Rabu, 05 Oktober 2011

DARI LINGKUNGAN HIDUPNYA ANAK-ANAK BELAJAR




Jika anak banyak dicela,
dia akan terbiasa menyalahkan.
Jika anak banyak dimusuhi,
dia akan terbiasa menentang.
Jika anak banyak dihantui ketakutan,
dia akan terbiasa merasa cemas.
Jika anak banyak dikasihani,
dia akan terbiasa meratapi nasibnya.
Jika anak dikelilingi olok-olok,
dia akan terbiasa jadi pemalu.
Jika anak dikitari rasa iri,
dia akan terbiasa merasa bersalah.


Jika anak serba dimengerti,
DIA AKAN TERBIASA MENJADI PENYABAR.
Jika anak banyak diberi dorongan,
DIA AKAN TERBIASA PERCAYA DIRI.
Jika anak banyak dipuji,
DIA AKAN TERBIASA MENGHARGAI.
Jika anak diterima oleh lingkungannya,
DIA AKAN TERBIASA MENYAYANGI.
Jika anak tidak banyak dipersalahkan,
DIA AKAN TERBIASA SENANG MENJADI DIRINYA SENDIRI.
Jika anak mendapatkan pengakuan dari kanan-kiri,
DIA AKAN TERBIASA MENETAPKAN ARAH LANGKAHNYA.
Jika anak diperlakukan dengan jujur,
DIA AKAN TERBIASA MELIHAT KEBENARAN.
Jika anak ditimang tanpa berat sebelah,
DIA AKAN TERBIASA MELIHAT KEADILAN.
Jika anak mengenyam rasa aman,
DIA AKAN TERBIASA MENGENDALIKAN DIRI DAN MEMPERCAYAI ORANG DI SEKITARNYA.
Jika anak dikerumuni keramahan,
DIA AKAN TERBIASA BERPENDIRIAN:
"SUNGGUH INDAH DUNIA INI!"
(By Dorothy Nolte)


Baca:  DOA ORANG TUA...





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Selasa, 04 Oktober 2011

TULARKANLAH KEBAHAGIAAN



Demikian kisahnya...

Pagi itu seorang pemuda berangkat kerja. Karena kendaraannya tiba-tiba mogok, dia memanggil taxi, lalu naik...

"Selamat pagi, Pak", katanya menyapa sang supir taxi terlebih dahulu.
"Pagi yang cerah bukan!?", sambungnya sambil tersenyum, lalu bersenandung kecil...
Sang supir tersenyum melihat keceriaan penumpangnya.
Dengan senang hati, ia melajukan taxinya.
Sesampainya di tempat tujuan, pemuda itu membayar dengan selembar uang 20 ribuan untuk argo yang hampir 15 ribu rupiah.
"Kembaliannya untuk Bapak saja. Selamat bekerja, Pak", kata pemuda dengan senyum.
"Terima kasih", jawab supir taxi dengan penuh syukur.
Waahhh..., aku bisa sarapan dulu nih, pikir supir taxi itu.
Dan ia pun mampir ke warung langganannya.
"Pesan yang biasa, Pak?", tanya Ibu pemilik warung.
"Iyaa...biasa...nasi sayur, tapi pagi ini tambahkan sepotong ayam deh", jawab supir taxi dengan tersenyum.
Selesai sarapan, saat membayar, ditambahkannya 2 ribu rupiah, "Untuk jajan anaknya Ibu", begitu kata supir taxi.
Dengan tambahan uang jajan, pagi ini anaknya Ibu pemilik warung berangkat ke sekolah dengan senyum lebih lebar.
Ia bisa membeli roti tambahan, dan diberikannya kepada temannya yang tidak punya bekal.
Begitu ceritanya bisa berlanjut...bergulir...seperti bola salju...
Supir taxi bisa lebih bahagia hari itu!
Begitu juga dengan keluarga Ibu pemilik warung!
Teman si anak!
Keluarga mereka!
Semuanya tertular kebahagiaan...

Baca:  MENJADI BAHAGIA DENGAN KEPEDULIAN YANG TULUS


Kebahagiaan, seperti halnya kesusahan, bisa menular kepada siapa saja yang ada di sekitar kita...
Apakah kita dapat merasakan kebahagiaan jika orang-orang yang ada di sekitar kita, orang-orang yang kita kenal maupun yang tidak kita kenal mengalami kesusahan...???
KEBAHAGIAAN ADALAH PILIHAN, DAN TULARKANLAH!

Baca:  BAHAGIA ITU PILIHANMU SENDIRI!





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Senin, 03 Oktober 2011

YAKIN & PERCAYA DIRILAH BAHWA ANDA HEBAT!




Orang-orang yang menyerah dikuasai oleh
kekeliruan-kekeliruan yang tergelap,
kegagalan-kegagalan yang terburuk,
dan penyesalan-penyesalan yang terdalam.


Jika Anda ingin menjadi sukses,
maka Anda harus diperintah oleh
pemikiran-pemikiran terbaik Anda,
antusiasme-antusiasme tertinggi Anda,
optimisme-optimisme terbesar Anda,
dan pengalaman-pengalaman terhebat Anda.
(John C. Maxwell)

Baca: AKU DILAHIRKAN UNTUK MENJADI PEMENANG!





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

MENJADI BAHAGIA DENGAN KEPEDULIAN YANG TULUS





Ada sebuah cerita...

Seekor tikus kecil menjadi sangat resah ketika mengetahui pemilik rumah membeli perangkap tikus untuk ditempatkan di dalam rumahnya. Keresahannya begitu kuat sehingga ia menyampaikan kepada teman serumahnya, seekor ayam yang tentu tubuhnya lebih besar dari dirinya. Namun ketika ayam itu mendengarkan pemaparan tikus, ia dengan santai menjawab: “Itu kan perangkap tikus, lalu apa hubungannya denganku, perangkap itu bukan untukku”. Mendengar jawaban itu, tikus kecil itu kemudian menghampiri sapi di kandang belakang rumah dan menceritakan semua ketakutannya. Namun, sapi ÿάΩǤ tubuhnya jauh lebih besar itu pun menjawab: “Ha...ha...ha... perangkap tikus itu terlalu kecil buatku, apa yang harus kutakutkan, lihatlah kakiku, sekali injak saja perangkap itu pasti hancur berantakan”.
Dengan putus asa tikus kecil itu berjalan menuju kebun. Di sana ia menjumpai seekor ular dan menyampaikan keluh kesah serta ketakutannya. Namun, ia pun mendapatkan jawaban yang sama: “Aku ini seekor ular yang selalu bisa lolos dalam berbagai jebakan, lagipula apa urusannya denganku, itu kan perangkap tikus, bukan perangkap ular”.
Demikianlah tikus kecil itu berjalan pulang dengan lemas. Ia tidak dipedulikan dan tidak mendapatkan dukungan dari teman-temannya. Dia merasa sendirian...

Sampai pada suatu saat seisi rumah dibuat terkejut ketika perangkap tikus itu bisa menangkap seekor ular. Ular itu terjepit di bagian ekornya. Ia meronta dan memberontak karena kesakitan yang luar biasa. Dan karena kemarahannya, ketika istri pemilik rumah itu menghampirinya, ular itu mematuk kakinya. Dengan marah sekali, sang suami membunuh ular tersebut dan membawa istrinya untuk mendapatkan pengobatan.
Makin hari, sang istri yang dirawat itu sakitnya makin parah, rupanya racun ular yang terperangkap waktu itu sangat berbisa. Anjuran dokter, istrinya itu diharuskan makan tim ayam dicampur dengan ramuan rempah. Karena itu, sang suami mengambil ayam peliharaannya untuk dipotong, dimasak dan diolah dengan ramuan obat.
Akan tetapi, semuanya tampak sia-sia. Agaknya Tuhan berkehendak lain, istri pemilik rumah itu pun meninggal. Banyak kerabat, sahabat dan teman serta relasi yang datang memberikan kekuatan dan penghiburan bagi keluarga. Karena itu sang suami memutuskan memotong sapi miliknya untuk dimasak dan menjamu semua tamu yang datang...
Baca: SEMUA ORANG BISA BAHAGIA!




MARI KITA PERHATIKAN...
Bermula dari ketakutan seekor tikus kecil dan ketidakpedulian yang lain, maka semuanya berakhir dengan sangat tragis.
KETIDAKPEDULIAN bisa juga kita artikan sebagai sebuah "KEJAHATAN"

Ketidakpedulian hanya akan mengakibatkan ketidak bahagiaan bagi pelakunya maupun orang-orang yang ada di sekitarnya...
Kepedulian yang tulus harus dikembangkan dalam relasi antar pribadi (tanpa memandang SUKU, AGAMA dan RAS) agar membuat setiap orang menjadi semakin dekat dan akrab! Saat itulah hubungan antara AKU dan KAMU menjadi KITA. Dan ketika AKU dan KAMU sudah menjadi KITA, maka sekat dan pembatas yang ada akan berubah menjadi simpati dan empati, saling memberi dan menerima hal positif, saling mengasihi satu dengan yang lain...
Ketika semangat itu dikembangkan, maka kita tidak akan pernah menjadi tenang apalagi bahagia jika orang-orang yang ada di sekitar kita sedang dalam kecemasan dan kegelisahan. Kita tidak akan tahan untuk tidak peduli ketika ada sesama kita yang merasa tertekan dan ketakutan. Namun, sebaliknya kita akan selalu berusaha agar kebahagiaan kita menjadi kebahagiaan mereka dan karenanya kebahagiaan kita akan menjadi semakin bertambah...
Bahwa kebahagiaan akan benar-benar menjadi sebuah kebahagiaan ketika kebahagiaan itu mampu menciptakan kebahagiaan baru bagi orang-orang yang ada di sekeliling kita. Dan kebahagiaan orang disekitar kita pun akan semakin menambah kebahagiaan bagi kita!
(Dikutip dari sebuah kisah... untuk kebahagiaan kita)

Baca: TUHAN PASTI PUNYA RENCANANYA SENDIRI...





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Minggu, 02 Oktober 2011

TUHAN PASTI PUNYA RENCANA-NYA SENDIRI...




Kisah berikut ini dikutip dari buku "Gifts From The Heart for Women", karangan Karen Kingsbury.


KURANG LEBIH INTI CERITANYA SEBAGAI BERIKUT:

Ada pasangan suami isteri yang sudah hidup beberapa lama tetapi belum mempunyai keturunan. Sejak 10 tahun yang lalu, sang istri terlibat aktif dalam kegiatan untuk menentang ABORSI, karena menurut pandangannya, aborsi berarti membunuh seorang bayi.

Setelah bertahun-tahun berumah-tangga, akhirnya sang istri hamil, sehingga pasangan tersebut sangat bahagia. Mereka menyebarkan kabar baik ini kepada kerabat, sahabat dan teman-teman, serta lingkungan sekitarnya. Semua orang ikut berbahagia dengan mereka. Dokter menemukan bayi kembar dalam perutnya, seorang bayi laki-laki dan perempuan.

Tetapi setelah beberapa bulan, sesuatu yang buruk terjadi, bayi perempuan mengalami kelainan, dan ia mungkin tidak bisa hidup sampai masa kelahiran tiba. Kondisinya juga dapat mempengaruhi kondisi bayi laki-laki. Jadi dokter menyarankan untuk dilakukan aborsi, demi untuk sang ibu dan bayi laki-lakinya. Fakta ini membuat keadaan menjadi terbalik. Baik sang suami maupun sang istri mengalami depresi. Pasangan ini bersikeras untuk tidak menggugurkan bayi perempuannya (membunuh bayi tersebut!), tetapi mereka juga kuatir terhadap kesehatan bayi laki-lakinya.
"Saya bisa merasakan keberadaannya, dia sedang tidur nyenyak", kata sang ibu di sela tangisannya.
Lingkungan sekitarnya memberikan dukungan moral kepada pasangan tersebut, dengan mengatakan bahwa ini adalah kehendak Tuhan.

Ketika sang istri semakin mendekatkan diri dengan Tuhan, tiba-tiba dia tersadar bahwa Tuhan pasti mempunyai rencanaNya sendiri di balik semua ini. Hal ini membuatnya lebih tabah. Pasangan suami-istri ini berusaha keras untuk menerima fakta ini.
Mereka mencari informasi di internet, pergi ke perpustakaan, bertemu dengan banyak dokter, untuk mempelajari lebih banyak tentang masalah bayi mereka. Satu hal yang mereka temukan adalah bahwa mereka tidak sendirian.
Banyak pasangan lainnya yang juga mengalami situasi yang sama, dimana bayi mereka tidak dapat hidup lama. Mereka juga menemukan bahwa beberapa bayi akan mampu bertahan hidup, bila mereka mampu memperoleh donor organ dari bayi lainnya. Sebuah peluang yang sangat langka.
SIAPA YANG MAU MENDONORKAN BAYINYA UNTUK ORANG LAIN?

Jauh sebelum bayi mereka lahir, pasangan ini menamakan bayinya, Jeffrey dan Anne. Mereka terus bersujud kepada Tuhan.
Pada mulanya, mereka memohon keajaiban supaya bayinya sembuh. Kemudian mereka tahu, bahwa mereka seharusnya memohon agar diberikan kekuatan untuk menghadapi apa pun yang terjadi, karena mereka yakin Tuhan punya rencanaNya sendiri.

Keajaiban terjadi, dokter mengatakan bahwa Anne cukup sehat untuk dilahirkan, tetapi ia tidak akan bertahan hidup lebih dari dua jam. Sang istri kemudian berdiskusi dengan suaminya, bahwa jika sesuatu yang buruk terjadi pada Anne, mereka akan mendonorkan organnya. Ada dua bayi yang sedang berjuang hidup dan sekarat, yang sedang menunggu donor organ bayi. Sekali lagi, pasangan ini berlinangan air mata. Mereka menangis dalam posisi sebagai orang tua, dimana mereka bahkan tidak mampu menyelamatkan Anne. Pasangan ini bertekad untuk tabah menghadapi kenyataan yang akan terjadi.

Hari kelahiran tiba. sang istri berhasil melahirkan kedua bayinya dengan selamat. Pada momen yang sangat berharga tersebut, sang suami menggendong Anne dengan sangat hati-hati, Anne menatap ayahnya, dan tersenyum dengan manis. Senyuman Anne yang imut tak akan pernah terlupakan dalam hidupnya.

Tidak ada kata-kata yang mampu menggambarkan perasaan pasangan tersebut pada saat itu. Mereka sangat bangga bahwa mereka sudah melakukan pilihan yang tepat (dengan tidak mengaborsi Anne), mereka sangat bahagia melihat Anne yang begitu mungil tersenyum pada mereka, mereka sangat sedih karena kebahagiaan ini akan berakhir dalam beberapa jam saja.
Sungguh tidak ada kata-kata yang dapat mewakili perasaan pasangan tersebut. Mungkin hanya dengan air mata yang terus jatuh mengalir, air mata yang berasal dari jiwa mereka yang terluka...

Baik sang kakek, nenek, maupun kerabat dan sahabat memiliki kesempatan untuk melihat Anne. Keajaiban terjadi lagi, Anne tetap bertahan hidup setelah lewat dua jam. Memberikan kesempatan yang lebih banyak bagi keluarga tersebut untuk saling berbagi kebahagiaan.
Tetapi Anne tidak mampu bertahan setelah enam jam...
Para dokter bekerja cepat untuk melakukan prosedur pendonoran organ.

Setelah beberapa minggu, dokter menghubungi pasangan itu bahwa donor bayi Anne itu berhasil. Dua bayi berhasil diselamatkan dari kematian. Pasangan itu sekarang sadar akan kehendak Tuhan. Walaupun Anne hanya hidup selama enam jam, tetapi dia berhasil menyelamatkan dua nyawa. Bagi pasangan tersebut, Anne adalah pahlawan mereka, dan sang Anne yang mungil akan hidup dalam hati mereka selamanya!






PESAN MORAL YANG HARUS KITA RENUNGKAN DALAM KISAH TERSEBUT DI ATAS ADALAH:

SESUNGGUHYA TIDAKLAH PENTING BERAPA LAMA KITA HIDUP...

Satu hari, satu bulan, satu tahun, atau seratus tahun bahkan seribu tahun.
Bukan seberapa banyak harta kekayaan yang bisa kita kumpulkan.
Bukan jabatan atau kedudukan apa yang bisa kita raih.

Bukan popularitas bagaimana yang bisa kita peroleh.
HAL YANG PALING PENTING ADALAH APA YANG SUDAH DAN AKAN KITA LAKUKAN DALAM HIDUP INI?
BAGAIMANA BENTUK DAN CARANYA AGAR KITA BISA BERMANFAAT DAN MEMBANTU ORANG-ORANG YANG MEMBUTUHKANNYA YANG ADA DI SEKITAR KITA?

Baca: HIDUPLAH PENUH MAKNA





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

HIDUP ADALAH PILIHAN!




Tuhan Sang Pencipta...
Yang Maha Adil,
Yang Maha Baik,
Yang Maha Kasih,

Yang Maha Kuasa,
Yang Maha Mendengar,
Yang Maha Pengampun,

Yang maha segalanya,
Tidak menciptakan orang-orang sukses dan orang-orang gagal.


Andalah yang menentukan pilihan: SUKSES atau GAGAL.
Dan karena tidak menentukan pilihan, Anda GAGAL!



ORANG SUKSES menjalani kehidupan yang baik, indah, dan menarik. Hidupnya diisi dengan berbagi hal positif, kebaikan, dan kebahagiaan dengan orang lain...
Mereka sadar akan tujuan yang agung dan mulia dari Yang Maha Baik atas penciptaan dirinya hidup di dunia ini.

Sebaliknya, ORANG GAGAL menjalani kehidupan yang dipenuhi oleh rasa cemas, kekuatiran, ketakutan. Hidupnya tidak memberikan dampak positif bagi orang-orang yang ada di sekitar dan lingkungannya...
Mereka gagal paham akan tujuan dari Yang Maha Kuasa atas penciptaan dirinya hidup di muka bumi ini.

ORANG SUKSES bukan berati tidak pernah gagal, namun dari sikap, perkataan, dan perbuatannya tampak hal-hal yang positif.
Sebaliknya ORANG GAGAL dari sikap, perkataan, dan perbuatannya akan keluar banyak hal yang negatif.

ORANG-ORANG SUKSES dan positif mukanya dihiasi dengan banyak senyuman, sementara ORANG-ORANG GAGAL dan negatif wajahnya dipenuhi oleh banyak kerutan...

Itulah resiko dan konsekuensi dari PILIHAN HIDUP ANDA!


Di sekitar kita, dengan mudah kita dapat membedakan kedua tipe orang tersebut.
Mana yang sikap, perkataan, dan perbuatannya mencerminkan hal-hal baik, kasih, dan positif?
Siapa yang sikap, perkataan, dan perbuatannya cenderung muncul banyak hal yang negatif?

Demikian halnya dalam dunia kerja, kita bisa dengan mudah melihat orang-orang yang punya pemikiran positif-konstruktif, proses dan pelaksanaan serta hasil kerjanya yang positif.
Dan sisanya adalah mereka yang berpikiran negatif-destruktif, proses dan pelaksanaan serta hasil kerjanya negatif.

Yang satu ‘sedikit bicara namun banyak kerja’, sementara yang satunya lagi ‘banyak bicara tapi sedikit kerja’…

Baca: ANDA SUDAH SIAP MENGHADAPI MASA DEPAN?




Jika hari ini adalah hari terakhir Anda di dunia ini,
APA YANG AKAN ANDA LAKUKAN?

Jika hari ini adalah hari terakhir Anda di dunia ini,
APA YANG ANDA INGINKAN?

Jika hari ini adalah hari terakhir Anda di dunia ini,
BAGAIMANA ANDA INGIN DIKENANG?

Jika hari ini adalah hari terakhir Anda di dunia ini,
APA KATA-KATA TERAKHIR YANG INGIN ANDA DENGAR DARI ORANG-ORANG YANG ANDA CINTAI DAN MEREKA YANG MENGENAL ANDA?

Jika hari ini adalah hari terakhir Anda di dunia ini,
APAKAH ANDA SUDAH MELAKUKAN YANG TERBAIK?
APA YANG ANDA TINGGALKAN?
APA YANG BISA ANDA BANGGAKAN?

Apakah Anda meninggal seperti seorang PEJUANG
atau...
Anda sebagai seorang PECUNDANG?


Baca: WINNER vs LOSER

Apa yang sudah Anda lakukan di sepanjang hidup ini?
Bagaimana bentuk dan cara Anda mengisi kehidupan ini?
Untuk apa Anda hidup di dunia ini?

SEMOGA MASIH ADA HARI ESOK!


Baca: KESEMPATAN YANG HILANG

HIDUP ADALAH PILIHAN...
HIDUP SEPERTI APA DAN BAGAIMANA YANG ANDA PILIH?


Baca: PILIHAN ADA DI TANGANMU!





Salam Sejahtera & Sukses Selalu! 


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Sabtu, 01 Oktober 2011

CATATAN DARI MOTHER THERESA





Di bawah ini adalah beberapa CATATAN-Kalimat Bijak dari Mother_Teresa yang menginspirasi jutaan manusia:


Apabila engkau berbuat baik, orang lain mungkin akan berprasangka bahwa ada maksud-maksud buruk di balik perbuatan baik yang kau lakukan.
Tetapi, tetaplah berbuat baik.

Terkadang orang berpikir secara tidak masuk akal dan bersikap egois.

Tetapi, bagaimana pun juga, terimalah mereka apa adanya.

Apabila engkau sukses, engkau mungkin akan mempunyai musuh dan juga teman yang iri hati atau cemburu.

Tetapi, teruskanlah kesuksesanmu itu.

Apabila engkau jujur dan terbuka, orang lain mungkin akan menipumu.

Tetapi, tetaplah bersikap jujur dan terbuka.

Apa yang telah engkau bangun bertahun-tahun lamanya, dapat dihancurkan oleh orang lain dalam satu malam saja.

Tetapi, janganlah berhenti dan tetaplah membangun.

Apabila engkau menemukan kedamaian dan kebahagiaan di dalam hati, orang lain mungkin akan iri hati kepadamu.

Tetapi, tetaplah berbahagia.

Kebaikan yang kau lakukan hari ini, mungkin besok dilupakan orang.

Tetapi, teruslah berbuat baik.

Berikan yang terbaik dari apa yang kau miliki, dan itu mungkin tidak akan pernah cukup.

Tetapi, tetap berikanlah yang terbaik.

Sadarilah bahwa semuanya itu ada di antara engkau dan Tuhan. Tidak akan pernah ada antara engkau dan orang lain. Jangan pedulikan apa yang orang lain pikir atas perbuatan baik yang kau lakukan.

Tetapi percayalah bahwa mata Tuhan tertuju pada orang-orang jujur dan Dia sanggup melihat ketulusan hatimu.


"Salah satu cara paling pasti untuk menemukan kebahagiaan bagi dirimu sendiri adalah dengan mengabdikan energimu untuk membuat orang lain bahagia."
(Mother Theresa)


Baca:  DARI LINGKUNGAN HIDUPNYA ANAK-ANAK BELAJAR





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 08112332777
WA: 081919132777
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

ARTI SEBUAH KESUKSESAN...




KESUKSESAN adalah menjalani hidup yang bertumbuh, bermanfaat, dan penuh makna; yang diisi dengan berbagi hal positif, kebaikan, dan kebahagiaan dengan orang lain (apapun bentuknya dan bagaimanapun caranya)...
Untuk kehidupan yang lebih baik, indah, dan menarik.
(Johanes Budi Walujo)

Baca: TULARKANLAH KEBAHAGIAAN!




Pada umumnya orang suka dilayani bahkan mencari berbagai cara agar bisa dilayani. Karena semakin banyak menerima pelayanan merasa semakin dianggap sebagai orang besar dan penting. Padahal bukan menerima pelayanan yang membuat kita menjadi besar. Sebaliknya, dengan memberi pelayananlah yang membuat seseorang menjadi besar, mulia, dan terhormat…

Secara logika, orang besar dan kuat yang mampu melayani, sementara orang-orang kecil dan lemahlah yang butuh pelayanan.
Anak kecil, orang sakit dan orang tua membutuhkan pelayanan. Mereka lemah, tidak bisa makan dan mandi sendiri. Berbaring, duduk, berdiri dan berjalan pun harus digandeng atau dipapah...

Jika Anda hanya mau dilayani, maka Anda tidak ada bedanya dengan anak kecil, orang sakit atau orang yang sudah lanjut usianya. Secara fisik Anda boleh kuat, sehat, dewasa dan masih muda. Namun secara mental Anda adalah seorang anak kecil, orang sakit atau manula, orang lemah dan kecil.
Coba kita pikirkan, pelayanan dan pertolongan apa dan bagaimana yang dapat kita minta dari orang lemah dan kecil?

Baca: APA ITU SUKSES?




JIKA KITA TIDAK MAU MELAYANI:

Walaupun kaya, tapi miskin…
Walaupun kuat, tapi lemah…
Walaupun sehat, tapi sudah menjadi orang sakit…
Walaupun sudah dewasa, tapi masih anak kecil…
Walaupun masih muda, tapi sudah tua renta.

Pada hakekatnya orang menjadi besar, mulia dan terhormat karena mau melayani. Sebab pelayanan adalah memberi, mengasihi, berkorban, dan membahagiakan sesama.
Ketidaksediaan melayani menunjukkan kelemahan, keegoisan, kemiskinan, ketidak mampuan, dan kesombongan.
Ketidaksediaan melayani membuat hidup kita kehilangan kemuliaan, kekayaan, makna, dan kebahagiaan.




Marilah kita isi hidup ini dengan memberikan pelayanan, sehingga hidup kita menjadi bermanfaat dan penuh makna, dengan membantu orang-orang yang membutuhkannya dalam bentuk apapun yang mau kita berikan dan dengan cara bagaimanapun yang mampu kita lakukan dengan tulus, kasih, dan bijaksana…

Baca: CATATAN DARI MOTHER THERESA...



Kesuksesan Itu Berangkat Dari Pikiran...

Tidak bisa dipungkiri bahwa kekuatan pikiran sangat berpengaruh pada kesuksesan seseorang. Sudah banyak bukti yang menunjukkan bahwa kesuksesan seseorang ditentukan oleh apa yang ada di dalam pikirannya, bukan ditentukan oleh dimana ia berada; berapa jumlah materi yang ia miliki, apa jabatan yang ia pegang atau seberapa besar kekuasaan yang ia punya. Bahkan ada perumpamaan yang menyatakan bahwa surga dan neraka juga terletak pada pikiran manusia. Manusia akan merasa hidupnya bagai di surga bila isi di dalam pikirannya bermuatan hal-hal yang positif. Dan sebaliknya, ia akan merasa hidupnya seperti di neraka jika pikirannya banyak diisi oleh hal-hal yang negatif.
Hidup dibentuk oleh apa yang paling sering dipikirkan. Bila kita selalu berpikiran positif, maka kita cenderung menjadi pribadi yang positif. Kemampuan kita untuk menikmati segala sisi keindahan hidup akan membuat kita selalu berjalan ke depan untuk menemukan hal-hal yang jauh lebih baik, indah, dan menarik dari hari ini. Jika kita menjadikan berpikir positif sebagai kebiasaan, maka kebiasaan itu akan memperkuat dan memperkaya hidup kita, kita akan menjadi pribadi yang selalu bertumbuh.
Berpikir positif adalah cara ampuh untuk menemukan kebahagiaan dan kesejahteraan sejati. Setiap orang yang terjaga oleh pikiran positif, sudah tentu ia bisa menikmati situasi yang indah dan nyaman dari semua dimensi kehidupannya. Pikiran positif akan membuat diri kita jauh lebih kuat dan lebih mampu dari yang pernah kita bayangkan...




Salam Sejahtera & Sukses Selalu!


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 08112332777
WA: 081919132777
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan