Minggu, 14 September 2014

MAU SUKSES, HARUS INGAT TARGET!




Tanpa target, keberhasilan tidak akan pernah dicapai, karena kita bisa dikatakan berhasil justru kalau kita bisa mencapai target-target yang telah ditentukan sendiri. Kenyataannya, target ini malah lebih menentukan dibanding hasil akhir yang diinginkan karena sangat membantu dalam perjalanan kita menuju pintu sukses. Karena itu target bisa diibaratkan sebagai tonggak-tonggak petunjuk jalan menuju sukses. Peranannya sangat penting!

Ketika Anda sudah menentukan target-target Anda, maka target-target itu akan berjalan dengan dua arah: Anda bekerja untuknya dan sebaliknya target-target itu bekerja untuk Anda. Target itu akan memberikan sasaran yang jelas untuk Anda capai. Jika Anda menjalankan dan menyelesaikannya, maka Anda akan mendapatkan perasaan puas dan lega. Bagi sebagian orang, merancang target dan berusaha mencapainya bisa merupakan tantangan yang mengasikkan. Lama-kelamaan, ketika Anda harus bersemangat untuk mencapai target-target tersebut, cara Anda bekerja maupun berpikir akan berubah.

Dalam menentukan target, kita harus lebih spesifik dan piliihlah yang kira-kira bisa diraih. Karena kalau target yang kita pilih itu tidak spesifik serta tidak masuk akal, justru bisa mengurangi motivasi Anda. Mengapa demikian? Karena usaha untuk mencapai target itulah yang memacu Anda. Jika Anda tidak bisa mengukur kemampuan dalam menentukan target, bisa-bisa malahan Anda menjadi putus ada, lalu menyerah.

TARGET MEMACU KEINGINAN
Sering kita bertemu dengan orang yang tidak bahagia dengan kehidupannya dam keadaan di sekelilingnya. Tahukah Anda bahwa 98 dari 100 orang yang tidak puas dengan kehidupannya ternyata karena mereka tidak mempunyai gambaran yang jelas tentang kehidupan yang merekan inginkan! Mereka tidak punya target untuk meningkatkan kualitas kehidupan mereka, juga tidak punya arah yang akan dituju. Akibatnya, mereka terus saja hidup dalam keadaan yang sama tanpa ada usaha untuk mengubahnya.

TARGET MEMACU CARA KERJA
Cara orang mengatasi masalah sangat bergantung pada cara mereka memandang target mereka. Kalau mereka mempunyai target yang mereka anggap tidak penting, maka pekerjaan yang mereka lakukan untuk menyelesaikannya pasti asal saja. Sebaliknya, jika target-targetnya dianggap sangat penting, maka penyelesaiannya pasti dilakukan dengan serius.

TARGET MEMBUAT PRIORITAS KITA TERPELIHARA
Salah satu pentingnya menyususn target adalah karena hal itu membantu kita menentukan prioritas kita sehari-hari. Tanpa target, kita cenderung untuk mengerjakan hal-hal yang tidak akan menghasilkan apa-apa bagi tujuan kita.

TARGET DAPAT MEMAKSIMALKAN POTENSI KITA
Untuk mencapai potensi Anda, Anda harus tetap memusatkan diri pada bidang yang sesuai dengan kemampuan Anda dan hasil yang besar. Target membantu Anda untuk memusatkan diri. Selain itu, jika And aterus bekerja sesuai dengan bidang kemampuan Anda, hal ini akan membantu Anda untuk mengembangkan kemampuan Anda yang lebih jauh. Pada akhirnya, hasil yang Anda dapat dengan mencapai target Anda sebenarnya menjadi kurang berarti jika dibandingkan prestasi Anda sewaktu mencapainya.

TARGET MEMBERI KITA KEKUATAN UNTUK HIDUP DI MASA KINI
Orang-orang yang sukses adlaah mereka yang hidup dan bekerja di masa sekarang. Karena memang dalam masa sekaranglah mereka paling mempunyai kekuatan untuk memenuhi target mereka. Walaupun benar bahwa target adalah sesuatu yang akan dipenuhi di masa yang akan datang, tetapi hal ini membuat kita bersemangat di masa kini. Bagaimana mungkin? Tentu saja mungkin, karena dengan target, tugas-tugas yang sebenarnya lebih besar terlihat sebagai rangkaian dari tugas-tugas yang lebih kecil. Untuk memenuhi setiap visi, diperlukan penyusunan dan sekaligus pencapaian serangkaian target-target. Pencapaian setiaap target adalah hasil pemenuhan atas target yang lebih kecil. Jadi, jika Anda dapat berkonsentrasi pada apa yang harus Anda lakukan pada saat sekarang dengan penuh kesadaran, bahwa usaha itu Anda lakukan untuk mencapai target Anda dalam rangka memenuhi visi Anda, niscaya Anda akan sukses.

TARGET MEMACU SEMANGAT
Bekerja tanpa semangat jelas tidak akan berprestasi. Dengat adanya target, maka semangat dan kemauan bekerja akan sangat tinggi. Dengan target, di hadapan kita ada sesuatu yang harus dicapai.

TARGET MEMBANTU KITA MENGEVALUASI KEMAJUAN
Masalah yang banyak dialami oleh orang-orang yang gagal adalah karena mereka jarang mengevaluasi kemajuan. Kebanyakan dari mereka tidak sadar bahwa evaluasi diri sendiri adalah penting, selain itu ada juga yang tidak tahu cara mengukur kemajuan itu. Target sangat penting untuk di evaluasi. jika target Anda sudah spesifik dan wajar, maka Anda dapat mengukur seberapa jauh kemajuan yang Anda buat saat ini dengan target Anda.

TARGET MEMACU KITA UNTUK MEMBUAT PERENCANAAN
Orang-orang yang sukses selalu lebih menjaga kemungkinan (proaktif) daripada bereaksi (reaktif). Mereka selalu membuat perencanaan dan tidak menunggu sampai orang lain menyuruh apa yang akan mereka kerjakan. Mereka tidak membiarkan orang lain mendikte mereka. Seseorang yang tidak membuat perencanaan, tidak akan pernah maju.

TARGET MENGUBAH SASARAN KITA DARI KEGIATAN KE HASIL KERJA
Orang-orang yang gagal biasanya biasanya adalah mereka yang tidak bisa membedakan antara kegiatan dengan hasil yang ingin dicapai dari kegiatan tersebut. Mereka berkeyakinan bahwa dengan banyaknya kegiatan, khususnya kegiatan yang sulit, mereka pasti berhasil. Yang benar adalah kegiatan itu sendiri sesungguhnya tidak menjamin keberhasilan, juga tidak selalu menguntungkan. Agar berguna, kegiatan tersebut harus diarahkan kesuatu hasil akhir yang positif. Dengan kata lain, kita harus sadar bahwa sukses tidaknya seseorang bukan dilihat dari kegiatannya, melainkan dari hasil yang diperolehnya.


BAGAIMANA LANGKAH UNTUK MENYUSUN TARGET?

Ingatlah bahwa target itu harus ditentukan, direncanakan, dilaksanakan, dan kemudian dievaluasi terus menerus. Berikut ini adalah pedoman yang dapat dipakai dalam menyusun target:

LANGKAH #1: Tentukan Visi Anda dan Tempat Untuk Memulai
Tanpa visi, Anda tidak akan tahu kemana Anda akan melangkah. Dan tanpa mengetahui tempat Andan memulai, Anda tidak akan dapat mengatur arah.

LANGKAH #2: Menentukan Secara Jelas Pernyataan Tentang Tujuan yang Akan Dicapai
Cara terbaik untuk membantu Anda agar pikiran Anda tetap terarah pada tujuan Anda adalah dengan cara menuliskan pernyataan secara jelas apa yang menjadi tujuan hidup Anda. Lagipula, semua orang tentunya ingin punya tujuan sebagai cara untuk menyatakan keberadaan dirinya. jika Anda melakukan hal ini, Anda akan tetap terfokus dan sekaligus akan dapat bekerja secara lebih baik. Pernyataan tujuan Anda harus dibuat bersadarkan visi dan keyakinan Anda sendiri. Dengan cara ini, target Anda akan lebih jelas dan mantap.

LANGKAH #3: Anggaplah Tujuan Anda Sebagai Target-target yang Mudah Diingat
Dengan berbekal visi untuk masa depan dan pernyataan tujuan yang akan mengarahkan Anda, maka kini Anda sudah siap untuk memulai menyusun target jangka panjang maupun jangka pendek. Target-target Anda ini bisa mencakup berbagai aspek kehidupan, tergantung dari apa yang ingin Anda capai.

LANGKAH #4: Melakukan Tindakan
Walaupun Anda sudah dapat menyebutkan tujuan Anda bahkan secara jelas menyusun target-target Anda, kalau Anda tidak melakukan tindakan, Anda tidak akan mendapat apa-apa.

LANGKAH #5: Buatlah Evaluasi Rencana Anda Secara Berkala
Yang juga tidak kalah pentingnya dengan membuat tindakan adalah melakukan evaluasi secara periodik terhadap kemajuan-kemajuan Anda. Hal ini penting, karena bisa saja terjadi bahwa kadang-kadang Anda merasa bahwa target jangka pendek yang telah Anda susun itu ternyata tak kunjung mendekat ke target jangka panjang Anda. Selain itu, bisa saja terjadi bahwa target-target yang Anda buat ternyata kurang realistis. Kemungkinan lainnya adlaah bahwa salah satu target jangka panjang Anfa ternyata kurang menunjang visi maupun tujuan hidup Anda. Dlaam keadaan yang manapun Anda tetap harus bisa membuat penyesuaian.

LANGKAH #6: Rayakanlah Hari Keberhasilan
Dan yang terkahir, yang mungkin bagi Anda tidak terlalu penting adalah merayakan keberhasilan.

Kesempatan tidak pernah datang pada orang-orang yang menunggu, karena kesempatan itu hanya akan datang pada mereka yang berani mencoba meraihnya. Kemampuan Anda untuk meraih kesempatan yang membawa sukses banyak tergantung pada kemampuan Anda untuk merencanakan, menyusun, dan mencapai target.

Baca: Tentukan Goal yang Besar





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Selasa, 09 September 2014

MAU SUKSES, HARUS INGAT TUHAN!



TUHAN

Tuhan, tempat aku berteduh
Dimana aku mengeluh dengan segala peluh
Tuhan, Tuhan Yang Maha Esa
Tempat aku memuja dengan segala doa
Aku jauh... Engkau jauh
Aku dekat... Engkau dekat
Hati adalah cermin
Tempat pahala dan dosa bertarung

(cuplikan lirik lagu Bimbo)


TUHAN tidak menciptakan kejahatan…

Seorang profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswanya dengan pertanyaan ini, “Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?”

Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, “Betul, Dia yang menciptakan semuanya
.
“Tuhan menciptakan semuanya?”
Tanya professor sekali lagi.
Ya Pak, semuanya
. kata mahasiswa tersebut.

Profesor itu menjawab, “Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan
.

Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab pernyataan dan hipotesis professor tersebut.
Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau Agama itu adalah sebuah mitos.

Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, “Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?”
“Tentu saja,”
jawab profesor,
Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, “Profesor, apakah dingin itu ada?”
“Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada.
Kamu tidak pernah sakit flu?” Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.

Mahasiswa itu menjawab, “Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.”

Mahasiswa itu melanjutkan,Profesor, apakah gelap itu ada?
Profesor itu menjawab, “Tentu saja itu ada.”

Mahasiswa itu menjawab, “Sekali lagi
Anda salah, Pak. Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya.”
Akhirnya mahasiswa itu bertanya, “Profesor, apakah kejahatan itu ada?”

Dengan bimbang profesor itu menjawab, “Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan.”

Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, “Sekali lagi Anda salah, Pak. Kejahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kajahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kejahatan. Kejahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan dihati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya.”
Profesor itu terdiam.

Apakah Anda tau siapa mahasiswa itu?
Nama mahasiswa itu adalah “Albert Einstein”.



Apa jawaban dari semua pertanyaan berikut ini?

Siapakah Sang Maha Pencipta?
Yang Maha Adil?
Yang Maha Baik?
Yang Maha Bijaksana?
Yang Maha Hebat?
Yang Maha Kasih?
Yang Maha Kuasa?
Yang Maha Mendengar?
Yang Maha Pemurah?
Yang Maha Pengampun?
Yang Maha Tahu?
Yang Maha Segalanya?
Sang Sutradara Yang Maha Dahsyat?
Dan silakan Anda tambahkan sendiri pertanyaannya...
Jawabannya: TUHAN!




TUHAN tidak menciptakan orang gagal...
Dengan demikian, Tuhan tidak menciptakan orang sukses dan orang gagal!
Orang-orang yang hidupnya sukses, dan mereka yang hidupnya gagal adalah pilihan hidup masing-masing pribadi...

Pada dasarnya setiap orang memiliki potensi dan bakat yang unik yang diberikan oleh Tuhan. Namun, hal yang sulit dimiliki dan dipertahankan dalam hidup ini adalah sikap menghargai apa yang kita miliki dan siapa diri kita. Banyak orang hidup di dunia ini dengan memberikan citra buruk terhadap diri sendiri, karena mereka tidak menghargai potensi yang ada di dalam dirinya. Mereka hanya terfokus pada kegagalan yang tampak dari luarnya saja dan bukan melihat potensi-potensi yang ada di dalam diri mereka.

Memberikan citra diri yang positif bukan dilakukan dengan cara menyenangkan orang lain atau dengan mengikuti tren yang sedang populer, namun mengenal dengan baik siapa diri Anda, kelebihan-kelebihan apa yang Anda miliki. Anda juga harus tahu apa yang Anda cari. Galilah kelebihan-kelebihan dan bakat-bakat yang Anda miliki, tetapi Anda juga harus belajar bagaimana menerima dan mengendalikan kelemahan-kelemahan diri Anda.
Memberikan citra diri yang positif jangan diartikan dengan mencari kesempurnaan, tetapi berusahalah untuk memberikan hal yang terbaik dari diri Anda.
Citra diri yang positif juga bukan berarti harus memenangkan setiap persaingan atau membanding-bandingkan diri Anda dengan orang lain.
Yang benar adalah Anda harus senantiasa mengoptimalkan apa yang mampu Anda lakukan.

Orang-orang sukses menyadari bahwa mereka mempunyai kelebihan-kelebihan yang diberikan oleh Tuhan dan kemampuan-kemampuan yang bisa digunakan untuk meraih yang mereka inginkan. Di sisi lain, mereka pun mengakui kemampuan-kemampuan yang dimiliki orang lain. Namun demikian, mereka tidak kuatir bahwa hal itu akan mengurangi kualitas mereka sendiri.

Baca: Rahasia "Memasuki" Kesuksesan





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

I LOVE MONDAYS


















Baca: SEMANGAT DAN SELALU BERPIKIR POSITIF





Untuk kebutuhan Training-Motivasi meningkatkan produktivitas kerja karyawan (Pengembangan Diri) hubungi:


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Senin, 08 September 2014

BAGAIMANA CARA MENGEMBANGKAN BISNIS?




Di bawah ini tips bagaimana cara untuk mengembangkan bisnis:

1) Awali dengan mimpi
Setiap orang pasti punya mimpi atau obsesinya sendiri. Namun, tidak semua orang menindaklanjuti mimpi-mimpi tersebut dengan kualitas pribadi yang ekselen. Untuk membangun kualitas ekselen dalam berbisnis harus diawali dengan:
  • Keyakinan bahwa langkah yang diimpikan tersebut akan membawa hasil yang baik dan dengan cara yang positif.
  • Keyakinan akan hal itu akan membuat Anda nyaman melakukannya ketimbang hal yang lain.
  • Kemauan untuk memperjuangkannya bukan hanya dengan segenap pikiran, tapi juga harus dengan segenap hati.
  • Secara umum, lihatlah bagaimana standar kualitas yang ekselen itu, lalu tetapkan bahwa bisnis Anda tidak akan berhenti sebelum melampaui standar itu.

2) Bangun kepercayaan diri secara kolektif
Organisasi dan perusahaan yang mampu mencapai kualitas ekselen dalam pelayanan, perkembangan, daya tahan dan kreasinya adalah organisasi yang dihuni oleh orang-orang yang punya kepercayaan diri. Ini karena kualitas ekselen membutuhkan keyakinan yang sangat besar dalam hati setiap yang terlibat bahwa mereka mampu melakukannya. Tanggung jawab paling besar dalam menciptakan dan memelihara atmosfer kepercayaan diri ini ada pada pundak pemimpin. Para pemimpin dalam organisasi itu harus bisa menelurkan jiwa pemimpin juga. Jiwa pemimpin di sini terutama adalah mencakup tanggung jawab, rasa memiliki dan mempunyai visi serta pandangan ke depan.

3) Kualitas ekselen adalah kesempurnaan ke luar
Ada harus bisa membedakan antara kualitas ekselen dan kesempurnaan dalam artian seorang perfeksionis. Seorang perfeksionis mengusahakan hasil sempurna terutama untuk kepuasan dirinya sendiri. Namun, meski kualitas ekselen juga menginginkan kualitas sempurna tanpa cacat sebagai akhir, hal itu lebih ditujukkan untuk tujuan pelayanan pada konsumen dan orang banyak, bukan semata untuk kepuasan ke dalam seperti mencapai target perusahaan, meraih penghargaan, dsb. Contoh, jika dalam era globalisasi ini, tuntutan konsumen akan hasil instan kian lama kian menguat, bagaimana perusahaan dapat tetap menjaga kualitas sambil memenuhi tuntutan konsumen? Jika orientasi adalah pada kesempurnaan ala perfeksionis, tentu pilihan yang diambil adalah hasil bagus tapi tidak cepat. Tapi, kualitas ekselen akan membuat kita mengusahakan sebaik mungkin agar keduanya tercapai. Nyatanya, kecepatan dan ketepatan sendiri adalah bagian dari kualitas ekselen itu.

4) Milikilah kompetensi
Anda harus tetap ingat bahwa perusahaan Anda tak mungkin bisa menjadi yang terbaik dalam segala bidang. Karenanya, harus ditentukan bidang mana yang akan menjadi bidang di mana perusahaan Anda adalah yang terbaik dan mana bidang tempat perusahaan Anda menjadi nomor dua atau tiga. Di sinilah, ketika Anda harus menentukan kompetensi bisnis usaha Anda. Bidang kompetensi itulah yang akan menjadi sesuatu yang paling Anda perjuangkan. Dengan menentukan kompetensi itu juga Anda dapat lebih fokus dan melangkah tanpa terbebani tuntutan atau target.

5) Tentukan metode mana yang akan dipakai
Anda juga harus menciptakan proses untuk menghasilkan kualitas ekselen itu. Sekarang ini, ada banyak metode dan proses yang dikenal dunia bisnis seperti Six Sigma, CMM, atao ISO. Anda juga dapat menggunakan metode-metode yang merupakan hasil pemurnian berbagai metode yang dipakai perusahaan terkemuka di dunia. Jangan lupakan pula bahwa di zaman dan dunia yang semakin komplek ini, keterbukaan pada teknologi sangat berperan dalam keberhasilan dan pengembangan kualitas bisnis. Milikilah keberanian, termasuk keberanian dalam berkesperimen, tentu saja dengan pertimbangan dan antisipasi yang matang. Meminta nasihat dari konsultan juga dilakukan, namun pastikan Anda juga harus terus mengasah kepekaan.

6) Budaya kerjasama dan kerja tim
Kembangkan budaya kerja tim dalam perusahaan Anda. Meski ada satu atau dua pribadi yang memiliki kemampuan menonjol dalam perusahaan Anda, satu orang tidak akan dapat memiliki semua talenta dan kualitas yang dibutuhkan. Bagi konsumen, perusahaan yang memiliki tim yang bekerja sama dan dapat saling menopang juga mempersingkat waktu mereka yang biasanya dihabiskan untuk birokrasi rumit. Tentu ini adalah citra yang baik untuk perusahaan. Dan bagi perusahaan sendiri, hal ini akan menghindarkan adanya gap status atau ketidakseimbangan pembagian tugas. Hal ini pun juga akan menghemat banyak tenaga dan pengeluaran yang tak perlu bagi perusahaan. Tim yang dibangun dengan orientasi pada kualitas akan menjadi cara hidup para karyawan di perusahaan Anda.

7) Investasi masa depan
Kualitas ekselen yang dimiliki perusahaan Anda saat ini juga harus dapat menjadi investasi di masa depan. Nyatanya, dalam kondisi persaingan pasar yang amat ketat seperti saat ini, begitu banyak perusahaan yang mengorbankan masa depan hanya supaya mereka tampak baik di masa kini. Mungkin saat ini, masa depan masih sangat jauh. Namun, ada saatnya masa depan akan datang di hadapan Anda tanpa diduga, bahkan dengan mengguncangkan Anda. Sembari mengembangkan langkah dan metode untuk meningkatkan kualitas di bidang yang menjadi kompetensi Anda saat ini, Anda juga perlu mulai menjajaki bidang-bidang strategis mana yang kira-kira bisa menjadi investasi Anda untuk masa depan. Jagalah supaya investasi Anda di area yang dapat menjamin keberlangsungan kualitas ekselen yang dimiliki perusahaan Anda di masa depan tersebut tetap terjaga.

8) Sikap rendah hati
Kualitas ekselen juga mensyaratkan adanya sikap rendah hati, terutama saat Anda merasa bisnis Anda tengah meroket atau sedang berada di puncak kejayaan. Dengan tetap menjaga sikap rendah hati ini, keterbukaan pikiran terhadap masukan-masukan berguna akan tetap dimiliki. Jangan mengabaikan orang-orang di sekitar Anda dan jangan pernah melupakan Tuhan.

Baca: TRAINING BERDAMPAK POSITIF BAGI PERUSAHAAN





Untuk informasi lebih lanjut hubungi:


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Minggu, 07 September 2014

SEGALA HAL AKAN BERLALU...




Ada seorang pangeran muda yang belum punya banyak pengalaman dalam hidup, yang ditempatkan di tampuk kekuasaan besar untuk menjalankan sebuah kerajaan. Tentu saja, pangeran muda ini belum memiliki ketrampilan, kebijaksanaan, pengalaman untuk melakukan tugasnya dengan layak. Kapan pun hal-hal berjalan mulus di kerajaannya, ia akan menyelenggarakan pesta dan perayaan, lalu ketika terjadi hal-hal yang buruk, ia akan mengurung diri di kamar dan mengeluh.

Di lain pihak, ketika hal-hal berlangsung baik, ia tidak menyempatkan waktu yang cukup untuk bekerja, merencanakan, untuk mengatur kerajaan. Ia hanya mengharapkan hal-hal baik berlangsung lebih langgeng, ia hanya berpesta. Kemudian, ketika berlangsung hal-hal buruk, ia akan murung kembali karena ia tidak piawai menanggapinya.

Memperhatikan hal seperti itu, para menteri yang bijaksana berembuk untuk mengajari kebijaksanaan kepada raja, akhirnya memberikan sebuah cincin yang bertuliskan: “INI PUN AKAN BERLALU”, dan berpesan kepada raja agar selalu mengenakan cincin tersebut. Cara ini berhasil baik sekali, sebab setiap kali raja melihat tulisan di cincinnya: INI PUN AKAN BERLALU, itu artinya bahwa ketika hal baik atau buruk terjadi di kerajaannya, akan berlalu… Itulah sifat kehidupan!

Lalu tentu saja, ketika hal-hal berlangsung mulus dalam kerajaannya, setiap orang bahagia dan sejahtera, ia tidak menyia-nyiakan waktunya dengan hanya berpesta, tetapi ingat bahwa kemakmuran pun rapuh. Lalu ia bekerja keras agar kemakmuran dan kebahagiaan itu berlangsung lebih lama. Ia menjadi raja yang sangat cakap. Hal-hal buruk akan berlalu sangat cepat dan hal-hal baik berlangsung sangat lama, hanya karena ia ingat: ini pun akan berlalu.

(Ide cerita dari buku 'Si Cacing dan Kotoran Kesangannya', Ajahn Brahm)

Baca: APA PILIHAN HIDUP ANDA?





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w

Jumat, 05 September 2014

JADILAH PEMAAF




Saat Abraham Lincoln (1809-1865) masih pengacara muda, ia sering berkonsultasi dengan pengacara lain tentang kasusnya. Suatu hari, ia duduk di ruang tunggu untuk menjumpai seorang pengacara senior. Tapi ketika tiba waktunya, pengacara itu hanya melihat Lincoln sekilas dan berteriak, “Apa yang dia lakukan di sini? Singkirkan dia! Aku tidak akan berurusan dengan seekor monyet kaku!”

Lincoln berpura-pura tidak mendengar, walaupun dia tahu kalau hinaan itu disengaja. Biarpun malu, dia tetap bersikap tenang. Kemudian ketika pengadilan berlangsung, Lincoln diabaikan. Namun pengacara yang telah menghina Lincoln dengan begitu kejamnya, ternyata bisa membela kliennya dengan brillian. Penanganannya atas kasus itu membuat Lincoln terpesona. Katanya dalam hati, “Nalarnya sangat bagus. Argumennya tepat dan sangat lengkap. Begitu tertata serta benar-benar dipersiapkan! Aku akan pulang dan lebih giat belajar hukum lagi.”

Waktu berlalu…
Lincoln menjadi presiden Amerika Serikat pada bulan Maret 1861. Di antara kritikus utamanya, terdapat Edwin M. Stanton, pengacara yang pernah menghinanya dan melukai hatinya begitu dalam. Namun Lincoln mengangkatnya di posisi penting sebagai Sekretaris Perang. Ia tidak pernah lupa bahwa Stanton adalah pengacara berotak cerdas, yang amat dibutuhkan negaranya.

Saat Lincoln meninggal, Stanton berkata, “Dia merupakan mutiara milik peradaban.”
Hanya seseorang yang berkarakter dan mau memaafkan seperti Lincoln, dapat bangkit & berhasil di atas penghinaan! Maka, jaga suasana hati. Jangan biarkan sikap buruk orang lain menentukan cara kita bertindak. Pilih untuk tetap berbuat baik dan belajarlah memafkan. Jadikan “sampah” sebagai “pupuk” atau “bahan bakar” untuk maju—baik di lingkungan keluarga, kerja, atau tempat tinggal kita.

Baca: BERBAGI KASIH - MENGUMPULKAN HARTA DI SURGA





Salam Sejahtera & Sukses Selalu!

Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan

Rabu, 03 September 2014

TIPS MENGATASI KEUANGAN BISNIS YANG TIDAK SEHAT




Setiap pengusaha tentu mengharapkan kondisi keuangan bisnisnya dalam keadaan baik. Akan tetapi, siapa yang menyangka bila dikemudian hari kita menemukan kondisi dimana keuangan usaha kita kurang sehat sehingga operasional bisnis tak bisa berjalan dengan lancar.
Menghadapi kondisi seperti ini, tentunya tak semua pengusaha bisa melaluinya dengan baik. Nah..., agar tak salah langkah dalam mengambil keputusan di saat kondisi keuangan usaha sedang sulit, berikut ini beberapa tips keuangan bisnis yang dapat Anda jalankan.
1. Tingkatkan penjualan
Mengingat kondisi keuangan Anda sedang kurang sehat, maka hal pertama yang harus Anda lakukan adalah meningkatkan penjualan untuk menutup kekurangan usaha. Dalam hal ini, Anda bisa memanfaatkan strategi promosi online untuk menghemat anggaran iklan.
2. Tekan biaya operasional
Salah satu faktor yang menyebabkan kondisi keuangan kita minus adalah kurang bijaknya dalam mengatur anggaran operasional. Oleh sebab itu, lakukan efisiensi di setiap lini kegiatan operasional usaha agar waktu, tenaga, dan biaya perusahaan Anda tak terbuang sia-sia.
3. Hindari pembayaran kredit
Ketika kondisi keuangan usaha kita sedang sulit, maka hal utama yang perlu Anda hindari adalah sistem pembayaran kredit. Usahakan untuk meminta pelanggan atau konsumen kita untuk melakukan transaksi pembayaran secara tunai (cash), agar perputaran uang Anda bisa berjalan dengan lancar.
4. Jalin kerjasama dengan para supplier
Untuk menghemat biaya, Anda bisa menjalin kerjasama dengan para supplier menggunakan sistem konsinyasi (titip jual) atau sistem kredit (pembayaran dilakukan di akhir bulan). Dengan begitu, Anda masih bisa mengoptimalkan stok produk dan menggunakan sisa modal yang ada untuk menutupi keperluan lainnya terlebih dahulu.
5. Jangan tergiur tawaran investasi yang belum terpercayaSebagian besar pengusaha yang mengalami kondisi keuangan usaha yang kurang sehat karena mereka terjebak pada tawaran investasi yang bernilai besar namun hasilnya tidak sesuai dengan perhitungan kita. Karenanya, untuk mengantisipasi kemungkinan buruk tersebut, ada baiknya bila Anda lebih bijak dalam memilih tawaran investasi.

Baca: BAGAIMANA CARA MENINGKATKAN KEUNTUNGAN?






Untuk informasi lebih lanjut hubungi:


Drs. Johanes Budi Walujo
HP: 0811.2332.777
WA: 081.809.271.777
BB: 28C2CEC2 / 52B90B35
Instagram: johanes_budi_walujo
Twitter: @johanesbudi_w
Website: SEMANGAT - Kampus Kehidupan