Senin, 15 Juni 2015

TENTUKAN GOAL YANG BESAR




Terinspirasi dengan ide tentang GOAL (target hidup)...

Sebenarnya, adakah GOAL yang kebesaran atau ketinggian?
Artinya mustahil untuk diraih?

Beberapa hari ini saya merenungkan GOAL 2015.
Sepanjang hidup saya banyak GOAL yang tercapai, tapi tidak sedikit yang belum tercapai.
Lalu muncullah pertanyaan ini,

"APAKAH KARENA GOAL SAYA TERLALU MULUK?"
Pernah kepikiran gak kalau GOAL Anda terlalu tinggi, sulit diraih dan mengakibatkan Anda kecewa karena tidak dapat mencapainya?

Saya pun sesekali berpikir seperti itu, namun saya selalu mencari fakta lain.
Beberapa hal dalam hidup saya butuh waktu yang relatif singkat untuk meraihnya, yang lainnya perlu bertahun-tahun sampai cita-cita itu tercapai.

Tentunya, ada banyak pula orang yang puluhan tahun berjuang untuk mengejar impiannya, akhirnya benar-benar terwujud.
Lho..., koq bisa?

Kesimpulannya...
GOAL harus dibuat sangat besar dan sulit untuk dicapai, agar kita mau memperbesar hati, pikiran, dan keahlian serta usaha keras sehingga setara HEBATNYA dengan GOAL kita.
Ketika pribadi kita LEBIH BESAR dari GOAL, segala sesuatu yang kita pikir mustahil, akan menjadi kenyataan.
Begitu pula sebaliknya,
GOAL yang belum terwujud adalah sebuah indikasi positif yang menunjukkan kepada kita, bahwa kita masih belum layak menyombongkan diri, masih perlu belajar, masih butuh bimbingan, masih harus bertanya, dan masih butuh digembleng untuk menjadi sebesar GOAL yang kita inginkan.

Untuk itu, buatlah GOAL yang besar atau tinggi, upayakan sekuat tenaga untuk meraihnya, sampai tidak merasa bahwa GOAL dan DIRI kita ternyata sama-sama berharganya...


Baca: NASIBMU BERAWAL DARI PIKIRANMU!





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Minggu, 14 Juni 2015

APA RAHASIA SUKSES DAN KAYA?




MITOS TENTANG KESUKSESAN DAN KEKAYAAN

Barangkali Anda pernah membaca atau mendengar tentang beragam dalih atau mitos yang melingkupi orang sukses dan orang kaya. Seluruh mitos itu menghalangi pencarian Anda untuk meraih sukses dan menemukan kebebasan finansial.


Berikut ini saya mencatat mitos-mitos yang paling umum dan paling merusak:

Mitos #1 ORANG-ORANG YANG SUKSES DAN KAYA ADALAH ORANG-ORANG YANG MEMANG BERBAKAT SUKSES DAN KAYA
Hal ini umumnya dipercaya oleh orang-orang yang tidak mempunyai tujuan hidup. Bisa juga oleh mereka yang tidak mengerti atau menyadari bakat dan kemampuan yang mereka miliki. Biasanya orang-orang ini menganggap orang lain lebih pandai atau lebih baik dibandingkan dengan mereka sendiri. Mereka akhirnya mengambil kesimpulan seperti itu, sebagai pembenaran dan kompensasi dari kurangnya usaha mereka sendiri untuk mengembangkan dan menggunakan bakat-bakat yang sebenarnya mereka miliki.
Padahal bakat atau kemampuan yang belum terasah dan penampilan tidak banyak pengaruhnya kepada kesuksesan atau tidaknya seseorang. Keinginan yang kuat justru jauh lebih penting daripada bakat.
Baca: APA IMPIAN HIDUP ANDA?

Mitos #2 ORANG-ORANG YANG SUKSES DAN KAYA ADALAH ORANG-ORANG YANG DIUNTUNGKAN OLEH KEADAAN
Banyak sekali orang yang mengajukan alasan-alasan seperti berikut ini: saya tidak berpendidikan atau kurang pendidikan, saya tidak punya modal atau kurang modalnya, saya tidak berpengalaman atau kurang pengalaman. Mereka menyatakan bahwa persaingan yang keras, masalah kekurangan, kegagalan yang pernah dialami dalam usaha yang terdahulu, atau berbagai alasan lainnya yang menyebabkan mereka gagal meraih sukses. Dengan alasan-alasan seperti itu mereka bahkan tidak mau mencoba untuk meraih sukses.
Jadi, jelaslah kalau impian dan keinginan itu cukup besar, masalah-masalah atau kendala-kendala yang ada itu tidak terlalu penting.
Baca: MODAL UTAMA UNTUK MERAIH SUKSES

Mitos #3 ORANG-ORANG YANG SUKSES DAN KAYA ADALAH ORANG-ORANG YANG BERUNTUNG
Ada orang-orang yang mengatakan bahwa banyak "celah" di dunia ini. Namun, mereka tidak mendapatkan celah itu. Mereka berkeyakinan Andaikan saja mereka berada pada waktu dan tempat yang tepat dan berhubungan dengan orang-orang yang tepat pula, maka mereka akan sukses.
Kesuksesan itu bukan lotere. Jadi, keberuntungan itu akan muncul jika kita mulai mengejar impian dengan segenap hati, pikiran, dan bekerja keras untuk mencapai impian. Impian yang tinggi, tujuan-tujuan yang mulia, dan sikap yang positif, serta nilai-nilai luhur bisa dimiliki oleh semua orang.
Baca: APA PERBEDAAN ORANG SUKSES vs ORANG GAGAL?

Mitos #4 - ORANG YANG SUKSES DAN KAYA ADALAH ORANG-ORANG YANG PANDAI MENIPU
Banyak sekali orang percaya bahwa orang sukses memperolah kekayaannya karena pandai menipu, mencuri, berbohong atau memanipulasi. Mereka tidak percaya bahwa orang-orang yang jujur dan pekerja keras bisa memperoleh sukses. Fakta-fakta yang ada sama sekali bertentangan dengan pemikiran seperti itu. Pada kenyataannya sebagian besar milyarder berasal dari keluarga pekerja keras. Mereka mulanya membuka usaha kecil, lalu mereka bekerja keras dan menabung setiap hari agar memiliki modal yang cukup untuk memperluas usahanya. Memang ada beberapa gelintir orang yang serakah dan ambisius, tetapi orang-orang seperti itu biasanya akhirnya mengalami kegagalan. Mereka bisa kaya raya untuk sementara waktu dari segi keuangan, tetapi biasanya kekayaan mereka tidak mencakup semua sendi kehidupan.
Padahal, ada sendi-sendi kehidupan yang lebih penting daripada uang.
Baca: BAGAIMANA KARAKTER DIRI ANDA?

Mitos #5 – BESARNYA PENGHASILAN ANDA DITENTUKAN OLEH SEBERAPA KERASNYA ANDA BEKERJA
Jika hal ini benar, para pekerja kerah putih, yang selama bertahun-tahun telah bekerja sangat keras, akan menjadi orang-orang yang paling sukses dan paling kaya di dunia. Namun tentu saja hal ini tidak benar. Mereka hanyalah kelas menengah yang membentuk serikat pekerja. Jika di masa muda Anda menyaksikan orang tua Anda pulang ke rumah dengan wajah yang lelah setelah menjalani jam kerja yang panjang, mungkin Anda tahu bahwa gaji mereka tidak setara dengan kerja keras mereka. Orang-orang yang bekerja “hanya” untuk uang sering memiliki utang karena mereka berupaya memanjakan diri dengan segala hal yang dapat mereka beli, sesuatu yang tidak mereka dapatkan ketika bekerja.
Baca: BAGAIMANA RUMUS PENGHASILAN ANDA?

Mitos #6 – DIBAYAR KARENA MELAKUKAN SESUATU YANG DINIKMATI BUKANLAH KERJA, SEHINGGA ANDA TIDAK BOLEH MEMINTA UPAH ATAS APA YANG ANDA NIKMATI
Cocokkan ini dengan para jutawan. Mereka mempunyai begitu banyak uang sehingga mereka tidak lagi bekerja. Tetapi mereka bekerja demi alasan lain. Tantangan, kepuasan, kepenuhan hidup, aktivitas, kegembiraan… dan semua itu berhubungan dengan cinta pada pekerjaan. Apabila mereka tidak menikmati pekerjaan tertentu, mereka akan mengerjakan hal lain yang membuat mereka lebih bergembira dan mampu mewujudkan impian mereka.
Faktanya, jika Anda tidak menikmati pekerjaan, Anda tak pernah menjadi sukses dan kaya! Namun menikmati pekerjaan tidak lantas berarti bahwa Anda tidak perlu digaji. Kenyataannya, inilah tujuan utama dari bekerja: beroleh upah untuk apa yang benar-benar dinikmati sehingga Anda seolah-olah merasa sedang tidak bekerja!
Baca: UNTUK APA KITA BEKERJA?

Mitos #7 – ANDA PERLU MENEMUKAN BISNIS YANG TEPAT AGAR DAPAT MENJADI KAYA
Apakah Anda berpikiran seperti itu? Ini berarti bahwa seluruh orang yang terlibat dalam bisnis yang sama adalah jutawan. Namun tentu saja hal ini tidak benar. Pada masing-masing bisnis ada pemenang dan ada pecundang; ada banyak pemenang, bahkan dalam bisnis yang tidak disukai (banyak orang) atau bisnis yang “mustahil” semisal menyapu jalanan, mengumpulkan sampah, bekerja di pabrik, memompa gas, menjual koran, dan lain-lain. Di sisi lain juga kerumunan “pecundang” dalam bisnis-bisnis semisal properti, manajemen, atau penjualan saham.
Baca: BISNIS TANPA MODAL? EMANG BISA?

Mitos #8 – ANDA MEMBUTUHKAN PENDIDIKAN YANG TEPAT UNTUK BISA MERAIH SUKSES DAN MENJADI KAYA
Apakah orang yang paling terpelajar adalah orang yang paling sukses dan kaya? Tidak! Dalam hal ini seorang guru besar akan menjadi orang terkaya di dunia. Coba Anda tanya seberapa besar gaji mereka. Kebenarannya sangat jauh dari hal itu. Orang yang paling kaya adalah mereka yang dapat mengubah pengetahuan (atau pendidikan) mereka menjadi uang, dengan cara yang paling mungkin. Mereka ini bisa saja orang yang sangat terpelajar (semisal para penemu, ilmuwan, dan lain-lain) atau orang paling bodoh. Orang yang tidak berpendidikan formal bukan berarti mempunyai kemampuan rendah dalam melakukan suatu pekerjaan atau tidak mampu membangun visi yang cukup kuat untuk menjadi orang yang sukses – mereka dapat dengan mudah menjadi ahli tanpa perlu menempuh pendidikan formal.
Baca: APA ITU VISI?

Mitos #9 – SAYA TERLALU TUA (ATAU MUDA)
Jika riwayat hidup orang-orang paling sukses di dunia disimak, akan terlihat bahwa hal semacam itu tidak benar. Di satu sisi ada sebagian dari mereka yang sudah kaya di usia muda (barangkali berkat bisnis saham), sedangkan yang lain baru merasakan kemakmuran di usia senja. Ray Krock, misalnya, sudah berusia lebih dari lima puluh tahun ketika pertama kali menjual dan mebuat McDonald.
Baca: 

Mitos #10 – KEBIASAAN MEMBUAT SESUATU MENJADI LEBIH MUDAH
Setiap tahun statistik menunjukkan peningkatan jumlah jutawan di dunia. Mengenang “masa lalu yang baik” hanya akan menimbulkan rasa nyaman dan pemaafan diri. Apabila Anda memandang ke sekeliling, Anda akan melihat ada orang-orang yang memiliki sikap yang sama mengenai “masa lalu yang baik” seperti masa kini mereka, namun sebenarnya mereka baru saja meraih kesuksesan. Dengan teknologi dan kemajuan, cetuskan gagasan-gagasan, keinginan, dan kebutuhan-kebutuhan baru sehingga tercipta lebih banyak peluang.
Baca: GAGASAN TANPA BATAS

Mitos #11 – SAYA TIDAK PUNYA CUKUP UANG UNTUK MEMULAI BISNIS
Ini tidak berbeda dengan model-model dalih atau “mitos” lainnya. Seperti yang lainnya, sangat jelas bahwa hal ini sama sekali tidak benar. Banyak orang yang sukses dan berhasil meraup keuntungan hanya dengan modal dengkul, hidup di apartemen atau menyulap rumah menjadi kantor namun kemudian berhasil mengembangkan kerajaan bisnis yang bernilai miliaran. Unsur terpenting dalam keberhasilan bukanlah memiliki uang banyak untuk memulai bisnis. Benar uang kerap membantu. Tetapi, sebagaimana mitos-mitos lain, uang bisa membantu namun tidak selalu dibutuhkan.
Baca: MODAL BISNIS BUKANLAH HANYA SEBATAS UANG!

Mitos #12 – SAYA AKAN MEMULAI BISNIS JIKA SAYA MENGETAHUI SELUK-BELUKNYA
Apakah Anda percaya bahwa suatu hari nanti Anda akan mengetahui segala sesuatu? Atau bahkan Anda akan mengetahui bahwa telah cukup “siap sekarang ini”? Semakin banyak Anda belajar, semakin Anda paham bahwa Anda masih perlu belajar lebih banyak. Sukses dan kaya merupakan proses yang dinamis. Perlu diketahui, jembatan pengetahuan tentang segala sesuatu ialah berusaha untuk mengetahi (praktek). Jika Anda tidak segera memutuskan, Anda tak akan beroleh apapun. Hidup dan belajarlah.
Ada beberapa jutawan yang membiarkan diri mereka gulung tikar dan lalu (dengan lebih cepat) segera bangkit dan merebut kekayaan mereka, terkadang bahkan lebih besar dari sebelumnya. Uang sendiri bukanlah rintangan yang menghambat Anda meraih sukses dan kekayaan.
Cobalah sebanyak mungkin “berpraktek”. Jadikan bidang pekerjaan Anda lebih baik atau lebih efisien. Setelah itu, ketika seseorang menandatangi cek untuk Anda, di saat itulah Anda benar-benar bekerja untuk diri Anda sendiri.
Bahkan meski Anda pekerja di sebuah perusahaan besar – bukan perusahaan Anda sendiri – namun inilah perusahaan yang memungkinkan Anda membuktikan bahwa Anda mempunyai kemampuan. Masing-masing kita memiliki bakat untuk sukses dan menjadi jutawan! Terlahir sebagai pemenang, namun hanya sedikit dari kita yang mengetahui cara memanfaatkan kesempatan dan menggali potensi yang tersimpan jauh di dalam diri kita! Tak seorang pun yang dapat memberikan peluang yang lebih besar ketimbang yang sudah ada dalam diri Anda. Yang harus dilakukan ialah menemukan jalan menuju keberhasilan. Karena terlahir sebagai orang sukses, maka kita harus mengambil keputusan-keputusan besar dan menggali kekuatan dari dalam diri kita sendiri! Anda niscaya akan menemukan sumber keberuntungan yang baru: diri Anda sendiri!
Baca: KENAPA ORANG BERBISNIS?

KESIMPULANNYA:
Kalau Anda ingin menjadi orang yang benar-benar sukses dan kaya, Anda harus menolak teori-teori tersebut di atas. ANDA HARUS MENCARI TEORI-TEORI YANG TEPAT DAN PRINSIP-PRINSIP YANG MEMBAWA KEDAMAIAN DALAM JIWA DAN HATI ANDA, KEAMANAN DAN KEBEBASAN, CINTA KASIH DAN RASA HORMAT DAN KEHIDUPAN YANG SIGNIFIKAN YANG BISA MEMBERIKAN NILAI TAMBAH KEPADA ORANG-ORANG LAIN...

Baca: ANDA BISA, JIKA ANDA PIKIR ANDA BISA!





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w

Minggu, 07 Juni 2015

BAGAIMANA CARA MENINGKATKAN KEUNTUNGAN?




Washington DC sangat tidak menyenangkan. Sewaktu duduk di sebuah bangku untuk menunggu bus, saya tidak sabar untuk segera kembali ke Lousiana yang dipenuhi hutan-hutan. Saya seperti duduk di kolam darah yang berada di ujung bangku tersebut dan saya bersiap-siap pergi. Saya benar-benar berharap bahwa orang-orang yang berkujung ke negeri ini tidak menjadikan Washington DC sebagai salah satu tujuannya.

Namun sebelum bus yang saya tunggu datang, saya didekati seorang lelaki tua berpakaian rapi yang menanyakan alamat. Saya katakan bahwa saya tidak mengetahui tempat yang ia cari karena saya sendiri adalah pendatang. Sampai hari ini saya tidak yakin mengapa, namun mulai berbicara seolah-olah kami sudah saling mengenal selama bertahun-tahun.

Kami berbincang-bincang tentang kehidupan, manusia, dan akhirnya percakapan itu berubah menjadi percakapan bisnis. Disinilah lelaki itu melihat sesuatu dalam diri saya, saya kira, yang membuatnya merasa ingin mengungkapkan rahasia besar yang sebelumnya belum pernah dia ceritakan. Ia bilang, banyak orang telah mendengarkannya, namun hampir tak ada yang benar-benar menyimak cerita tersebut, meski hal itu dapat menemukan keuntungan berlimpah kepada oaring-orang yang memanfaatkannya.

Telinga saya mulai bekerja. Sesuatu dalam suaranya seakan-akan menegaskan bahwa ia mengetahui apa yang tengah ia ucapkan. Dan saya sangat ingin mengetahui rahasia apa yang hendak ia ungkapkan. Dia tentu saja merasakan keingintahuan saya karena pada saat itu dia memberi peringatan yang nyaris terdengar seperti sebuah cacian.

Saya berusaha menuliskan kembali percapakan itu sebaik mungkin yang saya ingat…

Lelaki tua: “Jangan membuat kesalahan dengan menghiraukan apa yang saya ucapkan karena mungkin Anda sudah pernah mendengarnya. Saya yakin, setidaknya Anda sudah mendengarkannya satu kali sepanjang hidup. Malah mungkin Anda sudah sangat sering mendengarkannya. Apakah Anda punya keberatan tertentu terhadap agama?”

Saya: “Tidak. Saya tidak mempercayai kata-kata para pengkhotbah atau apa yang mereka sampaikan, tapi saya tahu bahwa Injil mengandung banyak sekali pengetahuan berharga.”

Lelaki tua: “Bagus. Saya tidak mau Anda memotong kata-kata saya karena hal itu tidak berasal dari Injil namun terapannya menjangkau ke balik apa yang dapat dipahami banyak orang. Ini membutuhkan pemikiran yang cermat, pertimbangan yang seksama, agar kekuatannya bisa dirasakan.”

“Rahasia sederhana ini, ketika diterapkan pada dunia bisnis, akan mendatangkan uang. Dengan sangat mudah. Seperti air yang mengalir ke bawah gunung. Bahkan orang yang tolol pun dapat mempraktekkannya dan menjadi kaya. Ketika ini diamalkan pada suatu hubungan, rahasia ini akan menciptakan banyak sekali teman ketimbang yang dapat Anda dapatkan.” (Tersenyum dengan tulus)

Saya: “Apakah itu? Saya sangat penasaran.”

Lelaki tua: “Sabar Bung, sabarlah. Saya tidak akan tergesa-gesa mengungkapkannya karena rahasia ini selalu diulang oleh orang-orang tolol yang tidak mau menghormati atau mengetahui maknanya. Tidak. Saya akan mengungkapkannya dengan cara yang lain. Apa bisnis Anda?”

Saya: “Baiklah. Saya ini tengah mencoba bisnis Penjualan Lewat Surat. Saya memasang iklan dan menjual buku.”

Lelaki tua: “Bagus. Bagus. Saya akan mengatakan kepada anda cara untuk meraup keuntungan dalam bisnis ini. Satu-satunya hal yang Anda butuhkan ialah menciptakan produk yang ingin Anda beli.”

Saya: “Saya kurang paham.”

Lelaki tua: “Anda akan memahaminya.”
“Ketahuilah, Anda adalah sasaran pemasaran bagi diri Anda sendiri. Apa pun yang Anda inginkan, ada ribuan orang yang juga menginginkan hal yang sama. Produk yang Anda cari itu adalah juga produk yang dicari ribuan orang lain.”

“Yang harus dilakukan ialah menciptakan produk yang ingin Anda beli, produk yang dicari oleh diri Anda sendiri. Ketika Anda memiliki produk ini, kata-kata apakah yang ingin Anda dengar dari para sales sehingga Anda tahu bahwa inilah produk yang selama ini Anda cari?”

“Kalau ada orang lain yang menjual produk ini, iklan macam apa yang hendak Anda lihat, apa yang mendorong Anda membeli produk ini? Ketika Anda menemukan jawabannnya, seperti itulah iklan yang ingin Anda buat.”

Saya: “Saya mengerti.” (agak ragu)

Lelaki tua: “Anda lihat penjual yang ada di seberang jalan itu? Pizza. Saya melipatkan keuntungan bisnis tersebut tiga kali lipat hanya dalam waktu sepuluh menit. Itulah cara saya menjalankan bisnis.” (tersenyum)

“Yang akan saya lakukan ialah mendekati penjual itu seperti layaknya pembeli. Saya akan duduk di sana dan membayangkan segala sesuatu yang dapat saya lakukan agar dapat menjaring pelanggan setia. Apa yang saya lakukan agar dapat seperti itu?”

“Ketika saya punya jawaban atas pertanyaan itu, saya akan menerapkannya. Tiap pelanggan akan saya perlakukan dengan cara yang sudah saya bayangkan. Saya jamin, penjualan itu akan meraup keuntungan tiga kali lipat dari pada sekarang.”

Saya: “Saya kira saya tahu…”

Lelaki tua: “Sabar. Anda bahkan belum tahu apa-apa. Itulah yang sering saya temui pada banyak orang. Mereka memotong sesuatu karena melihat dari mana hal itu datang atau karena mereka sudah sering mendengarkannya. Jangan lakukan apa yang dilakukan orang-orang tolol itu. Anda tidak ingin ‘mengetahuinya’ sampai Anda benar-benar mempertimbangkan dan memanfaatkannya.”

Saya: “Baiklah.”

Lelaki tua: “Apa yang saya katakan mengandung kekuatan tersembunyi. Kata-kata sederhana yang digunakan untuk menggambarkannya tidak dapat sepenuhnya menampungnya. Jangan menghakimi, jangan samakan hal itu dengan kata-kata dari para pengkhotbah yang cerewet yang setiap saat mengeluarkan kata-kata bijak tanpa satu pun orang yang peduli.”

“Apa yang tidak diketahui banyak orang ialah cara mengamalkan Hukum itu pada segala sesuatu. Rahasia ini dapat diterapkan pada tiap langkah yang Anda ambil, segala sesuatu yang Anda kerjakan, tiap kata yang Anda ucapkan, dan siapa pun yang mengamalkannya akan beroleh keuntungan.”

“Kalau Anda seorang penulis, tulislah apa pun yang hendak Anda tulis.”
“Kalau Anda seorang sales, juallah apa pun yang hendak Anda jual.”
“Kalau Anda seorang pembicara, utarakanlah apa pun yang hendak Anda utarakan.”
“Kalau Anda menginginkan lebih banyak cinta, maka diri Anda menjadi teman yang Anda inginkan.”

“Sewaktu menerapkan rahasia ini pada segala seuatu yang Anda lakukan, maka akan muncul sebuah keajaiban yang Anda lakukan. Bisnis Anda menguasai pasar, buku yang Anda tulis menjadi buku laris. Kalau Anda pemimpin, Anda akan menarik banyak sekali pengikut yang setia.”

“Apakah Anda menyukainya?”
“Apakah Anda akan meresponnya?”
“Apakah Anda merasakannya?”

“Itulah serangkaian pertanyaan yang harus  Anda ajukan setiap kali Anda mengerjakan atau membuat sesuatu. Anda akan dapat menelusupkan pengaruh Anda ke dalam hati dan benak setiap orang jika Anda terlebih dahulu mempertimbangkan apa pun yang hendak Anda lakukan.”

“Saya rasa Anda sudah mengetahui ungkapan Alkitab yang saya maskud. Tapi kita tak perlu mengulangnya. Cukup pertimbangkan dan amalkan.”

Saya: “Ya saya tahu. Tapi saya tidak pernah membayangkan kalau hal itu bisa diterapkan pada segala hal. Saya juga termasuk golongan orang tolol yang mengabaikannya tanpa pernah memikirkannya sekali pun. Saya betul-betul ingin berterima kasih kepada Anda karena sudah bersedia membagi rahasia ini.”

Lelaki tua: “Sangat menyenangkan berbicara dengan Anda, Bung. Semoga selamat tiba di rumah.”

Dan dia pun pergi. Hal yang mengecewakan ialah ketika saya berada di dalam bus untuk pulang, saya menyadari bahwa saya tidak mengetahui namanya, atau bahkan memperkenalkan nama saya kepadanya. Barangkali dia melihat nama yang tertempel pada tas saya. Saya tidak yakin. Tetapi tidak masalah. Berkat nasihat yang dia berikan, sepanjang 15 tahun ini saya selalu memetik keuntungan bisnis.

Kendati saya tidak begitu menguasai apa yang dinasihatkan oleh si lelaki tua itu, saya tetap dapat menarik banyak keuntungan. Terutama dari internet. Internet menjadi salah satu sarana tempat pengetahuan ini dapat dipraktekkan dengan baik. Banyak orang bertanya apa rahasia saya: “Bagaimana mungkin saya bisa tetap bertahan di sini, dengan produk yang sama, dengan menghadapi seluruh persaingan yang kian ketat, selama bertahun-tahun?”

Rahasia sederhana itu terkait pada jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang senantiasa saya ajukan kepada diri saya sendiri: bagaimana saya akan memperlakukan perusahaan ini? Bagaimana saya akan memandangnya? Apa yang hendak saya dapatkan? Bagaimana saya mengurusnya?

Pertanyaan-pertanyaan sederhana itulah satu-satunya hal yang harus dijawab. Ketika Anda sudah beroleh jawaban, praktekkan jawaban itu dan tunggu apa yang terjadi.

Buatlah sendiri situs yang Anda cari.
Tulislah sendiri buku yang ingin anda baca.
Juallah sesuatu yang ingin Anda beli.
Berbicaralah tentang apa yang hendak Anda dengarkan.
Uruslah sesuatu yang hendak Anda urus.
Buatlah sesuatu untuk orang lain apa yang ingin Anda ciptakan untuk diri sendiri.
Timbulkan gairah pada diri orang lain dengan sesuatu yang menggairahkan Anda.
(Sumber: “A Millionaire’s Secret”, Allen Says)





Untuk informasi lebih lanjut hubungi:


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Sabtu, 06 Juni 2015

SUMBER PIKIRAN POSITIF






Berpikir positif adalah sumber kekuatan dan sumber kebebasan. Disebut sumber kekuatan karena ia membantu kita untuk memikirkan solusi dampai mendapatkannya. Dengan begitu kita bertambah mahir, percaya, dan kuat. Disebut sumber kebebasan karena dengannya kita akan terbebas dari penderitaan kungkungan pikiran negative serta pengaruhnya pada fisik.

Adapun beberapa pikiran positif adalah sebagai berikut:

Berpikir Positif untuk Menguatkan Cara Pandang
Berpikir positif semacam ini digunakan seseorang untuk mengukuhkan cara pandangnya tentang sesuatu. Dengan demikian, ia akan merasa pandangannya benar walau hasilnya negatif. Contoh cara berpikir positif untuk menguatkan pendapat adalah cara berpikir Roger Panster, juara dunia lari serratus meter, yang mendengar pendapat seorang komentator bahwa mahkluk apapun di muka bumi ini tidak mungkin menempuh jarak satu mil dalam tempo tiga menit. Panster tidak mengomentari pendapat ini, tapi ia yakin dapat melakukannya. Ia tidak buang-buang waktu dengan berdebat. Ia segera berlatih berlari satu mil dalam tempo tiga menit. Seperti biasa orang-orang yang merasa dirinya tidak berhasil mengkritik dan mematahkan semangat orang lain.
Kritik memang cukup pedas, tetapi ia tidak menghiraukannya. Ia terus berusaha berlari satu mil dalam tempo tiga menit. Dalam waktu kurang dari enam bulan, ia jadi orang pertama yang berhasil melakukan hal itu. Ia berhasil menghancurkan jarring-jaring negative. Ia berhasil mengukuhkan pendapatnya bukan dengan ucapan, melainkan dengan tindakan.

Berpikir Positif karena Orang Lain
Seseorang dapat berpikir positif karena pengaruh orang lain. Misal, ketika menonton acara binaraga dan olahragawan, Anda menjadi ingin berolahraga. Bisa jadi Anda memulainya dan berlatih sampai mendapat bentuk tubuh yang diinginkan. Bisa juga kegiatan olahraga itu Anda tinggalkan setelah melakukan beberapa kali saja.
Pengaruh berpikir positif seperti ini bisa jadi negative bagi sebagian orang yang terpengaruh dengan orang lain. Bisa juga pengaruh positif dan mendorong seseorang untuk ikut memulai dan tidak membuang waktu untuk sesuatu yang negative dan berkeluh kesah. Justru ia terus berbuat, menganalisis, dan memperbaiki perbuatannya samapi ia berhasil meraih yang diinginkan.

Berpikir Positif karena Momen Tertentu
Mengapa perilaku manusia menjadi lebih baik di bulan suci misalnya? Momen tersebut memiliki ikatan spiritual dengan manusia. Tak seorng pun mau membuat Tuhan murka dan semua orang tentu ingin mendapatkan banyak kebaikan. dengan demikian, orang akan memperhatikan perilakunya dan berhati-hati dalam bersikap terhadap orang lain dan pada dirinya sendiri.
Selain bisa dimanfaatkan untuk memperbaiki perilaku, berpikir positif yang berkaitan dengan waktu ini bisa juga diamnfaatkan untuk membangun kebiasaan-kebiasaanpositif baru.

Berpikir Positif Saat Menghadapi Kesulitan
Ketika seseorang mengindap penyakit berbahaya, kehilangan salah satu organ tubuhnya karena sebuah kecelakaan, atau kehilangan orang yang dicintai, ia bisa mengatasi masalahnya melalui beberapa tahapan kejiwaan yang berlangsung seekian lama. Ia juga dapat berhenti pada sikap menerima, berusaha untuk tetap maju, berpikir positif, dan fokus pada upaya menyelesaikan masalah.
Sebagian orang menghadapi masalah dalam hidupnya dengan sikap negative dan menjadi dendam pada segala sesuatu pikiran negative, konsentrasinya pada kemungkinan buruk, dan perasaan negative. Tentju saja ini mempengaruhi perilaku dan semua sisi hidupnya. Sebagian orang yang terkena musibah, biasanya mengahadapinya dengan cara menghayati keberadaan Tuhan. Selanjutnya, ia memikirkan bagaimana menyikapi masalah yang sedang dihadapi, dan berusaha mengambil manfaat dan mengubahnya menjadi sebuah keahlian.

Selalu Berpikir Positif
Inilah jenis berpikir positif yang paaling baik dan paling kuat., karena tidak terpengaruh oleh ruang, waktu, dan kondisi lainnya. Itu telah menjadi kebiasaan. Ada masalah atau tidak, ia selalu bersyukur pada Tuhan. Sleanjutnya, ia berpikir mencari solusi dan segala kemungkinan, hingga pikiran positif menjadi kebiasaan hidupnya. Orang yang memiliki kepribadia semacam ini akan menjalani hidup dengan damai, tenang, dan bahagia.

Begitulah pikiran positif yang selalu aktif sepanjang waktu tanpa pengaruh apapun dan siapapun. Sebaliknya, dalam kondisi kritis seseorang bisa menggunakan senjata paling ampuh untuk menguasainya. Saat kehidupan berjalan mulus, selalu melihat sisi positif kehidupan. Hal ini bukan berarti lari dari masalah tapi sebaliknya.

Baca: POLA PIKIR POSITIF





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

POLA PIKIR POSITIF




Banyak kejadian yang biasa kita alami dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Ada peristiwa dimana kita dibuat tertawa, bahagia, sedih, bahkan menangis. Kita tak pernah bisa menghindar dari semua masalah yang menimpa kita, karena kita di sini hanya sebagai pelaku dan Tuhan yang mengatur segalanya. Untuk itu, bukan masalah yang perlu kita hindari, namun bagaimana kita bisa membuat prinsip atau pola pikir dalam menghadapi masalah tersebut.

Adapun beberapa prinsip berpikir positif, di antaranya adalah sebagai berikut:

1) Mengubah pikiran berarti mengubah kenyataan, pikiran baru menciptakan kenyataan baru. Jika orang ingin melakukan perubahan positif dalam hidupnya, maka pertama kali yang harus ia lakukan adalah mengubah pikirannya. Gantilah pikiran negatif dengan pikiran positif, sebab pikiran baru menghadirkan kenyataan baru. Oleh karena itu, jika Anda benar-benar ingin menciptakan perubahan positif dalam hidup, maka mulailah mengubah bagian dalam diri Anda.

2) Belajarlah dari masa lalu, hiduplah pada masa kini, dan rencanakan masa depan. Masa lalu adalah mimpi, masa depan adalah proyeksi, hidupmu saat ini yang diwarnai cinta mendalam pada Tuhan membuat masa lalu menjadi mimpi indah dan masa depan yang penuh harapan. Banyak orang mengeluhkan masa lalu dan segala peristiwa yang ada di dalamnya telah berlalu sebagai pengalaman.

3) Anda dapat membersihkan masa lalu dengan selalu bertanya pada diri sendiri, “Pelajaran apa yang bisa saya petik dari masa lalu? Andai waktu membawa saya ke masa lalu, apa yang akan saya lakukan?” Tulislah keterampilan yang Anda pelajari dari peristiwa pada masa lalu, lantas tulis juga sikap Anda jika menghadapi kejadian serupa. Dengan demikian, Anda membuat akal mampu mengindentifikasikan masa lalu sebagai pelajaran dan kekuatan, bukan kelemahan dan kegagalan.

4) Tentang masa kini, hadapilah dengan segenap makna positif. Hadapilah dengan cinta pada Tuhan. Jangan sampai hidup Anda dihantui oleh perasaan negatif masa lalu. Jangan terlena menunggu masa depan yang belum datang. Dengan demikian hidup Anda akan berjalan normal dan stabil. Selama Anda menjalani hidup ini dengan tulus pada Tuhan, Anda dapat menjadikan masa lalu sebagai kebahagiaan dan masa depan sebagai proyeksi yang indah.

5) Ketika Tuhan menutup satu pintu, pasti Dia membuka pintu yang lain yang lebih baik. Kadangkala Tuhan menutup pintu yang ada di depan kita, tapi dia membuka pintu lain yang lebih baik. Namun, kebanyakan orang menyia-nyiakan waktu, konsentrasi, dan tenaga untuk memandang pintu yang tertutup dari pada menyambut pintu impian yang terbuka di hadapannya.

6) Masalah dan kesengsaraan hanya ada dalam persepsi. Kenyataan adalah persepsi Anda. Jika Anda ingin mengubah kenyataan hidup Anda, mulailah dengan mengubah persepsi Anda. Akal manusia hanya bisa fokus pada satu informasi dalam satu waktu. Jika Anda mengubah persepsi Anda tentang masalah, memikirkannya sebagai hadia terindah dari Tuhan, lalu berkonsentrasi pada upaya mencari solusi, maka Anda akan menemukan pintu harapan terbuka lebar di hadapan Anda.

Oleh karena itu, jangan biarkan persepsi Anda tentang suatu masalah mempengaruhi Anda. Sebab persepsi adalah program akal terdahulu yang bisa jadi keliru. Ubahlah persepsi Anda, niscaya kehidupan Anda juga berubah. Permasalahan dan kesengsaraan hanya ada dalam persepsi belaka.

Jangan jadi masalah. Pisahkan diri Anda dari masalah. Tidak ada masalah yang solusinya tidak dipikirkan oleh akal manusia. Apapun yang Anda pikirkan tentang diri sendiri, Anda tetap lebih kuat dari yang Anda bayangkan. Masalah hanya romantika hidup yang dapat kita pelajari agar lebih dewasa dan bijaksana. Lebih ahli, dan lebih berpengalaman. Akal manusia lebih cepat daripada cahaya. Ia punya kemampuan menyimpan lebih dari 2.000.000 informasi dalam satu detik.
Mata kita memiliki kemampuan untuk membedakan lebih dari 10.000.000 warna dengan cepat. Penciuman kita memiliki kemampuan mengenal lebih dari 50.000 jenis bau-bauan dalam tempo yang singkat. Indra pengecap kita memiliki kemampuan mengenali banyak benda yang dingin, hangat, manis, pahit, dan berbagai rasa lainnya. Kerja jantung kita sangat mengagumkan. Meski tidak pernah kita hitung, ia berdegup lebih dari 100.000 kali setiap harinya. Jika energy kita dialirkan ke satu negara, maka dapat menghasilkan listrik selama satu minggu.

Setiap masalah ada solusi spiritualnya. Segala cobaan hidup di dunia ini adalah Anugerah Tuhan untuk menjadikan kita semakin dekat dengan-Nya. Dengan demikian, kita tahu dan menyadari bahwa selalu ada penyelesaian secara spiritual bagi setiap masalah. Barang siapa percaya pada Tuhan, niscaya Dia akan menyediakan jalan ke luar untuknya. Dan memberikan berkat dari jalan yang tidak terduga.

Baca: PIKIRAN MEMPENGARUHI HARGA DIRI





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w