Jumat, 31 Januari 2014

APA GUNANYA MEMILIKI KESUKSESAN?




Untuk sering dan banyak tertawa;
Umtuk memenangkan rasa hormat
dari orang-orang pandai
dan perhatian dari anak-anak,
Untuk meraih penghargaan
dari kritik yang jujur
Dan mengabaikan penghianatan
dari sahabat-sahabat palsu;
Untuk menghargai keindahan,
untuk menemukan yang terbaik dari orang lain,
Untuk meninggalkan dunia dalam
keadaan lebih baik
Entaah anak yang sehat,
taman yang tertata,
atau kondisi sosial yang lebih sejahtera;
Untuk mengetahui bahwa kehidupan
bernapas lega karena Anda hidup.
Itulah gunanya memiliki kesuksesan.
(Ralph Waldo Emerson)

Baca: JADILAH ORANG BIJAK!





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Rabu, 22 Januari 2014

BAGAIMANA MENGATASI KEGAGALAN?




"90% orang-orang yang merasa gagal sebetulnya belum tentu gagal... hanya saja mereka cepat menyerah."
(Paul J. Meyer)


Salah satu faktor penting yang menentukan kesuksesan seseorang terletak pada cara mereka mengatasi kegagalan. Orang-orang yang ingin sukses harus mengembangkan cara mengatasi kegagalan dan terus berusaha untuk maju. Jika tidak, maka kegagalan itu akan semakin sulit diatasi.

Takut Akan Kegagalan
Kata "gagal" berkonotasi negatif. Bukankah orang paling benci dengan kata itu? Coba saja, jika Anda mendengar seseorang membicarakan tentang hal-hal yang bernada kegagalan dan keputusasaan, mau tidak mau kata tersebut akan berpengaruh buruk terhadap Anda. Misalnya, kata-kata kemiskinan, tidak punya teman, tidak punya uang. Sebaliknya, kata-kata yang berhubungan dengan "keberhasilan" mempunyai konotasi positif karena mengandung harpaan.


Ada beberapa hal yang menyebabkan orang takut akan kegagalan, di antaranya:
  • Takut Dikritik. Kebanyakan orang sangat takut dikritik. Orang-orang ini cenderung mengikuti falsafah Jan Spoelman, "Kalu ragu-ragu, lebih baik tidak usah dilakukan saja." Kalau kita berpedoman pada sejarah, ternyata orang-orang terkenal yang berhasil adalah mereka yang paling banyak dikritik tetapi tetap tegar.
  • Takut Mengambil Resiko. Walt Disney, seorang tokoh film terkenal dan paling kreatif di abad 20 pernah berkata: "Impian kita dapat terwujud jika memiliki keberanian untuk mewujudkannya." Kalau ingin sukses, Anda harus berani mengambil resiko! Anda harus membebaskan diri dari rasa takut, karena justru inilah kunci keberhasilan Anda. 
  • Takut Kehilangan Rasa Percaya Diri. Norman Vincent Peale berkata, "Coba Anda beri sugesti bahwa Anda akan kalah, lalu Anda yakinkan diri Anda sendiri bahwa itu akan terjadi. Hasilnya, Anda pasti benar-benar kalah." Biasanya mereka yang takut gagal adalah karena mereka takut kehilangan rasa percaya diri. Akibatnya, mereka memilih untuk tidak berbuat apa-apa daripada terus dan akhirnya gagal. Dengan sikap yang demikian, mereka malah akhirnya tidak mendapat apa-apa. Hal ini akan membuat mereka merasa tidak berguna di dunia ini. Jika sudah begitu, justru rasa percaya diri mereka juga ikut hilang. Rasa percaya diri yang tadinya mereka miliki jadi dirusak oleh rasa ragu akan hal yang sebenarnya kalau dicoba mungkin saja bisa berhasil. Dan yang pasti, jika Anda tidak pernah mencoba, Anda sudah pasti tidak akan pernah berhasil.
  • Takut Tidak Mendapatkan Kesempatan Lagi. Yang paling ditakuti oleh orang yang mengalami kegagalan adalah kalau-kalau mereka tidak akan mendapat kesempatan lagi. Seandainya saja mereka tahu berapa banyak orang sukses yang dalam perjalanannya pernah gagal, tentunya mereka tidak akan sepesimis itu. Kata Henry Ford, "Kegagalan sesungguhnya adalah kesempatan untuk memulainya lagi dengan cara yang lebih baik." Ford tentunya mengerti apa itu kegagalan, karena dia pun pernah mengalaminya. Dua kali ia gagal dan bangkrut total saat pertama kali ia menjalankan industri mobilnya. Tetapi, pada kali yang ketiga perusahaannya, Ford Motor Company, memperoleh sukses besar hingga dianggap sebagai salah satu perusahaan mobil terbesar di dunia.

Bagaimana Cara Mengatasi Kegagalan?
  1. Kenali dulu penyebab kegagalan. Langkah pertama untuk mengatasi kegagalan adalah dengan mengenal lebih dulu penyebabnya: tengoklah sejenak ke belakang. Kegagalan bukanlah akhir dari segagalnya, kecuali jika Anda memang menginginkannya demikian. Tertunda sejenak bukan berarti tertunda selamanya. Kegagalan harus dianggap sebagai langkah-langkah menuju sukses, bukan sebagai penghalang yang menutup selamanya pintu kesuksesan.
  2. Belajar dari kegagalan. Jika Anda suatu saat mengalami kegagalan, cobalah mencari tahu penyebabnya dengan melihat secara jujur hal-hal yang menimbulkan kegagalan tersebut. Dengan mempelajarinya lebih dulu serta membuat perubahan yang diperlukan, Anda akan dapat mencoba kembali dengan persiapn yang lebih matang serta sikap yang lebih bijaksana.
  3. Kenali dulu kelemahan Anda. Hal yang paling sulit untuk memahami penyebab dari kegagalan Anda adalah menerima kenyataan bahwa justru diri kita sendirilah yang merupakan biang keladi kegagalan itu sendiri. Hal ini memerlukan kejujuran dari kita sendiri. Jika Anda telah menemukan kelemahan yang ada pada diri Anda, berarti Anda harus mengubah sikap dan cara Anda yang telah menyebabkan kegagalan.
  4. Ubah cara kerja Anda sesuai kebutuhan. Agar Anda sukses, hal lain yang juga penting dari bagian proses mengatasi kegagalan adalah Anda harus mengadakan perubahan pada cara kerja Anda. Jika Anda terus menerus menggunakan cara kerja yang slaah itu, pasti Anda akan gagal terus. Banyak orang yang melakukan kekeliruan ini. Mereka terus mengulang kesalahan yang sama, tapi mengharapkan hasil yang berbeda. 
  5. Kembali pada tujuan semula. Ini adalah cara terakhir dalam usaha kita mengatasi kegagalan. Setelah semua analisa serta perubahan cara kerja dilakukan, Anda tentunya harus kembali pada tujuan semula, yaitu mewujudkan apa yang Anda ingin raih. Jika tidak, Anda tidak akan pernah mendapat kesempatan untuk sukses.






Salam Sejahtera & Sukses Selalu!



Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Sabtu, 11 Januari 2014

APA YANG SUDAH ANDA LAKUKAN KEPADA SESAMA?






Tahun 2013 sudah berlalu, berganti dengan tahun 2014.
Kita harus berbenah, mengoreksi kekurangan dan hal-hal yang salah.
Hidup adalah belajar tanpa henti, dari lahir, dewasa hingga saatnya dipanggil Tuhan.
Tantangan adalah bagian dari kehidupan, hadapi dengan tegar dan suka cita. Miliki mental dan sikap positif.
Menyadari bahwa Anda akan menang dalam sebagian kesempatan, dan kalah dalam sejumlah kesempatan lainnya, akan menjadikan Anda  seseorang yang lebih baik karena telah berani mencoba apapun hasilnya?
Jangan tanyakan: "Apa yang dunia (TUHAN) berikan untuk Anda?", tapi bertanyalah: "Apa yang sudah Anda lakukan kepada sesama?"
Hiduplah dengan mimpi besar, namun jangan hidup hanya dalam mimpi.
Jika Anda bisa menetapkan dan meraih tujuan harianmu, yakinlah bahwa Anda juga pasti bisa menetapkan dan menggapai tujuan besarmu...


Baca:







Salam Sejahtera & Sukses Selalu!



Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w

Senin, 06 Januari 2014

GAGASAN TANPA BATAS




Majalah Life menggelarinya manusia nomor satu di milenium kedua. Jumlah barang-barang yang berhasil diciptakannya membuat orang menahan napas, 1.093 buah. Ia mempatenkan penemuannya lebih banyak daripada siapapun di dunia ini, kurang lebih satu kali setiap tahun selama enam puluh lima tahun berturut-turut. Namanya Thomas Alva Edison.

Banyak orang yang mengakui kemampuan Edison memiliki kreativitas seorang jenius. Tapi ia menamakannya sebagai hasil kerja keras. "Jenius," tanggapannya, "Adalah sembilan puluh sembilan persen dedikasi dan satu persen inspirasi." Saya percaya kesuksesannya juga merupakan akibat dari faktor ketiga yang dimilikinya: Sikap Mental Positif

Edison adalah seorang optimis, yang bisa melihat hal terbaik di dalam segala sesuatu. "Jika kita melakukan semua hal yang bisa kita lakukan," katanya, "kita akan membuat diri kita luar biasa." Ketika membutuhkan sepuluh ribu kali percobaan untuk mencari bahan yang paling tepat untuk membuat bola lampu, ia tidak memandangnya sebagai kegagalan. Dengan segala upayanya ia mengumpulkan informasi mengenai apa yang tidak berhasil, mengarahkannya lebih dekat pada solusi. Ia tidak pernah ragu akan menemukan bahan yang tepat. Keyakinannya dapat disimpulkan dengan pernyataannya sendiri: "Kebanyakan dari hidup yang gagal adalah orang-orang yang tidak menyadari seberapa dekatnya mereka pada kesuksesan pada saat mereka menyerah."

Mungkin peristiwa yang paling mencatat sikap positif Edison berasal dari bagaimana ia memandang suatu kejadian tragis pada saat umurnya mencapai enam puluh tahun. Laboratorium yang dibangunnya di West Orange, New Jersey, terkenal di seluruh dunia. Ia menamakan kompleks dengan empat belas bangunan itu sebagai pabrik ide. Bangunan utamanya sangat megah, berukuran tiga kali lebih besar dari lapangan sepak bola. Dari sanalah, ia dan para anak-buahnya menciptakan penemuan baru, mengembangkan prototipe, memproduksi barang-barang, dan mengirimkannya kepada pelanggan. Bangunan itu menjadi model bagi pusat penelitian dan produksi modern.

Edison sangat menyukai tempat itu... tetapi pada bulan Desember 1914, laboratorium favoritnya dilalap api. Saat ia berdiri di luar dan memperhatikan api menghabiskan gedung kebanggaannya, puluhan saksi mata melihat ia berkata, "Nak, jemput ibumu. Ia tidak akan pernah melihat api sebesar ini lagi."

Kebanyakan orang akan hancur oleh insiden ini. Tapi bukan Edison. "Aku berumur enam puluh tujuh," katanya setelah tragedi, "tapi belum terlalu tua untuk memulai yang baru. Aku telah melalui banyak peristiwa seperti ini." Ia membangun lab-nya kembali, dan bekerja selama tujuh belas tahun berikutnya. "Aku memiliki gagasan yang tidak terbatas tetapi waktu yang terbatas," komentarnya. "Paling lama aku hidup hanya sekitar seratus tahun." Ia meninggal pada usia delapan puluh empat.

Jika Edison bukan merupakan pribadi yang positif, ia tidak akan meraih kesuksesannya sebagai penemu. Jika Anda melihat orang-orang di berbagai profesi mereka yang berhasil meraih kesuksesannya yang abadi, Anda akan menemukan bahwa mereka hampir selalu memiliki pandangan positif terhadap kehidupan.
(Sumber: "Sukses Dibangun Setiap Hari", John C. Maxwell)

Baca: HEBATNYA BERPIKIR POSITIF!





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Jumat, 03 Januari 2014

SELAMAT TAHUN BARU 2014




Hari ini kita awali aktivitas di tahun 2014...

Menyesali terus kesalahan atau kegagalan masa lalu tapi tidak mau mengubahnya, sikap demikian adalah konyol, hanya membuang waktu yang sia-sia dan membuat mental kita jadi sakit.

Merasa kuatir dan takut akan masa depan yang belum terjadi adalah sebuah kebodohan.

Yang paling penting dan berharga adalah masa kini, sekarang, hari ini!
Tidak ada salahnya sejenak kita melihat ke belakang. Mengevaluasi kesalahan atau kegagalan yang pernah kita alami dan kelemahan atau kekurangan yang pernah kita lakukan agar tidak terulang lagi di masa depan. Melihat kelebihan dan kekuatan yang pernah dilakukan agar dapat kita aktualisasikan di masa depan dengan lebih baik lagi. Sekaligus melihat peluang dan mencari prospek di masa depan.

Saat ini, tahun baru ada di hadapan kita. Mari kita bersyukur atas tahun 2013 yang sudah kita lalui dan mulai melangkah ke tahun 2014 dengan doa, optimisme dan kita teguhkan tekad untuk meraih harapan dan keinginan baru, cita-cita dan semangat baru, dan tegaskan dalam diri:
TAHUN INI HARUS LEBIH BAIK DARIPADA TAHUN LALU!

Yakin dan percayalah, dengan hati dan pikiran yang bersih, fokus, dan berjuang dengan sepenuh hati memungkinkan setiap hari di sepanjang tahun 2014 ini kita bisa menikmati hasil kerja dengan kebaikan dan penuh kegembiraan sekaligus mampu mengukir sukses dan prestasi yang luar biasa!





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Selasa, 31 Desember 2013

RENUNGAN AKHIR TAHUN 2013



Tuhan Sang Maha Pencipta, Yang Maha kasih, Yang Maha bijaksana, Sang Sutradara Yang Maha Sahsyat itu maha adil!

Dalam kehidupan ini, apa yang kita berikan, itulah yang akan kita terima.
Bagaimana yang kita lakukan, itu juga yang akan kita dapatkan.
Pencapaian yang kita raih akan sesuai dengan waktu, tenaga dan pikiran yang kita curahkan.
Kehidupan tidak pernah memihak, dunia ini adil!

Takdir Tuhan memang menentukan awal dan akhir hidup setiap pribadi, namun kitalah yang ambil keputusan dan menentukan pilihan ingin menjalani kehidupan seperti apa dan cara bagaimana?
Nasibmu ada ditanganmu!

Lupakan dan tinggalkanlah kekurangan dan kesalahan yang lalu!
Mari kita songsong tahun 2014 dengan semangat yang baru dan mulia...
Impian dan keyakinan yang baru, mental dan sikap yang lebih positif, semakin mau berbagi kebaikan dan kebahagiaan dengan orang lain.
Hiduplah dengan penuh kasih!
Amin





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Minggu, 29 Desember 2013

HIDUP INI SINGKAT!




Hari berganti, bulan berlalu, tahun bertambah, umur dan usia tua tanpa terasa cepat tiba. Segala keberhasilan, kejayaan dan kekuatan di masa muda, hanya akan menjadi kenangan, pergi dan tak pernah kembali...

Hidup bagaikan sebuah drama, yang menjadi raja bukan benar-benar raja, hanya peran di atas panggung dunia. Berakhirnya drama, berakhir pula semua peran...

Hidup bagaikan mimpi, seindah apapun, begitu bangun, semuanya sirna tak berbekas. Rumah mewah bagai istana, harta benda yang melimpah, kedudukan dan jabatan yang luar biasa, namun..., ketika napas terakhir tiba, sebatang jarum pun tak bisa dibawa pergi, sehelai benang pun tak bisa dimiliki...

Jalanilah hidup ini dengan penuh kesadaran, bijaksana, lepaskan keakuan dan bisa menerima apa adanya dengan dipenuhi cinta kasih...

Belajarlah tiada hari tanpa kasih, selalu berlapang dada dan mengalah.
Hidup ceria, bebas leluasa, tak ada yang tak bisa diikhlaskan.
Tak ada sakit hati yang tak bisa dimaafkan.
Tak ada dendam yang tak bisa dihapus.
Tak ada alasan tidak bisa untuk kebaikan, maka berbuatlah kebaikan sebanyak mungkin.
Apapun bentuknya dan bagaimanapun caranya, marilah kita isi kehidupan ini agar bermanfaat dan bisa membantu orang-orang yang memang membutuhkannya dengan tulus, kasih dan bijaksana...

Selamat jalan kawanku, kakakku, mentorku, rekan bisnisku, saudaraku, di surga Tuhan akan menyambutmu.
Amin

(Untuk mengenang, Jojo Hasan "Ko Dede", sahabatku yang telah dipanggil Tuhan, RIP - 27 Desember 2013)


Baca: KENAPA HARUS MENABUR KEBAIKAN?






Salam Sejahtera & Sukses Selalu!


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Senin, 23 Desember 2013

SAAT ANDA HARUS BICARA ATAU DIAM?




Minggu lalu, saat atasan Anda meminta pendapat Anda untuk suatu hal, Anda mengatakan tidak memiliki ide. Namun sebenarnya di benak Anda penuh dengan ide-ide yang siap untuk dikeluarkan. Ketika atasan Anda akhirnya memutuskan untuk menjalankan ide rekan kerja Anda, Anda menyesal dan berharap Anda mengatakan ide-ide Anda tersebut kepada atasan Anda.

Kemarin, tetangga Anda melampiaskan frustrasinya kepada Anda tentang anak remajanya yang pulang larut malam. Anda kemudian mendatangi anaknya dan menasihatinya, mengatakan apa yang ibunya keluhkan pada Anda. Sekarang, tetangga Anda marah pada Anda karena mencampuri urusannya, dan Anda berharap seharusnya Anda tetap diam saja.

Dapat menjadi sesuatu yang sulit untuk mengetahui kapan harus berbicara dan kapan harus diam. Kesadaran diri, cara pAndang dan empati adalah kunci untuk membuat keputusan yang tepat.


Tetap Diam Ketika:

– Anda tidak punya sesuatu untuk dikatakan. Kadang-kadang orang berbicara hanya karena ada keheningan. Hal ini menyebabkan obrolan menjadi tak ada artinya. Jika Anda berbicara semata-mata karena ingin memecah keheningan, Anda berarti tidak memiliki sesuatu untuk dikatakan. Jangan menganggap ada sesuatu yang salah karena seseorang tidak berbicara, karena mungkin mereka tidak punya sesuatu untuk dikatakan. Berbicara dengan spontan; ini adalah kunci untuk mencapai kejujuran dan fokus.

– Anda perlu waktu untuk memperkuat reaksi Anda. Dalam situasi sarat dengan muatan emosional, seperti berdebat atau berargumen dengan pasangan atau teman, selalu ada risiko Anda menanggapi dengan cara yang menyakitkan atau agresif. Untuk mendapatkan perspektif tentang suatu masalah, Anda mungkin perlu melangkah mundur dan mengamati. Hal ini memungkinkan Anda untuk mendengarkan intuisi Anda dan secara logis menguraikan apa yang sebenarnya terjadi.

– Memang lebih baik untuk tidak mengatakan apa-apa. Hindari mengungkapkan pikiran dan perasaan yang tidak relevan. Misalnya, tidak perlu untuk memberitahu sahabat Anda bahwa istri/suaminya tidak menarik dan ia bisa mendapatkan yang lebih baik. Aturan ini juga berlaku ketika seseorang mempercayakan Anda dengan informasi pribadi. Jika Anda membocorkan apa yang menjadi rahasianya, mereka sulit untuk mempercayai Anda lagi.

– Anda tidak memiliki pendengar yang reseptif. Tidak ada gunanya berbicara jika orang lain tidak mendengarkan Anda, karena pesan apapun yang coba Anda sampaikan tidak akan didengarnya.


Berbicara Ketika:

– Anda ingin membiarkan perasaan Anda diketahui. Untuk menjaga situasi tetap damai, beberapa orang memendam emosi yang harusnya diungkapkan. Namun hal ini justru dapat menjadi bumerang yang jauh lebih berbahaya, karena emosi yang terpendam suatu saat dapat menjadi bom waktu yang siap meledak kapan saja. Jadi misalnya ketika pasangan Anda membuat masakan yang kurang enak, Anda harus memberitahu perasaan Anda agar menjadi perhatian untuknya. Memendam perasaan Anda hanya akan membuat buruk hubungan Anda kelak.

– Anda memiliki kekuatan untuk mengubah sesuatu. Jika kata-kata Anda dapat mengubah situasi menjadi lebih baik, Anda harus mengungkapkannya. Misalnya, jika saudara Anda sedang berada dalam kesedihan dan mengasihani diri sendiri karena ia kehilangan pekerjaannya, Anda mungkin bisa menghiburnya atau menunjukkan kepadanya sisi terang kehidupan untuk mengangkat dia keluar dari depresi.

– Sebuah kesempatan emas datang menghampiri. Kesempatan yang hilang dapat membuat jengkel, sehingga satu atau beberapa kata dari Anda dapat membuat perbedaan. Misalnya, Anda memiliki persaan malu untuk berinisiatif menghubungi sahabat Anda yang dahulu pernah bertengkar hebat dengan Anda. Suatu ketika Anda bertemu tidak sengaja dengannya di suatu acara, tangkap kesempatan tersebut dengan mulai berbicara kepadanya.

Baca: KOMUNIKASI YANG EFEKTIF





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w

Minggu, 22 Desember 2013

MELAKUKAN BISNIS, BUKAN DUDUK DIAM!



Sehebat-hebatnya daya ungkit Investasi, tidak mungkin dapat mengalahkan daya ungkit Bisnis.

Pengertian Investasi adalah Anda "menitipkan" modal atau uang untuk dikelola atau dimanfaatkan dalam bisnis orang lain, dan sebagai "imbalannya" Anda akan menerima "pembagian keuntungan (kerugian)" dari bisnis orang tersebut.
Sebesar-besarnya “keuntungan” investasi emas, tentu jauh lebih besar keuntungan perusahaan penambang emas, atau perusahaan pengelola emas (menjadi perhiasan, jual-beli, dll).

Sebesar-besarnya keuntungan investasi property, tentu lebih besar lagi keuntungan perusahaan pembangun property (developer).

Sebesar-besarnya “keuntungan” investasi saham atau valas, tentu yang paling untung adalah perusahaan jasa jual-belinya. Investor boleh ada yang rugi kecil, rugi besar, untung kecil maupun untung besar. Tetapi yang selalu untung tentu saja perusahaan jasa transaksi tersebut.

Baca: ANDA SIAP MENGHADAPI MASA PENSIUN?


Tidak mungkin Investasi mengalahkan Bisnis.
Warren Buffett sering dengan salah dianggap "Investor". Padahal yang dilakukannya adalah "membeli perusahaan untuk disinergikan dengan perusahaan lainnya". Dengan demikian tentu saja nilai setiap perusahaan miliknya makin lama makin tinggi karena keuntungan setiap perusahaan makin besar. Yang jelas, Warren Buffett tidak "beli sesuatu, duduk diam, lalu tiba-tiba kekayaannya melonjak". Tidak! Ada "sesuatu" yang dikerjakannya, yaitu BISNIS!

Baca: KENAPA ORANG TIDAK BERBISNIS?


Dengan investasi "duduk diam", jangan pernah berharap Rp 1 juta menjadi Rp 100 juta.
Apalagi dengan "investasi Rp 100.000, duduk diam, lalu berharap menjadi Rp 100 juta".
TETAPI...
Dengan "TIDAK DUDUK DIAM", dengan "BERGERAK", dengan benar-benar "MELAKUKAN" bisnis, Anda BOLEH mengharapkan "modal" awal Rp 100.000 suatu saat menjadi Rp 100 juta. TIDAK MUSTAHIL!
Syaratnya: MELAKUKAN BISNIS, BUKAN DUDUK DIAM!

Baca: KENAPA ORANG BERBISNIS?





Untuk informasi lebih lanjut hubungi:


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w

Minggu, 15 Desember 2013

BERINVESTASILAH!





Menata Masa Depan Finansial

Setiap orang dapat berinvestasi, tidak peduli berapa pun penghasilannya. Sayangnya, hingga kini masih banyak orang yang beranggapan bahwa berinvestasi hanya dilakukan saat ada uang sisa di kantong. Padahal, investasi seharusnya dialokasikan terlebih dahulu, bukan menunggu sisa pendapatan.
Hal yang penting dalam investasi adalah berapa jumlah yang dialokasikan, bukan berapa jumlah pendapatan seseorang. Baik orang itu pegawai negeri, karyawan swasta, maupun pebisnis atau orang yang sudah berduit.
Kebanyakan orang “takut ” ketika mendengar kata investasi. “Ah, penghasilan masih kecil mau investasi”, “belum ada sisa untuk berinvestasi”, atau “harus sedia berapa puluh juta untuk investasi”. Ungkapan seperti itu sering terdengar. Masih banyak orang mengira bahwa berinvestasi haruslah memiliki pendapatan besar atau harus mengalokasikan dana dalam jumlah yang besar.
Pemikiran seperti itulah yang membuat banyak orang tidak mau mulai menata masa depan finansialnya, ujungnya hanya bisa mengeluh karena tidak dapat mencukupi kebutuhan dan mulai menyalahkan pihak lain. Padahal, setiap individu bertanggung jawab atas masa depannya, termasuk masa depan finansialnya, bukan orang lain.

Bukan Tergantung Pendapatan
Kurangnya pengetahuan mengenai perencanaan keuangan pribadi, termasuk soal investasi, juga menjadi salah satu kendala seseorang dalam menata finansialnya. Banyak orang yang beranggapan akan mulai menabung atau berinvestasi jika pendapatannya sudah besar. Namun sebenarnya, semakin besar pendapatan, semakin besar pula pengeluaran kita.
Contohnya, dengan pendapatan Rp 2 juta per bulan, seorang karyawan cukup naik angkutan umum ke kantor karena biayanya murah.
Ketika pendapatannya naik dan dia sanggup mencicil sepeda motor, pengeluarannya akan bertambah untuk membeli bensin, oli, perawatan sepeda motor, dan lainnya. Ketika gajinya semakin besar, keinginan untuk membeli mobil muncul. Padahal, biaya yang harus dikeluarkan pun bertambah.
Berbagai cara memang dapat dilakukan untuk memperoleh masa depan keuangan yang lebih cerah. Masa depan tersebut tergantung pada bagaimana kita menyikapi dan bertindak untuk mulai berinvestasi.
Baca: KENAPA PERLU ASURANSI?


Berikut ini beberapa model untuk berinvestasi:

Tabungan dan deposito
Menyimpan uang di tabungan dan deposito adalah tempat yang terbaik untuk menyimpan dana darurat kita. Besarnya dana darurat yang perlu dimiliki adalah tiga kali biaya bulanan. Tempatkan dana darurat ini di tabungan dan deposito. Walaupun bunganya kurang menarik, tetapi inilah produk yang paling likuid bagi uang Anda.

Properti
Memiliki rumah pertama merupakan keinginan yang diidam-idamkan bagi banyak orang. Apalagi dengan harga rumah yang terus naik melebihi inflasi. Inilah waktunya yang terbaik untuk mulai membeli properti. Siapkan uang muka untuk membeli rumah kecil sederhana atau apartemen yang diinginkan, dan segera ambil KPR untuk kelanjutan pembayarannya. Menyicil KPR akan memaksa kita untuk menyisihkan uang dan berinvestasi.

Saham atau Reksadana
Tujuan jangka panjang selalu menjadi tujuan yang tepat untuk memilih investasi yang agresif. Pilihan saham atau reksadana saham bisa menjadi pilihan investasi yang mampu memenuhi tujuan jangka panjang. Silakan coba sedikit demi sedikit, dan rasakan bagaimana naik turunnya investasi ini, mampu memberikan pengalaman yang sangat bermanfaat.

Baca: APA ITU REKSA DANA?





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Facebook: Johanes Budi Walujo
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Email: johanesbudiwalujo@gmail.com
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan