Minggu, 29 November 2015

MEMBANGUN RUMAH MASA DEPAN




Ada seorang kaya yang baik hati ingin menunjukkan kebaikannya…
Pada suatu hari dia memperhatikan kondisi malang dari seorang tukang kayu tetangganya. Orang kaya itu memanggil tukang kayu yang miskin itu dan memberikan wewenang kepadanya untuk membangun sebuah rumah yang indah dan megah.

“Saya inginkan agar rumah itu menjadi sebuah rumah yang sungguh indah dan mengah. Gunakan saja bahan-bahan terbaik. Pekerja-pekerja terbaik, dan tidak perlu berhemat”, begitu petunjuk dari orang kaya itu.
Orang kaya itu memberi pesan bahwa dia akan mengadakan perjalanan jauh yang memakan waktu cukup lama, dan dia mengharapkan bahwa rumah itu sudah rampung pada saat dia kembali dari perjalanan.

Tukang kayu yang miskin itu melihat bahwa ini adalah sebuah ‘kesempatan’ yang sangat berharga dan tidak boleh dilewatkan begitu saja. Karena itu, dia menghemat bahan-bahan bangunan, menyewa pekerja-pekerja bermutu rendah yang mau dibayar murah, sedapat mungkin menutupi segala kekurangan-kekurangan dalam pembangunan rumah tersebut.

Ketika orang kaya itu pulang, tukang kayu itu menyerahkan kunci-kunci rumah kepadanya dan berkata, “Saya telah mengikuti semua petunjuk tuan dan membangun rumah sesuai dengan yang tuan inginkan.”

Orang kaya itu mengatakan, “Saya sangat senang”, dan kemudian menyerahkan kunci-kunci rumah baru itu kepada tukang kayu, dengan berkata, “Ini kunci-kunci rumah yang baru itu. Saya sudah menyuruh kamu membangun rumah untuk dirimu sendiri, kamu dan keluargamu menjadi pemilik rumah itu sebagai hadiah dari saya.”

Pada tahun-tahun selanjutnya, tukang kayu itu tidak pernah berhenti menyesali bagaimana dia telah menipu dirinya sendiri.

“Kalau saya tahu bahwa rumah itu saya bangun untuk diri saya sendiri…”, begitulah kata tukang kayu kepada diri sendiri.

Baca: BERHUTANG PADA KEHIDUPAN





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Rabu, 25 November 2015

BERHUTANG PADA KEHIDUPAN




“Di dunia ini bukanlah apa yang kita perjuangkan, melainkan apa yang bisa kita berikan yang membuat kita kaya. Mereka yang tidak suka memberi akan selalu merasa kekurangan.”

Albert Einstein berkata, “Saya mengingatkan diri saya ratusan kali dalam sehari bahwa hidup yang saya punya di dalam dan di luar diri saya adalah karena usaha orang lain yang masih hidup atau sudah meninggal. Dan karena itu, saya harus mengembangkan diri supaya saya bisa memberi sebanyak yang saya terima.”

Jika merenungkan kata-kata di atas, kita akan menemukan bahwa kita sudah berhutang kepada banyak orang, bahkan kepada Tuhan. Kita berhutang kepada orang tua yang sudah melahirkan, mendidik, dan membesarkan kita. Kita berhutang kepada guru-guru yang telah memberikan ilmu dan pola pikir yang benar. Kita berhutang kepada para pembimbing rohani yang mengajari tentang inti hidup dengan melatih karakter.

Kita berhutang kepada atasan yang telah memberikan ‘training & coaching’ untuk mengembangkan diri. Kepada perusahaan (dan pemilik perusahaan) yang telah memberi kita kesempatan kerja dan berkarya. Dan yang pasti, kita berhutang kepada Tuhan yang telah menganugerahkan telenta dan kemampuan kepada kita untuk menjalani kehidupan yang bermakna.

Jadi, marilah kita miliki prinsip seperti ini, bahwa apa yang kita terima harus kita teruskan pada orang lain. Pengetahuan yang kita miliki tidak boleh tetap terpenjara dalam benak kita. Berkah Tuhan, tak boleh tertahan di tangan kita. Sebaliknya, kita harus menjadi saluran berkat Tuhan. Mengapa? Karena apa yang kita simpan untuk diri kita sendiri akan lenyap, tetapi apa yang kita berikan pada orang lain akan kita miliki selamanya. Bukankah demikian?

Oleh karena itu, berbagilah hal positif, kebaikan, dan kebahagiaan dengan orang lain… Apapun bentuknya dan bagaimanapun caranya?

Untuk dapat menjalani kehidupan yang lebih baik, indah, dan menarik!







Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Selasa, 24 November 2015

BERPIKIR LAIN DARI BIASA



Pernahkah Anda mendengar cerita tentang gajah yang kakinya diikat rantai sejak kecil? Makanan dan minuman untuk gajah selalu disediakan di tempat yang mudah dijangkau tanpa harus berjalan jauh. Setiap kali ia buang air, selalu ada orang yang membersihkannya. Tempat gajah itu pun diberi peneduh sehingga ia tidak terkena hujan dan panas.

Setelah lebih dari 3 tahun, rantai yang mengikat kaki sang gajah dilepas. Apakah gajah itu akan berjalan jauh dari tiang tempatnya dirantai selama ini? Tidak! Gajah tersebut sudah “mendapatkan” cara hidup yang ditentukan oleh orang yang merantai kakinya. Gajah itu berhenti pada cara pandang itu. Ia bahkan takut memandang kehidupan dengan cara lain. Akibatnya, sang gajah tetap berada di sekitar tiang tempatnya terikat selama ini walaupun rantai di kakinya telah dilepas.


“Pikiran sempit mudah dipengaruhi dan dikecewakan oleh nasib malang, tetapi pikiran luas senantiasa berada di atas angin.”
(Washington Irving)


Sadarkan Anda, seringkali kita membatasi cara pandang. Akibatnya, Anda menjadi pribadi seperti “katak dalam tempurung”. Secara langsung, cara berpikir demikian akan mempengaruhi hasil karya Anda. Mari, lepaskan kacamata kuda yang selama ini kita kenakan. Mulailah menjadi orang yang terbuka dengan segala kemungkinan, termasuk ilmu, masukan, dan ide-ide baru.
  


“Dalam bekerja, rutinitas dan tanpa motivasi seringkali membuat kita ‘tidak mau’ belajar, bertumbuh dan mengembangkan diri; secara perlahan dan pasti akan ‘membunuh’ inisiatif dan kreativitas.”
(Johanes  Budi Walujo) 

Baca: PIKIRAN ANDA MENENTUKAN JALAN HIDUP ANDA!





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Minggu, 22 November 2015

TUHAN AKAN MENYELAMATKAN SAYA




Ada banjir melanda suatu daerah dan seorang yang percaya kepada Tuhan berusaha keras untuk menolong siapa saja sedapat mungkin…

Air sudah sampai ke lututnya dan masih terus naik ketika dia menolong seorang lelaki dan wanita yang terluka.

Sebuah mobil datang mendekat dan salah seorang berkata kepadanya, “Biarkan saya menyelamatkan kamu.”

Namun orang itu berkata, “Selamatkan dua orang ini, Tuhan akan menyelamatkan saya.”

Mobil itu menjauhi dia.

Air naik terus sampai ke pinggangnya, sementara dia terus berusaha untuk membantu seorang ibu dan dua anaknya.

Sebuah perahu karet penyelamat datang mendekat dan salah seorang berkata, “Mari, biarkan saya menyelaamatkan kamu.”

Tetapi orang itu berkata, “Selamatkan orang-orang malang ini. Tuhan akan menyelamatkan saya.”

Perahu karet itu menjauhi dia untuk menyelamatkan orang lain.

Air terus naik dan sekarang sudah sampai ke lehernya, dia terus berenang dan kemudian sebuah helikopter datang mendekat, salah seorang berteriak, “Mari, biarkan saya menyelamatkan kamu.”

Orang itu pun berkata, “Selamatkan saja orang lain, saya percaya Tuhan akan menyelamatkan saya.”

Air naik semakin tinggi lagi, akhirnya karena kelelahan dia tenggelam.
Dia menemukan dirinya berada di gerbang surgawi dan sang malaikat menuntun dia ke hadapan Tuhan Yang Maha Kuasa.

Orang itu berkata, “Tuhan, saya menjalani hidup yang baik, memberi makan kepada yang lapar, menolong para tuna wisma, sering berdoa dan menghantar banyak orang untuk percaya pada-Mu. Katakan padaku, mengapa Engkau tidak menolong aku ketika aku berada di tengah banjir itu?”


Tuhan menjawab, “Jangan persalahkan Aku. Aku sudah berbuat untuk menolong kamu, bukankah Aku sudah mengirim mobil, perahu karet, dan helikopter untuk menyelamatkanmu dari banjir…”






Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w

PIKIRAN ANDA MENENTUKAN JALAN HIDUP ANDA!




Pada suatu hari seorang anak muda berjalan di sebuah jalan desa. Waktu itu pagi buta dan dia ingin bertemu dengan beberapa sahabat yang tinggal agak jauh dari tempat tinggalnya. Dia mengenakan baju berwarna coklat, rambutnya baru dicukur rapi, dan sandalnya menyeret tanah sehingga debu berterbangan diterpa sinar matahari pagi.

Sekitar siang hari dia mulai merasa lelah. Sudah waktunya untuk makan siang tetapi dia lupa membawa bekal. Dia mulai merasa agak kesal, bahkan sedikit bingung memikirkan perjalanannya yang masih panjang, teriknya matahari dan “mengapa” dia harus melakukan perjalanan itu.

Dia sama sekali tidak berkonsentrasi ke jalan dan sangat terganggu kira-kira pada pukul 13.30. Di saat itu dia terantuk pada sebuah batu yang terletak di tengah jalan. Dia bahkan tidak melihat batu itu karena hanyut oleh pikiran dan keprihatinannya. Bagaimanapun juga dengan luka pada jari kakinya, dia baru menyadari akan lingkungannya.

Apa sebab batu ini ada di sini? Pikirannya berpindah pada arah yang baru. Mengapa batu itu berada di tengah jalan yang dilewatinya? Apakah ada seseorang yang dengan sengaja meletakkannya di situ? (Batu bertambah besar). Pasti, ada orang yang sengaja menempatkan batu itu di sana sehingga dia terantuk. (Batu semakin bertambah besar lagi). Ada orang yang tidak suka dengannya. (Batu itu sekarang menjadi begitu besar sehingga menutupi seluruh jalan). Pikirannya mulai membuat daftar nama orang-orang yang tidak menyukainya dan barangkali yang tidak dapat bergaul dengannya.

Pada saat itu, batu sudah menjadi seperti sebuah gunung yang sangat besar. Anak muda itu duduk di pinggir jalan di bawah naungan sebatang pohon, memandang gunung raksasa yang menghalangi semua usahanya dan mengacaukan rencananya.

Di jalan yang sama itu lewat seorang wanita tua dan melihat anak muda yang sedang kebingungan. Wanita itu mendekatinya dan menanyakan apa yang menjadi masalahnya. Anak muda itu mengatakan seluruh cerita tentang keinginannya, maksud baiknya dan bagaimana dia sudah terluka jari kakinya dan dirintangi oleh sebuah gunung yang besar yang dipasang seseorang di jalan itu. Wanita tua itu menyiapkan sedikit waktu untuk bercakap-cakap dengan anak muda itu. Kemudian wanita itu pergi ke tengah jalan, mengambil sebuah batu kecil dan melemparkan batu itu ke seberang jalan. Anak muda itu sangat terkejut dan keheranan. Ketika meninggalkan tempat kejadian dan nasibnya telah bertemu dengan wanita tua tersebut, dia memperhatikan bahwa gunung yang ada dipikirannya itu hanyalah sebuah batu kecil, tidak terlalu besar sebenarnya untuk mencegah dia melakukan perjalanan untuk menjumpai sahabat-sahabatnya.


UNTUK DIRENUNGKAN:
Di sepanjang perjalanan hidup kita, sering pikiran kita yang negatif mempengaruhi arah perjalanan dan tujuan semula dari hidup kita. Lingkungan tempat kita hidup dan dimana kita bergaul, situasi dan kondisi kehidupan yang sedang kita alami, bahkan pemahaman tentang kehidupan serta keyakinan yang kita anut, mau atau tidak mau, sengaja maupun tidak disengaja akan mempengaruhi jalan hidup kita…

Untuk itu, hati-hatilah dengan cara Anda berpikir!






Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w

Rabu, 11 November 2015

JANGAN MEMPERSULIT ORANG!




“Bila kita bisa memberikan cara-cara yang lebih mudah, lebih sederhana, mengapa harus memakai cara yang sulit dan rumit?”


Suatu hari, saya mengalami masalah pada paket BlackBerry. Saya sudah mengaktifkan paket yang saya inginkan, tapi sampai beberapa jam kemudian, paket tersebut masih belum aktif juga. Jadi, saya putuskan menelpon customer service untuk meminta bantuan.

Seorang wanita menjawab telepon saya. Ia menanyakan banyak hal yang sebenarnya membuat saya agak kesal sampai saya putuskan pembicaraannya, karena merasa dipersulit. Selang beberapa waktu kembali saya menelepon customer service. Pria ini menanyakan beberapa hal yang sama seperti wanita tadi. Namun bedanya, customer service yang kedua ini menggunakan bahasa yang lebih sederhana dan mudah dimengerti. Dan satu hal yang penting adalah, ia mempermudah saya untuk memahami kesalahan yang terjadi pada paket yang saya pilih.

Dari pengalaman saya tersebut di atas, banyak pribadi di sekeliling kita yang tidak memberikan solusi, tapi justru mempersulit. Alasan yang umum digunakan adalah mematuhi prosedur. Unsur pembeda dalam hal ini adalah cara melayani. Penggunaan bahasa sederhana dan kemauan mendengarkan keluhan dengan baik akan membuat perbedaan. Yang perlu saya tekankan, keinginan membantu dan mempermudah orang lain adalah yang utama. Yang saya maksud “mempermudah” di sini tentu berada dalam koridor yang positif.

Dalam bekerja, jika kita bisa melakukannya dengan cara lebih sederhana - efektif dan efisien, kenapa “milih” yang rumit dan sulit, yang menguras tenaga dan pikiran, bahkan biaya ekstra?

Baca: BEKERJA DENGAN HEBAT!






Untuk informasi lebih lanjut hubungi:

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Sabtu, 31 Oktober 2015

LEPASKANLAH YANG ENGKAU GENGGAM ITU!




Pada suatu ketika hidup seorang tua. Dia sangat mencintai pulau kecil - tanah kelahirannya itu sehingga pada saat hampir mati dia memanggil anak-anaknya dan meminta mereka untuk membawanya ke luar rumah lalu meletakkannya di atas tanah. Sesaat sebelum dia menghembuskan nafasnya yang terakhir, dia berusaha menggapai tanah di sisinya dan dapat mengambil segenggam tanah.

Sekarang dia muncul di depan gerbang surga. Tuhan menampakkan diri sebagai seorang tua yang berjenggot dan beruban datang menyalami dia, “Selamat datang! Engkau memang seorang yang baik selama hidup. Silakan masuk dalam kerajaan surga.” Tetapi ketika orang tua itu hendak melangkah masuk ke dalam gerbang surga, Tuhan mengatakan kepadanya, “Engkau harus melepaskan tanah yang ada dalam genggamanmu itu.” Orang tua itu menjawab, “Tidak akan pernah”, sambil melangkah mundur. Karena itu Tuhan meninggalkan dia di luar gerbang surga.

Beberapa jaman berlalu dan Tuhan datang lagi dengan menampakkan diri sebagai seorang sahabatnya, teman minumnya dulu. Mereka minum bersama sambil bercerita kisah-kisah kenangan. Kemudian Tuhan berkata kepadanya, “Baik, sekarang sudah waktunya kamu untuk masuk surga, sahabatku. Mari kita pergi.” Lalu mereka berjalan untuk memasuki gerbang surga. Sekali lagi Tuhan meminta orang tua itu melepaskan tanah yang ada di dalam genggamannya tetapi dia menolak.

Waktu pun berlalu dan Tuhan kali ini datang menampakkan diri sebagai seorang cucu yang lucu dan paling disayanginya. Dia berkata, “Kakek, engkau memang hebat; kami semua sangat rindu padamu. Mari masuk ke surga bersama dengan saya.” Orang tua itu mengangguk dan cucu itu menopang dia sebab pada saat itu dia sudah menjadi sangat tua dan menderita arthritis. Penyakit ini begitu menyakitkan sehingga dia harus menggenggam tanah dengan dengan kedua tangannya. Mereka berjalan menuju gerbang surga dan pada saat mendekati gerbang surga kekuatannya habis. Jari-jarinya sudah tidak kuat lagi untuk menggenggam tanah tadi sehingga akhirnya tanah itu berjatuhan. Sekarang tangannya sudah kosong, kemudian dia masuk ke surga.



Hal pertama yang dilihatnya setelah masuk ke gerbang surga ialah pulau indah tanah kelahiran yang sangat dicintainya itu, padahal selama ini tanah dari pulau itu hanya dia genggam…

Baca: LEPASKAN DAN RELAKANLAH...





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w

Minggu, 25 Oktober 2015

APA MAKSUD ANDA BERINVESTASI?




Apa sebetulnya tujuan investasi? Kapan seseorang butuh berinvestasi? Salah satu tujuan berinvestasi adalah memenuhi kebutuhan finansial di masa datang yang dananya belum tersedia saat ini. Jadi berinvestasi tidak berarti seseorang harus memiliki uang yang banyak saat ini.
Berinvestasi ternyata belum menjadi kebiasaan banyak orang di negeri ini. Bahkan, banyak orang merasa ngeri dengan kata ini. Investasi dianggap sulit dilakukan karena banyak menggunakan istilah-istilah yang sulit dipahami. Sebagian lagi berpikir investasi itu membutuhkan dana besar. Kalaupun ada kelebihan uang, umumnya orang lebih memilih pergi ke bank untuk menabung.
Salah satu strategi berinvestasi adalah dengan cara mencicil atau menyisihkan sedikit demi sedikit dana yang dimiliki setiap bulan selama jangka waktu tertentu. Dengan cara tersebut, kebutuhan dana dalam jumlah besar di masa datang dapat dipersiapkan sejak jauh-jauh hari dengan lebih ringan. Lantas, apa bedanya investasi dengan menabung?
Dengan menabung, orang juga menyisihkan dana untuk mendapatkan akumulasi dana yang sesuai kebutuhan di masa depan. Yang membedakan dengan investasi adalah hasil akhir dari akumulasi atau pengumpulan dana tersebut. Dengan menabung, bunga yang diperoleh setiap tahun hanya berkisar antar 1-2 persen. Bila dibandingkan dengan angka inflasi atau kenaikan harga-harga barang pokok, maka bunga tabungan lebih kecil. Saat ini inflasi berada di kisaran 7-8 persen. Artinya uang yang ditabung tidak akan cukup untuk menyamai kenaikan harga. Atau dengan kata lain, nilai uang yang dikumpulkan, dalam jangka panjang, akan berkurang karena tak bisa mengimbangi kenaikan harga.
Contoh, uang yang ditabung untuk biaya kuliah anak senilai Rp 200 juta lima tahun ke depan. Dengan menyisihkan Rp 3,3 juta per bulan selama lima tahun, si penabung akan memperoleh uang pendidikan anaknya Rp 200 juta. Persoalannya, dalam lima tahun dari sekarang, biaya pendidikan yang setara tidak lagi senilai itu, tetapi bisa naik menjadi Rp 380 juta (dengan asumsi kenaikan biaya pendidikan 15 persen per tahun).
Baca: STRATEGI MENABUNG GRATIS!
Berinvestasi memberi peluang return atau imbal hasil investasi jauh lebih besar dibanding bunga yang diberikan bank. Dengan cicilan dana yang disisihkan sama-sama Rp 3,3 juta, misalnya, hasil yang diperoleh pada akhir tahun investasi memberikan peluang untuk mencukupi kebutuhan sesuai nilai di masa depan tersebut.
Ada banyak jenis produk investasi. Tanah dan properti, misalnya juga merupakan produk investasi. Namun tanah atau bangunan tidak gampang dijual bila dana investasi dibutuhkan segera. Dalam istilah investasi, produk yang tidak mudah diperjualbelikan disebut tidak likuid.
Instrumen investasi di pasar modal menjadi salah satu alternatif investasi yang likuid, atau bisa dengan mudah dijual dan dibeli sesuai kebutuhan. Membeli saham langsung di pasar modal butuh dana investasi sedikitnya Rp 20 juta. Keuntungan yang dihasilkan cukup tinggi dalam jangka panjang. Selama 10 tahun terakhir, bila dirata-ratakan, hasil investasi saham berkisar 18-20 persen per tahun. Namun, tidak setiap tahun investasi di saham menguntungkan, ada risiko penurunan hasil investasi yang sama besar dalam tahun-tahun tertentu.
Alternatif investasi di pasar modal yang lebih murah dan lebih mudah dipahami adalah dengan membeli reksa dana. Reksa dana dikelola manajer investasi. Jadi, investor hanya perlu mencari manajer investasi yang daftarnya bisa dilihat di web Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan memilih produk reksa dana yang sesuai kebutuhan.
Baca: 
Cara lain, dengan mencari reksa dana melalui bank tempat nasabah biasa menyimpan uang. Hampir sebagian bank-bank besar saat ini menjadi agen penjual reksa dana. Kerja sama antara manajer investasi dan bank dilakukan untuk mempermudah masyarakat mendapatkan akses informasi dan akses berinvestasi.
Dengan berinvestasi dalam jangka panjang, setiap orang dapat memanfaatkan berbagai produk investasi di pasar modal yang likuid. Melalui investasi, setiap orang memiliki kesempatan untuk mengumpulkan uang untuk mencukupi kebutuhan di masa datang.

Baca: MERUBAH NASIB!





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Sabtu, 24 Oktober 2015

MODAL BISNIS BUKANLAH HANYA SEBATAS UANG




Banyak para calon pengusaha yang akan memulai bisnis mengeluh tentang modal, padahal nyatanya, modal bisnis bukanlah hanya sebatas uang. Modal dalam bentuk lain yang dibutuhkan untuk membangun bisnis misalnya: niat dan kemauan yang kuat, kepercayaan atau kredibilitas-nama baik, dan jaringan yang kita miliki adalah modal yang mendasar dan paling dibutuhkan selain uang.
Jika Anda berpikir terbuka dan mau berusaha lebih keras, berikut ini, adalah beberapa solusi yang dapat Anda lakukan untuk memulai bisnis:
1. Bayar Mundur
Jika Anda tidak punya uang saat ini. Anda bisa melakukan negosiasi untuk bayar mundur dengan batas waktu tertentu. Biasanya seorang supplier atau mitra bisnis lainnya akan setuju untuk bayar mundur dengan syarat tertentu misalkan jaminan, atau bayar lebih mahal dari harga aslinya. Tapi dengan bayar mundur ini, setidaknya Anda sudah bisa memulai bisnis Anda. Tapi ingat selalu tepati pembayaran sesuai kesepakatan.
2. Barter
Anda tidak punya uang cash untuk usaha Anda, misal membeli barang, sewa tempat dan lain sebagainya. Meskipun terkesan kuno, tapi siapa sangka cara ini masih digunakan oleh banyak pebisnis. Anda bisa tukarkan barang atau sumber daya miliki Anda lainnya dengan barang atau sumber daya miliki partner Anda. Yang terpenting adalah bagaimana cara Anda melakukan negosiasi agar transaksi ini sama sama menguntungkan kedua belah pihak.
3. Kerja sama
Cara ini adalah cara paling umum yang dilakukan para pengusaha pemula yang akhirnya berhasil memulai usahanya. Menjadi seorang pengusaha memang tidak bisa seperti Superman yang semua bisa ditangani sendiri. Dengan bekerja sama Anda bisa saling melengkapi. Jika Anda tidak punya uang, maka bekerjasamalah dengan pihak yang memiliki uang. Bisa investor, patungan dengan teman atau keluarga dan lain sebagainya. Atau Anda bisa juga kerjasama bagi hasil dengan yang punya tempat sehingga Anda tidak perlu bayar sewa. Dan masih lagi bentuk kerja sama lainnya.
4. Mulai dari hal kecil
Negosiasi tidak berhasil, barter tidak ada yang mau, kerjasama juga belum memungkinkan. Maka mulai saja dari hal kecil yang bisa Anda lakukan di usaha itu. Misalkan Anda mulai mencicil peralatan, berjualan dulu dengan jumlah kecil dan lainnya. Menawarkan kerjasama apalagi sifatnya investasi memang masih sedikit rentan apalagi kepada pebisnis pemula yang belum memiliki pengalaman.
Maka dengan Anda memulai bisnis tanpa Anda sadari, investor, mitra bisnis orang orang di sekeliling Anda akan melihat kesungguhan Anda. Maka ketika Anda suatu saat meminta bantuan kerjasama kembali untuk bisnis Anda itu. Pertimbangan mereka bertambah kuat karena melihat kesungguhan Anda dalam memulai bisnis.
5. Gaet Pasarnya dulu
Banyak pengusaha pemula yang terburu buru untuk langsung memiliki bisnis yang besar, produksi ataupun menyewa tempat usaha. Padahal ada suatu usaha yang bisa di lakukan tanpa modal. Ya usaha itu sedang tren saat ini. Menjadi pemasar, menggaet pasar dulu adalah cara terbaik dan termudah dalam memulai usaha. Kita hanya perlu berpromosi jika ada yang membeli Anda bisa meminta uangnya terlebih dahulu atau minimal DP. Lalu baru Anda membeli barangnya, dan Anda bisa mengambil untung dari harga selisih tersebut.
Banyak pengusaha yang memulai bisnisnya dari memasarkan produk atau jasa orang lain terlebih dulu. Bahkan tak sedikit yang menjadi kaya meski tak memiliki produk sendiri dan hanya memasarkan prosuk orang lain. Baru setelah memiliki pasar yang loyal, potensial dan modal yang memadai mereka memproduksi sendiri.

Baca: APAKAH ANDA COCOK MENJADI SEORANG PENGUSAHA?






Untuk informasi lebih lanjut hubungi:


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Sabtu, 17 Oktober 2015

CARA MENCIPTAKAN KEBAHAGIAAN




“Sukses akan diraih oleh orang yang telah berusaha dan menjaga sikap mental positif.”
(W. Clement Stone)


Saya pernah membaca sebuah tulisan yang menyatakan, “Hidup adalah ciptaan. Kita dapat menciptakan sukacita dan kegembiraan. Ciptakanlah hari ini menurut cara yang Anda kehendaki. Ciptakanlah syukur ke mana pun Anda pergi. Lakukanlah hobi Anda. Lakukan sesuatu yang belum pernah Anda lakukan sebelumnya dan lakukanlah dengan penuh semangat. Anda dapat menciptakan surga di atas bumi. Semuanya itu terserah pada Anda sendiri.”

Sahabats, tahukah Anda bahwa setiap hari itu selalu bergantung pada pilihan kita? Kitalah yang memutuskan bahwa sesuatu harus terjadi atau tidak, karena itu buatlah setiap hari menakjubkan. Ketika kita bangun pada pagi hari, ucapkanlah kata-kata seperti:

Hari ini akan penuh dengan kebahagiaan
Saya baik
Saya sehat
Saya gembira
Saya hidup dengan sukacita berlimpah
Saya diberkati
Saya hidup, tumbuh, dan berkembang setiap hari
Saya menyukai setiap kegiatan yang saya lakukan
Saya mencintai pekerjaan saya
Saya orang yang positif
Saya membagi kesenangan saya dengan siapa saja yang saya jumpai
Saya mengharapkan hanya yang terbaik yang terjadi dalam hidup saya
Saya melompat dari satu kebahagiaan ke kebahagiaan lain, dari satu kemenangan ke kemenangan lain...
(silakan pilih apa pun kalimat yang Anda inginkan)


Van Crouch dalam bukunya Dare to Succeed berkata, “Hari kemarin berlalu dan hari esok mungkin tidak akan pernah menghampiri hidup kita. Satu-satunya yang kita miliki adalah hari ini. Buatlah hari ini berarti! Kita akan menjadi apa yang kita pikirkan sepanjang hari.”

Karena itu, mulailah pikirkan hal-hal yang menyenangkan setiap harinya, niscaya hari-hari kita pun akan menjadi lebih baik, indah, dan menarik...

Jika Anda percaya akan kebahagiaan, kemajuan, kegembiraan, dan kesuksesan.
Maka, berbicaralah hanya tentang kebahagiaan,
          berbicaralah hanya tentang kemajuan,
          berbicaralah hanya tentang kegembiraan,
          berbicaralah hanya tentang kesuksesan.

Baca: APA ITU SELF TALK?





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan