Jumat, 07 Juni 2013

CYCLE OF LIFE...




Di antara korban tewas dalam tragedi penembakan brutal di gedung bioskop Century 16 di Aurora, Colorado, Amerika Serikat, adalah seorang Jessica Ghawi, 20 tahun, yang bulan lalu selamat dari penembakan massal serupa di Toronto, Kanada.
Ghawi sempat menulis blog yang menggambarkan pengalamannya di Toronto itu dengan kalimat:
Kita tidak tahu kapan dan diman waktu kita di bumi ini akan berakhir.“
(Dikutip dari harian KOMPAS, Minggu-22 Juli 2012)

Baca: LEBIH BAIK MEMBERI





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Kamis, 06 Juni 2013

PROFILE...




Johanes Budi Walujo (JOHANES) lahir di Tasikmalaya tahun 1966, dan menyelesaikan SMP-nya di Tasikmalaya. Melanjutkan SMA dan kuliah ke Yogyakarta. Lulus Sarjana Akuntansi dari Fakultas Ekonomi Universitas Atma Jaya Yogyakarta tahun 1990. Sejak SMA sudah terlibat aktif dalam organisasi sekolah sebagai Pengurus OSIS dan Kepramukaan. Saat kuliah aktif dalam organisasi kemahasiswaan sebagai Pengurus Badan Perwakilan Mahasiswa, Mahasiswa Pencinta Alam, dan pernah menjabat Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Sambil kuliah juga bekerja sebagai Salesman, dan aktif dalam organisasi di luar kampus, yaitu sebagai Pengurus PMKRI Yogyakarta.

Selesai kuliah, bekerja satu tahun di pabrik sabun “Palem” Tasikmalaya, sebagai Kepala Bagian Akunting, kemudian pindah bekerja selama satu tahun di pabrik tekstil PT. Sunsonindo Textile Industry di Rancaekek-Bandung, sebagai Kepala Bagian Perpajakan. Lalu pindah bekerja selama 6 tahun di PT. Sanbe Farma-Bandung, dari mulai Management Trainee sampai menjabat Marketing Audit Manager. Lalu kemudian mutasi kerja ke PT. Bina San Prima-Bandung (Sanbe Grup), distributor produk farmasi & konsumer, selama 6 tahun, meniti karir dari mulai Kepala Cabang sampai dengan General Manager, dan mengundurkan diri pada tahun 2005.


Delapan tahun berikutnya (2006-2013) belajar bisnis dan mendirikan PT. SEMANGAT – bergerak di bisnis sparepart motor, asuransi, dan property. Selama kurun waktu itu telah membaca ratusan buku, mendengarkan audio dan melihat video, serta mengikuti berbagai Pelatihan & Pengembangan Diri dari Dale Carnegie Training, John Maxwell, Anthony Robbis, Tung Desem Waringin, James Gwee, Andrie Wongso, Merry Riana, Anthony Deo Martin, Louis Sastrawiharja… Termasuk training ISO.


Tahun 2014 “kembali berkarya-tantangan baru” di PT. Bina San Prima-Bandung sebagai General Manager dan terlibat
 aktif dalam pelaksanaan Program Pelatihan & Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan jumlah karyawan hampir 6000 yang tersebar di 44 Kantor Cabang di Indonesia. Secara rutin aktif memberikan Training SDM, untuk karyawan Pusat maupun karyawan Promosi yang dikirim ke Bandung dari berbagai Kantor Cabang, dan keliling Indonesia untuk melakukan Training SDM di masing-masing Kantor Cabang, mulai dari Aceh hingga Kupang.


Baca: KUNCI SUKSES DENGAN KONSEP 3i





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Kamis, 23 Mei 2013

KENAPA VISUALISASI PENTING?




“Orang tidak akan pernah meraih apa yang tidak mereka bayangkan sebelumnya.”
(Karen Ford)

Sepasang suami-istri berbagi cerita tentang betapa selama bertahun-tahun mereka sangat ingin untuk membeli rumah, tetapi tabungan mereka tidak pernah cukup. Pada suatu hari, setelah membaca tentang cara pembuatan “pemetaan harta karun” (meletakkan gambar-gambar yang  Anda inginkan dalam hidup di suatu tempat di rumah atau di kantor Anda), mereka memutuskan untuk meletakkan sebuah gambar rumah baru pada kulkas mereka.

“Dalam  waktu kurang dari sembilan bulan, kami telah memberikan uang muka dan pindah,” kata sang suami dengan takjub. Istrinya menambahkan, “Di sisi foto itu kami akhirnya meletakkan thermometer kecil yang kami isi seiring dengan bertambahnya simpanan kami sebagai uang muka.”

Kita pun dapat menerapkan cara di atas, yaitu meletakkan gambar-gambar yang ingin kita dapatkan seperti rumah, mobil, motor, atau apa saja yang kita inginkan. Dengan menaruh gambar tersebut di tempat yang mudah terlihat, bukan hanya termotivasi untuk mengejarnya, namun membuat kita benar-benar tahu apa yang menjadi keinginan utama saat ini.


Paul J. Meyer berkata, “Apa pun yang dapat Anda visualisasikan dengan jelas, benar-benar menginginkannya, dan secara antusias mengambil tindakan, akhirnya apa yang Anda inginkan akan menjadi kenyataan.” 

Jadi, bayangkanlah dengan jelas apa yang paling Anda inginkan, lalu lakukan apa yang bisa Anda lakukan, meminta pada Tuhan, bekerja, menabung, maka lihatlah pada akhirnya itu bukanlah sesuatu yang mustahil untuk kita dapatkan.

Baca: BAGAIMANA MEMBUAT MIMPI MENJADI NYATA?





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Sabtu, 11 Mei 2013

ATUR KEUANGAN ANDA!




Banyak orang yang merasa kesulitan dalam mengelola keuangan, baik itu keuangan bisnis maupun pribadinya. Umumnya hal itu dipengaruhi oleh kebiasaan seseorang, mengubah cara Anda dalam menyikapi uang bisa menjadi alat mengontrol keuangan ketika dalam situasi yang buruk. Hal yang paling penting adalah Anda bisa menyadari ketika keuangan sedang memburuk sehingga bisa melakukan pencegahan.
Mengutip artikel Miriam Caldwell dalam Money in Your 20s Expert, Berikut adalah 10 hal yang bisa membantu Anda mengubah kebiasaan belanja Anda:
1. Tulis seluruh pengeluaran Anda
Anda dapat melakukannya dengan menuliskan pada buku catatan atau aplikasi memo dalam ponsel. Dengan menulis semua pengeluaran, bisa membantu Anda lebih sadar ketika menggunakan uang. Langkah ini juga bisa membantu mengategorikan pengeluaran yang bisa dihemat.
2. Beralih pada pembayaran tunai untuk beberapa pengeluaran
Menggunakan uang tunai dalam membayar tagihan bisa menimbulkan perbedaan dalam menggunakan uang. Cobalah beralih ke pembayaran tunai untuk beberapa pengeluaran seperti makan, ongkos, hiburan dan pakaian. Dengan cara ini Anda bisa mengetahui untuk hal apa saja uang Anda digunakan.
3. Atur anggaran dan buat rencana keuangan
Jika memiliki anggaran bulanan, Anda bisa mulai merencanakan bagaimana mengalokasikan uang tersebut. Ini bisa menjadi alat yang bisa membantu mengetahui kondisi keuangan.
4. Anggarkan dana darurat
Dana darurat merupakan dana yang Anda anggarkan untuk hal-hal yang tak terduga. Anda bisa mulai menyisihkan uang untuk dana darurat.
5. Berhenti membawa kartu kredit
Anda bisa mulai mengurangi penggunaan kartu kredit dengan tidak membawanya. Dengan berhenti menggunakan kartu kredit, akan membantu mengontrol keuangan Anda.
6.Pilih satu kategori dan stop setiap pengeluaran
Puasa belanja bisa membantu Anda mengevaluasi prioritas Anda untuk kategori belanja. Pilih satu atau dua kategori saja dan berhenti untuk menghabiskan uang tambahan Anda.
7. Turunkan biaya seluler dan TV kabel Anda
Mungkin Anda bisa mulai menurunkan biaya penggunaan telepon seluler dan pertimbangkan seberapa banyak keperluan Anda menggunakan TV kabel. Kombinasikan channel yang sering Anda tonton sehingga bisa memilih paket TV kabel yang lebih murah.
8. Asuransi mobil baru
Salah satu cara termudah menabung adalah dengan mencari asuransi mobil baru. Asuransi akan menyesuaikan besaran setiap tahun dan kenaikan harga, bahkan jika Anda tidak memiliki kecelakaan.
9. Cicil utang Anda
Meskipun Anda tidak bisa ke luar dari utang dalam waktu dekat, paling tidak Anda bisa mencicil mulai dari sekarang.
10. Mulailah menabung dari sekarang
Setelah melunasi utang, Anda bisa memulai untuk menyimpan uang dalam tabungan. Kebiasaan menabung akan membuat kontrol terhadap keuangan lebih besar.



Baca: BAGAIMANA CARA MENABUNG CERDAS?




Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Selasa, 07 Mei 2013

BERUSAHALAH UNTUK SELALU MENGHARGAI




Pada suatu hari, seorang anak masuk ke dalam rumah makan yang sangat terkenal dan mahal. Dia masuk seorang diri dan memakai pakaian biasa saja, tidak seperti anak-anak lain yang memakai pakaian yang bagus. Anak itu duduk di salah satu kursi lalu mengangkat tangannya untuk memanggil salah satu pelayan.
Seorang pelayan perempuan menghampiri anak kecil itu lalu memberikan menu makanan. Pelayan tersebut agak heran mengapa anak kecil itu berani masuk ke dalam rumah makan yang mahal, padahal dari penampilannya, pelayan itu tidak yakin bahwa sang anak kecil mampu membayar makanan yang ada.

“Berapa harga es krim yang diberi saus strawberry dan cokelat?” tanya sang anak kecil.
Sang pelayan menjawab, “lima puluh ribu.”
Anak kecil itu memasukkan tangan ke dalam saku celana lalu mengambil beberapa receh dan menghitungnya. Lalu dia kembali bertanya, “Kalau es krim yang tidak diberi saus strawberry dan cokelat?”
Si pelayan mengerutkan kening, “Dua puluh ribu.”
Sekali lagi anak kecil itu mengambil receh dari dalam saku celananya lalu menghitung. “Kalau aku pesan separuh es krim tanpa saus strawberry dan cokelat berapa?”
Kesal dengan kelakuan pembeli kecil itu, pelayan menjawab dengan ketus, “Sepuluh ribu!”
Sang anak lalu tersenyum, “Baiklah aku pesan itu saja, terima kasih.”
Pelayan itu mencatat pesanan lalu menyerahkan ke bagian dapur dan kembali membawa es krim pesanan. Anak itu tampak gembira dan menikmati es krim yang hanya separuh dengan gembira. Dia melahap es krim sampai habis. Kemudian sang pelayan kembali datang memberikan nota pembayaran.
“Semua sepuluh ribu bukan?” tanya anak itu lalu membayar es krim pesanannya dengan setumpuk uang receh. Wajah sang pelayan tampak masam karena harus menghitung ulang receh-receh itu. Lalu sang anak mengeluarkan selembar uang lima puluh ribu dari saku celana belakangnya, “Dan ini tips untuk Anda.” ujar sang anak sambil menyerahkan selembar uang tersebut untuk si pelayan.

PESAN MORAL:
Kita tidak boleh melihat apa yang melekat pada tubuh seseorang sebagai penilaian. Bukan hal yang bagus untuk meremehkan seseorang karena melihat penampilan dari luarnya saja, Anda tidak akan pernah tahu pada beberapa waktu yang akan datang, seseorang yang Anda remehkan sekarang bisa jadi merupakan pengantar rejeki yang tak terduga bagi Anda...

Baca: JADIKANLAH HIDUP INI PENUH MAKNA





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!



Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Sabtu, 04 Mei 2013

JIKA ADA YANG MENGHINAMU, BERSABARLAH...




Ada kisah mengenai pelaut tua dan seorang professor. Ini terjadi di jaman ketika orang-orang masih bepergian dari satu negara ke negara lain menggunakan kapal laut, sebelum era penerbangan murah seperti jaman sekarang. Profesor ini hendak pergi dari Sidney ke San Fransisco untuk memberikan seminar...

Pada malam pertama di atas kapal, usai bertolak dari Sydney, Profesor baru mendapat makan malam luar biasa menyenangkan di aula perjamuan, lalu ia pergi ke dek untuk menghirup udara segar laut. Ketika berjalan di dek, ia melihat seorang pelaut tua yg tengah bersandar di pinggiran kapal, menatap ke samudra di bawahnya.

Ia memutuskan untuk bercakap-cakap dengan pelaut ini, karena meski kelihatannya pekerjaan sebagai pelaut ini sederhana, namun pria ini pasti telah mengarungi samudra selama waktu yang sangat lama. Pasti ia telah mempelajari sesuatu yang berguna. Professor selalu ingin meningkatkan pengetahuannya yang ia pikir sebagai makna hidupnya.

Ia menghampiri pelaut itu dan berkata, ”Pak tua, sudah berapa lama Anda melaut?”

Pelaut menjawab, ”Sejak masih bocah, sekitar umur tiga belas,” "Luar biasa!” kata Profesor, ”Anda pasti tahu bahwa di lautan yang kita arungi ini ada begitu banyak kehidupan. Sebagai pelaut yang telah banyak makan asam garam, Anda pasti pakar dalam ilmu biologi kelautan, mengenai semua hewan yang menggantungkan hidupnya pada samudra di bawah kita ini, berikut semua arus dan terumbu karangnya. Mari kita berbincang mengenai oceanologi, ilmu kelautan.”


Pelaut bingung, ”Haa...? Emang laut ada ilmunya?" "Apa?!“ seru Professor, "bertahun-tahun di laut Anda tidak pernah membaca buku atau belajar mengenai isi samudra di bawah Anda?”
“Nggak,” kata pelaut. ”Anda telah menyia-nyiakan waktu Anda!” tukas Professor seraya melangkah pergi dengan rasa kesal pada Pelaut tua ini yang telah menghabiskan hidupnya di samudera tanpa pernah mempelajari mengenainya...

Besok malamnya, Professor mendapat makan malam yang sangat lezat lagi sehingga hatinya sedang baik. Jadi ketika ia berjalan di dek untuk kedua kalinya, lagi lagi si Pelaut tua sedang berjaga di sana. Kali ini si Pelaut sedang memandangi bintang-bintang.

Kebetulan pula bahwa itu pun salah satu hobi Professor: astronomi. Ia berpikir, ohh..., pria tua malang ini mungkin tidak tahu banyak mengenai oceanologi, namun ia pasti tahu mengenai astronomi. Di jaman sebelum ada GPS, begitulah cara kita mengarungi lautan tanpa tersesat, dengan panduan bintang. Maka ia mendekati pelaut tua itu, ”Saya minta maaf soal kemarin malam. Anda mungkin tidak banyak tahu mengenai oceanologi, namun berani taruhan Anda pasti tahu mengenai astronomi, yang kebetulan hobi saya juga. Coba lihat rasi bintang Beruang Besar di sana!"

Pelaut itu terkesiap, ”Beruang besar apaan?” "Itu! Bintang itu… di langit utara sana!” tunjuk Professor, ”Anda pasti tahu astronomi, itu kan yang memandu arah kapal kita!” Pelaut bingung, ”Saya tidak tahu Anda omong apa. Kapten yang tahu soal beginian, bukan saya.” "Apaa...?!" lengking Profesor, ”Bertahun-tahun di laut, melihat ke atas langit, Anda tidak pernah peduli belajar astronomi? Anda menyia-nyiakan hidup saja!” Profesor pun melangkah dengan muak.

Pada malam ketiga, koki membuat makan malam yang luar biasa lezat, sehingga membuat suasana hati professor itu begitu nyaman. Ketika ia pergi ke dek, malam itu begitu indah, udara laut sepoi, semerbak, segar, sampai professor membatin, ” Ya, sudahlah, aku akan memberinya kesempatan lagi.” 

Rupanya ia adalah professor di bidang meteorologi.
Ia menyadari bahwa para pelaut mungkin tidak tahu soal ilmu kelautan atau ilmu perbintangan, namun mereka pasti tahu soal cuaca. Sebab cuaca meliputi pola dan tenaga angin yang mendorong kapal, serta mengenai badai yang bisa menenggelamkan kapal, jadi cuaca pasti mutlak dipahami pelaut tua ini.

Ia menghampirinya dan berkata, ”Maafkan saya. Sungguh saya minta maaf. Perangai saya jelek dua malam terakhir ini. Saya telah salah menilai Anda. Anda mungkin tak tahu menahu soal oceanologi atau astronomi, tapi saya yakin Anda pasti tahu soal meteorology, mengenai angin, cuaca yang bisa menghancurkan atau mendorong kapal ini ke tujuan.”
“Meteor apa?!" kata pelaut. ”Angin dan badai...” curiga Professor. ”Saya tidak tahu apa-apa. Saya hanya pelaut biasa.” Ujar Pelaut tua dengan lugunya. Murkalah Professor, ”Apaaa...??? Tolol! Dungu! Bego! Bertahun-tahun di laut! Betapa sia-sianya! Kau sia-siakan seluruh hidupmu!" Professor pergi dan bersumpah tak akan pernah bicara dengan orang bodoh itu lagi.

Malam keempat di laut, ia tidak hadir ke aula perjamuan untuk makan malam karena malam itu samudra mengamuk. Professor mabuk laut, menaruh apa pun dalam perutnya hanya akan langsung keluar lagi, jadi ia istirahat saja dalam kabinnya.
Malam makin larut, badai makin parah. Ia sampai bisa merasakan kapal makin bergoyang. Ia bisa merasakan gelombang laut menampar kapal dari jendela kabin. Sungguh cuaca malam itu sangat buruk. Ketika badai mencapai puncaknya pada tengah malam. Ia mendengar suara tabrakan, dentuman besar! Ia merasa takut. Setelah bunyi keras itu, sesaat hanya ada keheningan, diikuti suara orang berlarian dan kegaduhan di luar pintu kabinnya. Panik, ia membuka pintu dan coba tebak siapa yang sedang berlari di luar sana?

Si Pelaut tua. Si Pelaut tua itu berhenti sesaat, berpaling ke arah Professor dan berkata, ”Pak Professor, selama bertahun-tahun Anda hidup, pernahkah Anda belajar berenang?” ”Emm…, tidak!” lirih professor. ”Sia-sia sekali hidup Anda! Kapal ini akan tenggelam!” seru Pelaut...


PESAN MORAL:
Professor boleh saja belajar oceanologi, astronomi, atau meteorology, tapi yang paling penting untuk diketahui oleh seorang pelaut adalah cara berenang.
Demikian pula, hal terpenting untuk diketahui dalam hidup bukanlah tentang ekonomi, hukum, atau teknologi tapi bagaimana menjaga kepala tetap bisa di atas permukaan air di dalam arus dan gelombang ketidakpastian hidup.
Sudahkah Anda belajar berenang andaikan kapal Anda tenggelam? Ketika Anda kehilangan seluruh harta Anda, bursa saham jatuh, ditinggalkan pasangan, ditinggal mati orang tersayang? Jika belum, maka kecewa dan duka akan meneggelamkan Anda.

Baca: CINTA KASIH






Salam Sejahtera & Sukses Selalu!


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Minggu, 28 April 2013

KENAPA HARUS BERSYUKUR?






Negarawan Romawi yang hebat Marcus Tullius Cicero pernah berkata, “Tindakan bersyukur adalah sumber kebajikan.” 

Tindakan bersyukur bukan hanya sumber kebajikan, tetapi juga sumber semua kebaikan hidup. Bersyukur membawa kasih, kesehatan, kebahagiaan, dan kemakmuran. Di mana pun Anda menemukan orang-orang yang benar-benar berhasil, Anda menemukan tindakan bersyukur dalam jumlah besar. Tindakan bersyukur menciptakan medan tarik-menarik yang lebih kuat daripada yang lainnya, kekuatan daya tariknya begitu kuat sehingga tidak dapat menahan datangnya visi kepada Anda.

Sisi lain koin ini adalah bahwa kurangnya perasaan syukur dapat secara luar biasa melumpuhkan Anda. Jika kita tidak berhati-hati, kita dapat melupakan semua kebaikan yang datang dalam hidup kita. Memusatkan perhatian pada apa yang tidak Anda miliki, bukannya pada apa yang benar-benar Anda miliki, melemparkan keseluruhan sistem Anda ke dalam getaran negatif dan keadaan ketidakseimbangan. Menurut Hukum Tarik-Menarik, orang-orang yang tidak berterima kasih cenderung menarik dan memanifestasikan hal yang justru mereka takutkan dan paling mereka benci: kekurangan, dalam semua bentuknya. Mereka berpikir tentang kekurangan, jadi mereka memanifestasikan kekurangan.


Untuk mengalami perasaan syukur secara terus-menerus, Anda harus memahami dan mempercayai tiga kebenaran:

    1. Situasi Anda sekarang sangatlah baik dan menjadi semakin baik.

    2. Kehidupan Anda sekarang penuh dengan hal-hal yang patut disyukuri.

    3. Hasil Anda sekarang akan terus-menerus berubah, bertumbuh, dan menjadi semakin baik.



Mari kita bahas satu persatu.

Situasi Anda Sekarang Adalah Sangat Baik dan Menjadi Semakin Baik

Menurut Hukum Relativitas, realitas kita hanya tercipta karena perbandingan. Kita dapat merasa bersyukur atau tidak bersyukur untuk apa pun situasi kita sekarang. Beberapa orang mungkin merasa benar-benar diberkati dan bersyukur untuk gaji sebesar 5 juta. Orang lain mungkin merasa sangat tidak puas dengan jumlah itu.

Untungnya, kita semua memiliki banyak hal untuk disyukuri. Kita hidup. Sebagian besar di antara kita memiliki hubungan dengan orang lain, cukup makan, tempat untuk beristirahat, dan pakaian. Agar dapat masuk ke dalam kerangka pikiran yang tidak bersyukur, kita harus melupakan semua hal itu dan berfokus pada jumlah hal yang sangat terbatas yang dengannya kita merasa tidak puas.

Misalnya, Anda mungkin tidak puas dengan penghasilan Anda sekarang. Satu-satunya cara Anda dapat merasa tidak puas adalah membandingkannya dengan sesuatu lainnya, menilainya dengan kriteria tertentu. Tidak ada yang salah dengan keinginan meningkatkan penghasilan, tetapi sebenarnya tidak berguna memikirkan jumlah uang itu sebagai terlalu besar atau terlalu kecil. Mungkin jumlah itu tidak sesuai dengan yang Anda inginkan, tetapi jumlah itu kemungkinan sangat besar jika dibandingkan dengan penghasilan tahunan rata-rata sebesar 180 dolar di Bangladesh. Ketika Anda memerhatikannya menurut pAndangan itu, perasaan Anda tentang hal itu akan berubah.

Situasi Anda sekarang adalah apa pun yang dihasilkan oleh pemikiran masa lalu dan tindakan-tindakan masa lalu Anda. Situasi ini tidak baik atau buruk. Situasi ini hanya apa adanya sekarang. Itu tidak ada hubungannya dengan berapa penghasilan Anda nanti di masa yang akan datang dan tidak ada makna yang sesungguhnya kecuali makna yang Anda berikan kepadanya. Karena Anda dapat memilih untuk bersyukur atau tidak bersyukur, mengapa tidak memilih kerangka pikiran yang akan mulai menarik lebih banyak kebaikan kepada diri Anda? Sikap bersyukur adalah salah satu magnet yang paling kuat di alam semesta. Gunakan sikap itu untuk menarik lebih banyak dari apa pun yang Anda inginkan.

Pada waktu Anda mulai menjadi bersyukur secara aktif untuk semua kebaikan dalam hidup Anda, ketahuilah bahwa semakin banyak kebaikan sedang datang kepada Anda. Ketika Anda mengirimkan getaran yang positif dan penuh syukur ini, Anda tidak mungkin gagal.


Kehidupan Anda Sekarang Penuh dengan Hal-hal yang Patut Disyukuri

Untuk mengalami perasaan bersyukur yang terus-menerus, penting mengingat bahwa kehidupan Anda penuh dengan hal-hal yang patut disyukuri. Biasakan setiap hari untuk mengingat, dan bahkan mungkin mendaftar, semua hal yang membuat Anda merasa bersyukur. Ketahuilah bahwa apa pun yang tidak Anda sukai hanyalah sementara, semata-mata hasil dari pemikiran dan tindakan Anda di masa lalu, dan bahwa Anda sedang dalam proses untuk mengubahnya.

Alasan banyak orang kurang merasa bersyukur adalah bahwa mereka meniadakan semua hal baik yang mereka miliki sekarang dan berfokus hanya pada bidang-bidang yang ingin mereka perbaiki. Sebaliknya, fokuskanlah pada semua kekayaan yang sekarang Anda miliki dalam hidup Anda. Contohnya, pikirkan tentang penglihatan Anda. Berapa banyak yang akan Anda bayar untuk mengembalikan penglihatan Anda jika Anda kehilangan penglihatan? Berapa nilai kemampuan untuk berjalan atau berlari bagi Anda jika kemampuan itu hilang? Berapa harga yang akan Anda bayar untuk keluarga dan teman-teman yang penuh cinta dan setia? Berapa harga kesehatan Anda? Berapa yang akan Anda bayar untuk mengembalikan kesehatan Anda jika Anda didiagnosis memiliki penyakit yang dapat menyebabkan kematian? Jika Anda dapat melihat, berjalan, mengasihi, dan turun dari tempat tidur setiap pagi, Anda kaya tiada bandingan.

Untuk mengalami perasaan bersyukur dalam keuangan, kita hanya perlu mengingat bahwa kebanyakan dari kita hidup dalam kekayaan yang mewah dibandingkan dengan kebanyakan orang di dunia ini. Untuk mengalami perasaan bersyukur atas proses kehidupan, kita hanya perlu mengingat pikiran kita yang mengagumkan, yang dapat memahami Hukum Super dan mulai menciptakan apa saja yang kita inginkan. Kita dapat memperoleh semua buku dan pengetahuan yang kita inginkan. Kita dapat memperoleh semua pendidikan yang kita inginkan, sehingga kita terus-menerus berkembang dan bertumbuh. Kita hidup di negara yang menghargai kebebasan berusaha, dan di mana kita dapat memilih atau mengubah karir kita menurut kehendak kita. Kita dapat mengejar semangat kita tanpa gangguan, dan menciptakan apa pun yang diimpikan oleh pikiran dan jiwa kita. Ini adalah kekayaan yang sangat besar.

Salah satu hal yang saya lakukan setiap pagi adalah mengajukan pertanyaan pada diri sendiri, “Apa yang kusyukuri hari ini?” Ini adalah pertanyaan yang jauh lebih menguatkan ketimbang, “Mengapa aku mesti bangun sepagi ini?” atau “Mengapa aku tidak pergi tidur pada waktunya tadi malam?” atau “Mengapa aku harus bekerja hari ini?” Saya sarankan Anda untuk mengajukan pertanyaan setiap pagi selama tiga puluh hari, “Apa yang kusyukuri hari ini?” Ini akan membantu Anda mengingat semua hal yang Anda hargai dalam hidup Anda. Cobalah itu sekarang juga. Apa yang Anda syukuri hari ini? Jawab pertanyaan ini karena ini berhubungan dengan kesehatan, kemampuan, bisnis, keluarga, dan teman-teman Anda.

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan lain untuk dipertimbangkan:

    1. Bagaimana kurangnya perasaan bersyukur menggerakkan Hukum Tarik-Menarik untuk menciptakan apa yang tidak Anda inginkan, bukan apa yang benar-benar Anda inginkan?

    2. Bagaimana sikap bersyukur menjadi kekuatan magnetis yang kuat untuk kebesaran dalam hidup Anda?

    3. Bagaimana Anda mengingat untuk terus-menerus bersyukur?

Mengingat siapa diri Anda dan apa yang Anda miliki membantu Anda mengalami rasa syukur untuk semua karunia yang amat indah yang Anda miliki.


Hasil Anda Sekarang Akan Terus-Menerus Berubah, Bertumbuh, dan Menjadi Semakin Baik

Keyakinan penting ketiga dalam Kekuatan Bersyukur adalah keadaan Anda sekarang merupakan hasil pemikiran dan tindakan Anda di masa lalu. Karena pemikiran Anda menjadi semakin baik, hasil Anda juga akan menjadi semakin baik. Hasil yang Anda miliki hari ini tidak mewakili masa depan Anda!

Ketika Anda tenggelam ke dalam pemikiran negatif dan menjadi tidak bersyukur atas keadaan Anda sekarang, Anda mengirimkan pikiran bawah sadar Anda pesan, “Saya tidak percaya bahwa impian dan visi saya sedang terwujud. Yang saya miliki sekarang bersifat permanen dan tidak akan berubah atau menjadi lebih baik.” Pemikiran ini menjadi ramalan yang terpenuhi dengan sendirinya. Anda akhirnya mewujudkan ketakutan terburuk Anda: kekurangan dan keterbatasan. Sebaliknya, tanamlah benih perasaan bersyukur dan keyakinan dalam kebun pikiran Anda yang sangat indah, dan perhatikan benih tersebut mulai berakar.

Jika Anda benar-benar memiliki keyakinan terhadap kemampuan Anda untuk berhasil, Anda akan bersyukur terlebih dahulu. Dan bersyukur terlebih dahulu memelihara keyakinan Anda. Pikiran bawah sadar Anda mulai menciptakan persis seperti yang Anda minta dan harapkan.

Kita selalu mewujudkan hasrat terbesar kita melalui perasaan bersyukur atau ketakutan terburuk kita melalui kurangnya
perasaan bersyukur. Hukum ini bekerja setiap waktu, apakah itu mendukung kita atau menentang kita. Gagasan yang mengendalikan Anda akan selalu bermanifestasi ke dalam realitas fisik.


Keyakinan yang Sedang Bekerja

Perasaan bersyukur menggerakkan kekuatan keyakinan. Anda mengetahui nasib baik Anda sedang dalam perjalanan, jadi pikiran bawah sadar Anda menggerakkan alam semesta untuk memenuhi keinginan Anda itu. Anda dapat melihat dinamika ini bekerja setiap hari. Ketika Anda bertemu seseorang yang luar biasa bersyukur untuk segala sesuatu yang ia miliki sekarang ini, Sekalipun keadaan sekarang ini tidak tepat, pesan apa yang Anda terima? Anda mungkin menerima getaran positif dan intuisi bahwa orang ini yakin akan mendapatkan apa yang ia inginkan. Tidakkah hal itu memberi Anda inspirasi untuk ingin berada di dekat orang itu dan bahkan memberikan kontribusi bagi impian dan visi mereka ketika dan jika Anda dapat? Inilah yang disebut “keyakinan yang sedang bekerja.”

Ketika Anda merasa benar-benar bersyukur, pikiran bawah sadar Anda menerima pesan, “Aku mungkin tidak menyukai hasil sekarang, tetapi aku tahu hasil itu tidak lebih dari hasil pemikiranku di masa lalu. Karena itu bersifat sementara, aku dapat benar-benar bersyukur. Aku tahu nasib baik yang kupilih sedang datang ke dalam hidupku.”

Ketika Anda hidup dalam keadaan pikiran seperti ini dan melimpah dengan perasaan bersyukur, Anda dapat bersantai, menikmati, dan menghargai perjalanan hidup Anda. Pemikiran Anda yang baru sedang menarik nasib baik yang Anda cari dan layak Anda terima. Anda dapat menemukan keindahan dalam setiap orang, tempat, benda, dan saat. Orang-orang yang bersyukur adalah orang-orang yang kuat, dan kita merasa senang berada di dekat mereka.

Sebaliknya, orang-orang yang tidak bersyukur atas nasib baik mereka cenderung mengeluarkan getaran negatif dan menarik hasil-hasil negatif. Diceritakan di sebuah keluarga, ada salah satu anggota keluarga yang tidak pernah menunjukkan perasaan bersyukur atas hadiah-hadiah yang ia terima. Pada waktu Natal, ia menganggap hadiah-hadiah yang diterimanya memang sudah semestinya dan jarang memperlihatkan penghargaan atau kegembiraan. Tidak lama kemudian tidak seorang pun dari anggota keluarga berkeinginan memberinya hadiah. Lebih menyenangkan membeli barang-barang untuk anggota keluarga yang lain, yang merasa gembira menerima apa saja yang diberikan. Baik Anda sedang menghadapi anggota keluarga atau pelayan restoran, perasaan bersyukur membawa kembali kebaikan kepada Anda.

Perasaan bersyukur, lebih dari keadaan pikiran lain, membuat kita tetap terhubung dengan nasib baik kita. Dengan terus-menerus memiliki sikap bersyukur, kita berfokus pada semua kebaikan yang sudah ada dalam hidup kita dan, sesuai dengan Hukum Super, mulai menarik lebih banyak kebaikan. Perasaan bersyukur adalah keyakinan yang tertinggi.

Baca: DUA HARI TERPENTING DALAM HIDUP MANUSIA





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan