Kamis, 29 Mei 2014

TANTANGAN DALAM MENJALANKAN BISNIS ONLINE




Bisnis online telah menjadi tren bisnis baru di masyarakat saat ini. Tak hanya pebisnis yang sudah mahir saja yang dapat menjalankan bisnis online, namun hampir semua kalangan masyarakat lainnya seperti pelajar, mahasiswa atau ibu rumah tangga juga bisa menjalankan bisnis online. Menggunakan desktop atau gadget canggih dengan koneksi internet, maka bisnis online bisa segera dimulai dengan mudah dan praktis, tentu saja bila Anda tahu caranya.
Sayangnya, menjalankan bisnis online secara konsisten tak semudah yang kita bayangkan. Banyak tantangan dan pertimbangan yang harus dihadapi dan diputuskan secara bijak demi kemajuan bisnis online.

Beberapa tantangan yang mungkin kita hadapi ketika memiliki bisnis online yaitu:
1. Tantangan Untuk Selalu Mengikuti Tren Terbaru
Hampir sama seperti bisnis real pada umumnya, mungkin kita berpikir untuk menyimpan persediaan banyak barang untuk memenuhi permintaa pelanggan. Padahal tak selamanya menyimpan stok berbagai jenis barang dapat menjamin kesuksesan bisnis online yang kita rintis, bahkan akan lebih baik bila kita memfokuskan diri pada produk yang lebih spefisik. Mulailah untuk menjual produk yang sedang tren atau sedang banyak dibutuhkan oleh masyarakat. Selain itu, jangan lupa untuk menentukan target pelanggan yang akan menjadi sasaran pemasaran kita.
2. Harus Memiliki Website Untuk Bisnis Online
Banyak pebisnis online yang tak mau direpotkan dengan urusan mengenai pembuatan dan pengelolaanwebsite untuk bisnis online. Padahal suatu bisnis online yang memiliki website akan memberikan kesan yang lebih profesional dan lebih terpercaya dibandingkan dengan bisnis yang hanya mengandalkan media sosial, aplikasi chat atau nomor hp. Bila kita memiliki website bisnis online, kita bisa mencantumkan form pemesanan produk melalui website tersebut. Sehingga kita tinggal menerima order dan melakukan proses transaksi jual beli. Tentu lebih praktis dan hemat waktu dibandingkan bila harus merespon setiap order melalui SMS atau aplikasi chat.
3. Memenuhi Ekspektasi Pelanggan
Pelanggan adalah pihak yang membantu bisnis online kita menjadi lebih maju dan sukses. Oleh sebab itu, jangan pernah meremehkan ekspektasi atau kritik yang diajukan oleh pelanggan. Jalinlah kedekatan yang komunikatif agar kita bisa mengetahui hal apa yang sebenarnya diharapkan pelanggan dari bisnis online kita.

4. Bersiap Untuk Persaingan Sehat
Meski tampak mudah untuk dimulai, menjalankan bisnis online harus dilakukan dengan strategi yang jitu agar kita bisa memenangkan persaingan dengan cara yang halal dan sehat. Jadi, mulailah untuk menunjukkan beragam keunggulan bisnis online milik kita dibandingkan dengan kompetitor sejenis. Keunggulan tersebut secara tak langsung akan membuat para pelanggan akan memberikan kepercayaan dan loyalitasnya pada kita.

5. Belajar Mempertahankan Pelanggan
Mempertahankan lebih sulit daripada meraihnya. Ungkapan tersebut tentu harus dipahami betul oleh para pelaku bisnis online. Pelanggan mungkin tertarik untuk membeli pertama kalinya karena ada keunggulan, diskon atau produk yang menarik perhatian mereka. Namun tentu harus ada alasan lainnya bagi mereka untuk kembali membeli dari bisnis online kita secara terus menerus. Lakukanlah beragam inovasi agar para pelanggan tak pernah bosan dengan kejutan yang kita tawarkan.
6. Memilih SDM Juga Jadi Tantangan
Saat bisnis online yang kita rintis sudah mulai berkembang dan menjadi besar, merekrut SDM yang handal tentu menjadi keharusan. Jadi, kita juga harus merekrut SDM yang berkualitas, dapat diandalkan dan memiliki visi misi yang sama dengan kita. Tak pernah ada ruginya menjalin hubungan yang baik dan akrab dengan para pekerja kita karena secara tak langsung mereka juga menjadi ujung tombak yang turut menyukseskan bisnis online yang kita bangun.

7. Membangun Hubungan yang Positif
Walaupun hanya menjalankan bisnis online dan tak pernah bertatap muka langsung dengan para pelanggan, tak ada salahnya menyapa para pelanggan atau membuat grup yang berisi para pelanggan setia kita. Jangan hanya memberikan informasi seputar produk-produk bisnis online, karena kita juga harus menyajikan informasi menarik yang bisa mengakrabkan kita dengan para pelanggan bisnis online. Meski banyak tantangan yang akan dihadapi seorang entrepreneur saat mengelola bisnis online, ingatlah selalu bahwa tak ada kesuksesan yang diraih tanpa tantangan dan kerja keras. Belajarlah untuk selalu tekun dan cermat dalam menghadapi setiap tantangan dalam perjalanan bisnis online yang kita rintis.

Baca: BISNIS TANPA MODAL? EMANG BISA?





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Facebook: Johanes Budi Walujo
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Email: johanesbudiwalujo@gmail.com
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Kamis, 15 Mei 2014

TIDAK ADA KESEMPURNAAN





Sesungguhnya kehidupan seperti apa yang kita harapkan?
Kehidupan bagaimana yang kita inginkan?
Jangan pernah berharap kehidupan yang sempurna atau kesempurnaan dari seseorang.

Di dunia ini tidak pernah ada yang sempurna, karena kesempurnaan itu mutlak miliknya Tuhan Yang Maha Esa dan Yang Maha Kuasa!

Setiap orang pasti mempunyai sisi baik dan buruk, sisi terang dan gelapnya.
Yang bisa kita lihat dari seseorang yaitu apakah sikap, perkataan, dan perbuatannya lebih banyak hal baik? Atau mana yang lebih dominan antara terang dan gelapnya?
Hal itu, akan secara otomatis berbalik kepada dirinya.

Berdosa atau tidaknya, itu juga mutlak kewenangan Tuhan!
Tidak penting seperti apa dan bagaimana seseorang di masa lalunya, karena Tuhan Maha Pengampun.
Yang penting, jalanilah hidup ini, mulai dari saat ini dan selanjutnya untuk melakukan hal yang positif dan berbuat baik sebanyak-banyaknya, menjadikan hidup kita lebih bermakna...






Salam Sejahtera & Sukses Selalu!


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Rabu, 14 Mei 2014

YANG BAIK vs SI JAHAT





Berikut ini adalah dongeng seorang kakek yang sedang mengajarkan tentang kehidupan kepada cucunya...

“Pertempuran sering terjadi di dalam diriku,” katanya kepada sang cucu. “Itu seperti pertempuran yang dahsyat antara dua ekor serigala.

Yang Jahat - adalah egois, kebodohan, kebohongan, kemarahan, keserakahan, kesombongan, fanatik, gampang tersinggung, licik, malas, harga diri yang rendah, iri hati, merasa rendah diri, mudah menyerah, munafik, penyesalan berlarut, rasa dendam, sakit hati, suka memanfaatkan orang lain, suka mengasihi diri sendiri, kuatir & takut...

Yang Baik - adalah cinta, bijaksana, damai, disiplin, empati, harapan, kasih, kebahagiaan, kejujuran, kepercayaan, ketentraman, keterbukaan, mau berbagi, pantang menyerah, perhatian, rajin, rendah hati, tanggung jawab, tulus, semangat...

Sang cucu memikirkan hal itu selama beberapa saat, dan kemudian bertanya kepada kakeknya, ”Serigala mana yang menang, kek?”

Sang kakek dengan tenang menjawab, “Cucuku, tentunya yang menang adalah serigala yang kau beri makan.”

Serigala mana yang Anda beri makan? Keputusan ada di tangan Anda!

Setiap keputusan adalah pilihan, dengan resiko dan konsekuensinya...
Kehidupan adalah pertempuran antara dua pihak, yang baik lawan si jahat, yang terjadi dalam diri setiap manusia.

Mana yang sering menang dalam kehidupan Anda???

Baca: PILIHAN ADA DI TANGANMU!





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Selasa, 13 Mei 2014

KEHIDUPAN INI SEPERTI SEBUAH FILM





Kehidupan ini seperti sebuah film, dan Anda 

adalah pemeran utamanya...


Bagaimana Anda ingin diingat diakhir ceritanya?


Kebaikan dan warisan apa yang ingin Anda 


tinggalkan?


Apakah dunia yang Anda tinggalkan menjadi tempat 


yang lebih baik karena Anda?


Siapa saja yang Anda inginkan sebagai pemeran 


pembantunya?


Hubungan berarti macam apa yang telah Anda alami 


dalam hidup Anda?


Dalam kehidupan siapa Anda telah membuat 


perubahan yang positif?


Apakah Anda merasa puas dan gembira, serta sudah 


siap jika saatnya dipanggil Tuhan?


Semoga Anda dapat menjalani sebuah hidup yang 


penuh makna...




Salam Sejahtera & Sukses Selalu!



Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Senin, 12 Mei 2014

SEMANGAT...





Mau sukses? Harus ingat Tuhan!

Sebagai manusia, kita tidak akan pernah terlepas dari persoalan. Dan kita harus sadar bahwa kita tidak punya kemampuan untuk menyelesaikan setiap masalah atau persoalan hidup ini dengan kekuatan kita sendiri. Tidak mudah untuk berjuang, berusaha lebih baik lagi dalam segala hal dari hari ke hari. Ada kalanya keletihan akibat beratnya beban kerja atau beban hidup membuat semangat kita lemah bahkan akhirnya menyerah dalam keputus-asaan. Itulah sebabnya, kita harus selalu mengingat Tuhan dalam tiap langkah, terutama ketika kita sedang didera keletihan akibat beban berat yang bisa melemahkan dan membuat kita putus asa.
       Masalah boleh saja datang. Besar atau kecil, itu bukan soal. Yang menjadi soal adalah apakah kita mau terus mengingat Tuhan atau kita malah melupakanNya dan memilih untuk fokus terhadap permasalahan-permasalahan yang ada. Demikian pula dalam perjalanan hidup kita, yang bagaikan mengikuti perlombaan, akan selalu ada banyak masalah, beban, tekanan dan kesulitan hidup yang terus datang silih berganti. Semua itu tidak bisa kita hindari. Tapi kita tidak perlu takut jika kita selalu ingat akan Tuhan. Jika Tuhan pernah melepaskan kita dari banyak masalah di masa lalu, kenapa kali ini Dia tidak mau? Begitu banyak contoh mengenai keajaiban melawan logika manusia yang terjadi pada para tokoh adalah karena campur tangan TUhan. Beban dan masalah akan selalu hadir di sepanjang hidup kita. Tapi dengan mengingat Tuhan senantiasa kita pun akan mampu terhindar dari kelemahan dan keputus-asaan. Mari kita selesaikan perlombaan ini dan keluar sebagai pemenang!

Baca: Mau Sukses, Harus Ingat Tuhan!

Mau sukses? Harus ingat Target!

Semua orang pasti memiliki impian, harapan dan cita-citanya sendiri. Mereka melakukan berbagai macam cara untuk mewujudkan mimpi-mimpi tersebut. Namun tak sedikit pula orang yang tak punya mimpi atau cita-cita. Atau punya cita-cita, namun tak berusaha untuk mewujudkannya. Padahal bukankah hidup tanpa target dan tujuan itu tak lebih dari sebuah perjalanan yang tanpa arah? Jika sampai hari ini target dan tujuan hidup Anda masih belum jelas, sudah seharusnya mulai Anda pikirkan. Menetapkan target dan menentukan tujuan berarti memiliki 'kompas' penunjuk jalan bagi perjalanan hidup AndaTarget membuat Anda memiliki tujuan yang jelas ke mana harus melangkahkan kaki. Tanpa sadar target ini pula yang akan memastikan Anda tidak salah arah dalam perjalanan menuju tujuan.
       Target menjadikan Anda bergerak maju. Jauh lebih baik daripada hanya duduk diam atau melangkah tanpa tujuan yang jelas. Dengan target di tangan, Anda akan sadar bahwa hidup harus punya tujuan. Dan hal-hal yang tadinya mustahil untuk Anda lakukan, dapat diwujudkan dengan memiliki target yang jelas. Mimpi-mimpi dan cita-cita Anda yang begitu besar akan terpecah menjadi langkah-langkah kecil yang mudah untuk dijangkau dan mudah dilaksanakan. Dengan begitu, hal-hal yang tadinya berat akan terasa ringan dan jauh menjadi lebih praktis.       
       Sebuah target yang tercapai akan membuat Anda merasa puas. Banyak bukti yang menunjukkan bahwa mereka yang menentukan dan mencapai target memiliki kinerja yang lebih mantap, lebih puas dengan diri mereka sendiri, dan lebih berprestasi. Anda akan lebih terpacu untuk mengerjakan sesuatu yang lebih besar dan lebih menantang.
       Jadi, sudahkah hari ini Anda menentukan target apa yang harus dicapai?

Baca: Mau Sukses, Harus Ingat Target!

Mau Sukses? Harus ingat Team!

Untuk meraih sukses, kita harus membangun team yang solid. Dalam setiap tindakkan untuk merealisasikan rencana menjadi hasil yang diharapkan, sebagai seorang pemimpin kita harus fokus untuk mempekerjakan orang-orang yang kreatif, proaktif, strategis, disiplin, dan optimistis ke dalam sebuah tim sukses. Kecerdasan pemimpin dalam membangun tim sukses yang efektif akan sangat membantu si pemimpin itu untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan strategis yang membutuhkan konsentrasi dan fokus yang lebih intensif. Kemampuan pemimpin untuk menempatkan pribadi-pribadi yang loyal, antusias, selalu berjuang dalam motivasi yang tinggi, dan yang mau bekerja keras untuk menyelesaikan semua tugas dan tanggung jawab, adalah sebuah syarat terpenting di dalam pembentukan tim sukses yang efektif. Jadilah pemimpin yang efektif!

Baca: Mau Sukses, Harus Ingat Team!





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Kamis, 01 Mei 2014

BERPIKIR DAN BERJIWA BESAR




Orang yang berpikir besar akan membicarakan ide dan gagasan...
Orang yang berpikir biasa akan membicarakan kejadian...
Orang yang berpikir rendah hanya bisa membicarakan orang lain...

Kesuksesan bukan ditentukan oleh besarnya otak seseorang, melainkan oleh 
besarnya cara berpikir seseorang.

Orang yang berjiwa besar mudah memaafkan dan melupakan kekurangan atau kesalahan orang lain, dan berusaha untuk memperbaikinya...
Orang yang berjiwa biasa sulit melupakan kekurangn atau kesalahan orang lain...
Orang yang berjiwa kerdil tidak bisa melupakan kekurangan atau kesalahan orang lain, bahkan terus mengingat dan membicarakannya...

Hidup ini terlalu singkat untuk berpikir kecil dan melakukan hal-hal yang kecil!

Hidup ini menjadi tidak menarik dan tampak rumit bagi orang-orang yang berjiwa kerdil.


Kepada mereka yang punya impian besar, memiliki mental dan sikap positif, mau berbagi kebaikan dan kebahagiaan dengan orang lain, Tuhan memberi banyak kesempatan untuk maju dan peluang untuk sukses.


Baca: THINK BIG!





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Rabu, 30 April 2014

MENJADI BERUNTUNG...





Anda kenal dengan tokoh si Untung di komik Donal Bebek. Berlawanan dengan Donal yang selalu sial. Si Untung ini dikisahkan untung terus. Ada saja keberuntungan yang selalu menghampiri tokoh bebek yang di Amerika bernama asli Gladstone ini.
Betapa enaknya hidup si Untung. Pemalas, tidak pernah bekerja, tapi selalu lebih untung dari Donal. Jika Untung dan Donal berjalan bersama, yang tiba-tiba menemukan sekeping uang di jalan, pastilah itu si Untung. Jika Anda juga ingin selalu beruntung seperti si Untung itu, ternyata beruntung itu ada ilmunya.

Professor Richard Wiseman dari University of Hertfordshire Inggris, mencoba meneliti hal-hal yang membedakan orang-orang beruntung dengan yang sial. Wiseman merekrut sekelompok orang yang merasa hidupnya selalu untung, dan sekelompok lain yang hidupnya selalu sial. Memang kesannya seperti main-main, bagaimana mungkin keberuntungan bisa diteliti. Namun, ternyata memang orang yang beruntung bertindak berbeda dengan mereka yang sial.

Misalnya, dalam salah satu penelitian the Luck Project ini, Wiseman memberikan tugas untuk menghitung berapa jumlah foto dalam koran yang dibagikan kepada dua kelompok tadi. Orang-orang dari kelompok sial memerlukan waktu rata-rata 2 menit untuk menyelesaikan tugas ini. Sementara mereka dari kelompok si Untung hanya perlu beberapa detik saja! Lho, kok bisa?

Ya, karena sebelumnya pada halaman ke dua, Wiseman telah meletakkan tulisan yang tidak kecil berbunyi: "berhenti menghitung sekarang! ada 43 gambar di koran ini". Kelompol sial melewatkan tulisan ini ketika asik menghitung gambar. Bahkan, lebih iseng lagi, di tengah-tengah koran, Wiseman menaruh pesan lain yang bunyinya: "berhenti menghitung sekarang dan bilang ke peneliti Anda menemukan ini, dan menangkan $250!" Lagi-lagi kelompok sial melewatkan pesan tadi! Memang benar-benar sial.

Singkatnya, dari penelitian yang diklaimnya "scientific" ini, Wiseman menemukan 4 faktor yang membedakan mereka yang beruntung dari yang sial:

1. Sikap terhadap peluang

Orang beruntung ternyata memang lebih terbuka terhadap peluang. Mereka lebih peka terhadap adanya peluang, pandai menciptakan peluang, dan bertindak ketika peluang datang. Bagaimana hal ini dimungkinkan? Ternyata orang-orang yang beruntung memiliki sikap yang lebih rileks dan terbuka terhadap pengalaman-pengalaman baru. Mereka lebih terbuka terhadap interaksi dengan orang-orang yang baru dikenal, dan menciptakan jaringan-jaringan sosial baru. Orang yang sial lebih tegang, sehingga tertutup terhadap kemungkinan-kemungkinan baru.
Sebagai contoh, ketika Barnett Helzberg seorang pemilik toko permata di New York hendak menjual toko permatanya, tanpa disengaja sewaktu berjalan di depan Plaza Hotel, dia mendengar seorang wanita memanggil pria di sebelahnya: "Mr. Buffet!" Hanya kejadian sekilas yang mungkin akan dilewatkan kebanyakan orang yang kurang beruntung. Tapi Helzber berpikir lain. Ia berpikir jika pria di sebelahnya ternyata adalah Warren Buffet, salah seorang investor terbesar di Amerika, maka dia berpeluang menawarkan jaringan toko permatanya. Maka Helzberg segera menyapa pria di sebelahnya, dan betul ternyata dia adalah Warren Buffet. Perkenalan pun terjadi dan Helzberg yang sebelumnya sama sekali tidak mengenal Warren Buffet, berhasil menawarkan bisnisnya secara langsung kepada Buffet, face to face. Setahun kemudian Buffet setuju membeli jaringan toko permata milik Helzberg. Betul-betul beruntung.

2. Menggunakan intuisi dalam membuat keputusan
Orang yang beruntung ternyata lebih mengandalkan intuisi daripada logika. Keputusan-keputusan penting yang dilakukan oleh orang beruntung ternyata sebagian besar dilakukan atas dasar bisikan "hati nurani" (intuisi) daripada hasil otak-atik angka yang canggih. Angka-angka akan sangat membantu, tapi final decision umumnya dari "gut feeling". Yang barangkali sulit bagi orang yang sial adalah, bisikan hati nurani tadi akan sulit kita dengar jika otak kita pusing dengan penalaran yang tak berkesudahan.

Makanya orang beruntung umumnya memiliki metoda untuk mempertajam intuisi mereka, misalnya melalui meditasi yang teratur. Pada kondisi mental yang tenang, dan pikiran yang jernih, intuisi akan lebih mudah diakses. Dan makin sering digunakan, intuisi kita juga akan semakin tajam.

Banyak teman saya yang bertanya, "mendengarkan intuisi" itu bagaimana? Apakah tiba-tiba ada suara yang terdengar menyuruh kita melakukan sesuatu? Wah, kalau pengalaman saya tidak seperti itu. Malah kalau tiba-tiba mendengar suara yang tidak ketahuan sumbernya, bisa-bisa saya jatuh pingsan. Karena ini subyektif, mungkin saja ada orang yang beneran dengar suara. Tapi kalau pengalaman saya, sesungguhnya intuisi itu sering muncul dalam berbagai bentuk, misalnya:
  • Isyarat dari badan. Anda pasti sering mengalami. "Gue kok tiba-tiba deg-degan ya, mau dapet rejeki kali", semacam itu. Badan kita sesungguhnya sering memberi isyarat-isyarat tertentu yang harus Anda maknakan. Misalnya, Anda kok tiba-tiba meriang kalau mau dapet deal gede, ya diwaspadai saja kalau tiba-tiba meriang lagi.
  • Isyarat dari perasaan. Tiba-tiba saja Anda merasakan sesuatu yang lain ketika sedang melihat atau melakukan sesuatu. Ini yang pernah saya alami. Contohnya, waktu saya masih kuliah, saya suka merasa tiba-tiba excited setiap kali melintasi kantor perusahaan tertentu. Beberapa tahun kemudian saya ternyata bekerja di kantor tersebut. Ini masih terjadi untuk beberapa hal lain.
  • Isyarat dari luar. "Follow the omen", demikian kalau kata Paulo Coelho di buku the Alchemist. Baca "isyarat-isyarat" dari luar yang datang pada Anda. Saya juga beberapa kali mengalami. Misalnya, pernah tiba-tiba di TV saya kok merasa sering melihat iklan suatu perusahaan tertentu, kemudian ketemu teman kok membicarakan perusahaan itu lagi, di jalan melihat iklan perusahaan tadi. Belakangan perusahaan tadi ternyata menjadi klien saya. Jadi kalau akhir-akhir ini Anda sering berpapasan dengan Mercedez S Class dua pintu, barangkali itu suatu pertanda.

3. Selalu berharap kebaikan akan datang
Orang yang beruntung ternyata selalu ge-er terhadap kehidupan. Selalu berprasangka baik bahwa kebaikan akan datang kepadanya. Dengan sikap mental yang demikian, mereka lebih tahan terhadap ujian yang menimpa mereka, dan akan lebih positif dalam berinteraksi dengan orang lain. Coba saja Anda lakukan tes sendiri secara sederhana, tanya orang sukses yang Anda kenal, bagaimana prospek bisnis kedepan. Pasti mereka akan menceritakan optimisme dan harapan.

4. Mengubah hal yang buruk menjadi baik

Orang-orang beruntung sangat pandai menghadapi situasi buruk dan merubahnya menjadi kebaikan. Bagi mereka setiap situasi selalu ada sisi baiknya. Dalam salah satu tesnya Prof. Wiseman meminta peserta untuk membayangkan sedang pergi ke bank dan tiba-tiba bank tersebut diserbu kawanan perampok bersenjata. Dan peserta diminta mengutarakan reaksi mereka.

Reaksi orang dari kelompok sial umumnya adalah: "wah sial bener ada di tengah-tengah perampokan begitu". Sementara reaksi orang beruntung, misalnya adalah: "untung saya ada disana, saya bisa menuliskan pengalaman saya untuk media dan dapat duit". Apapun situasinya, orang yang beruntung pokoknya untung terus. Mereka dengan cepat mampu beradaptasi dengan situasi buruk dan merubahnya menjadi keberuntungan.

Sekolah Keberuntungan
Bagi mereka yang kurang beruntung, Prof. Wiseman bahkan membuka Luck School. Saya yakin Anda semua sudah beruntung dan tidak perlu bersekolah di Luck School. Tapi ada baiknya mengintip sedikit, latihan-latihan apa yang diberikan di Luck School.
Salah satu yang menonjol dari orang sial adalah betapa mereka sering mengabaikan hal-hal yang positif di sekitar mereka. Misalnya, salah satu pasien Prof. Wiseman, adalah seorang wanita single parent, yang sangat sial.
Ketika diminta menceritakan hidupnya akan segera nyerocos menceritakan setiap detil kesialannya. Betapa sulitnya memperoleh pasangan, sudah ketemu pria yang cocok tapi si pria jatuh dari motor, dilain kesempatan si pria jatuh dan patah hidungnya, sudah hampir menikah, gerejanya terbakar, dan sebagainya. Pokoknya benar-benat sial. Padahal, dalam setiap interview, si wanita datang membawa 2 orang anak yang sangat lucu dan sehat. Sebagian besar dari kita akan merasa sangat beruntung memiliki 2 anak tadi. Tapi tidak bagi si wanita sial tadi.
Karena 2 anak lucu tadi tidak ada dalam pikiran si wanita, yang otaknya sudah penuh dengan "kesialan".
Latihan yang diberikan Wiseman untuk orang-orang semacam itu adalah dengan membuat "Luck Diary", buku harian keberuntungan. Setiap hari, wanita tadi harus mencatat hal-hal positif atau keberuntungan yang terjadi.
Mereka dilarang keras menuliskan kesialan mereka. Awalnya mungkin sulit, tapi begitu mereka bisa menuliskan satu keberuntungan, besok-besoknya akan semakin mudah dan semakin banyak keberuntungan yang mereka tuliskan. Dan ketika mereka melihat beberapa hari kebelakang Lucky Diary mereka, semakin mereka akan sadari betapa mereka beruntung. Dan sesuai prinsip "law of attraction", semakin mereka memikirkan betapa mereka beruntung, maka semakin banyak lagi lucky events yang datang pada hidup mereka.

Jadi, sesederhana itu rahasia si Untung. Ternyata semua orang juga bisa beruntung. Termasuk Anda!

(Sumber: forum.kompas.com)





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Selasa, 29 April 2014

BERUSAHA, DAN BERSYUKURLAH...



Siang itu, Sarinem (85 tahun), duduk di kursi kayu di gubuk reyotnya. Matanya menatap kosong ke luar rumah. Kendaraan lalu lalang melintasi jalan lintas barat Lampung. Jalan antar kebupaten itu hanya berjarak tak lebih dari 5 meter dari rumahnya.

Sementara itu, suaminya, Supardi (82 tahun), membereskan beberapa perkakas di gubuk kayu berukuran 4 x 6 meter di Desa Taman Sari, Kec Gedung Tataan, Kab Pesawaran, Lampung. Gubuk itu ditinggali oleh keduanya setelah sejak 1973 merantau dari Solo, Jateng. Anak-anak mereka, yaitu Subita, Suparno, dan Supartini, memilih bekerja di Jawa.

Kakek-nenek yang memiliki 14 cucu dan 4 buyut itu setiap hari hanya ditemani 6 kambing yang tinggal satu atap ϑengαή mereka. Sehari-hari Supardi mengurus kambing dan menggarap tanaman singkong dan cokelat yang ditanamnya di tanah orang lain di seberang tempat tinggalnya. Ia dibebaskan dari biaya sewa lahan seluas 4 x 4 meter.

"Satu-satunya gantungan hidup kami hanya dari hasil ladang dan menjual kambing itu. Kalau kami menjual kambing, itu tandanya kami tidak mempunyai uang sepeser pun untuk bertahan hidup," ujar Supardi.
Keduanya juga bersyukur karena masih mendapatkan perhatian dari tetangga. Namun, mereka tidak suka dikasihani. Mereka juga tak peduli jika negara atau pemerintah tidak pernah menyapanya...

(Ide dari KOMPAS, Jumat, 25 April 2014)

Baca: APA RESEP UMUR PANJANG?




Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan