Selasa, 09 Juli 2013

PERLAKUKAN PELANGGAN ANDA SEPERTI KEKASIH




Jika kita perhatikan kehidupan sehari-hari, banyak pelajaran yang bisa kita ambil untuk dipergunakan menjadi pedoman dalam berbisnis. Seperti sikap kita dulu saat sedang berpacaran dalam memperlakukan seorang kekasih...


Beberapa hal
yang bisa kita pelajari, seperti:

1. Cari dan kejarlah
Cari dan kejarlah kekasih idaman, jangan bersantai, rileks dan membiarkan pelanggan yang prospek lewat begitu saja.

2. Inisiatif dan kreatifitas untuk melayani
Gunakanlah inisiatif dan kreatifitas kita untuk melayani yang dapat memberikan kepuasan kepada pelanggan seperti yang kita lakukan kepada seorang kekasih, jangan menganggap pelanggan seperti suami/istri yang sudah suharusnya memang kita layani.

3. Komitmen
Gunakanlah Kekasih kita tentu mengharapkan sebuah komitmen, begitu pula yang diinginkan oleh pelanggan, bukan hanya sekedar rayuan-rayuan gombal.

4. 
Perhatian terhadap detail
Perhatian kita ke pelanggan seperti kita memperhatikan kekasih, seperti kita harus mengetahui kesukaan dia makan apa, minum apa, nonton apa dll.

5. Jujur dan terbuka
Kepada kekasih tentu kita akan selalu berusaha untuk bersikap jujur dan terbuka, demikian juga yang diharapkan oleh pelanggan. Kita bicara tentang kebenaran, bukan hanya sekedar janji-janji palsu.

6. Luangkan waktu
Untuk seorang kekasih, kita selalu berusaha meluangkan waktu. Kita selalu memberikan kesempatan dan menyediakan waktu. Begitu juga yang seharusnya kita lakukan untuk pelanggan.

7. Berikan pujian
Berikan pujian yang tulus. Seperti kepada seorang kekasih, kepada pelanggan pun kita memberikan pujian dengan cara yang tulus, bukan berbohong yang akibatnya merugikan.

8. Hidup ini menyenangkan
Hidup ini menyenangkan saat kita berduaan dengan kekasih, demikian pula kita perlakukan saat dengan pelanggan, karena sesuatu yang kita nikmati adalah keindahan.

Baca: APAKAH ANDA COCOK MENJADI SEORANG PENGUSAHA?






Untuk informasi lebih lanjut hubungi:


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Kamis, 04 Juli 2013

PERENCANAAN UNTUK MEMULAI BISNIS




Saat kita akan memulai bisnis, sangat penting untuk mengawalinya dengan perencanaan pemasaran, sebagai berikut:

1. SEGMEN MARKET
Tentukan target pasar yang akan kita tuju. Misalnya: Gender, Usia, Area. Target pasar juga bisa dari kelas ekonomi: Kelas Menengah Atas, Menengah atau Kelas Bawah.

2. PRODUK
Tentukan produk yang akan dijual. Produk ini bisa berupa barang/jasa. Kita perlu menyiapkan produk yang berkualitas dan pelayanan yang baik serta tentukan apa yang menjadi kelebihan kita dibanding dengan pesaing.

3. HARGA
Tentukan harga untuk produk yang akan kita jual. Harga yang ditentukan harus value for money. Penting untuk diperhatikan harga yang ada dipasaran agar harga kita tetap bersaing.

4. PROMOSI
Promosi bisnis bisa mencakup promosi offline dan online. Promosi offline bisa dengan iklan, menyebar brosur, membuka stand dll. Promosi online bisa dengan social media marketing, online Ad.

5. DISTRIBUSI
Tentukan channel penjualan untuk produk kita. Bisa melalui toko offline/toko online. Toko online cukup efektif untuk meningkatkan penjualan dengan biaya relatif terjangkau. Lakukan strategi reseller untuk memperbesar channel penjualan.

6. STRATEGI SALES
Susun daftar rencana strategi sales yang akan dilakukan, misalnya dengan strategi diskon, strategi paket, voucher/kupon, penggunaan kartu anggota, point reward, trial produk, program hadiah dll.

Baca: KEAHLIAN YANG HARUS DIMILIKI OLEH PEBISNIS PEMULA






Untuk informasi lebih lanjut hubungi:


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

APAKAH ANDA COCOK MENJADI SEORANG PENGUSAHA?



Sebagai karyawan, pada saat tertentu Anda akan berpikir apakah lebih baik berhenti bekerja dan menjadi pengusaha? Namun sayangnya, tidak semua orang cocok menjadi pengusaha. Jadi sebelum salah langkah, pastikan Anda mengetahui apakah Anda cocok menjadi seorang pengusaha atau tidak?

Berikut ini adalah beberapa ciri (yang dirangkum dari berbagai sumber), yang harus Anda miliki untuk menjadi seorang pengusaha:

1. Yakin dan percaya diri
Keyakinan dan rasa percaya diri adalah kekuatan pendobrak yang luar biasa. Dengan keyakinan dan kepercayaan diri yang tinggi Anda bisa menciptakan prestasi, apa yang tidak mungkin menjadi mungkin. Anda pasti bisa menjadi seorang pengusaha!

2. Berani melangkah
Dalam hidup ini memang tidak ada yang pasti. Keputusan untuk menjadi seorang pengusaha mengandung resiko dan konsekuensi yang tinggi. Pada saat Anda menentukan pilihan ini, dibutuhkan keberanian untuk menghadapi segala resiko dan konsekuensinya.

3. Punya visi yang jelas untuk bisnis Anda
Menjadi seorang pengusaha harus bisa memvisualisasikan masa depannya. Dia memiliki gambaran yang jelas tentang arah mana yang akan diambil untuk perusahaannya dan punya rencana untuk merealisasikannya. Dalam hal ini Anda harus belajar dan kemudian memiliki keahlian manajemen.

4. Andalah penentu nasib diri sendiri
Seorang pengusaha yang baik percaya bahwa dia bisa menentukan masa depannya sendiri dan menggunakan kepercayaan dirinya itu untuk mengajak orang lain dalam usaha mengembangkan dan memajukan perusahaannya.

5. Ulet, gigih dan pantang menyerah
Setiap pengusaha harus ulet, mempunyai sikap yang gigih, tegar dan pantang menyerah. Semua bisnis tentu akan mengalami pasang surut dan sebagai pemimpin, seorang pengusaha diharapkan mendorong karyawannya untuk menang.

6. Memiliki kesabaran
Untuk menjadi seorang pengusaha yang sukses, dibutuhkan kesabaran. Dalam merintis sebuah bisnis tentu akan menemui halangan dan kesulitan, akan mendapatkan rintangan dan tantangan. Di sinilah butuh kesabaran untuk tetap berusaha, berjuang dan berdoa hingga tuntas meraih sukses.

7. Mampu melakukan pekerjaan yang dibutuhkan
Seorang pengusaha haruslah seseorang yang cakap dan mampu melakukan pekerjaannya atau seseorang yang tahu bagaimana mencari dan menemukan bantuan yang tepat. Pengusaha yang baik harus dapat menjadi pencari solusi yang ulung dan individu yang bisa menyelesaikan masalah secara efektif dan efisien.

8. Selalu realistis
Selama tidak ada yang salah dengan ide perusahaan Anda, seorang pengusaha bisa membedakan antara mimpi-mimpinya dan kehidupan nyata. Selain itu, perkiraan marketing yang hanya berdasarkan angan-angan semata tidak akan membentuk rencana bisnis yang kuat.

9. Bisa hidup tanpa penghasilan tetap
Selalu ada ketidakpastian tentang apa yang akan terjadi dengan bisnis yang akan Anda rintis. Seberapa baiknya pun Anda mempersiapkan dan merencanakan segalanya, tetap saja ada kemungkinan semuanya tidak berjalan baik. Terjun ke dunia bisnis berarti Anda tidak akan mendapatkan gaji dan penghasilan yang tetap.

10. Anda bukan pencari kerja
Seorang pengusaha dituntut memiliki inisiatif dan kreatifitas yang tinggi untuk mencari peluang usaha, bisnis yang prospeknya bagus. Dia bukan seorang pencari pekerjaan, menunggu peluang dari orang lain.

Baca: CARA BISNIS ANTI RUGI!






Untuk informasi lebih lanjut hubungi:


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Rabu, 26 Juni 2013

THINK BIG!




Ben Carson dikenal sebagai ahli bedah saraf dunia yang hebat. Padahal peraih penghargaan The Presidential Medal of Freedom 2008 dari Presiden AS-George W. Bush ini waktu kecil dikenal sebagai anak miskin dan bodoh... (Wikipedia-Ben Carson)

Suatu kali ibunya menyadarkannya bahwa ia sebenarnya bukan anak bodoh hanya kurang belajar. Maka sang ibu mendorongnya agar ia banyak membaca buku baik buku pelajaran maupun buku pengetahuan lainnya.
Meski mereka miskin dan tak mampu membeli banyak buku, ibunya meminjam buku-buku dari perpustakaan umum untuk dibaca dan dipelajari oleh Ben.
"Dalam kondisi miskin kita tak akan punya kesempatan untuk pergi ke mana-mana. Namun dengan buku kita bisa pergi ke mana pun kita mau, bisa jadi orang seperti apa pun dan bisa melakukan apa pun yang kita inginkan," tutur ibunya.

Think Big terdiri dari 8 kunci sukses yang diurai dari delapan huruf (T-H-I-N-K-B-I-G). Berkat disiplin yang ditanamkan ibunya itu, akhirnya Ben sukses jadi ahli bedah saraf dunia. Ia berbagi kiat suksesnya dalam sejumlah buku, salah satunya adalah THINK BIG. Selalu berpikir besar (think big) inilah yang mendorongnya menjadi orang sukses.

Tapi sebenarnya apa Think Big menurut Carson? Ia punya rumusan singkat, bahwa:

T - berati "Talent (bakat) dan Time (waktu)", kenalilah bahwa waktu dan bakat adalah hadiah dari Tuhan.

H - adalah "Hope (harapan) dan Honest (jujur)", harapan untuk hal-hal yang baik dan jujur.

I - adalan "Insight", wawasan yang diperoleh ∂åяi orang atau buku-buku bagus.

N - adalah "to be Nice to all people", berbuat baiklah pada semua orang.

K - adalah "Knowledge (ilmu pengetahuan)", kenalilah ilmu pengetahuan sebagai kunci kehidupan.

B - adalah "Book (buku)', bacalah buku sebanyak-banyaknya.

I - berarti "In-dept", belajar dan perdalamlah keterampilan.

G - adalah "God (Tuhan)", semua orang punya Tuhan. Jangan lupa pada Tuhan.

Ia menyimpulkan semua itu dari pelajaran yang diberikan ibunya. Ketika saya sedang belajar, ibu saya selalu bilang, "KAMU BISA MELAKUKAN APA SAJA YANG ORANG LAIN LAKUKAN, HANYA SAJA KAMU HARUS MELAKUKANNYA DENGAN LEBIH BAIK!"







Untuk informasi lebih lanjut hubungi:


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Senin, 24 Juni 2013

CARA MEMULAI BISNIS TANPA MODAL?




Untuk memulai bisnis sebenarnya tidak terlalu sulit. Siapa pun bisa, bahkan tanpa modal! Modal yang paling utama adalah keyakinan, rasa percaya diri, dan usaha serta doa Anda.
Mengembangkan dan mempertahankan bisnislah yang tidak mudah. Banyak pebisnis yang gagal di tengah jalan karena persiapannya yang kurang matang, pengambilan keputusannya yang kurang tepat dan manajemennya yang kurang baik.

Sebelum Anda memulai sebuah bisnis, Anda wajib mengetahui dulu siapa dan apa yang dibutuhkan oleh calon pelanggannya, mana pasar yang akan dituju dan bagaimana cara untuk berpromosinya serta kapan bisnis tersebut akan dimulai? Jika Anda sudah mendapatkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu, berarti Anda sudah siap untuk memulai bisnis...



Simak contoh kasus "cara memulai bisnis tanpa modal, berikut ini:
BAGAIMANA MEMULAI BISNIS TANPA MODAL?
Dalam sebuah acara di televisi, Bob Sadino menceritakan tentang motivasi orang yang suka mengeluh seperti berikut ini...


Anda:  Bagaimana nih Pak, kok hidup saya gagal lagi, gagal lagi?
Bob Sadino:  Lho, kok bisa gagal?
Anda:  Saya tidak diterima kerja dimana-mana. Apalagi di perusahaan Bapak.
Bob Sadino Kalau tidak diterima kerja, bisnis dong!
Anda Saya tidak punya modal untuk bisnis, Pak.
Bob Sadino Hmm..., bagaimana kalau saya kasih kamu pinjaman modal untuk bisnis.
Anda Wahh..., terima kasih sekali Pak! Tapi usaha apa ya Pak? Saya tidak punya ide.
Bob Sadino Saya punya ide bisnis buat kamu. Mau?
Anda Sekali lagi terima kasih, Pak! Tapi, bagaimana kalau ide Bapak tidak cocok?
Bob Sadino Yaa..., dicoba dulu saja.
Anda Baiklah Pak, akan saya coba. Tapi Pak, bagaimana kalau gagal?
Bob Sadino Kalau mau jadi orang sukses ya harus merasakan kegagalan dulu, karena kegagalan itu sebagai pembelajaran yang akan membuat kita makin pintar dan bijaksanaTidak ada seorang pun yang sukses yang tidak pernah mengalami kegagalan.
Anda Ya Pak, saya siap! Tapi maaf kalau saya gagal, apakah ada keringanan dalam pengembalian modal yang Bapak pinjamkan?
Bob Sadino: ......!?!?!?

Anda perhatikan obrolan di atas, orang itu sudah diberi fasilitas, tapi masih juga menginginkan kemudahan yang lain...


Sekarang perhatikan obrolan yang berikut ini:
Pada saat Bob Sadino masih menjadi orang miskin. Dia tidak punya modal dan tidak diterima kerja dimana pun. Tapi karena motivasi hidupnya untuk sukses luar biasa, Bob Sadini mendapatkan sebuah ide...
Melihat tetangganya sering membuat kue dan menjualnya sendiri. Dia menawarkan kerjasama dengan tetangganya itu:

Bob Sadino:  Saya lihat Ibu banyak buat kue, apa tidak lelah tuh Bu, jika harus menjualnya sendiri?
Tetangga:  Ya lelah Mas, tapi demi menghidupi keluarga.
Bob Sadino:  Begini, saya punya ide, Ibu tidak perlu jualan lagi. Ibu buat kuenya saja, nanti saya yang akan keliling untuk jualan kue Ibu. Nahh..., nanti pembagian keuntungannya kita atur.
Tetangga:  Boleh juga, tapi maaf Mas, kalau kejualnya sedikit nanti saya malah tekor untuk bayar Mas Bob.
Bob Sadino:  Ibu kan waktu menjualnya sedikit, kebanyakan malah buat kue. Kalau Ibu dan saya bagi-bagi tugas. Ibu kan bisa buat kuenya lebih banyak, dan saya juga bisa menjualnya lebih banyak, karena waktunya lebih lama. Dicoba saja dulu seminggu ini, kalau penjualannya tidak bagus, Ibu tidak usah bayar saya.
Tetangga:  Hmm..., ya boleh juga kalau begitu, mulai besok ya Mas!

Nahh..., akhirnya Bob Sadino bisa memulai kerjasama bisnis itu, bisnis tanpa modal! Motivasi, inisiatif dan kreatifitas seperti itulah yang harus kita tanamkan dalam diri kita, agar bisa meraih kesuksesan...


Berikut ini beberapa tips untuk memulai bisnis tanpa modal yang dikutip dari beberapa sumber dan berdasarkan pengalaman pribadi penulis:

Yakin dan Percaya Diri
Salah satu hal yang paling penting dalam hidup ini adalah keyakinan dan rasa percaya diri. Yakin dan percaya dirilah bahwa Anda bisa menjadi seorang pebisnis dan mampu meraih keberhasilan serta menjadi orang yang sukses.

Entrepreneurship
Anda harus merubah pola pikir, menjadi orang yang menciptakan peluang usaha, bukan seorang pencari kerja. Anda dituntut memiliki inisiatif dan kreatifitas yang tinggi. Untuk itu, Anda wajib belajar dan bertanya, agar Anda mempunyai manajemen skill.
Pinjam Uang atau Cari Investor
Modal usaha bisa Anda dapatkan dengan cara pinjam uang dari kerabat dan jelaskan padanya mengenai prospek bisnis yang akan Anda mulai. Yakinkan dia seberapa besar peluang yang bisa Anda dapatkan dari bisnis itu. Jelaskan dengan perhitungan yang masuk akal. Selain kerabat, Anda juga bisa meminjam uang dari teman atau mencari investor.
Tempat Untuk Usaha
Untuk tempat usaha, Anda tidak perlu pusing sewa tempat untuk kantor. Kalau Anda punya sisa ruang di rumah, ubahlah jadi ruang kantor.
Bentuk dan Bangun Team Bisnis
Cari rekan kerja dari lingkungan saudara atau teman Anda yang mau berinvestasi ke dalam bisnis Anda. Itu akan meringankan beban sekaligus menolong Anda mendapatkan ide-ide baru. Boleh jadi, Anda dan team bisnis Anda bisa menciptakan peluang bisnis baru yang lebih hebat.
Pekerjakan Karyawan dengan Sistem Bagi Hasil
Tidak ada salahnya mempekerjakan orang dengan sistem bagi hasil. Anda bisa menghemat banyak uang dan mereka akan mendukung penuh bisnis Anda, karena menjadi bagian langsung dari bisnis tersebut. 
Sabar, Tekun dan Fokus
Jika bisnis Anda tidak langsung menghasilkan keuntungan (sebagian besar memang tidak) bersabarlah, Anda harus tekun dan tetap fokus untuk terus memperbaiki bisnis itu, dan mencari tahu apa penyebabnya serta melakukan terobosan.
Sarana Promosi Gratis
Buat website, Google menawarkannya secara gratis. Anda tidak perlu mengeluarkan uang untuk membuat dan merancang sebuah website. Website bisnis bisa menggaet banyak pelanggan baru.  Gunakan jejaring sosial pribadi Anda (Facebook dan Twitter) dengan optimal, minta bantuan teman-teman untuk mempromosikan bisnis Anda kepada kenalan mereka.
Cari Pekerjaan Paruh Waktu
Biasanya Anda akan menghadapi banyak tantangan dalam mengumpulkan modal tambahan. Jika Anda masih ada waktu atau kesempatan untuk bekerja paruh waktu, bekerjalah. Investasikan sebagian dari gaji Anda ke bisnis.
Modal Tambahan
Pada saat bisnis Anda mulai berkembang, dan membutuhkan modal tambahan, konsultasikan dengan bank-bank untuk membantu permodalan bisnis Anda. Banyak bank yang mau memberikan pinjaman untuk tambahan modal. Dalam hal ini, Anda tentu harus mempersiapkan segala hal untuk memenuhi persyaratan pinjamannya.

Berdoalah
Usaha apa pun dan dengan cara bagaimana pun menjadi kurang jika tanpa berdoa minta petunjuk dan bimbingan dari Tuhan. Untuk itu, berdoalah!

Baca: MERINTIS BISNIS SAAT MASIH BEKERJA?






Untuk informasi lebih lanjut hubungi:


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Jumat, 21 Juni 2013

HINDARI HAL BERIKUT INI SAAT BERPROMOSI!




Aturan umumnya adalah, klien dan konsumen tidak mau bekerja sama dengan Anda bila tidak memiliki kepercayaan. Sayangnya, banyak perusahaan serta orang-orang yang berada di bidang pemasaran sering melakukan kesalahan mendasar yang bisa menghilangkan rasa percaya konsumen.


Berikut beberapa hal yang harus dihindari saat berpromosi seperti dikutip dari Inc.com:

Memulai hubungan dengan bualan
Bagian pemasaran mungkin terbiasa untuk membesar-besarkan produk mereka untuk menarik perhatian konsumen. Tapi jangan pernah membual atau menawarkan sesuatu yang sebenarnya tidak Anda miliki, karena cepat atau lambat konsumen akan tahu. Lebih baik cari apa yang unik dari produk Anda serta membedakannya dari pesaing sebagai nilai lebih pada konsumen.

Percaya pada opini diri sendiri
Anda percaya sepenuh hati bahwa produk dan perusahaan Anda hebat, tapi apa yang Anda percaya hanya berdasarkan opini. Konsumen akan memerlukan lebih daripada itu untuk bisa percaya pada kehebatan produk Anda. Karena itu selalu berikan kepada mereka fakta-fakta kuantitatif, bukan sekadar pendapat subyektif dari Anda.

Terlalu fokus pada penjualan
Konsumen bisa melihat bahwa Anda sangat menginginkan penjualan terjadi, tapi jangan terlalu jelas memperlihatkannya. Kesan terlalu memaksa malah bisa membuat konsumen menjauh. Sikap Anda yang meminta konsumen untuk buru-buru mengambil keputusan justru membuat konsumen ragu pada produk Anda.





Untuk informasi lebih lanjut hubungi:


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Kamis, 20 Juni 2013

7 TIPS PROMOSI SOCIAL MEDIA





Berikut ini “7 Tips Promosi via Social Media”, yaitu:

TIPS 1: Dua social media dengan pengguna terbesar di Indonesia adalah Facebook dan Twitter. Fokuslah untuk memaksimalkan kedua social media ini untuk media promosi.

TIPS 2: Perbesar Follower dan Fans, karena follower/fans kita adalah calon konsumen. Contoh strategi: berikan konten bermanfaat, lakukan kultwit, twit berbayar/Buzzer, Facebook Advertising.

TIPS 3: Gunakan gambar untuk menginformasikan info promosi kita. Jika di Twitter bisa dengan TwitPic, di Facebook bisa dengan picture.

TIPS 4: Informasikan info promosi dan penjualan melalui Twitter/Facebook kita secara berkala. Perlu diingat agar konten yang bermanfaat harus lebih banyak, dibanding konten promosinya.

TIPS 5: Cara praktis untuk berpromosi melalui social media adalah kita bisa saling barter/tukeran saling promosi dengan akun lain yang memiliki jumlah follower/fans yang kira-kira sama besar.

TIPS 6: Perlu diketahui bahwa jam yang efektif untuk berpromosi adalah saat pukul 18.00 – 22.00 (Ednovate Research). Maksimalkan jam ini untuk menginfokan promosi.

TIPS 7: Pelajari strategi promosi dan jualan melalui twitter, facebook. Usahakan agar ada orang khusus yang handle akun social media kita. Pastikan update status dan komunikasi melalui social media dilakukan secara konsisten.





Untuk informasi lebih lanjut hubungi:


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan