Minggu, 07 Februari 2016

TIPS BEBAS DARI HUTANG




Teror hutang membuat hidup sebagian besar orang tidak nyaman. Bahkan ada juga yang nekat melakukan hal konyol karena tak tahan dijerat lilitan utang dalam jumlah besar.
Memang, tak ada satu orang pun yang senang menanggung utang. Apalagi harus berurusan dengan para rentenir yang menawarkan pinjaman berbunga tinggi. Hati-hati, telat membayar utang, Anda bisa dikejar para `debt collector` yang kadang bersikap kasar.
Membenahi pola hidup dan cara mengelola keuangan pribadi harus dilakukan agar bisa hidup tenang tanpa jeratan utang. Berikut lima cara sederhana yang bisa dilakukan supaya terbebas dari utang:
1. Gunakan uang tunai
Kartu kredit biasanya menjadi andalan para pemiliknya saat tengah tidak memiliki uang tunai. Sebaiknya, tinggalkan kartu kredit Anda jika tidak memang sedang dibutuhkan dan gunakan uang tunai untuk transaksi sehari-hari.
2. Buat anggaran pengeluaran per bulan
Sempatkan waktu Anda untuk membuat anggaran belanja dalam sebulan. Hitung berapa jumlah uang yang boleh Anda keluarkan untuk membeli makanan, jalan-jalan atau menghibur diri sendiri. Setelah itu, pastikan Anda masih punya uang tersisa untuk ditabungkan.
3. Hanya membeli barang yang dibutuhkan
Anda harus bisa membedakan mana barang yang merupakan kebutuhan dan hanya keinginan pribadi. Hindari mengikuti hasrat belanja yang berlebihan.
Misalnya Anda ingin memiliki televisi baru, jangan paksakan meminjam uang untuk mendapatkannya. Tetapi pastikan Anda menabung hingga punya cukup uang untuk membelinya.
4. Ingat saat sedang dililit utang
Jangan pernah lupa saat diri Anda tengah dililit utang. Jika Anda pernah mengalaminya, tentu Anda tidak mau pengalaman pahit itu berulang. Mengingatnya ternyata dapat membantu Anda menghindari pinjaman berlebih yang membuat utang pribadi bertumpuk.
5. Menabung
Meningkatkan kebiasaan menabung merupakan salah satu kunci untuk membuat Anda terbebas dari utang. Setiap memperoleh pendapatan, sisihkan sebagian uang Anda untuk menabung.

Baca: Muda Kaya Raya! Tua Bahagia! Mati Masuk Surga!





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Minggu, 24 Januari 2016

HIDUP DENGAN TIGA LANGKAH SEDERHANA




Sekitar 2500 tahun yang lalu Konfusius pernah berkata:
  

Yup, betul! Banyak orang hidupnya menjadi rumit karena cara berpikirnya yang rumit, tidak sederhana.


Ada kalimat yang sering dikatakan oleh mendiang Gus Dur:


Banyak orang yang hidupnya menjadi tidak sederhana karena pikirannya terfokus pada masa lalunya yang buruk atau kegagalan yang telah dialaminya di masa lampau. Padahal kejadian atau peristiwa yang sudah berlalu itu tidak bisa diubah! Kenapa terus memikirkan hal yang sudah terjadi?

Tidak sedikit juga orang yang sering dihantui oleh rasa cemas, kuatir, dan takut akibat dari memikirkan dan membayangkan masa depannya yang buruk. Padahal masa yang akan datang itu belum terjadi, dan boleh jadi apa yang dicemaskan, dikuatirkan, dan ditakutkan itu tidak akan terjadi. Mengapa tidak memilih untuk memikirkan dan membayangkan hal baik yang akan terjadi di masa depan?

Cara berpikir seperti itulah yang menyebabkan banyak orang ‘terpaksa’ harus menjalani kehidupan yang ribet, rumit, dan tidak sederhana.



Di SEMANGAT – Kampus Kehidupan, dari perjalanan hidup yang sudah saya lalui, saya belajar dan ‘menemukan konsep’ hidup dengan TIGA LANGKAH SEDERHANA berikut ini:

Langkah pertama, lakukanlah yang terbaik yang harus dan mampu dilakukan (do the best).
Apapun peran yang Anda pilih di panggung kehidupan ini, lakukanlah apa yang seharusnya Anda lakukan. Dan lakukanlah hal itu yang terbaik semampu-maksimal yang ada di dalam diri Anda. Dengan cara seperti ini, Anda terus mengasah dan meningkatkan kapasitas dan kualitas diri Anda. Dan Anda akan tahu betapa besarnya potensi yang ada di dalam diri Anda.
Inilah ‘modal utama’ untuk mewujudkan impian hidup Anda!

Langkah kedua, berdoa dan berserah kepada Tuhan.
Langkah berikutnya adalah berdoa dan berserah kepada Tuhan. Setelah kita melakukan yang terbaik bagian yang harus dan mampu kita lakukan, selanjutnya biarkan Tuhan mengerjakan sisanya. Tuhan yang akan melengkapi dan sekaligus menuntaskan pekerjaan yang tidak mampu dilakukan oleh kita sebagai manusia. Tuhan Yang Maha Kuasa dan Yang Maha Sempurna lah yang akan menyempurnakan hasil karya kita.
Berserah kepada Tuhan bukan berarti pasrah!

Langkah ketiga, terima dan bersyukurlah apapun hasilnya.
Langkah yang terakhir adalah menerima dan bersyukur apapun hasilnya, karena itulah yang terbaik di mata Tuhan. Kita sering berharap dan menginginkan ini dan itu yang menurut kita paling baik, namun yang pasti, Tuhan Yang Maha Baik, Yang Maha Bijak, dan Yang Maha Tahu akan memberikan yang tepat dan terbaik bagi kita.
Inilah sikap rendah hati di hadapan Tuhan yang maha segalanya!


Ketika kita hidup dengan tiga langkah sederhana tersebut di atas, maka kehidupan yang kita jalani pun akan menjadi sederhana. Tidak ada hal yang membuat kita merasa cemas, kuatir, dan takut.
Kebanyakan orang menjadi cemas, kuatir, dan takut akan hari esok dan masa depannya karena mereka tidak melakukan yang terbaik yang harus, dan sesungguhnya mampu mereka lakukan!
Atau mereka merasa dan menganggap dirinya sudah melakukan yang terbaik, namun ternyata hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan.
Yakin dan percayalah bahwa Tuhan Maha Adil dan Maha Baik. Bila hak Anda ‘dirampas’ oleh orang lain, pasti Tuhan akan memberikan yang lebih! Demikian berlaku sebaliknya, setelah Anda ‘merebut’ hak orang lain, pada waktunya Anda harus menerima resiko dan konsekuensinya.

Seperti itulah HUKUM MUTLAK dalam kehidupan ini…
Baca: KENAPA HARUS MENABUR KEBAIKAN?


Masa depan Anda dimulai dengan hari ini. Bila hari ini, dan dalam keseharian selanjutnya Anda melakukan hal yang biasa-biasa saja, bisa dipastikan di masa yang akan datang hidup Anda pun akan biasa-biasa saja. Jika hari ini, dan hari-hari berikutnya Anda mengerjakan hal yang luar biasa, sangat besar kemungkinannya kehidupan Anda di masa mendatang juga akan luar biasa.
Itulah pilihan hidup Anda!

Hiduplah dengan TIGA LANGKAH SEDERHANA, niscaya hari esok dan masa depan Anda akan menjadi lebih baik, indah, dan menarik…






Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w

Minggu, 10 Januari 2016

TEBANGLAH, DAN LUPAKANLAH!




Charles Bracelen Flood mengisahkan tentang perang sipil Amerika dalam bukunya: "Lee: The Last Year"...

Suatu hari Robert Lee, prajurit perang, mengunjungi seorang wanita yang membawanya ke dekat serpihan pohon tua yang sangat besar yang tumbuh di depan rumahnya. Di sana, wanita itu menangis dengan sedihnya, sebab dahan dan batangnya telah hancur oleh tembakan arteri pasukan Union. Dia menunggu-nunggu Lee mengutuki pasukan utara itu atau setidaknya bersimpati terhadap kerugian yang dideritanya. Meski demikian Lee tidak mengucapkan kata-kata itu. Lee diam sejenak, lalu berkata dengan tegas, "Tebanglah, Nyonya yang terhormat, lalu lupakanlah."

Jawaban tak terduga itu merupakan nasihat terbaik bagi mereka yang sedang mengalami kekelahan, penderitaan, dan menjadi korban perang. Mengingat-ingat kembali perlakuan musuh terhadap kita hanya akan membuat luka lama kita kembali terkorek dan membuat kita terluka lagi. Maka nasihat terbaik saat kita mengalami perlakuan mengecewakan dari orang lain adalah: tebang dan melupakannya.

Lebih dari itu, kita juga tidak pernah bisa kembali ke masa lalu. Waktu yang telah kita lewati tidak akan pernah bisa diputar lagi, lalu kenapa kita harus susah payah membawa diri kita ke masa lalu. Demikian juga kita tidak bisa tetap diam di tempat. Tidak penting apakah hari ini kita sedang mengecap masa-masa indah atau sedang mengalami perlakuan yang membuat kita kecewa, kita harus terus bergerak maju dan meninggalkan masa lalu.

Untuk menjadi yang terbaik, jangan diam di tempat, sekarang saatnya menebang masa lalu Anda, baik tentang kegagalan, kelemahan, atau kekurangan Anda. Jangan pernah meratapi kegagalan dalam rumah tangga, keluarga, pekerjaan, karir atau apapun.
Lupakanlah!
Ingat, hidup harus terus berjalan. Life must go on!
Daripada merenungi masa lalu yang mengecewakan, bukankah lebih baik jika kita menancapkan harapan yang baru?
Saatnya menanam pohon baru dan membuatnya bertumbuh!

Nasihat terbaik daripada merenungi hal yang buruk di masa lalu, tebanglah dan lupakanlah!

Baca: PENGAMPUNAN...





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

TEKNIK MANAJEMEN




Menjalankan bisnis atau kantor membutuhkan berbagai keterampilan, namun yang paling penting adalah kemampuan untuk mengelola orang yang bekerja di bawah Anda. Sebuah gaya manajemen yang efektif dapat membuat semua perbedaan mampu menyelesaikan pekerjaan dengan tepat waktu dan sesuai anggaran. Manajer yang baik harus memiliki beberapa teknik yang berbeda untuk mencapai tujuan tersebut. Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan: 

Delegasi
Tidak ada yang bisa melakukan segalanya. Inilah sebabnya mengapa Anda memiliki karyawan. Manajer harus menahan keinginan untuk mencoba melakukan pekerjaan karyawan. Manajer yang baik mampu melakukan delegasi terhadap pekerjaan yang dapat dilakukan oleh bawahannya.

Manajemen konflik
Hal ini penting dikuasai karena orang-orang yang terlibat kadang-kadang terjadi konflik. Manajer yang baik harus mampu menemukan cara untuk menenangkan keadaan tersebut.

Konsultasi
Tidak ada orang yang bisa tahu segalanya. Sementara manajer menjalankan kantor mungkin menjadi orang yang paling berpengalaman, namun pengetahuan kolektif dan kemanfaatan dari seluruh staf jauh lebih besar manfaatnya. Untuk alasan ini, merupakan ide yang baik bagi manajer untuk berkonsultasi dengan karyawan, terutama ketika membuat keputusan yang mungkin mempengaruhi bagaimana mereka melakukan pekerjaan mereka.

Otokratis

Dalam beberapa situasi, gaya konsultasi dan kerjasama yang santai harus dibuang. Manajer yang baik tahu kapan waktunya untuk mulai mengeluarkan perintah tegas kepada karyawannya. Ini semacam gaya otokratis yang paling sering dibutuhkan saat keadaan darurat atau beberapa situasi yang tak terduga yang membutuhkan penyesuaian yang cepat.


Baca: PEMIMPIN YANG MENGINSPIRASI






Untuk informasi lebih lanjut hubungi:


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Rabu, 06 Januari 2016

APA PILIHAN HIDUP ANDA?



Hampir semua orang ingin sukses, punya impian untuk berprestasi dalam hidupnya atau memiliki sesuatu yang berharga bagi dirinya, tapi hanya sedikit yang berhasil dalam mewujudkan mimpinya tersebut. Sebagian besar hanya “berkhayal”, menjalani hidup apa adanya, yang biasa-biasa saja, dan begitu monoton serta membosankan. Faktanya, lebih dari 70% orang (7 di antara 10 orang) gagal dalam meraih impian hidupnya.

Kenapa begitu? Karena untuk kebanyakan orang, masa depan tampak begitu buram? Salah satu pemicunya adalah karena mereka lupa merumuskan life goals – target hidupnya secara jelas dan spesifik.
Baca: MERUBAH HIDUP MENJADI LEBIH BAIK


Berikut ini saya coba memberikan gambaran pentingnya menyusun life goals yang jelas dan spesifik:

#1 – Goal menentukan arah hidup kita.
Banyak orang yang “terjebak” dalam kehidupan kesehariannya, tidak bertumbuh, karena tidak memiliki goal yang jelas dan spesifik. Menjalani kehidupan yang tanpa arah dan tujuan, bagaikan sebuah kapal tanpa nahkoda. Tidak jelas ke mana arahnya dan akan berlabuh di dermaga mana? Hanya bergantung pada arah angin!

#2 - Goal akan mengoptimalkan kemampuan kita.
Seperti halnya impian besar yang bisa membangunkan raksasa tidur yang ada di dalam diri kita, goal akan mengoptimalkan kemampuan yang diperlukan untuk mencapai apa yang kita inginkan. Dengan adanya goal, kita bisa membuat hidup menjadi lebih hidup. Goal adalah motivasi yang akan mendorong kita untuk mengeluarkan seluruh kemampuan terbaik demi mencapainya. Pribadi yang memiliki goal yang jelas akan menjelma menjadi sosok yang kompeten dan unggul dibandingkan dengan pribadi yang hanyut terbawa oleh arus rutinitas tanpa tahu goal dalam hidupnya.

#3 - Goal membuat hidup kita termotivasi.
Banyak dari kita yang menjadi termotivasi setelah mengikuti seminar, membaca buku, atau mendengarkan ceramah yang memotivasi hidup kita. Namun, seiring berjalannya waktu, motivasi itu menguap. Menguapnya motivasi mereka, boleh jadi karena tidak memiliki goal yang besar. Goal berfungsi untuk menumbuhkan lagi motivasi yang sudah melemah dalam diri Anda. Jika Anda memiliki goal yang besar dan dalam kondisi jenuh, maka ingatlah kembali goal besar Anda, dan bayangkan secara detail dengan melibatkan segenap emosi. Cara itu akan membuat Anda kembali bersemangat.

#4 - Goal membuat kita mempraktikkan apa yang sudah dipelajari.
Di era informasi digital ini, tidak susah untuk menemukan beragam ilmu dan informasi. Pasokan informasi begitu melimpah. Dengan mudah kita bisa menyimpan ribuan informasi itu ke dalam otak kita. Sayangnya, ribuan ilmu dan informasi yang menumpuk dalam otak kita, sering tidak dipraktikkan dengan konsisten atau bahkan tidak sama sekali. Apa sih yang membuat segudang ilmu dan informasi itu tidak dipraktikkan dengan baik? Karena banyak orang tidak memiliki goal yang jelas dan spesifik. Goal yang jelas membantu kita untuk mempraktikkan ilmu apa saja yang perlu dan harus dilakukan. Kesalahan yang biasa dilakukan oleh kebanyakan orang adalah mencari ilmu terlebih dahulu sebelum menetapkan goal. Tetapkanlah dulu goal Anda, baru kemudian tentukan apa yang harus Anda pelajari, dan Anda praktikkan.

#5 - Goal membuat kita fokus untuk mempelajari ilmu.
Dengan adanya goal yang sudah ditetapkan terlebih dahulu, kita akan mengetahui secara spesifik apa yang perlu dan harus kita pelajari dan akan merasa bergairah untuk terus mempelajari serta mendalami hal tersebut. Tidak semua ilmu atau informasi kita telan. Kita hanya perlu mempelajari ilmu dan informasi yang kita perlukan dan relevan dengan goal yang sudah kita tentukan. Dengan cara seperti itu, kita tidak membuang waktu dengan berbagai informasi yang tidak relevan dengan masa depan kita.


Baca: KESUKSESAN SEJATI





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Minggu, 03 Januari 2016

SELAMAT TAHUN BARU 2016



Jika ada sesuatu yang sangat berharga, maka itu adalah WAKTU!

Siapapun orangnya, tidak bisa mengulang setiap waktu yang sudah terlewatkan. Tidak peduli seberapa kaya orang itu, seberapa penting jabatannya, seberapa besar kekuasaannya, waktu tidak bisa diajak kompromi. Ia akan terus berjalan. Tidak peduli apakah orang-orang mampu melewatinya
dengan menyenangkan; atau sebaliknya, waktunya berlalu dengan sia-sia. Setiap orang, dimana pun ia berada, hanya memiliki waktu 24 jam dalam sehari. Tidak ada yαηg mendapatkan lebih, tidak bisa membeli atau menukarkan waktu, meski hanya satu menit bahkan satu detik pun. Semua sama. Tidak kurang, dan tidak lebih!

Jika kemudian waktu bisa terulang, tentu kita semua akan melakukan hal-hal yang baik saja.
Memperbaiki kesalahan yang pernah kita lakukan.
Sayangnya, waktu memang tidak pernah bisa terulang.

Karenanya waktu adalah harta tak ternilai, waktu adalah kesempatan, waktu adalah hidup.

Orang yang menghargai waktu, menghargai hidup. Orang yang menyia-nyiakan waktu, menyia-nyiakan hidupnya...


"Kita akan membuka buku.
Yang halamannya kosong.
Kita akan menulis kata-katanya sendiri.
Buku itu disebut kesempatan dan bab pertama adalah Tahun Baru."
(Edith Lovejoy Pierce)






Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Minggu, 20 Desember 2015

LANGKAH DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN




Pengambilan keputusan merupakan salah satu tindakan yang perlu dilakukan oleh para manajer dan pemimpin perusahaan. Namun, ada pula yang memutuskan untuk tidak memutuskan atau bahkan hanya menunda-nunda.
Sebagai pemimpin, Anda akan dilihat hebat berdasarkan hasil pengambilan keputusan tersebut. Berikut ini adalah beberapa tips untuk lebih baik dalam mengambil keputusan, seperti dilansir dari laman Entrepreneur.com.
Jangan cari kesempurnaan
Banyak pemimpin yang mengharapkan kesempurnaan dari proyek yang mereka jalani, sehingga akhirnya membutuhkan waktu lama atau bahkan melewati tenggat waktu saat menyelesaikannya. Untuk bisa menjadi pengambil keputusan yang efisien adalah bagaimana Anda bisa terus maju dan percaya diri bahwa semuanya dapat Anda selesaikan, meski tidak punya jawaban dari semua masalah.
Santaikan pikiran
Kadang ide-ide brilian datang saat Anda tidak mengharapkannya. Ketika isi kepala Anda dipenuhi oleh pekerjaan, Anda pun tidak sempat mencari inspirasi di tempat lain. Karena itu, sebelum mengambil keputusan, coba rilekskan pikiran Anda sejenak. Cara ini sekaligus memberikan waktu pada otak Anda untuk istirahat sekaligus meneliti informasi yang selama ini tersimpan, yang siapa tahu jadi kunci dari pengambilan keputusan Anda.
Percaya intuisi
Pengambilan keputusan kadang mengandalkan intuisi, bukan sekadar analisis. Untuk menentukan vendor yang tepat, misalnya, memang memerlukan pemeriksaan data-data. Tapi Anda juga harus percaya pada intuisi untuk akhirnya menentukan mana yang lebih baik.


Baca: KELOLA WAKTU ANDA!





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Facebook: Johanes Budi Walujo
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Email: johanesbudiwalujo@gmail.com
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Sabtu, 19 Desember 2015

SALING MELAYANI - PERBEDAAN SURGA DAN NERAKA




Seorang saleh diperkenankan oleh Tuhan untuk memperoleh pengetahuan terlebih dahulu tentang dunia yang akan datang…

Dalam pintu gerbang surgawi, oleh penuntun surga orang saleh itu diajak masuk ke dalam satu ruangan yang luas dimana dia bisa melihat semua orang sedang duduk di meja perjamuan. Meja itu penuh dengan makanan yang lezat tetapi tidak satupun yang dijamah oleh mereka. Orang itu sangat heran melihat orang-orang yang duduk di depan meja tersebut sebab mereka sungguh kurus kering karena lapar dan tetap mengeluh minta makan walaupun banyak makanan lezat tersaji di depan mereka.

Orang saleh itu bertanya kepada penuntun surga, “Jika mereka kelaparan, mengapa mereka tidak mengambil bagian dari perjamuan yang tersedia di depan mereka?”

Penuntun surga itu berkata, “Mereka tidak dapat memberi makan kepada dirinya sendiri. Jika engkau memperhatikan, tangan setiap orang itu diikat lurus, sehingga bagaimanapun usahanya, dia tidak dapat memasukkan makanan ke dalam mulutnya.”

“Sungguh, ini neraka!”

Penuntun surga itu kemudian menghantar orang saleh tersebut ke seberang ruangan dan masuk ke dalam sebuah ruangan besar lain. Orang saleh itu mengamati bahwa meja perjamuan di situ pun penuh dengan makanan pilihan yang lezat. Dia memperhatikan bahwa mereka yang duduk di meja perjamuan itu diberi makan cukup, tampak senang dan bahagia.

Dia sangat tertegun melihat bahwa mereka juga terikat tangannya lurus. Dalam kebingungannya, dia berpaling kepada penuntun surga itu dan bertanya, “Bagaimana mungkin mereka itu bisa cukup makan, padahal mereka juga tidak mampu memberi makan untuk dirinya sendiri?”

Penuntun itu berkata, “Lihatlah dengan cermat.”

Orang saleh itu memperhatikan dan melihat bahwa mereka saling memberi makan.

Dia berseru, “Sungguh, ini surga, ini memang surga!”


Penuntun surga menyambung, “Seperti engkau lihat, perbedaan antara surga dan neraka terletak dalam hal kerjasama dan melayani satu sama lain.”






Salam Sejahtera & Sukses Selalu!


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w

Kamis, 17 Desember 2015

KESUKSESAN SEJATI




“Keberhasilan dalam hidup tidaklah ditentukan oleh seberapa banyak yang kita capai, namun seberapa banyak perbedaan yang kita buat.”
(Bunda Theresa)


Siapa yang tidak ingin sukses? Kelihatannya aneh menanyakan hal tersebut. Tetapi hampir sebagian besar orang yang Anda kenal tidak pernah meraih kesuksesan. Mereka memimpikannya. Mereka membicarakannya. Tetapi kebanyakan dari mereka tidak menjalaninya. itu sangat disayangkan.

Mengapa? Karena sebagian besar orang tidak memahami sukses. Sukses bukan hasil keberuntungan. Sukses juga bukan sesuatu yang Anda peroleh di waktu-waktu keajaiban dalam di dalam hidup Anda. Sukses bukan tujuan, tetapi gaya hidup. Satu-satunya cara untuk meraih sukses sejati adalah dengan melakukannya setiap hari.

Untuk menjadi sukses, Anda tidak perlu beruntung atau kaya. Tetapi Anda perlu mengetahui hal ini:
  • Anda adalah apa yang Anda lakukan sehari-hari.
  • Mula-mula Anda membentuk kebiasaan; kemudia kebiasaan itu membentuk Anda.
  • Membentuk kebiasaan sukses adalah semudah membangun kebiasaan gagal.
Setiap hari Anda hidup, Anda sedang dala proses menjadi sesuatu yang lebih baik atau sesuatu yang lebih buruk semuanya bergantung kepada apa Anda memberikan diri Anda.


TUJUH LANGKAH SUKSES
  1. Buatlah komitmen untuk bertumbuh setiap hari. Satu dari kekeliruan terbesar yang orang buat adalah memiliki fokus yang salah. Sukses bukan datang dari membeli, meraih, atau memperoleh sesuatu. Sukses datang sebagai hasil dari pertumbuhan. Jika Anda membuat sasaran untuk bertumbuh seikit setiap hari, maka tak lama kemudian Anda akan melihat hasil positif di dalam kehidupan Anda.
  2. Hargai proses lebih dari peristiwa yang terjadi. Peristiwa dalam kurun waktu tertentu memang baik untuk diambil sebagai sumber pengambilan keputusan, tetapi proses perubahan dan pertumbuhan memiliki nilai yang kekal. Jika Anda ingin naik ke tingkat kehidupan selanjutnya, bertekadlah untuk terus-menerus memperbaiki diri Anda.
  3. Jangan menunggu inspirasi. Orang-orang menjadi besar karena mereka memotivasi diri dan memberikan yang terbaik dari hidup mereka, tanpa menghiraukan apa yang mereka rasakan. Untuk menjadi sukses, berjaunglah.
  4. Bersedia mengorbankan kesenangan demi kesempatan. Dalam hiudp ini Anda harus membayar untuk segala hal. Bedanya hanyalah Anda membayarnya di muka atau di belakang. Jika Anda membayar sekarang, Anda akan mendapatkan imbalan yang lebih besar di kemudian hari, dan imbalan itu juga terasa lebih manis.  
  5. Memiliki impian besar. Ketika seseorang mengejar impiannya, mereka jauh melampaui apa yang kelihatannya menjadi keterbatasan mereka. Potensi yang ada di dalam kita tidak terbatas dan masih banyak yang belum dijelajahi. Saat mana Anda memikirkan keterbatasan, Anda sedang menciptakannya. 
  6. Urutkan prioritas. Satu kesamaan yang dimiliki semua orang sukses adalah mereka menguasai kemampuan berorganisasi manajemen waktu. Yang pertama dan yang paling utama mereka telah mengorganisasi diri mereka. Anda tidak akan pernah memperoleh kembali waktu yang hilang, jadi optimalkan setiap waktu yang ada.
  7. Berkorban untuk memperoleh peningkatan. Tidak ada sesuatu yang berharga diperoleh tanpa pengorbanan. Hidup dipenuhi dengan kejadian-kejadian kritis ketika Anda akan mendapat kesempatan untuk menukarkan milik Anda yang berharga dengan yang lainnya. Tetap buka mata Anda untuk kejadian-kejadia seperti itu, dan selalu pastikan Anda sedang naik dan bukan turun.
Jika Anda mendedikasikan diri Anda kepada tujuh langkah ini, Anda akan tetap meningkatkan diri Anda, dan Anda akan sukses.
(John C. Maxwell)



Seseorang yang baik hati meninggal dunia. Ia dipastikan langsung masuk surga. Tetapi, karena terjadi kesalahan, maka malaikat di surga mengirimnya ke neraka. Seminggu kemudian, raja iblis pergi ke surga sambil membawa orang baik tersebut.
Dengan marah-marah ia menuduh bahwa Kerajaan Surga telah melakukan terorisme di neraka. “Ada apa?” Tanya malaikat.
Sang raja iblis berteriak dengan murka, “Apa maksud kalian mengirim orang ini ke neraka. Dia benar-benar merusak tempatku. Sejak awal, dia tidak pernah membalas siapa pun yang menyakitinya. Malahan ia selalu mendengarkan, mengasihi, dan menghibur yang lain. Sekarang semua penghuni neraka yang ada di sekeliling orang ini mulai saling memeluk dan mengasihi satu dengan yang lainnya. Ini bukan neraka yang kukehendaki. Ini orangnya aku kembalikan, aku tidak peduli. Pokoknya aku tidak bisa menerimanya di kerajaanku!”

Seharusnya, kita pun bisa bersikap sama seperti orang tersebut. Saat kita berada dalam lingkungan yang tidak “baik”, kita harus bisa menjadi berkah lewat pengaruh positif. Renungkanlah, sebenarnya Tuhan sudah menempatkan Anda dalam “neraka”. Dunia yang semakin hari makin jahat, makin menindas, dan makin tak bermoral, ibarat neraka di dunia.
Baca: SALING MELAYANI - PERBEDAAN SURGA DAN NERAKA

Tunjukkanlah nilai-nilai kebenaran dimana pun kita berada…
Berikan pengaruh kebaikkan, kepedulian, kerendahan hati, kedisiplinan, dan kemurahan di lingkungan Anda bekerja. Cepat atau lambat, mereka yang melihat kebaikan Anda pasti akan mengikuti.

Baca: MENJADI SEORANG PEMIMPIN





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan