
Tidak penting seperti apa dan bagaimana seseorang di masa lalunya, karena Tuhan Maha Pengampun.
Yang penting, jalanilah hidup ini, mulai dari saat ini dan selanjutnya untuk melakukan hal yang positif dan berbuat baik sebanyak-banyaknya, menjadikan hidup kita lebih bermakna...






Salam Sejahtera & Sukses Selalu!


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Rabu, 14 Mei 2014

YANG BAIK vs SI JAHAT





Berikut ini adalah dongeng seorang kakek yang sedang mengajarkan tentang kehidupan kepada cucunya...

“Pertempuran sering terjadi di dalam diriku,” katanya kepada sang cucu. “Itu seperti pertempuran yang dahsyat antara dua ekor serigala.

Yang Jahat - adalah egois, kebodohan, kebohongan, kemarahan, keserakahan, kesombongan, fanatik, gampang tersinggung, licik, malas, harga diri yang rendah, iri hati, merasa rendah diri, mudah menyerah, munafik, penyesalan berlarut, rasa dendam, sakit hati, suka memanfaatkan orang lain, suka mengasihi diri sendiri, kuatir & takut...

Yang Baik - adalah cinta, bijaksana, damai, disiplin, empati, harapan, kasih, kebahagiaan, kejujuran, kepercayaan, ketentraman, keterbukaan, mau berbagi, pantang menyerah, perhatian, rajin, rendah hati, tanggung jawab, tulus, semangat...

Sang cucu memikirkan hal itu selama beberapa saat, dan kemudian bertanya kepada kakeknya, ”Serigala mana yang menang, kek?”

Sang kakek dengan tenang menjawab, “Cucuku, tentunya yang menang adalah serigala yang kau beri makan.”

Serigala mana yang Anda beri makan? Keputusan ada di tangan Anda!

Setiap keputusan adalah pilihan, dengan resiko dan konsekuensinya...
Kehidupan adalah pertempuran antara dua pihak, yang baik lawan si jahat, yang terjadi dalam diri setiap manusia.

Mana yang sering menang dalam kehidupan Anda???

Baca: PILIHAN ADA DI TANGANMU!





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Selasa, 13 Mei 2014

KEHIDUPAN INI SEPERTI SEBUAH FILM





Kehidupan ini seperti sebuah film, dan Anda 

adalah pemeran utamanya...


Bagaimana Anda ingin diingat diakhir ceritanya?


Kebaikan dan warisan apa yang ingin Anda 


tinggalkan?


Apakah dunia yang Anda tinggalkan menjadi tempat 


yang lebih baik karena Anda?


Siapa saja yang Anda inginkan sebagai pemeran 


pembantunya?


Hubungan berarti macam apa yang telah Anda alami 


dalam hidup Anda?


Dalam kehidupan siapa Anda telah membuat 


perubahan yang positif?


Apakah Anda merasa puas dan gembira, serta sudah 


siap jika saatnya dipanggil Tuhan?


Semoga Anda dapat menjalani sebuah hidup yang 


penuh makna...




Salam Sejahtera & Sukses Selalu!



Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Senin, 12 Mei 2014

SEMANGAT...





Mau sukses? Harus ingat Tuhan!

Sebagai manusia, kita tidak akan pernah terlepas dari persoalan. Dan kita harus sadar bahwa kita tidak punya kemampuan untuk menyelesaikan setiap masalah atau persoalan hidup ini dengan kekuatan kita sendiri. Tidak mudah untuk berjuang, berusaha lebih baik lagi dalam segala hal dari hari ke hari. Ada kalanya keletihan akibat beratnya beban kerja atau beban hidup membuat semangat kita lemah bahkan akhirnya menyerah dalam keputus-asaan. Itulah sebabnya, kita harus selalu mengingat Tuhan dalam tiap langkah, terutama ketika kita sedang didera keletihan akibat beban berat yang bisa melemahkan dan membuat kita putus asa.
       Masalah boleh saja datang. Besar atau kecil, itu bukan soal. Yang menjadi soal adalah apakah kita mau terus mengingat Tuhan atau kita malah melupakanNya dan memilih untuk fokus terhadap permasalahan-permasalahan yang ada. Demikian pula dalam perjalanan hidup kita, yang bagaikan mengikuti perlombaan, akan selalu ada banyak masalah, beban, tekanan dan kesulitan hidup yang terus datang silih berganti. Semua itu tidak bisa kita hindari. Tapi kita tidak perlu takut jika kita selalu ingat akan Tuhan. Jika Tuhan pernah melepaskan kita dari banyak masalah di masa lalu, kenapa kali ini Dia tidak mau? Begitu banyak contoh mengenai keajaiban melawan logika manusia yang terjadi pada para tokoh adalah karena campur tangan TUhan. Beban dan masalah akan selalu hadir di sepanjang hidup kita. Tapi dengan mengingat Tuhan senantiasa kita pun akan mampu terhindar dari kelemahan dan keputus-asaan. Mari kita selesaikan perlombaan ini dan keluar sebagai pemenang!

Baca: Mau Sukses, Harus Ingat Tuhan!

Mau sukses? Harus ingat Target!

Semua orang pasti memiliki impian, harapan dan cita-citanya sendiri. Mereka melakukan berbagai macam cara untuk mewujudkan mimpi-mimpi tersebut. Namun tak sedikit pula orang yang tak punya mimpi atau cita-cita. Atau punya cita-cita, namun tak berusaha untuk mewujudkannya. Padahal bukankah hidup tanpa target dan tujuan itu tak lebih dari sebuah perjalanan yang tanpa arah? Jika sampai hari ini target dan tujuan hidup Anda masih belum jelas, sudah seharusnya mulai Anda pikirkan. Menetapkan target dan menentukan tujuan berarti memiliki 'kompas' penunjuk jalan bagi perjalanan hidup AndaTarget membuat Anda memiliki tujuan yang jelas ke mana harus melangkahkan kaki. Tanpa sadar target ini pula yang akan memastikan Anda tidak salah arah dalam perjalanan menuju tujuan.
       Target menjadikan Anda bergerak maju. Jauh lebih baik daripada hanya duduk diam atau melangkah tanpa tujuan yang jelas. Dengan target di tangan, Anda akan sadar bahwa hidup harus punya tujuan. Dan hal-hal yang tadinya mustahil untuk Anda lakukan, dapat diwujudkan dengan memiliki target yang jelas. Mimpi-mimpi dan cita-cita Anda yang begitu besar akan terpecah menjadi langkah-langkah kecil yang mudah untuk dijangkau dan mudah dilaksanakan. Dengan begitu, hal-hal yang tadinya berat akan terasa ringan dan jauh menjadi lebih praktis.       
       Sebuah target yang tercapai akan membuat Anda merasa puas. Banyak bukti yang menunjukkan bahwa mereka yang menentukan dan mencapai target memiliki kinerja yang lebih mantap, lebih puas dengan diri mereka sendiri, dan lebih berprestasi. Anda akan lebih terpacu untuk mengerjakan sesuatu yang lebih besar dan lebih menantang.
       Jadi, sudahkah hari ini Anda menentukan target apa yang harus dicapai?

Baca: Mau Sukses, Harus Ingat Target!

Mau Sukses? Harus ingat Team!

Untuk meraih sukses, kita harus membangun team yang solid. Dalam setiap tindakkan untuk merealisasikan rencana menjadi hasil yang diharapkan, sebagai seorang pemimpin kita harus fokus untuk mempekerjakan orang-orang yang kreatif, proaktif, strategis, disiplin, dan optimistis ke dalam sebuah tim sukses. Kecerdasan pemimpin dalam membangun tim sukses yang efektif akan sangat membantu si pemimpin itu untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan strategis yang membutuhkan konsentrasi dan fokus yang lebih intensif. Kemampuan pemimpin untuk menempatkan pribadi-pribadi yang loyal, antusias, selalu berjuang dalam motivasi yang tinggi, dan yang mau bekerja keras untuk menyelesaikan semua tugas dan tanggung jawab, adalah sebuah syarat terpenting di dalam pembentukan tim sukses yang efektif. Jadilah pemimpin yang efektif!

Baca: Mau Sukses, Harus Ingat Team!





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Kamis, 01 Mei 2014

BERPIKIR DAN BERJIWA BESAR




Orang yang berpikir besar akan membicarakan ide dan gagasan...
Orang yang berpikir biasa akan membicarakan kejadian...
Orang yang berpikir rendah hanya bisa membicarakan orang lain...

Kesuksesan bukan ditentukan oleh besarnya otak seseorang, melainkan oleh 
besarnya cara berpikir seseorang.

Orang yang berjiwa besar mudah memaafkan dan melupakan kekurangan atau kesalahan orang lain, dan berusaha untuk memperbaikinya...
Orang yang berjiwa biasa sulit melupakan kekurangn atau kesalahan orang lain...
Orang yang berjiwa kerdil tidak bisa melupakan kekurangan atau kesalahan orang lain, bahkan terus mengingat dan membicarakannya...

Hidup ini terlalu singkat untuk berpikir kecil dan melakukan hal-hal yang kecil!

Hidup ini menjadi tidak menarik dan tampak rumit bagi orang-orang yang berjiwa kerdil.


Kepada mereka yang punya impian besar, memiliki mental dan sikap positif, mau berbagi kebaikan dan kebahagiaan dengan orang lain, Tuhan memberi banyak kesempatan untuk maju dan peluang untuk sukses.


Baca: THINK BIG!





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan