Senin, 13 Juli 2015

MENJADI ATASAN YANG BAIK




Sebutlah Budi, karyawan sebuah perusahaan swasta terkenal, enam bulan terakhir ini sering mengalami gangguan keseimbangan tubuh. Beberapa bagian tubuhnya terasa amat nyeri. Baginya, berbagai gangguan keseimbangan itu amat menakutkan. “Sepertinya saya sudah tidak dapat mengendalikan kehidupan saya sendiri. Terkadang rasanya seperti mau mati,” begitu pengakuan Budi

Selama itu Budi sudah berobat ke beberapa dokter spesialis, namun pada dasarnya mereka tidak menemukan abnormalitas yang menjadi penyebab munculnya berbagai keluhan fisik Budi. Akhirnya, dalam keadaan setengah putus asa, ia mendatangi seorang konselor. Di tengah rangkaian perjumpaan konseling yang cukup panjang dan melelahkan, muncul pengakuan spontan Budi tentang atasannya tempat dia bekerja.

“Setiap pagi, dia (sang pimpinan) selalu mengecek jam kedatangan saya di kantor. Kalau terlambat dua menit saja, dia akan bermuka sinis sembari mengatakan, ‘Terlambat lagi, terlambat lagi.’ Namun, jika saya datang ke kantor lebih cepat dan tidak terlambat, dia hanya melihat jam tangannya dan tidak pernah memberikan pujian yang menguatkan dan mendukung saya.”

Itulah sebagian kecil pengakuan Budi mengenai hubungan dengan atasannya. Yang jelas dia merasa sangat tertekan oleh sikap pimpinannya di kantor. Apalagi atasannya sangat getol membebankan banyak tugas kepada Budi.

Namun di tengah rangkaian proses konseling yang cukup panjang, Budi juga bersyukur karena kesempatan berbicara berulang-ulang dengan konselor itu ternyata memberikan ketenangan dalam dirinya dan kepastian bahwa kondisi fisiknya baik, berbagai keluhan fisiknya berangsur kurang. Budi merasa lebih sehat. Dia merasa bahwa di dunia ini masih ada orang yang mau mengerti dan memahami dirinya.

Inilah kunci munculnya ketenangan dan kepastian yang semakin dirasakan oleh Budi. Dia menyadari, karena dulu setiap hari hanya berhadapan dengan atasan yang selalu menekan, dia tergiring untuk meyakini bahwa tidak ada orang yang mau menerima dirinya, yang mau mengerti dan memahami dirinya. Akibatnya, dia merasa tidak bisa lagi menjalani kehidupannya dengan tenang dan pasti. Rasanya saat itu, kehidupan indentik dengan ketidakpastian.

Penghayatan ketidakpastian itu ternyata sangat mencekam Budi, sampai dia merasakan keseimbangan yang sangat menakutkan dan menyiksa. Karena keterikatan yang erat antara jiwa dan tubuh, penghayatan ketidakseimbangan itu terekspresikan pula secara fisik, berupa penghayatan gangguang keseimbangan tubuh. Bahkan, lebih jauh lagi muncul dalam bentuk keluhan rasa nyeri di berbagai bagian tubuh.

Pada titik ini, dapat dilihat betapa manusia bisa sakit karena relasi dengan orang lain. Sebaliknya, dia menjadi sembuh juga karena relasinya dengan orang lain. Seiring dengan makin sehatnya Budi, dia pun bisa melakukan reorientasi untuk meraih rasa percaya diri yang wajar. Pengaruh lain yang lebih positif, dia bisa lebih kuat dalam menghadapi atasannya di kantor.

Ketika sudah lebih sehat Budi mengaku, “Seandainya saya punya atasan yang sesekali sudi bercakap-cakap santai sebentar saja dengan saya, tentang satu dua hal yang bersangkut paut dengan kehidupan sehari-hari, pasti saya akan sangat senang. Dengan demikian saya juga akan bisa lebih menghargai atasan, lebih mampu berdisiplin dan lebih berprestasi lagi dalam bekerja.”

“Saya mendambakan pimpinan yang tidak hanya tegas dan berkuasa terhadap para bawahan, namun juga bijaksana dan mampu melayani. Saya yakin, teman-teman di kantor pun diam-diam mendambakan hal serupa. Mereka sering menyampaikan unek-unek kepada saya. Mudah-mudahan kesediaan saya untuk mendengarkan mereka, bisa berandil mencegah mereka jatuh dalam stress, bahkan sampai depresi seperti yang pernah saya alami.”

Sesungguhnya Budi mengemukakan suatu filosofi relasi yang sangat luhur. Inti filosofi itu adalah ketegasan yang selalu berdampingan dengan kebijaksanaan (kearifan), dan kekuasaan yang selalu berdampingan dengan sikap melayani. Filosofi relasi yang luhur itu merangkum pula nilai-nilai penting yang seharusnya dimiliki oleh setiap pemimpin, bahkan setiap insan…

Untuk prestasi kerja yang lebih baik, dan kehidupan yang semakin baik, indah, dan menarik!

Baca: PEMIMPIN YANG EFEKTIF






Untuk informasi lebih lanjut hubungi:


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Minggu, 12 Juli 2015

RAHASIA MEMASUKI KESUKSESAN




Saat ini, masuk ke dunia internet sama halnya dengan bercakap-cakap melalui telepon. Paling tidak kita menggukannya untuk berkomunikasi, melakukan penelitian, menjual, membeli, dan berekreasi. Namun walau internet begitu mengangumkan, ia tetap memiliki keterbatasan. Tetapi ada jaringan lain yang dapat diakses guna mendapatkan bantuan yang bisa menjadikan Anda sukses. Jaringan ini lebih luas dan lebih tua dari internet, lebih kuat, dan tidak membutuhkan komputer. Ini adalah jaringan yang tak terlihat. Sistem untuk masuk ke dalamnya disebut sebagai Elemen ke-11.

Internet menghubungkan kita pada level sadar, sementara jaringan yang tak terlihat ini menghubungkan kita dengan level tak sadar, pada level bawah dasar. Ketika merayakan “zaman baru” atau “jalan keluar”, para ilmuwan internasional, termasuk mereka yang ada di Harvard University dan Stanford Reasecrh Institute, di antara sejumlah  lembaga swasta lainnya, mencatat bahwa alam bawah sadar merupakan kekuatan besar dan nyata.


Anda Telah Terhubung
Pernahkah Anda mengetahui yang akan terjadi sebelum hal itu benar-bernar terjadi? Atau pernahkah Anda mengangkat telpon dan secara intuitif mengetahui siapa yang menelepon? Pernahkah Anda mengetahui apa yang akan diucapkan seseorang sebelum dia mengatakannya? Anda mempunyai firasat yang terbukti akurat. Namun dari mana pengetahuan semacam itu berasal?
Rob Strasser, ketika menjadi eksekutif di perusahaan Nike, memiliki firasat bahwa perusahaan itu harus menginvestasikan sumber daya utamanya pada produksi “Nike Air”. Tanpa didukung data yang cukup, dia melaksanakan proyek itu meski ditentang oleh manajemen. Nike Air pada akhirnya menjadi salah satu produk paling sukses yang pernah diproduksi perusahaan itu. Darimana datangnya “perasaan” Strasser itu?

Pandanglah seseorang di lampu  merah dari balik kaca mobil, atau pandanglah kerumunan orang di mal atau orang-orang yang duduk di depan Anda di gedung teater. Sering orang-orang itu akan ganti memandang Anda karena mereka “merasa” bahwa Anda tengah mengamati mereka. Bagaimana mereka bisa mengatahui bahwa hanya ada seorang yang tengah memandang mereka namun juga mengetahui posisi orang tersebut?

Saya, ketika berusia 16 tahun, pernah mengalami kecelakaan mobil parah pada pukul 3 dini hari. Pada saat itu tiba-tiba saya terbangun, duduk di atas tempat tidur, dan mengetahui ada hal “buruk” yang menimpa saya. Bagaimana dia bisa mengetahui?

Mengapa Anda bisa tiba-tiba tertarik atau tidak menyukai seseorang yang baru saja Anda temui? Mengapa Anda merasa bahwa Anda dapat mempercayai mereka atau bahwa mereka membuat Anda merasa tidak nyaman?
Semua hal yang tak dapat dijelaskan ini adalah contoh bagaimana kita secara konstan masuk ke dalam jaringan tak terlihat tanpa  menyadarinya. Pertanyaannya bukanlah “Apakah benar-benar ada jaringan tak terlihat yang menghubungkan kita semua?”, melainkan “Bagaimana aku dapat memanfaatkan jaringan tak terlihat ini untuk meningkatkan bisnis dan kekayaanku?”


Tujuan Ganda dari Jaringan Tak Terlihat
Jaringan tak terlihat memiliki dua fungsi dalam kehidupan: sebuah gudang informasi sekaligus “papan penghubung” komunikasi.

    1.   Sebagai Gudang Informasi: “mesin pencari” pada internet menyimpan banyak sekali informasi yang dapat diakses guna meneliti beragam subyek. Jaringan tak terlihat juga memiliki mesin pencari, namun fungsinya lebih luas dan lebih rumit dari mesin pencari internet.
Secara otomatis jaringan tak terlihat menerima informasi tentang segala sesuatu dan setiap orang di dunia, dan kemudian menyimpan informasi itu dalam mesin pencari. Saya menyebut kumpulan informasi ini sebagai “master file-file biografi”.
Sebagai contoh, jika seseorang tengah menjalani perawatan kanker di Jepang, mengembangkan sebuah penelitian di Australia, dan memiliki keterampilan khusus dan hidup di Afrika Selatan, menjual produk atau jasa yang unik di Amerika, atau memiliki strategi baru yang dia terapkan di Inggris, maka detail-detail tersebut secara otomatis dikirim ke dalam jaringan yang dapat Anda akses ketika butuh. Yang lebih menakjubkan lagi, informasi yang ada pada jaringan tak terlihat ini terus-menerus dimutakhirkan.
Itulah mengapa masuk ke dalam jaringan tak terlihat ini akan sangat bermanfaat bagi Anda untuk menemukan apa yang dibutuhkan dalam menghasilkan sesuatu yang luar biasa, dan menyediakan akses terhadap kekuatan mental yang lebih dahsyat dari kemampuan sadar Anda.

    2.   Papan komunikasi: pesan terus berdatangan dalam 24 jam sehari, 7 hari seminggu ke dalam jaringan tak sadar dengan cara tak sadar. Setiap detik orang-orang mengirimkan permintaan tolong demi mewujudkan cita-cita dan memetakan secara khusus jenis pertolongan yang hendak mereka berikan kepada orang lian. Dan persis sebagaimana di “dunia permukaan”, tempat kita mengorol, berunding, mengambil keputusan, dan membuat kesepakatan, maka kita juga melakukannya di alam bawah sadar: “Aku akan melakukan hal ini kalau kau membantuku”. Kehebohan terjadi ketika kita melihat “dipermukaan” hasil positif dari permintaan tak sadar kita.
Jika internet membuat Anda kagum, maka bayangkanlah beberapa kali lipat sumber daya dan miliaran kemungkinan yang tersedia, sedangkan Anda meremehkan kemungkinan yang bisa Anda dapatkan saat memasuki jaringan tak terlihat. Bagaimanapun kondisi bisnis atau keuangan Anda saat ini – penjualan, keuntungan, pendapatan, pekerjaaan, dan lain-alin – semua itu dibentuk dengan cara yang menakjubkan oleh informasi dan pesan yang sebelumnya dikirim ke dalam jaringan tak terlihat.

Meminta Bantuan kepada Jaringan Tak Terlihat
Apabila Anda mengirimkan 20 email berisi pertanyaan, Anda akan beroleh jawaban namun Anda tidak dapat berharap bisa mendapat jawaban dari pertanyaan yang tidak Anda ajukan. Jaringa tak terlihat bekerja dengan cara yang sama. Anda harus meminta bantuan yang Anda kehendaki dan butuhkan!
Barangkali tidak selalu demikian. Tetapi pada level tak sadar, setiap orang di planet ini ingin menolong orang lain guna meraih cita-cita dan menyelesaikan tugas mereka. Dan sebagaimana internet, orang lain akan mengulurkan bantuan jika Anda memintanya dengan cara yang layak. Anda hanya perlu mengetahui cara menemukan orang yang tepat dan cara meminta bantuan kepada mereka sehingga Anda bisa mendapatkan tanggapan positif yang diinginkan.
Dalam Elemen ke-11 saya menunjukkan cara mengakses jaringan tak sadar secara efektif dengan cara mengaktifkan “CEO Dalam” – sistem pemandu internal” yang membantu Anda meraih cita-cita berdasarkan kaitan mereka dengan misi dan tujuan Anda. Anda bisa memulainya sekarang, seperti yang sudah saya lakukan, tanpa harus selalu memiliki kontak, gagasan, keterampilan, pengetahuan, dan sumber daya yang saya butuhkan dan gunakan untuk meraih sukses. Mulailah dengan meminta pertolongan dan bahkan “pemandu internal” Anda membantu Anda.
(Sumber: “The Secrets of ‘Logging On Inside’ to Succeed”, Robert Scheinfeld)

Baca: AMBILLAH KEPUTUSAN UNTUK MENCOBA LAGI





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w

Selasa, 30 Juni 2015

APA BAHAN BAKAR UTAMA DALAM BEKERJA?




Bagi saya, kunci sukses seseorang bukanlah karena kepintarannya, bukan karena penampilannya, bukan pula karena bokap-nyokapnya kaya raya minta ampun. Siapa bilang pintar, penampilan keren, tajir tidak penting untuk kesuksesan. Itu semua penting, tapi tak menjamin sukses seseorang.

Menurut saya: kunci utama kesuksesan seseorang adalah PASSION, titik.

Sekitar 15 tahun lalu saya kuliah di jurusan teknik mesin UGM Yogyakarta. Saya memilih jurusan itu karena waktu di SMA jurusan itulah yang paling keren, paling bergengsi, dan paling cepat diterima kerja. Tapi celaka, di bangku kuliah saya nggak betah belajar teknik mesin. Pelariannya, seringkali saya berbulan-bulan nggak kuliah sibuk menjadi aktivis: lontang-lantung menjadi wartawan kampus dan demonstran.

Bukannya sibuk dengan diktat kuliah perteknikmesinan, saya justru menekuni dunia manajemen dan marketing secara autodidak. Saya ingat betul, saat itu waktu lebih banyak saya pakai mengunjungi perpustakaan fakultas ekonomi ketimbang teknik. Waktu lulus pun (hehehe... dengan IP pas-pasan) saya pun merasa lebih kompetitif bersaing dengan lulusan manajemen/marketing ketimbang teknik.

Karena alasan itu pula kemudian saya memutuskan bekerja di dunia manajemen/ marketing, menjadi penulis dan konsultan manajemen/marketing. Amazing..., karena saya mencintai dunia ini, karier, capaian, karya yang saya hasilkan maju pesat tak terbendung. Karena menemukan dunianya, saya bekerja amat keras, namun di balik kerja keras itu saya justru merasakan layaknya sedang bermain: asyik bukan main!

Sebelum saya menikah, sampai seminggu bahkan dua minggu saya nggak pulang ke rumah, sibuk menulis dan mengerjakan laporan. Musuh saya satu waktu itu: satpam. Ya, karena untuk bisa tidur terus-terusan di kantor selama 1-2 minggu harus adu mulut dengan satpam tiap malam. Orang dari kantor sebelah mengira saya menjadi pekerja rodi. 100% keliru! Tak ada seorang pun yang meminta saya lembur! Saya menikmati pekerjaan itu, saya melakukannya dengan exciting, dan karena itu hasil-hasil yang saya capai juga extraordinary-luar biasa.

Saya mengalami kondisi “kesurupan” yang oleh Mihaly Csikszentmihalyi, pakar psikologi, disebut sebagai “FLOW”, yaitu kondisi dimana saya hanyut dan terhisap (immersed & absorbed), menikmati kesenangan (joy) dan mencapai totalitas (total concentration) dalam melakukan pekerjaan itu. Buahnya: produktifitas kerja yang berlipat-lipat.

Yaa…, itu terjadi karena SAYA MELAKUKAN PEKERJAAN DENGAN PASSION!

Passion memberi kita optimisme luar biasa yang memungkinkan kita menuai capaian-capaian yang extraordinary. Passion memunculkan produktivitas luar biasa, produktivitas di luar batas kemampuan kita. Passion membalik beban dan stress menjadi energi kerja luar biasa. Passion memberikan kita keyakinan dalam mencapai apa-apa yang kita inginkan. Passion memicu kita untuk memiliki daya kreasi yang tak mengenal batas.

Berkat Twitter, saya mendapatkan sebuah blog post berjudul, “Pursuing Passion” ditulis oleh John Hagel yang secara khusus melakukan studi mengenai seluk-beluk passion. Dari studi tersebut, ia menemukan beberapa tesis menarik.
Berikut saya ambil beberapa di antaranya:

Passion is about performance.
Orang yang memiliki passion akan memiliki senses of achievement dan selalu tergoda untuk menciptakan karya dan capaian luar biasa. Ia selalu mencari tantangan dan peluang untuk mewujudkan capaian-capaian di luar zona kenyamanan yang melingkupinya. Dalam mewujudkan capaian yang luar biasa mereka tidak memerlukan penghargaan atau dorongan dari luar, karena energy untuk mencapai yang terbaik selalu datang dalam dirinya sendiri: “Pasiion is ultimately driven by intrinsic motivation rather than extrinsic rewards”.

Passion is about risk-taking.
Bagi orang yang memiliki passion, gelas yang terisi air setengahnya, akan dikatakan gelas itu “setengah penuh”, bukannya “setengah kosong”. Segala bentuk tantangan dan risiko akan mereka lihat sebagai “jembatan” untuk mencapai sesuatu yang lebih baik, sesuatu yang sebelumnya tak pernah ada. Karena itu orang yang memiliki passion selalu bisa lepas dari segala bentuk krisis dan ketidakmenentuan. “For passionate, risk becomes reward. They see that risk is the only way to discover new things and explore new territories.”

Passion is about connecting.
Orang yang memiliki passion selalu mencari orang lain yang memiliki passion yang sama untuk berbagi dan bersama-sama mewujudkan apa yang ingin mereka capai. Ia selalu menyadari bahwa cara terbaik untuk mewujudkan tujuan dan misi adalah dengan berhimpun, berbagi, dan belajar dengan orang lain. “Passion lead us to seek out and connect with others sharing our passion. A passionate person is not a lone hero”.

Passion is about authenticity.
Passion datang dari lubuk hati yang paling dalam, tanpa dibuat-buat, tanpa direkayasa. Ia merupakan “suara hati” yang memberi energi dan tenaga hidup luar biasa. Ketika seseorang memiliki passion terhadap sesuatu hal, maka sesuatu hal itu memberinya makna hidup dan indentitas hakiki, dan dengan itu mengabdikan dan mengkontribusikan seluruh hidupnya untuk orang banyak. Dalam The 8th Habit, Stephen Covey menyebutnya sebagai ‘voice”. Kata Covey: “Find your voice, and inspire others to find theirs’.

Abraham Lincoln is a passionate person!
Bill Gates is a passionate person!
Einstein is a passionate person!
Mahatma Gandhi is a passionate person!
Mohammadad Yunus is a passionate person!
Mother Theresa is a passionate person!
Soekarno is a passionate person!

Saya berani bertaruh: “Orang hebat pasti memiliki PASSION yang luar biasa!!!
(Sumber: Yuswohady – penulis lebih dari 40 buku)

Baca: TEMUKAN GAIRAH HIDUP ANDA!





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Minggu, 28 Juni 2015

DULU, SAYA PIKIR...




Dulu, saya pikir sukses itu artinya kaya raya…
Jika sukses dinilai dari kekayaan dan materi, berapa banyak kekayaan dan materi yang harus dikumpulkan untuk dibilang sukses?

Dulu, saya pikir sukses itu berarti punya jabatan dan memiliki kekuasaan…
Jika sukses diukur dari jabatan dan kekuasaan, apa jabatan dan kekuasaan yang harus dicapai untuk dikatakan sukses?

Dulu, saya pikir sukses itu adalah popularitas…
Jika sukses dilihat dari popularitas, popularitas seperti bagaimana yang harus diraih untuk disebut sukses?
  



Dulu, saya kagum kepada orang yang cerdas, kaya raya, yang hidupnya berhasil dalam karir dan hebat dalam dunianya…
Sekarang, saya memilih untuk mengganti kriteria kekaguman itu, saya kagum kepada orang-orang yang hebat di mata Tuhan, sekalipun kadang penampilannya biasa saja dan bersahaja.

Dulu, saya memilih emosi dan marah karena harga diri saya terusik ketika orang lain bersikap kasar, dan menyakiti saya dengan kalimat yang tidak menyenangkan…
Sekarang, saya memilih untuk berterima kasih, karena saya yakin ada kasih yang datang dari mereka ketika saya mampu untuk memaafkan dan bersabar.

Dulu, saya memilih hanya mengejar materi dan terus menumpuknya, akhirnya saya sadar bahwa kebutuhan saya hanyalah makan dan minum untuk hari ini, dan bagaimana cara membuangnya dari perut…
Sekarang, saya memilih untuk selalu bersyukur dengan apa yang ada, dan memikirkan bagaimana saya bisa mengisi waktu saya hari ini menjadi penuh makna dan bermanfaat bagi sesama.

Dulu, saya pikir bahwa untuk membahagiakan orang lain adalah harus berhasil dalam duniaku…
Ternyata, yang dapat membuat mereka bahagia adalah sikap, perkataan, dan perbuatan saya.
Sekarang, saya terus berusaha untuk berbagi KASIH – hal positif, kebaikan, dan kebahagiaan dengan orang lain dalam bentuk apapun dan bagaimanapun yang ada di dalam diri saya.

Baca: JEJAK YANG INGIN ANDA TINGALKAN




Dulu, pikiran saya terpusat untuk membuat rencana-rencana yang hanya untuk duniaku…, ternyata saya menjumpai orang-orang yang begitu cepat menghadap kepada-Nya…
Sekarang, yang menjadi pusat perhatian dan pikiran serta rencana hidup saya adalah bagaimana mempersiapkan diri, dan terutama hati saya agar selalu siap jika suatu saat dipanggil oleh Tuhan.

Tak ada yang bisa menjamin bahwa saya dapat menikmati hari esok.
Tak ada yang dapat menjamin bahwa saya bisa menikmati sinar matahari besok.
Hari ini saya masih hidup, itu semata-mata karena anugerah Tuhan!

Baca: HIDUP ADALAH ANUGERAH




Di SEMANGAT - Kampus Kehidupan saya memaknai bahwa SUKSES adalah:

S iapapun diri Anda (tak peduli masa lalunya bagaimana?)
U sahakan terus bertumbuh dan berbagi
K arena itulah makna dari kehidupan sejati
S elalu berbagi KASIH – hal positif, kebaikan dan kebahagiaan dengan orang lain
E ntah apapun bentuknya dan bagaimanapun caranya
S ampai Tuhan berkata: “Waktunya kamu pulang.”

Itulah maksud dan tujuan yang maha agung, besar, dan mulia dari Tuhan Yang Maha Kuasa atas setiap manusia yang lahir dan diciptakan oleh Tuhan di muka bumi ini…
   
Semoga Tuhan selalu memberi kesehatan, membuka jalan terang, memberi petunjuk dan bimbingan, serta melindungi dan memberkati kita semua.
Amin






Salam Sejahtera & Sukses Selalu!


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w

Rabu, 24 Juni 2015

BERPIKIR BESAR DAN KREATIF




Orang sukses tidak ditentukan oleh agama, warna kulit, gelar akademis, latar belakang keluarga atau hal lainnya; namun diukur berdasarkan besar kecilnya cara berpikirnya. Berapa besar dan kreatif kita berpikir menentukan prestasi kita.

Pemikir besar adalah mereka yang pandai menciptakan gambar yang positif, memandang jauh ke depan, optimis baik di dalam pikiran mereka sendiri maupun orang lain. Untuk berpikir besar kita harus menghasilkan citra atau gambar mental yang positif dan besar. Pemikir besar melatih diri mereka untuk melihat bukan hanya apa yang ada di hadapan mereka, tetapi melihat berbagai kemungkinannya yang baik dan positif.

Banyak orang yang memiliki potensi dan kesempatan untuk maju membiarkan hal-hal kecil yang tidak penting menghambat jalan mereka menuju sukses.

TIPS:
    1. Berkonsentrasilah pada kelebihan yang ada di dalam diri Anda. Anda sesungguhnya lebih baik dari yang Anda duga.
    2. Gunakan kata-kata besar, cerah, dan ceria. Gunakan kata-kata yang mencerminkan kemenangan, harapan, kebahagiaan, dan kegembiraan; hindari kata-kata yang menimbulkan gambaran yang tidak menyenangkan berupa kegagalan, keluhan, atau kesedihan.
    3. Bentangkan visi Anda. Lihat apa kemungkinannya, bukan hanya apa yang ada. Tambahkanlah hal baik dan positif pada diri Anda dan orang-orang yang ada di sekitar Anda.
    4. Dapatkan pandangan yang besar mengenai pekerjaan Anda. Berpikirlah, sungguh-sungguh berpikir bahwa pekerjaan Anda yang sekarang adalah benar-benar penting.
    5. Jangan berpikir tentang hal-hal yang sepele. Fokuskan perhatian Anda pada sasaran yang besar. Sebelum terlibat dalam persoalan kecil, bertanyalah kepada diri sendiri, “Apakah ini benar-benar penting?”


Berpikir kreatif berarti menemukan cara-cara baru yang lebih baik untuk mengerjakan apa saja. Yang penting bukan apa yang Anda ketahui pada waktu Anda memulai, melainkan apa yang Anda pelajari dan Anda gunakan sesudah Anda memulai sebuah pekerjaan.

Keberhasilan besar mensyaratkan orang terus menerus menetapkan standar yang lebih tinggi untuk diri sendiri dan orang lain. Kesuksesan hanya diperuntukkan bagi mereka yang berpendirian: “saya dapat mengerjakannya dengan lebih baik dan lebih banyak’.

Keberhasilan adalah mengerjakan apa yang Anda kerjakan dengan lebih baik (meningkatkan kualitas diri), dan mengerjakan lebih banyak daripada apa yang dapat Anda kerjakan (meningkatkan kapasitas diri).

Mereka yang punya banyak waktu untuk mengomentari orang lain, biasanya adalah orang yang malas mengembangkan dirinya dan hanya jadi komentator.

TIPS:
    1. Percaya bahwa sesuatu dapat dilakukan. Jika Anda percaya sesuatu dapat dilakukan, pikiran Anda akan mencari cara-cara untuk melakukannya. Hapuskan kata “tidak mungkin”, “tidak dapat dikerjakan”, “tidak akan berhasil”, “tidak ada gunanya mencoba” dari pikiran dan pembicaraan Anda.
    2. Bersikaplah menerima gagasan baru. Lakukan eksperimen. Coba pendekatan baru. Bersikaplah progresif dalam semua yang Anda kerjakan.
    3. Bertanyalah kepada diri sendiri setiap hari: “Bagaimana saya dapat bekerja dengan lebih baik?” Tidak ada batas untuk perbaikan diri.
    4. Bertanyalah kepada diri sendiri, “Bagaimana saya dapat bekerja lebih banyak?” Kapasitas adalah keadaan pikiran. Mengajukan pertanyaan ini kepada diri sendiri membuat pikiran Anda bekerja mencari jalan pintas yang cerdik.
    5. Bentangkan pikiran Anda. Dapatkan stimulasi. Bergaul dengan orang yang dapat membantu Anda memikirkan gagasan baru dan cara baru untuk mengerjakan segala sesuatunya.


“BERPIKIR BESAR DAN KREATIF. BERBAGI HAL POSITIF, KEBAIKAN, DAN KEBAHAGIAAN DENGAN ORANG LAIN AKAN MEMBANTU ANDA UNTUK MENDAPATKAN KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK, INDAH, DAN MENARIK…”
(Johanes Budi Walujo)

Baca: THINK BIG





Untuk informasi lebih lanjut hubungi:


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Kamis, 18 Juni 2015

WUJUDKAN MIMPI ANDA




Dalam setiap acara ‘training-seminar motivasi’, kepada beberapa peserta saya selalu menanyakan pertanyaan berikut:


“Siapa yang boleh punya mimpi-impian besar? Apa impian yang ingin Anda raih lima atau sepuluh tahun ke depan?”


Untuk pertanyaan pertama, selalu dijawab: SEMUA ORANG!

Sedangkan untuk pertanyaan kedua: TIDAK SEMUA ORANG BISA LANGSUNG MENJAWAB! Hal demikian dimungkinkan karena mayoritas orang memang belum menentukan impian hidupnya untuk lima atau sepuluh tahun ke depan!?


Orang bijak berkata: “Bukan orang yang tidak punya uang yang perlu dikasihani, tapi mereka yang tidak punya impianlah yang harus dikasihani.”


Saya berikan ilustrasinya demikian:

Seseorang diam di pinggir jalan sedang menunggu taksi.

Beberapa saat kemudian  sebuah taksi lewat dan dia berteriak memanggil: “Taksi!”

Taksi berhenti, dan setelah orang itu masuk ke dalam mobil, sang Supir taksi bertanya kepada penumpang tersebut: “Ke mana tujuannya?”

Sambil mengeluarkan uang dari dompetnya, sang Penumpang menjawab: “Ini uang Rp 100 ribu untuk argo, habiskan saja.”

Setelah taksi melaju beberapa lama, sang Penumpang tertidur.

Sampai akhirnya sang Supir menghentikan taksi, lalu membangunkan sang Penumpangnya: “Argo Rp 100 ribunya sudah habis.”

Saat sang Penumpang bangun dan mau turun dari taksi itu, dia  merasa jengkel dan langsung marah-marah kepada sang Supir taksi sambil berteriak: “Hai, kenapa saya kamu turunkan dekat kuburan?”

Sang Supir taksi hanya bisa bengong: “Lhoo…???”



Mimpi untuk diri sendiri kadang terasa sangat melelahkan, tetapi jika tujuan mewujudkan mimpi itu untuk, misalnya anak dan cucu Anda, atau untuk orang-orang di sekeliling Anda, pasti Anda akan merasa lebih termotivasi untuk menjalani dan meraihnya.

Lakukanlah yang terbaik bagi orang-orang yang ada di sekitar Anda... Mengeluarkan segenap kemampuan terbaik yang ada di dalam diri Anda adalah ‘cara cerdas’ (membentuk karakter baik) dalam usaha Anda untuk meraih impian-masa depan yang cerah. Banyak orang yang hanya berkerja dengan cara yang biasa-biasa saja, namun anehnya berharap hasil yang luar biasa?

Ingat, lima atau sepuluh tahun ke depan, Anda pasti bertambah tua. Tapi jika dari sekarang Anda mulai mewujudkan mimpi Anda, lima atau sepuluh tahun ke depan, Anda juga tetap bertambah tua, tapi bertambah pula pemahaman dan pengalaman Anda tentang hidup. Betul, ‘kan?

Sukses selalu untuk Anda semua!

Selamat berjuang!


Tak pernah ada kata terlalu dini, atau bahkan terlambat, untuk mulai bermimpi dan berusaha menggapainya...

Baca: ANDA INGIN MENJADI ORANG SUKSES?





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w