Sabtu, 18 Oktober 2014

11 TIPS PEMECAHAN MASALAH


















































Untuk kebutuhan Training-Motivasi meningkatkan produktivitas kerja karyawan hubungi:

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Rabu, 15 Oktober 2014

APAKAH ANDA INGIN BERUBAH?





Istilah “Tidak ada manusia yang sempurna” memang benar adanya. Namun, di satu sisi itu bukan berarti bahwa Anda harus menerima kelemahan-kelemahan Anda tanpa keinginan untuk berubah. Tidak ada orang di muka bumi yang tidak memiliki kelemahan.
Berapa kali Anda melihat orang-orang yang tidak mau memperbaiki kelemahannya secara bertahap menghancurkan karir dan hubungan mereka? Ingat, ada cara untuk mengubah kelemahan Anda menjadi kekuatan, asalkan Anda bersedia untuk berubah dan mengikuti pendekatan terbaik yang tersedia. jika kita melihat jauh di dalam diri kita sendiri, kita akan menemukan pribadi yang lebih baik.

Apakah Anda yakin ingin berubah?
Kebanyakan orang mencoba untuk berubah dalam rangka menyenangkan orang lain atau untuk menyesuaikan diri ke dalam lingkungan sosial tertentu. Bagaimanapun, untuk mengubah kelemahan Anda menjadi kekuatan, Anda harus memahami bahwa proses ini adalah tentang diri Anda! Tentang memiliki keberanian untuk mengubah hidup Anda dan disiplin diri untuk mengubah keinginan Anda menjadi tindakan-tindakan.
Kadang-kadang Anda tergoda untuk berpikir bahwa ini adalah cara hidup Anda dan seseorang tidak bisa berubah. Itu adalah pikiran yang sama sekali keliru! Anda menentukan keberuntungan Anda sendiri… semuanya ada di tangan Anda untuk menentukan perubahan Anda saat ini dan membangun masa depan Anda.

Mengidentifikasi kelemahan pribadi Anda
Jujur pada diri sendiri adalah langkah penting pertama jika Anda benar-benar ingin merubah kelemahan Anda menjadi kekuatan dan meningkatkan kehidupan Anda. Tuliskan sebanyak mungkin kelemahan yang Anda miliki dan coba ingat-ingat keluhan apa saja yang telah Anda terima sejauh ini dalam hidup terkait kelemahan Anda tersebut.
Hal ini penting untuk mengidentifikasi kelemahan Anda terlebih dahulu dan kemudian berpikir tentang cara-cara untuk mengatasinya. Setelah itu, coba hubungkan dengan keterampilan dan kemampuan Anda. Dari sini Anda akan melihat apakah semua kelemahan Anda berasal dari kurangnya keterampilan ataukah hasil dari penundaan?

Berpikir positif tentang diri Anda
Berpikir positif diperlukan untuk mencapai tujuan Anda. Hal ini berarti bahwa Anda harus mengubah cara berpikir Anda dan lebih percaya diri. Setiap orang memiliki bakat dan kemampuan yang berbeda … gunakanlah! Disamping itu, jika Anda telah mengetahui kelemahan–kelemahan Anda, Anda dapat melangkah ke tingkat yang lebih tinggi.

Cobalah untuk menjauh dari kelemahan Anda
Gunakan teknik yang tepat untuk menjauh dari kelemahan Anda. Misalnya, jika Anda tidak dapat membuat rencana untuk jangka panjang, cobalah untuk berkonsentrasi dan membuat rencana jangka pendek. Ini adalah pendekatan yang terbaik untuk terus bergerak maju tanpa merasa bahwa Anda telah gagal dan tanpa memaksakan terlalu banyak perubahan pada diri Anda sendiri. Cobalah untuk memikirkan bagaimana Anda dapat mengubah setiap kelemahan Anda menjadi keuntungan!

Pilihlah teman-teman yang dapat menyeimbangkan kelemahan Anda
Kemewahan terbesar dalam hidup adalah memiliki orang-orang di sekitar Anda yang menyeimbangkan karakter yang Anda miliki. Teman-teman, kolega atau anggota keluarga dapat “menetralisir” kelemahan Anda. Sebagian orang meyakini bahwa karakter yang berlawanan justru akan menarik Anda, tetapi kebenarannya adalah bahwa mereka saling mengimbangi. Jadi, ketika Anda memiliki orang-orang jenis ini di samping Anda, kelemahan Anda perlahan-lahan akan hilang.

Jangan ragu untuk mendapatkan bantuan dari profesional
Psikoterapi bukanlah sesuatu hal yang buruk atau memalukan. Banyak orang berjuang untuk menemukan jati diri mereka dan kemudian mencari bimbingan dari seorang profesional untuk menemukan hal “jahat” di dalam diri mereka. Tentu saja, dalam beberapa kasus, teman, buku psikologi atau tutorial dapat membantu Anda untuk mengakui kelemahan Anda. Namun, ada masalah yang lebih serius yang membutuhkan bantuan profesional, seperti kecanduan, rendah diri atau kekerasan.

Meningkatkan pemahaman Anda
Memahami adalah semacam kekuatan yang memisahkan pemenang dari pecundang! Lihatlah diri Anda di hadapan cermin dan cobalah untuk memahami semua tujuan dan keinginan Anda. Jika Anda tidak mengajukan pertanyaan yang tepat untuk diri Anda sendiri, maka Anda tidak akan mendapatkan jawaban yang nyata…

Jangan putus asa, selalu ada harapan
Albert Einstein gagal ujian untuk masuk ke Sekolah Tinggi Teknik! Dia memiliki “bintang” dalam hidupnya dan bakat yang unik, tapi tampaknya dia tidak dimaksudkan untuk menjadi seorang insinyur. “Hidup berjalan terus” dan Anda tidak pernah tahu apakah karir yang cemerlang menunggu Anda di masa depan. Jangan menyerah pada pertempuran, cobalah untuk mengubah kelemahan Anda menjadi kekuatan…

Baca: Mau Sukses, Harus Bayar Harga!





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w

Sabtu, 11 Oktober 2014

KEBIASAAN MANUSIA YANG EFEKTIF




Di dalam buku best seller-nya, Stephen R. Covey menyampaikan demikian 7 kebiasaan manusia yang efektif, sebagai berikut:


KEMENANGAN PRIBADI ATAU KEMANDIRIAN

Tiga kebiasaan yang pertama mengarahkan Anda dari ketergantungan menuju kemandirian (kemenangan pribadi):


·       Kebiasaan 1: Jadilah Proaktif

Ringkasan: Mengambil inisiatif dalam kehidupan dengan menyadari bahwa keputusan Anda (dan bagaimana mereka terkait dengan prinsip-prinsip kehidupan) adalah faktor determinasi primer untuk efektivitas dalam kehidupan Anda. Mengambil tanggung jawab terhadap pilihan yang Anda buat dan konsekuensi berikutnya yang mengikuti. Covey mengartikan tanggung jawab (resposibility) sebagai response - ability atau kemampuan untuk melakukan respon atas stimulus yang dihadapi.


·       Kebiasaan 2: Mulailah dari Akhir dalam Pikiran

Ringkasan: Temukan diri sendiri dan klarifikasi nilai-nilai karakter dan tujuan hidup Anda yang sangat penting. Visualisasikan - gambarkan/ bayangkan karakteristik ideal untuk setiap peran yang berbeda dan hubungan dalam hidup Anda.


·       Kebiasaan 3: Dahulukan yang Utama

Ringkasan: Rencanakan, prioritaskan, eksekusi tugas-tugas mingguan Anda berdasarkan skala kepentingannya lebih dahulu dibandingkan skala urgensinya. Evaluasi apakah usaha yang sudah anda lakukan sudah sesuai dengan nilai karakter yang Anda inginkan, mendorong Anda semakin dekat pada sasaran, dan memperkaya peranan dan hubungan yang diuraikan dalam kebiasaan 2.



KEMENANGAN PUBLIK ATAU INTERDEPENSI

Tiga kebiasaan berikutnya adalah apa yang harus dilakukan untuk menuju kemenangan publik atau interdependensi (misalnya bekerja dengan orang lain):


·       Kebiasaan 4: Berpikir Menang-Menang

Ringkasan: Benar-benar berusaha untuk mencapai solusi atau perjanjian saling menguntungkan dalam hubungan Anda. Nilai dan hormati orang lain dengan memahami bahwa "kemenangan" untuk semua orang adalah suatu resolusi jangka panjang yang lebih baik daripada jika hanya satu orang saja yang telah mendapatkan keinginannya.


·       Kebiasaan 5: Berusahalah untuk mengerti orang lain dahulu, baru kemudian dimengerti

Ringkasan: Pakailah cara mendengarkan dengan empati agar dapat benar-benar dipengaruhi orang lain, yang akan mendorong mereka untuk balas mendengarkan Anda dan berpikiran terbuka untuk dapat Anda pengaruhi. Ini menciptakan suasana kepedulian, menghormati, dan pemecahan masalah secara positif.


·       Kebiasaan 6: Sinergi

Ringkasan: Menggabungkan kekuatan dari beberapa orang melalui kerjasama tim yang positif, sehingga untuk mencapai tujuan tidak ada satu orang pun yang bisa melakukannya sendiri. Mendapatkan performa terbaik dari sekelompok orang dengan mendorong kontribusi yang berarti, dan pemodelan kepemimpinan inspirasional dan mendukung.



Kebiasaan terakhir berkaitan dengan PEREMAJAAN DIRI:

·       Kebiasaan 7: Asahlah gergaji

Ringkasan: Seimbangkan dan perpaharui sumber daya, energi, dan kesehatan Anda untuk menciptakan gaya hidup yang berkelanjutan, jangka panjang, dan efektif.

Baca: MODAL UTAMA UNTUK MERAIH SUKSES






Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w

Jumat, 10 Oktober 2014

BAGAIMANA CARA MENGEMBANGKAN KECERDASAN EMOSIONAL?




Alkisah, ada seorang laki-laki yang bekerja jauh di luar kota. Saking jauhnya, baru sebulan kemudian ia berkesempatan menelpon ke rumah untuk mengabari istrinya. Yang menjawab telponnya adalah seorang pembantu.
Dengan heran ia bertanya,
“Sudah berapa lama kamu kerja di situ?”
“Baru satu hari”, jawab pembantu itu.
“Terus”, lelaki itu bertanya lagi, “…di mana istri saya?”
“Oh, istri Bapak ada di kamar atas bersama lelaki lain”, jawab pembantu lagi.
“Apa? Dengan lelaki lain? Kurang ajar…! Begini, tolong kamu bantu saya beri pelajaran pada lelaki itu. Kamu cari pemukul bisbol atau tongkat apapun. Naik ke atas, dan pukul keras-keras kepala lelaki jahanam itu. Jangan tutup telpon ini, saya mau tunggu laporanmu!” Si laki-laki berteriak.
Karena takut, pembantu itupun menjawab, “Baik, Tuan!”
Setelah menunggu beberapa saat, kembalilah pembantu itu dengan tergesa-gesa, “Sudah saya lakukan Tuan, tapi nyonya Julia jadi marah besar!”
Laki-laki lalu menjawab dengan heran, “Nyonya Julia? Bukankah ini nomor telpon 765.4321?”
Dengan lemas pembantu itu menjawab, “Bukan Tuan, ini rumah yang nomor telponnya 765.3210.”
Langsung saja laki-laki ini menutup telponnya!

Silakan Anda pikirkan kemungkinan kelanjutan dari kisah tersebut…


Bagaimana Caranya Mengembangkan Kecerdasan Emosional?

Menurut Michael E. Rock, Ed.D. (pelatih dan fasilitator EQ), di hampir setiap jenis pekerjaan, EQ mengalahkan IQ. EQ lebih banyak dicari dan diutamakan. Berbeda dengan kemampuan IQ yang kita gunakan saat memecahkan masalah, EQ harus ditunjukkan nyaris dalam setiap saat kehidupan. Cara kita merasa, seperti cerita lucu di atas, terbukti banyak mempengaruhi cara kita berpikir. Sebaliknya, cara kita berpikir, mempengaruhi sikap dan tindakan kita.

Michael E. Rock menyusun formula sebagai berikut:

EQ Tinggi = Berpikir Jernih + Emosi Sehat + Tindakan Pantas

Untuk mengembangkan kemampuan EQ, mulailah dengan berlatih 3 hal:
1.     Kejernihan atau obyektivitas dalam berpikir;
2.     Menjaga kesehatan emosi; dan
3.     Memilih tindakan yang pantas untuk setiap situasi.


TIPS Mengembangkan Emosional

LANGKAH #1:
Mulailah dengan berpikir positif, terhadap diri sendiri dan orang lain.
Sudah terbukti berulang kali bahwa pikiran negatif senantiasa menciptakan emosi negatif. Dan dalam jangka panjang, perasaan itu menciptakan tindakan negatif terhadap diri sendiri maupun orang lain. Terbukti, rata-rata orang yang mencoba bunuh diri memiliki perasaan yang sangat negatif terhadap dirinya.
Orang yang berpikiran negatif terhadap orang lain sering kali dirundung was-was, curiga, sulit percaya, paranoia, dan mudah stres.
Orang yang selalu pesimistis dan melihat sesuatu dari sisi negatif biasanya selalu diliputi kecemasan.

LANGKAH #2:
Mulailah belajar untuk mengekspresikan perasaan.
Bedakan antara mengekspresikan pikiran dengan perasaan. Banyak kekeliruan terjadi, misalnya pada ungkapan perasaan, “Saya merasa seperti…” atau “Saya merasa bahwa masalah ini…”, yang seperti itu sebenarnya adalah Anda sedang mengekspresikan pikiran. Ekspresi emosi yang tepat adalah seperti: “Saya khawatir mengenai…”, “Saya takut akan…”, “Saya betul-betul marah dengan…”.

LANGKAH #3:
Mulailah dengan memikirkan dampak dari kata-kata Anda terhadap perasaan orang lain.
Sebuah pepatah kuno India mengatakan, “Katakan apa yang Anda rasakan, dan rasakan apa yang Anda katakan.” Selain belajar mengungkapkan perasaan Anda secara tepat, jujur dan tegas (asertif), Anda juga perlu belajar untuk memikirkan dampak dari kata-kata yang Anda ucapkan terhadap perasaan orang lain.

LANGLAH #4:
Mulailah menggali unmet emotional need pada setiap orang yang mempunyai masalah emosi.
Unmet emotional need adalah kebutuhan dasar emosi yang melandasi munculnya perasaan tidak menyenangkan.
Sebagai contoh, seorang manajer menolak untuk mengubah sistem kerja yang berlaku. Ia marah karena merasa tidak dilibatkan dalam perubahan sistem kerja yang baru itu. Atau seorang salesman yang bekerja tanpa motivasi, karena merasa hasil kerjanya tidak pernah dihargai. Seringkali, emosi yang tampak bukanlah emosi yang otentik. Jika digali, biasanya akan ditemukan kebutuhan emosi tertentu yang membuat seseorang bereaksi atau bersikap negatif pada Anda. Cobalah peka dengan kebutuhan emosi mendasar orang lain.

LANGKAH #5:
Mulailah untuk belajar mengelola emosi negatif yang Anda rasakan.
Caranya, berlatihlah untuk menerapkan langkah pengelolaan emosi berikut ini:
·      Indentifikasilah perasaan Anda yang sesungguhnya.
·      Carilah akar penyebab perasaan negatif tersebut.
·      Tanyalah berulang-ulang, apa yang bisa membuat Anda merasa lebih baik.
·      Buatlah alternatif solusi bagi perasaan negatif Anda.
·      Pilihlah alternatif solusi yang terbaik

Sampai di sini kita melihat, masih banyak orang yang berpikir bahwa emosi adalah sesuatu yang kacau, tak terkontrol dan sulit diduga. Bukankah seringkali kita mendengar orang berkata, “Mari kita diskusikan hal ini secara rasional, lupakan perasaan-perasaan kita?”
Pengalaman menunjukkan dan membuktikan, emosi yang dikontrol secara baik dapat meningkatkan antusiasme, kepuasan, saling percaya dan komitmen, yang pada gilirannya berdampak besar terhadap kualitas kehidupan kita.
Sebaliknya, emosi yang tidak terkontrol sering berdampak buruk bagi kesehatan mental maupun fisik kita.
Tak heran jika Bahasa Inggris mempunyai ungkapan tepat:
ANGER (kemarahan) hanyalah selisih satu huruf dengan kata DANGER (bahaya).”


“Seringkali, hatimu mengetahui sesuatu jauh sebelum pikiranmu’”
(Polly Adler)


Baca: MENJADI SEORANG PEMIMPIN





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

12 PELAJARAN HIDUP DARI CONFUCIUS
















Baca: KEBIASAAN MANUSIA YANG EFEKTIF





Untuk kebutuhan Training-Motivasi meningkatkan produktivitas kerja karyawan (Pengembangan Diri) hubungi:


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan