Minggu, 10 Mei 2015

HORMON KEBAHAGIAAN




THE MIRACLE of ENDORPHIN

Dalam kehidupan ini,
Kita seringkali akan terluka oleh orang lain, kadang-kadang sengaja, kadang-kadang tidak sengaja.

Bagaimana kita mengatasi rasa SAKIT HATI , akan menentukan kebahagiaan dalam hidup kita sendiri.

Bila kita MEMENDAM rasa sakit hati dalam hidup kita dan terus menyimpannya, ini disebut DENDAM dan KEBENCIAN.

Jika seseorang menyakiti kita di tahun-tahun yang lalu dan kita masih menyimpan dendam, itu akan MERACUNI PIKIRAN dan mempengaruhi perjalanan hidup kita sendiri.

Untuk kesehatan dan kebahagiaan kita sendiri, kita harus belajar untuk MEMAAFKAN dan MELEPASKAN 'rasa' sakit dan dendam itu. Baca: Tebanglah, dan Lupakanlah!

Jika seseorang sedang marah, panik, cemas, takut, merasa TERTEKAN , maka otaknya mengeluarkan NOR-adrenalin, hormon yang sangat BERACUN.

Di antara RACUN ALAMI ,
hormon ini menempati urutan kedua setelah bisa ular. 

RACUN INI membuat fisik kita sakit-sakitan, cepat tua, dan cepat mematikan syaraf.

Jika seseorang mampu mengendalikan PIKIRAN dan PERASAANNYA sehingga menghadapi segala sesuatu secara POSITIF, maka otak akan mengeluarkan HORMON BETA-endorfin.

Hormon KEBAHAGIAAN ini berkhasiat MEMPERKUAT daya tahan tubuh,
MENJAGA sel otak tetap muda, MELAWAN penuaan, MENURUNKAN agresivitas, MENINGKATKAN semangat, daya tahan tubuh dan kreativitas.

Karena itu BERSIKAPLAH POSITIF jika ingin hidup bahagia, sehat dan berumur panjang. Sikap positif akan terpancar dari SENYUM kita yang penuh keikhlasan. Baca: 

MAAFKAN lah dengan tulus ikhlas ucapan dan perilaku orang yang menyakiti hati kita karena itu hanyalah masalah "RASA", yang seharusnya mampu kita kendalikan. Baca: Kisah tentang Kentang Busuk...

(Dikutip dari: The miracle of Endorphin ~ Dr Shigeo Haruyama)





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w

BAGAIMANA MENGAMBIL TINDAKAN YANG TEPAT?




Pikiran adalah kekuatan kreatif atau kekuatan pendorong yang menyebabkan kekuatan kreatif bekerja...

Berpikir dengan pasti akan memberikan kekayaan kepada Anda, namun Anda tidak boleh hanya bersandar pada pikiran atau mengabaikan perilaku. Karena seperti inilah yang membuat para saintis mengalami kegagalan: kegagalan menghubungkan pikiran dengan tindakan personal.

Kita tidak pernah mencapai tahap perkembangan – bahkan tidak yakin bahwa tahapan semacam itu ada – dimana seseorang dapat menciptakan sesuatu tanpa melewati proses alamiah atau memanfaatkan orang lain. Seseorang tidak boleh hanya berpikir, namun tindakan dan perilakunya harus bisa mendukung pikirannya.

Pikiran mendorong segala sesuatu, animasi ataupun bukan animasi, bekerja untuk memenuhi keinginan, namun aktivitas Anda harus bisa berjalan sehingga Anda dapat benar-benar menerima apa yang Anda inginkan ketika hal itu mendekati Anda. Anda tidak boleh menganggapnya sebagai hadiah, atau mencurinya. Anda harus memberi setiap orang dengan nilai yang lebih daripada yang diberikan oleh mereka kepada Anda.

Pikiran berisi metode menciptakan gambaran mental yang jelas mengenai apa yang Anda inginkan, mempertahankan tekad Anda agar dapat mewujudkan cita-cita, dan menyadari keteguhan yang diperlukan agar Anda bisa mendapatkan apa yang Anda inginkan.

Jangan pernah mencoba “memproyeksikan” pikiran dengan cara yang misterius atau gaib, merasa bahwa sesuatu akan terlahir begitu saja dan mengerjakan segalanya untuk Anda. Itu adalah upaya yang sia-sia dan akan memperlemah kekuatan pikiran waras Anda.

Keteguhan dan tekad Anda secara positif membentuk visi Anda, yang memiliki keinginan sama dari kehidupan yang Anda miliki, dan visi ini menerima dari Anda serangkaian kekuatan kreatif yang dapat dioperasikan melalui saluran kreatif dan diarahkan menuju diri Anda.

Anda tidak harus menuntun atau mengawasi proses kreatif, itu bukanlah tugas Anda. Yang perlu dilakukan ialah mempertahankan visi, menguatkan tekad, dan mempertahankan keteguhan. Tetapi Anda harus bertindak dengan cara yang pasti, sehingga Anda layak mendapatkan apa yang memang milik Anda. Ketika hal itu menghampiri Anda dan Anda dapat mendapatkan sesuatu yang telah Anda gambarkan serta meletakkannya di tempat yang tepat.

Anda dapat melihat kebenaran dari hal ini. Ketika sesuatu menghampiri Anda, maka ia barangkali berada di tangan orang lain, yang akan meminta hal yang sama dengan apa yang Anda inginkan. Dan satu-satunya cara Anda mendapatkan milik Anda ialah memberikan kepada orang lain apa yang menjadi milik mereka.

Dompet Anda tidak akan pernah berubah menjadi kotak keberuntungan yang selalu berisi penuh uang tanpa upaya apapun dari Anda.

Inilah titik penting dalam ilmu tentang kiat menjadi kaya: bagaimana memadukan pikiran dan tindakan personal. Ada banyak orang yang sadar atau tidak, menyulut kekuatan kreatif dengan memakai kekuatan keinginan mereka, namun mereka tetap miskin karena tidak dapat menyediakan tempat bagi hal-hal yang mereka inginkan di saat semua itu menghampiri mereka.
Dengan pikiran, segala yang Anda inginkan dikirim kepada Anda. Dengan tindakan, Anda menerimanya.

Apapun tindakan Anda, yang jelas Anda harus bertindak SEKARANG. Anda tidak dapat bertindak di masa lalu, dan hal yang sangat penting bagi visi mental Anda ialah menyingkirkan masa lalu dari benak. Anda juga tidak dapat bertindak di masa depan, karena masa depan belum terwujud. Anda juga tidak dapat mengatakan tindakan seperti apa yang hendak Anda lakukan di masa depan hingga masa itu datang.

Jika sekarang Anda tidak berada dalam bisnis atau lingkungan yang tepat, jangan pernah berpikir untuk tidak cepat-cepat mengambil tindakan sampai mendapatkan bisnis atau lingkungan yang tepat. Jangan membuang-buang waktu; yakinlah bahwa Anda mampu menghadapi kendala apapun yang akan muncul.

Apabila Anda bertindak pada saat ini sementara pikiran berada di masa depan, maka tindakan Anda saat ini dilakukan dengan pikiran yang terbelah, dan itu tidak efektif.

Tempatkan pikiran Anda sepenuhnya pada tindakan saat ini.
Jangan berikan dorongan-dorongan kreatif pada substansi orisinil, dan kemudian hanya ongkang-ongkang kaki dan menunggu hasil. Jika Anda melakukan hal ini, Anda tidak akan pernah mendapatkannya. Bertindaklah sekarang. Tak akan pernah ada waktu lain, selain sekarang, dan tak ada waktu lain selain saat ini. Apabila Anda telah siap menerima apa yang Anda inginkan, maka Anda harus memulainya SAAT INI.

Dan tindakan Anda, apapun itu, harus dilakukan pada bisnis atau pekerjaan saat ini, dan harus didasarkan pada segala sesuatu yang ada dalam lingkungan Anda saat ini. Anda tidak dapat bertindak di tempat dimana Anda tidak ada, Anda tidak bisa bertindak di tempat yang sudah Anda tinggalkan, dan Anda tidak dapat bertindak di tempat yang tengah Anda tuju. Anda hanya bisa bertindak di tempat Anda berada.

Jangan pernah merisaukan hal-hal semisal apakah pekerjaan esok hari berjalan dengan lancar atau tidak; kerjakan apa yang dihadapi saat ini dengan baik. Jangan pernah mencoba, dengan peranti-peranti gaib atau mistik, untuk melakukan tindakan pada orang atau sesuatu yang berada di luar jangkauan Anda. Jangan menunggu sampai lingkungan berubah; ubahlah lingkungan dengan tindakan Anda.

Anda hanya dapat bertindak di dalam lingkungan tempat Anda berada saat ini, sehingga membuat Anda berpindah ke lingkungan yang lebih baik.
Peganglah dengan teguh visi tentang diri yang tengah berada di lingkungan yang lebih baik, bertindaklah berdasarkan lingkungan Anda saat ini dengan sepenuh hati, sepenuh kekuatan, dan sepenuh pikiran.

Jangan membuang waktu, terjebak dalam impian kosong; pegang teguh satu visi mengenai apa yang Anda inginkan dan bertindaklah SEKARANG.
Jangan mencari sensasi, mencari-cari hal baru yang harus dilakukan atau melakukan sesuatu yang aneh, tak lazim, atau bermakna dan menjadikannya sebagai pijakan untuk meraih kekayaan. Barangkali ada saat dimana tindakan Anda akan sama dengan tindakan yang pertama kali Anda ambil (atau statis), tetapi apa yang Anda mulai saat ini dengan pasti merupakan hal yang akan menjadi Anda kaya.

Jika Anda menggarap sebuah bisnis yang tepat, dengan tekad dan keyakinan untuk mendapatkannya, namun BERTINDAKLAH mulai dari sekarang. Manfaatkan bisnis Anda sekarang sebagai alat untuk mendapatkan bisnis yang lebih baik, dan gunakan lingkungan sekarang sebagai peranti untuk berada pada lingkungan yang lebih baik. Visi Anda tentang bisnis yang tepat, jika dipadukan dengan tekad dan keteguhan hati, akan memicu kekuatan luar biasa yang dapat menggerakkan bisnis yang tepat. Sementara tindakan Anda, jika dilakukan dengan cara yang tepat, akan menggerakkan Anda menuju bisnis yang Anda cita-citakan.

Apabila Anda adalah pekerja atau buruh harian dan merasa bahwa Anda harus mengubah tempat Anda agar dapat meraih impian, maka jangan “memproyeksikan” pikiran pada sebuah ruang dan mengandalkannya untuk mendapatkan pekerjaan lain. Anda hanya akan menuai kegagalan.
Pertahankan visi mengenai pekerjaan yang Anda inginkan di saat Anda BERTINDAK dengan kebulatan hati pada pekerjaan yang Anda geluti, sehingga pada akhirnya Anda akan mendapatkan pekerjaan impian Anda.
Visi dan keteguhan hati akan menggerakkan kekuatan kreatif dan menariknya pada Anda, sedangkan tindakan Anda akan mengantarkan Anda pada tempat yang Anda inginkan.
(Sumber: “Acting in The Certain Way”, Wallace D. Wattles)

Baca: APA ITU PIKIRAN BAWAH SADAR?





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w

Rabu, 06 Mei 2015

APA KENDALA ORANG TIDAK SUKSES?




GAK BISA! MANA MUNGKIN?
  
Coba Anda perhatikan, berapa kali dalam sehari kita mendengar orang lain, bahkan diri kita mengucapkan kalimat di atas?

Boleh jadi kita termasuk orang yang dengan cepat mengeluarkan pernyataan itu ketika mendengar sebuah peluang yang menantang. Begitu giatnya kita, secara sadar atau tidak, membangun tembok-tembok yang menjadi penghambat berkembangnya potensi diri yang inginnya menggapai banyak hal, dan meraih banyak impian.



Banyak orang yang menyalahkan orang lain atau keadaan atas kegagalan yang dialaminya. Banyak orang yang mencari berbagai macam alasan karena kegagalannya. Dan banyak orang melakukan pembenaran akibat dari kegagalannya.
Mereka tidak mau belajar!

Kehidupan orang-orang yang tidak sukses diatur dan dibayangi oleh rasa ragu serta kegagalan-kegagalan mereka di masa lalu.

Kita menjadi seperti sekarang ini karena kita selalu dikuasai oleh pikiran-pikiran yang ada di benak kita. Pikiran negatif muncul dalam diri seorang negatif yang terikat oleh situasi negatif yang ia ciptakan sendiri.
Orang-orang yang berpikiran negatif selalu merana dalam hidupnya…
·   Menimbulkan kebimbangan saat kita hendak membuat sebuah keputusan penting untuk kemajuan dan perkembangan perusahaan.
·   Menular kepada orang-orang yang ada di sekitar kita, secara langsung dan tidak langsung mendemotivasi Tim Kerja, dan perlahan tapi pasti membuat mereka putus asa.
·   Membuat kita bertindak secara membabi buta, sehingga kita tidak dapat melihat sebuah peristiwa secara proporsional. Misalnya, bila ada atap bocor sedikit saja, dilihatnya seakan-akan rumah mereka diserang badai.
·   Mempersempit batas kemampuan kita. Ketika seorang yang berpikiran negatif merasa, ia tidak punya harapan, maka saat itulah ia sudah menutup kemampuannya sendiri untuk berhasil. Dan oleh karena itulah tidak dapat membangun dan mengembangkan Tim Kerja-nya menjadi optimal.

Banyak peristiwa yang membuat mereka, barangkali termasuk kita tertahan, bahkan impiannya terkubur dalam-dalam dan merasa tak berdaya.

Namun, kita juga menyaksikan dan bertanya-tanya mengapa sebagian kecil orang mampu mendorong diri mereka, keluar dari ketidakberdayaan dan terbang bebas ke angkasa, meraih hidup yang mereka impikan.
Menjalani kehidupan yang baik, indah, dan menarik!

Baca: APA ITU SELF TALK?


“Tak akan ada yang dapat menghentikan orang yang bermental positif untuk mencapai tujuannya. Sebaliknya, tak ada sesuatu pun di dunia ini yang dapat membantu seorang yang sudah bermental negatif.”
(W.W. Ziege)


Kini, saatnya untuk mewujudkan mimpi Anda yang sesungguhnya.
Bahagia adalah saat meraih apa saja yang Anda inginkan, saat memiliki kemampuan untuk berbagi, dan saat sebuah senyuman terima kasih menyapa.
Untuk itu, berkaryalah dengan baik. Berikanlah yang terbaik yang ada di dalam diri Anda, untuk diri Anda dan bagi orang-orang yang ada di sekitar Anda…


“Kemerdekaan terakhir yang dipunyai seseorang ialah saat ia menentukan suatu sikap pada saat dihadapkan pada keadaan dan situasi tertentu.”
(Victor Frankl)

Baca: HIDUPLAH PENUH MAKNA





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w

Senin, 04 Mei 2015

PIKIRAN MEMPENGARUHI HARGA DIRI




Berhati-hatilah dengan cara berpikir Anda!

Presiden Direktur sebuah perusahaan besar menceritakan memiliki dua jenis orang yang bekerja padanya, yaitu ‘PERENGEK’ dan ‘PEMIKIR’

Saat bekerja, Perengek biasanya datang ke atasannya untuk mengeluh. “Mereka hebat dalam menemukan kesalahan pada orang lain dan berkata pada saya apa yang salah dengan system kami.”
Pemikir datang pada saya bersama dengan ide. Katanya, “Mereka melihat permasalahan yang sama seperti para Perengek, tapi mereka telah memikirkan pemecahan yang mungkin.”
Pemikir, dengan kata lain punya rasa memiliki pada perusahaan dan menciptakan masa depan perusahaan dengan pemikiran mereka. Bagi Perengek, begitu masalah diidentifikasi, reaksi mereka atas masalah-masalah itu telah ditunjukan, tapi pemikiran mereka berhenti.


Berhati-hatilah dengan cara pandang Anda!



Di mana pun kita berada pasti akan menemukan hal-hal yang kurang, yang tidak sesuai dengan harapan dan keinginan kita. Daripada terus mengeluhkannya, bukankah lebih baik kita mencari jalan ke luarnya?

Naikkan standar hidup kita dari seorang Perengek menjadi seorang Pemikir. Janganlah hanya pandai mengeluhkan keadaan, tetapi pandailah dalam memecahkan setiap masalah. Pada akhirnya, seorang Pemikirlah yang akan bertahan dalam masa-masa yang sulit…

Baca: BERPIKIR LAIN DARI BIASA






Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w

Rabu, 29 April 2015

PEMIMPIN YANG EFEKTIF




"Keberanian itu adalah berani berdiri dan berbicara. Keberanian juga berani untuk duduk dan mendengarkan." Demikian kutipan mantan Presiden Amerika Serikat, Winston Churchill.  
Butuh keberanian sebagai pegawai untuk memberikan usulan kepada pimpinan perusahaan yang terkenal lincah dan menakutkan.
Demikian juga Anda membutuhkan keberanian untuk mendengarkan dan memberikan persetujuan terhadap sesuatu hal yang mungkin asing bagi Anda.
Sementara sebagai pemimpin, keberanian merupakan sebuah atribut yang penting. Ini terkait bagaimana menghadapi dan mengatasi rasa takut.

Berikut delapan cara bagi eksekutif muda, pemilik bisnis, dan pengusaha, untuk menjadi pimpinan yang berani:  
1.Ikuti kata hati Anda ketika semua orang mengatakan Anda gila
Sebagai contoh pendiri Google, Larry Page dan Sergey Brin yang bertahun-tahun berusaha untuk mendapatkan kepercayaan dari orang lain untuk mendengarkan ide mereka.

Mereka tidak pernah menyerah dan melakukan itu sepanjang waktu.  
2. Siap Mengambil risiko dengan kerugian besar dan ketiadaan pengaman lain
Setiap pemilik usaha kecil tahu persis apa rasanya. Hal ini menakutkan dan membuat tidur tidak nyenyak.

Kadang-kadang penyeimbangnya adalah kekuatan, kemauan dan kekuatan dan keberanian Anda.  
3. Sampaikan kabar buruk
Salah satu hal yang paling sulit dilakukan manajer atau pemilik bisnis adalah memberitahu karyawan, pelanggan, atau investor apa yang mereka tidak mau mendengar secara langsung.  
4. Hadapi kritikan bagi Anda dan mendengarkan secara terbuka apa yang dikatakan
Anda dapat melakukannya hanya jika keberanian dan kerendahan hati lebih besar daripada ego dan keangkuhan.  
5. Lakukan apa yang Anda yakini meski hal itu menyakitkan bagi Anda.
6. Ambil lebih besar, meski dana tersebut berasal dari pesaing
Di seluruh dunia, ribuan pengusaha dan pemilik usaha kecil melakukan hal ini setiap hari.  
7. Lihatlah di cermin dan hadapi apa yang Anda lihat
Begitu banyak dari kita hidup dalam penyangkalan karena kita takut untuk melihat diri kita sendiri untuk apa kita sebenarnya.
8. Tantangan zona kenyamanan Anda dan menghadapi rasa takut Anda.
Dari mana keberanian berasal? Anda memang tidak terlahir dengan itu. Anda mengembangkannya melalui pengalaman.
Setiap kali Anda menghadapi rasa takut, Anda membangun rasa percaya diri dan keberanian. Tidak peduli hasilnya, tidak pernah seburuk keluarnya rasa takut Anda.setiap kali Anda menyerah pada rasa takut maka ketakutan akan semakin kuat. Cepat atau  lambat, Anda hanya kehabisan kesempatan untuk menghadapi rasa takut Anda dan pada akhirnya menyesal.
Potensi untuk mengatasi rasa takut dan membangun keberanian, kedua-duanya memilikin posisi sama daam diri Anda. Pada akhirnya, apa yang Anda lakukan dengan itu sepenuhnya terserah Anda. (Sumber: inc.com)

Baca: CARA MEMBANGUN TIM YANG EFEKTIF






Untuk informasi lebih lanjut hubungi:


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Minggu, 26 April 2015

MENSYUKURI KEKAYAAN




Menjadi kaya adalah dambaan setiap orang. Namun demikian tak jarang kekayaan yang didapatkan dengan susah payah itu justru membuat orang kehilangan damai sejahtera. Banyak orang merasa cemas dan dibelenggu ketakutan oleh karena kekayaannya itu...

Dulu saat saya mengendarai sepeda motor, rasanya berhenti di lampu merah tenang saja. Namun sekarang saat memiliki mobil rasanya selalu was-was, apalagi jika kita mengendarai mobil mewah. Rasa takut terjadi apa-apa dengan mobil kita membuat kita kehilangan damai sejahtera. Untuk mengatasi hal ini beberapa orang bahkan memasang alarm yang bisa berbunyi jika ada mobil lain yang berada dalam jarak terlalu dekat dengan mobilnya.

Kadangkala semakin banyak uang atau harta yang kita miliki, semakin takut juga kita akan kehilangan semuanya itu. Semakin tinggi posisi, jabatan, atau karir kita saat ini, semakin takut juga kita kehilangan posisi tersebut. Jasi, semakin melimpahnya harta atau kedudukan kita, itu tidak menjamin kita mendapatkan damai sejahtera, bahkan seringkali justru sebaliknya. Kita terikat dengan harta dan kekuasaan, sehingga selalu saja merasa takut dan cemas akan kehilangan semua yang kita miliki itu.

Bukankah sebenarnya uang, materi, dan segala kelimpahan tersebut berkat Tuhan yang perlu kita syukuri dan nikmati? Bukanlah hal yang aneh, sekaligus hal yang ironis jika berkat-berkat itu justru menimbulkan rasa cemas yang berlebihan karena takut kehilangan? menyadari hal ini, marilah kita melakukan intropeksi diri, sejauh apa uang, kedudukan, materi dan segala hal tersebut telah mengikat hidup kita? Itu sebabnya, sebelum menerima kekayaan secara materi atau duniawi, kita harusnya memiliki kekeyaan dalam hati terlebih dahulu. Dengan demikian, sebesar apapun Tuhan memberkati dan memberi kelimpahan, kita tidak terikat dengan hal-hal tersebut. Kita tidak perlu merasa takut atau cemas jiak semua yang kita miliki itu hilang, sebaliknya hidup kita akan dikuasai dengan damai sejahtera...

Kekayaan seharusnya kita syukuri, bukan membuat kita jadi cemas dan takut!

Baca: KENAPA HARUS BERSYUKUR?





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Sabtu, 25 April 2015

VISI MASA DEPAN




Alkisah…

Seorang kepala suku yang tinggal di suatu kaki gunung hampir meninggal. 

Kepala suku itu memanggil tiga orang anaknya dan berkata:
“Saya hampir mati dan salah seorang di antara kalian akan menggantikan saya sebagai kepala suku. Saya menghendaki agar masing-masing kamu mendaki gunung suci kita dan membawa dari sana sesuatu yang sangat indah. Yang membawa hadiah paling indah, dia itulah yang cocok untuk menggantikan saya.”

Beberapa hari kemudian ketiga anaknya itu kembali dari gunung suci.

Anak yang pertama membawakan ayahnya sekuntum bunga yang tumbuh dekat puncak gunung dan luar biasa indahnya.

Anak yang kedua membawakan untuk ayahnya sebuah batu yang berwarna-warni, mengkilat dan bundar, yang telah dikikis oleh hujan dan angin.

Anak yang ketiga pulang dengan tangan kosong.

Anak itu mengatakan, “Ayah, saya tidak dapat membawa apa pun pulang dari gunung suci. Tetapi ketika saya berdiri di atas puncak gunung suci itu, saya melihat di kejauhan sana sebuah tanah yang indah penuh dengan padang rumput yang hijau dan sebuah danau kristal di dekatnya. Saya mempunyai visi - impian masa depan, ke mana nanti suku kita memperoleh hidup yang lebih baik. Saya sungguh dikuasai oleh apa yang saya lihat dan oleh apa yang saya pikirkan, sehingga saya pulang tidak membawa apa-apa.”


Ayahnya menjawab, “Kamu yang akan menjadi pemimpin baru dari suku kita, sebab kamu telah membawa pulang sesuatu yang sangat berharga, yakni karunia visi bagi suatu masa depan yang lebih baik dan cerah.”







Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w

Kamis, 23 April 2015

BAGAIMANA CARA PANDANG ANDA?




“Bukan beratnya pekerjaan yang membuat seseorang menjadi lelah, tapi pikirannyalah yang mengatakan bahwa ia harus bekerja.”
(Albert Brie)

Ada orang yang mengadakan riset tentang tiket dan uang. Jika Anda memiliki uang Rp 500.000, lalu berencana pergi menonton ke bioskop, tapi di jalan uang Anda terjatuh Rp 50.000, sehingga sisa uang Anda Rp 450.000, apakah Anda akan tetap menonton? 95% mengatakan mereka akan tetep menonton.
Sebaliknya, jika telah membeli tiket seharga Rp 50.000,- dan di saku Anda masih ada Rp 450.000, tapi saat menunggu, tiket itu hilang, apakah Anda akan membeli tiket lagi untuk menonton? Ternyata 50% lebih orang akan membatalkan rencananya.
Padahal dalam kedua hal itu yang hilang jumlahnya sama, yaitu Rp 50.000,-
Hal itu terjadi karena mereka mempunyai cara pandang yang berbeda. Yang satu berpikir, “Hilang Rp 50.000 tak apalah yang penting saya masih bisa menonton.” Tapi orang yang satunya menilai bahwa ia akan sangat rugi bila harus membeli tiket lagi.
Ternyata, apa yang kita perbuat tergantung dari bagaiamana kita melihat kondisi yang ada.

Cara pandang akan mempengaruhi kinerja kita. Bila kita memandang tahun ini akan sama saja dengan tahun kemarin, selalu dikejar deadline, maka itulah yang akan terjadi. Sebaliknya, bila kita menilai tahun ini akan berbeda, segalanya akan berjalan lebih baik dan lebih luar biasa, bahkan akan ada banyak kejutan yang Tuhan berikan.

Ketahuilah, apa yang akan kita peroleh atau tidak, ini hanya sebatas cara pikir kita. Jadi, pastikan pola pikir kita sesuai dengan hal yang benar, yang positif, itu akan memastikan kita untuk senantiasa memikirkan tentang iman, pengharapan, kasih kepada sesama. Bila kita sudah memikirkan semuanya itu, maka kita akan menerimanya.


Baca: POLA PIKIR POSITIF





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Minggu, 19 April 2015

TOP 10 SOFT SKILLS




Dalam bekerja, berbisnis, atau jabatan dan profesi apapun, selain hard skill (keterampilan teknis), juga sangat dibutuhkan soft skill (keterampilan nonteknis). Namun sayangnya, dunia pendidikan di Indonesia lebih banyak menekankan pada pengembangan hard skill nyaPadahal, yang terjadi di dunia kerja justru sebaliknya. Hasil penelitian di Harvard School of Business menyimpulkan bahwa hard skill yang akan terpakai hanyalah sekitar 20% saja, sisanya yang dibutuhkan adalah soft skill.
Soft skill sangat dibutuhkan untuk melengkapi kompentensi dalam dunia kerja atau profesi apapun. Berdasarkan hasil dari beberapa penelitian, setidaknya ada 10 soft skills yang paling dibutuhkan oleh profesi apapun.

Berikut adalah 10 soft skills yang dimaksud:

1. Etos bekerja keras
Seseorang yang hanya memiliki hard skill saja tidak cukup untuk membuatnya berhasil dalam pekerjaan atau profesinya. Dibutuhkan keterampilan nonteknis berupa etos bekerja keras agar seseorang dapat mengerjakan tugas dan kewajiban serta tanggung jawabnya dengan baik dan benar. Dengan etos kerja yang baik, seseorang akan punya keinginan untuk menapaki jenjang karir dan merajut masa depannya yang cemerlangTidak bermalas-malasan dan mangkir dari pekerjaan, serta menyibukkan diri dan fokus untuk menorehkan prestasi.

2. Dapat diandalkan
Kemampuan seseorang dalam mengenal dan mengelola emosinya dengan baik adalah dasar untuk mengenal emosi orang lain. Dengan mengenal emosi orang lain, maka seseorang dapat bekerja dengan baik sehingga mampu memotivasi diri dan dapat diandalkan untuk menyelesaikan dan mengatasi banyak masalah dalam berbagai kondisi, baik dalam pekerjaan maupun kehidupan kesehariannya.

3. Sikap mental positif
Tanpa memiliki sikap mental positif, dan selalu curiga terhadap orang-orang di sekitar, ini menunjukkan bahwa seseorang belum mampu menyelesaikan masalah dengan dirinya sendiri. Membangun mental positif akan menentukan cara seseorang bersikap dan menyikapi orang lain atau pada kondisi yang berbeda.

4. Motivasi diri
Motivasi adalah dorongan yang menyebabkan seseorang melakukan suatu perbuatan untuk mencapai tujuan tertentu. Motivasi terbaik adalah apa yang muncul dari dalam diri seseorang. Dengan motivasi diri yang kuat maka akan mendorong seseorang untuk melakukan yang terbaik untuk mencapai tujuan sebagai upaya meraih hasil terbaik.

5. Berorientasi pada tim
Menonjolkan kemampuan diri sendiri secara berlebihan, dan berusaha mengerjakan segala sesuatu sendiri bukanlah keputusan yang baik, karena setiap orang punya keterbatasan. Bagaimanapun kerjasama tim dengan berorientasi pada tujuan jauh lebih baik. Terlebih jika dalam sebuah organisasi atau perusahaan yang terdiri dari beberapa departemen atau divisi yang saling terkait. Jika seseorang tidak kooperatif, bukan tidak mungkin akan menjadi masalah internal yang serius dan berdampak pada kinerja seluruh tim serta penurunan produktivitas perusahaan.

6. Leadership
Kemampuan leadership atau kepemimpinan tidak hanya dikhususkan bagi mereka yang memiliki jabatan tertentu saja. Ada banyak perusahaan yang lebih memilih pegawai yang memiliki jiwa kepemimpinan yang baik, karena keberhasilan yang bisa diraih oleh organisasi atau perusahaan sangat tergantung pada leadership skill yang dimiliki oleh sumber daya manusia yang ada di dalam perusahaan tersebutJiwa kepemimpinan yang dimiliki oleh seseorang diantaranya ditandai dengan kemampuannya dalam mengemban tugas dan tanggung jawab yang diberikan, termasuk kewajiban dalam menyelesaikan pekerjaannya dengan baik.

7. Mampu bekerja baik di bawah tekanan
Dalam organisasi atau perusahaan apapun akan ada saat yang tidak menyenangkan seperti bekerja di bawah tekanan. Tuntutan untuk menampilkan hasil sebaik mungkin, deadline ketat, pimpinan yang cerewet, anggota tim yang tidak menyenangkan, dan sebagainya merupakan kondisi yang menekan mental seseorang. Dibutuhkan soft skill yang tinggi untuk bisa bekerja di bawah tekanan kerja sedemikian rupa. Kesabaran, ketulusan, dan kemampuan mengomunikasikan semuanya menjadi kompetensi yang harus dimiliki seseorang untuk bisa bekerja dengan baik di bawah tekanan.

8. Komunikasi yang efektif
Kemampuan berkomunikasi yang baik sangat dibutuhkan dalam segala jenis profesi dan jabatan. Baik komunikasi secara verbal maupun nonverbal. Kemampuan komunikasi yang efektif akan membuat seseorang tampil percaya diri dan lebih mudah mengomunikasikan apapun dalam segala situasi dan kondisi.

9. Fleksibel dan mudah beradaptasi
Berhadapan dengan banyak orang dalam berbagai situasi dan kondisi yang berbeda menuntut seseorang untuk bisa bersikap fleksibel dan beradaptasi segera. Seseorang harus membangun rasa percaya diri agar lebih mudah beradaptasi dan tidak kaku menyikapi kondisi apapun.

10. Percaya diri
Rasa percaya diri yang tinggi dimiliki oleh mereka yang selalu berpikiran positif. Dengan rasa percaya diri seseorang akan lebih mudah untuk beradaptasi, bekerjasama, dan melakukan banyak hal positif, dan bermanfaat bagi yang lainnya.

Baca: PROGRAM PELATIHAN & PENGEMBANGAN SDM





Untuk informasi lebih lanjut hubungi:

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan