Sabtu, 10 November 2012

MEWUJUDKAN IDE




Thomas Alva Edison dikenal sebagai seorang penemu terbesar abad ini. Sudah ribuan penemuan yang memperoleh paten atas namanya. Walau demikian, suatu kali Edison mengatakan hal yang cukup mengejutkan. Dia mengaku dengan jujur bahwa karya orisinalnya hanyalah satu, yaitu pemutar piringan hitam. Sedangkan ribuan temuan-temuan lainnya berasal dari ide-ide orang lain, yang tidak pernah diselesaikan. Orang-orang itu terlalu cepat menyerah dalam mengembangkan ide-ide mereka. Dengan kata lain, kejeniusan Edison yang utama adalah bagaimana ia mengembangkan ide-ide orang lain.
Baca: GAGASAN TANPA BATAS

Kita semua tentu sepakat bahwa salah satu faktor kesuksesan yang sangat vital adalah ide. Jika kita memiliki ide-ide cemerlang, sebenarnya kita sudah meraih separuh kesuksesan, sisanya adalah bagaimana kita mewujudkan ide-ide tersebut menjadi nyata. Sayangnya, kita hanya sampai tahap mendapat ide dan tidak menuntaskan ide tersebut. Hingga akhirnya, ide tersebut justru ditangkap, dikembangkan, dan disempurnakan, serta diwujudkan oleh orang lain. Yang seharusnya menjadi peluang bagi kita, justru menjadi ancaman bagi diri kita sendiri.

Bill Gates, bos Microsoft Corp. pernah berkata, "Jika sebuah ide yang muncul tidak segera ditindaklanjuti, maka dalam waktu 24 jam ide tersebut akan menguap begitu saja." Ini adalah salah satu bentuk kerugian yang tidak pernah disadari oelh kebanyakan orang.
Misalnya, kita memiliki ide dalam memasarkan sebuah produk, ide dalam membaut promosi, ide dalam mengatur bisnis dan pekerjaan menjadi lebih efektif dan efisien. Jika kita tidak merealisasikannya, maka suatu saat jangan kaget jika orang lain yang mengembangkan ide tersebut hingga akhirnya mereka meraih sukses karena ide tersebut.
Sebagai pengusaha, profesional, atau karyawan kita harus selalu mencari ide-ide positif, namun tugas kita tidak hanya berhenti sampai menemukan sebuah ide, melainkan bagaimana kita merealisasikan dalam wujud nyata.

Ide yang seharusnya menjadi peluang bisa menjadi ancaman jika tidak ditindaklanjuti...

Baca: TAKE ACTION!





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

JANGAN SOMBONG DAN JANGAN MINDER!




Kita hidup di dunia ini hanyalah TAMU...
Karena tamu maka kehadiran kita hanyalah sementara.
Kaya atau miskin hanyalah sementara.
Segala kejayaan atau kegagalan hanyalah untuk sementara.
Jabatan, kedudukan, popularitas dan kemuliaan yang kita miliki bukanlah untuk selamanya.
Tidak ada yang menjadi bapak atau ibu selamanya.
Tidak ada suami atau isteri yang abadi.
Tidak ada presiden atau raja, tidak ada direktur atau manager yang abadi, sebab kita semua hanya tamu!
Karena tamu, saat waktunya tiba, kita semua harus beranjak pergi... 

Semua harta benda, emas permata, rumah dan kendaraan hanyalah PINJAMAN... 
Walaupun semua kekayaan dan kejayaan adalah hasil jerih payah keringat Anda, walaupun Anda mempunyai surat kepemilikan yang sah dan semua harta benda atas nama Anda secara hukum, namun semuanya hanyalah kepemilikan sementara, hanyalah pinjaman!
Karena pinjaman, begitu waktunya tiba, harus dikembalikan... 
Semua yang ada di nomor rekening bank atas nama Anda, semua yang ada di badan Anda, yang terkalung di leher, terselip di jari, yang dikenakan di pergelangan tangan, yang tersimpan di saku, yang ada di safe deposit box, semua harus dikembalikan sama seperti ketika Anda belum memilikinya!

Orang bijak berkata: "Ketika lahir dua tangan Anda kosong, ketika meninggal kedua tangan Anda juga kosong."
Waktu datang Anda tidak membawa apa-apa, waktu pergi Anda juga tidak membawa apa pun...

JANGAN SOMBONG karena kekayaan dan berkedudukan!
JANGAN MINDER karena miskin dan hina!
Bukankah kita semua hanyalah tamu dan semua kepemilikan hanyalah pinjaman...

Baca: TULARKANLAH KEBAHAGIAAN





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Jumat, 09 November 2012

HATI SEORANG AYAH





Suatu ketika, ada seorang anak wanita bertanya kepada Ayahnya, tatkala tanpa sengaja dia melihat Ayahnya sedang mengusap wajahnya yang mulai berkerut-merut dengan badannya yang terbungkuk-bungkuk, disertai suara batuk-batuknya. Anak wanita itu bertanya pada ayahnya, "Ayah, mengapa wajah Ayah kian berkerut-merut dengan badan Ayah yang kian hari kian terbungkuk?"
Demikian pertanyaannya, ketika Ayahnya sedang santai di beranda.
Ayahnya menjawab: "Sebab aku Laki-laki." Itulah jawaban Ayahnya.
Anak wanita itu berguman: "Aku tidak mengerti."
Dengan kerut-kening karena jawaban Ayahnya membuatnya tercenung rasa penasaran. Ayahnya hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut anak wanita itu, terus menepuk nepuk bahunya, kemudian Ayahnya mengatakan: "Anakku, kamu memang belum mengerti tentang Laki-laki."
Demikian bisik Ayahnya, membuat anak wanita itu tambah kebingungan.
Karena penasaran, kemudian anak wanita itu menghampiri Ibunya lalu bertanya: "Ibu mengapa wajah ayah menjadi berkerut-merut dan badannya kian hari kian terbungkuk? Dan sepertinya Ayah menjadi demikian tanpa mengeluh dan rasa sakit?"
Ibunya menjawab: "Anakku, jika seorang Laki-laki yang benar-benar bertanggung jawab terhadap keluarga itu memang akan demikian."
Hanya itu jawaban Sang Bunda sambil tersenyum bijak.
Anak wanita itupun kemudian tumbuh menjadi dewasa, tetapi dia tetap saja penasaran, hingga pada suatu malam, anak wanita itu bermimpi. Di dalam mimpi itu seolah-olah dia mendengar suara yang sangat lembut, namun jelas sekali. Dan kata-kata yang terdengar dengan jelas itu ternyata suatu rangkaian kalimat sebagai jawaban rasa atas penasarannya selama ini.

"Saat Kuciptakan Laki-laki, aku membuatnya sebagai pemimpin keluarga serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga, dia senantiasa akan menahan setiap ujungnya, agar keluarganya merasa aman teduh dan terlindungi. "

"Kuciptakan bahunya yang kekar dan berotot untuk membanting tulang menghidupi seluruh keluarganya dan kegagahannya harus cukup kuat pula untuk melindungi seluruh keluarganya. "

"Kuberikan kemauan padanya agar selalu berusaha mencari sesuap nasi yang berasal dari tetesan keringatnya sendiri yang halal dan bersih, agar keluarganya tidak terlantar, walaupun seringkali dia mendapatkan cercaan dari anak-anaknya. "

"Kuberikan Keperkasaan dan mental baja yang akan membuat dirinya pantang menyerah, demi keluarganya dia merelakan kulitnya tersengat panasnya matahari, demi keluarganya dia merelakan badannya basah kuyup kedinginan karena tersiram hujan dan hembusan angin, dia relakan tenaga perkasanya terkuras demi keluarganya dan yang selalu dia ingat, adalah disaat semua orang menanti kedatangannya dengan mengharapkan hasil dari jerih payahnya."

"Kuberikan kesabaran, ketekunan serta keuletan yang akan membuat dirinya selalu berusaha merawat dan membimbing keluarganya tanpa adanya keluh kesah, walaupun disetiap perjalanan hidupnya keletihan dan kesakitan kerap kali menyerangnya. "

"Kuberikan perasaan keras dan gigih untuk berusaha berjuang demi mencintai dan mengasihi keluarganya, di dalam kondisi dan situasi apapun juga, walaupun tidaklah jarang anak-anaknya melukai perasaannya melukai hatinya. Padahal perasaannya itu pula yang telah memberikan perlindungan rasa aman pada saat dimana anak-anaknya tertidur lelap. Serta sentuhan perasaannya itulah yang memberikan kenyamanan bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu anak-anaknya agar selalu saling menyayangi dan mengasihi sesama saudara."

"Kuberikan kebijaksanaan dan kemampuan padanya untuk memberikan pengetahuan padanya untuk memberikan pengetahuan dan menyadarkan, bahwa Istri yang baik adalah Istri yang setia terhadap Suaminya, Istri yang baik adalah Istri yang senantiasa menemani dan bersama-sama menghadapi perjalanan hidup baik suka maupun duka, walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada Istri, agar tetap berdiri, bertahan, sejajar dan saling melengkapi serta saling menyayangi."

"Kuberikan kerutan diwajahnya agar menjadi bukti bahwa Laki-laki itu senantiasa berusaha sekuat daya pikirnya untuk mencari dan menemukan cara agar keluarganya bisa hidup di dalam keluarga bahagia dan BADANNYA YANG TERBUNGKUK agar dapat membuktikan, bahwa sebagai laki-laki yang bertanggungjawab terhadap seluruh keluarganya, senantiasa berusaha mencurahkan sekuat tenaga serta segenap perasaannya, kekuatannya, keuletannya demi kelangsungan hidup keluarganya. "

"Kuberikan Kepada Laki-laki tanggung jawab penuh sebagai Pemimpin keluarga, sebagai Tiang penyangga, agar dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya. dan hanya inilah kelebihan yang dimiliki oleh laki-laki, walaupun sebenarnya tanggung jawab ini adalah Amanah di Dunia dan Akhirat."

Terbangun anak wanita itu, dan segera dia berlari, berlutut dan berdoa hingga menjelang subuh. Setelah itu dia hampiri bilik Ayahnya yang sedang berdoa, ketika Ayahnya berdiri anak wanita itu merengkuh dan mencium telapak tangan Ayahnya." AKU MENDENGAR DAN MERASAKAN BEBANMU, AYAH."
 Dunia ini memiliki banyak keajaiban, segala ciptaan Tuhan yang begitu agung, tetapi tak satu pun yang dapat menandingi keindahan tangan dan tanggung jawab seorang Ayah...

(From With Love to All Father " JIKA KAMU MENCINTAI Ayahmu atau sekarang merasa sebagai seorang "AYAH", kirimkanlah cerita ini kepada orang lain, sahabat, rekan sejawat, dan juga kepada para ayah dan calon ayah-ayah lainnya di sekitar kita dan juga kepada orang lain, agar mereka dapat mencintai dan lebih menyayangi ayah mereka, terutama atas pengorbanan dan tanggung jawab yang telah dipikul selama ini sebagai seorang "AYAH" yang bertanggung jawab)

Baca: DOA ORANG TUA





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Sabtu, 03 November 2012

HUKUM TABUR TUAI



Hukum paling dasar dari seluruh hukum alam adalah Hukum Sebab Akibat. Kita semua mengetahuinya, namun barangkali menganggapnya sebagai prinsip-prinsip kuno belaka. Meski demikian, hukum tersebut selalu bekerja di setiap kesempatan!

Hukum sebab dan akibat menyatakan bahwa, "Setiap akibat dalam kehidupan Anda saat ini pastilah dipicu oleh sebuah penyebab spesifik. Setiap pikiran dan setiap aksi akan menimbulkan kekuatan energi yang menarik kita. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai."

Hukum sebab akibat merupakan sebuah hukum alam yang mutlak. Segala sesuatu terjadi karena ada alasan logis: kendati kita tidak mengetahui atau bahkan tidak menerima hukum tersebut. Tak ada kebetulan, tak ada keberuntungan, dan tak ada kemalangan. Kita hidup di alam yang diatur oleh hukum-hukum yang ketat dan tanpa kompromi. Anda tidak dapat mengubah hukum ini, mencuranginya, atau menipunya. Hukum ini akan tetap beroperasi tanpa menghiraukan sikap Anda.

Ikuti hukum itu dan Anda akan sukses dan bahagia; langgar hukum itu dan Anda akan gagal!

Untuk setiap aksi, ada reaksi yang sebanding! Apabila Anda menghantamkan tangan ke meja, maka meja itu akan bereaksi dengan menolak tangan Anda. Apabila Anda menanam sebiji gandum, tanah akan menggapainya dengan memberi Anda gandum, namun jika Anda menanam rumput liar, Anda juga akan beroleh rumput liar.

Dengan cara yang sama, jika Anda menyalahgunakan atau merendahkan manusia lain, jika mencuri dan menipu, jika Anda mengabaikan orang yang kelaparan, maka hukum sebab dan akibat akan memunculkan reaksi yang akan Anda rasakan suatu saat nanti dalam hidup Anda. Seseorang akan merendahkan Anda, atau mencuri sesuatu dari Anda, atau mengabaikan Anda yang tengah kelaparan.

Hukum tersebut muncul dalam keseharian, baik disadari maupun tidak. Apa yang ditaruh, maka itu akan didapatkan kembali, bukan hanya dengan volume yang sama. Apa yang ditebar akan kembali secara berlipat ganda, baik ataupun buruk! Tanamlah bibit jagung, dan Anda akan mendapatkan bertruk-truk jagung. Demikian pula dengan kehidupan.

Ada penyebab-penyebab khusus yang dapat mengantarkan pada kesuksesan. Ada pula penyebab-penyebab khusus yang bisa mengantarkan seseorang pada kegagalan. Ada penyebab khusus untuk kesehatan. Ada penyebab khusus untuk sakit. Ada penyebab khusus untuk kebahagiaan. Ada penyebab khusus untuk kesedihan.

Untuk memahami bagaimana hukum sebab dan akibat ini mempengaruhi kehidupan, Anda harus menganalisis dan mengakui secara jujur masa lalu yang menciptakan kehidupan Anda saat ini. Setelah mengetahuinya, jika Anda menginginkan dampak yang lebih besar maka harus meningkatkan penyebabnya. Apabila Anda hendak mengubah akibat, Anda harus mengubab sebab. Apapun yang dituai sekarang ini, baik disukai ataupun dibenci, merupakan ganjaran langsung dari apa yang ditanam kemarin, atau pada masa lalu.

Berita baiknya, Anda kuasa mengendalikan sepenuhnya masa depan Anda, karena apa yang Anda tanam saat ini bakal Anda tuai di masa depan. Jika hendak menuai tanaman atau hasil di masa depan, Anda harus menanam benih yang cocok hari ini.

Pikiran dan tindakan adalah penyebab, dan lingkaran kehidupan adalah akibat. Apa yang Anda pikirkan saat ini akan menciptakan realitas Anda esok, tak ada kata "seandainya", tak ada istilah "namun", tak ada pengecualian. "Apa yang Anda pikirkan, begitulah wujud Anda" merupakan hal yang sama benarnya, baik pada saat ini maupun di masa lalu.

Hukum sebab dan akibat tidak akan, dan tidak dapat, diselewengkan. Hukum ini beroperasi dengan ketat, tak peduli Anda terima atau tidak. Segala sesuatu dalam kehidupan Anda merupakan hasil langsung dari apa yang Anda pikirkan. Apabila Anda mengubah kualitas pikiran, maka kualitas kehidupan Anda pun bakal mengalami perubahan. Ini bekerja dengan pasti sebagaimana malam mengikuti siang. Perubahan dalam pengalaman luar bakal diikuti dengan perubahan dalam diri. Demikianlah hukumnya!

Satu-satunya cara untuk membuktikan bahwa prinsip ini akurat ialah dengan menerapkannya secara pribadi. Dengan mengubah proses internal dalam diri, mengubah kondisi luar, maka perubahan akan berlangsung secara cepat. Tak ada sesuatu pun dalam hidup Anda, persoalan kesehatan, persoalan hubungan, dan persoalan keuangan yang tak dapat diubah secara permanen dengan hukum ini.

Tebarkan pikiran dan tuilah tindakan. Tebarkan tindakan dan tuailah kebiasaan. Tebarkan kebiasaan dan tuailah watak. Tebarkan watak dan tuailah takdir!
Bahkan sesuatu yang diabaikan, ditolak, atau ditangguhkan bakal memiliki dampak. Dengan memahaminya, menerapkannya, Anda dengan cepat mampu mengubah kehidupan pribadi menjadi lebih baik.
(Sumber: "The Law of Cause and Effect", Tom Payne)






Salam Sejahtera & Sukses Selalu!


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Minggu, 28 Oktober 2012

BAGAIMANA CARA BERPIKIR YANG BENAR?




Karl Wallenda adalah salah satu akrobatik pejalan di atas tali yang meninggal tahun 1978 karena tergelincir dari tali kabel setinggi 22,5m di pusat kota San Juan, Puetro Rico. padahal sebelum-sebelumnya Karl dikenal sangat hebat, sangat ahli, dan sudah terlalu biasa untuk meniti di atas tali. Lalu apa yang membuat atraksinya kali ini berakhir tragis?

Istrinya menceritakan bahwa untuk mempersiapkan pertunjukkan terakhir itu, Karl memang berbeda dari biasanya. Istrinya berkata, "Yang dipikirkan Karl selama tiga bulan terus menerus adalah tentang jatuh, padahal selama ini hal tersebut tidak pernah terlintas di pikirannya. Karl sepertinya mengerahkan seluruh tenaganya untuk tidak jatuh, dan bukannya untuk berjalan di atas tali."

Barangkali apa yang terjadi dengan Karl sangat pas dengan apa yang dikatakan Ayub, "Karena yang kutakutkan, itulah yang menimpa aku, dan yang kucemaskan, itulah yang mendatangi aku." Dalam bahasa yang lebih populer, itulah yang disebut dengan The Law of Attraction atau hukum tarik menarik. Apa yang kita pikirkan, itulah yang akan datang kepada kita. Jika kita berpikir tentang ketakutan-ketakutan kita, itulah yang akan menimpa diri kita.

Baca: AJAIBNYA KEKUATAN PIKIRAN

Mustahil sebagai manusia kita tidak pernah merasakan takut. Saya juga pernah dihinggapi rasa takut. Namun, yang perlu saya lakukan adalah tidak membiarkan ketakutan-ketakutan itu menguasai diri saya. Saya harus segera mengganti segala bentuk ketakutan saya dengan hal-hal yang positif. Berbicara soal risiko, saya harus mengganti fokus dari hal-hal yang negatif apa saja yang bakal menimpa diri saya menjadi keuntungan-keuntungan apa saja yang akan saya dapatkan jika saya berani bertindak. Ketakutan-ketakutan kita akan menarik peristiwa buruk terjadi, persis seperti yang kita takutkan. Sebaliknya, jika kita menggambarkan hal-hal yang positif dalam benak kita, itu juga yang akan mendatangi kita. Jika segala sesuatu terjadi sama persis dengan apa yang kita pikirkan, mengapa kita tidak memilih untuk memikirkan hal-hal yang positif?
Apa yang kita takutkan, itulah yang akan terjadi!

Baca: POLA PIKIR POSITIF





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Senin, 22 Oktober 2012

CINTAILAH PEKERJAANMU!



Jika Anda ingin berbahagia selama satu jam, silakan tidur siang.

Jika Anda ingin berbahagia selama satu hari, pergilah piknik.

Jika Anda ingin berbahagia selama satu minggu, pergilah berlibur.

Jika Anda ingin berbahagia selama satu bulan, menikahlah.

Jika Anda ingin berbahagia selama satu tahun, warisi kekayaan.

Jika Anda ingin berbahagia seumur hidup, cintailah pekerjaan Anda!

(Pepatah Cina)


Baca: CARA MENCIPTAKAN KEBAHAGIAAN





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w

Rabu, 03 Oktober 2012

APA ITU KONSEP KAIZEN?




Anda tahu konsep KAIZEN, bagi yang belum tahu, itu merupakan salah satu konsep hidup yang dihayati oleh masyarakat Jepang, yaitu “melakukan perbaikan-perbaikan kecil yang kelihatannya remeh namun berkesinambungan, terus menerus.” Kaizen sudah menjadi budaya bagi bangsa Jepang, dan dengan konsep itulah, Jepang yang hancur di bom atom pada perang dunia II menjadi salah satu negara di Asia yang paling maju.

Sebaliknya, mungkin justru yang sangat kurang pada kita adalah kesetiaan dan ketekunan untuk melakukan hal-hal kecil yang memberikan andil buat perbaikan, yang membuat kehidupan pribadi bertumbuh dan memberikan nilai tambah bagi orang-orang yang ada di sekitar.

Kita terlalu banyak bicara besar, kita terlalu suka mengumbar konsep-konsep canggih. Kita terlalu congkak dengan menebar gagasan-gagasan besar, juga kita terlalu gegabah dengan berteriak hal yang tidak realistis.
Di tengah semua kondisi dan terlalu itu, kita terlalu meremehkan hal-hal kecil yang bisa kita lakukan secara riil, nyata, realistis, dan dengan demikian juga efektif dan efisien, untuk memperbaiki dan meningkatkan hasil kerja agar lebih produktif, untuk menumbuh kembangkan kehidupan agar lebih positif.
“Melakukan hal-hal kecil”. Rangkaian kata itu boleh kita angkat sebagai sebuah ide yang meningkatkan kita semua yang selama ini terlalu banyak bicara besar, namun terlalu sedikit berbuat riil atau jarang sekali bertindak nyata untuk memperbaiki kehidupan. Membuat kehidupan yang semakin baik, indah dan menarik…
Baca: APAKAH ANDA INGIN BERUBAH?


“Pemberian Anda yang paling berharga kepada orang lain adalah memberi teladan yang baik.”
(Anonim)





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Selasa, 02 Oktober 2012

BELAJAR SELALU BERSYUKUR




Suatu ketika seseorang saudagar terkaya di kotanya mengajak putra tunggalnya yang berusia belasan tahun, mengunjungi suatu perkampungan yang letaknya sangat jauh dari peradaban kota tempat mereka bermukim selama ini, dengan tujuan ingin memperlihatkan sisi kehidupan yang mungkin selama ini belum pernah disaksikan oleh putra kesayangannya itu... betapa seseorang mungkin saja hidup dalam kemiskinan dan serba kekurangan. Mereka menginap selama beberapa malam di perkampungan petani dan peternak miskin di perkampungan tersebut.

Pada saat di perjalanan pulang menuju kota tempat mereka bermukim, sang ayah bertanya kepada putranya tersebut:

"Bagaimana pendapatmu dengan perjalanan dan pengalaman kita kali ini, putraku?"

Sang putra pun menjawab: "Wah... ayah, ini perjalanan kita yang sangat luar biasa."

Sang ayah balik bertanya: "Luar biasa menurutmu... hal apa yang membuat kamu bisa berkata seperti itu putraku?"
"Apa kamu sempat saksikan betapa hidup manusia bisa saja hidup sangat miskin dan serba kekurangan, sangat berbeda dengan kondisi kita yang selalu berkecukupan, putraku."

Sang putra menjawab lagi: "Oh iya, tentu saja ayah, saya telah menyaksikan sendiri apa yang telah ayah katakan tadi."

Sang ayah pun bertanya lagi: "Jadi pelajaran apa yang dapat kau peroleh dari perjalanan kita kali ini?"

Kemudian putaranya berujar:
"Kita punya 1 anjing, mereka punya 4 anjing, ayah"
"Kita punya kolam renang yang luas sampai setengah taman rumah kita, mereka memiliki telaga yang tiada batasnya."
"Kita membeli lampion dan lentera dari negeri seberang untuk penerang taman-taman kita, mereka memiliki bintang-bintang di langit pada malam hari."
"Kita memiliki sebidang tanah yang cukup luas, mereka memiliki hamparan ladang yang melampaui pandangan mata kita."
"Kita ada beberapa orang pembantu untuk melayani kita, mereka memiliki lebih banyak lagi sebab mereka saling melayani sesamanya."
"Kita membeli bahan makanan untuk makan kita, mereka menumbuhkannya sendiri."
"Kita membangun tembok tinggi mengelilingi rumah kita untuk melindungi harta kita, mereka membangun persahabatan dan saling melindungi."

Mendengar kata-kata putranya, sang ayah pun tunduk terdiam, kemudian sang putra menambahkan:
"Terima kasih ayah... sebab telah membawa saya dalam perjalanan ini dimana saya baru tersadar bahwa betapa miskinnya kita."
"Betapa seringnya kita melupakan apa yang telah kita miliki dan terus memikirkan hal-hal lain yang belum kita miliki, apa yang dianggap tidak berharga oleh seseorang, mungkin saja merupakan impian dan dambaan bagi orang lain... semua ini berdasarkan pada cara pandang seseorang."

Dan semua ini membuat saya bertanya...
Apakah yang akan terjadi bila kita semua BELAJAR SELALU BERSYUKUR kepada 'TUHAN Yang Maha Pemberi' sebagai rasa terima kasih kita atas semua yang telah disediakanNya untuk kita... daripada kita terus menerus merasa cemas dan khawatir bahkan takut akan hari esok, dan selalu memohon agar diberikan lebih lagi dari apa yang telah kita peroleh selama ini...

Baca: KASIH DAN PEBULI





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w

Kamis, 06 September 2012

CINTAILAH PEKERJAANMU!




Bila Anda tidak mencintai pekerjaan Anda, maka cintailah orang-orang yang bekerja di sana, rasakan kegembiraan dari pertemanan itu dan pekerjaan pun jadi menggembirakan.

Jika Anda tidak mencintai rekan-rekan kerja Anda, maka cintailah suasana kerja dan gedung kantor Anda.

Hal ini akan mendorong Anda agar bergairah berangkat kerja dan melakukan tugas-tugas dengan lebih baik lagi.

Bila Anda juga tidak bisa melakukan hal itu, maka cintailah setiap pengalaman pulang pergi dari dan ke tempat kerja Anda.
Perjalanan yang menyenangkan akan menimbulkan kegembiraan juga.

Namun, jika Anda tidak menemukan kesenangan di sana, maka cintai apapun yang bisa Anda cintai dari pekerjaan Anda, apa saja!

Jika Anda tidak menemukan yang bisa Anda cintai dari pekerjaan Anda, maka mengapa Anda ada di situ?

Tak ada alasan bagi Anda untuk tetap bertahan.
Cepat pergi dan carilah apa yang Anda cintai, lalu bekerjalah di sana.

Dalam menjalani kehidupan, tak ada yang lebih indah selain melakukan pekerjaan dengan kegembiraan dan rasa cinta yang tulus...





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Selasa, 04 September 2012

DIMANA MENCARI KEBAHAGIAAN?




Jika kekayaan bisa membuat orang bahagia, tentunya Adolf Merckle, orang terkaya dari Jerman, tidak akan menabrakkan badannya ke kereta api.


Jika ketenaran bisa membuat orang bahagia, tentunya Michael Jackson, 'King of Pop' penyanyi terkenal dari USA, tidak akan meminum obat tidur hingga overdosis.

Jika kekuasaan bisa membuat orang bahagia, tentunya G. Vargas, presiden Brazil, tidak akan menembak jantungnya sendiri.

Jika kecantikan bisa membuat orang bahagia, tentunya Marilyn Monroe, artis cantik dari USA, tidak akan meminum alkohol dan obat depresi hingga overdosis.

Jika kesehatan bisa membuat orang bahagia, tentunya Thierry Costa, dokter terkenal dari Perancis, tidak akan bunuh diri, akibat sebuah acara di televisi.

Ternyata, bahagia atau tidaknya hidup seseorang itu, bukan ditentukan oleh seberapa kayanya, tenarnya, cantiknya, kuasanya, sehatnya atau keberhasilan apapun dalam hidupnya.
Tapi yang bisa membuat seseorang itu bahagia adalah dirinya sendiri... mampukah ia mau mensyukuri semua yang sudah dimilikinya dalam segala hal…

“Jika kebahagiaan bisa dibeli, pasti orang-orang kaya akan membeli kebahagiaan itu, dan kita yang tidak kaya akan sulit mendapatkan kebahagiaan karena sudah diborong oleh mereka.”

“Kalau kebahagiaan itu ada di suatu tempat, pasti di belahan lain di bumi ini akan kosong karena semua orang akan ke sana berkumpul dimana kebahagiaan itu berada.”

Untungnya kebahagiaan itu berada di dalam hati setiap manusia. Jadi kita tidak perlu membeli atau pergi mencari kebahagiaan itu.
Yang kita butuhkan adalah Hati yang Bersih dan Ikhlas serta Pikiran yang Jernih, maka kita sebenarnya bisa menciptakan rasa “Bahagia” itu kapan pun, di manapun dan dengan kondisi apapun.

Kebahagiaan itu milik orang-orang yang dapat Bersyukur...

Baca: BELAJAR SELALU BERSYUKUR





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!



Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan